LAPORAN PENENTUAN VISKOSITAS LARUTAN NEWTON DENGAN VISKOMETER OSTWALD - ElrinAlria
LAPORAN PENENTUAN VISKOSITAS LARUTAN NEWTON DENGAN VISKOMETER OSTWALD
LAPORAN PRAKTIKUM FARMASI FISIKA II
PERCOBAAN II
PENENTUAN VISKOSITAS LARUTAN NEWTON DENGAN VISKOMETER OSTWALD

A. TUJUAN
Tujuan dari percobaan ini adalah :
  1. Untuk mempelajari cara penentuan viskositas larutan newton dengan viskometer ostwald.
  2. Untuk mempelajari pengaruh kadar larutan terhadap viskositas larutan.

B. LANDASAN TEORI
Viskositas suatu fluida merupakan daya hambat yang disebabkan oleh gesekan antara molekul-molekul cairan, yang mampu menahan aliran fluida sehingga dapat dinyatakan sebagai indikator tingkat kekentalan. Nilai kuantitatif dari viskositas dapat dihitung dengan membandingkan gaya tekan per satuan luas terhadap gradien kecepatan aliran dari fluida (Warsito, 2012).

Viskositas adalah ukuran yang menyatakan kekentalan suatu cairan atau fluida. Kekentalan merupakan sifat cairan yang berhubungan erat dengan hambatan untuk mengalir. Beberapa cairan ada yang dapat mengalir cepat, sedangkan lainnya mengalir secara lambat. Cairan yang mengalir cepat seperti air, alkohol dan bensin mempunyai viskositas kecil. Sedangkan cairan yang mengalir lambat seperti gliserin, minyak dan madu mempunyai viskositas besar. Jadi viskositas tidak lain menentukan kecepatan mengalirnya suatu cairan (Sutiah, 2008).

Fluida adalah suatu zat yang dapat mengalir. Dimana fluida meliputi cairan, yang mengalir di bawah pengaruh gravitasi sampai menempati daerah terendah yang mungkin dari penampungnya, dan gas yang mengembang mengisi penampungnya tanpa peduli bentuknya. Viskositas dapat dianggap sebagai gerakan di dalam fluida tersebut. Viskositas terdapat di zat cair ataupun gas. Dan pada intinya merupakan gaya gesekan antara lapisan-lapisan yang bersisia pada fluida saat lapisan-lapisan tersebut bergerak satu melewati yang lainnya. Pada zat cair, viskositas dipengaruhi oleh gaya kohesi antara molekul (Maulida, 2010).

Parameter suatu fluida yang terlibat pada fluida cair yaitu viskositas (kekentalan) dan indeks bias. Sejumlah produk cair, misalnya oli, memerlukan informasi tentang viskositas, dan viskositas nilainya berubah oleh perubahan suhu. Sejumlah bahan cair, misalnya minyak atsiri, dapat dicek kemurniannya dengan mengukur indeks biasnya. Parameter indeks bias bahan cair itu nilainya juga berubah terhadap perubahan suhu. Jelasnya, bahan cair yang sama mempunyai nilai kekentalan tertentu dan nilai indeks biasnya juga tertentu. Keduanya merupakan parameter berbeda, namun sama-sama merupakan fungsi suhu cairan. Untuk mengukur viskositas zat cair biasanya menggunakan cairan bervolume besar dan pengukuran viskositas itu juga memerlukan waktu lama, misalnya ketika menggunakan alat viskometer ostwald (Jati, 2010). 

Berhasil tidaknya penentuan dan evaluasi sifat-sifat rheologis dari suatu sistem tertentu bergantung pada pemilihan metode peralatan yang tepat. Cara menentukan viskositas suatu zat menggunakan alat yang dinamakan viskometer. Ada beberapa tipe viskometer yang biasa digunakan yaitu viskometer ostwald, viskometer bola jatuh, viskometer “cup” dan “bob”, viskometer stomer, dan viskometer kerucut dan lempeng (Martin dkk, 1993).

