LAPORAN JARINGAN DASAR, JARINGAN PENGUAT DAN JARINGAN VASKULER - ElrinAlria
LAPORAN JARINGAN DASAR, JARINGAN PENGUAT DAN JARINGAN VASKULER
I. JUDUL : JARINGAN DASAR, JARINGAN PENGUAT, DAN JARINGAN VASKULER
II. TUJUAN
  1. UNTUK MELIHAT MACAM-MACAM BENTUK PARENKIM.
  2. UNTUK MELIHAT ADANYA JARINGAN MEKANIK PADA TUMBUHAN.
  3. UNTUK MELIHAT MACAM-MACAM TIPE BERKAS VASKULER.
III. HARI/TANGGAL : KAMIS/30 APRIL 2014
IV. NAMA/STAMBUK :

V. LATAR BELAKANG 
Parenkim merupakan sistem jaringan dasar utama dan terdapat dalam organ tumbuhan membentuk jaringan yang berkesinambungan. Parenkim terdapat dalam korteks dan empulur batang, korteks akar, jaringan dasar tangkai daun. Mesofil daun dan dalam sistem jaringan kompleks yaitu dalam xilem dan floem (Suradinata, 1998: 41).

Sel-sel kolenkim berdinding tebal yang secara khusus dikembangkan disudut-sudut sel. Sel-sel ini memberi tunjangan mekanis bagi tumbuhan. Umum dijumpai di daerah-daerah tumbuhan yang tumbuh dengan cepat dan perlu diperkuat. Petiola (tangkai) daun biasanya diperkuat dengan sel-sel kolenkima (Kimball, 1994: 113).

Sel-sel kolenkimitu mempunyai bentuk macam-macam sama halnya seperti sel-sel parenkim. Sel-sel yang pendek dapat dikatakan tidak berbeda dengan sel-sel parenkim. Sedang sel-sel yang panjang bentuknya adalah mirip dengan serat-serat. Sel-sel yang panjang itu dapat mencapai dua mm, sedangkan sel-sel yang pendek berbentuk seperti prisma (Sutrian, 2004: 180).

Sel parenkim mempertahankan kemampuannya membelah diri bahkan ketika dewasa. Jaringan tersebut juga berperan penting dalam penyembuhan luka dan regenerasi. Sel parenkim dewasa dapat melanjutkan aktivitas meristematisnya bila lingkungannya diubah secara buatan. Bagian tumbuhan, seperti empulur, semua atau kebanyakankorteks dari akar dan pucuk, perisikel, mesofil daun, dan bagian daging buah, terdiri dari parenkim. Sel parenkim juga didapati xilem dan floem (Fahn, 1991: 135).

Sel-sel sklerenkim mempunyai dinding sekunder setelah terjadi perluasan lengkap dari pertumbuhan dinding primer. Dinding sekunder terdapat pada sel-sel untuk mengalirkan air dari xilem dan sering terdapat pula pada sel-sel parenkim xilem. Selain itu sel-sel parenkim dalam daerah jaringan lainnya, dapat pula bersifat sklereid. Jadi, antara sel-sel sklerenkim yang tipikal, sel-sel parenkim yang bersifat sklereid dan sel-sel yang berfungsi untuk mengallirkan air batasannya tidak begitu jelas (Anonim, 2010: 52).

Sel-sel sklerenkim juga berfungsi sebagai unsur penyokong pada tumbuhan, namun dengan dinding sekunder tebal yang umumnya yang diperkuat oleh lignin sel-sel sklerenkim jauh lebih kaku daripada sel kolenkim. Sel sklerenkim dewasa tidak dapat memanjang, dan sel tersebut ditemukan pada tumbuhan yang telah berhenti memanjang. Sel sklerenkim telah sedemikian terspesialisasi untuk menyokong tubuh tumbuhan sehingga banyak yang tidak memiliki protoplas pada saat mecapai kematangan fungsional (Campbell, 2003: 300).

Xilem adalah jaringan rumit yang terdiri atas berbagai tipe sel. Sel yang terpenting adalah unsur pembuluh, yang terdiri atas sel yang tidak hidup yang fungsi utamanya untuk pengangkutan air, dan pada tahap tertentu berfungsi untuk penguat. Pada xilem terdapat serabut dan sering juga sklereida. Selain itu, juga terdapat sel parenkim yang berfungsi sebagai penyimpan. Xilem dalam beberapa tumbuhan berisi duktus resin. Unsur xilem terdiri atas trakeida dan trakea (Mulyani, 2006: 158).

