LAPORAN PENENTUAN PENGARUH ZAT TAMBAHAN TERHADAP VISKOSITAS PROPILEN GLIKOL MENGGUNAKAN VISKOMETER OSTWALD - ElrinAlria
LAPORAN PENENTUAN PENGARUH ZAT TAMBAHAN TERHADAP VISKOSITAS PROPILEN GLIKOL MENGGUNAKAN VISKOMETER OSTWALD
LAPORAN PRAKTIKUM FARMASI FISIK II
PERCOBAAN III
PENENTUAN PENGARUH ZAT TAMBAHAN TERHADAP VISKOSITAS PROPILEN GLIKOL MENGGUNAKAN VISKOMETER OSTWALD

A. Tujuan
Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah sebagai berikut :
  1. Mahasiswa mampu memahami cara penentuan viskositas larutan menggunakan viscometer Ostwald. 
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang pengaruh kehadiran zat lain terhadap viskositas propilen glikol. 

B. Landasan Teori
Farmasi Fisik adalah bidang ilmu yang mempelajari persoalan yang berhubungan dengan fenomena fisika dan kimia terutama yang erat kaitannya dengan formulasi sediaaan dan sistem dispersi. Untuk dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap fenomena fisika dan kimia yang terkait dengan formulasi sediaan dan sistem dispersi maka diperlukan praktek di laboratorium (Irawan, 2006).

Viskositas (kekentalan) berasal dari perkataan Viscous. Suatu bahan apabila dipanaskan sebelum menjadi cair terlebih dulu menjadi viscous yaitu menjadi lunak dan dapat mengalir pelan-pelan. Viskositas dapat dianggap sebagai gerakan di bagian dalam (internal) suatu fluida. Satuan viskositas fluida dalam sistem cgs adalah dyne det cm-2, yang biasa disebut dengan istilah poise di mana 1 poise sama dengan 1 dyne det cm-2. Viskositas dipengaruhi oleh perubahan suhu. Apabila suhu naik maka viskositas menjadi turun atau sebaliknya (Budianto, 2008).

Viskositas suatu fluida merupakan daya hambat yang disebabkan oleh gesekan antara molekul-molekul cairan, yang mampu menahan aliran fluida sehingga dapat dinyatakan sebagai indicator tingkat kekentalannya. Nilai kuantitatif dari viskositas dapat dihitung dengan membandingkan gaya tekan per satuan luas terhadap gradient kecepatan aliran fluida (Warsito, dkk., 2012).

Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas zat cair yaitu: 1)Tekanan. Viskositas cairan naik dengan naiknya tekanan sedangkan viskositas gas tidak dipengaruhi oleh tekanan. Tekanan pada vsikositas fluida akan memberikan pengaruh pada ikatan partikel-partilkel pada zat cair. 2) Temperatur. Viskositas akan turun dengan naiknya temperatur, sedangkan viskositas gas naik dengan naiknya temperatur. Pemanasan zat cair menyebabakan molekul – molekulnya memperoleh energi. Molekul- molekul cairan bergerak sehingga gaya interaksi antar molekul melemah. Dengan demikian viskositas cairan akan turun dengan kenaikan temperature. 3) Ukuran dan berat molekul. Viskositas naik dengan naiknya berat molekul. Misalnya laju aliran alkohol cepat, larutan minyak laju alirannya lambat dan kekentalannya tinggi. Larutan minyak misalnya CPO memiliki kekentalan tinggi serta laju aliran lambat sehingga viskositas juga tinggi. 4) Kekuatan antar molekul. Semakin besar ikatan antar molekul suatu zat cair maka nilai viskositas yang dimiliki akan semakin tinggi ( Juhantoro, dkk., 2012).

Alat pengukur viskositas suatu cairan dinakan viscometer (viscometer). Zat yang dapat diukur viskositasnya seperti oli pelumas mesin, produk susu, cat, air murni, darah, minyak goring atau sirup. Ini berarti yidak sedikit bidang profesi yang membutuhkan data viskositas, diantaranya fisikawan, kimiawan, analis kimia industry, dokter, kimia farmasi, kimia lingkungan, perminyakan, biokimia, dan sebagainya. Ada beberapa metoda yang digunakan untuk mengukur viskositas yaitu metoda bola jatuh, bola bergulir, pipa kapiler, rotasi silinder kosentris, rotasi kerucut-plat, pelat parallel dan Ford-cup (Surtono, dan Eko, 2007).

