LAPORAN PENENTUAN KONSENTRASI ASAM MENGGUNAKAN Ph METER - ElrinAlria

LAPORAN PENENTUAN KONSENTRASI ASAM MENGGUNAKAN Ph METER

LAPORAN PENENTUAN KONSENTRASI ASAM MENGGUNAKAN Ph METER
PRAKTIKUM FARMASI FISIKA 1 PERCOBAAN V 

A. TUJUAN 
Tujuan dari percobaan ini yaitu : 
  1. Memperkenalkan cara penggunaan PH meter 
  2. Mengetahui konsentrasi asam larutan sampel 

B. LANDASAN TEORI 
Dapar adalah senyawa-senyawa atau campuran senyawa yang dapat meniadakan perubahan pH terhadap penambahan sedikit asam atau basa. Peniadaan perubahan pH tersebut dikenal sebagai aksi dapar (Martin, at el., 2009). 

Larutan penyangga atau larutan buffer atau dapar merupakan suatu larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Adapun sifat yang paling menonjol dari larutan penyangga ini seperti pH larutan penyangga hanya berubah sedikit pada penambahan sedikit asam kuat. Disamping itu larutan penyangga merupakan larutan yang dibentuk oleh reaksi suatu asam lemah dengan basa konjugatnya ataupun oleh basa lemah dengan asam konjugatnya. Reaksi ini disebut sebagai reaksi asam-basa konjugasi. Disamping itu mempunyai sifat berbeda dengan komponen-komponen pembentuknya (Alexander ,2011). 

Larutan buffer sering digunakan dalam bidang kimia analsisis seperti pada pembuatan fase gerak pada KCKT dan ekstraksi obat dari larutan berair.Jenis buffer yang paling sederhana tersusun atas asam atau basa lemah yang dikombinasikan dengan asam atau basa kuat.Sistem buffer yang umum adalah system natrium asetat / asam asetat. 

Cara langsung yang digunakan untuk membuat buffer adalah dengan menambahkan natrium hidroksida pada asam asetat sampai PH yang dikehendaki tercapai.Kisaran PH yang paling efektif untuk embuat buffer adalah 1 unit PH disekitar nilai PKa asam atau basa lemah yang digunakan untuk membuat buffer.Sebagai contoh,nilai PKa asam asetat adalah 4,76 karena kisaran PH buffer yang paling efektif adalah 3,76-5,76 (Golib,2007). 


Asam asetat merupakan senyawa asam lemah yang artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO- ,yang konsentrasinya mendominasi total jumlah asam lemah dalam minyak mentah.. 
LAPORAN PENENTUAN KONSENTRASI ASAM MENGGUNAKAN Ph METER

Hedges dan McVeigh(1999) menyatakan bahwa asam asetat yang terdisosiasi tak sempurna dapat menimbulkan ion H+ cadangan lebih banyak sehingga asam asetat dapat berlaku sebagai penyuplai hidrogen. Selain itu asam asetat juga mempunyai efek terbatas terhadap pH karena dapat bertindak sebagai buffer. Jumlah dari ion asetat (CH3COO-) ini diperhitungkan melalui rumus Henderson-Hasselbach,. Rumus Henderson-Hasselbach:

dimana: pKa : konstanta kelarutan asam asetat = 4.89, (Dewi, et al., 2012). 

Asam asetat dengan konsentrasi yang relatif tinggi memiliki kapasitas buffer yang lebih besar, yang artinya bahwa dengan semakin banyak tersedianya ion asetat, akan mendorong ion H+ untuk berikatan dengan ion asetat sehingga penurunan pH akibat ion H+ tidak terjadi (Santoso, et al., 2011). 

Pengujian nilai PH dilakukan dengan menggunakan PH meter.Prosedurnya yaitu PH meter dinyalakan dan dicuci dengan aquades,lalu dilap dengan menggunakan kertas hisap.Pengukuran PH dilakukan dengan memasukkan elektroda ke dalam larutan kemudian dibaca nilai yang tertera.Tiap kali PH meter selesai digunakan maka elektrodanya dibersihkan seperti pada tahap awal pengukuran PH (Maitimu, et al.,2012). 

