LAPORAN EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI LIPID - ElrinAlria
LAPORAN EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI LIPID
PRAKTIKUM BIOKIMIA
PERCOBAAN II
EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI LIPID

I. JUDUL PRAKTIKUM : EKSTRAKSI KARAKTERISASI LIPID
II. TUJUAN PRAKTIKUM: Untuk mengetahui bagaimana cara ekstraksi lipid dan karakterisasi lipid.


III. TINJAUAN PUSTAKA
Lipid adalah salah satu kategori molekul biologis yang besar yang tidak mencakup polimer. Senyawa yang disbut lipid dikelompokkan bersama karena memiliki satu ciri penting: lipid tidak memiliki atau sedikit sekali afinitasnya terhadap air. perilaku hidrofobik lipid disasarkan pada struktur molekulernya. Meskipun lipid bisa memeiliki beberapa ikatan polar yang berikatan dengan oksigen, lipid sebagian besar terdiri atas hidrokarbon. Lipid lebih kecil dibandingkan dengan makromolekul (polimerik) sesungguhnya, dan merupakan gugus yang sangat bergaman bentuk maupun fungsinya (Campbell et al., 2002).

Lipid adalah sekelompok senyawa heterogen, meliputi lemak, minyak, steroid, malam (wax), dan senyawa terkait, yang berkaitan lebih karena sifat fisiknya daripada sifat kimianya. Lipid memiliki sifat umum berupa (1) relatif tidak larut dalam air dan (2) larut dalam pelarut nonpolar misalnya eter dan kloroform. Senyawa ini merupakan konstituen makanan yang penting tidak saja karena nilai energinya yang tinggi, tetapi juga karena vitamin larut-lemak dan asam lemak esensial yang terkandung di dalam lemak makanan alami (Murray et al., 2006).

Dalam tubuh manusia, lipid berfungsi sebagai komponen struktural membran sel, sebagai bentuk penyimpan energi, sebagai bahan bakar metabolisme dan sebagai agen pengemulsi. Minyak dan lemak termasuk lipid netral. Minyak dan lemak berperanan sangat penting dalam gizi kita yaitu sebagai sumber energi, citarasa, serta sumber vitamin A, D, E, K (Oktaviani, 2009).

Lemak dan minyak adalah suatu trigliserida atau triagliserol. Perbedaan antara minyak dan lemak yaitu lemak berbentuk padat dan minyak berbentuk cair pada suhu kamar. Lemak tersusun oleh asam lemak jenuh sedangkan minyak tersusun oleh asam lemak tak jenuh (Panagan, dkk, 2011).

Kadar lemak yang terlampau tinggi selain menjadi pertimbangan pada faktor gizi, juga dinilai kurang menguntungkan dalam proses penyimpanan tepung karena dapat menyebabkan ketengikan (Pangastuti, dkk, 2013).

IV. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Alat-alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu:
  1. Gelas kimia 
  2. Pipet tetes 
  3. Tabung reaksi 

2. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu:
  1. Aquades 
  2. Alkohol 96% 
  3. Eter 
  4. H2SO4 Pekat 
  5. Kloroform 
  6. Larutan sabun 
  7. Lemak ayam 
V. CARA KERJA
LAPORAN EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI LIPID

VI. HASIL PENGAMATAN
LAPORAN EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI LIPID

VII. PEMBAHASAN
Lipid merupakan salah satu kelompok senyawa organik yang terdapat dalam tumbuhan, hewan, atau manusia dan sangat berguna bagi kehidupan manusia. Lipid adalah zat yang termasuk senyawa heterogen yang terdapat dalam jaringan tanaman dan hewan, memunyai sifat tidak larut dalam air dan pelarut organik seperti eter, klorofrm dan benzene. Salah satu kelompok yang berperan penting dalam nutrisi adalah lemaka dan minya. Lemak tersimpan dalam tubuh hewan sedangkan minya tersimpan dalam jaringan tanaman sebagai cadangan makanan.