Metode Ostwald ditentukan berdasarkan hokum Poiseuille menggunakan alat viscometer Ostwald. Penetapannya dilakukan dengan jalan mengukur waktu yang diperlukan untuk mengalirnya cairan dalam pipa kapiler dari a ke b. sejumlah cairan yang akan diukur vskositasnya dimasukkan ke dalam viscometer Ostwald melalui tabung P. cairan dihisap ke tabung Q sampai melewati tanda a, dan dibiarkan mengalir melalui batas. Saat mengalir melaui batas atas (tanda a), stopwatch dijalankan dan saat melewati batas bawah (tanda b), stopwatch dimatikan. Kemudian waktu yang diperlukan cairan untuk melewati batas atas ke batas bawah dicatat (Apriani, dkk., 2013)

Propilen glikol digunakan sebagai humectants yang akan mempertahankan kandungan air dalam sediaan sehingga sifat fisik dan stabilitas sediaan selama penyimpanan dapat dipertahankan. Propilen glikol memiliki stabilitas yang baik pada pH 3 – 6. Oleh karena itu propilen glikol dapat digunakan sebagai humektan dalam sediaan (Rini, 2010) 

Propilen glikol unik di antara glikol-glikol lainnya karena aman bagi manusia untuk digunakan secara internal. Propilen glikol dimaksudkan untuk digunakan manusia sebagai USP grade dan umumnya ditemukan dalam makanan, obat-obatan, kosmetik, dan aplikasi lainnya yang melibatkan kemungkinan konsumsi atau penyerapan melalui kulit. AS Food and Drug Administration telah menyetujui penggunaan propilen glikol dalam berbagai kategori makanan. Sebuah kelas industri dari propilen glikol biasanya ditentukan untuk kegunaan lain. Secara umum dengan sebagian glikol lainnya, propilen glikol tidak berbau dan tidak berwarna, dan memiliki berbagai solvabilitas untuk bahan organik, selain benar-benar menjadi air (Martin dan Frank, 2010).

C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah :
  • a) Botol semprot
  • b) Corong
  • c) Filler
  • d) Piknometer
  • e) Pipet tetes
  • f) Statif dan klem
  • g) Stopwatch
  • h) Timbangan analitik
  • i) Viskometer Ostwald

2. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan percobaan ini adalah :
  • a) Akuades
  • b) Madu 
  • c) Propilen glikol 30%
  • d) Tisu

D. URAIAN BAHAN
1. Aquades (Ditjen POM, 1979 : 96)
Nama Resmi : Aqua Destillata
Nama Lain : Air silung
RM/BM : H2O/ 18,02 gr/mol
Rumus Struktur : 
Pemerian : Cairan jernih tidak berwarna; tidak berbau; tidak mempunyai rasa.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Khasiat : Sebagai pelarut.

2. Propilen Glikol (Ditjen POM, 1979 : 534)
Nama Resmi : Propylenglycolum
Nama Lain : Propileng glikol
RM/BM : C3H8O2/ 76,10 gr/mol
Pemerian : Cairan kental, jernih tidak berwarna; tidak berbau; rasa agak manis; higroskopik.
Kelarutan : Dapat campur dengan air, dengan etanol (95%) P, dan dengan kloroform P; larut dalam enam bagian eter P; tidak dapat campur dengan eter minyak tanah P dan minyak lemak.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Khasiat : Sebagai pelarut, zat tambahan

C. PROSEDUR KERJA
LAPORAN PENENTUAN PENGARUH ZAT TAMBAHAN TERHADAP VISKOSITAS PROPILEN GLIKOL MENGGUNAKAN VISKOMETER OSTWALD
D. HASIL PENGAMATAN
LAPORAN PENENTUAN PENGARUH ZAT TAMBAHAN TERHADAP VISKOSITAS PROPILEN GLIKOL MENGGUNAKAN VISKOMETER OSTWALD

C. PEMBAHASAN 
Viskositas merupakan ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan didalam fluida. Semakin besar viskositas suatu fluida maka makin sulit suatu fluida mengalir dan makin sulit suatu benda begerak didalam fluida tersebut.

