LAPORAN ANALISIS GRAVIMETRI - ElrinAlria

LAPORAN ANALISIS GRAVIMETRI

LAPORAN ANALISIS GRAVIMETRI
PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS I
PERCOBAAN VII

A. TUJUAN
Tujuan pada praktikum ini yaitu untuk menentukan jumlah mol air kristal yang terikat dalam suatu senyawa.

B. LANDASAN TEORI
Kimia analitik dibangi menjadi dua bidang analisis yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif berhubungan dengan identifikasi zat-zat yang ada di dalam suatu sampel sehingga kandungannya mudah untuk dikenali. Analisis kuantitatif berkaitan dengan penetapan suatu zat yang terkandung di dalam suatu sampel. Beberapa teknik analisis kuantitatid yang sering digunakan yaitu analisis gravimetri, titrasi, dan kolorimetri (Rusmawan, dkk., 2011).


Analisis gravimetri merupakan salah satu bagian analisis kuantitatif untuk menentukan jumlah zat berdasarkan pada penimbangan dari hasil reaksi setelah bahan/analit yang dianalisis diperlakukan terhadap pereaksi tertentu. Hasil reaksi dapat berupa gas atau suatu endapan yang dibentuk dari bahan yang dianalisis, dan residu. Berdasarkan macam-macam hasi penimbangan, metode gravimetri dibedakan dalam kelompo metode evolusi gas dan metode pengendapan (Widodo, dkk., 2009).

Gravimetri merupakan cara pemeriksaan jumlah zat yang paling tua dan yang paling sederhana dibandingkan dengan cara pemeriksaan kimia lainnya. Analisis gravimetri adalah cara analisis kuantitatif berdasarkan berat tetap (berat konstan)-nya. Dalam analisis ini, untur atau senyawa yang dianalisis dipisahkan dari sejumlah bahan yang dianalisis. Bagian terbesar analisis gravimetri menyangkut perubahan unsur atau gugus dari senyawa yang dianalisis menjadi senyawa lain yang murni dan mantap (stabil), sehingga dapat diketahui berat tetapnya. Berat unsur atau gugus yang dianalisis selanjutnya dihitung dari rumus senyawa serta berat atom penyusunnya (Gandjar dan Rohman, 2007).

Selain itu, analisis gravimetri sering disebut juga dengan proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau senyawa tertentu. Bagian terbesar dari penentuan secara analisis gravimetri meliputi transformasi unsur atau radikal ke senyawa murni stabi yang dapat dengan segera diubah menjadi bentuk yang dapat ditimbang dengan teliti. Berat unsur dihitung berdasarkan rumus senyawa dan berat atom dari unsur-unsur penyusunnya. Pemisahan unsur-unsur atau senyawa yang dikandung dilakukan dengan beberapa cara yaitu metode pengendapan, metode penguapan, metode elektroanalisis, atau berbagai macam metode lainnya (Khopkar, 1990).

Metode gravimetri adalah suatu metode analisis kuantitatif yang berdasarkan pada prinsip penimbangan. Analisis gravimetri digunakan pada beberapa bidang diantaranya untuk mengetahui suatu spesies senyawa dan kandungan –kandungan unsur tertentu/molekul dari suatu senyawa murni yang diketahui berdasarkan perubahan berat (Fatimah dan Yoskasih, 2007). 

Dalam cara pengendapan, analit direaksikan dengan pereaksi tertentu sehingga terjadi suatu endapan, dan endapan inilah yang nantinya akan ditimbang. Atas dasar cara pengendapan, gravimetri dibedakan menjadi dua macam yaitu pertama endapan dibentuk dari reaksi analit dengan suatu pereaksi, endapan biasanya berupa senyawa, sehingga baik kation maupun anion akan diendapkan, bahan endapan dapat berupa senyawa organik maupun anorganik yang dikenal sebagai gravimetri. Kedua, endapan dibentuk secara elektrokimia, dengan perkataan lain analit dielektrolisis sehingga terjadi logam sebagai endapan, yang dikenal sebagai elektrogravimetri (Widodo, dkk., 2009).

Metode gravimetri dapat digunakan untuk menetapkan metode analisa serat diantaranya serat kasar dan metode detergen (Mursalina, dkk., 2012).