Pada praktikum kali ini diadakan empat uji yakni uji kelarutan lipid, uji pembentukan emulsi, uji Salkowski dan uji Liberman-Buchard. Uji kelarutan lipid dilakukan untuk mengetahui kelarutan lipid pada pelarut tertentu. Senyawa-senyawa yang digunakan untuk bereaksi dengan lemak yakni aquades, alkohol, eter, NaCO3, dan kloroform. Terlihat pada hasil pengamatan, lemak larut ketika direaksikan dengan eter, NaCO3, dan tidak dapat larut ketika lemak direaksikan dengan aquades dan alkohol. Hal ini dikarenakan lemak merupakan senyawa non polar yang dapat larut pada pelarut non polar. Eter, kloroform dan NaCO3 adalah pelarut non polar sehingga dapat larut dengan lemak, sebaliknya aquades dan alkohol merupakan pelarut polar sehingga tidak dapat larut pada lemak yang merupakan senyawa non polar.

Pada uji pembentukan emulsi, lemak direaksikan dengan aquades, NaCO3, dan larutan sabun. Pada tabung pertama, lemak direaksikan dengan aquades yang menghasilkan larutan dengan dua fase yaitu fase air dan fase minyak. Seperti yang dijelaskan diatas bahwa air yang bersifat polar tidak dapat melarutkan lemak yang bersifat non polar. Di tabung kedua, lemak direaksikan dengan aquades dan larutan sabun. Terlihat pada hasil pengamatan bahwa ketika direaksikan lemak, aquades dan larutan sabun dapat larut. Hal ini disebabkan karena sabun bersifat emulgator yang dapat membantu minyak dan air membentuk emulsi. Sabun memiliki dua bagian yakni bagian polar dan non polar. bagian polar sabun akan berikatan dengan air, sedangkan bagian non polar akan berikatan dengan lemak sehingga dapat membuat lemak dan air bercampur. Dalam tabung ketiga direaksikan aquades lemak, dan NaCO3 yang akan menghasilkan larutan yang tidak saling larut. NaCO3 akan melarutkan lemak tetapi larutan tersebut tidak akan larut dalam air.

Uji Salkowski adalah uji kualitatif untuk mengidentifikasi keberadaan kolesterol. Uji ini dilakukan dengan cara mereaksikan lemak, kloroform dan H2SO4. Setelah direaksikan, campuran tersebut menjadi warna merah kecoklatan. Menurut teori, jika teridentifikasi adanya kolesterol maka larutan akan berwarna merah.

Setelah uji Salkowski diilakukan pula uji Liberman-Buchard. Uji ini merupakan uji kuantitatif untuk mengidentifikasi adanya kolesterol. Uji ini dilakukan dengan cara melihat berapa fasa yang terbentuk saat larutan direaksikan. Lemak direaksikan dengan H2SO4 dan kloroform. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa antara lemak, H2SO4 dan kloroform tidak saling campur dan membentuk tiga fase.

VIII. KESIMPULAN
Dari hasil praktikum disimpulkan bahwa lemak merupakan senyawa ester organik, sehingga tidak dapat larut dalam pelarut polar seperti aquades dan alkohol dan hanya akan larut pada pelarut organik dan pelarut nonpolar seperti kloroform

DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Neil A., Jane B. Reece & Lawrence G. Mitchell, 2002, Biologi, Erlangga, Jakarta.

Murray, Robert K., Darry K. Granner & Victor W. Rodwell, 2006, Biokimia Harper, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Oktaviani, Nita D., 2009, Hubungan Lamanya Pemanasan dengan Kerusakan Minyak Goreng Curahh Ditinjau dari Bilangan Peroksida, Jurnal Biomedika, Vol: 1 (1).

Panagan, Almunady T., Heni Yohandin & Jojor Uli Gultom, 2011, Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Asam Lemak Tak Jenuh Omega-3 dari Minyak Ikan Pati (Pangasius Pangasius) dengan Metoda Kromatografi Gas, Jurnal Penelitian Sains, Vol: 14 (4).

