JENIS, MANFAAT DAN KOMPONEN DALAM TANAMAN PISANG - ElrinAlria
JENIS, MANFAAT DAN KOMPONEN DALAM TANAMAN PISANG

JENIS, MANFAAT DAN KOMPONEN DALAM TANAMAN PISANG

Tanaman Pisang 

Tanaman pisang merupakan tumbuhan berbatang basah yang besar, biasanya mempunyai batang semu yang tersusun dari pelepah-pelepah daun. Tangkai daun jelas beralur pada sisi atasnya, helaian daun lebar, bangun jorong (oval memanjang), dengan ibu tulang yang nyata dan tulang-tulang cabang yang menyirip dan kecil-kecil. Bunga mempunyai tenda bunga yang mempunyai mahkota atau jelas mempunyai kelopak dan mahkota yang biasanya berlekatan. Benang sari 6 yang 5 fertil yang satu staminoidal. Bakal buah tenggelam, beruang 3 dengan 1 bakal biji dalam tiap ruang. Tangkai putik berbelah 3-6. Buahnya buah buni atau buah kendaga. 

Tanaman pisang termasuk tanaman monokotil. Tanaman monokotil biasanya mempunyai ikatan pembuluh (floem dan xilem) yang tersebar di jaringan batang. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan zat terlarut, sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosistesis. 

Flavonenes dan flavonols merupakan turunan dari senyawa phenol dari jalur asam malonil dan dari jalur asam shikimik. Asam hidrosinnamik merupakan salah satu turunan dari phenilalanin. Jalur asam shikimik akan dihasilkan phenilalanin yang merupakan senyawa intermediet atau senyawa antara yang akan membantu tanaman untuk menghasilkan flavonones, flavonoid, flavonol dan senyawa lain. (Wibowo)


Jenis-Jenis Pisang 

Semua jenis pisang pada umumnya dapat dijadikan tepung, namun jenis pisang yang digunakan mempengaruhi mutu tepung yang dihasilkan. Menurut Astawan (2005) dan Bappenas (2000) pisang buah (Musa paradisiaca) dapat digolongkan dalam 4 kelompok (Putri, 2015) : 
  1. Musa pardisiaca var. sapientum (banana) yaitu pisang yang dapat langsung dimakan setelah matang atau pisang buah meja contoh : Pisang susu, hijau, mas, raja, ambon kuning, ambon, barangan, dll; 
  2. Musa Pardisiaca forma typiaca (plantain) yaitu pisang yang dapat dimakan setelah diolah terlebih dahulu, contoh : Pisang tanduk, uli, bangkahulu, kapas; 
  3. Pisang yang dapat dimakan setelah matang atau diolah dahulu, contoh: Pisang kepok dan raja serta; 
  4. Musa brachycarpa yaitu jenis pisang yang berbiji dapat dimakan sewaktu masih mentah, seperti pisang batu atau disebut juga pisang klutuk atau pisang biji. Masing-masing kelompok pisang tersebut mempunyai fungsi dan karakteristik berbeda. 

Kandungan Buah Pisang 

Buah pisang mengandung gizi cukup tinggi, kolesterol rendah serta vitamin B6 dan vitamin C tinggi. Zat gizi terbesar pada buah pisang masak adalah kalium sebesar 373 miligram per 100 gram pisang, vitamin A 250-335 gram per 100 gram pisang dan klor sebesar 125 miligram per 100 gram pisang. Pisang juga merupakan sumber karbohidrat, vitaminn A dan C, serta mineral. Komponen karbohidrat terbesar pada buah pisang adalah pati pada daging buahnya, dan akan diubah menjadi sukrosa, glukosa dan fruktosa pada saat pisang matang (15-20 %) (Ambarita, 2015) 

Daftar Pustaka:
F.X. Sulistiyanto Wibowo dan Erna Prasetyaningrum, Pemanfaatan Ekstrak Batang Tanaman Pisang (Musa Paradisiacal) Sebagai Obat Antiacne Dalam Sediaan Gel Antiacne 

Monica Dame Yanti Ambarita, Eva Sartini Bayu, Hot Setiado., 2015, Identifikasi Karakter Morfologis Pisang (Musa spp.) di Kabupaten Deli Serdang, 

Jurnal Agroekoteknologi . E-ISSN No. 2337- 6597 Vol.4. No.1, 

Putri, T.K., D. Veronika, A. Ismail, A. Karuniawan ∙ Y. Maxiselly,A. W. Irwan, W. Sutari., 2015, Pemanfaatan jenis-jenis pisang (banana dan plantain) lokal Jawa Barat berbasis produk sale dan tepung, Jurnal Kultivasi Vol. 14(2)

