LAPORAN ARGENTOMETRI - ElrinAlria

LAPORAN ARGENTOMETRI

LAPORAN ARGENTOMETRI
PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS I
PERCOBAAN X

A. TUJUAN
Tujuan pada praktikum ini yaitu:
  1. Untuk mengetahu cara analisis kimia dengan metode argentometri 
  2. Untuk mengetahui konsentrasi suatu spesies kimia dalam sampel dengan metode argentometri. 

B. LANDASAN TEORI
Titrasi pengendapan yang di dasarkan pada reaksi yang menghasilkan senyawa ionik dengan kelarutan rendah, merupakan teknik analisis tertua dalam sejarah kimia analisis. Satu aspek yang menjadi kendala dalam proses tersebut adalah laju pembentukan endapan yang lambat dan menjadi faktor yang mempersempit jumlah reagen pengendap dalam analisis titrimetri. Proses pengendapan terpenting dalam analisis ini, menggunakan perak nitrat sebagai pengendap, yang digunakan untuk analisis halogen, anion-anion yang mirip halogen, merkaptan, asam lemak, dan beberapa ion anorganik divalen. Metode ini dikenal dengan titrasi argentometri (Widodo, dkk., 2009).

Istilah argentometri diturunan dari bahasa latin Argentum, yang berarti perak. Jadi, argentometri merupakan salah satu cara penentuan kadar suatu zat di dalam larutan yang dilakukan dengan cara titrasi berdasarkan pembentukan endapan dengan ion Ag+. Pada titrasi argentometri, zat pemeriksa yang telah dibubuhi indikator dicampur dengan lartan standar garam perak nitrat (AgNO3). Dengan mengukur volume larutan standar yang digunakan sehingga seluruh ion Ag+ dapat tepat diendapkan, kadar garam dalam larutan yang diperiksa dapat ditentukan (Day dan Underwood, 1992).

Argentometri merupakan metode umum untuk menetapkan kadar halogenida dan senyawa-senyawa lain yang membentuk endapan dengan perak nitrat (AgNO3), pada suasana tertentu. Metode argentometri disebut juga dengan metode pengendapan karena pada argentometri memerlukan pembentukan senyawa yang relatif tidak larut atau endapan (Gandjar, 2007).

Titrasi adalah suatu proses atau prosedur dalam analisis volimetri dimana suatu titran atau larutan standar (yang telah dikatehui konsentrasinya) diteteskan melalui buret ke larutan lain yang dapat bereaksi dengannya (belum dikatahui konsentrasinya) hingga tercapai titik ekuivalen atau titik akhir titrasi. Sehingga, zat yang ditambahkan tepat bereaksi dengan zat yang ditambahkan (Ika, 2009).

Mengingat pentingnya ion klorida, diperlukan suatu metode analisis yang dapat digunakan untuk menentukan kadar klorida di dalam sampel yang mengandung klorida. Metode analisis yang umumny digunakan yaitu gravimetri, titrasi argentometri, spektrofotometri UV-Vis, dan spektrofotometri absorpsi atom. Titrasi argentometri didasarkan pada reaksi :
AgNO3 + Cl- AgCl(s) + NO3-
Metode ini membutuhkan larutan titran yang cukup banyak dan keakuratannya sangat bergantung pada kecermatan personal yang melakukan dalam menentukan titik akhir titrasi serta waktu titrasi yang cukup lama. Dalam praktek, biasanya terjadi perbedaan antara titk ekivalen dan titik akhir titrasi sehingga menyebabkan hasil yang sedikit bias (Badawi ).

Titrasi argentometri dalam farmakope digunakan untuk menetapkan kadar tablet nartium klorida dan kalium klorida, tiamin hidroklorida, mustin klorida dan karbromal (Lajeng, dkk., 2014).

Titrasi argentometri merupakan titrasi dengan menggunakan larutan perak nitrat untuk menentukan kadar halogen 

NaX(aq) + AgNO3(aq) => AgX(aq) + NaNO3(aq)

Penelitian ini menggunakan titrasi argentometri dengan metode Mohr dengan mula-mula Ag+ yang ditambahkan bereaksi membentuk endapan AgCl berwarna putih. Apabila Cl- sudah habis bereaksi maka kelebihan Ag+ selanjutnya akan bereaksi dengan CrO42- yang berasal dari indikator K2CrO4 yang ditambahkan dan membentuk endapan Ag2CrO4 yang berwarna merah bata yang berarti titik akhir titrasi telah tercapai (Antara, dkk., 2008). 

