LAPORAN ANATOMI DAN FISIOLOGI JANTUNG PADA MANUSIA - ElrinAlria
LAPORAN ANATOMI DAN FISIOLOGI JANTUNG PADA MANUSIA

Laporan Anatomi Dan Fisiologi Jantung Pada Manusia
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu ciri makhluk “ manusia “ adalah adanya transportasi dan sistem transportasi yang terdapat dalam tubuhnya tujuannya adalah untuk menyalurkan bahan-bahan yang diperlukan tubuh dan mengeluarkan bahan-bahan yang tidak tidak diperlukan lagi.

Darah merupakan salah satu komponen tubuh yang sangat penting. Darah membawa berbagai zat dari luar tubuh kedalam dan juga sebaliknya membawa zat dari dalam tubuh untuk dikeluarkan. Jika seseorang kehilangan darahnya dalam jumlah yang banyak, dalam waktu singkat akan mengakibatkan kematian.

Fungsi sistem ini adalah menyediakan darah untuk melayani kebutuhan sel dan jaringan, mentranspor nutrient dan oksigen ke semua sel, mentranspor limbah yang tidak berguna serta mentranspor hormon dari bagian tubuh satu kebagian tubuh lainnya.

Ada beberapa hal yang berperan dalam sistem peredaran darah :
  1. Jantung yang memompa darah.
  2. Pembuluh darah sebagai “ pipa “ penyalur darah.
  3. Saraf yang mengatur,dan
  4. Substansi kimia yang dapat mempengaruhi.

Darah diedarkan keseluruh tubuh oleh jantung. Darah di pompakan kesemua bagian tubuh oleh kontraksi otot jantung. Jantung berkontraksi untuk memompakan darah sepanjang hidup tanpa berhenti untuk kelangsungan hidup seseorang. Berhentinya jantung adalah tanda kematian seseorang.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari praktikum ini adalah bagaimana bentuk anatomi dan fisiologi dari jantung.

C. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui Anatomi Dan Fisiologi Jantung Pada Manusia.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori Umum
Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot-otot jantung yang merupakan jaringan istimewa dari bentuk dan susunannya sama dengan otot serat lintang, namun cara kerjanya lebih menyerupai otot polos yang dipengaruhi oleh suatu sususnan saraf otonom ( Irianto, 2012 ).

Jantung terletak di dalam rongga mediastinum dari rongga dada (thorax), diantara kedua paru-paru dan bagian depan di lindungi oleh sternum dan tulang-tulang iga setinggi kosta ke-3 sampai ke-4, dinding samping berhubungan dengan paru-paru dan faises mediastinalis, dinding atas setinggi thorakal ke-6 dan servikal ke-2, berhubungan dengan aorta, pulmonalis dan bronkus, ekstra dan sinistra dinding belakang, mediastinum, posterior oesofagus aorta desenden, vena azigos, dan kulumna vertebrata. Torakalis dan bagian bawah berhubungan dengan diafragma, dua pertiga jantung berada disel-sela iga ke-4 atau ke-5 pada garis tengah klavicula. Pada dewasa rata-rata panjangnya kira-kira 12 cm dan lebar 9 cm dengan berat 300 sampai 400 gram ( Setiadi, 2007 ).

Fungsi utama jantung adalah memompakan darah keseluruh tubuh dan mengangkut bahan-bahan makanan ke alat-alat tubuh, sisa-sisa dari metabolism tubuh, hormon dan bahan-bahan lain yang penting untuk berlangsungnya fungsi alat-alat tubuh yang normal, menjaga tubuh agar terlihat sehat dan bebas dari serangan penyakit ( Abdul, 2007 ).

Struktur jantung pada bagian permukaan inferior (diafragma) sebagian besar adalah ventrikel kiri dan sebagian ventrikel kanan. Batas kanan jantung dibentuk oleh vena kava superior dan atrium kanan, sedangkan batas-batas kiri jantung dibatasi oleh dinding lateral ventrikel kiri. Basis jantung dibentuk oleh atrium kiri dan sebagian atrium kanan yang berbeda di iga ke-2 selaput yang menghubungkan dan membungkus jantung disebut pericardium, yang terdiri dari 2 lapisan yaitu pericardium fibrosa, yaitu lapisan luar yang melekat pada tulang, dada diafragma dan pleura dan pericardium serosa, yaitu lapisan dalam dari pericardium terdiri dari lapisan parietalis, melekat pada pericardium fibrosa dan lapisan parietalis dan uireralis yang melekat pada jantung yang juga disebut epikardium ( Setiadi, 2007 ).

