KANDUNGAN TANAMAN LIDAH BUAYA (Aloe Verae) - ElrinAlria
KANDUNGAN TANAMAN LIDAH BUAYA (Aloe Verae)

KANDUNGAN TANAMAN LIDAH BUAYA (Aloe Verae)

Tanaman Lidah Biaya

Sinonim
Aloe barbadensis Mill., Aloe chinensis Bak., Aloe elongata Murray, Aloe indica Royle., Aloe officinalisForsk., Aloe perfoliata L., Aloe rubescens DC., Aloe vera L. var littoris Konig ex Bak., Aloe vera L. varchinensis Berger., Aloe vulgaris Lam., Aloe vera (L.) Webb.

Nama Daerah
Indonesia: Lidah buaya; Jawa:Letah buaya (Sunda)

Nama Asing
Bunga raja-raja, sabila (Malaysia), aloe (Inggris, Amerika Serikat, Venezuela), chirukattali, dickwar,gawar, ghai kunwar, ghikanvar, kumari, korphad, laloi (India).

Deskripsi Tanaman dan Simplsia
Klasifikasi
Kingdom : Plantae 
Division : Spermatophyta 
Class : Monocotyledoneae 
Ordo : Liliflorae 
Family : Liliceae 
Genus : Aloe
Species : Aloe barbadensis Miller

Tanaman:
Aloe vera (L). Burm.F merupakan herba menahun, 30 -50 cm. Batang rebah, panjang 2-3 cm,bercabang di pangkal, membentuk tunas-tunas di setiap buku. Daun lanset tebal dan mengkilap,panjang 40 - 50 cm, lebar 6 - 7 cm pada bagian dasar daun. Permukaan daun bagian atas konkaf,abu-abu hijau terkadang ujung kemerahan. Tepi daun berwarna merah jambu pucat dan 2 mm gigigigi yang berwarna pucat. Bunga infloresense lurus ke atas dapat mencapai 60 - 90 cm. Susunan malai, terminal dengan cabang-cabang tandan, silindris dan meruncing makin ke atas. Racemeterminal sampai tinggi 40 cm, dan bagian bawah lebih pendek. Braktea putih dan bunga berwarnakuning, oranye atau merah 3 cm panjangnya. Benang sari 6 tangkai putih, pendek, sama panjang dengan perhiasan atau lebih sedikit panjang, kepala sari terkait dengan tangkai di bagian pangkal.Buah halus, 3 ruang terbagi 3 bilik. Biji banyak dan berwarna hitam.

Simplisia Lidah Buaya:

Aloe verae adalah sari padat dengan atau tanpa pemanasan yang berasal dari perisikel sel yangberdekatan dengan parenkim daun dan mengalir secara langsung dari potongan daun Aloe vera (L).Burm.F. Di perdagangan dikenal sebagai jadam Curacao atau Barbados Aloe. Bau khas tidak enak,rasa sangat pahit dan menimbulkan mual. Massa tidak tembus cahaya, warna hitam kecoklatan,

permukaan patahan tidak rata, mirip malam dan agak mirip damar. Aloe diduga merupakan tanaman asli Afrika Utara terutama di Sudan dan Jazirah Arab. Sekarang telah banyak ditanam dan ditemukan tumbuh liar di Afrika bagian utara, Asia dan daerah MediteraniaSelatan. Aloe telah ditanam besar-besaran di Florida-Amerika Serikat, Mexico, Kepulauan Antille danbeberapa daerah di Venezuela. Di Jawa ditanam sebagai tanaman hias.

Kandungan utama adalah air dan polisakarida (pektin, hemiselulosa, glukomanan, asemanan danderivat manosa). Selain itu juga mengandung asam amino, lipida, sterol (lupeol, kamposteroldanbeta-sitosterol), tanin dan enzim. Manosa 6-fosfat merupakan kandungan gula utama. Limasenyawa fitosterol dilaporkan terdapat dalam Aloe vera gel yang aktif sebagai antidiabetes. Getahdaun mengandung asam glutamiat, asam aspartit, serin dan asparagin.

Daun lidah buaya (Aloe vera L.) mengandung lemak tak jenuh Arachidonic acid dan Phosphatidylcholine dalam jumlah relatif besar. Daun dan akar mengandung saponin dan flavonoid, disamping itu daunnya juga mengandung polifenol. Kandungan yanglain barbaloin, iso barbaloin, aloe-emodin, aloenin, aloesin, aloin, aloe emodin, antrakinon, resin, polisakarida, kromium, inositol (Sujono,2005).