Metode pengukuran konsentrasi larutan menggunakan metode titrasi yaitu suatu penambahan indikator warna pada larutan yang diuji, kemudian ditetesi dengan larutan yang merupakan kebalikan sifat larutan yang diuji (Pratama, dkk.).

Ion klorida adalah anion yang dominan di perairan laut. Sekitar ¾ dari klorin (Cl2) yang terdapat di dalam bumi dalam bentuk larutan, sedangkan sebagian besar flourin (F2) berasa dalam bentuk mineral. Unsur klor di dalam air terdapat dalam bentuk ion klorida (Cl-). ion klorida biasanya terdapat dalam bentuk senyawa natrium klorida (NaCl), kalium klorida (KCl), dan kalsium klorida (CaCl2) (Lajeng, dkk., 2014). 

Selain itu, klorida merupakan salah stu ion yang sangat penting bagi tubuh karena merupakan anion yang paling berperan dalam mempertahankan keseimbangan elektrolit , sehingga apabila kehilangan klorida berlebih maka kita juga akan kehilangan natrium (Badawi, dkk.).

C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu:
  • Gelas ukur 
  • Erlenmeyer 
  • Pipet tetes 
  • Statif dan klem 
  • Buret 

2. Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu:
  • Sampel air 
  • K2Cr2O7 
  • Larutan AgNO3 


D. PROSEDUR KERJA
LAPORAN ARGENTOMETRI


E. HASIL PENGAMATAN
1. Data Pengamatan
LAPORAN ARGENTOMETRI

2. Data Perhitungan
LAPORAN ARGENTOMETRI


F. PEMBAHASAN
Argentometri merupakan metode umum untuk menetapkan kadar halogenida dan senyawa-senyawa lain yang membentuk endapan dengan perak nitrat (AgNO3), pada suasana tertentu. Metode argentometri disebut juga dengan metode pengendapan karena pada argentometri memerlukan pembentukan senyawa yang relatif tidak larut atau endapan. 

Argentometri memiliki beberapa metode yakni metode langusung dan metode tidak langsung. Metode langsung meliputi metode Mohr, Vajans, dan Leibig. Sedangkan metode tidak langsung yaitu metode Volhard. Metode-metode tersebut sebenarnya mempunyai prinsip yang sama hanya berbeda pada indikator yang digunakan serta reaksi yang dihasilkan.

Syarat-syarat pada titrasi argentometri yaitu pertama larutan tidak bersifat asam, sebab jika larutan bersifat asam akan terbentuk dikromat, yang berarti terjadinya pengurangan kalium bromat dan akhirnya akan mempengaruhi penentuan titik akhir titrasi. Kedua, larutan tidak alkalis, sebab jika larutan bersifat alkalis, maka argentum nitrat tidak hanya bereaksi dengan halogen, tetapi juga akan bereaksi dengan hidroksida, yang nantinya akan mempengaruhi penentuan titik akhir titrasi.

Pada percobaan ini, larutan yang telah diketahui konsentrasinya yaitu perak nitrat (AgNO3), sampel air sebagai zat yang akan diuji dan K2Cr2O7 sebagai zat penambah (indikator). Langkah pertama yang dilakukan yaitu sampel air yang telah dipipet sebanyak 10 ml, lalu dimasukkan ke dalam erlenmeyer. Setelah itu, ditambahkan 5 tetes K2Cr2O7 yang berfungsi sebagai indikator yang nantinya akan mengalami perubahan warna. Setelah itu dititrasi dengan menggunakan AgNO3 sampai terbentuk warna merah. Dalam reaksi ini, sampel terlebih dahulu bereaksi dengan AgNO3, setelah AgNO3 telah habis bereaksi dengan sampel yang digunakan, maka akan membentuk endapan perak yang selanjutnya akan direspon oleh indikator K2Cr2O7 yang akan berubah menjadi warna merah. Reaksi yang terjadi pada proses ini yaitu

AgNO3 + Cl- => AgCl + NO3 (endapan putih)
AgNO3 + K2Cr2O7 => Ag2Cr2O7 + KNO3 (coklat kemerahan).

Berdasarkan reaksi ini sesungguhnya AgNO3 akan lebih dulu menitrasi senyawa klorida dalam sampel. Sisa Ag yang tidak bereaksi, kemudian akan bereaksi lagi dengan K2Cr2O7.
Dari hasil titrasi diatas, diperoleh konsentrasi sampel air yang digunakan yaitu sebesar 0,005M.