C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu:
  • Tanur 
  • Timbangan analitik 
  • Gegep 
  • Cawan krus 

2. Bahan
Bahan yang digunkan pada percobaan ini yaitu:
  • CuSO4 . XH2O

D. PROSEDUR KERJA
LAPORAN ANALISIS GRAVIMETRI



E. HASIL PENGAMATAN
1. Data pengamatan
LAPORAN ANALISIS GRAVIMETRI


2. Data Perhitungan
Diketahui.
  • Berat cawan kosong (a) = 8,1849 gram
  • Berat sampel (b) = 1,2474 gram
  • Berat cawan + sampel setelah pemanasan = 8,8816 gram

Ditanyakan. 
  • Jumlah mol air yang terikat di dalam suatu senyawa
  • Penyelesaian.

LAPORAN ANALISIS GRAVIMETRI


F. PEMBAHASAN
Analisis gravimetri merupakan analisis kuantitatif yang menentukan berat suatu zat dengan ditimbang sehingga zat tersebut dapat diketahui rumus molekul yang pasti dan utuh dalam keadaan yang stabil. Analisis berat endapan yang diperoleh ditentukan dengan jumlah atau banyaknya analit yang diinginkan, sehingga untuk menghitungnya akan dibandingkan banyaknya analit setara dengan banyaknya endapan yang diperoleh. 

Analisis ini umunya dapat menentukan seberapa banyak mol air dalam sampel. Cara ini dapat ditentukan dengan melakukan pemijaran pada oven dengan suhu relatif tinggi. Setelah pemijaran berat sampel akan berkurang dan kehilangan sejumlah berat H2O. Suatu analisis gravimetri dilakukan apabila kadar analit yang terdapat dalam sampel relatif besar sehingga dapat diendapkan dan ditimbang. Apabila kadar analit dalam sampel hanya berupa unsur pelarut, maka metode gravimetri tidak mendapat hasil yang teliti. Sampel yang dapat dianalisis dengan metode gravimetri dapat berupa sampel padat maupun sampel cair. 

Pada percobaan ini akan ditetapkan jumlah mol air yang terikat di dalam duatu senyawa. Sampel yang digunakan yaitu Tembaga (II) Sulfat (CuSO4). 

Wadah tempat penyimpanan sampel (cawan porselin) sebelum dipanaskan terlebih dahulu ditimbang. Hal ini bertujuan agar cawan porselin yang digunakan berfungsi secara optimal sehingga memperoleh hasil yang akurat. 

Setelah diperoleh berat cawan porselin kosong, selanjutnya cawan porselin dimasukkan ke dalam tanur dengan suhu 650°C selama 10 menit. Pemanasan ini bertujuan agar dapat mengupkan air yang terdapat didalam cawan sehingga dipeorleh obot cawan yang konstan. Bobot konstan cawan porselin yaitu 8,1849 gram. 

Dalam penentuan jumlah mol air di dalam Tembaga (II) Sulfat, sampel terlebih dahulu ditimbang beratnya. Diperoleh berat sampel yaitu 1,2474 gram. Setelah berat sampel diketahui, selanjutnya dilakukan pemanasan dengan suhu 528°C selama 10 menit. Molekul-molekul air yang terdapat di dalam suatu sampel saling terikat sehingga harus dipanaskan kembali. Kutub positif Cu+ akan berikatan dengan kutub negatif O-, begitupun sebaliknya kutub negatif SO42- akan berikatan dengan kutub positif H+. Diperoleh berat cawan dan sampel setelah pemanasan yaitu sebesar 8,8816 gram. 

Jumlah molekul air yang terdapat di dalam Tembaga (II) Sulfat (CuSO4) yaitu sebesar 7, 01340422. 

G. KESIMPULAN
Kesimpulan pada percobaan ini yaitu jumlah molekul air yang terikat pada sampel Tembaga (II) Sulfat yaitu sebesar 7,01340422. 

DAFTAR PUSTAKA
Fatimah, S., Yoskasih Okdayani, 2007, “Penentuan Kadar Air Dalam Serbuk UO2 Dengan Metoda Gravimetri”, Hasil-Hasil Penelitian EBN, ISSN. 

Gandjar, I., G., Abdul Rohman, 2007, Kimia Analisis Farmasi, Pustaka Pelajar., Yogyakarta. 

Khopkar, S., M., 1990, Konsep Kimia Analitik, UI-Press, Jakarta. 

Mursalinda, Siti Morin Sinaga, Jansen Silalahi, “Penetapan Kadar Serat Tak Larut Pada Makanan Keripik Simulasi”, Journal of Natural Product and Pharmaceutical Chemistry, 1(1). 

Rusmawan, C., A., Djulia Onggo, Irma Mulyani, 2011, “Analisis Kolorimetri Kadar Besi (III) Dalam Sampel Air Sumur Dengan Metoda Pencitraan Digital”, Prosiding Siposium Nasional Inovasi Pembelajaran Dan Sains, ISBN, Bandung.