Diantara kedua lapisan tersebut terdapat rongga yang disebut rongga pericardium yang berisis sedikit cairan pelumas atau yang disebut cairan pericardium kurang lebih 10 sampai 30 ml yang berguna untuk mengurangi gesekkan yang timbul akibat gerak jantung. Pericardium juga berfungsi sebagai barier terhadap infeksi dari paru-paru dan mediastinum ( Setiadi, 2007 ).

Irama jantung atau kecepatan irama jantung normalnya sekitar 60-100 denyut/menit, dan irmanya teratur, irama jantung ini mengalami suatu penyimpangan apabila baik dalam hal kecepatan maupun dalam hal teratur tidaknya (regularitas). Biasanya kelainan irama jantung biasa disebut aritmia jantung (Cardiac Arrhytmia) ( Abdul, 2007).

Pada otot jantung, aksi potensial yang timbul akan di hantarkan ke sel yang lain dan oleh karena jantung merupakan suatu sinsitium fungsional. Aksi potensial akan disebarkan keseluruh sel-sel otot jantung. Namun aksi potensial yang tidak mencapai ambang tidak akan disebarkan dan juga tidak disebut aksi potensial tetapi potensial lokal ( Abdul, 2007 ).

Sistem kardiovaskuler berperan sangat penting dalam proses homeostatis terhadap berbagai cuaca perubahan yang terjadi di lingkungan tubuh. System kardiovaskuler memiliki fungsi sebagai penyediaan berbagai bahan nutrisi dan oksigen ke seluruh sel dan jaringan, sebagai transport. Berbagai macam bahan bahan dari suatu organ, mengatur keseimbangan dan menghasilkan beberapa hormon ( Alwy, 2010 ).

B. Uraian Bahan
1. Eter ( Ditjen POM )
Nama Resmi : Aether
Nama Lain : Eter
RM : CuH2O
BM : 74,12
Pemerian : Cairan transparan tidak berwarna bau khas, rasa manis dan sangat menguap sangat mudah terbakar, campuran uapnya dengan oksigen.
Kelarutan : Larut dalam 10 bagian air, dapat bercampur dengan etanol,( 95%) P dan dalam kloroform P, dengan minyak dan minyak atsiri.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat kering, terlindungi dari cahaya matahari.

2. Alkohol ( Ditjen POM ) 
Nama Resmi : Aethanolum
Nama Lain : Alkohol
Berat Molekul : Antara 0,812 dan 46,07
RM/BM : C2H6O / 46,07
Pemerian : Cairan mudah menguap, jernih, tidak berwarna,bau khas dapat menyebabkan rasa terbakar pada lidah. Mudah menguap walaupun pada suhu rendah dan mendidih pada suhu 78’ mudah terbakar.
Kelarutan : Bercampur dengan air dan praktis dan bercampur dengan semua pelarut orgaik.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup dan jauh dari api 
Khasiat : Antiseptikum 

C. Uraian Hewan Coba 
a. Klasifikasi Mencit ( Mus Musculus )
Kingdom : Animalia
Divisio : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Rodentia
Famili : Muridae
Genus : Mus
Spesis : Mus Musculus

b. Morfologi 
Mencit ( Mus Musculus ) adalah anggota muridae ( Tikus-tikusan ) yang berukuran kecil, mudah di jumpai dirumah-rumah dan dikenal sebagai hewan pengganggu karena biasanya menggigit mebel dan barang lainnya, serta bersarang disudut-sudut lemari. Hewan ini diduga sebagai mamalia terbanyak kedua di dunia.