Pangastuti, Hesti Ayuningtyas, Dian Rachmawanti Affandi & Dwi Ishartani, 2013, Karakterisasi Sifat Fisik dan Kimia Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) Dengan Beberapa Perlakuan Pendahuluan, Jurnal Teknosains

LAPORAN EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI LIPID

LAPORAN EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI LIPID
PRAKTIKUM BIOKIMIA
PERCOBAAN II
EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI LIPID

I. JUDUL PRAKTIKUM : EKSTRAKSI KARAKTERISASI LIPID
II. TUJUAN PRAKTIKUM: Untuk mengetahui bagaimana cara ekstraksi lipid dan karakterisasi lipid.


III. TINJAUAN PUSTAKA
Lipid adalah salah satu kategori molekul biologis yang besar yang tidak mencakup polimer. Senyawa yang disbut lipid dikelompokkan bersama karena memiliki satu ciri penting: lipid tidak memiliki atau sedikit sekali afinitasnya terhadap air. perilaku hidrofobik lipid disasarkan pada struktur molekulernya. Meskipun lipid bisa memeiliki beberapa ikatan polar yang berikatan dengan oksigen, lipid sebagian besar terdiri atas hidrokarbon. Lipid lebih kecil dibandingkan dengan makromolekul (polimerik) sesungguhnya, dan merupakan gugus yang sangat bergaman bentuk maupun fungsinya (Campbell et al., 2002).

Lipid adalah sekelompok senyawa heterogen, meliputi lemak, minyak, steroid, malam (wax), dan senyawa terkait, yang berkaitan lebih karena sifat fisiknya daripada sifat kimianya. Lipid memiliki sifat umum berupa (1) relatif tidak larut dalam air dan (2) larut dalam pelarut nonpolar misalnya eter dan kloroform. Senyawa ini merupakan konstituen makanan yang penting tidak saja karena nilai energinya yang tinggi, tetapi juga karena vitamin larut-lemak dan asam lemak esensial yang terkandung di dalam lemak makanan alami (Murray et al., 2006).

Dalam tubuh manusia, lipid berfungsi sebagai komponen struktural membran sel, sebagai bentuk penyimpan energi, sebagai bahan bakar metabolisme dan sebagai agen pengemulsi. Minyak dan lemak termasuk lipid netral. Minyak dan lemak berperanan sangat penting dalam gizi kita yaitu sebagai sumber energi, citarasa, serta sumber vitamin A, D, E, K (Oktaviani, 2009).

Lemak dan minyak adalah suatu trigliserida atau triagliserol. Perbedaan antara minyak dan lemak yaitu lemak berbentuk padat dan minyak berbentuk cair pada suhu kamar. Lemak tersusun oleh asam lemak jenuh sedangkan minyak tersusun oleh asam lemak tak jenuh (Panagan, dkk, 2011).

Kadar lemak yang terlampau tinggi selain menjadi pertimbangan pada faktor gizi, juga dinilai kurang menguntungkan dalam proses penyimpanan tepung karena dapat menyebabkan ketengikan (Pangastuti, dkk, 2013).

IV. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Alat-alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu:
  1. Gelas kimia 
  2. Pipet tetes 
  3. Tabung reaksi 

2. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu:
  1. Aquades 
  2. Alkohol 96% 
  3. Eter 
  4. H2SO4 Pekat 
  5. Kloroform 
  6. Larutan sabun 
  7. Lemak ayam 
V. CARA KERJA
LAPORAN EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI LIPID

VI. HASIL PENGAMATAN
LAPORAN EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI LIPID

VII. PEMBAHASAN
Lipid merupakan salah satu kelompok senyawa organik yang terdapat dalam tumbuhan, hewan, atau manusia dan sangat berguna bagi kehidupan manusia. Lipid adalah zat yang termasuk senyawa heterogen yang terdapat dalam jaringan tanaman dan hewan, memunyai sifat tidak larut dalam air dan pelarut organik seperti eter, klorofrm dan benzene. Salah satu kelompok yang berperan penting dalam nutrisi adalah lemaka dan minya. Lemak tersimpan dalam tubuh hewan sedangkan minya tersimpan dalam jaringan tanaman sebagai cadangan makanan.