Viskositas dalam zat cair, yang berperan adalah gaya kohesi antar partikel zat cair. Oleh karena itu, semakin besar viskositas zat cair maka semakin susah benda padat bergerak di dalam zat cair tersebut. Akibat adanya kekentalan zat cair di dalam pipa maka besarnya kecapatan gerakpartikel pada penampang melintang tersebut tidak sama, hal ini disebabkan adanya gesekan antar molekul pada cairan kental. Besaran viskositas berbanding terbalik dengan perubahan temperatur karena kenaikan temperatur akan melemahkan ikatan antar molekul suatu jenis cairan sehingga akan menurunkan nilai viskositasnya. Penentuan viskositas larutan dilakukan dengan menggunakan viskometer Ostwald dan juga menggunakan piknometer.

Percobaan ini menggunakan viskometer Ostwald, yang mana pada metode ini dilakukan dengan mengukur waktu alir yang dibutuhkan oleh suatu cairan (fluida) pada konsentrasi tertentu untuk mengalir antara dua tanda pada pipa viskometer. Keunggulan dari metode ini adalah lebih cepat, lebih mudah, alatnya murah serta perhitungannya lebih sederhana. Prinsip dari penentuan viskositas dengan metode viskometer Ostwald ini dilakukan dengan memasukkan cairan (aquadest dan propilen glikol) ke dalam alat viskometer melalui pipa A kemudian dengan cara menghisap cairan dibawa ke B sampai garis atas. Selanjutnya cairan dibiarkan mengalir bebas dan waktu yang diperlukan untuk mengalir dari garis atas ke bawah diukur. Masing-masing perlakuan di ulangi tiga kali, hal ini dilakukan karena untuk mendapatkan nilai yang mendekati benar sebab alat yang digunakan tidak dapat menentukan hasilnya secara pasti. Dari ketiga hasil tersebut kemudian dirata-ratakan.

Cairan yang akan ditentukan viskositasnya pada percobaan ini adalah propilen glikol dengan konsentrasi yaitu 30 % ini dimaksudkan agar kita mengetahui bagaimana pengaruh kadar zat tambahan atau konsentrasi terhadap viskositas cairan tersebut. Bahan lain yang digunakan untuk diukur viskositasnya adalah aquades yang berfungsi sebagai pembanding saja.

Pengamatan pada propilen glikol 10 mL konsentrasi 30 % waktu yang diperlukan dari start mark ke stop mark adalah 01:51 menit, pada aquades 15 ml waktu yang diperlukan adalah 01:32 menit, pada 15 mL propilen glikol + 1 mL aquades waktu yang diperlukan adalah 02:27 menit, sedangkan pada 15 mL propilen glikol + 1 mL madu waktu yang diperlukan adalah 03:16 menit. Secara teori, semakin lama waktu yang diperlukan untuk mengalirnya suatu fluida dari gaeris atas ke garis bawah, maka semakin besar pula nilai viskositas cairan. Hal ini sesuai dengan hasil pengamatan yaitu gliserin dengan konsentrasi yang diperoleh. Propilen glikol konsentrasi 30% + madu memerlukan waktu yang relatif lebih lama untuk mengalir dalam pipa viskometer dibandingkan dengan sampel lain, sehingga propilen glikol + madu yang memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dibanding aquadest cenderung memiliki nilai viskositas yang lebih besar pula. Hal tersebut dikarenakan konsentrasi larutan menyatakan banyaknya partikel zat yang terlarut tiap satuan volume. Semakin banyak partikel yang terlarut, gesekan antar partikel semakin tinggi dan viskositasnya semakin tinggi pula.

Hasil pengamatan pada percobaan ini adalah menunjukan nilai viskositas propilen glikol 30 % yaitu sebesar 1,34 x 10-3 N/m2S. Viskositas propilen glikol 30 % 10 mL + 1 mL akuades yaitu sebesar 1,77 x 10-3 N/m2S. Viskositas propilen glikol 30 % 10 mL + 1 mL Madu yaitu sebesar 2,37 x 10-3 N/m2S.

Prinsip-prinsip rheologi dalam bidang farmasi diaplikasikan dalam pembuatan krim, suspensi, emulsi, lotion, pasta, penyalut tablet dan lain-lain. Selain itu, prinsip rheologi digunakan juga untuk karakteristik produk sediaan farmasi sebagai penjamin kualitas yang sama untuk setiap batch. Rheologi juga meliputi pencampuran aliran dari bahan, penuangan, pengeluaran dari tube atau pelewatan jarum suntik.

D. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa :
  1. Cara menentukan viskositas larutan dengan menggunakan viskometer Ostwald yaitu dengan mengukur waktu yang diperlukan sampel untuk mengalir dari batas atas (m) sampai batas bawah (n) pada pipa kapiler yang disebabkan oleh berat cairan atau konsentrasi cairan itu sendiri. 
  2. Pengaruh kadar larutan terhadap viskositas berbanding lurus, dimana jika larutan memiliki konsentrasi yang tinggi maka akan memiliki viskositas yang tinggi dan sebaliknya, jika larutan memiliki konsentrasi yang rendah maka akan memiliki viskositas yang rendah pula. 
  3. Nilai viskositas propilen glikol 30 % yaitu sebesar 1,34 x 10-3 N/m2S. Viskositas propilen glikol 30 % 10 mL + 1 mL akuades yaitu sebesar 1,77 x 10-3 N/m2S. Viskositas propilen glikol 30 % 10 mL + 1 mL Madu yaitu sebesar 2,377 x 10-3 N/m2S. 


DAFTAR PUSTAKA
Arif Surtono, A., dan Eko, S., 2007, Aplikasi Sensor Fotodioda Pada Viskometer Metode Bola Jatuh Berbantukan Komputer, Jurnal Sains Mipa,, Vol.13(3).

Apriani, D., Gusnedi, dan Yenni D., 2013, Studi Tentang Nilai Viskositas Madu Hutan dari Beberapa Daerah di Sumatera Barat untuk Mengetahui Kualitas Madu, Jurnal Pillar Of Physics, Vol.2.

Budianto, A. 2008. Metode Penentuan Koefisien Kekentalan Zat Cair Dengan Menggunakan Regresi Linear Hukum Stokes. Seminar Nasional IV SDM Teknologi Nuklir Yogyakarta, ISSN 1978-0176

Ditjen POM RI., l979, Farmakope Indonesia Edisi III, Depkes RI., Jakarta.

Dwiastuti, R., 2010, Pengaruh Penambahan Cmc (Carboxymethyl Cellulose) Sebagai Gelling Agent Dan Propilen Glikol Sebagai Humektan Dalam Sediaan Gel Sunscreen Ekstrak Kering Polifenol Teh Hijau (Camellia Sinensis L), Jurnal Penelitian, Vol.13(2).

Irawan, E. D., 2006, Studi In Vitro Hubungan Logaritma Koefisien Partisi Dengan Ikatan Protein Plasma Dari Antidiabet Turunan Sulfonil Urea Sebagai Bahan Pembelajaran Mata Kuliah Farmasi Fisik, Jurnal Pengembangan Pendidikan, Vol.3(1).

Juhantoro, N., I Made Ariana, dan Semin Sanuri., 2012, Penentuan Properties Bahan Bakar Batubara Cair untuk Bahan Bakar Marine Diesel Engine, Jurnal Teknis ITS, 1(1).

Martin, E. A., dan Frank, H. M., 2010, Glycols Propylene Glycols, Dow Chemical Company, Vol 12.

Warsito, Sri, W.S., dan Dyan I., 2012, Desain dan Analisis Pengukuran Viskositas dengan Metode Bola Jatuh, , Jurnal Natur Indonesia, Vol.14(3).

LAPORAN PENENTUAN PENGARUH ZAT TAMBAHAN TERHADAP VISKOSITAS PROPILEN GLIKOL MENGGUNAKAN VISKOMETER OSTWALD

LAPORAN PENENTUAN PENGARUH ZAT TAMBAHAN TERHADAP VISKOSITAS PROPILEN GLIKOL MENGGUNAKAN VISKOMETER OSTWALD
LAPORAN PRAKTIKUM FARMASI FISIK II
PERCOBAAN III
PENENTUAN PENGARUH ZAT TAMBAHAN TERHADAP VISKOSITAS PROPILEN GLIKOL MENGGUNAKAN VISKOMETER OSTWALD

A. Tujuan
Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah sebagai berikut :
  1. Mahasiswa mampu memahami cara penentuan viskositas larutan menggunakan viscometer Ostwald. 
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang pengaruh kehadiran zat lain terhadap viskositas propilen glikol. 

B. Landasan Teori
Farmasi Fisik adalah bidang ilmu yang mempelajari persoalan yang berhubungan dengan fenomena fisika dan kimia terutama yang erat kaitannya dengan formulasi sediaaan dan sistem dispersi. Untuk dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap fenomena fisika dan kimia yang terkait dengan formulasi sediaan dan sistem dispersi maka diperlukan praktek di laboratorium (Irawan, 2006).

Viskositas (kekentalan) berasal dari perkataan Viscous. Suatu bahan apabila dipanaskan sebelum menjadi cair terlebih dulu menjadi viscous yaitu menjadi lunak dan dapat mengalir pelan-pelan. Viskositas dapat dianggap sebagai gerakan di bagian dalam (internal) suatu fluida. Satuan viskositas fluida dalam sistem cgs adalah dyne det cm-2, yang biasa disebut dengan istilah poise di mana 1 poise sama dengan 1 dyne det cm-2. Viskositas dipengaruhi oleh perubahan suhu. Apabila suhu naik maka viskositas menjadi turun atau sebaliknya (Budianto, 2008).

Viskositas suatu fluida merupakan daya hambat yang disebabkan oleh gesekan antara molekul-molekul cairan, yang mampu menahan aliran fluida sehingga dapat dinyatakan sebagai indicator tingkat kekentalannya. Nilai kuantitatif dari viskositas dapat dihitung dengan membandingkan gaya tekan per satuan luas terhadap gradient kecepatan aliran fluida (Warsito, dkk., 2012).

Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas zat cair yaitu: 1)Tekanan. Viskositas cairan naik dengan naiknya tekanan sedangkan viskositas gas tidak dipengaruhi oleh tekanan. Tekanan pada vsikositas fluida akan memberikan pengaruh pada ikatan partikel-partilkel pada zat cair. 2) Temperatur. Viskositas akan turun dengan naiknya temperatur, sedangkan viskositas gas naik dengan naiknya temperatur. Pemanasan zat cair menyebabakan molekul – molekulnya memperoleh energi. Molekul- molekul cairan bergerak sehingga gaya interaksi antar molekul melemah. Dengan demikian viskositas cairan akan turun dengan kenaikan temperature. 3) Ukuran dan berat molekul. Viskositas naik dengan naiknya berat molekul. Misalnya laju aliran alkohol cepat, larutan minyak laju alirannya lambat dan kekentalannya tinggi. Larutan minyak misalnya CPO memiliki kekentalan tinggi serta laju aliran lambat sehingga viskositas juga tinggi. 4) Kekuatan antar molekul. Semakin besar ikatan antar molekul suatu zat cair maka nilai viskositas yang dimiliki akan semakin tinggi ( Juhantoro, dkk., 2012).

Alat pengukur viskositas suatu cairan dinakan viscometer (viscometer). Zat yang dapat diukur viskositasnya seperti oli pelumas mesin, produk susu, cat, air murni, darah, minyak goring atau sirup. Ini berarti yidak sedikit bidang profesi yang membutuhkan data viskositas, diantaranya fisikawan, kimiawan, analis kimia industry, dokter, kimia farmasi, kimia lingkungan, perminyakan, biokimia, dan sebagainya. Ada beberapa metoda yang digunakan untuk mengukur viskositas yaitu metoda bola jatuh, bola bergulir, pipa kapiler, rotasi silinder kosentris, rotasi kerucut-plat, pelat parallel dan Ford-cup (Surtono, dan Eko, 2007).

Metode Ostwald ditentukan berdasarkan hokum Poiseuille menggunakan alat viscometer Ostwald. Penetapannya dilakukan dengan jalan mengukur waktu yang diperlukan untuk mengalirnya cairan dalam pipa kapiler dari a ke b. sejumlah cairan yang akan diukur vskositasnya dimasukkan ke dalam viscometer Ostwald melalui tabung P. cairan dihisap ke tabung Q sampai melewati tanda a, dan dibiarkan mengalir melalui batas. Saat mengalir melaui batas atas (tanda a), stopwatch dijalankan dan saat melewati batas bawah (tanda b), stopwatch dimatikan. Kemudian waktu yang diperlukan cairan untuk melewati batas atas ke batas bawah dicatat (Apriani, dkk., 2013)

Propilen glikol digunakan sebagai humectants yang akan mempertahankan kandungan air dalam sediaan sehingga sifat fisik dan stabilitas sediaan selama penyimpanan dapat dipertahankan. Propilen glikol memiliki stabilitas yang baik pada pH 3 – 6. Oleh karena itu propilen glikol dapat digunakan sebagai humektan dalam sediaan (Rini, 2010) 

Propilen glikol unik di antara glikol-glikol lainnya karena aman bagi manusia untuk digunakan secara internal. Propilen glikol dimaksudkan untuk digunakan manusia sebagai USP grade dan umumnya ditemukan dalam makanan, obat-obatan, kosmetik, dan aplikasi lainnya yang melibatkan kemungkinan konsumsi atau penyerapan melalui kulit. AS Food and Drug Administration telah menyetujui penggunaan propilen glikol dalam berbagai kategori makanan. Sebuah kelas industri dari propilen glikol biasanya ditentukan untuk kegunaan lain. Secara umum dengan sebagian glikol lainnya, propilen glikol tidak berbau dan tidak berwarna, dan memiliki berbagai solvabilitas untuk bahan organik, selain benar-benar menjadi air (Martin dan Frank, 2010).

C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah :
  • a) Botol semprot
  • b) Corong
  • c) Filler
  • d) Piknometer
  • e) Pipet tetes
  • f) Statif dan klem
  • g) Stopwatch
  • h) Timbangan analitik
  • i) Viskometer Ostwald

2. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan percobaan ini adalah :
  • a) Akuades
  • b) Madu 
  • c) Propilen glikol 30%
  • d) Tisu

D. URAIAN BAHAN
1. Aquades (Ditjen POM, 1979 : 96)
Nama Resmi : Aqua Destillata
Nama Lain : Air silung
RM/BM : H2O/ 18,02 gr/mol
Rumus Struktur : 
Pemerian : Cairan jernih tidak berwarna; tidak berbau; tidak mempunyai rasa.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Khasiat : Sebagai pelarut.

2. Propilen Glikol (Ditjen POM, 1979 : 534)
Nama Resmi : Propylenglycolum
Nama Lain : Propileng glikol
RM/BM : C3H8O2/ 76,10 gr/mol
Pemerian : Cairan kental, jernih tidak berwarna; tidak berbau; rasa agak manis; higroskopik.
Kelarutan : Dapat campur dengan air, dengan etanol (95%) P, dan dengan kloroform P; larut dalam enam bagian eter P; tidak dapat campur dengan eter minyak tanah P dan minyak lemak.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Khasiat : Sebagai pelarut, zat tambahan

C. PROSEDUR KERJA
LAPORAN PENENTUAN PENGARUH ZAT TAMBAHAN TERHADAP VISKOSITAS PROPILEN GLIKOL MENGGUNAKAN VISKOMETER OSTWALD
D. HASIL PENGAMATAN
LAPORAN PENENTUAN PENGARUH ZAT TAMBAHAN TERHADAP VISKOSITAS PROPILEN GLIKOL MENGGUNAKAN VISKOMETER OSTWALD

C. PEMBAHASAN 
Viskositas merupakan ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan didalam fluida. Semakin besar viskositas suatu fluida maka makin sulit suatu fluida mengalir dan makin sulit suatu benda begerak didalam fluida tersebut.

