LAPORAN EKSTRAKSI - ElrinAlria
LAPORAN PENGAMBILAN SAMPEL
LAPORAN PRAKTIKUM FITOKIMIA
PERCOBAAN II
EKSTRAKSI
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan Negara yang beriklim tropis yang memiliki kelembaban yang tinggi, sehingga memungkinkan untuk tumbuhnya berbagai tanaman salah satunya yaitu tanaman kunyit (Curcuma domestica Val.) sebagai bahan antibakteri dan antijamur.

Kunyit (Curcuma domestica Val.) merupakan jenis temu-temuan yang mengandung kurkuminoid, yang terdiri atas senyawa kurkumin dan turunannya. Kunyit telah dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas baik diperkotaan maupun di pedesaan. Bagian terutama dari kunyit yang dimanfaatkan adalah rimpangnya yaitu banyak dimanfaatkan untuk keperluan ramuan obat tradisionl, bahan rempah-rempah, dan bahan kosmetik (Hartono., dkk., 2005).

Kunyit merupakan tanaman herbal telah lama dikenal masyarakat yang memiliki minyak atsiri yang dapat menekan bakteri dan kandungan kurkuminnya dapat menjaga daya tahan tubuh (Kaselung, P.S., dkk., 2014).

B. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah pada percobaan kali ini yaitu bagaimana cara mengekstraksi sampel kunyit (Curcuma domestica Val.) ? 

C. TUJUAN
Adapun tujuan pada percobaan kali ini yaitu untuk mengetahui cara ektraksi sampel kunyit (Curcuma domestica Val.).

D. MANFAAT
Adapun manfaat pada percobaan kali ini yaitu untuk memahami cara melakukan ekstraksi sampel sampel kunyit (Curcuma domestica Val.) yang benar.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Curcuma domestica Val.
Rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) merupakan salah satu tanaman temu-temuan asli Indonesia yang banyak dimanfaatkan sebagai obat, bumbu dapur, dan pewarna alamiah. Rimpang kunyit atau lebih dikenal dengan nama kunir, koneng, atau koneng temen (Rahayu dkk., 2009). 

Kunyit telah dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas baik di perkotaan maupun di pedesaan terutama dalam rumah tangga karena berbagai macam kegunaannya. Bagian dari kunyit yang terutama dimanfaatkan adalah rimpangnya yaitu banyak dimanfaatkan untuk keperluan ramuan obat tradisional, bahan pewarna tekstil, bumbu penyedap masakan, rempah-rempah, dan bahan kosmetik. Manfaat rimpang kunyit sebagai obat tradisional antara lain untuk obat gatal, kesemutan, gusi bengkak, luka, sesak napas, sakit perut, bisul, kudis, encok, sakit kuning, memperbaiki pencernaan, antidiare, penawar racun, dan sebagainya (Hartono dkk., 2005).

Kurkuminoid adalah kelompok senyawa fenolik yang terkandung dalam rimpang tanaman famili Zingiberaceae. Kurkuminoid bermanfaat untuk mencegah timbulnya infeksi berbagai penyakit. Kandungan utama dari kurkumunoid adalah kurkumin yang berwarna kuning (Rahayu dkk., 2010).

Kurkuminoid telah terbukti memiliki banyak sifat farmakologi termasuk anti-inflamasi dan kegiatan hepatoprotektif , antioksidan dan cholekinetic kegiatan, dan aktivitas anti-protease. Selain itu, mereka telah terbukti menginduksi apoptosis dalam sel manusia kanker dan bertindak sebagai agen kemopreventif untuk target kanker utama, termasuk payudara, prostat, paru-paru, lambung, duodenum dan usus besar, seperti serta leukemia, dan menampilkan efek saraf. Juga telah dilaporkan bahwa kurkumin memiliki aktivitas scavenger radikal bebas lebih kuat daripada vitamin E . Baru-baru ini, ekstrak metanol Curcuma domestica terbukti memiliki aktivitas molluscicidal lebih baik terhadap Bulinus camerunensis daripada ekstrak air. Namun, masih belum diketahui apakah yang disebutkan di atas Senyawa adalah satu-satunya diarylheptanoids bertanggung jawab atas aktivitas diamati pada spesies Curcuma (Herebian dkk., 2009).