LAPORAN ANALISIS GRAVIMETRI


LAPORAN ANALISIS GRAVIMETRI

LAPORAN ANALISIS GRAVIMETRI
PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS I
PERCOBAAN VII

A. TUJUAN
Tujuan pada praktikum ini yaitu untuk menentukan jumlah mol air kristal yang terikat dalam suatu senyawa.

B. LANDASAN TEORI
Kimia analitik dibangi menjadi dua bidang analisis yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif berhubungan dengan identifikasi zat-zat yang ada di dalam suatu sampel sehingga kandungannya mudah untuk dikenali. Analisis kuantitatif berkaitan dengan penetapan suatu zat yang terkandung di dalam suatu sampel. Beberapa teknik analisis kuantitatid yang sering digunakan yaitu analisis gravimetri, titrasi, dan kolorimetri (Rusmawan, dkk., 2011).


Analisis gravimetri merupakan salah satu bagian analisis kuantitatif untuk menentukan jumlah zat berdasarkan pada penimbangan dari hasil reaksi setelah bahan/analit yang dianalisis diperlakukan terhadap pereaksi tertentu. Hasil reaksi dapat berupa gas atau suatu endapan yang dibentuk dari bahan yang dianalisis, dan residu. Berdasarkan macam-macam hasi penimbangan, metode gravimetri dibedakan dalam kelompo metode evolusi gas dan metode pengendapan (Widodo, dkk., 2009).

Gravimetri merupakan cara pemeriksaan jumlah zat yang paling tua dan yang paling sederhana dibandingkan dengan cara pemeriksaan kimia lainnya. Analisis gravimetri adalah cara analisis kuantitatif berdasarkan berat tetap (berat konstan)-nya. Dalam analisis ini, untur atau senyawa yang dianalisis dipisahkan dari sejumlah bahan yang dianalisis. Bagian terbesar analisis gravimetri menyangkut perubahan unsur atau gugus dari senyawa yang dianalisis menjadi senyawa lain yang murni dan mantap (stabil), sehingga dapat diketahui berat tetapnya. Berat unsur atau gugus yang dianalisis selanjutnya dihitung dari rumus senyawa serta berat atom penyusunnya (Gandjar dan Rohman, 2007).

Selain itu, analisis gravimetri sering disebut juga dengan proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau senyawa tertentu. Bagian terbesar dari penentuan secara analisis gravimetri meliputi transformasi unsur atau radikal ke senyawa murni stabi yang dapat dengan segera diubah menjadi bentuk yang dapat ditimbang dengan teliti. Berat unsur dihitung berdasarkan rumus senyawa dan berat atom dari unsur-unsur penyusunnya. Pemisahan unsur-unsur atau senyawa yang dikandung dilakukan dengan beberapa cara yaitu metode pengendapan, metode penguapan, metode elektroanalisis, atau berbagai macam metode lainnya (Khopkar, 1990).

Metode gravimetri adalah suatu metode analisis kuantitatif yang berdasarkan pada prinsip penimbangan. Analisis gravimetri digunakan pada beberapa bidang diantaranya untuk mengetahui suatu spesies senyawa dan kandungan –kandungan unsur tertentu/molekul dari suatu senyawa murni yang diketahui berdasarkan perubahan berat (Fatimah dan Yoskasih, 2007). 

Dalam cara pengendapan, analit direaksikan dengan pereaksi tertentu sehingga terjadi suatu endapan, dan endapan inilah yang nantinya akan ditimbang. Atas dasar cara pengendapan, gravimetri dibedakan menjadi dua macam yaitu pertama endapan dibentuk dari reaksi analit dengan suatu pereaksi, endapan biasanya berupa senyawa, sehingga baik kation maupun anion akan diendapkan, bahan endapan dapat berupa senyawa organik maupun anorganik yang dikenal sebagai gravimetri. Kedua, endapan dibentuk secara elektrokimia, dengan perkataan lain analit dielektrolisis sehingga terjadi logam sebagai endapan, yang dikenal sebagai elektrogravimetri (Widodo, dkk., 2009).

Metode gravimetri dapat digunakan untuk menetapkan metode analisa serat diantaranya serat kasar dan metode detergen (Mursalina, dkk., 2012).