JENIS, MANFAAT DAN KOMPONEN DALAM TANAMAN PISANG

JENIS, MANFAAT DAN KOMPONEN DALAM TANAMAN PISANG

JENIS, MANFAAT DAN KOMPONEN DALAM TANAMAN PISANG

Tanaman Pisang 

Tanaman pisang merupakan tumbuhan berbatang basah yang besar, biasanya mempunyai batang semu yang tersusun dari pelepah-pelepah daun. Tangkai daun jelas beralur pada sisi atasnya, helaian daun lebar, bangun jorong (oval memanjang), dengan ibu tulang yang nyata dan tulang-tulang cabang yang menyirip dan kecil-kecil. Bunga mempunyai tenda bunga yang mempunyai mahkota atau jelas mempunyai kelopak dan mahkota yang biasanya berlekatan. Benang sari 6 yang 5 fertil yang satu staminoidal. Bakal buah tenggelam, beruang 3 dengan 1 bakal biji dalam tiap ruang. Tangkai putik berbelah 3-6. Buahnya buah buni atau buah kendaga. 

Tanaman pisang termasuk tanaman monokotil. Tanaman monokotil biasanya mempunyai ikatan pembuluh (floem dan xilem) yang tersebar di jaringan batang. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan zat terlarut, sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosistesis. 

Flavonenes dan flavonols merupakan turunan dari senyawa phenol dari jalur asam malonil dan dari jalur asam shikimik. Asam hidrosinnamik merupakan salah satu turunan dari phenilalanin. Jalur asam shikimik akan dihasilkan phenilalanin yang merupakan senyawa intermediet atau senyawa antara yang akan membantu tanaman untuk menghasilkan flavonones, flavonoid, flavonol dan senyawa lain. (Wibowo)


Jenis-Jenis Pisang 

Semua jenis pisang pada umumnya dapat dijadikan tepung, namun jenis pisang yang digunakan mempengaruhi mutu tepung yang dihasilkan. Menurut Astawan (2005) dan Bappenas (2000) pisang buah (Musa paradisiaca) dapat digolongkan dalam 4 kelompok (Putri, 2015) : 
  1. Musa pardisiaca var. sapientum (banana) yaitu pisang yang dapat langsung dimakan setelah matang atau pisang buah meja contoh : Pisang susu, hijau, mas, raja, ambon kuning, ambon, barangan, dll; 
  2. Musa Pardisiaca forma typiaca (plantain) yaitu pisang yang dapat dimakan setelah diolah terlebih dahulu, contoh : Pisang tanduk, uli, bangkahulu, kapas; 
  3. Pisang yang dapat dimakan setelah matang atau diolah dahulu, contoh: Pisang kepok dan raja serta; 
  4. Musa brachycarpa yaitu jenis pisang yang berbiji dapat dimakan sewaktu masih mentah, seperti pisang batu atau disebut juga pisang klutuk atau pisang biji. Masing-masing kelompok pisang tersebut mempunyai fungsi dan karakteristik berbeda. 

Kandungan Buah Pisang 

Buah pisang mengandung gizi cukup tinggi, kolesterol rendah serta vitamin B6 dan vitamin C tinggi. Zat gizi terbesar pada buah pisang masak adalah kalium sebesar 373 miligram per 100 gram pisang, vitamin A 250-335 gram per 100 gram pisang dan klor sebesar 125 miligram per 100 gram pisang. Pisang juga merupakan sumber karbohidrat, vitaminn A dan C, serta mineral. Komponen karbohidrat terbesar pada buah pisang adalah pati pada daging buahnya, dan akan diubah menjadi sukrosa, glukosa dan fruktosa pada saat pisang matang (15-20 %) (Ambarita, 2015) 

Daftar Pustaka:
F.X. Sulistiyanto Wibowo dan Erna Prasetyaningrum, Pemanfaatan Ekstrak Batang Tanaman Pisang (Musa Paradisiacal) Sebagai Obat Antiacne Dalam Sediaan Gel Antiacne 

Monica Dame Yanti Ambarita, Eva Sartini Bayu, Hot Setiado., 2015, Identifikasi Karakter Morfologis Pisang (Musa spp.) di Kabupaten Deli Serdang, 

Jurnal Agroekoteknologi . E-ISSN No. 2337- 6597 Vol.4. No.1, 

Putri, T.K., D. Veronika, A. Ismail, A. Karuniawan ∙ Y. Maxiselly,A. W. Irwan, W. Sutari., 2015, Pemanfaatan jenis-jenis pisang (banana dan plantain) lokal Jawa Barat berbasis produk sale dan tepung, Jurnal Kultivasi Vol. 14(2)