c. Karakteristik 
Pubertas : 95 hari
Masa beranak : sepanjang tahun
Lama hamil : 19-20
Masa Tumbuh : 60 hari
Umur Dewasa : 35 hari
Lama Hidup : 2-3 tahun
Volume Darah : 7,5 %
Denyut Jantung : 300 %
Pernapasan Rate : 94-163 napas/Menit
Jumlah anak : Rata-Rata 6, bias 15
Suhu ( Rectal ) : 35-39°C ( rata-rata 37,4°C)
Berat Lahir : 1,5 – 1,0 gram
Berat Dewasa Jantan : 20-40 gram 
Berat Dewasa Betina : 18-35 gram
Aktivitas : Noctual ( malam )
Perkawinan Kelompok : 4 betina dengan 1 jantan
Siklus Kelamin : Poliesturus

BAB III
METODE KERJA
B. Alat dan Bahan
a. Alat
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
  1. Pulpen/ Pensil
  2. Penggaris
  3. Jarum Pentul
  4. Pisau Beda
  5. Sarung Tangan Karet
  6. Pinset
  7. Toples

b. Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
  1. Eter
  2. Hewan Coba ( Mencit )
  3. Alkohol 70 %
  4. Tisu Gulung

C. Cara Kerja
  1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
  2. Dibius hewan coba yaitu mencit dengan cara dimasukan kedalam toples lalu diberi eter kemudian di tutup.
  3. Setelah mencil pingsan atau telah terbius, lalu mencit di bedah mulai dengan menusuk ke empat kakinya dengan menggunakan jarum pentul, setelah itu pembedahan dimulai dengan membedah bagian atas tepat pada kulit toraks, setelah toraksnya terlihat bualah selebar mungkin.
  4. Kemudian diamati bagian dalam anatomi fisiologi dari mencit dan fotolah sebagai bukti hasil dari pengamatan.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN
LAPORAN ANATOMI DAN FISIOLOGI JANTUNG PADA MANUSIA


BAB V
PEMBAHASAN
Sistem kardiovaskuler merupakan salah satu komponen tubuh yang sangat penting. Sistem kardiovaskuler berperan sangat penting dalam proses homeostatis terhadap berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan tubuh kita. Adapun fungsi sistem ini adalah penyediaan berbagai bahan nutrisi dan oksigen ke sel dan jaringan serta mebuag hasil metabolisma, transport berbagai bahan dari organ ke organ lainnya serta mengatur keseimbangan cairan tubuh melalui pengaturan konsentrasi air dan ion pada sel dan jaringan. Sistem kardiovaskuler terdiri atas jantung dan pembuluh darah. Jantung adalah pusat dari sistem ini.

Pada percobaan praktikum ini adalah bagaimana anatomi fisiolgi dari mencit yaitu pada jantung. Jantung berada di dalam rongga toraks, antara kedua paru-paru dan dibelakang sierum, lebih mengahadap ke kiri daripada ke kanan. Ujung tumpulnya disebut apkes kordis yang telah dibentuk oleh ujung ventrikel, di proyeksi ke bawah, kiri depan. Dasarnya disebut basis kordis, secara inspeksi, batas kanan jantung tepat pada sternum kanan dan aspeknya pada ruang interkostalis kelima pada linea midclauvlaris.

Struktur pada hewan coba yaitu mencit hampir sama dengan struktur pada manusia. Oleh sebab itu, mencit digunakan sebagai hewan coba pada praktikum ini. Struktur jantung terdiri atas empat ruang yaitu atrium kanan dan atrium kiri serta ventrikel kanan dan ventrikel kiri.

Atrium kanan merupakan ruang yang terletak disebelah atas kanan yang menerima darah dari seluruh tubuh. Darah memasuki atrium kanan melalui vena cava superior (diujung atasnya), vena cava inferior (ujung bawah) dan sinus coronaries (vena kecil yang mengalirkan darah dari jantung). Ventrikel kanan merupakan dinding tebal, membentuk sebagian besar sisi depan jantung terdapat pulmonalis yang berada pada ujung atas ventrikel dan disekelilingi oleh vulva pulmonalis. Untuk atrium kiri berdindng tipis di bagian belakang jantung. Dua vena pulmonalis mengalirkan darah dari paru-paru masuk ke atrium, sehingga kaya dengan O2 terdapat auricula sinistra pada sisi kiri pangkal aorta.