Efek Farmakologi Lidah Buaya:

Mempunyai aktivitas sebagai antidiabetes. Ekstrak air panas daun lidah buaya kering dosis 0,5g/kg BB diberikan secara intragastrik pada tikus selama 7 hari, menunjukkan aktivitasantihiperglikemia. Pada penelitian efek antihiperglikemia gel lidah buaya dan lima senyawa isolasidari gel tersebut yang diidentifikasi sebagai lophenol, 24-methyl- lophenol, 24-ethyl-lophenol,cycloartanol dan 24-methylene-cycloartanol terhadap mencit yang masing-masing diberikan dosis 1|xg menghasilkan penurunan kadar gula darah puasa masing-masing sebesar 64%, 28%, 47%, 51%dan 55% dibandingkan dengan kontrol. Selain itu mencit diabetes yang diberikan perlakuan denganphytosterols tidak mengalami penurunan berat badan akibat kehilangan glukosa melalui urin karenaitu dapat disimpulkan gel lidah buaya memiliki efek jangka panjang mengkontrol kadar gula darah dan sangat berguna terutama untuk penderita DM tipe 2.Decocta daun lidah buaya dengan dosis 2,5 ml/200grBB, 5 ml /200grBB,dan 10 ml/200grBB mampu menurunkan kadar glukosa darah tikus wistar yang diberi beban glukosa (Aveonita, 2015).

Penggunaan Empiris
Tanaman lidah buaya secara empiris digunakan untuk pengobatan tradisional antara lain getah atau daging daun digunakan untuk urus-urus, pemakaian luar digunakan untuk menyuburkan pertumbuhan rambut. Lumatan daun dan gel ekstrak digunakan untuk mengobati luka bakar dan anti radang. Daun lidah buaya dapat berfungsi sebagai anti radang, anti jamur, anti bakteri dan regenerasi sel. Di samping itu, lidah buaya bermanfaat untuk menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker.. Bunga lidah buaya berkhasiat mengobati luka memar dan muntah darah. Akarnya berkhasiat sebagai obat cacing dan susah buang air besar/sembelit (Sujono, 2005).

Indikasi
Membantu meringankan kencing manis 

Kontraindikasi
Aloe tidak disarankan untuk dipakai pada penderita yang mengalami gangguan usus atau stenosis,pasien karena dehidrasi atau kekurangan elektrolit atau pasien yang mempunyai penyakit sembelitkronik. Aloe sebaiknya juga tidak diberikan untuk pasien yang mempunyai abdominal yang tidakterdiagnosa seperti mual, nyeri atau muntah , Aloe vera gel dikontraindikasikan pada pasien yangtelah diketahui memiliki alergi pada tanaman Liliaceae.

Peringatan
Tidak dianjurkan digunakan oleh wanita hamil dan menyusui karena bentuk bebas dari aglikon larutdalam ASI hingga mengakibatkan bayi yang bersangkutan diare. Tidak boleh digunakan pada anak dibawah 12 tahun. Selama pengobatan air seni akan berwarna merah.

Efek yang Tidak Diinginkan
Kejang pada gastrointestinal seperti terjadi pada umumnya obat-obat purgatif. Penggunaan jangkapanjang dapat menyebabkan pigmentasi pada mukosa usus (psudomelanosis coli). Dermatitis kontakterjadi pada kulit dikarenakan oleh kristal seperti jarum. Pemakaian dalam bentuk lateks yang berisiantrakuinon dapat menyebabkan diskolorasi cairan tubuh karena adanya absorpsi senyawaantrakinon.

Interaksi
Penggunaan bersamaan dengan glikosida jantung dan obat-obat antiaritmia, menyebabkan kehilangan ion K+ yang dapat mengurangi efek glikosida jantung dan obat-obat antiaritmia. Apabilahal ini terjadi maka disarankan untuk menghentikan konsumsi aloe, kadar K+ dimonitor dan bila perlu tambahan K+. Adanya induksi hipokalemia oleh beberapa obat seperti diuretik tiazida, kortikosteroiddan Gyicyrrhiza glabra dapat menyebabkan defisiensi K+ dalam tubuh apabila digunakan bersamasama dengan aloe.Hipoglikemik dapat terjadi apabila aloe digunakan bersama obat-obat antidiabetes.

