LAPORAN PENENTUAN KADAR NIKEL (Ni) DALAM SAMPEL AIR DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-VIS - ElrinAlria
LAPORAN PENENTUAN KADAR NIKEL (Ni) DALAM SAMPEL AIR DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-VIS
LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMEN SPEKTROSKOPI
PERCOBAAN II
PENENTUAN KADAR NIKEL (Ni) DALAM SAMPEL AIR DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui, tetapi air akan dengan mudah terkontaminasi oleh aktivitas manusia. Air banyak digunakan oleh manusia untuk tujuan bermacam - macam sehingga dengan mudah dapat tercemar. Air sering tercemar oleh komponen-komponen anorganik antara lain berbagai logam berat yang berbahaya. Sumber logam berbahaya tersebut sebagian besar berasal dari aktivitas industri dan perabotan rumah tangga yang mengandung besi seperti barang-barang elektronik. Salah satu logam yang terkandung dalam air adalah Nikel. 

Nikel merupakan salah satu logam yang banyak digunakan untuk industri electroplating. Penggunaan nikel secara berkala dan terus menerus dalam industri tersebut akan menimbulkan dampak terhadap pencemaran lingkungan, terutama air. Kadar nikel dalam air dapat ditentukan dengan metode spektrofotometer UV-Vis yang didasarkan pada cahaya yang diabsorbsi atau ditransmisikan oleh sampel. Larutan Nikel (Ni) yang tidak berwarna harus dikomplekskan terlebih dahulu sehingga larutan menjadi berwarna agar dapat dianalisa menggunakan spektrofotometer UV-Vis

Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan penentuan kadar Nikel (Ni) dalam sampel air dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan tujuan untuk lebih mengetahui dan memahami prinsip kerja dari spektrofotometer UV-Vis serta mengetahui kadar Nikel (Ni) dalam sampel air yang dianalisis.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada percobaan ini bagaimana menentukan kadar Nikel (Ni) dalam sampel air pelalangan kota lama dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis ?

C. Tujuan 
Tujuan yang hendak dicapai dalam percobaan ini adalah untuk menentukan kadar Nikel (Ni) dalam sampel air pelelangan kota lama dengan dengan metode spektrofotometer UV-VIS dan memahami prinsip kerjanya.

D. Manfaat 
Tujuan yang diperoleh dalam percobaan ini adalah dapat menentukan kadar Nikel (Ni) dalam sampel air pelelangan kota lama dengan metode spektrofotometer UV-VIS dan memahami prinsip kerjanya.

II. TINJAUAN PUSTAKA
Kimia analitik dibagi menjadi dua bidang analisis yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif berhubungan dengan identifikasi zat – zat yang ada dalam suatu sampel sehingga kandungannya akan mudah untuk dikenali. Analisis kuantitatif berkaitan dengan penetapan berapa banyak suatu zat terkandung di dalam suatu sampel. Beberapa teknik analisis kuantitatif yang umum digunakan di dalam laboratorium antara lain : analisis gravimetri, titrasi, dan kolorimetri. Kolorimetri merupakan suatu teknik analisis kuantitatif untuk sampel berwarna, yang digunakan untuk menentukan konsentrasi suatu zat berdasarkan intensitas cahaya warna larutan (Rusmawan dkk., 2011).

Air merupakan kebutuhan penting dalam produksi dan kegiatan lain dalam suatu industri. Untuk itu diperlukan penyediaan air bersih yang secara kualitas memenuhi standar yang berlaku dan secara kuantitas dan kontinuitas harus memenuhi industri sehingga proses produksi tersebut berjalan dengan baik. Air banyak digunakan oleh manusia untuk tujuan bermacam – macam sehingga dengan mudah dapat tercemar seperti komponen – komponen anorganik antara lain berbagai logam berat yang berbahaya seperti Nikel (Ni) (Asbahani, 2013).