Jantung tersusun atas otot yang bersifat khusus dan terbungkus oleh sebuah membran yang disebut perikardium. Membran ini terdiri atas dua lapis yaitu perikardium visceral (membran seros yang lakat pada jantung dan perikardium parietal (lapisan fibreus) yang terlipat keluar dari basis jantung) yang telah membungkus jantung sebagai kantong longgar dan diantara dua lapis pericardium. Atrium kanan berada disepanjang batas kanan jantung. Untuk ventrikel kanan yaitu terdapat cairan serous yang memungkinkan jantung dapat bergerak bebas.

Cara kerja jantung yaitu darah dari paru-paru lewati pembuluh balik paru-paru dengan cadangan zat asam (oksigen) yang diperbaharui masuk ke dalam serambi kiri jantung. Ketika serambi kiri berkontraksi maka darah di peras masuk ke dalam bilik melalui katup mitral. Katika ilik kiri berkontraksi, maka katup mitral ini menutup dan katup aotra membuka. Darah diproses masuk ke dalam aorta. Kemudian langsung dialirkan ke seluruh tubuh dalam pembuluh nadi menuju seluruh tubuh. Seluruh tubuh membagikan zat asam (oksigen) ke jaringan-jaringan. Kemdian darah kembali masuk ke jantung melalui serambi kanan dari pembuluh balik besar, dari bagian bawah tubuh dan dari kepala serta bagian atas tubuh. Darah tersebut di peras masuk ke dalam bilik kanan berkontraksi, maka katup trikuspida ini manutup. Darah diperas masuk ke dalam tubuh pembuluh nadi paru-paru (arteri pulmonalis), lewat katup pulmonal. Di dalam jaringan paru, cadangan zat asam darah diperbaharui untuk kemudian kembali ke serambi kiri melalui pembuluh balik pulmonal. Proses ini diulang terus-menerus dengan frekuensi 75 kali per menit.

Adapun fungsi dari jantung adalah ebagai pemompa darah dengan dua sistem sirkulasi yang terpisah. Sistem sirkulasi yang lebih besar meliputi seluruh jaringan tubuh, sehingga untuk itu jantung sangat diperlukan dalam tubu dan merupakan salah satu pusat kehidupan manusia. Selain itu, jantung juga merupakan sasaran yang sangat penting dalam makhluk hidup.

Sehingga dalam mencit juga sangat berperan aktif dalam kelangsunga hidupnya, untuk membandingakan sistem kardiovasuler pada manusia dapat dilihat melalui pembedahan mencit, sebab susunan anatomi fisiologi manusia. Pada mencit tersebut, oleh karena itu mencit sering digunakan sebagai hewan coba. Selain itu pada saat pembedahan, bahan yang digunakan sebagai alat bius adalah eter, sebab eter direkomendasikan sebagai alat bius paling aman dan penghilang sifat rasa sakitnya bersifat kuat serta harganya relatif murah. 

BAB VI
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil percobaan praktikum pembedahan mencit yaitudapat diketahui bahwa anatomi fisiologi pada hewan menit ini hapir sma dengan anatomi fisiologi pada manusia sebagimana telah di uraikan pada pembahasan tentang anatomi fisiologi khususnya jantung, dimana jantung tersusun atau terdiri atas empat ruang yaitu atrium kanan dan kiri, dngan fungsi utama pada janutng yaitu memompa darah dalam tubuh, selain itu jantung termasuk dalam sistem kardiovaskule pada makhluk hidup terutama pada manusia dan hewan.

B. Saran
Dari hasil percobaan praktikum pembedahan mencit sebaliknya alat dan bahannya lebih di utamakan kesediaanya agar dalam proses pembedahan tidak mengalami kendala, sehigga hasil yang di dapatkan lebih baik dan akurat.

DAFTAR PUSTAKA
Ditjen,POM.1997. Farmakope Indonesia Edisi III. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 

Irianto,Koes.2012. Anatomi Fisiologi Manusia untuk Mahasiswa. Bandung : Alfabeta

Setiadi, 2007. Anatomi Fisiologi Manusia. Yogyakarta : Graha Imu.