B. METODE PRAKTIKUM
1. Maserasi Sampel Kunyit (Curcuma domestica Val.)
Maserasi adalah proses perendaman sampel untuk menarik komponen yang diinginkan dengan kondisi dingin diskontinyu. Keuntungannya yakni lebih praktis, pelarut yang digunakan lebih sedikit, dan tidak memerlukan pemanasan, tetapi waktu yang dibutuhkan relatif lama (Putra., dkk., 2014).

2. Evaporasi Sampel Kunyit (Curcuma domestica Val.)
Evaporasi atau proses penguapan adalah proses pemisahan uap air dalam bentuk murni dari suatu campuran berupa larutan (cairan) yang mengandung air dalam jumlah yang relatif banyak (Setyanto, 2012).

3. Partisi Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val.)
Partisi menggunakan dua pelarut tak campur yang ditambahkan ke dalam ekstrak, hal ini dapat dilakukan secara terus-menerus dengan menggunakan dua pelarut tak bercampur yang kepolarannya meningkat. Partisi biasanya melalui dua tahap : (1) air/petroleum eter ringan (heksana) untuk menghasilkan fraksi nonpolar dilapisan organik; (2) air/diklorometan atau air/kloroform atau air /etil asetat untuk membuat fraksi agak polar dilapisan organik. Lapisan berair yang terasa akan mengandung bahan alam larut-air yang polar. Ini merupakan metode pemisahan yang mudah dan mengandalkan kelaruta bahan alam dan bukan interaksi fisik dengan medium lain. Partisi dapat memberikan pemisahan yang sangat baik, terutama untuk senyawa-senyawa yang memiliki kelarutan yang sangat berbeda (Heinrich dkk., 2010).

C. URAIAN BAHAN
1. Air (Ditjen POM, 1979 : 96)
Nama resmi : AQUA DESTILLATA
Sinonim : Air Suling
RM/BM : H2O/8.02 gr/mol
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Khasiat : Pelarut 

2. Etanol (Ditjen POM, 1979 : 65)
Nama : AETHANOLUM
Sinonim : Etanol, alkohol
Pemerian : Cairan tak berwarna, jernih, mudah menguap dan bergerak, bau khas, rasa panas. Mudah terbakar dengan memberikan nyala biru yang tidak berasap.
Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, dalam kloroform P, dan dalam eter P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya, di tempat sejuk, jauh dari nyala api.
Khasiat : Zat tambahan

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. TEMPAT DAN WAKTU
Ekstraksi dan partisi dilakukan di Laboratorium Fitokimia Fakultas Farmasi UHO. Waktu ekstraksi dan partisi dilakukan pada hari rabu pagi 29 Oktober 2014 pukul 08.30-10.30 WITA. 

B. ALAT DAN BAHAN
1. ALAT
Alat yang digunakan pada percobaan kali ini adalah:
  • Seperangkat alat evaporator 
  • Corong 
  • Corong pisah 
  • Kaki 3 
  • Tabung reaksi 5 
  • Rak tabung 
  • Gelas kimia 

2. BAHAN
Bahan yang digunakan pada percobaan kali ini adalah:
  • Ekstrak 
  • 100 ml n-heksan 
  • 100 ml kloroform 
  • 100 ml etil asetat 
  • 100 ml etanol 
  • Kertas saring 
  • Air 
  • Aseton 

C. PROSEDUR KERJA
LAPORAN EKSTRAKSI

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL
LAPORAN EKSTRAKSI


B. PEMBAHASAN
(filenya hilang :v)

BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang diambil dari percobaan kali ini yaitu:
(filenya hilang :v)

B. SARAN
Saran yang dapat diberikan adalah kepada praktikan
(filenya hilang :v)

DAFTAR PUSTAKA
Ditjen POM, 1979, Farmakope Indonesia Edisi III, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Hartono., Ida Nurwati., Fany Ikasari., Wiryanto., 2005, Pengaruh Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val.) Terhadap Peningkatan Kadar SGOT dan SGPT Tikus Putih ( Rattus Norvegicus) Akibat Pemberian Asetaminofen.

