LAPORAN EPIDERMIS DAN DERIVAT-DERIVATNYA - ElrinAlria
LAPORAN EPIDERMIS DAN DERIVAT-DERIVATNYA
I. JUDUL : EPIDERMIS DAN DERIVAT-DERIVATNYA
II. TUJUAN : UNTUK MELIHAT MACAM-MACAM EPIDERMIS BESERTA DERIVAT-DERIVATNYA SEPERTI SEL SILIKA, SEL GABUS, TRIKOMA, DAN STOMATA.
III. HARI/TANGGAL : KAMIS/30 APRIL 2014
IV. NAMA/STAMBUK

V. LATAR BELAKANG 
Epidermis adalah sistem sel-sel yang bervariasi struktur dan fungsinya, yang menutupi tubuh tumbuhan primer. Struktur epidermis dapat dihubungkan dengan peranan jaringan tersebut sebagai lapisan sel yang berhubungan dengan lingkungan luar. Adanya bahan lemak, kitin, dalam dinding terluar dan pada permukaannya (kutikula) (Suradinata, 1998: 55).

Epidermis berfungsi sebagai penyokong mekanis. Dinding sel epidermis pada akar muda berfungsi khusus untuk absorbsi. Epidermis pada bagian tumbuhan tertentu ada yang tetap berfunsi selama hidupnya tumbuhan atau ada yang kemudian diganti oleh jaringan proteksi lain, yaitu periderm (Anonim,2010:53).

Epidermis merupakan lapisan terluar dari daun, bunga, buah, biji, batang dan akar sebelum mengalami penebalan sekunder. Secara fungsi dan morfologi, sel epidermis tidak seragam, ada yang bermodifikasi menjadi semacam rambut, sel penutup stomata, dan sel lain yang khusus. Secara topologi dan ontogeni, epidermis merupakan jaringan yang seragam. Di dalam sel dan jaringan epidermis terdapat berbagai senyawa, antara lain kutin, lilin, garam, lignin, getah, dan senyawa-senyawa lainnya. Senyawa-senyaw tersebut terdapat pada tumbuhan-tumbuhan tertentu dengan komposisi dan letak yang berbeda-beda untuk masing-masing tumbuhan (Mulyani, 2006: 135).

Pada tumbuhan tertentu ternyata, bahwa sel-sel epidermis selain mengandung kutikula, mengandung pula laisan lilin pada permukaan sel-sel tersebut, yang tentunya berkaitan dengan terdapatnya zat-zat lemak pada tumbuhan. Lapisan lilin ini tidak dapat ditembus oleh air bahkan basah pun tidak. Pada permukaan kutikula lapisan ini berbentuk butiran-butiran kecil (Sutrian,2004:134).

Sel epidermis bentuk umum mempunyai bentuk, ukuran serta susunan yang beragam, tetapi selalu tersusun rapat membentuk lapisan yang kompak tanpa ruang interseluler. Dalam epidermis petal (daun mahkota), kadang-kadang terbentuk ruang udara, namun selalu dilapisi oleh kutikula. Sel epidermisnya umumnya tubular, pada helaian daun tumbuhan dikotil, dinding antiklinal sel epidermisnya kebanyakan berlekuk-lekuk (Fahn, 1991: 257).

Periderm terdiri dari jaringan gabus atau felem, kambium gabus atau felogen dan feloderm, yakni sel hidup yang dibentuk oleh felogen ke arah dalam. Felogen terletak didekat permukaan organ mengalami pertumbuhan sekunder. Felogen dibentuk secara sekunder, yakni dalam jaringan yang telah dewasa dibawah epidermis atau dapat pula dalam epidermis itu sendiri. Felogen akan membentuk felem ke arah luar, sedangkan feloderm ke arah dalam (Subowo,1995:264).

Sel-sel epidermis khusus, misalnya sel-sel penutup dari stoma ada yang berasosiasi dengan sel-sel tetangga. Banyak tumbuhan memiliki epidermis khusus yang disebut rambut (trikoma) yang bermacam-macam bentuk, struktur dan fungsi (Buvat, 1989: 27).