Tambayong,Jan. 2001. Anatomi Fisiologi untuk Keperawatan.Jakarta : EGC

Pearce.C.Evelyn. 2012. Anatomi dan Fisiologi untuk Para Medis. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

LAPORAN ANATOMI DAN FISIOLOGI JANTUNG PADA MANUSIA

LAPORAN ANATOMI DAN FISIOLOGI JANTUNG PADA MANUSIA

Laporan Anatomi Dan Fisiologi Jantung Pada Manusia
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu ciri makhluk “ manusia “ adalah adanya transportasi dan sistem transportasi yang terdapat dalam tubuhnya tujuannya adalah untuk menyalurkan bahan-bahan yang diperlukan tubuh dan mengeluarkan bahan-bahan yang tidak tidak diperlukan lagi.

Darah merupakan salah satu komponen tubuh yang sangat penting. Darah membawa berbagai zat dari luar tubuh kedalam dan juga sebaliknya membawa zat dari dalam tubuh untuk dikeluarkan. Jika seseorang kehilangan darahnya dalam jumlah yang banyak, dalam waktu singkat akan mengakibatkan kematian.

Fungsi sistem ini adalah menyediakan darah untuk melayani kebutuhan sel dan jaringan, mentranspor nutrient dan oksigen ke semua sel, mentranspor limbah yang tidak berguna serta mentranspor hormon dari bagian tubuh satu kebagian tubuh lainnya.

Ada beberapa hal yang berperan dalam sistem peredaran darah :
  1. Jantung yang memompa darah.
  2. Pembuluh darah sebagai “ pipa “ penyalur darah.
  3. Saraf yang mengatur,dan
  4. Substansi kimia yang dapat mempengaruhi.

Darah diedarkan keseluruh tubuh oleh jantung. Darah di pompakan kesemua bagian tubuh oleh kontraksi otot jantung. Jantung berkontraksi untuk memompakan darah sepanjang hidup tanpa berhenti untuk kelangsungan hidup seseorang. Berhentinya jantung adalah tanda kematian seseorang.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari praktikum ini adalah bagaimana bentuk anatomi dan fisiologi dari jantung.

C. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui Anatomi Dan Fisiologi Jantung Pada Manusia.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori Umum
Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot-otot jantung yang merupakan jaringan istimewa dari bentuk dan susunannya sama dengan otot serat lintang, namun cara kerjanya lebih menyerupai otot polos yang dipengaruhi oleh suatu sususnan saraf otonom ( Irianto, 2012 ).

Jantung terletak di dalam rongga mediastinum dari rongga dada (thorax), diantara kedua paru-paru dan bagian depan di lindungi oleh sternum dan tulang-tulang iga setinggi kosta ke-3 sampai ke-4, dinding samping berhubungan dengan paru-paru dan faises mediastinalis, dinding atas setinggi thorakal ke-6 dan servikal ke-2, berhubungan dengan aorta, pulmonalis dan bronkus, ekstra dan sinistra dinding belakang, mediastinum, posterior oesofagus aorta desenden, vena azigos, dan kulumna vertebrata. Torakalis dan bagian bawah berhubungan dengan diafragma, dua pertiga jantung berada disel-sela iga ke-4 atau ke-5 pada garis tengah klavicula. Pada dewasa rata-rata panjangnya kira-kira 12 cm dan lebar 9 cm dengan berat 300 sampai 400 gram ( Setiadi, 2007 ).

Fungsi utama jantung adalah memompakan darah keseluruh tubuh dan mengangkut bahan-bahan makanan ke alat-alat tubuh, sisa-sisa dari metabolism tubuh, hormon dan bahan-bahan lain yang penting untuk berlangsungnya fungsi alat-alat tubuh yang normal, menjaga tubuh agar terlihat sehat dan bebas dari serangan penyakit ( Abdul, 2007 ).

Struktur jantung pada bagian permukaan inferior (diafragma) sebagian besar adalah ventrikel kiri dan sebagian ventrikel kanan. Batas kanan jantung dibentuk oleh vena kava superior dan atrium kanan, sedangkan batas-batas kiri jantung dibatasi oleh dinding lateral ventrikel kiri. Basis jantung dibentuk oleh atrium kiri dan sebagian atrium kanan yang berbeda di iga ke-2 selaput yang menghubungkan dan membungkus jantung disebut pericardium, yang terdiri dari 2 lapisan yaitu pericardium fibrosa, yaitu lapisan luar yang melekat pada tulang, dada diafragma dan pleura dan pericardium serosa, yaitu lapisan dalam dari pericardium terdiri dari lapisan parietalis, melekat pada pericardium fibrosa dan lapisan parietalis dan uireralis yang melekat pada jantung yang juga disebut epikardium ( Setiadi, 2007 ).