Heinrich, M., J. Barnes, Simon G., dan E. M. Williamson, Farmakognosi dan Fitoterapi, Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta.

Herebian, Diran., Jeong-Heui Choi, A. M. Abd El-Aty, Jae-Han Shim and Michael Spiteller, 2009, Metabolite Analysis In Curcuma domestica Using Various GC-MS and LC-MS Separationand Detection Techniques, Biomedical Chromatography, Vol. 23.

Kaselung, P.S., M.E.K Montong., C.L.K.Sarayar., J.L.P. Saerang., 2014, Penambahan Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val.), Rimpang Temulawak (Curcuma Xantharrozia Roxb) dan Rimpang Temu Putih (Curcuma Zedoria Rosc) Dalam Ransum Komersial Terhadap Performans Burung Puyuh (Coturnix-coturnix japonica), Jurnal Zootek, Vol. 34.

Putra, A.A Bawa., N.W. Bogoriani., N.P. Diantariani., Ni Luh Utari Sumadewi., 2014, Ekstraksi Zat Warna Alam Dari Bonggol Tanaman Pisang (Musa paradiasciaca L.) Dengan Metode Maserasi, Refluks, dan Soksletasi, Jurnal Kimia, Vol.8.

Rahayu S.W., Dwi Hartanti., Agus Mulyono., 2009, Analisis Residu Pestisida Organoklorin Pada Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica ) Secara M Spektrofotometri Ultraviolet Visibel, Pharmacy, Vol. 06 No.01., ISSN 1693-3591.

Rahayu, W.S., Dwi Hartanti., Melani Setiowati., 2010, Pengaruh Lama Dan Tempat Penyimpanan Terhadap Kadar Kurkuminoid Pada Sediaan Jamu Serbuk Merk “A” Yang Mengandung Simplisia Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val.), Pharmacy, Vol. 07 No. 02. 

Setyanto, Nasir W., R. Himawan., Zefry D., Endra Y. Arifianto., Puteri Rina M.S., Kurnia N., 2012, Perancangan Alat Pengeringan Mie Ramah Lingkungan, Jurnal Rekayasa Mesin, Vol. 3., No.3.

LAPORAN EKSTRAKSI

LAPORAN PENGAMBILAN SAMPEL
LAPORAN PRAKTIKUM FITOKIMIA
PERCOBAAN II
EKSTRAKSI
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan Negara yang beriklim tropis yang memiliki kelembaban yang tinggi, sehingga memungkinkan untuk tumbuhnya berbagai tanaman salah satunya yaitu tanaman kunyit (Curcuma domestica Val.) sebagai bahan antibakteri dan antijamur.

Kunyit (Curcuma domestica Val.) merupakan jenis temu-temuan yang mengandung kurkuminoid, yang terdiri atas senyawa kurkumin dan turunannya. Kunyit telah dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas baik diperkotaan maupun di pedesaan. Bagian terutama dari kunyit yang dimanfaatkan adalah rimpangnya yaitu banyak dimanfaatkan untuk keperluan ramuan obat tradisionl, bahan rempah-rempah, dan bahan kosmetik (Hartono., dkk., 2005).

Kunyit merupakan tanaman herbal telah lama dikenal masyarakat yang memiliki minyak atsiri yang dapat menekan bakteri dan kandungan kurkuminnya dapat menjaga daya tahan tubuh (Kaselung, P.S., dkk., 2014).

B. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah pada percobaan kali ini yaitu bagaimana cara mengekstraksi sampel kunyit (Curcuma domestica Val.) ? 

C. TUJUAN
Adapun tujuan pada percobaan kali ini yaitu untuk mengetahui cara ektraksi sampel kunyit (Curcuma domestica Val.).

D. MANFAAT
Adapun manfaat pada percobaan kali ini yaitu untuk memahami cara melakukan ekstraksi sampel sampel kunyit (Curcuma domestica Val.) yang benar.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Curcuma domestica Val.
Rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) merupakan salah satu tanaman temu-temuan asli Indonesia yang banyak dimanfaatkan sebagai obat, bumbu dapur, dan pewarna alamiah. Rimpang kunyit atau lebih dikenal dengan nama kunir, koneng, atau koneng temen (Rahayu dkk., 2009). 