C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu:
  • Tanur 
  • Timbangan analitik 
  • Gegep 
  • Cawan krus 

2. Bahan
Bahan yang digunkan pada percobaan ini yaitu:
  • CuSO4 . XH2O

D. PROSEDUR KERJA
LAPORAN ANALISIS GRAVIMETRI



E. HASIL PENGAMATAN
1. Data pengamatan
LAPORAN ANALISIS GRAVIMETRI


2. Data Perhitungan
Diketahui.
  • Berat cawan kosong (a) = 8,1849 gram
  • Berat sampel (b) = 1,2474 gram
  • Berat cawan + sampel setelah pemanasan = 8,8816 gram

Ditanyakan. 
  • Jumlah mol air yang terikat di dalam suatu senyawa
  • Penyelesaian.

LAPORAN ANALISIS GRAVIMETRI


F. PEMBAHASAN
Analisis gravimetri merupakan analisis kuantitatif yang menentukan berat suatu zat dengan ditimbang sehingga zat tersebut dapat diketahui rumus molekul yang pasti dan utuh dalam keadaan yang stabil. Analisis berat endapan yang diperoleh ditentukan dengan jumlah atau banyaknya analit yang diinginkan, sehingga untuk menghitungnya akan dibandingkan banyaknya analit setara dengan banyaknya endapan yang diperoleh. 

Analisis ini umunya dapat menentukan seberapa banyak mol air dalam sampel. Cara ini dapat ditentukan dengan melakukan pemijaran pada oven dengan suhu relatif tinggi. Setelah pemijaran berat sampel akan berkurang dan kehilangan sejumlah berat H2O. Suatu analisis gravimetri dilakukan apabila kadar analit yang terdapat dalam sampel relatif besar sehingga dapat diendapkan dan ditimbang. Apabila kadar analit dalam sampel hanya berupa unsur pelarut, maka metode gravimetri tidak mendapat hasil yang teliti. Sampel yang dapat dianalisis dengan metode gravimetri dapat berupa sampel padat maupun sampel cair. 

Pada percobaan ini akan ditetapkan jumlah mol air yang terikat di dalam duatu senyawa. Sampel yang digunakan yaitu Tembaga (II) Sulfat (CuSO4). 

Wadah tempat penyimpanan sampel (cawan porselin) sebelum dipanaskan terlebih dahulu ditimbang. Hal ini bertujuan agar cawan porselin yang digunakan berfungsi secara optimal sehingga memperoleh hasil yang akurat. 

Setelah diperoleh berat cawan porselin kosong, selanjutnya cawan porselin dimasukkan ke dalam tanur dengan suhu 650°C selama 10 menit. Pemanasan ini bertujuan agar dapat mengupkan air yang terdapat didalam cawan sehingga dipeorleh obot cawan yang konstan. Bobot konstan cawan porselin yaitu 8,1849 gram. 

Dalam penentuan jumlah mol air di dalam Tembaga (II) Sulfat, sampel terlebih dahulu ditimbang beratnya. Diperoleh berat sampel yaitu 1,2474 gram. Setelah berat sampel diketahui, selanjutnya dilakukan pemanasan dengan suhu 528°C selama 10 menit. Molekul-molekul air yang terdapat di dalam suatu sampel saling terikat sehingga harus dipanaskan kembali. Kutub positif Cu+ akan berikatan dengan kutub negatif O-, begitupun sebaliknya kutub negatif SO42- akan berikatan dengan kutub positif H+. Diperoleh berat cawan dan sampel setelah pemanasan yaitu sebesar 8,8816 gram. 

Jumlah molekul air yang terdapat di dalam Tembaga (II) Sulfat (CuSO4) yaitu sebesar 7, 01340422. 

G. KESIMPULAN
Kesimpulan pada percobaan ini yaitu jumlah molekul air yang terikat pada sampel Tembaga (II) Sulfat yaitu sebesar 7,01340422. 

DAFTAR PUSTAKA
Fatimah, S., Yoskasih Okdayani, 2007, “Penentuan Kadar Air Dalam Serbuk UO2 Dengan Metoda Gravimetri”, Hasil-Hasil Penelitian EBN, ISSN. 

Gandjar, I., G., Abdul Rohman, 2007, Kimia Analisis Farmasi, Pustaka Pelajar., Yogyakarta. 

Khopkar, S., M., 1990, Konsep Kimia Analitik, UI-Press, Jakarta. 

Mursalinda, Siti Morin Sinaga, Jansen Silalahi, “Penetapan Kadar Serat Tak Larut Pada Makanan Keripik Simulasi”, Journal of Natural Product and Pharmaceutical Chemistry, 1(1). 

Rusmawan, C., A., Djulia Onggo, Irma Mulyani, 2011, “Analisis Kolorimetri Kadar Besi (III) Dalam Sampel Air Sumur Dengan Metoda Pencitraan Digital”, Prosiding Siposium Nasional Inovasi Pembelajaran Dan Sains, ISBN, Bandung.