Diantara kedua lapisan tersebut terdapat rongga yang disebut rongga pericardium yang berisis sedikit cairan pelumas atau yang disebut cairan pericardium kurang lebih 10 sampai 30 ml yang berguna untuk mengurangi gesekkan yang timbul akibat gerak jantung. Pericardium juga berfungsi sebagai barier terhadap infeksi dari paru-paru dan mediastinum ( Setiadi, 2007 ).

Irama jantung atau kecepatan irama jantung normalnya sekitar 60-100 denyut/menit, dan irmanya teratur, irama jantung ini mengalami suatu penyimpangan apabila baik dalam hal kecepatan maupun dalam hal teratur tidaknya (regularitas). Biasanya kelainan irama jantung biasa disebut aritmia jantung (Cardiac Arrhytmia) ( Abdul, 2007).

Pada otot jantung, aksi potensial yang timbul akan di hantarkan ke sel yang lain dan oleh karena jantung merupakan suatu sinsitium fungsional. Aksi potensial akan disebarkan keseluruh sel-sel otot jantung. Namun aksi potensial yang tidak mencapai ambang tidak akan disebarkan dan juga tidak disebut aksi potensial tetapi potensial lokal ( Abdul, 2007 ).

Sistem kardiovaskuler berperan sangat penting dalam proses homeostatis terhadap berbagai cuaca perubahan yang terjadi di lingkungan tubuh. System kardiovaskuler memiliki fungsi sebagai penyediaan berbagai bahan nutrisi dan oksigen ke seluruh sel dan jaringan, sebagai transport. Berbagai macam bahan bahan dari suatu organ, mengatur keseimbangan dan menghasilkan beberapa hormon ( Alwy, 2010 ).

B. Uraian Bahan
1. Eter ( Ditjen POM )
Nama Resmi : Aether
Nama Lain : Eter
RM : CuH2O
BM : 74,12
Pemerian : Cairan transparan tidak berwarna bau khas, rasa manis dan sangat menguap sangat mudah terbakar, campuran uapnya dengan oksigen.
Kelarutan : Larut dalam 10 bagian air, dapat bercampur dengan etanol,( 95%) P dan dalam kloroform P, dengan minyak dan minyak atsiri.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat kering, terlindungi dari cahaya matahari.

2. Alkohol ( Ditjen POM ) 
Nama Resmi : Aethanolum
Nama Lain : Alkohol
Berat Molekul : Antara 0,812 dan 46,07
RM/BM : C2H6O / 46,07
Pemerian : Cairan mudah menguap, jernih, tidak berwarna,bau khas dapat menyebabkan rasa terbakar pada lidah. Mudah menguap walaupun pada suhu rendah dan mendidih pada suhu 78’ mudah terbakar.
Kelarutan : Bercampur dengan air dan praktis dan bercampur dengan semua pelarut orgaik.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup dan jauh dari api 
Khasiat : Antiseptikum 

C. Uraian Hewan Coba 
a. Klasifikasi Mencit ( Mus Musculus )
Kingdom : Animalia
Divisio : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Rodentia
Famili : Muridae
Genus : Mus
Spesis : Mus Musculus

b. Morfologi 
Mencit ( Mus Musculus ) adalah anggota muridae ( Tikus-tikusan ) yang berukuran kecil, mudah di jumpai dirumah-rumah dan dikenal sebagai hewan pengganggu karena biasanya menggigit mebel dan barang lainnya, serta bersarang disudut-sudut lemari. Hewan ini diduga sebagai mamalia terbanyak kedua di dunia.