G. KESIMPULAN
Kesimpulan pada praktikum ini yaitu:
  1. Metode argentometri adalah analisis kuantitatif yang bertujuan untuk menetukan senyawa yang mengandung halogen dan sianida. Argentometri menggunakan AgNO3 sebagai larutan standarnya, karena AgNO3 dapat bekerja baik ketika direaksikan dengan senyawa-senyawa yang mengandung garam-garam halogen dan sianida dan akan menghasilkan endapan.
  2. Dari hasil pengamatan, konsentrasi sampel air yang digunakan sebesar 0,005M. 

DAFTAR PUSTAKA
Antara, I., K., G., Budiarsa Suyasa, A. A., Bawa Putra, 2008, “Kajian Kapasitas Dan Evektivitas Resin Penukar Anion Untuk Mengikat Klor dan Aplikasinya Pada Air”, Jurnal Kimia, 2(2), ISSN.

Badawi, R., Ismulawardi, Agoes Nugraha, Subroto, “Pemanfaatan Grafit Pensil Sebagai Elektrode Selektif Ion Membran AgCl/Ag2S Untuk Analisa Ion Klorida”, PKMT, Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Surabaya.

Day, RA., Jr., dan Al Underwood, 1992, Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Kelima, Jakarta.

Gandjar, G., I dan Abdul Rohman, 2007, Kimia Analisis Farmasi, Yogyakarta.

Ika, Dani, 2009, “Alat Otomatisasi Pengukur Kadar Vitamin C Dengan Metode Titrasi Asam Basa”, Jurnal Neotrino, 1(2).

Lajeng, U., K., A., Amelia Rahmawati, Nurul Mu’nisah Awaliyah, Widya Kusuma Ningrum, Ipa Ida Rosita, 2014, “Penentuan Klorida Dengan Metode Argentometri”, Jurnal Praktikum Kimia Analitik, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Pratama, A., Darjat, Iwan Stiawan, “Aplikasi LabVEIW Sebagai Pengukur Kadar Vitamin C Dalam Larutan Menggunakan Metode Titrasi Iodimetri”, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.

Widodo, D., S., Rum Hastuti, Gunawan, 2009, Buku Ajar Analisis Kuantitatif, Universitas Diponegoro, Semarang.

LAPORAN ARGENTOMETRI


LAPORAN ARGENTOMETRI

LAPORAN ARGENTOMETRI
PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS I
PERCOBAAN X

A. TUJUAN
Tujuan pada praktikum ini yaitu:
  1. Untuk mengetahu cara analisis kimia dengan metode argentometri 
  2. Untuk mengetahui konsentrasi suatu spesies kimia dalam sampel dengan metode argentometri. 

B. LANDASAN TEORI
Titrasi pengendapan yang di dasarkan pada reaksi yang menghasilkan senyawa ionik dengan kelarutan rendah, merupakan teknik analisis tertua dalam sejarah kimia analisis. Satu aspek yang menjadi kendala dalam proses tersebut adalah laju pembentukan endapan yang lambat dan menjadi faktor yang mempersempit jumlah reagen pengendap dalam analisis titrimetri. Proses pengendapan terpenting dalam analisis ini, menggunakan perak nitrat sebagai pengendap, yang digunakan untuk analisis halogen, anion-anion yang mirip halogen, merkaptan, asam lemak, dan beberapa ion anorganik divalen. Metode ini dikenal dengan titrasi argentometri (Widodo, dkk., 2009).

Istilah argentometri diturunan dari bahasa latin Argentum, yang berarti perak. Jadi, argentometri merupakan salah satu cara penentuan kadar suatu zat di dalam larutan yang dilakukan dengan cara titrasi berdasarkan pembentukan endapan dengan ion Ag+. Pada titrasi argentometri, zat pemeriksa yang telah dibubuhi indikator dicampur dengan lartan standar garam perak nitrat (AgNO3). Dengan mengukur volume larutan standar yang digunakan sehingga seluruh ion Ag+ dapat tepat diendapkan, kadar garam dalam larutan yang diperiksa dapat ditentukan (Day dan Underwood, 1992).

Argentometri merupakan metode umum untuk menetapkan kadar halogenida dan senyawa-senyawa lain yang membentuk endapan dengan perak nitrat (AgNO3), pada suasana tertentu. Metode argentometri disebut juga dengan metode pengendapan karena pada argentometri memerlukan pembentukan senyawa yang relatif tidak larut atau endapan (Gandjar, 2007).

