LAPORAN PEMBUATAN MINYAK FERMENTASI - ElrinAlria
LAPORAN PEMBUATAN MINYAK  FERMENTASI
I. JUDUL : PEMBUATAN MINYAK FERMENTASI 
II. TUJUAN : MENGETAHUI PROSES PEMBUATAN MINYAK KELAPA DENGAN CARA FERMENTASI 
III. HARI/TANGGAL : JUMAT 03 APRIL 2015
IV. NAMA.STAMBUK:

V. Latar Belakang
Kelapa adalah salah satu jenis tumbuhan yang ada di Indonesia yaitu dari suku aren-arenan atau Arecaceae. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serba guna, khususnya masyarakat pesisir karena kita melihat habitat dari kelapa sendiri adalah kebanyakan tumbuh pada daerah pesisir. 

Menurut (Suhardiyono, 1993) Pohon kelapa sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia karena semua bagian kelapa dapat dimanfaatkan. Buah kelapa yang terdiri atas sabut, tempurung, daging buah dan air kelapa tidak ada yang terbuang dan dapat dibuat untuk menghasilkan produk industri, antara lain sabut kelapa dapat dibuat keset, sapu dan matras. Tempurung dapat dimanfaatkan untuk membuat karbon aktif dan kerajinan tangan. Dari batang kelapa dapat dihasilkan bahan-bahan bangunan baik untuk kerangka maupun untuk dinding seta atap. Daun kelapa dapat diambil lidinya yang dapat dipakai sebagai sapu. Daging buah dapat dipakai sebagai bahan baku untuk menghasilkan kopra, minyak kelapa, coconut cream, santan dan parutan kering. Santan adalah cairan yang diperoleh dengan melakukan pemerasan terhadap daging buah kelapa parutan. Santan merupakan bahan makanan yang digunakan untuk mengolah berbagai masakan. Menurut (Diana Rochintaniawati, 2010) kelapa merupakan salah satu dari sekian banyak biji tanaman yang dapat digunakan dalam pembuatan minyak. Minyak yang terbuat dari kelapa banyak digunakan masyarakat sebagai minyak goreng. Pembuatan minyak kelapa secara tradisional dilakukan dengan pemanasan pada suhu tinggi. Pembuatan minyak kelapa secara tradisional ini banyak menimbulkan kerugian. Sebagai contoh, pemanasan yang tinggi dapat mengubah struktur minyak serta menghasilkan warna minyak kurang baik. 

Menurut (Adi Rahmat, 1994) dewasa ini telah ditemukan suatu metode pembuatan minyak kelapa yang dapat mengurangi kerugian-kerugian tersebut di atas. Metode ini didasarkan pada penemuan bioteknologi sederhana, yaitu penggunaan Saccharomyces sp. untuk memisahkan minyak dari karbohidrat dan protein yang terdapat dalam sel-sel endosperm biji kelapa. Metode ini lebih dikenal dengan Pembuatan Minyak Kelapa dengan Menggunakan Ragi atau Pembuatan Minyak Kelapa secara Fermentasi. 

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya maka perlu dilaksanakan praktikum mengenai pembuatan minyak fermentasi dengan menggunakan fermipan atau ragi Saccharomyces sp.

VI. Metode Praktikum 
A. Alat dan Bahan 
1. Alat 
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
LAPORAN PEMBUATAN MINYAK  FERMENTASI

2. Bahan 
Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut:
  • a. Daging Kelapa
  • b. Air hangat
  • c. Ragi roti/fermipan

B. Prosedur Kerja
1. Membuat krim santan
  • a. Buah kelapa yang telah dikupas lalu diparut
  • b. Memeras parutan kelapa tersebut, dengan air hangat sebanyak 1000 cc, hingga menghasilkan air santan 1500 cc
  • c. Memasukkan air santan tersebut dalam stoples atau kantong plastic
  • d. Membiarkan hingga 6-10 jam, agar terjadi pemisahan antara air dan krim santannya pada bagian atas.
  • e. Membuang airnya hingga tinggal krim santannya yang diambil

2. Fermentasi
  • a. Menaburkan ragi/fermipan diatas krim santan
  • b. Membiarkan selama 24 jam dalam suhu kamar
  • c. Minyak yang terbentuk kemudian dipanaskan dengan suhu 700C selama 10 menit. Lakukan pemnasan 3 kali.
  • d. Mengamati perubahan yang terjadi dan masukkan pada table hasil pengamatannya.

VII. Hasil dan Pembahasan
A. Hasil
LAPORAN PEMBUATAN MINYAK  FERMENTASI

B. Pembahasan
Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki banyak pulau dan merupakan negara tropis yang memiliki banyak pulau dan merupakan negara produsen kelapa utama di dunia. Hampir di semua propinsi di Indonesia dijumpai tanaman kelapa yang pengusahaannya berupa perkebunan rakyat. Daging buah merupakan lapisan tebal berwarna putih. Bagian ini mengandung berbagai zat gizi. Kandungan zat gizi tersebut beragam sesuai dengan tingkat kematangan buah. Selama perkembagannya buah kelapa secara kontinyu mengalami kenaiikan berat. Ukuran maksimum tercapai pada bulan ketujuh. Pada saat itulah jumlah air kelapa mencapai maksimal. Setelah periode tersebut, air kelapa berkurang jumlahnya dan daging kelapa mengalami penebalan.

Penebalan daging mencapai puncaknya pada bulan ke 9, kelapa dapat dikatakan tua. Pada periode tersebut, kadar air semakin berkurang itulah yang akan menyebabkan kelapa tua akan berbunyi jika dikocok-kocok. VCO (Virgin Coconut oil) sangat kaya dengan kandungan asam laurat (laurat acid) berkisar 50-70%. Di dalam tubuh manusia asam laurat akan diubah menjadi monolaurin yang bersifat antivirus, antibakteri dan antiprotozoa serta asam-asam lain seperti asam kaprilat, yang didalam tubuh manusia diubah menjadi monocaprin yang bermanfaat untuk penyakit yang disebabkan oleh virus HSV2 dan HIV1 dan bakteri neisseria gonnorhoeae. Virgin Coconut Oil juga tidak membebani kerja pankreas serta dalam energi bagi penderita diabetes dan mengatasi masalah kegemukan/obesitas.

Buah kelapa tua terdiri dari empat komponen utama yaitu 35% sabut, 12% tempurung, 28% daging buah dan 25% air kelapa. Daging buah tua merupakan bahan sumber minyak nabati (kandungan minyak 30%). Perbedaan mendasar antara daging buah kelapa muda dan kelapa tua adalah kandungan minyaknya. Kelapa muda memiliki rasio kadar air dan minyak yang besar. Kelapa disebut tua jika rasio kadar air dan minyaknya optimum untuk menghasilkan santan dalam jumlah terbanyak. Hal ini merupakan peluang untuk pengembangan kelapa menjadi aneka produk yang bermanfaat salah satunya adalah pembuatan minyak fermentasi.

Pembuatan minyak secara fermentasi ini sebenarnya yang diperlukan adalah enzim-enzim yang dihasilkan oleh jamur Saccharomyces sp. Enzim yang diproduksi oleh jamur Saccharomyces sp. ini dilepaskan ke lingkungan sekitar jamur untuk menghancurkan subtrat tempat tumbuhnya menjadi senyawa-senyawa organik dapat larut. Subtrat yang dihancurkan ini pada umumnya berupa senyawa karbohidrat. Di dalam endosperm biji kelapa. Minyak umumnya terdapat berikatan dengan karbohidrat dan protein. Dengan dihancurkannya karbohidrat oleh enzim yang dihasilkan Saccharomyces sp., maka minyak maupun protein masing-masing akan terlepas. Minyak akan berada di permukaan karena memiliki BJ yang lebih ringan, sedangkan proteinnya akan mengendap.

Protein yang mengendap inilah yang selanjutnya oleh orang sunda disebut sebagai galendo. Pembuatan minyak kelapa secara fermentasi memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan cara tradisional. Pada cara tradisional, rendaman minyak yang diperoleh sekitar 15-17%, sedangkan dengan cara fermentasi rendamen yang diperoleh sekitar 22-24%. Selain itu, pembuatan minyak kelapa secara fermentasi prosedurnya lebih mudah, dapat menghemat bahan bakar, dan menghasilkan minyak yang berwarna jernih dengan kualitas memenuhi standar minyak Indonesia. Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa keberhasilan pembuatan minyak dengan metode ini sangat dipengaruhi oleh jenis subtrat, jenis ragi dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan Saccharomyces sp.

Pengamatan pertama yaitu ketika kelapa yang telah diparut disiapkan dan ditempatkan pada wadah khusus yang telah dicampurkan dengan air yang hangat yaitu 1000 cc, hingga menghasilkan air santan 1500 cc kemudian tiap remasan dari daging kelapa parutan tersebut disaring dengan alat saringan sehingga nantinya akan menjadi santan, tentunya dalam melakukan langkah-langkah yang telah disebutkan sebelumnya yaitu semuanya harus dalam keadaan steril kemudian santan kita masukkan kedalam toples yang telah disediakan untuk menempatkan santan tersebut, selanjutnya kita menyimpan toples yang berisi santan pada tempat khusus yaitu pada suhu ruangan 280C - 300C sehingga lapisan pertama pada toples yaitu masih lapisan santan yang berwarna putih dan setelah itu membiarkan santan yang ada pada wadah toples hingga 6-10 jam, agar terjadi pemisahan antara air dan krim santannya pada bagian atas.

Setelah itu dalam rentang waktu 6-10 jam kita sudah dapat melihat perbedaan yang terjadi pada santan tadi yaitu berupa lapisan yang terbentuk, pada lapisan kedua ini lapisannya menjadi dua sehingga ada lapisan air dan santan dan warnanya menjadi putih kekuningan sehingga kita bisa memisahkan airnya melalui selang yang telah kita modifikasi untuk mengeluarkan air dari toples tersebut untuk mengambil krim santannya saja. Kemudian ketika hanya tersisa krim santan pada toples kita dapat menaburkan fermipan pada santan tersebut secukupnya diatas krim santan agar bakteri dapat bekerja kita membiarkannya dalam rentang waktu 24 jam dalam suhu kamar.

Lapisan ketiga yang terbentuk ketika dibiarkan dalam waktu 24 jam yaitu berupa lapisan krim, minyak dan air seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa pembuatan minyak secara fermentasi yang diperlukan adalah enzim-enzim yang dihasilkan oleh jamur Saccharomyces sp. 

Enzim yang diproduksi oleh jamur Saccharomyces sp. ini akan dilepaskan ke lingkungan sekitar jamur untuk menghancurkan subtrat tempat tumbuhnya menjadi senyawa-senyawa organik dapat larut. Subtrat yang dihancurkan ini pada umumnya berupa senyawa karbohidrat. Di dalam endosperm biji kelapa. Minyak umumnya terdapat berikatan dengan karbohidrat dan protein. Dengan dihancurkannya karbohidrat oleh enzim yang dihasilkan Saccharomyces sp., maka minyak maupun protein masing-masing akan terlepas. 

Minyak akan berada di permukaan karena memiliki BJ atau berat jenis yang lebih ringan, sedangkan proteinnya akan mengendap, pada pengamatan yang kami lakukan urutan lapisan yang terlihat yaitu dimulai dari lapisan minyak dengan warna putih agak kekuningan kemudian lapisan air berada dibagian tengah dan selanjutnya lapisan krim pada lapisan terakhir sehingga kita perlu memisahkan krim dan air untuk mengambil minyak yang terbentuk, setelah itu minyak yang terbentuk dipanaskan dengan suhu 700C selama 10 menit dan pada pengamatan kami hanya melakukan pemanasan 1 kali dan dapat dilihat minyak yang dipanaskan berhasil dengan warna putih kekuningan serta terdapat aroma yang khas.

VII. Penutup 
A. Simpulan
Pembuatan minyak fermentasi membutuhkan fermipan/ragi yaitu berupa bakteri Saccharomyces sp. dalam pembuatannya memerlukan daging kelapa parutan yang akan dijadikan santan dan santan tersebut akan ditambahkan fermipan diatas krim setelah terjadi pembentukan lapisan air dan krim. Fermipan yang diberikan pada krim santan dan disimpan dalam waktu 24 jam maka akan membentuk 3 lapisan berupa minyak, air dan krim lalu diadakan pemisahan minyak yang nantinya akan dipanaskan. Minyak yang terbentuk memiliki warna putih agak kekuningan dengan aroma yang khas. 

B. Saran
Saran yang dapat saya berikan pada praktikum Bioteknologi kali ini mengenai pembuatan minyak fermentasi yaitu sebaiknya diperhatikan mengenai kebersihan alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatannya agar hasil yang kita inginkan dapat tercapai dan memuaskan, kemudian sebaiknya tiap asisten mendampingi tiap kelompok dan memberikan informasi yang dapat membantu keberhasilan pembuatan minyak fermentasi misalnya berapa rentang waktu yang cukup dalam hal pemanasan minyak agar minyak yang dipanaskan tidak melampaui batas pemanasan.

LAPORAN PEMBUATAN MINYAK FERMENTASI

LAPORAN PEMBUATAN MINYAK  FERMENTASI
I. JUDUL : PEMBUATAN MINYAK FERMENTASI 
II. TUJUAN : MENGETAHUI PROSES PEMBUATAN MINYAK KELAPA DENGAN CARA FERMENTASI 
III. HARI/TANGGAL : JUMAT 03 APRIL 2015
IV. NAMA.STAMBUK:

V. Latar Belakang
Kelapa adalah salah satu jenis tumbuhan yang ada di Indonesia yaitu dari suku aren-arenan atau Arecaceae. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serba guna, khususnya masyarakat pesisir karena kita melihat habitat dari kelapa sendiri adalah kebanyakan tumbuh pada daerah pesisir. 

Menurut (Suhardiyono, 1993) Pohon kelapa sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia karena semua bagian kelapa dapat dimanfaatkan. Buah kelapa yang terdiri atas sabut, tempurung, daging buah dan air kelapa tidak ada yang terbuang dan dapat dibuat untuk menghasilkan produk industri, antara lain sabut kelapa dapat dibuat keset, sapu dan matras. Tempurung dapat dimanfaatkan untuk membuat karbon aktif dan kerajinan tangan. Dari batang kelapa dapat dihasilkan bahan-bahan bangunan baik untuk kerangka maupun untuk dinding seta atap. Daun kelapa dapat diambil lidinya yang dapat dipakai sebagai sapu. Daging buah dapat dipakai sebagai bahan baku untuk menghasilkan kopra, minyak kelapa, coconut cream, santan dan parutan kering. Santan adalah cairan yang diperoleh dengan melakukan pemerasan terhadap daging buah kelapa parutan. Santan merupakan bahan makanan yang digunakan untuk mengolah berbagai masakan. Menurut (Diana Rochintaniawati, 2010) kelapa merupakan salah satu dari sekian banyak biji tanaman yang dapat digunakan dalam pembuatan minyak. Minyak yang terbuat dari kelapa banyak digunakan masyarakat sebagai minyak goreng. Pembuatan minyak kelapa secara tradisional dilakukan dengan pemanasan pada suhu tinggi. Pembuatan minyak kelapa secara tradisional ini banyak menimbulkan kerugian. Sebagai contoh, pemanasan yang tinggi dapat mengubah struktur minyak serta menghasilkan warna minyak kurang baik. 

Menurut (Adi Rahmat, 1994) dewasa ini telah ditemukan suatu metode pembuatan minyak kelapa yang dapat mengurangi kerugian-kerugian tersebut di atas. Metode ini didasarkan pada penemuan bioteknologi sederhana, yaitu penggunaan Saccharomyces sp. untuk memisahkan minyak dari karbohidrat dan protein yang terdapat dalam sel-sel endosperm biji kelapa. Metode ini lebih dikenal dengan Pembuatan Minyak Kelapa dengan Menggunakan Ragi atau Pembuatan Minyak Kelapa secara Fermentasi. 

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya maka perlu dilaksanakan praktikum mengenai pembuatan minyak fermentasi dengan menggunakan fermipan atau ragi Saccharomyces sp.

VI. Metode Praktikum 
A. Alat dan Bahan 
1. Alat 
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
LAPORAN PEMBUATAN MINYAK  FERMENTASI

2. Bahan 
Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut:
  • a. Daging Kelapa
  • b. Air hangat
  • c. Ragi roti/fermipan

B. Prosedur Kerja
1. Membuat krim santan
  • a. Buah kelapa yang telah dikupas lalu diparut
  • b. Memeras parutan kelapa tersebut, dengan air hangat sebanyak 1000 cc, hingga menghasilkan air santan 1500 cc
  • c. Memasukkan air santan tersebut dalam stoples atau kantong plastic
  • d. Membiarkan hingga 6-10 jam, agar terjadi pemisahan antara air dan krim santannya pada bagian atas.
  • e. Membuang airnya hingga tinggal krim santannya yang diambil

2. Fermentasi
  • a. Menaburkan ragi/fermipan diatas krim santan
  • b. Membiarkan selama 24 jam dalam suhu kamar
  • c. Minyak yang terbentuk kemudian dipanaskan dengan suhu 700C selama 10 menit. Lakukan pemnasan 3 kali.
  • d. Mengamati perubahan yang terjadi dan masukkan pada table hasil pengamatannya.

VII. Hasil dan Pembahasan
A. Hasil
LAPORAN PEMBUATAN MINYAK  FERMENTASI

B. Pembahasan
Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki banyak pulau dan merupakan negara tropis yang memiliki banyak pulau dan merupakan negara produsen kelapa utama di dunia. Hampir di semua propinsi di Indonesia dijumpai tanaman kelapa yang pengusahaannya berupa perkebunan rakyat. Daging buah merupakan lapisan tebal berwarna putih. Bagian ini mengandung berbagai zat gizi. Kandungan zat gizi tersebut beragam sesuai dengan tingkat kematangan buah. Selama perkembagannya buah kelapa secara kontinyu mengalami kenaiikan berat. Ukuran maksimum tercapai pada bulan ketujuh. Pada saat itulah jumlah air kelapa mencapai maksimal. Setelah periode tersebut, air kelapa berkurang jumlahnya dan daging kelapa mengalami penebalan.

Penebalan daging mencapai puncaknya pada bulan ke 9, kelapa dapat dikatakan tua. Pada periode tersebut, kadar air semakin berkurang itulah yang akan menyebabkan kelapa tua akan berbunyi jika dikocok-kocok. VCO (Virgin Coconut oil) sangat kaya dengan kandungan asam laurat (laurat acid) berkisar 50-70%. Di dalam tubuh manusia asam laurat akan diubah menjadi monolaurin yang bersifat antivirus, antibakteri dan antiprotozoa serta asam-asam lain seperti asam kaprilat, yang didalam tubuh manusia diubah menjadi monocaprin yang bermanfaat untuk penyakit yang disebabkan oleh virus HSV2 dan HIV1 dan bakteri neisseria gonnorhoeae. Virgin Coconut Oil juga tidak membebani kerja pankreas serta dalam energi bagi penderita diabetes dan mengatasi masalah kegemukan/obesitas.

Buah kelapa tua terdiri dari empat komponen utama yaitu 35% sabut, 12% tempurung, 28% daging buah dan 25% air kelapa. Daging buah tua merupakan bahan sumber minyak nabati (kandungan minyak 30%). Perbedaan mendasar antara daging buah kelapa muda dan kelapa tua adalah kandungan minyaknya. Kelapa muda memiliki rasio kadar air dan minyak yang besar. Kelapa disebut tua jika rasio kadar air dan minyaknya optimum untuk menghasilkan santan dalam jumlah terbanyak. Hal ini merupakan peluang untuk pengembangan kelapa menjadi aneka produk yang bermanfaat salah satunya adalah pembuatan minyak fermentasi.

Pembuatan minyak secara fermentasi ini sebenarnya yang diperlukan adalah enzim-enzim yang dihasilkan oleh jamur Saccharomyces sp. Enzim yang diproduksi oleh jamur Saccharomyces sp. ini dilepaskan ke lingkungan sekitar jamur untuk menghancurkan subtrat tempat tumbuhnya menjadi senyawa-senyawa organik dapat larut. Subtrat yang dihancurkan ini pada umumnya berupa senyawa karbohidrat. Di dalam endosperm biji kelapa. Minyak umumnya terdapat berikatan dengan karbohidrat dan protein. Dengan dihancurkannya karbohidrat oleh enzim yang dihasilkan Saccharomyces sp., maka minyak maupun protein masing-masing akan terlepas. Minyak akan berada di permukaan karena memiliki BJ yang lebih ringan, sedangkan proteinnya akan mengendap.

Protein yang mengendap inilah yang selanjutnya oleh orang sunda disebut sebagai galendo. Pembuatan minyak kelapa secara fermentasi memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan cara tradisional. Pada cara tradisional, rendaman minyak yang diperoleh sekitar 15-17%, sedangkan dengan cara fermentasi rendamen yang diperoleh sekitar 22-24%. Selain itu, pembuatan minyak kelapa secara fermentasi prosedurnya lebih mudah, dapat menghemat bahan bakar, dan menghasilkan minyak yang berwarna jernih dengan kualitas memenuhi standar minyak Indonesia. Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa keberhasilan pembuatan minyak dengan metode ini sangat dipengaruhi oleh jenis subtrat, jenis ragi dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan Saccharomyces sp.

Pengamatan pertama yaitu ketika kelapa yang telah diparut disiapkan dan ditempatkan pada wadah khusus yang telah dicampurkan dengan air yang hangat yaitu 1000 cc, hingga menghasilkan air santan 1500 cc kemudian tiap remasan dari daging kelapa parutan tersebut disaring dengan alat saringan sehingga nantinya akan menjadi santan, tentunya dalam melakukan langkah-langkah yang telah disebutkan sebelumnya yaitu semuanya harus dalam keadaan steril kemudian santan kita masukkan kedalam toples yang telah disediakan untuk menempatkan santan tersebut, selanjutnya kita menyimpan toples yang berisi santan pada tempat khusus yaitu pada suhu ruangan 280C - 300C sehingga lapisan pertama pada toples yaitu masih lapisan santan yang berwarna putih dan setelah itu membiarkan santan yang ada pada wadah toples hingga 6-10 jam, agar terjadi pemisahan antara air dan krim santannya pada bagian atas.

Setelah itu dalam rentang waktu 6-10 jam kita sudah dapat melihat perbedaan yang terjadi pada santan tadi yaitu berupa lapisan yang terbentuk, pada lapisan kedua ini lapisannya menjadi dua sehingga ada lapisan air dan santan dan warnanya menjadi putih kekuningan sehingga kita bisa memisahkan airnya melalui selang yang telah kita modifikasi untuk mengeluarkan air dari toples tersebut untuk mengambil krim santannya saja. Kemudian ketika hanya tersisa krim santan pada toples kita dapat menaburkan fermipan pada santan tersebut secukupnya diatas krim santan agar bakteri dapat bekerja kita membiarkannya dalam rentang waktu 24 jam dalam suhu kamar.

Lapisan ketiga yang terbentuk ketika dibiarkan dalam waktu 24 jam yaitu berupa lapisan krim, minyak dan air seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa pembuatan minyak secara fermentasi yang diperlukan adalah enzim-enzim yang dihasilkan oleh jamur Saccharomyces sp. 

Enzim yang diproduksi oleh jamur Saccharomyces sp. ini akan dilepaskan ke lingkungan sekitar jamur untuk menghancurkan subtrat tempat tumbuhnya menjadi senyawa-senyawa organik dapat larut. Subtrat yang dihancurkan ini pada umumnya berupa senyawa karbohidrat. Di dalam endosperm biji kelapa. Minyak umumnya terdapat berikatan dengan karbohidrat dan protein. Dengan dihancurkannya karbohidrat oleh enzim yang dihasilkan Saccharomyces sp., maka minyak maupun protein masing-masing akan terlepas. 

Minyak akan berada di permukaan karena memiliki BJ atau berat jenis yang lebih ringan, sedangkan proteinnya akan mengendap, pada pengamatan yang kami lakukan urutan lapisan yang terlihat yaitu dimulai dari lapisan minyak dengan warna putih agak kekuningan kemudian lapisan air berada dibagian tengah dan selanjutnya lapisan krim pada lapisan terakhir sehingga kita perlu memisahkan krim dan air untuk mengambil minyak yang terbentuk, setelah itu minyak yang terbentuk dipanaskan dengan suhu 700C selama 10 menit dan pada pengamatan kami hanya melakukan pemanasan 1 kali dan dapat dilihat minyak yang dipanaskan berhasil dengan warna putih kekuningan serta terdapat aroma yang khas.

VII. Penutup 
A. Simpulan
Pembuatan minyak fermentasi membutuhkan fermipan/ragi yaitu berupa bakteri Saccharomyces sp. dalam pembuatannya memerlukan daging kelapa parutan yang akan dijadikan santan dan santan tersebut akan ditambahkan fermipan diatas krim setelah terjadi pembentukan lapisan air dan krim. Fermipan yang diberikan pada krim santan dan disimpan dalam waktu 24 jam maka akan membentuk 3 lapisan berupa minyak, air dan krim lalu diadakan pemisahan minyak yang nantinya akan dipanaskan. Minyak yang terbentuk memiliki warna putih agak kekuningan dengan aroma yang khas. 

B. Saran
Saran yang dapat saya berikan pada praktikum Bioteknologi kali ini mengenai pembuatan minyak fermentasi yaitu sebaiknya diperhatikan mengenai kebersihan alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatannya agar hasil yang kita inginkan dapat tercapai dan memuaskan, kemudian sebaiknya tiap asisten mendampingi tiap kelompok dan memberikan informasi yang dapat membantu keberhasilan pembuatan minyak fermentasi misalnya berapa rentang waktu yang cukup dalam hal pemanasan minyak agar minyak yang dipanaskan tidak melampaui batas pemanasan.