Spektrofotometri merupakan suatu metode analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan tabung foton hampa. Metode spektrofotometri memiliki keuntungan yaitu dapat digunakan untuk menganalisa suatu zat dalam jumlah kecil. Metode Spektrofotometri Ultra-violet dan Sinar Tampak berdasarkan pada hukum Lambert - Beer. Hukum tersebut menyatakan bahwa jumlah radiasi cahaya tampak, Ultra-violet dan cahaya-cahaya lain yang diserap atau ditransmisikan oleh suatu larutan merupakan suatu fungsi eksponen dari konsentrasi zat dan tebal larutan (Harini dkk., 2012). 

Metoda spektrofotometri UV-Vis adalah salah satu metoda analisis kimia untuk menentukan unsur logam, baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Analisis secara kualitatif berdasarkan pada panjang gelombang yang ditunjukkan oleh puncak spektrum (190 nm s/d 900 nm), sedangkan analisis secara kuantitatif berdasarkan pada penurunan intensitas cahaya yang diserap oleh suatu media (Fatimah dkk., 2009).

Nikel merupakan logam yang terbentuk dari proses alam. Peran kami sebagai penghasil nikel adalah menambang nikel dari lingkungan alamnya dan mengolahnya menjadi produk-produk yang bermanfaat bagi para pelanggan maupun masyarakat. Nikel dapat didaur-ulang dan dapat digunakan serta digunakan-kembali tanpa degradasi atau penghilangan zat-zat intrinsiknya sebagai pertimbangan penting bagi pembangunan yang berkelanjutan. PT Inco merupakan partisipan aktif dalam upaya pendaur-ulangan nikel (Anonim, 2009).

Nikel laterit adalah produk residual pelapukan kimia pada batuan ultramafik. Proses ini berlangsung selama jutaan tahun dimulai ketika batuan ultramafik tersingkap di permukaan bumi. Pelapukan pada peridotit menyebabkan unsur-unsur dengan mobilitas rendah sampai immobile seperti Ni, Fe dan Co mengalami pengayaan secara residual dan sekunder. Berdasarkan proses pembentukannya endapan nikel laterit terbagi menjadi beberapa zona dengan ketebalan dan kadar yang bervariasi. Daerah yang mempunyai intensitas pengkekaran yang intensif kemungkinannya akan mempunyai profil lebih tebal dibandingkan dengan yang pengkekarannya kurang begitu intensif (Syafrizal dkk., 2011).

Limbah yang dihasilkan oleh aktifitas peleburan nikel di pabrik akan melewati instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sehingga pada saat dialirkan ke laut telah memenuhi kriteria baku mutu air limbah, sehingga keberadaan nikel di perairan akan terkontrol dalam batas normal. Akan tetapi, akibat guyuran hujan pada tumpukan galian tambang pada daerah penambangan, dapat mengakibatkan kelarutan nikel meningkat dan tercuci ke daerah hilir (Mardihasbullah dkk., 2013).

III. METODOLOGI PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum Instrumen Spektroskopi dengan judul Penenetuan Kadar Nikel (Ni) dalam Sampel Air dengan Metode Spektrofotometer UV-Vis dilaksanakan pada hari Senin, 19 Oktober 2015 pukul 15.30 - selesai dan bertempat di Laboratorium Kimia Analitik, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Kendari.

B. Alat dan Bahan
1. Alat 
Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu, labu ukur 25 mL, gelas ukur 25 mL, pipet ukur 5 mL, gelas kimia 5 mL, spektrofotometer UV-Vis, batang pengaduk, dan filler.

2. Bahan 
Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu, sampel air pelelangan kota lama, Ni (SO4), Dimetilglioksim, akuades, H2SO4 2 M.

C. Prosedur kerja
LAPORAN PENENTUAN KADAR NIKEL (Ni) DALAM SAMPEL AIR DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

LAPORAN PENENTUAN KADAR NIKEL (Ni) DALAM SAMPEL AIR DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

LAPORAN PENENTUAN KADAR NIKEL (Ni) DALAM SAMPEL AIR DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil pengamatan
LAPORAN PENENTUAN KADAR NIKEL (Ni) DALAM SAMPEL AIR DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-VIS
B. Pembahasan 
Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia dan makhluk hidup lainnya dan fungsinya bagi kehidupan tersebut tidak akan tergantikan oleh senyawa lainnya. Hampir semua kegiatan yang dilakukan manusia membutuhkan air. Air yang digunakan manusia adalah air permukaan tawar dan air tanah murni.

Hakikatnya analisis kimia untuk penentuan suatu struktur maupun konsentrasi suatu zat dalam sampel didasarkan pada dua prinsip dasar, yaitu interaksi antara materi dengan materi digunakan untuk menentukan konsentrasi suatu zat dalam larutan, biasanya menggunakan analisis volumetri. Interaksi antara energi dan materi digunakan dalam analisis suatu zat ataupun penentuan struktur dalam spektroskopi.

Alat yang digunakan adalah spektrofotometer yaitu suatu alat yang digunakan untuk menentukan suatu senyawa baik secara kuantitatif maupun kualitatif dengan mengukur transmitan ataupun absorbansi dari suatu cuplikan atau sampel sebagai fungsi dari konsentrasi. Spektrofotometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu. Pada percobaan, digunakan spektrofotometer yang menghasilkan spectrum pada daerah serapan UV (panjang gelombang 200 – 380 nm) dan daerah inframerah (700 – 3000 nm). Spektrofotometer dapat digunakan untuk melakukan anlisis secara kuantitatif karena memnghasilkan spektrum yang menunjukkan banyaknya sinar yang diabsorpsi pada panjang gelombang tertentu sebanding dengan banyaknya molekul yang menyerap radiasi.

Metode spektrofotometri dipilih pada percobaan karena metode ini sederhana dan memiliki tingkat ketelitian yang baik. Adapun prinsipnya yaitu radiasi elektromagnetik dapat menyebabkan senyawa yang memiliki gugus kromofor akan tereksitasi dari keadaan dasar ke keadaan tereksitasi dengan energi yang lebih tinggi karena menyerap radiasi elektromagnetik. Senyawa NiSO4 mempunyai gugus kromofor sehingga bisa dianalisis menggunakan spektrofotometeri. 

Percobaan ini dilakukan sebuah uji kadar nikel pada sampel air pelelangan kota lama. Sebelum melakukan uji kadar nikel ini, terlebih dahulu membuat larutan standr dari NiSO4 100 ppm, dengan perbandingan konsentrasi yang berbeda - beda yaitu, larutan standar 0,2 mL 1 ppm, 1 mL 2 ppm, 1,5 mL 3 ppm, 2 mL 4 ppm, dan 2,5 mL 5 ppm. 

Sebelum penggukuran dilakukan larutan standar dan sampel harus di buat dalam larutan yang homogen dengan menggunakan larutan dimetilglioksim, larutan ini berfungsi untuk mengkomplekskan larutan Nikel, kemudia EDTA sama juga sebagai pengompleks, kemudian larutan H2O2 sebagai larutan pengencer. Setelah semua larutan satndar dan sampel telah dibuatkan larutan dengan masing masing konsentrasi yang berbeda maka selanjutnya dilakukanlah penggukuran menggunakan spektrofotometer UV-Vis guna untuk mengetahui panjang gelombang dan absorbansi dari semua larutan standar dan sampel yang akan diukur.

Proses penggukuran deret standar memiliki absorbansi sebesar 0,405 untuk yang 5 ppm, 0,325 untuk 4 ppm, 0,265 untuk 3 ppm, 0,198 untuk 2 ppm, dan 0,162 untuk 1 ppm. Dengan panjang gelombang maksimum yang dihasilkan sebesar 548 nm. Sehingga berdasarkan data tersebut diperoleh nilai y pada grafik dengan persamaan linear y = 0,0613x + 0,0871 maka diperoeleh konsentrasi kadar nikel pada air pelelangan kota lama sebesar 0,409 ppm. Kadar nikel (Ni) yang diperoleh pada sampel air pelelangan kota lama tersebut masih dibawah standar atau tidak terlalu berbahaya jika dibandingkan dengan kadar Ni dalam Standar Nasional (SNI) yaitu sebesar 0,5 – 10 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa air pelelangan kota lama dengan kadar nikel sebesar 0,409 ppm tidak bersifat toksik jika dibandingkan dengan kadar besi yang diperoleh pada percobaan sebelumnya.

V. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat diperoleh kesimpulan bahwa analisis kadar nikel dari sampel air pelelangan kota lama dengan menggunakan sepktrofotometri UV-Vis adalah 0,409 ppm. Prinsip kerja dari instrument ini adalah dengan mengukur penyerapan panjang gelombang nampak yang menyebabkan perpindahan elektron yang reversible dan relativ rendah energinya dalam molekul. Pada umumnya zat berwarna mempunyai elektron-elektron yang mudah tereksitasi sehingga zat yang dapat diukur kadarnya dengan spektrofotometri UV-Vis adalah yang berwarna.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2009. Nickel Processing. Universitas gajah mada : Jogjakarta.

Fatimah, S., Haryati, I., Jamaludin, A. 2009. Pengaruh Uranium Terhadap Analisis Thorium Menggunakan Spektrofotometer Uv-Vis. Jurnal Seminar Nasional. ISSN 1978-0176.

Harini, B., W., Dwiastuti, R., dan Wijayanti, L. W. 2012. Aplikasi Metode Spektrofotometri Visibel Untuk Mengukur Kadar Curcuminoid Pada Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica). Jurnal Sains Kimia. Vol. 2 (4).

Khopkar S. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Universitas Indonesia (UI-Press). Jakarta.

Mardihasbullah, E., Idris, M., Sabilu, K. 2013. Akumulasi Nikel (Ni) Dalam Darah Ikan Bandeng (Chanos chanos Forskal) yang Dibudidayakan di Sekitar Area Tambang. Jurnal minat laut Indonesia. Vol. 1 (1).

Rusmawan, C.A., Onggo, D., Mulyani, I. 2011. Analisis Kolorimetri Kadar Besi (III) dalam Sampel Air Sumur dengan Metoda Pencitraan Digital. Jurnal Prosiding Nasional Inovasi Inovasi Pembelajaran dan Sains. Vol. 1 (2).

Syafrizal, Angayana, K., Guntoro, D. 2011. Karakterisasi Mineralogi Endapan Nikel Laterit Di Daerah Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan. Sulawesi Tengggara, Vol. 18 (4).

LAPORAN PENENTUAN KADAR NIKEL (Ni) DALAM SAMPEL AIR DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

LAPORAN PENENTUAN KADAR NIKEL (Ni) DALAM SAMPEL AIR DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-VIS
LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMEN SPEKTROSKOPI
PERCOBAAN II
PENENTUAN KADAR NIKEL (Ni) DALAM SAMPEL AIR DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui, tetapi air akan dengan mudah terkontaminasi oleh aktivitas manusia. Air banyak digunakan oleh manusia untuk tujuan bermacam - macam sehingga dengan mudah dapat tercemar. Air sering tercemar oleh komponen-komponen anorganik antara lain berbagai logam berat yang berbahaya. Sumber logam berbahaya tersebut sebagian besar berasal dari aktivitas industri dan perabotan rumah tangga yang mengandung besi seperti barang-barang elektronik. Salah satu logam yang terkandung dalam air adalah Nikel. 

Nikel merupakan salah satu logam yang banyak digunakan untuk industri electroplating. Penggunaan nikel secara berkala dan terus menerus dalam industri tersebut akan menimbulkan dampak terhadap pencemaran lingkungan, terutama air. Kadar nikel dalam air dapat ditentukan dengan metode spektrofotometer UV-Vis yang didasarkan pada cahaya yang diabsorbsi atau ditransmisikan oleh sampel. Larutan Nikel (Ni) yang tidak berwarna harus dikomplekskan terlebih dahulu sehingga larutan menjadi berwarna agar dapat dianalisa menggunakan spektrofotometer UV-Vis

Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan penentuan kadar Nikel (Ni) dalam sampel air dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan tujuan untuk lebih mengetahui dan memahami prinsip kerja dari spektrofotometer UV-Vis serta mengetahui kadar Nikel (Ni) dalam sampel air yang dianalisis.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada percobaan ini bagaimana menentukan kadar Nikel (Ni) dalam sampel air pelalangan kota lama dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis ?

C. Tujuan 
Tujuan yang hendak dicapai dalam percobaan ini adalah untuk menentukan kadar Nikel (Ni) dalam sampel air pelelangan kota lama dengan dengan metode spektrofotometer UV-VIS dan memahami prinsip kerjanya.

D. Manfaat 
Tujuan yang diperoleh dalam percobaan ini adalah dapat menentukan kadar Nikel (Ni) dalam sampel air pelelangan kota lama dengan metode spektrofotometer UV-VIS dan memahami prinsip kerjanya.

II. TINJAUAN PUSTAKA
Kimia analitik dibagi menjadi dua bidang analisis yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif berhubungan dengan identifikasi zat – zat yang ada dalam suatu sampel sehingga kandungannya akan mudah untuk dikenali. Analisis kuantitatif berkaitan dengan penetapan berapa banyak suatu zat terkandung di dalam suatu sampel. Beberapa teknik analisis kuantitatif yang umum digunakan di dalam laboratorium antara lain : analisis gravimetri, titrasi, dan kolorimetri. Kolorimetri merupakan suatu teknik analisis kuantitatif untuk sampel berwarna, yang digunakan untuk menentukan konsentrasi suatu zat berdasarkan intensitas cahaya warna larutan (Rusmawan dkk., 2011).

Air merupakan kebutuhan penting dalam produksi dan kegiatan lain dalam suatu industri. Untuk itu diperlukan penyediaan air bersih yang secara kualitas memenuhi standar yang berlaku dan secara kuantitas dan kontinuitas harus memenuhi industri sehingga proses produksi tersebut berjalan dengan baik. Air banyak digunakan oleh manusia untuk tujuan bermacam – macam sehingga dengan mudah dapat tercemar seperti komponen – komponen anorganik antara lain berbagai logam berat yang berbahaya seperti Nikel (Ni) (Asbahani, 2013).

Spektrofotometri merupakan suatu metode analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan tabung foton hampa. Metode spektrofotometri memiliki keuntungan yaitu dapat digunakan untuk menganalisa suatu zat dalam jumlah kecil. Metode Spektrofotometri Ultra-violet dan Sinar Tampak berdasarkan pada hukum Lambert - Beer. Hukum tersebut menyatakan bahwa jumlah radiasi cahaya tampak, Ultra-violet dan cahaya-cahaya lain yang diserap atau ditransmisikan oleh suatu larutan merupakan suatu fungsi eksponen dari konsentrasi zat dan tebal larutan (Harini dkk., 2012). 

Metoda spektrofotometri UV-Vis adalah salah satu metoda analisis kimia untuk menentukan unsur logam, baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Analisis secara kualitatif berdasarkan pada panjang gelombang yang ditunjukkan oleh puncak spektrum (190 nm s/d 900 nm), sedangkan analisis secara kuantitatif berdasarkan pada penurunan intensitas cahaya yang diserap oleh suatu media (Fatimah dkk., 2009).

Nikel merupakan logam yang terbentuk dari proses alam. Peran kami sebagai penghasil nikel adalah menambang nikel dari lingkungan alamnya dan mengolahnya menjadi produk-produk yang bermanfaat bagi para pelanggan maupun masyarakat. Nikel dapat didaur-ulang dan dapat digunakan serta digunakan-kembali tanpa degradasi atau penghilangan zat-zat intrinsiknya sebagai pertimbangan penting bagi pembangunan yang berkelanjutan. PT Inco merupakan partisipan aktif dalam upaya pendaur-ulangan nikel (Anonim, 2009).

Nikel laterit adalah produk residual pelapukan kimia pada batuan ultramafik. Proses ini berlangsung selama jutaan tahun dimulai ketika batuan ultramafik tersingkap di permukaan bumi. Pelapukan pada peridotit menyebabkan unsur-unsur dengan mobilitas rendah sampai immobile seperti Ni, Fe dan Co mengalami pengayaan secara residual dan sekunder. Berdasarkan proses pembentukannya endapan nikel laterit terbagi menjadi beberapa zona dengan ketebalan dan kadar yang bervariasi. Daerah yang mempunyai intensitas pengkekaran yang intensif kemungkinannya akan mempunyai profil lebih tebal dibandingkan dengan yang pengkekarannya kurang begitu intensif (Syafrizal dkk., 2011).

Limbah yang dihasilkan oleh aktifitas peleburan nikel di pabrik akan melewati instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sehingga pada saat dialirkan ke laut telah memenuhi kriteria baku mutu air limbah, sehingga keberadaan nikel di perairan akan terkontrol dalam batas normal. Akan tetapi, akibat guyuran hujan pada tumpukan galian tambang pada daerah penambangan, dapat mengakibatkan kelarutan nikel meningkat dan tercuci ke daerah hilir (Mardihasbullah dkk., 2013).

III. METODOLOGI PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum Instrumen Spektroskopi dengan judul Penenetuan Kadar Nikel (Ni) dalam Sampel Air dengan Metode Spektrofotometer UV-Vis dilaksanakan pada hari Senin, 19 Oktober 2015 pukul 15.30 - selesai dan bertempat di Laboratorium Kimia Analitik, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Kendari.

B. Alat dan Bahan
1. Alat 
Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu, labu ukur 25 mL, gelas ukur 25 mL, pipet ukur 5 mL, gelas kimia 5 mL, spektrofotometer UV-Vis, batang pengaduk, dan filler.

2. Bahan 
Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu, sampel air pelelangan kota lama, Ni (SO4), Dimetilglioksim, akuades, H2SO4 2 M.

C. Prosedur kerja
LAPORAN PENENTUAN KADAR NIKEL (Ni) DALAM SAMPEL AIR DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

LAPORAN PENENTUAN KADAR NIKEL (Ni) DALAM SAMPEL AIR DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

LAPORAN PENENTUAN KADAR NIKEL (Ni) DALAM SAMPEL AIR DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil pengamatan
LAPORAN PENENTUAN KADAR NIKEL (Ni) DALAM SAMPEL AIR DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-VIS
B. Pembahasan 
Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia dan makhluk hidup lainnya dan fungsinya bagi kehidupan tersebut tidak akan tergantikan oleh senyawa lainnya. Hampir semua kegiatan yang dilakukan manusia membutuhkan air. Air yang digunakan manusia adalah air permukaan tawar dan air tanah murni.

Hakikatnya analisis kimia untuk penentuan suatu struktur maupun konsentrasi suatu zat dalam sampel didasarkan pada dua prinsip dasar, yaitu interaksi antara materi dengan materi digunakan untuk menentukan konsentrasi suatu zat dalam larutan, biasanya menggunakan analisis volumetri. Interaksi antara energi dan materi digunakan dalam analisis suatu zat ataupun penentuan struktur dalam spektroskopi.

Alat yang digunakan adalah spektrofotometer yaitu suatu alat yang digunakan untuk menentukan suatu senyawa baik secara kuantitatif maupun kualitatif dengan mengukur transmitan ataupun absorbansi dari suatu cuplikan atau sampel sebagai fungsi dari konsentrasi. Spektrofotometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu. Pada percobaan, digunakan spektrofotometer yang menghasilkan spectrum pada daerah serapan UV (panjang gelombang 200 – 380 nm) dan daerah inframerah (700 – 3000 nm). Spektrofotometer dapat digunakan untuk melakukan anlisis secara kuantitatif karena memnghasilkan spektrum yang menunjukkan banyaknya sinar yang diabsorpsi pada panjang gelombang tertentu sebanding dengan banyaknya molekul yang menyerap radiasi.

Metode spektrofotometri dipilih pada percobaan karena metode ini sederhana dan memiliki tingkat ketelitian yang baik. Adapun prinsipnya yaitu radiasi elektromagnetik dapat menyebabkan senyawa yang memiliki gugus kromofor akan tereksitasi dari keadaan dasar ke keadaan tereksitasi dengan energi yang lebih tinggi karena menyerap radiasi elektromagnetik. Senyawa NiSO4 mempunyai gugus kromofor sehingga bisa dianalisis menggunakan spektrofotometeri. 