Titrasi adalah suatu proses atau prosedur dalam analisis volimetri dimana suatu titran atau larutan standar (yang telah dikatehui konsentrasinya) diteteskan melalui buret ke larutan lain yang dapat bereaksi dengannya (belum dikatahui konsentrasinya) hingga tercapai titik ekuivalen atau titik akhir titrasi. Sehingga, zat yang ditambahkan tepat bereaksi dengan zat yang ditambahkan (Ika, 2009).

Mengingat pentingnya ion klorida, diperlukan suatu metode analisis yang dapat digunakan untuk menentukan kadar klorida di dalam sampel yang mengandung klorida. Metode analisis yang umumny digunakan yaitu gravimetri, titrasi argentometri, spektrofotometri UV-Vis, dan spektrofotometri absorpsi atom. Titrasi argentometri didasarkan pada reaksi :
AgNO3 + Cl- AgCl(s) + NO3-
Metode ini membutuhkan larutan titran yang cukup banyak dan keakuratannya sangat bergantung pada kecermatan personal yang melakukan dalam menentukan titik akhir titrasi serta waktu titrasi yang cukup lama. Dalam praktek, biasanya terjadi perbedaan antara titk ekivalen dan titik akhir titrasi sehingga menyebabkan hasil yang sedikit bias (Badawi ).

Titrasi argentometri dalam farmakope digunakan untuk menetapkan kadar tablet nartium klorida dan kalium klorida, tiamin hidroklorida, mustin klorida dan karbromal (Lajeng, dkk., 2014).

Titrasi argentometri merupakan titrasi dengan menggunakan larutan perak nitrat untuk menentukan kadar halogen 

NaX(aq) + AgNO3(aq) => AgX(aq) + NaNO3(aq)

Penelitian ini menggunakan titrasi argentometri dengan metode Mohr dengan mula-mula Ag+ yang ditambahkan bereaksi membentuk endapan AgCl berwarna putih. Apabila Cl- sudah habis bereaksi maka kelebihan Ag+ selanjutnya akan bereaksi dengan CrO42- yang berasal dari indikator K2CrO4 yang ditambahkan dan membentuk endapan Ag2CrO4 yang berwarna merah bata yang berarti titik akhir titrasi telah tercapai (Antara, dkk., 2008). 

Metode pengukuran konsentrasi larutan menggunakan metode titrasi yaitu suatu penambahan indikator warna pada larutan yang diuji, kemudian ditetesi dengan larutan yang merupakan kebalikan sifat larutan yang diuji (Pratama, dkk.).

Ion klorida adalah anion yang dominan di perairan laut. Sekitar ¾ dari klorin (Cl2) yang terdapat di dalam bumi dalam bentuk larutan, sedangkan sebagian besar flourin (F2) berasa dalam bentuk mineral. Unsur klor di dalam air terdapat dalam bentuk ion klorida (Cl-). ion klorida biasanya terdapat dalam bentuk senyawa natrium klorida (NaCl), kalium klorida (KCl), dan kalsium klorida (CaCl2) (Lajeng, dkk., 2014). 

Selain itu, klorida merupakan salah stu ion yang sangat penting bagi tubuh karena merupakan anion yang paling berperan dalam mempertahankan keseimbangan elektrolit , sehingga apabila kehilangan klorida berlebih maka kita juga akan kehilangan natrium (Badawi, dkk.).

C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu:
  • Gelas ukur 
  • Erlenmeyer 
  • Pipet tetes 
  • Statif dan klem 
  • Buret 

2. Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu:
  • Sampel air 
  • K2Cr2O7 
  • Larutan AgNO3 


D. PROSEDUR KERJA
LAPORAN ARGENTOMETRI


E. HASIL PENGAMATAN
1. Data Pengamatan
LAPORAN ARGENTOMETRI

2. Data Perhitungan
LAPORAN ARGENTOMETRI


F. PEMBAHASAN
Argentometri merupakan metode umum untuk menetapkan kadar halogenida dan senyawa-senyawa lain yang membentuk endapan dengan perak nitrat (AgNO3), pada suasana tertentu. Metode argentometri disebut juga dengan metode pengendapan karena pada argentometri memerlukan pembentukan senyawa yang relatif tidak larut atau endapan. 

Argentometri memiliki beberapa metode yakni metode langusung dan metode tidak langsung. Metode langsung meliputi metode Mohr, Vajans, dan Leibig. Sedangkan metode tidak langsung yaitu metode Volhard. Metode-metode tersebut sebenarnya mempunyai prinsip yang sama hanya berbeda pada indikator yang digunakan serta reaksi yang dihasilkan.