Uji praklinik (Pengujian Toksisitas) Lidah Buaya
Pada penggunaan jangka panjang akan mengakibatkan terganggunya keseimbangan elektrolit dalamtubuh, sehingga terjadi defisiensi ion kalium dan natrium, sangat berbahaya terutama dalam kondisibersama menggunakan glikosida jantung. Dari hasil uji toksisitas akut ekstrak etanol dengan dosis 25; 37,5 dan 50 mg/kg BB diberikan padamencit putih betina selama 10 hari, menunjukkan terjadinya penurunan jumlah fetus, terlihat kelainanpada tulang bagian ekor dan terdapat tulang pada jari kaki depan dan turunnya fertilitas.

Uji Klinik
Aloe vera memiliki sifat antidiabetes. Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa kadar gula dalam darah akan menurun secara bertahap pada pasien diabetes yang mengkonsumsi lidah buaya selama tiga bulan (Andareto, 2015).

Jus gel lidah buaya sebanyak 15 ml dapat meurunkan kadar glukosa darah pada manusia. Jus gel lidah buaya memiliki senyawa penghambat alfa-glukosidase yang bekerja didalam usus sehingga pemecahan karbohidrat menjadi glukosa di dalam usus berkurang, dengan akibat kadar glukosa darah tidak cepat naik dan mendukung penurunan persentase peningkatan kadar glukosa darah. Jus gel lidah buaya juga memiliki kandungan alprogen yang sangat berguna untuk melapisi permukaan sel-sel epitel usus sehingga penyerapan glukosa akan terganggu. Kandungan alprogen dalam jus gel lidah buaya akan masuk kedalam saluran cerna dan melapisi permukaan sel-sel epitel usus. Alprogen akan menghalangi masuknya Ca2+ kedalam sel, sedangkan Ca2+ diperlukan oleh sel untuk terjadinya eksositosis. Pada keadaan normal, Ca2+ yang berasal dari lumen usus akan masuk kedalam sel usus dan mengakibatkan eksostosis sodium glucose transporter 1 (SGLT1) yang berfungsi mengangkut glukosa yang ada di lumen usus menuju kedalam kapiler darah sel absorptif usus. Namun, karena alprogen menghalangi masuknya Ca2+ kedalam sel maka eksositosis SGLT1 tidak terjadi sebagaimana mestinya sehingga penyerapan glukosa oleh sel-sel usus terhambat (Jasaputra, 2014).

Penyiapan dan Dosis
Pemilihan metode penyarian dengan teknik penyarian decocta berdasarkan pada penggunaan secara empiris di masyarakat yaitu dengan cara direbus. Adapun penggunaanya di masyarakat dengan cara satu pelepah daun lidah buaya dicuci bersih dan dibuang durinya kemudian dipotong-potong seperlunya dan direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1,5 gelas, diminum 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas sesudah makan (Sujono, 2005). 50-250 mg ekstrak kering dari daging daun lidah buaya dilarutkan dalam air.3-75 Aloe tingtur: dibuat dengan jalan maserasi 10 % b/v daun Lidah buaya ditambah 20% larutanglysirrhiza dalam alkohol.

Penyimpanan
Simpan di dalam wadah yang tertutup rapat dan kering.

DAFTAR PUSTAKA
Andareto., 2015, Apotek Herbal Disekitar Anda (Solusi Pengobatan 1001 Penyakit Secara Alami dan Sehat Tanpa Efek Samping), Pustaka Ilmu Semesta, Jakarta

Aveoinita Agatha. R., 2015, Effect Of Aloe Vera In Lowering Blood Glucose Levels OnDiabetes Melitus, J Majority, 4(2).

Badan POM RI, 2010, Acuan Sediaan Herbal Volume Keempat Edisi Pertama, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Jakarta.

Jasaputra D. K, Fanny. R dan Evan. C., 2014, Efek Jus Gel Lidah Buaya (Aloe vera L.) dalam Menghambat Penyerapan Glukosa di Saluran Cerna pada Manusia, Global Medical and Health Communication, 2(1).

Sujono T. A dan Arifah S. W., 2005, Pengaruh Decocta Daun Lidah Buaya (Aloe vera L.)Terhadap Kadar Glukosa Darah Kelinci yang Dibebani Glukosa, Jurnal Penelitian Sains dan teknologi, 6(1).