LAPORAN JARINGAN DASAR, JARINGAN PENGUAT DAN JARINGAN VASKULER

LAPORAN JARINGAN DASAR, JARINGAN PENGUAT DAN JARINGAN VASKULER
I. JUDUL : JARINGAN DASAR, JARINGAN PENGUAT, DAN JARINGAN VASKULER
II. TUJUAN
  1. UNTUK MELIHAT MACAM-MACAM BENTUK PARENKIM.
  2. UNTUK MELIHAT ADANYA JARINGAN MEKANIK PADA TUMBUHAN.
  3. UNTUK MELIHAT MACAM-MACAM TIPE BERKAS VASKULER.
III. HARI/TANGGAL : KAMIS/30 APRIL 2014
IV. NAMA/STAMBUK :

V. LATAR BELAKANG 
Parenkim merupakan sistem jaringan dasar utama dan terdapat dalam organ tumbuhan membentuk jaringan yang berkesinambungan. Parenkim terdapat dalam korteks dan empulur batang, korteks akar, jaringan dasar tangkai daun. Mesofil daun dan dalam sistem jaringan kompleks yaitu dalam xilem dan floem (Suradinata, 1998: 41).

Sel-sel kolenkim berdinding tebal yang secara khusus dikembangkan disudut-sudut sel. Sel-sel ini memberi tunjangan mekanis bagi tumbuhan. Umum dijumpai di daerah-daerah tumbuhan yang tumbuh dengan cepat dan perlu diperkuat. Petiola (tangkai) daun biasanya diperkuat dengan sel-sel kolenkima (Kimball, 1994: 113).

Sel-sel kolenkimitu mempunyai bentuk macam-macam sama halnya seperti sel-sel parenkim. Sel-sel yang pendek dapat dikatakan tidak berbeda dengan sel-sel parenkim. Sedang sel-sel yang panjang bentuknya adalah mirip dengan serat-serat. Sel-sel yang panjang itu dapat mencapai dua mm, sedangkan sel-sel yang pendek berbentuk seperti prisma (Sutrian, 2004: 180).

Sel parenkim mempertahankan kemampuannya membelah diri bahkan ketika dewasa. Jaringan tersebut juga berperan penting dalam penyembuhan luka dan regenerasi. Sel parenkim dewasa dapat melanjutkan aktivitas meristematisnya bila lingkungannya diubah secara buatan. Bagian tumbuhan, seperti empulur, semua atau kebanyakankorteks dari akar dan pucuk, perisikel, mesofil daun, dan bagian daging buah, terdiri dari parenkim. Sel parenkim juga didapati xilem dan floem (Fahn, 1991: 135).

Sel-sel sklerenkim mempunyai dinding sekunder setelah terjadi perluasan lengkap dari pertumbuhan dinding primer. Dinding sekunder terdapat pada sel-sel untuk mengalirkan air dari xilem dan sering terdapat pula pada sel-sel parenkim xilem. Selain itu sel-sel parenkim dalam daerah jaringan lainnya, dapat pula bersifat sklereid. Jadi, antara sel-sel sklerenkim yang tipikal, sel-sel parenkim yang bersifat sklereid dan sel-sel yang berfungsi untuk mengallirkan air batasannya tidak begitu jelas (Anonim, 2010: 52).

Sel-sel sklerenkim juga berfungsi sebagai unsur penyokong pada tumbuhan, namun dengan dinding sekunder tebal yang umumnya yang diperkuat oleh lignin sel-sel sklerenkim jauh lebih kaku daripada sel kolenkim. Sel sklerenkim dewasa tidak dapat memanjang, dan sel tersebut ditemukan pada tumbuhan yang telah berhenti memanjang. Sel sklerenkim telah sedemikian terspesialisasi untuk menyokong tubuh tumbuhan sehingga banyak yang tidak memiliki protoplas pada saat mecapai kematangan fungsional (Campbell, 2003: 300).

Xilem adalah jaringan rumit yang terdiri atas berbagai tipe sel. Sel yang terpenting adalah unsur pembuluh, yang terdiri atas sel yang tidak hidup yang fungsi utamanya untuk pengangkutan air, dan pada tahap tertentu berfungsi untuk penguat. Pada xilem terdapat serabut dan sering juga sklereida. Selain itu, juga terdapat sel parenkim yang berfungsi sebagai penyimpan. Xilem dalam beberapa tumbuhan berisi duktus resin. Unsur xilem terdiri atas trakeida dan trakea (Mulyani, 2006: 158).