Viskositas dalam zat cair, yang berperan adalah gaya kohesi antar partikel zat cair. Oleh karena itu, semakin besar viskositas zat cair maka semakin susah benda padat bergerak di dalam zat cair tersebut. Akibat adanya kekentalan zat cair di dalam pipa maka besarnya kecapatan gerakpartikel pada penampang melintang tersebut tidak sama, hal ini disebabkan adanya gesekan antar molekul pada cairan kental. Besaran viskositas berbanding terbalik dengan perubahan temperatur karena kenaikan temperatur akan melemahkan ikatan antar molekul suatu jenis cairan sehingga akan menurunkan nilai viskositasnya. Penentuan viskositas larutan dilakukan dengan menggunakan viskometer Ostwald dan juga menggunakan piknometer.

Percobaan ini menggunakan viskometer Ostwald, yang mana pada metode ini dilakukan dengan mengukur waktu alir yang dibutuhkan oleh suatu cairan (fluida) pada konsentrasi tertentu untuk mengalir antara dua tanda pada pipa viskometer. Keunggulan dari metode ini adalah lebih cepat, lebih mudah, alatnya murah serta perhitungannya lebih sederhana. Prinsip dari penentuan viskositas dengan metode viskometer Ostwald ini dilakukan dengan memasukkan cairan (aquadest dan propilen glikol) ke dalam alat viskometer melalui pipa A kemudian dengan cara menghisap cairan dibawa ke B sampai garis atas. Selanjutnya cairan dibiarkan mengalir bebas dan waktu yang diperlukan untuk mengalir dari garis atas ke bawah diukur. Masing-masing perlakuan di ulangi tiga kali, hal ini dilakukan karena untuk mendapatkan nilai yang mendekati benar sebab alat yang digunakan tidak dapat menentukan hasilnya secara pasti. Dari ketiga hasil tersebut kemudian dirata-ratakan.

Cairan yang akan ditentukan viskositasnya pada percobaan ini adalah propilen glikol dengan konsentrasi yaitu 30 % ini dimaksudkan agar kita mengetahui bagaimana pengaruh kadar zat tambahan atau konsentrasi terhadap viskositas cairan tersebut. Bahan lain yang digunakan untuk diukur viskositasnya adalah aquades yang berfungsi sebagai pembanding saja.

Pengamatan pada propilen glikol 10 mL konsentrasi 30 % waktu yang diperlukan dari start mark ke stop mark adalah 01:51 menit, pada aquades 15 ml waktu yang diperlukan adalah 01:32 menit, pada 15 mL propilen glikol + 1 mL aquades waktu yang diperlukan adalah 02:27 menit, sedangkan pada 15 mL propilen glikol + 1 mL madu waktu yang diperlukan adalah 03:16 menit. Secara teori, semakin lama waktu yang diperlukan untuk mengalirnya suatu fluida dari gaeris atas ke garis bawah, maka semakin besar pula nilai viskositas cairan. Hal ini sesuai dengan hasil pengamatan yaitu gliserin dengan konsentrasi yang diperoleh. Propilen glikol konsentrasi 30% + madu memerlukan waktu yang relatif lebih lama untuk mengalir dalam pipa viskometer dibandingkan dengan sampel lain, sehingga propilen glikol + madu yang memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dibanding aquadest cenderung memiliki nilai viskositas yang lebih besar pula. Hal tersebut dikarenakan konsentrasi larutan menyatakan banyaknya partikel zat yang terlarut tiap satuan volume. Semakin banyak partikel yang terlarut, gesekan antar partikel semakin tinggi dan viskositasnya semakin tinggi pula.