KANDUNGAN TANAMAN LIDAH BUAYA (Aloe Verae)

KANDUNGAN TANAMAN LIDAH BUAYA (Aloe Verae)

KANDUNGAN TANAMAN LIDAH BUAYA (Aloe Verae)

Tanaman Lidah Biaya

Sinonim
Aloe barbadensis Mill., Aloe chinensis Bak., Aloe elongata Murray, Aloe indica Royle., Aloe officinalisForsk., Aloe perfoliata L., Aloe rubescens DC., Aloe vera L. var littoris Konig ex Bak., Aloe vera L. varchinensis Berger., Aloe vulgaris Lam., Aloe vera (L.) Webb.

Nama Daerah
Indonesia: Lidah buaya; Jawa:Letah buaya (Sunda)

Nama Asing
Bunga raja-raja, sabila (Malaysia), aloe (Inggris, Amerika Serikat, Venezuela), chirukattali, dickwar,gawar, ghai kunwar, ghikanvar, kumari, korphad, laloi (India).

Deskripsi Tanaman dan Simplsia
Klasifikasi
Kingdom : Plantae 
Division : Spermatophyta 
Class : Monocotyledoneae 
Ordo : Liliflorae 
Family : Liliceae 
Genus : Aloe
Species : Aloe barbadensis Miller

Tanaman:
Aloe vera (L). Burm.F merupakan herba menahun, 30 -50 cm. Batang rebah, panjang 2-3 cm,bercabang di pangkal, membentuk tunas-tunas di setiap buku. Daun lanset tebal dan mengkilap,panjang 40 - 50 cm, lebar 6 - 7 cm pada bagian dasar daun. Permukaan daun bagian atas konkaf,abu-abu hijau terkadang ujung kemerahan. Tepi daun berwarna merah jambu pucat dan 2 mm gigigigi yang berwarna pucat. Bunga infloresense lurus ke atas dapat mencapai 60 - 90 cm. Susunan malai, terminal dengan cabang-cabang tandan, silindris dan meruncing makin ke atas. Racemeterminal sampai tinggi 40 cm, dan bagian bawah lebih pendek. Braktea putih dan bunga berwarnakuning, oranye atau merah 3 cm panjangnya. Benang sari 6 tangkai putih, pendek, sama panjang dengan perhiasan atau lebih sedikit panjang, kepala sari terkait dengan tangkai di bagian pangkal.Buah halus, 3 ruang terbagi 3 bilik. Biji banyak dan berwarna hitam.

Simplisia Lidah Buaya:

Aloe verae adalah sari padat dengan atau tanpa pemanasan yang berasal dari perisikel sel yangberdekatan dengan parenkim daun dan mengalir secara langsung dari potongan daun Aloe vera (L).Burm.F. Di perdagangan dikenal sebagai jadam Curacao atau Barbados Aloe. Bau khas tidak enak,rasa sangat pahit dan menimbulkan mual. Massa tidak tembus cahaya, warna hitam kecoklatan,

permukaan patahan tidak rata, mirip malam dan agak mirip damar. Aloe diduga merupakan tanaman asli Afrika Utara terutama di Sudan dan Jazirah Arab. Sekarang telah banyak ditanam dan ditemukan tumbuh liar di Afrika bagian utara, Asia dan daerah MediteraniaSelatan. Aloe telah ditanam besar-besaran di Florida-Amerika Serikat, Mexico, Kepulauan Antille danbeberapa daerah di Venezuela. Di Jawa ditanam sebagai tanaman hias.

Kandungan utama adalah air dan polisakarida (pektin, hemiselulosa, glukomanan, asemanan danderivat manosa). Selain itu juga mengandung asam amino, lipida, sterol (lupeol, kamposteroldanbeta-sitosterol), tanin dan enzim. Manosa 6-fosfat merupakan kandungan gula utama. Limasenyawa fitosterol dilaporkan terdapat dalam Aloe vera gel yang aktif sebagai antidiabetes. Getahdaun mengandung asam glutamiat, asam aspartit, serin dan asparagin.

Daun lidah buaya (Aloe vera L.) mengandung lemak tak jenuh Arachidonic acid dan Phosphatidylcholine dalam jumlah relatif besar. Daun dan akar mengandung saponin dan flavonoid, disamping itu daunnya juga mengandung polifenol. Kandungan yanglain barbaloin, iso barbaloin, aloe-emodin, aloenin, aloesin, aloin, aloe emodin, antrakinon, resin, polisakarida, kromium, inositol (Sujono,2005).