c. Karakteristik 
Pubertas : 95 hari
Masa beranak : sepanjang tahun
Lama hamil : 19-20
Masa Tumbuh : 60 hari
Umur Dewasa : 35 hari
Lama Hidup : 2-3 tahun
Volume Darah : 7,5 %
Denyut Jantung : 300 %
Pernapasan Rate : 94-163 napas/Menit
Jumlah anak : Rata-Rata 6, bias 15
Suhu ( Rectal ) : 35-39°C ( rata-rata 37,4°C)
Berat Lahir : 1,5 – 1,0 gram
Berat Dewasa Jantan : 20-40 gram 
Berat Dewasa Betina : 18-35 gram
Aktivitas : Noctual ( malam )
Perkawinan Kelompok : 4 betina dengan 1 jantan
Siklus Kelamin : Poliesturus

BAB III
METODE KERJA
B. Alat dan Bahan
a. Alat
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
  1. Pulpen/ Pensil
  2. Penggaris
  3. Jarum Pentul
  4. Pisau Beda
  5. Sarung Tangan Karet
  6. Pinset
  7. Toples

b. Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
  1. Eter
  2. Hewan Coba ( Mencit )
  3. Alkohol 70 %
  4. Tisu Gulung

C. Cara Kerja
  1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
  2. Dibius hewan coba yaitu mencit dengan cara dimasukan kedalam toples lalu diberi eter kemudian di tutup.
  3. Setelah mencil pingsan atau telah terbius, lalu mencit di bedah mulai dengan menusuk ke empat kakinya dengan menggunakan jarum pentul, setelah itu pembedahan dimulai dengan membedah bagian atas tepat pada kulit toraks, setelah toraksnya terlihat bualah selebar mungkin.
  4. Kemudian diamati bagian dalam anatomi fisiologi dari mencit dan fotolah sebagai bukti hasil dari pengamatan.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN
LAPORAN ANATOMI DAN FISIOLOGI JANTUNG PADA MANUSIA


BAB V
PEMBAHASAN
Sistem kardiovaskuler merupakan salah satu komponen tubuh yang sangat penting. Sistem kardiovaskuler berperan sangat penting dalam proses homeostatis terhadap berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan tubuh kita. Adapun fungsi sistem ini adalah penyediaan berbagai bahan nutrisi dan oksigen ke sel dan jaringan serta mebuag hasil metabolisma, transport berbagai bahan dari organ ke organ lainnya serta mengatur keseimbangan cairan tubuh melalui pengaturan konsentrasi air dan ion pada sel dan jaringan. Sistem kardiovaskuler terdiri atas jantung dan pembuluh darah. Jantung adalah pusat dari sistem ini.

Pada percobaan praktikum ini adalah bagaimana anatomi fisiolgi dari mencit yaitu pada jantung. Jantung berada di dalam rongga toraks, antara kedua paru-paru dan dibelakang sierum, lebih mengahadap ke kiri daripada ke kanan. Ujung tumpulnya disebut apkes kordis yang telah dibentuk oleh ujung ventrikel, di proyeksi ke bawah, kiri depan. Dasarnya disebut basis kordis, secara inspeksi, batas kanan jantung tepat pada sternum kanan dan aspeknya pada ruang interkostalis kelima pada linea midclauvlaris.

Struktur pada hewan coba yaitu mencit hampir sama dengan struktur pada manusia. Oleh sebab itu, mencit digunakan sebagai hewan coba pada praktikum ini. Struktur jantung terdiri atas empat ruang yaitu atrium kanan dan atrium kiri serta ventrikel kanan dan ventrikel kiri.

Atrium kanan merupakan ruang yang terletak disebelah atas kanan yang menerima darah dari seluruh tubuh. Darah memasuki atrium kanan melalui vena cava superior (diujung atasnya), vena cava inferior (ujung bawah) dan sinus coronaries (vena kecil yang mengalirkan darah dari jantung). Ventrikel kanan merupakan dinding tebal, membentuk sebagian besar sisi depan jantung terdapat pulmonalis yang berada pada ujung atas ventrikel dan disekelilingi oleh vulva pulmonalis. Untuk atrium kiri berdindng tipis di bagian belakang jantung. Dua vena pulmonalis mengalirkan darah dari paru-paru masuk ke atrium, sehingga kaya dengan O2 terdapat auricula sinistra pada sisi kiri pangkal aorta.