C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Alat-alat yang digunakan dari percobaan ini adalah :
  • a) Filler
  • b) Piknometer 10 ml
  • c) Pipet ukur 5 ml
  • d) Pipet ukur 10 ml
  • e) Stopwatch 
  • f) Timbangan analitik 
  • g) Viskometer ostwald

2. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dari percobaan ini adalah :
  • a) Akuades
  • b) Propilenglikol 0,05%, 20%, 40%, 50% dan 60%

D. PROSEDUR KERJA
1. Pengukuran Massa Jenis

LAPORAN PENENTUAN VISKOSITAS LARUTAN NEWTON DENGAN VISKOMETER OSTWALD

LAPORAN PENENTUAN VISKOSITAS LARUTAN NEWTON DENGAN VISKOMETER OSTWALD

E. HASIL PENGAMATAN
LAPORAN PENENTUAN VISKOSITAS LARUTAN NEWTON DENGAN VISKOMETER OSTWALD


F. PEMBAHASAN
Viskositas diartikan sebagai resistensi atau ketidakmauan suatu bahan untuk mengalir yang disebabkan karena adanya gesekan atau perlawanan suatu bahan terhadap deformasi atau perubahan bentuk apabila bahan tersebut dikenai gaya tertentu. Viskositas secara umum dapat juga diartikan sebagai suatu tendensi untuk melawan aliran cairan karena internal friction atau resistensi suatu bahan untuk mengalami deformasi bila bahan tersebut dikenai suatu gaya. Biasanya viskositas disebut kekentalan.

Larutan newton memiliki ukuran molekul yang kecil. Apabila ukuran molekulnya besar maka waktu alirnya lambat. Contoh dari larutan newton adalah gliserin, akuades dan propilenglikol. Newton adalah orang pertama yang menemukan bahwa makin besar viskisitas suatu cairan, akan semakin besar pula gaya per satuan luas yang diperlukan untuk menghasilkan suatu rute of shear tertentu. 

Viskositas suatu cairan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tekanan, suhu, ukuran dan berat partikel serta pengaruh zat lain. Sebelum mengukur viskositas menggunakan viskometer ostwald, terlebih dahulu perlu dilakukan pengukuran berat sampel yaitu propilenglikol 0,05%, 20%, 40%, 50% dan 60%. Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan piknometer dimana air digunakan sebagai larutan pembandingnya. Air digunakan sebagai pembanding karena air mudah dimurnikan. Dari pengukuran berat ini, kemudian dapat ditentukan densitas masing-masing cairan. Densitas ditentukan dengan membagi berat dengan volume cairan. Sehingga dapat diketahui densitas propilenglikol 0,05% adalah 0,954 g/ml, propilenglikol 20% adalah 0,966 g/ml, propilenglikol 40% adalah 0,979 g/ml, propilenglikol 50% adalah 0,983 g/ml dan propilenglikol 60% adalah 0,988 g/ml. Sedangkan Air mempunyai nilai densitas sebesar 1 g/ml.

Percobaan ini menggunakan alat viskometer ostwald. Viskometer ini memiliki kelebihan yaitu mudah dalam penggunaan, cepat, dan perhitungannya sederhana. Prinsip penggunaan viskometer ostwald yaitu suatu cairan dapat ditentukan viskositasnya dengan menghubungkan kecepatan aliran fluida di dalam viskometer ostwald dengan waktu yang diperlukan untuk mengalir tersebut. Cairan yang akan diuji viskositasnya dalam hal ini yaitu propilenglikol dimasukkan dalam viskometer ostwald kemudian dihisap sampai melewati garis m (garis atas). Setelah itu, propilenglikol diturunkan sampai melewati garis n (garis bawah). Untuk menentukan viskositas propilenglikol, perlu diketahui waktu atau lamanya propilenglikol turun melewati garis n (batas bawah) mulai dari garis m (batas atas). Perlakuan tersebut dilakukan sebanyak tiga kali (triplo) untuk mengetahui rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh fluida untuk dapat melewati garis atas dan bawah tersebut. 

Prinsip viskometer ostwald yaitu mengetahui berapa waktu yang diperlukan propilenglikol untuk dapat mengalir dari garis atas sampai garis bawah. Waktu alir oleh propilenglikol 0,05% yaitu 121,67 detik, propilenglikol 20% yaitu 156,67 detik, propilenglikol 40% yaitu 267,67 detik, propilenglikol 50% yaitu 354,67 detik, dan propilenglikol 60% yaitu 472,33 detik.