C. ALAT DAN BAHAN 
1. Alat 
Alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu: 
  1. Pipet ukur 5 ml 
  2. Buret
  3. Pipet tetes 
  4. Filler 
  5. pH meter 
  6. Batang pengaduk 
  7. Gelas kimia 

2. Bahan 
Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: 
  1. NaOH 0,5 M 
  2. Asam asetat 0,1 M 
  3. Akuades 

D. PROSEDUR KERJA
LAPORAN PENENTUAN KONSENTRASI ASAM MENGGUNAKAN Ph METER

E. HASIL PENGAMATAN
1. Data Pengamatan
LAPORAN PENENTUAN KONSENTRASI ASAM MENGGUNAKAN Ph METER

2. Perhitungan
LAPORAN PENENTUAN KONSENTRASI ASAM MENGGUNAKAN Ph METER

F. PEMBAHASAN
Larutan buffer adalah larutan yang terdiri dari garam dengan asam lemahnya atau garam dengan basa lemahnya yang memiliki sifat dapat mempertahankan atau relative tidak mengubah PH dengan adanya penambahan sedikit asam atau sedikit basa. Hal ini disebabkan larutan penyangga memiliki pasangan asam basa konjugasi. Buffer disebut juga larutan penyangga atau dapar. Buffer sangat berfungsi baik untuk mempertahankan rentang pH suatu larutan baik yang bersifat asam maupun basa. Ketika suatu asam atau basa dicampurkan dengan garamnya maka larutan buffer tersebut akan memiliki suatu kapasitas buffer. Kapasitas Buffer merupakan parameter kuantitatif untuk menunjukkan kekuatan (resistensi) untuk mempertahankan pH larutan. 

Berdasarkan prinsipnya, larutan buffer terbagi menjadi dua yaitu larutan buffer yang bersifat asam dan yang bersifat basa. Larutan buffer asam dapat dibuat dengan cara mencampurkan sejumlah larutan asam lemah dengan larutan basa konjugasinya secara langsung. Selain itu, larutan buffer asam juga dapat dibuat dengan mencampurkan sejumlah larutan basa kuat dengan larutan asam lemah berlebih. Larutan buffer asam dapat mempertahankan nilai pH suatu larutan dengan rentang pH yang berkisar kurang dari 7 (<7) atau pada daerah asam. Sedangkan untuk buffer yang bersifat basa dapat mempertahankan nilai pH-nya dengan kisaran pH lebih dari (>7) atau pada daerah basa. Faktor-faktor yang mempengaruhi pH larutan dapar adalah penambahan garam-garam netral,pengenceran,dan temperatur.

Buffer pada bidang farmasi banyak digunakan untuk menetralkan darah atau biasanya pada kasus keracunan.Contohnya pada keracunan asam jengkolat.Dalam bidang farmasi banyak zat aktif yang harus berada dalam keadaan pH stabil.Perubahan pH akan menyebabkan khasiat zat aktif tersebut berkurang atau hilang sama sekali.

Pada percobaan ini telah dibuat suatu larutan buffer dimana sampel yang akan digunakan yaitu asam asetat (asam) dicampurkan dengan NaOH yaitu Natrium hidroksida. Reaksi yang ditunjukan yaitu:

CH3COOH + NaOH CH3COONa

Dalam proses pencampurannya, volume larutan CH3COOH yang digunakan adalah 60 ml. Setelah asam asetat dan natrium hidroksida bercampur,kemudian akan diukur kekuatan resistensi buffernya, atau kapasitas buffer sampel tersebut. Prinsip kerja yang digunakan yaitu sampel akan diukur dengan pH meter. pH meter adalah sebuah alat elektronik yang digunakan untuk mengukur pH asam ataupun basa dari suatu larutan.Dibandingkan dengan indikator yang biasa digunakan,pH meter lebih akurat dalam penentuan asam basa suatu larutan. Dengan pH meter juga dapat diketahui bahwa larutan tersebut sudah dalam keadaan netral.Keuntungan dari penggunaan pH meter dalam menentukan tingkat keasaman suatu senyawa adalah pemakaiannya bisa berulang-ulang dan nilai pH relatif cukup akurat.Prinsip kerja dari pH meter yaitu semakin banyak elektron pada sampel maka akan semakin bernilai asam begitupun sebaliknya,karena batang pada pH meter berisi larutan elektrolit lemah.