Jantung tersusun atas otot yang bersifat khusus dan terbungkus oleh sebuah membran yang disebut perikardium. Membran ini terdiri atas dua lapis yaitu perikardium visceral (membran seros yang lakat pada jantung dan perikardium parietal (lapisan fibreus) yang terlipat keluar dari basis jantung) yang telah membungkus jantung sebagai kantong longgar dan diantara dua lapis pericardium. Atrium kanan berada disepanjang batas kanan jantung. Untuk ventrikel kanan yaitu terdapat cairan serous yang memungkinkan jantung dapat bergerak bebas.

Cara kerja jantung yaitu darah dari paru-paru lewati pembuluh balik paru-paru dengan cadangan zat asam (oksigen) yang diperbaharui masuk ke dalam serambi kiri jantung. Ketika serambi kiri berkontraksi maka darah di peras masuk ke dalam bilik melalui katup mitral. Katika ilik kiri berkontraksi, maka katup mitral ini menutup dan katup aotra membuka. Darah diproses masuk ke dalam aorta. Kemudian langsung dialirkan ke seluruh tubuh dalam pembuluh nadi menuju seluruh tubuh. Seluruh tubuh membagikan zat asam (oksigen) ke jaringan-jaringan. Kemdian darah kembali masuk ke jantung melalui serambi kanan dari pembuluh balik besar, dari bagian bawah tubuh dan dari kepala serta bagian atas tubuh. Darah tersebut di peras masuk ke dalam bilik kanan berkontraksi, maka katup trikuspida ini manutup. Darah diperas masuk ke dalam tubuh pembuluh nadi paru-paru (arteri pulmonalis), lewat katup pulmonal. Di dalam jaringan paru, cadangan zat asam darah diperbaharui untuk kemudian kembali ke serambi kiri melalui pembuluh balik pulmonal. Proses ini diulang terus-menerus dengan frekuensi 75 kali per menit.

Adapun fungsi dari jantung adalah ebagai pemompa darah dengan dua sistem sirkulasi yang terpisah. Sistem sirkulasi yang lebih besar meliputi seluruh jaringan tubuh, sehingga untuk itu jantung sangat diperlukan dalam tubu dan merupakan salah satu pusat kehidupan manusia. Selain itu, jantung juga merupakan sasaran yang sangat penting dalam makhluk hidup.

Sehingga dalam mencit juga sangat berperan aktif dalam kelangsunga hidupnya, untuk membandingakan sistem kardiovasuler pada manusia dapat dilihat melalui pembedahan mencit, sebab susunan anatomi fisiologi manusia. Pada mencit tersebut, oleh karena itu mencit sering digunakan sebagai hewan coba. Selain itu pada saat pembedahan, bahan yang digunakan sebagai alat bius adalah eter, sebab eter direkomendasikan sebagai alat bius paling aman dan penghilang sifat rasa sakitnya bersifat kuat serta harganya relatif murah. 

BAB VI
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil percobaan praktikum pembedahan mencit yaitudapat diketahui bahwa anatomi fisiologi pada hewan menit ini hapir sma dengan anatomi fisiologi pada manusia sebagimana telah di uraikan pada pembahasan tentang anatomi fisiologi khususnya jantung, dimana jantung tersusun atau terdiri atas empat ruang yaitu atrium kanan dan kiri, dngan fungsi utama pada janutng yaitu memompa darah dalam tubuh, selain itu jantung termasuk dalam sistem kardiovaskule pada makhluk hidup terutama pada manusia dan hewan.

B. Saran
Dari hasil percobaan praktikum pembedahan mencit sebaliknya alat dan bahannya lebih di utamakan kesediaanya agar dalam proses pembedahan tidak mengalami kendala, sehigga hasil yang di dapatkan lebih baik dan akurat.

DAFTAR PUSTAKA
Ditjen,POM.1997. Farmakope Indonesia Edisi III. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 

Irianto,Koes.2012. Anatomi Fisiologi Manusia untuk Mahasiswa. Bandung : Alfabeta

Setiadi, 2007. Anatomi Fisiologi Manusia. Yogyakarta : Graha Imu.

Tambayong,Jan. 2001. Anatomi Fisiologi untuk Keperawatan.Jakarta : EGC

Pearce.C.Evelyn. 2012. Anatomi dan Fisiologi untuk Para Medis. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama