LAPORAN PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT CAIR DESTILLAS - ElrinAlria

LAPORAN PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT CAIR DESTILLASI DAN TITIK DIDIH

LAPORAN PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT CAIR DESTILLASI DAN TITIK DIDIH
PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I
PERCOBAAN 8
A. TUJUAN
Tujuan pada praktikum ini yaitu:
  1. Untuk memahami prinsip destilasi 
  2. Untuk melakukan destilasi untuk pemisahan 

B. LANDASAN TEORI
Destilasi merupakan suatu perubahan cairan menjadi uap dan uap tersebut didinginkan kembali menjadi cairan. Unit operasi destilasi merupakan metode yang digunakan untuk memisahkan komponen-komponen yang terdapat di dalam suatu larutan atau campuran dan tergantung pada distribusi komponen-komponen tersebut antara fasa uap dan fasa cair. Semua komponen tersebut terdapat dalam fasa cairan dan uap. Fasa uap terbentuk dari fasa cair melalui penguapan (evaporasi) pada titik didihnya (Irawan, dkk., 2010).


Destilator berfungsi untuk memisahkan etanol dari air sehingga didapatkan etanol dengan kemurnian 95%. Untuk mencapai kemurnian yang tinggi, maka destilasi harus digunakan secara bertingkat. Destilator memiliki beberapa bagian yang penting yaitu boiler, kolom beer, kolom rectifier, preheater dan kondensor (Guritno, dkk., 2011).

Cara destilasi merupakan cara yang efektif digunakan untuk menghasilkan air bersih bebas dari kuman, bakteri, dan kotoran yang berupa padatan kecil. Pada proses destilasi, yang diambil hanya air kondensatnya, kuman dan bakteri akan mati oleh proses pemanasan, dan kotoran akan mengendap di dasar bain (Astawa, dkk., 2011).

Pada prinsipnya destilasi merupakan cara untuk mendapatkan air bersih melalui proses penyulingan air kotor. Pada proses penyulingan tersebut terdapat proses perpindahan panas, penguapan, dan pengembunan. Perpindahan panas terjadi dari sumber panas menuju air kotor. Jika air terus-menerus dipanaskan maka akan terjadi proses penguapan. Uap tersebut jika bersentuhan dengan permukaan yang dingin maka akan terjadi proses kondensasi pada proses kondensasi tersebut. Pada proses destilasi yang diambil hanya air kondensatnya, kuman dan bakteri akan mati oleh proses pemanasan, dan kotoran akan mengendap di dasar basin (Astawa, dkk., 2011).

Metode destilasi yang umumnya digunakan adalah destilasi air dan destilasi uap-air. Karena metode tersebut merupakan metode yang sederhana dan membutuhkan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan destilasi uap (Yuliarto, dkk., 2012).

Metode distilasi uap-air (steam-hydro distillation) dapat dihasilkan rendemen minyak nilam yang lebih bagus dibandingkan dengan metode konvensional yang menggunakan distilasi air (water distillation) . Selain itu, diperlukan juga kondisi operasi dan desain alat yang optimal sehingga didapatkan minyak nilam yang memiliki kualitas yang baik. Namun dengan metode tersebut dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan minyak nilam yang bagus. Oleh karena itu perlu ditemukan metode baru yaitu microwave distillation yang dapat mempercepat proses distilasi dengan waktu yang lebih cepat serta ketersediaan microwave yang cukup mudah didapatkan di masyarakat (Setya, 2012).

Metanol merupakan pelarut yang dapat melarutkan hampir semua senyawa organik yang terdapat pada suatu sampel, baik senyawa polar maupun non polar (Putri, 2010).

C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat 
Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu destilasi sederhana

2. Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu:
  • Metanol 
  • Aquadest 

3. Uraian bahan

-Aquadest (Dirjen POM edisi III, 1979)
Nama resmi : Aqua Destillata
Nama lain : Air suling / Aquadest
RM / BM : H2O / 18,02
Pemerian : cairan jernih, tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : Sebagai pereaksi

-Metanol (Dirjen POM edisi III, 1979)
Nama resmi : Metanol
Nama lain : Metanol
RM/ BM : CH3OH / 34,00
Pemerian : Cairan tidak berwarna, gliserin, bau khas
Kelarutan : dapat bercampur dengan air, bentuk cairan jernih
Penyimpanan : Dalam Wadah tertutup baik
Kegunaan : Sebagai pereaksi

D. PROSEDUR KERJA
LAPORAN PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT CAIR DESTILLASI DAN TITIK DIDIH


E. HASIL PENGAMATAN
LAPORAN PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT CAIR DESTILLASI DAN TITIK DIDIH


F. PEMBAHASAN
Destilasi adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan pengauapan senyawa cair dengan cara memanaskannya, kemudian mengembunkan uap yang terbentuk. Secara sederhana destilasi dilakukan dengan memanaskan / mengaupkan zat cair lalu uap tersebut didinginkan kembali supaya menjadi cair dengan bantuan kondensor.

Prinsip dasar dari destilasi adalah perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tesebut sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan menguap terlebih dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat murni (destilat). Destilasi digunakan untuk memurnikan zat cair, yang didasarkan pada perbedaan titik didih cairan. Proses ini akan mengubah cairan menjadi uap. Destilasi terbagi menjadi empat yaitu destilasi sederhana, destilasi vakum, destilasi uap, dan destilasi fraksional.

Destilasi sederhana adalah salah satu cara pemurnian zat cair yang tercemar oleh zat padat/zat cair dengan perbedaan titik didih yang cukup besar, sehingga zat pencemar/pengotor akan tertinggal sebagai residu. Destilasi sederhana digunakan untuk memisahkan zat cair yang titik didihnya rendah, atau memisahkan zat cair dengan padat atau minyak. Destilasi fraksional adalah proses pemisahan destilasi ke dalam bagian-bagian dengan titik didih makin lama makin tinggi yang selanjutnya pemisahan bagian-bagian ini dimaksudkan untuk destilasi ulang. 

Destilasi vakum digunakan untuk zat yang tidak tahan terhadap suhu yang tinggi. Sehingga dengan menurunkan tekanan maka titik didih juga akan menurun. Destilasi uap adalah salah satu cara untuk memisahkan dan memurnikan suatu senyawa organik yang tidak larut di dalam air, dimana campuran dapat terdesilasi di bawah titik didih zat organik dan di bawah titik didih air.

Destilasi sederhana memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan destilasi sederhana yaitu dapat memisahkan zat dengan perbedaan titik didih yang tinggi, produk yang dihasilkan benar-benar murni. Sedangkan kekurangan yang dimiliki destilasi sederhana yaitu berlaku hanya untuk fase cair dan gas, hanya dapat memisahkan zat yang memiliki perbedaan titik didih yang besar, biaya pengunaan alat cukup mahal.

Pada percobaan ini, alat yang digunakan yaitu destilasi sederhana, dengan menggunakan larutan metanol dan air. Titik didih metanol sebesar 65C sedangkan titik didih air yaitu 100C. Air memiliki titik didih yang tinggi disebabkan karena air lebih banyak membentuk ikatan hidrogen dibandingkan dengan metanol. Ikatan hidrogen akan susah untuk di lepaskan karena daya ikat antar molekulnya lebih kuat, sehingga membutuhkan energi yang besar untuk memutuskan ikatan tersebut.

Pada percobaan ini, dilakukan pendestilasian metanol-air sebanyak 40 ml. Karena titik didih metanol lebih rendah dibandingkan dengan titik didih air, sehingga pada proses pemanasan, metanol akan lebih dahulu mengap dibandingkan dengan air. Pada suhu 65C, tekanan uap yang dimiliki oleh metanol sama dengan tekanan atmosfer (1 atm). Kemudian, uap metanol bergerak ke tempat yang mempuyai tekanan yag lebih rendah. Dari proses pengauapan tersebut, diperoleh volume metanol yang menguap sebanyak 13 ml.

G. KESIMPULAN
Kesimpulan pada percobaan ini :
  1. Prinsip dasar dari destilasi adalah perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tersebut sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan menguap lebih dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat murni (destilat).
  2. Pemisahan senyawa dengan destilasi bergantung pada perbedaan tekanan uap senyawa dalam campuran. Tekanan uap campuran diukur sebagai kecenderungan molekul dalam permukaan cairan untuk berubah menjadi uap. Jika suhu dinaikkan, tekanan uap cairan akan naik sampai tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer. 

DAFTAR PUSTAKA
Astawa, K., Made Sucipta, I Putu Artha negara, 2011, “Analisa Performansi Destilasi Air Laut Tenaga Surya Menggunakan Penyerap Radiasi Surya Tipe Bergelombang Berbahan Dasar Beton”, Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, 5(1).

Dirjen POM, 1979, Farmakope Indonesia edisi III, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Guritno, B., Bambang Dwi Argo, Rini Yulianingsih, 2011, “Desain Unit Pengolahan Bioetanol Untuk Petani Di Desa Ngajum Kecamatan Sumber Pucung Kabupaten Malang”, Jurnla Rekayasa Mesin, 2(1).

Irawan, B., Bakti Jos, 2010, “Peningkatan Mutu Minyak nilam Drngan ekstraksi dan Destilasi Pada Berbagai Komposisi Pelarut”, Seminar Rekayasa Kimia dan Proses, ISSN, 1411- 4216.

Putri, W., S., F. M Titin Supriyanti, Zackiyah, “Penentuan Aktivitas Dan Jenis Inhibisi Ekstrak Metanol Kulit Batang Artocarpus heterophyllus Lamk Sebagai Inhibitor Tirosiane”, Jurnal Sains dan Teknologi Kimia, 1(1).

Setya, H, N., Aprilia Budiarti, Mahfud, 2012, “Proses Pengambilan Minyak Atsiri Dari Daun Nilam Dengan Pemanfaatan Gelombang Mikro (Microwave)”, Jurnal Teknik Pomita, 1(1).

Yuliarto, F, T., Lia Umi Khasana, R. Baskara Kapri Anandito, 2012, “Pengaruh Ukuran Bahan dan Metode Destilasi (Desrilasi Air dan Destilasi Uap-Air) Terhadap Kualitas Minyak Atsiri Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmannii)”, Jurnal Teknosains Pangan, 1(1).

LAPORAN PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT CAIR DESTILLAS


LAPORAN PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT CAIR DESTILLASI DAN TITIK DIDIH

LAPORAN PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT CAIR DESTILLASI DAN TITIK DIDIH
PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I
PERCOBAAN 8
A. TUJUAN
Tujuan pada praktikum ini yaitu:
  1. Untuk memahami prinsip destilasi 
  2. Untuk melakukan destilasi untuk pemisahan 

B. LANDASAN TEORI
Destilasi merupakan suatu perubahan cairan menjadi uap dan uap tersebut didinginkan kembali menjadi cairan. Unit operasi destilasi merupakan metode yang digunakan untuk memisahkan komponen-komponen yang terdapat di dalam suatu larutan atau campuran dan tergantung pada distribusi komponen-komponen tersebut antara fasa uap dan fasa cair. Semua komponen tersebut terdapat dalam fasa cairan dan uap. Fasa uap terbentuk dari fasa cair melalui penguapan (evaporasi) pada titik didihnya (Irawan, dkk., 2010).


Destilator berfungsi untuk memisahkan etanol dari air sehingga didapatkan etanol dengan kemurnian 95%. Untuk mencapai kemurnian yang tinggi, maka destilasi harus digunakan secara bertingkat. Destilator memiliki beberapa bagian yang penting yaitu boiler, kolom beer, kolom rectifier, preheater dan kondensor (Guritno, dkk., 2011).

Cara destilasi merupakan cara yang efektif digunakan untuk menghasilkan air bersih bebas dari kuman, bakteri, dan kotoran yang berupa padatan kecil. Pada proses destilasi, yang diambil hanya air kondensatnya, kuman dan bakteri akan mati oleh proses pemanasan, dan kotoran akan mengendap di dasar bain (Astawa, dkk., 2011).

Pada prinsipnya destilasi merupakan cara untuk mendapatkan air bersih melalui proses penyulingan air kotor. Pada proses penyulingan tersebut terdapat proses perpindahan panas, penguapan, dan pengembunan. Perpindahan panas terjadi dari sumber panas menuju air kotor. Jika air terus-menerus dipanaskan maka akan terjadi proses penguapan. Uap tersebut jika bersentuhan dengan permukaan yang dingin maka akan terjadi proses kondensasi pada proses kondensasi tersebut. Pada proses destilasi yang diambil hanya air kondensatnya, kuman dan bakteri akan mati oleh proses pemanasan, dan kotoran akan mengendap di dasar basin (Astawa, dkk., 2011).

Metode destilasi yang umumnya digunakan adalah destilasi air dan destilasi uap-air. Karena metode tersebut merupakan metode yang sederhana dan membutuhkan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan destilasi uap (Yuliarto, dkk., 2012).

Metode distilasi uap-air (steam-hydro distillation) dapat dihasilkan rendemen minyak nilam yang lebih bagus dibandingkan dengan metode konvensional yang menggunakan distilasi air (water distillation) . Selain itu, diperlukan juga kondisi operasi dan desain alat yang optimal sehingga didapatkan minyak nilam yang memiliki kualitas yang baik. Namun dengan metode tersebut dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan minyak nilam yang bagus. Oleh karena itu perlu ditemukan metode baru yaitu microwave distillation yang dapat mempercepat proses distilasi dengan waktu yang lebih cepat serta ketersediaan microwave yang cukup mudah didapatkan di masyarakat (Setya, 2012).

Metanol merupakan pelarut yang dapat melarutkan hampir semua senyawa organik yang terdapat pada suatu sampel, baik senyawa polar maupun non polar (Putri, 2010).

C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat 
Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu destilasi sederhana

2. Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu:
  • Metanol 
  • Aquadest 

3. Uraian bahan

-Aquadest (Dirjen POM edisi III, 1979)
Nama resmi : Aqua Destillata
Nama lain : Air suling / Aquadest
RM / BM : H2O / 18,02
Pemerian : cairan jernih, tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : Sebagai pereaksi

-Metanol (Dirjen POM edisi III, 1979)
Nama resmi : Metanol
Nama lain : Metanol
RM/ BM : CH3OH / 34,00
Pemerian : Cairan tidak berwarna, gliserin, bau khas
Kelarutan : dapat bercampur dengan air, bentuk cairan jernih
Penyimpanan : Dalam Wadah tertutup baik
Kegunaan : Sebagai pereaksi

D. PROSEDUR KERJA
LAPORAN PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT CAIR DESTILLASI DAN TITIK DIDIH


E. HASIL PENGAMATAN
LAPORAN PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT CAIR DESTILLASI DAN TITIK DIDIH


F. PEMBAHASAN
Destilasi adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan pengauapan senyawa cair dengan cara memanaskannya, kemudian mengembunkan uap yang terbentuk. Secara sederhana destilasi dilakukan dengan memanaskan / mengaupkan zat cair lalu uap tersebut didinginkan kembali supaya menjadi cair dengan bantuan kondensor.

Prinsip dasar dari destilasi adalah perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tesebut sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan menguap terlebih dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat murni (destilat). Destilasi digunakan untuk memurnikan zat cair, yang didasarkan pada perbedaan titik didih cairan. Proses ini akan mengubah cairan menjadi uap. Destilasi terbagi menjadi empat yaitu destilasi sederhana, destilasi vakum, destilasi uap, dan destilasi fraksional.

Destilasi sederhana adalah salah satu cara pemurnian zat cair yang tercemar oleh zat padat/zat cair dengan perbedaan titik didih yang cukup besar, sehingga zat pencemar/pengotor akan tertinggal sebagai residu. Destilasi sederhana digunakan untuk memisahkan zat cair yang titik didihnya rendah, atau memisahkan zat cair dengan padat atau minyak. Destilasi fraksional adalah proses pemisahan destilasi ke dalam bagian-bagian dengan titik didih makin lama makin tinggi yang selanjutnya pemisahan bagian-bagian ini dimaksudkan untuk destilasi ulang. 

Destilasi vakum digunakan untuk zat yang tidak tahan terhadap suhu yang tinggi. Sehingga dengan menurunkan tekanan maka titik didih juga akan menurun. Destilasi uap adalah salah satu cara untuk memisahkan dan memurnikan suatu senyawa organik yang tidak larut di dalam air, dimana campuran dapat terdesilasi di bawah titik didih zat organik dan di bawah titik didih air.

Destilasi sederhana memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan destilasi sederhana yaitu dapat memisahkan zat dengan perbedaan titik didih yang tinggi, produk yang dihasilkan benar-benar murni. Sedangkan kekurangan yang dimiliki destilasi sederhana yaitu berlaku hanya untuk fase cair dan gas, hanya dapat memisahkan zat yang memiliki perbedaan titik didih yang besar, biaya pengunaan alat cukup mahal.

Pada percobaan ini, alat yang digunakan yaitu destilasi sederhana, dengan menggunakan larutan metanol dan air. Titik didih metanol sebesar 65C sedangkan titik didih air yaitu 100C. Air memiliki titik didih yang tinggi disebabkan karena air lebih banyak membentuk ikatan hidrogen dibandingkan dengan metanol. Ikatan hidrogen akan susah untuk di lepaskan karena daya ikat antar molekulnya lebih kuat, sehingga membutuhkan energi yang besar untuk memutuskan ikatan tersebut.

Pada percobaan ini, dilakukan pendestilasian metanol-air sebanyak 40 ml. Karena titik didih metanol lebih rendah dibandingkan dengan titik didih air, sehingga pada proses pemanasan, metanol akan lebih dahulu mengap dibandingkan dengan air. Pada suhu 65C, tekanan uap yang dimiliki oleh metanol sama dengan tekanan atmosfer (1 atm). Kemudian, uap metanol bergerak ke tempat yang mempuyai tekanan yag lebih rendah. Dari proses pengauapan tersebut, diperoleh volume metanol yang menguap sebanyak 13 ml.

G. KESIMPULAN
Kesimpulan pada percobaan ini :
  1. Prinsip dasar dari destilasi adalah perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tersebut sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan menguap lebih dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat murni (destilat).
  2. Pemisahan senyawa dengan destilasi bergantung pada perbedaan tekanan uap senyawa dalam campuran. Tekanan uap campuran diukur sebagai kecenderungan molekul dalam permukaan cairan untuk berubah menjadi uap. Jika suhu dinaikkan, tekanan uap cairan akan naik sampai tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer. 

DAFTAR PUSTAKA
Astawa, K., Made Sucipta, I Putu Artha negara, 2011, “Analisa Performansi Destilasi Air Laut Tenaga Surya Menggunakan Penyerap Radiasi Surya Tipe Bergelombang Berbahan Dasar Beton”, Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, 5(1).

Dirjen POM, 1979, Farmakope Indonesia edisi III, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Guritno, B., Bambang Dwi Argo, Rini Yulianingsih, 2011, “Desain Unit Pengolahan Bioetanol Untuk Petani Di Desa Ngajum Kecamatan Sumber Pucung Kabupaten Malang”, Jurnla Rekayasa Mesin, 2(1).

Irawan, B., Bakti Jos, 2010, “Peningkatan Mutu Minyak nilam Drngan ekstraksi dan Destilasi Pada Berbagai Komposisi Pelarut”, Seminar Rekayasa Kimia dan Proses, ISSN, 1411- 4216.

Putri, W., S., F. M Titin Supriyanti, Zackiyah, “Penentuan Aktivitas Dan Jenis Inhibisi Ekstrak Metanol Kulit Batang Artocarpus heterophyllus Lamk Sebagai Inhibitor Tirosiane”, Jurnal Sains dan Teknologi Kimia, 1(1).

Setya, H, N., Aprilia Budiarti, Mahfud, 2012, “Proses Pengambilan Minyak Atsiri Dari Daun Nilam Dengan Pemanfaatan Gelombang Mikro (Microwave)”, Jurnal Teknik Pomita, 1(1).

Yuliarto, F, T., Lia Umi Khasana, R. Baskara Kapri Anandito, 2012, “Pengaruh Ukuran Bahan dan Metode Destilasi (Desrilasi Air dan Destilasi Uap-Air) Terhadap Kualitas Minyak Atsiri Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmannii)”, Jurnal Teknosains Pangan, 1(1).