Cara menggunakan pH meter yaitu elektroda terlebih dahulu dibersihkan dengan air,aktifkan tombol on/off pada pH meter,dimasukkan kedalam larutan dan tekan tombol CAL dengan memutar elektroda dengan tujuan agar larutan buffer menjadi homogen.

G. KESIMPULAN
Kesimpulan dari percobaan ini yaitu:
  1. Cara menggunakan pH meter yaitu elektroda terlebih dahulu dibersihkan dengan air,aktifkan tombol on/off pada pH meter,dimasukkan kedalam larutan dan tekan tombol CAL dengan memutar elektroda dengan tujuan agar larutan buffer menjadi homogen.
  2. Konsentrasi asam larutan sampel adalah 1,01. 

DAFTAR PUSTAKA
Dewi, I. S P. dan Budi Agung K., 2012, Pengaruh Variasi pH Dan Konsentrasi Asam Asetat terhadap Karakteristik Korosi CO2 Pada Baja BS 970. Jurnal Teknik Material dan Metalurgi. Jurusan Teknik Material dan Metalurgi, FTI, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya. 

Maitimu, et al., 2012. Parameter Keasaman Susu Pasteurisasi Dengan Penambahan Ekstrak Daun Aileru (Wrigthia Caligria). Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, Vol. 1, No.1. Universitas Patimura, Ambon. 

Martin, Alfred, et al., 2009. Farmasi Fisik Edisi Ketiga,Jilid I. Jakarta: Universitas Indonesia Press. 
Santoso, et al., 2011. Pengaruh Konsentrasi CH3COOH Terhadapa Karakterisasi Korosi Baja BS 970 Di Lingkungan CO2. Jurnal Teknik Material dan Metalurgi. Jurusan Teknik Material dan Metalurgi, FTI, Institut Teknologi Sepuluh November. Surabaya. 

Rohman Abdul, Golib I. G. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar. Yogyakarta

LAPORAN PENENTUAN KONSENTRASI ASAM MENGGUNAKAN Ph METER


LAPORAN PENENTUAN KONSENTRASI ASAM MENGGUNAKAN Ph METER

LAPORAN PENENTUAN KONSENTRASI ASAM MENGGUNAKAN Ph METER
PRAKTIKUM FARMASI FISIKA 1 PERCOBAAN V 

A. TUJUAN 
Tujuan dari percobaan ini yaitu : 
  1. Memperkenalkan cara penggunaan PH meter 
  2. Mengetahui konsentrasi asam larutan sampel 

B. LANDASAN TEORI 
Dapar adalah senyawa-senyawa atau campuran senyawa yang dapat meniadakan perubahan pH terhadap penambahan sedikit asam atau basa. Peniadaan perubahan pH tersebut dikenal sebagai aksi dapar (Martin, at el., 2009). 

Larutan penyangga atau larutan buffer atau dapar merupakan suatu larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Adapun sifat yang paling menonjol dari larutan penyangga ini seperti pH larutan penyangga hanya berubah sedikit pada penambahan sedikit asam kuat. Disamping itu larutan penyangga merupakan larutan yang dibentuk oleh reaksi suatu asam lemah dengan basa konjugatnya ataupun oleh basa lemah dengan asam konjugatnya. Reaksi ini disebut sebagai reaksi asam-basa konjugasi. Disamping itu mempunyai sifat berbeda dengan komponen-komponen pembentuknya (Alexander ,2011). 

Larutan buffer sering digunakan dalam bidang kimia analsisis seperti pada pembuatan fase gerak pada KCKT dan ekstraksi obat dari larutan berair.Jenis buffer yang paling sederhana tersusun atas asam atau basa lemah yang dikombinasikan dengan asam atau basa kuat.Sistem buffer yang umum adalah system natrium asetat / asam asetat. 

Cara langsung yang digunakan untuk membuat buffer adalah dengan menambahkan natrium hidroksida pada asam asetat sampai PH yang dikehendaki tercapai.Kisaran PH yang paling efektif untuk embuat buffer adalah 1 unit PH disekitar nilai PKa asam atau basa lemah yang digunakan untuk membuat buffer.Sebagai contoh,nilai PKa asam asetat adalah 4,76 karena kisaran PH buffer yang paling efektif adalah 3,76-5,76 (Golib,2007). 


Asam asetat merupakan senyawa asam lemah yang artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO- ,yang konsentrasinya mendominasi total jumlah asam lemah dalam minyak mentah.. 
LAPORAN PENENTUAN KONSENTRASI ASAM MENGGUNAKAN Ph METER

Hedges dan McVeigh(1999) menyatakan bahwa asam asetat yang terdisosiasi tak sempurna dapat menimbulkan ion H+ cadangan lebih banyak sehingga asam asetat dapat berlaku sebagai penyuplai hidrogen. Selain itu asam asetat juga mempunyai efek terbatas terhadap pH karena dapat bertindak sebagai buffer. Jumlah dari ion asetat (CH3COO-) ini diperhitungkan melalui rumus Henderson-Hasselbach,. Rumus Henderson-Hasselbach:

dimana: pKa : konstanta kelarutan asam asetat = 4.89, (Dewi, et al., 2012). 

Asam asetat dengan konsentrasi yang relatif tinggi memiliki kapasitas buffer yang lebih besar, yang artinya bahwa dengan semakin banyak tersedianya ion asetat, akan mendorong ion H+ untuk berikatan dengan ion asetat sehingga penurunan pH akibat ion H+ tidak terjadi (Santoso, et al., 2011). 

Pengujian nilai PH dilakukan dengan menggunakan PH meter.Prosedurnya yaitu PH meter dinyalakan dan dicuci dengan aquades,lalu dilap dengan menggunakan kertas hisap.Pengukuran PH dilakukan dengan memasukkan elektroda ke dalam larutan kemudian dibaca nilai yang tertera.Tiap kali PH meter selesai digunakan maka elektrodanya dibersihkan seperti pada tahap awal pengukuran PH (Maitimu, et al.,2012). 

C. ALAT DAN BAHAN 
1. Alat 
Alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu: 
  1. Pipet ukur 5 ml 
  2. Buret
  3. Pipet tetes 
  4. Filler 
  5. pH meter 
  6. Batang pengaduk 
  7. Gelas kimia 

2. Bahan 
Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: 
  1. NaOH 0,5 M 
  2. Asam asetat 0,1 M 
  3. Akuades 

D. PROSEDUR KERJA
LAPORAN PENENTUAN KONSENTRASI ASAM MENGGUNAKAN Ph METER

E. HASIL PENGAMATAN
1. Data Pengamatan
LAPORAN PENENTUAN KONSENTRASI ASAM MENGGUNAKAN Ph METER

2. Perhitungan
LAPORAN PENENTUAN KONSENTRASI ASAM MENGGUNAKAN Ph METER

F. PEMBAHASAN
Larutan buffer adalah larutan yang terdiri dari garam dengan asam lemahnya atau garam dengan basa lemahnya yang memiliki sifat dapat mempertahankan atau relative tidak mengubah PH dengan adanya penambahan sedikit asam atau sedikit basa. Hal ini disebabkan larutan penyangga memiliki pasangan asam basa konjugasi. Buffer disebut juga larutan penyangga atau dapar. Buffer sangat berfungsi baik untuk mempertahankan rentang pH suatu larutan baik yang bersifat asam maupun basa. Ketika suatu asam atau basa dicampurkan dengan garamnya maka larutan buffer tersebut akan memiliki suatu kapasitas buffer. Kapasitas Buffer merupakan parameter kuantitatif untuk menunjukkan kekuatan (resistensi) untuk mempertahankan pH larutan. 

Berdasarkan prinsipnya, larutan buffer terbagi menjadi dua yaitu larutan buffer yang bersifat asam dan yang bersifat basa. Larutan buffer asam dapat dibuat dengan cara mencampurkan sejumlah larutan asam lemah dengan larutan basa konjugasinya secara langsung. Selain itu, larutan buffer asam juga dapat dibuat dengan mencampurkan sejumlah larutan basa kuat dengan larutan asam lemah berlebih. Larutan buffer asam dapat mempertahankan nilai pH suatu larutan dengan rentang pH yang berkisar kurang dari 7 (<7) atau pada daerah asam. Sedangkan untuk buffer yang bersifat basa dapat mempertahankan nilai pH-nya dengan kisaran pH lebih dari (>7) atau pada daerah basa. Faktor-faktor yang mempengaruhi pH larutan dapar adalah penambahan garam-garam netral,pengenceran,dan temperatur.

Buffer pada bidang farmasi banyak digunakan untuk menetralkan darah atau biasanya pada kasus keracunan.Contohnya pada keracunan asam jengkolat.Dalam bidang farmasi banyak zat aktif yang harus berada dalam keadaan pH stabil.Perubahan pH akan menyebabkan khasiat zat aktif tersebut berkurang atau hilang sama sekali.

Pada percobaan ini telah dibuat suatu larutan buffer dimana sampel yang akan digunakan yaitu asam asetat (asam) dicampurkan dengan NaOH yaitu Natrium hidroksida. Reaksi yang ditunjukan yaitu:

CH3COOH + NaOH CH3COONa

Dalam proses pencampurannya, volume larutan CH3COOH yang digunakan adalah 60 ml. Setelah asam asetat dan natrium hidroksida bercampur,kemudian akan diukur kekuatan resistensi buffernya, atau kapasitas buffer sampel tersebut. Prinsip kerja yang digunakan yaitu sampel akan diukur dengan pH meter. pH meter adalah sebuah alat elektronik yang digunakan untuk mengukur pH asam ataupun basa dari suatu larutan.Dibandingkan dengan indikator yang biasa digunakan,pH meter lebih akurat dalam penentuan asam basa suatu larutan. Dengan pH meter juga dapat diketahui bahwa larutan tersebut sudah dalam keadaan netral.Keuntungan dari penggunaan pH meter dalam menentukan tingkat keasaman suatu senyawa adalah pemakaiannya bisa berulang-ulang dan nilai pH relatif cukup akurat.Prinsip kerja dari pH meter yaitu semakin banyak elektron pada sampel maka akan semakin bernilai asam begitupun sebaliknya,karena batang pada pH meter berisi larutan elektrolit lemah.

Cara menggunakan pH meter yaitu elektroda terlebih dahulu dibersihkan dengan air,aktifkan tombol on/off pada pH meter,dimasukkan kedalam larutan dan tekan tombol CAL dengan memutar elektroda dengan tujuan agar larutan buffer menjadi homogen.

G. KESIMPULAN
Kesimpulan dari percobaan ini yaitu:
  1. Cara menggunakan pH meter yaitu elektroda terlebih dahulu dibersihkan dengan air,aktifkan tombol on/off pada pH meter,dimasukkan kedalam larutan dan tekan tombol CAL dengan memutar elektroda dengan tujuan agar larutan buffer menjadi homogen.
  2. Konsentrasi asam larutan sampel adalah 1,01. 

DAFTAR PUSTAKA
Dewi, I. S P. dan Budi Agung K., 2012, Pengaruh Variasi pH Dan Konsentrasi Asam Asetat terhadap Karakteristik Korosi CO2 Pada Baja BS 970. Jurnal Teknik Material dan Metalurgi. Jurusan Teknik Material dan Metalurgi, FTI, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya. 

Maitimu, et al., 2012. Parameter Keasaman Susu Pasteurisasi Dengan Penambahan Ekstrak Daun Aileru (Wrigthia Caligria). Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, Vol. 1, No.1. Universitas Patimura, Ambon. 

Martin, Alfred, et al., 2009. Farmasi Fisik Edisi Ketiga,Jilid I. Jakarta: Universitas Indonesia Press. 
Santoso, et al., 2011. Pengaruh Konsentrasi CH3COOH Terhadapa Karakterisasi Korosi Baja BS 970 Di Lingkungan CO2. Jurnal Teknik Material dan Metalurgi. Jurusan Teknik Material dan Metalurgi, FTI, Institut Teknologi Sepuluh November. Surabaya. 

Rohman Abdul, Golib I. G. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar. Yogyakarta