ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA SAMPEL DENGAN METODE IODIMETRI - ElrinAlria
ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA SAMPEL DENGAN METODE IODIMETRI
ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA SAMPEL DENGAN METODE IODIMETRI
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Kimia analisis merupakan suatu ilmu yang mempelajari teknik penganilisasian yang terspesifik dalam suatu penelitian bidang kerja. Kimia analisis dewasa ini mengalami prevalensi yang signifikan untuk dikembangkan dalam perkembangan era globalisasi.

Teknik penganalisaan yang akurasi dan presisisnya baik sangat menentukan keberhasilan suatu penelitian. Kimia Analisis memiliki 2 pokok bahasan yaitu analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kualitatif adalah identifikasi elemen, spesies, senyawa dalam suatu kategorisasi, sedangkan analisis kuantitatif adalah identifikasi yang menetukan jumlah/ kadar absolut atau relatif dari suatu sampel atau elemen. 

Iodimetri adalah suatu analisis kuantitatif yang menggunakan iodium sebagai penitrasinya. Prinsip utama pada metode iodimetri adalah titrasi oksidasi-reduksi (redoks). Metode iodimetri sangat banyak digunakan untuk menetapkan kadar vitamin c (asam askorbat) dan metampiron (antalgin).

Vitamin C atau L-asam askorbat merupakan senyawa bersifat asam dengan rumus empiris C6H8O6 (berat molekul = 176,12 g/mol). Kegunaan Vitamin C adalah sebagai antioksidan dan berfungsi penting dalam pembentukan kolagen, membantu penyerapan zat besi, serta membantu memelihara pembuluh kapiler, tulang, dan gigi. Konsumsi dosis normal vitamin C yaitu 60-90 mg/hari. Vitamin C banyak terkandung pada pada buah dan sayuran segar. Titrasi iodimetri adalah metode yang digunakan untuk mengukur konsentrasi larutan dengan menggunakan prinsip kerja titrasi (Pratama dkk, 2010). 

2. Rumusan Masalah
  1. Rumusan masalah pada makalah ini yaitu:
  2. Bagaimana analisis iodimetri digunakan pada penetapan kadar vitamin C mangga dodol ? 
  3. Bagaimana pengaruh analisis iodimetri dalam menetpkan kadar vitamin C pada stroberi ? 

3. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu guna memahami penggunaan dan penerapan analisis iodimetri pada suatu sampel bahan yang berguna sebagai obat.

4. Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan makalah ini yaitu:
  1. Memahami penjelasan dan kegunaan analisis iodimetri dalam penetapan kandungan vitamin C. 
  2. Sebagai bahan ilmu pengetahuan yang berguna bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan. 
  3. Sebagai bahan acuan penelitian-penelitian selanjutnya. 

BAB II
PEMBAHASAN
Vitamin C merupakan antioksidan penting yang larut dalam air. Vitamin C secara efektif menangkap radikal-radikal O2- , OH- , peroksil dan oksigen singet dan juga berperan dalam regenerasi vitamin E. Dengan mengikat radikal peroksil dalam fase berair dari plasma atau sitosol, vitamin C dapat melindungi membran biologis dan LDL dari kerusakan peroksidatif. Konsentrsi yang tinggi dalam plasma akan menurunkan kadar LDL, menurunkan kadar trigliserida, mengurangi agregasi platelet, serta dapat meningkatkan high density lipoprotein (HDL). Vitamin C juga dapat mencegah kanker melalui beberapa mekanisme, selain inhibisi oksidasi DNA. Suatu mekanisme yang potensial sebagai antikanker ialah kemoproteksi terhadap senyawa mutagenetik seperti nitrosamin (Silalahi, 2010). 

Vitamin C atau asam askorbat diperlukan untuk tubuh manusia, walaupun hanya dalam jumlah kecil. Asam askorbat diperoleh melalui makanan, karena tubuh manusia tidak dapat mensintesis asam askorbat. 

ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA SAMPEL DENGAN METODE IODIMETRI

Vitamin C merupakan jenis vitamin yang dapat ditemukan dalam buah dan sayuran. Ada banyak keuntungan yang kita dapat menemukan vitamin C. Pertama, vitamin C membantu dan melindungi struktur kolagen, kedua, vitamin C memiliki peran sebagai antioksidan, ketiga, vitamin C diperlukan untuk aktivasi dari enzim berbagai substrat, keempat vitamin C dapat meningkatkan penyerapan ferum, kalsium, dan asam folat. Penentuan kinetika oksidasi asam askorbat menerapkan metode waktu integral dan setengah-perubahan, sedangkan konsentrasi asam askorbat yang tersisa dalam enam puluh menit interval ditentukan dengan metode titrasi iodimetri (Rahmawati, 2009).

Analisis iodimetri adalah analisis yang digunakan untuk menentukan kadar suaru vitamin C dalam sampel dimana iodium sebagai penitarasinya. Sampel yang digunakan boleh dari tablet vitamin C, sayur-sayuran dan buah-buahan serta pada beberapa obat pada sampel yang mengandung vitamin C. Dalam analisis ini digunakan beberapa buah yaitu mangga dodol dan stroberi. Tujuan penganalisaannya yaitu untuk menguji apakah sampel ini mengandung vitamin C, jika ada berapa kekuatan kadar vitamin C yang ada. Dalam analisis ini, pembuatan larutan standar iodium 0,1N mutlak ada. Selanjutnya untuk membantu proses titrasi redoks ini pembuatan larutan indikator yang digunakan adalah indikator kanji. Pemilihan indikator kanji sebagai indikator karena kanji dapat dengan mudah didapatkan serta harganya yang murah. Dalam proses pelaksanaannya ketika sampel akan dititrasi dengan iodium 0,1 N penambahan H2SO4 juga sangat berpengaruh. Iodimetri merupakan titrasi redoks dengan I2 sebagai peniternya. Dalam reaksi redoks harus ada oksidator dan reduktor . Larutan iodium merupakan larutan yang tidak stabil, sehingga perlu distandarisasi berulang kali. Sebagai Oksidator lemah, iod tidak dapat bereaksi terlalu sempurna, karena itu harus dibuat kondisi yang menggeser kesetimbangan kearah hasil reaksi antara lain dengan mengatur pH atau dengan menambahkan bahan pengkompleks. Untuk pengaturan pH ini, ditambahkan H2SO4, sehingga sampel dalam suasana asam. Pengaruh suaana asam ini sangat mempengaruhi laju reaksi menjadi lebih cepat sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk proses penitrasiaannya. 

Ketika titrasi redoks dijalankan, larutan I2 dalam buret akan terlebih dahulu bereaksi dengan vitamin C daripada indikator kanji. Hal ini disebabkan karena vitamin C lebih reaktif dari pada indikator kanji. Hasilnya larutan sampel akan berwarna biru tua atau biru gelap. Warna biru pada larutan disebabkan karena dalam larutan kanji, terdapat unit-unit glukosa membentuk rantai heliks dan adanya ikatan konfigurasi pada tiap unit glukosanya. Bentuk ini menyebabkan kanji dapat membentuk kompleks dengan molekul iodium yang dapat masuk ke dalam spiralnya., sehingga menyebabkan warna biru tua pada kompleks tersebut. Warna biru dalam metode iodimetri merupakan titik yang menunjukan proses titik akhir titrasi telah mencapai titik akhir. Reaksi yang ditunjukan yaitu:
ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA SAMPEL DENGAN METODE IODIMETRI

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan pada makalah ini yaitu analisis iodimetri adalah analisis kuantitatif yang prinsip kerjanya adalah titrasi redoks yang menggunakan larutan iodin (I2) sebagai titran dan larutan kanji sebagai indikatornya. Metode iodimetri ini sangat sederhana dan mudah diterapkan pada suatu penelitian. Metode iodimetri dapat bermanfaat dalam menetapkan kadar vitamin C, metampiron dll. Melalui analisis iodimetri ini dengan mudah vitamin C dapat kita ketahui kadarnya, baik itu kadar vitamin C dari buah-buahan, sayur-sayuran ataupun dalam sediaan tablet. 

B. Saran
Saran yang dapat diberikan yaitu melalui metode iodimetri ini diharapkan mampu menjadi ilmu yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia terutama bagi mahasiswa yang mempelajarinya serta dapat dikembangkan lebih jauh lagi kedepannya.

ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA SAMPEL DENGAN METODE IODIMETRI

ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA SAMPEL DENGAN METODE IODIMETRI
ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA SAMPEL DENGAN METODE IODIMETRI
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Kimia analisis merupakan suatu ilmu yang mempelajari teknik penganilisasian yang terspesifik dalam suatu penelitian bidang kerja. Kimia analisis dewasa ini mengalami prevalensi yang signifikan untuk dikembangkan dalam perkembangan era globalisasi.

Teknik penganalisaan yang akurasi dan presisisnya baik sangat menentukan keberhasilan suatu penelitian. Kimia Analisis memiliki 2 pokok bahasan yaitu analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kualitatif adalah identifikasi elemen, spesies, senyawa dalam suatu kategorisasi, sedangkan analisis kuantitatif adalah identifikasi yang menetukan jumlah/ kadar absolut atau relatif dari suatu sampel atau elemen. 

Iodimetri adalah suatu analisis kuantitatif yang menggunakan iodium sebagai penitrasinya. Prinsip utama pada metode iodimetri adalah titrasi oksidasi-reduksi (redoks). Metode iodimetri sangat banyak digunakan untuk menetapkan kadar vitamin c (asam askorbat) dan metampiron (antalgin).

Vitamin C atau L-asam askorbat merupakan senyawa bersifat asam dengan rumus empiris C6H8O6 (berat molekul = 176,12 g/mol). Kegunaan Vitamin C adalah sebagai antioksidan dan berfungsi penting dalam pembentukan kolagen, membantu penyerapan zat besi, serta membantu memelihara pembuluh kapiler, tulang, dan gigi. Konsumsi dosis normal vitamin C yaitu 60-90 mg/hari. Vitamin C banyak terkandung pada pada buah dan sayuran segar. Titrasi iodimetri adalah metode yang digunakan untuk mengukur konsentrasi larutan dengan menggunakan prinsip kerja titrasi (Pratama dkk, 2010). 

2. Rumusan Masalah
  1. Rumusan masalah pada makalah ini yaitu:
  2. Bagaimana analisis iodimetri digunakan pada penetapan kadar vitamin C mangga dodol ? 
  3. Bagaimana pengaruh analisis iodimetri dalam menetpkan kadar vitamin C pada stroberi ? 

3. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu guna memahami penggunaan dan penerapan analisis iodimetri pada suatu sampel bahan yang berguna sebagai obat.

4. Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan makalah ini yaitu:
  1. Memahami penjelasan dan kegunaan analisis iodimetri dalam penetapan kandungan vitamin C. 
  2. Sebagai bahan ilmu pengetahuan yang berguna bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan. 
  3. Sebagai bahan acuan penelitian-penelitian selanjutnya. 

BAB II
PEMBAHASAN
Vitamin C merupakan antioksidan penting yang larut dalam air. Vitamin C secara efektif menangkap radikal-radikal O2- , OH- , peroksil dan oksigen singet dan juga berperan dalam regenerasi vitamin E. Dengan mengikat radikal peroksil dalam fase berair dari plasma atau sitosol, vitamin C dapat melindungi membran biologis dan LDL dari kerusakan peroksidatif. Konsentrsi yang tinggi dalam plasma akan menurunkan kadar LDL, menurunkan kadar trigliserida, mengurangi agregasi platelet, serta dapat meningkatkan high density lipoprotein (HDL). Vitamin C juga dapat mencegah kanker melalui beberapa mekanisme, selain inhibisi oksidasi DNA. Suatu mekanisme yang potensial sebagai antikanker ialah kemoproteksi terhadap senyawa mutagenetik seperti nitrosamin (Silalahi, 2010). 

Vitamin C atau asam askorbat diperlukan untuk tubuh manusia, walaupun hanya dalam jumlah kecil. Asam askorbat diperoleh melalui makanan, karena tubuh manusia tidak dapat mensintesis asam askorbat. 

ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA SAMPEL DENGAN METODE IODIMETRI

Vitamin C merupakan jenis vitamin yang dapat ditemukan dalam buah dan sayuran. Ada banyak keuntungan yang kita dapat menemukan vitamin C. Pertama, vitamin C membantu dan melindungi struktur kolagen, kedua, vitamin C memiliki peran sebagai antioksidan, ketiga, vitamin C diperlukan untuk aktivasi dari enzim berbagai substrat, keempat vitamin C dapat meningkatkan penyerapan ferum, kalsium, dan asam folat. Penentuan kinetika oksidasi asam askorbat menerapkan metode waktu integral dan setengah-perubahan, sedangkan konsentrasi asam askorbat yang tersisa dalam enam puluh menit interval ditentukan dengan metode titrasi iodimetri (Rahmawati, 2009).

Analisis iodimetri adalah analisis yang digunakan untuk menentukan kadar suaru vitamin C dalam sampel dimana iodium sebagai penitarasinya. Sampel yang digunakan boleh dari tablet vitamin C, sayur-sayuran dan buah-buahan serta pada beberapa obat pada sampel yang mengandung vitamin C. Dalam analisis ini digunakan beberapa buah yaitu mangga dodol dan stroberi. Tujuan penganalisaannya yaitu untuk menguji apakah sampel ini mengandung vitamin C, jika ada berapa kekuatan kadar vitamin C yang ada. Dalam analisis ini, pembuatan larutan standar iodium 0,1N mutlak ada. Selanjutnya untuk membantu proses titrasi redoks ini pembuatan larutan indikator yang digunakan adalah indikator kanji. Pemilihan indikator kanji sebagai indikator karena kanji dapat dengan mudah didapatkan serta harganya yang murah. Dalam proses pelaksanaannya ketika sampel akan dititrasi dengan iodium 0,1 N penambahan H2SO4 juga sangat berpengaruh. Iodimetri merupakan titrasi redoks dengan I2 sebagai peniternya. Dalam reaksi redoks harus ada oksidator dan reduktor . Larutan iodium merupakan larutan yang tidak stabil, sehingga perlu distandarisasi berulang kali. Sebagai Oksidator lemah, iod tidak dapat bereaksi terlalu sempurna, karena itu harus dibuat kondisi yang menggeser kesetimbangan kearah hasil reaksi antara lain dengan mengatur pH atau dengan menambahkan bahan pengkompleks. Untuk pengaturan pH ini, ditambahkan H2SO4, sehingga sampel dalam suasana asam. Pengaruh suaana asam ini sangat mempengaruhi laju reaksi menjadi lebih cepat sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk proses penitrasiaannya. 

Ketika titrasi redoks dijalankan, larutan I2 dalam buret akan terlebih dahulu bereaksi dengan vitamin C daripada indikator kanji. Hal ini disebabkan karena vitamin C lebih reaktif dari pada indikator kanji. Hasilnya larutan sampel akan berwarna biru tua atau biru gelap. Warna biru pada larutan disebabkan karena dalam larutan kanji, terdapat unit-unit glukosa membentuk rantai heliks dan adanya ikatan konfigurasi pada tiap unit glukosanya. Bentuk ini menyebabkan kanji dapat membentuk kompleks dengan molekul iodium yang dapat masuk ke dalam spiralnya., sehingga menyebabkan warna biru tua pada kompleks tersebut. Warna biru dalam metode iodimetri merupakan titik yang menunjukan proses titik akhir titrasi telah mencapai titik akhir. Reaksi yang ditunjukan yaitu:
ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA SAMPEL DENGAN METODE IODIMETRI

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan pada makalah ini yaitu analisis iodimetri adalah analisis kuantitatif yang prinsip kerjanya adalah titrasi redoks yang menggunakan larutan iodin (I2) sebagai titran dan larutan kanji sebagai indikatornya. Metode iodimetri ini sangat sederhana dan mudah diterapkan pada suatu penelitian. Metode iodimetri dapat bermanfaat dalam menetapkan kadar vitamin C, metampiron dll. Melalui analisis iodimetri ini dengan mudah vitamin C dapat kita ketahui kadarnya, baik itu kadar vitamin C dari buah-buahan, sayur-sayuran ataupun dalam sediaan tablet. 

B. Saran
Saran yang dapat diberikan yaitu melalui metode iodimetri ini diharapkan mampu menjadi ilmu yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia terutama bagi mahasiswa yang mempelajarinya serta dapat dikembangkan lebih jauh lagi kedepannya.