Syarat-syarat pada titrasi argentometri yaitu pertama larutan tidak bersifat asam, sebab jika larutan bersifat asam akan terbentuk dikromat, yang berarti terjadinya pengurangan kalium bromat dan akhirnya akan mempengaruhi penentuan titik akhir titrasi. Kedua, larutan tidak alkalis, sebab jika larutan bersifat alkalis, maka argentum nitrat tidak hanya bereaksi dengan halogen, tetapi juga akan bereaksi dengan hidroksida, yang nantinya akan mempengaruhi penentuan titik akhir titrasi.

Pada percobaan ini, larutan yang telah diketahui konsentrasinya yaitu perak nitrat (AgNO3), sampel air sebagai zat yang akan diuji dan K2Cr2O7 sebagai zat penambah (indikator). Langkah pertama yang dilakukan yaitu sampel air yang telah dipipet sebanyak 10 ml, lalu dimasukkan ke dalam erlenmeyer. Setelah itu, ditambahkan 5 tetes K2Cr2O7 yang berfungsi sebagai indikator yang nantinya akan mengalami perubahan warna. Setelah itu dititrasi dengan menggunakan AgNO3 sampai terbentuk warna merah. Dalam reaksi ini, sampel terlebih dahulu bereaksi dengan AgNO3, setelah AgNO3 telah habis bereaksi dengan sampel yang digunakan, maka akan membentuk endapan perak yang selanjutnya akan direspon oleh indikator K2Cr2O7 yang akan berubah menjadi warna merah. Reaksi yang terjadi pada proses ini yaitu

AgNO3 + Cl- => AgCl + NO3 (endapan putih)
AgNO3 + K2Cr2O7 => Ag2Cr2O7 + KNO3 (coklat kemerahan).

Berdasarkan reaksi ini sesungguhnya AgNO3 akan lebih dulu menitrasi senyawa klorida dalam sampel. Sisa Ag yang tidak bereaksi, kemudian akan bereaksi lagi dengan K2Cr2O7.
Dari hasil titrasi diatas, diperoleh konsentrasi sampel air yang digunakan yaitu sebesar 0,005M.

G. KESIMPULAN
Kesimpulan pada praktikum ini yaitu:
  1. Metode argentometri adalah analisis kuantitatif yang bertujuan untuk menetukan senyawa yang mengandung halogen dan sianida. Argentometri menggunakan AgNO3 sebagai larutan standarnya, karena AgNO3 dapat bekerja baik ketika direaksikan dengan senyawa-senyawa yang mengandung garam-garam halogen dan sianida dan akan menghasilkan endapan.
  2. Dari hasil pengamatan, konsentrasi sampel air yang digunakan sebesar 0,005M. 

DAFTAR PUSTAKA
Antara, I., K., G., Budiarsa Suyasa, A. A., Bawa Putra, 2008, “Kajian Kapasitas Dan Evektivitas Resin Penukar Anion Untuk Mengikat Klor dan Aplikasinya Pada Air”, Jurnal Kimia, 2(2), ISSN.

Badawi, R., Ismulawardi, Agoes Nugraha, Subroto, “Pemanfaatan Grafit Pensil Sebagai Elektrode Selektif Ion Membran AgCl/Ag2S Untuk Analisa Ion Klorida”, PKMT, Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Surabaya.

Day, RA., Jr., dan Al Underwood, 1992, Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Kelima, Jakarta.

Gandjar, G., I dan Abdul Rohman, 2007, Kimia Analisis Farmasi, Yogyakarta.

Ika, Dani, 2009, “Alat Otomatisasi Pengukur Kadar Vitamin C Dengan Metode Titrasi Asam Basa”, Jurnal Neotrino, 1(2).

Lajeng, U., K., A., Amelia Rahmawati, Nurul Mu’nisah Awaliyah, Widya Kusuma Ningrum, Ipa Ida Rosita, 2014, “Penentuan Klorida Dengan Metode Argentometri”, Jurnal Praktikum Kimia Analitik, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Pratama, A., Darjat, Iwan Stiawan, “Aplikasi LabVEIW Sebagai Pengukur Kadar Vitamin C Dalam Larutan Menggunakan Metode Titrasi Iodimetri”, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.

Widodo, D., S., Rum Hastuti, Gunawan, 2009, Buku Ajar Analisis Kuantitatif, Universitas Diponegoro, Semarang.