Efek Farmakologi Lidah Buaya:

Mempunyai aktivitas sebagai antidiabetes. Ekstrak air panas daun lidah buaya kering dosis 0,5g/kg BB diberikan secara intragastrik pada tikus selama 7 hari, menunjukkan aktivitasantihiperglikemia. Pada penelitian efek antihiperglikemia gel lidah buaya dan lima senyawa isolasidari gel tersebut yang diidentifikasi sebagai lophenol, 24-methyl- lophenol, 24-ethyl-lophenol,cycloartanol dan 24-methylene-cycloartanol terhadap mencit yang masing-masing diberikan dosis 1|xg menghasilkan penurunan kadar gula darah puasa masing-masing sebesar 64%, 28%, 47%, 51%dan 55% dibandingkan dengan kontrol. Selain itu mencit diabetes yang diberikan perlakuan denganphytosterols tidak mengalami penurunan berat badan akibat kehilangan glukosa melalui urin karenaitu dapat disimpulkan gel lidah buaya memiliki efek jangka panjang mengkontrol kadar gula darah dan sangat berguna terutama untuk penderita DM tipe 2.Decocta daun lidah buaya dengan dosis 2,5 ml/200grBB, 5 ml /200grBB,dan 10 ml/200grBB mampu menurunkan kadar glukosa darah tikus wistar yang diberi beban glukosa (Aveonita, 2015).

Penggunaan Empiris
Tanaman lidah buaya secara empiris digunakan untuk pengobatan tradisional antara lain getah atau daging daun digunakan untuk urus-urus, pemakaian luar digunakan untuk menyuburkan pertumbuhan rambut. Lumatan daun dan gel ekstrak digunakan untuk mengobati luka bakar dan anti radang. Daun lidah buaya dapat berfungsi sebagai anti radang, anti jamur, anti bakteri dan regenerasi sel. Di samping itu, lidah buaya bermanfaat untuk menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker.. Bunga lidah buaya berkhasiat mengobati luka memar dan muntah darah. Akarnya berkhasiat sebagai obat cacing dan susah buang air besar/sembelit (Sujono, 2005).

Indikasi
Membantu meringankan kencing manis 

Kontraindikasi
Aloe tidak disarankan untuk dipakai pada penderita yang mengalami gangguan usus atau stenosis,pasien karena dehidrasi atau kekurangan elektrolit atau pasien yang mempunyai penyakit sembelitkronik. Aloe sebaiknya juga tidak diberikan untuk pasien yang mempunyai abdominal yang tidakterdiagnosa seperti mual, nyeri atau muntah , Aloe vera gel dikontraindikasikan pada pasien yangtelah diketahui memiliki alergi pada tanaman Liliaceae.

Peringatan
Tidak dianjurkan digunakan oleh wanita hamil dan menyusui karena bentuk bebas dari aglikon larutdalam ASI hingga mengakibatkan bayi yang bersangkutan diare. Tidak boleh digunakan pada anak dibawah 12 tahun. Selama pengobatan air seni akan berwarna merah.

Efek yang Tidak Diinginkan
Kejang pada gastrointestinal seperti terjadi pada umumnya obat-obat purgatif. Penggunaan jangkapanjang dapat menyebabkan pigmentasi pada mukosa usus (psudomelanosis coli). Dermatitis kontakterjadi pada kulit dikarenakan oleh kristal seperti jarum. Pemakaian dalam bentuk lateks yang berisiantrakuinon dapat menyebabkan diskolorasi cairan tubuh karena adanya absorpsi senyawaantrakinon.

Interaksi
Penggunaan bersamaan dengan glikosida jantung dan obat-obat antiaritmia, menyebabkan kehilangan ion K+ yang dapat mengurangi efek glikosida jantung dan obat-obat antiaritmia. Apabilahal ini terjadi maka disarankan untuk menghentikan konsumsi aloe, kadar K+ dimonitor dan bila perlu tambahan K+. Adanya induksi hipokalemia oleh beberapa obat seperti diuretik tiazida, kortikosteroiddan Gyicyrrhiza glabra dapat menyebabkan defisiensi K+ dalam tubuh apabila digunakan bersamasama dengan aloe.Hipoglikemik dapat terjadi apabila aloe digunakan bersama obat-obat antidiabetes.