Kunyit telah dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas baik di perkotaan maupun di pedesaan terutama dalam rumah tangga karena berbagai macam kegunaannya. Bagian dari kunyit yang terutama dimanfaatkan adalah rimpangnya yaitu banyak dimanfaatkan untuk keperluan ramuan obat tradisional, bahan pewarna tekstil, bumbu penyedap masakan, rempah-rempah, dan bahan kosmetik. Manfaat rimpang kunyit sebagai obat tradisional antara lain untuk obat gatal, kesemutan, gusi bengkak, luka, sesak napas, sakit perut, bisul, kudis, encok, sakit kuning, memperbaiki pencernaan, antidiare, penawar racun, dan sebagainya (Hartono dkk., 2005).

Kurkuminoid adalah kelompok senyawa fenolik yang terkandung dalam rimpang tanaman famili Zingiberaceae. Kurkuminoid bermanfaat untuk mencegah timbulnya infeksi berbagai penyakit. Kandungan utama dari kurkumunoid adalah kurkumin yang berwarna kuning (Rahayu dkk., 2010).

Kurkuminoid telah terbukti memiliki banyak sifat farmakologi termasuk anti-inflamasi dan kegiatan hepatoprotektif , antioksidan dan cholekinetic kegiatan, dan aktivitas anti-protease. Selain itu, mereka telah terbukti menginduksi apoptosis dalam sel manusia kanker dan bertindak sebagai agen kemopreventif untuk target kanker utama, termasuk payudara, prostat, paru-paru, lambung, duodenum dan usus besar, seperti serta leukemia, dan menampilkan efek saraf. Juga telah dilaporkan bahwa kurkumin memiliki aktivitas scavenger radikal bebas lebih kuat daripada vitamin E . Baru-baru ini, ekstrak metanol Curcuma domestica terbukti memiliki aktivitas molluscicidal lebih baik terhadap Bulinus camerunensis daripada ekstrak air. Namun, masih belum diketahui apakah yang disebutkan di atas Senyawa adalah satu-satunya diarylheptanoids bertanggung jawab atas aktivitas diamati pada spesies Curcuma (Herebian dkk., 2009).

B. METODE PRAKTIKUM
1. Maserasi Sampel Kunyit (Curcuma domestica Val.)
Maserasi adalah proses perendaman sampel untuk menarik komponen yang diinginkan dengan kondisi dingin diskontinyu. Keuntungannya yakni lebih praktis, pelarut yang digunakan lebih sedikit, dan tidak memerlukan pemanasan, tetapi waktu yang dibutuhkan relatif lama (Putra., dkk., 2014).

2. Evaporasi Sampel Kunyit (Curcuma domestica Val.)
Evaporasi atau proses penguapan adalah proses pemisahan uap air dalam bentuk murni dari suatu campuran berupa larutan (cairan) yang mengandung air dalam jumlah yang relatif banyak (Setyanto, 2012).

3. Partisi Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val.)
Partisi menggunakan dua pelarut tak campur yang ditambahkan ke dalam ekstrak, hal ini dapat dilakukan secara terus-menerus dengan menggunakan dua pelarut tak bercampur yang kepolarannya meningkat. Partisi biasanya melalui dua tahap : (1) air/petroleum eter ringan (heksana) untuk menghasilkan fraksi nonpolar dilapisan organik; (2) air/diklorometan atau air/kloroform atau air /etil asetat untuk membuat fraksi agak polar dilapisan organik. Lapisan berair yang terasa akan mengandung bahan alam larut-air yang polar. Ini merupakan metode pemisahan yang mudah dan mengandalkan kelaruta bahan alam dan bukan interaksi fisik dengan medium lain. Partisi dapat memberikan pemisahan yang sangat baik, terutama untuk senyawa-senyawa yang memiliki kelarutan yang sangat berbeda (Heinrich dkk., 2010).

C. URAIAN BAHAN
1. Air (Ditjen POM, 1979 : 96)
Nama resmi : AQUA DESTILLATA
Sinonim : Air Suling
RM/BM : H2O/8.02 gr/mol
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Khasiat : Pelarut 

2. Etanol (Ditjen POM, 1979 : 65)
Nama : AETHANOLUM
Sinonim : Etanol, alkohol
Pemerian : Cairan tak berwarna, jernih, mudah menguap dan bergerak, bau khas, rasa panas. Mudah terbakar dengan memberikan nyala biru yang tidak berasap.
Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, dalam kloroform P, dan dalam eter P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya, di tempat sejuk, jauh dari nyala api.
Khasiat : Zat tambahan

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. TEMPAT DAN WAKTU
Ekstraksi dan partisi dilakukan di Laboratorium Fitokimia Fakultas Farmasi UHO. Waktu ekstraksi dan partisi dilakukan pada hari rabu pagi 29 Oktober 2014 pukul 08.30-10.30 WITA. 

B. ALAT DAN BAHAN
1. ALAT
Alat yang digunakan pada percobaan kali ini adalah:
  • Seperangkat alat evaporator 
  • Corong 
  • Corong pisah 
  • Kaki 3 
  • Tabung reaksi 5 
  • Rak tabung 
  • Gelas kimia 

2. BAHAN
Bahan yang digunakan pada percobaan kali ini adalah:
  • Ekstrak 
  • 100 ml n-heksan 
  • 100 ml kloroform 
  • 100 ml etil asetat 
  • 100 ml etanol 
  • Kertas saring 
  • Air 
  • Aseton 

C. PROSEDUR KERJA
LAPORAN EKSTRAKSI

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL
LAPORAN EKSTRAKSI


B. PEMBAHASAN
(filenya hilang :v)

BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang diambil dari percobaan kali ini yaitu:
(filenya hilang :v)

B. SARAN
Saran yang dapat diberikan adalah kepada praktikan
(filenya hilang :v)

DAFTAR PUSTAKA
Ditjen POM, 1979, Farmakope Indonesia Edisi III, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Hartono., Ida Nurwati., Fany Ikasari., Wiryanto., 2005, Pengaruh Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val.) Terhadap Peningkatan Kadar SGOT dan SGPT Tikus Putih ( Rattus Norvegicus) Akibat Pemberian Asetaminofen.

Heinrich, M., J. Barnes, Simon G., dan E. M. Williamson, Farmakognosi dan Fitoterapi, Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta.

Herebian, Diran., Jeong-Heui Choi, A. M. Abd El-Aty, Jae-Han Shim and Michael Spiteller, 2009, Metabolite Analysis In Curcuma domestica Using Various GC-MS and LC-MS Separationand Detection Techniques, Biomedical Chromatography, Vol. 23.

Kaselung, P.S., M.E.K Montong., C.L.K.Sarayar., J.L.P. Saerang., 2014, Penambahan Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val.), Rimpang Temulawak (Curcuma Xantharrozia Roxb) dan Rimpang Temu Putih (Curcuma Zedoria Rosc) Dalam Ransum Komersial Terhadap Performans Burung Puyuh (Coturnix-coturnix japonica), Jurnal Zootek, Vol. 34.

Putra, A.A Bawa., N.W. Bogoriani., N.P. Diantariani., Ni Luh Utari Sumadewi., 2014, Ekstraksi Zat Warna Alam Dari Bonggol Tanaman Pisang (Musa paradiasciaca L.) Dengan Metode Maserasi, Refluks, dan Soksletasi, Jurnal Kimia, Vol.8.

Rahayu S.W., Dwi Hartanti., Agus Mulyono., 2009, Analisis Residu Pestisida Organoklorin Pada Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica ) Secara M Spektrofotometri Ultraviolet Visibel, Pharmacy, Vol. 06 No.01., ISSN 1693-3591.

Rahayu, W.S., Dwi Hartanti., Melani Setiowati., 2010, Pengaruh Lama Dan Tempat Penyimpanan Terhadap Kadar Kurkuminoid Pada Sediaan Jamu Serbuk Merk “A” Yang Mengandung Simplisia Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val.), Pharmacy, Vol. 07 No. 02. 

Setyanto, Nasir W., R. Himawan., Zefry D., Endra Y. Arifianto., Puteri Rina M.S., Kurnia N., 2012, Perancangan Alat Pengeringan Mie Ramah Lingkungan, Jurnal Rekayasa Mesin, Vol. 3., No.3.