Pada praktikum kali ini diadakan empat uji yakni uji kelarutan lipid, uji pembentukan emulsi, uji Salkowski dan uji Liberman-Buchard. Uji kelarutan lipid dilakukan untuk mengetahui kelarutan lipid pada pelarut tertentu. Senyawa-senyawa yang digunakan untuk bereaksi dengan lemak yakni aquades, alkohol, eter, NaCO3, dan kloroform. Terlihat pada hasil pengamatan, lemak larut ketika direaksikan dengan eter, NaCO3, dan tidak dapat larut ketika lemak direaksikan dengan aquades dan alkohol. Hal ini dikarenakan lemak merupakan senyawa non polar yang dapat larut pada pelarut non polar. Eter, kloroform dan NaCO3 adalah pelarut non polar sehingga dapat larut dengan lemak, sebaliknya aquades dan alkohol merupakan pelarut polar sehingga tidak dapat larut pada lemak yang merupakan senyawa non polar.

Pada uji pembentukan emulsi, lemak direaksikan dengan aquades, NaCO3, dan larutan sabun. Pada tabung pertama, lemak direaksikan dengan aquades yang menghasilkan larutan dengan dua fase yaitu fase air dan fase minyak. Seperti yang dijelaskan diatas bahwa air yang bersifat polar tidak dapat melarutkan lemak yang bersifat non polar. Di tabung kedua, lemak direaksikan dengan aquades dan larutan sabun. Terlihat pada hasil pengamatan bahwa ketika direaksikan lemak, aquades dan larutan sabun dapat larut. Hal ini disebabkan karena sabun bersifat emulgator yang dapat membantu minyak dan air membentuk emulsi. Sabun memiliki dua bagian yakni bagian polar dan non polar. bagian polar sabun akan berikatan dengan air, sedangkan bagian non polar akan berikatan dengan lemak sehingga dapat membuat lemak dan air bercampur. Dalam tabung ketiga direaksikan aquades lemak, dan NaCO3 yang akan menghasilkan larutan yang tidak saling larut. NaCO3 akan melarutkan lemak tetapi larutan tersebut tidak akan larut dalam air.

Uji Salkowski adalah uji kualitatif untuk mengidentifikasi keberadaan kolesterol. Uji ini dilakukan dengan cara mereaksikan lemak, kloroform dan H2SO4. Setelah direaksikan, campuran tersebut menjadi warna merah kecoklatan. Menurut teori, jika teridentifikasi adanya kolesterol maka larutan akan berwarna merah.

Setelah uji Salkowski diilakukan pula uji Liberman-Buchard. Uji ini merupakan uji kuantitatif untuk mengidentifikasi adanya kolesterol. Uji ini dilakukan dengan cara melihat berapa fasa yang terbentuk saat larutan direaksikan. Lemak direaksikan dengan H2SO4 dan kloroform. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa antara lemak, H2SO4 dan kloroform tidak saling campur dan membentuk tiga fase.

VIII. KESIMPULAN
Dari hasil praktikum disimpulkan bahwa lemak merupakan senyawa ester organik, sehingga tidak dapat larut dalam pelarut polar seperti aquades dan alkohol dan hanya akan larut pada pelarut organik dan pelarut nonpolar seperti kloroform

DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Neil A., Jane B. Reece & Lawrence G. Mitchell, 2002, Biologi, Erlangga, Jakarta.

Murray, Robert K., Darry K. Granner & Victor W. Rodwell, 2006, Biokimia Harper, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Oktaviani, Nita D., 2009, Hubungan Lamanya Pemanasan dengan Kerusakan Minyak Goreng Curahh Ditinjau dari Bilangan Peroksida, Jurnal Biomedika, Vol: 1 (1).

Panagan, Almunady T., Heni Yohandin & Jojor Uli Gultom, 2011, Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Asam Lemak Tak Jenuh Omega-3 dari Minyak Ikan Pati (Pangasius Pangasius) dengan Metoda Kromatografi Gas, Jurnal Penelitian Sains, Vol: 14 (4).

Pangastuti, Hesti Ayuningtyas, Dian Rachmawanti Affandi & Dwi Ishartani, 2013, Karakterisasi Sifat Fisik dan Kimia Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) Dengan Beberapa Perlakuan Pendahuluan, Jurnal Teknosains