Uji praklinik (Pengujian Toksisitas) Lidah Buaya
Pada penggunaan jangka panjang akan mengakibatkan terganggunya keseimbangan elektrolit dalamtubuh, sehingga terjadi defisiensi ion kalium dan natrium, sangat berbahaya terutama dalam kondisibersama menggunakan glikosida jantung. Dari hasil uji toksisitas akut ekstrak etanol dengan dosis 25; 37,5 dan 50 mg/kg BB diberikan padamencit putih betina selama 10 hari, menunjukkan terjadinya penurunan jumlah fetus, terlihat kelainanpada tulang bagian ekor dan terdapat tulang pada jari kaki depan dan turunnya fertilitas.

Uji Klinik
Aloe vera memiliki sifat antidiabetes. Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa kadar gula dalam darah akan menurun secara bertahap pada pasien diabetes yang mengkonsumsi lidah buaya selama tiga bulan (Andareto, 2015).

Jus gel lidah buaya sebanyak 15 ml dapat meurunkan kadar glukosa darah pada manusia. Jus gel lidah buaya memiliki senyawa penghambat alfa-glukosidase yang bekerja didalam usus sehingga pemecahan karbohidrat menjadi glukosa di dalam usus berkurang, dengan akibat kadar glukosa darah tidak cepat naik dan mendukung penurunan persentase peningkatan kadar glukosa darah. Jus gel lidah buaya juga memiliki kandungan alprogen yang sangat berguna untuk melapisi permukaan sel-sel epitel usus sehingga penyerapan glukosa akan terganggu. Kandungan alprogen dalam jus gel lidah buaya akan masuk kedalam saluran cerna dan melapisi permukaan sel-sel epitel usus. Alprogen akan menghalangi masuknya Ca2+ kedalam sel, sedangkan Ca2+ diperlukan oleh sel untuk terjadinya eksositosis. Pada keadaan normal, Ca2+ yang berasal dari lumen usus akan masuk kedalam sel usus dan mengakibatkan eksostosis sodium glucose transporter 1 (SGLT1) yang berfungsi mengangkut glukosa yang ada di lumen usus menuju kedalam kapiler darah sel absorptif usus. Namun, karena alprogen menghalangi masuknya Ca2+ kedalam sel maka eksositosis SGLT1 tidak terjadi sebagaimana mestinya sehingga penyerapan glukosa oleh sel-sel usus terhambat (Jasaputra, 2014).

Penyiapan dan Dosis
Pemilihan metode penyarian dengan teknik penyarian decocta berdasarkan pada penggunaan secara empiris di masyarakat yaitu dengan cara direbus. Adapun penggunaanya di masyarakat dengan cara satu pelepah daun lidah buaya dicuci bersih dan dibuang durinya kemudian dipotong-potong seperlunya dan direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1,5 gelas, diminum 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas sesudah makan (Sujono, 2005). 50-250 mg ekstrak kering dari daging daun lidah buaya dilarutkan dalam air.3-75 Aloe tingtur: dibuat dengan jalan maserasi 10 % b/v daun Lidah buaya ditambah 20% larutanglysirrhiza dalam alkohol.

Penyimpanan
Simpan di dalam wadah yang tertutup rapat dan kering.

DAFTAR PUSTAKA
Andareto., 2015, Apotek Herbal Disekitar Anda (Solusi Pengobatan 1001 Penyakit Secara Alami dan Sehat Tanpa Efek Samping), Pustaka Ilmu Semesta, Jakarta

Aveoinita Agatha. R., 2015, Effect Of Aloe Vera In Lowering Blood Glucose Levels OnDiabetes Melitus, J Majority, 4(2).

Badan POM RI, 2010, Acuan Sediaan Herbal Volume Keempat Edisi Pertama, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Jakarta.

Jasaputra D. K, Fanny. R dan Evan. C., 2014, Efek Jus Gel Lidah Buaya (Aloe vera L.) dalam Menghambat Penyerapan Glukosa di Saluran Cerna pada Manusia, Global Medical and Health Communication, 2(1).

Sujono T. A dan Arifah S. W., 2005, Pengaruh Decocta Daun Lidah Buaya (Aloe vera L.)Terhadap Kadar Glukosa Darah Kelinci yang Dibebani Glukosa, Jurnal Penelitian Sains dan teknologi, 6(1).