LAPORAN EPIDERMIS DAN DERIVAT-DERIVATNYA

LAPORAN EPIDERMIS DAN DERIVAT-DERIVATNYA
I. JUDUL : EPIDERMIS DAN DERIVAT-DERIVATNYA
II. TUJUAN : UNTUK MELIHAT MACAM-MACAM EPIDERMIS BESERTA DERIVAT-DERIVATNYA SEPERTI SEL SILIKA, SEL GABUS, TRIKOMA, DAN STOMATA.
III. HARI/TANGGAL : KAMIS/30 APRIL 2014
IV. NAMA/STAMBUK

V. LATAR BELAKANG 
Epidermis adalah sistem sel-sel yang bervariasi struktur dan fungsinya, yang menutupi tubuh tumbuhan primer. Struktur epidermis dapat dihubungkan dengan peranan jaringan tersebut sebagai lapisan sel yang berhubungan dengan lingkungan luar. Adanya bahan lemak, kitin, dalam dinding terluar dan pada permukaannya (kutikula) (Suradinata, 1998: 55).

Epidermis berfungsi sebagai penyokong mekanis. Dinding sel epidermis pada akar muda berfungsi khusus untuk absorbsi. Epidermis pada bagian tumbuhan tertentu ada yang tetap berfunsi selama hidupnya tumbuhan atau ada yang kemudian diganti oleh jaringan proteksi lain, yaitu periderm (Anonim,2010:53).

Epidermis merupakan lapisan terluar dari daun, bunga, buah, biji, batang dan akar sebelum mengalami penebalan sekunder. Secara fungsi dan morfologi, sel epidermis tidak seragam, ada yang bermodifikasi menjadi semacam rambut, sel penutup stomata, dan sel lain yang khusus. Secara topologi dan ontogeni, epidermis merupakan jaringan yang seragam. Di dalam sel dan jaringan epidermis terdapat berbagai senyawa, antara lain kutin, lilin, garam, lignin, getah, dan senyawa-senyawa lainnya. Senyawa-senyaw tersebut terdapat pada tumbuhan-tumbuhan tertentu dengan komposisi dan letak yang berbeda-beda untuk masing-masing tumbuhan (Mulyani, 2006: 135).

Pada tumbuhan tertentu ternyata, bahwa sel-sel epidermis selain mengandung kutikula, mengandung pula laisan lilin pada permukaan sel-sel tersebut, yang tentunya berkaitan dengan terdapatnya zat-zat lemak pada tumbuhan. Lapisan lilin ini tidak dapat ditembus oleh air bahkan basah pun tidak. Pada permukaan kutikula lapisan ini berbentuk butiran-butiran kecil (Sutrian,2004:134).

Sel epidermis bentuk umum mempunyai bentuk, ukuran serta susunan yang beragam, tetapi selalu tersusun rapat membentuk lapisan yang kompak tanpa ruang interseluler. Dalam epidermis petal (daun mahkota), kadang-kadang terbentuk ruang udara, namun selalu dilapisi oleh kutikula. Sel epidermisnya umumnya tubular, pada helaian daun tumbuhan dikotil, dinding antiklinal sel epidermisnya kebanyakan berlekuk-lekuk (Fahn, 1991: 257).

Periderm terdiri dari jaringan gabus atau felem, kambium gabus atau felogen dan feloderm, yakni sel hidup yang dibentuk oleh felogen ke arah dalam. Felogen terletak didekat permukaan organ mengalami pertumbuhan sekunder. Felogen dibentuk secara sekunder, yakni dalam jaringan yang telah dewasa dibawah epidermis atau dapat pula dalam epidermis itu sendiri. Felogen akan membentuk felem ke arah luar, sedangkan feloderm ke arah dalam (Subowo,1995:264).

Sel-sel epidermis khusus, misalnya sel-sel penutup dari stoma ada yang berasosiasi dengan sel-sel tetangga. Banyak tumbuhan memiliki epidermis khusus yang disebut rambut (trikoma) yang bermacam-macam bentuk, struktur dan fungsi (Buvat, 1989: 27).