Hasil pengamatan pada percobaan ini adalah menunjukan nilai viskositas propilen glikol 30 % yaitu sebesar 1,34 x 10-3 N/m2S. Viskositas propilen glikol 30 % 10 mL + 1 mL akuades yaitu sebesar 1,77 x 10-3 N/m2S. Viskositas propilen glikol 30 % 10 mL + 1 mL Madu yaitu sebesar 2,37 x 10-3 N/m2S.

Prinsip-prinsip rheologi dalam bidang farmasi diaplikasikan dalam pembuatan krim, suspensi, emulsi, lotion, pasta, penyalut tablet dan lain-lain. Selain itu, prinsip rheologi digunakan juga untuk karakteristik produk sediaan farmasi sebagai penjamin kualitas yang sama untuk setiap batch. Rheologi juga meliputi pencampuran aliran dari bahan, penuangan, pengeluaran dari tube atau pelewatan jarum suntik.

D. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa :
  1. Cara menentukan viskositas larutan dengan menggunakan viskometer Ostwald yaitu dengan mengukur waktu yang diperlukan sampel untuk mengalir dari batas atas (m) sampai batas bawah (n) pada pipa kapiler yang disebabkan oleh berat cairan atau konsentrasi cairan itu sendiri. 
  2. Pengaruh kadar larutan terhadap viskositas berbanding lurus, dimana jika larutan memiliki konsentrasi yang tinggi maka akan memiliki viskositas yang tinggi dan sebaliknya, jika larutan memiliki konsentrasi yang rendah maka akan memiliki viskositas yang rendah pula. 
  3. Nilai viskositas propilen glikol 30 % yaitu sebesar 1,34 x 10-3 N/m2S. Viskositas propilen glikol 30 % 10 mL + 1 mL akuades yaitu sebesar 1,77 x 10-3 N/m2S. Viskositas propilen glikol 30 % 10 mL + 1 mL Madu yaitu sebesar 2,377 x 10-3 N/m2S. 


DAFTAR PUSTAKA
Arif Surtono, A., dan Eko, S., 2007, Aplikasi Sensor Fotodioda Pada Viskometer Metode Bola Jatuh Berbantukan Komputer, Jurnal Sains Mipa,, Vol.13(3).

Apriani, D., Gusnedi, dan Yenni D., 2013, Studi Tentang Nilai Viskositas Madu Hutan dari Beberapa Daerah di Sumatera Barat untuk Mengetahui Kualitas Madu, Jurnal Pillar Of Physics, Vol.2.

Budianto, A. 2008. Metode Penentuan Koefisien Kekentalan Zat Cair Dengan Menggunakan Regresi Linear Hukum Stokes. Seminar Nasional IV SDM Teknologi Nuklir Yogyakarta, ISSN 1978-0176

Ditjen POM RI., l979, Farmakope Indonesia Edisi III, Depkes RI., Jakarta.

Dwiastuti, R., 2010, Pengaruh Penambahan Cmc (Carboxymethyl Cellulose) Sebagai Gelling Agent Dan Propilen Glikol Sebagai Humektan Dalam Sediaan Gel Sunscreen Ekstrak Kering Polifenol Teh Hijau (Camellia Sinensis L), Jurnal Penelitian, Vol.13(2).

Irawan, E. D., 2006, Studi In Vitro Hubungan Logaritma Koefisien Partisi Dengan Ikatan Protein Plasma Dari Antidiabet Turunan Sulfonil Urea Sebagai Bahan Pembelajaran Mata Kuliah Farmasi Fisik, Jurnal Pengembangan Pendidikan, Vol.3(1).

Juhantoro, N., I Made Ariana, dan Semin Sanuri., 2012, Penentuan Properties Bahan Bakar Batubara Cair untuk Bahan Bakar Marine Diesel Engine, Jurnal Teknis ITS, 1(1).

Martin, E. A., dan Frank, H. M., 2010, Glycols Propylene Glycols, Dow Chemical Company, Vol 12.

Warsito, Sri, W.S., dan Dyan I., 2012, Desain dan Analisis Pengukuran Viskositas dengan Metode Bola Jatuh, , Jurnal Natur Indonesia, Vol.14(3).