Percobaan ini dilakukan sebuah uji kadar nikel pada sampel air pelelangan kota lama. Sebelum melakukan uji kadar nikel ini, terlebih dahulu membuat larutan standr dari NiSO4 100 ppm, dengan perbandingan konsentrasi yang berbeda - beda yaitu, larutan standar 0,2 mL 1 ppm, 1 mL 2 ppm, 1,5 mL 3 ppm, 2 mL 4 ppm, dan 2,5 mL 5 ppm. 

Sebelum penggukuran dilakukan larutan standar dan sampel harus di buat dalam larutan yang homogen dengan menggunakan larutan dimetilglioksim, larutan ini berfungsi untuk mengkomplekskan larutan Nikel, kemudia EDTA sama juga sebagai pengompleks, kemudian larutan H2O2 sebagai larutan pengencer. Setelah semua larutan satndar dan sampel telah dibuatkan larutan dengan masing masing konsentrasi yang berbeda maka selanjutnya dilakukanlah penggukuran menggunakan spektrofotometer UV-Vis guna untuk mengetahui panjang gelombang dan absorbansi dari semua larutan standar dan sampel yang akan diukur.

Proses penggukuran deret standar memiliki absorbansi sebesar 0,405 untuk yang 5 ppm, 0,325 untuk 4 ppm, 0,265 untuk 3 ppm, 0,198 untuk 2 ppm, dan 0,162 untuk 1 ppm. Dengan panjang gelombang maksimum yang dihasilkan sebesar 548 nm. Sehingga berdasarkan data tersebut diperoleh nilai y pada grafik dengan persamaan linear y = 0,0613x + 0,0871 maka diperoeleh konsentrasi kadar nikel pada air pelelangan kota lama sebesar 0,409 ppm. Kadar nikel (Ni) yang diperoleh pada sampel air pelelangan kota lama tersebut masih dibawah standar atau tidak terlalu berbahaya jika dibandingkan dengan kadar Ni dalam Standar Nasional (SNI) yaitu sebesar 0,5 – 10 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa air pelelangan kota lama dengan kadar nikel sebesar 0,409 ppm tidak bersifat toksik jika dibandingkan dengan kadar besi yang diperoleh pada percobaan sebelumnya.

V. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat diperoleh kesimpulan bahwa analisis kadar nikel dari sampel air pelelangan kota lama dengan menggunakan sepktrofotometri UV-Vis adalah 0,409 ppm. Prinsip kerja dari instrument ini adalah dengan mengukur penyerapan panjang gelombang nampak yang menyebabkan perpindahan elektron yang reversible dan relativ rendah energinya dalam molekul. Pada umumnya zat berwarna mempunyai elektron-elektron yang mudah tereksitasi sehingga zat yang dapat diukur kadarnya dengan spektrofotometri UV-Vis adalah yang berwarna.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2009. Nickel Processing. Universitas gajah mada : Jogjakarta.

Fatimah, S., Haryati, I., Jamaludin, A. 2009. Pengaruh Uranium Terhadap Analisis Thorium Menggunakan Spektrofotometer Uv-Vis. Jurnal Seminar Nasional. ISSN 1978-0176.

Harini, B., W., Dwiastuti, R., dan Wijayanti, L. W. 2012. Aplikasi Metode Spektrofotometri Visibel Untuk Mengukur Kadar Curcuminoid Pada Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica). Jurnal Sains Kimia. Vol. 2 (4).

Khopkar S. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Universitas Indonesia (UI-Press). Jakarta.

Mardihasbullah, E., Idris, M., Sabilu, K. 2013. Akumulasi Nikel (Ni) Dalam Darah Ikan Bandeng (Chanos chanos Forskal) yang Dibudidayakan di Sekitar Area Tambang. Jurnal minat laut Indonesia. Vol. 1 (1).

Rusmawan, C.A., Onggo, D., Mulyani, I. 2011. Analisis Kolorimetri Kadar Besi (III) dalam Sampel Air Sumur dengan Metoda Pencitraan Digital. Jurnal Prosiding Nasional Inovasi Inovasi Pembelajaran dan Sains. Vol. 1 (2).

Syafrizal, Angayana, K., Guntoro, D. 2011. Karakterisasi Mineralogi Endapan Nikel Laterit Di Daerah Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan. Sulawesi Tengggara, Vol. 18 (4).