Untuk mengukur viskositas propilenglikol, perlu dilakukan dengan konsentrasi yang berbeda-beda. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi terhadap viskositas suatu fluida. Faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas suatu fluida salah satunya yaitu konsentrasi. Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa nilai viskositas dan nilai konsentrasi berbanding lurus dimana viskositas naik dengan naiknya konsentrasi. Contohnya, nilai viskositas propilenglikol 0,05% lebih rendah daripada nilai viskositas propilenglikol 20%. Pada proses pengukuran viskositas menggunakan viskometer ostwald, propilenglikol dengan konsentrasi yang tinggi membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk turun dari garis atas menuju garis bawah dibandingkan dengan propilenglikol konsentasi 0,05% yang dapat turun dengan cepat. Dari hasil tersebut, dapat diketahui bahwa semakin tinggi konsentrasi, tingkat viskositas suatu fluida juga semakin tinggi. Sedangkan nilai-nilai viskositas dari masing-masing sampel yang telah diperoleh yaitu untuk propilenglikol 0,05% yaitu 0,023 N/m2s, propilenglikol 20% yaitu 0,018 N/m2s, propilenglikol 40% yaitu 0,010 N/m2s, propilenglikol 50% yaitu 0,008 N/m2s, dan propilenglikol 60% 0,006 N/m2s. Viskositas juga dipengaruhi oleh gaya Van Der Waals. Gaya Van Der Waals merupakan gaya tarik menarik antar atom atau molekul yang bersifat lemah. Semakin kecil kepolaran suatu fluida maka semakin kecil pula gaya Van Der Waals-nya. 

Kegunaan viskositas dalam bidang farmasi ialah rheologi. Rheologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang aliran zat cair dan deformasi zat padat. Rheologi erat kaitannya dengan viskositas. Dalam bidang farmasi, prinsip-prinsip rheologi diaplikasikan dalam pembuatan krim, suspensi, emulsi, losion, pasta, penyalut tablet, dan lain-lain. Rheologi juga meliputi pencampuran aliran dari bahan, penuangan, pengeluaran dari tube, atau pelewatan dari jarum suntik. Rheologi dari suatu zat tertentu dapat mempengaruhi penerimaan obat bagi pasien, stabilitas fisika obat, bahkan ketersediaan hayati dalam tubuh (bioavailability). Sehingga viskositas telah terbukti dapat mempengaruhi laju absorbsi obat dalam tubuh.

G. KESIMPULAN
Kesimpulan dari percobaan ini adalah :
  1. Cara menentukan viskositas larutan newton dengan menggunakan viskometer ostwald yaitu dengan mengukur waktu yang dibutuhkan propilen glikol untuk lewat antara dua tanda yaitu garis atas (m) dan garis bawah (n) ketika propilen glikol tersebut mengalir karena gravitasi, melalui suatu tabung kapiler vertikal.
  2. Pengaruh kadar larutan terhadap viskositas berbanding lurus dimana jika larutan memiliki konsentrasi tinggi maka akan memiliki viskositas yang tinggi pula.

DAFTAR PUSTAKA
Jati B. M. E., Karyono, dan Supriyatin, 2010, Penyetaraan Nilai Viskositas terhadap Indeks Bias pada Zat Cair Bening, Berkala Fisika, Vol. 13(4), Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. 

Martin A., Swarbrick J. dan Cammarata A., 1990, Farmasi Fisik Edisi ketiga, UI-Press, Jakarta.

Maulida R. H. dan Erika R., 2010, Analisis Karakteristik Pengaruh Suhu dan Kontaminan Terhadap Viskositas Oli Menggunakan Rotary Viscometer, Jurnal Neutrino, Vol. 3(1), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Sutiah, K. Sofjan F. dan Wahyu S. B., 2008, Studi Kualitas Minyak Goreng Dengan Parameter Viskositas dan Indeks Bias, Berkala Fisika, Vol. 11(2), UNDIP. 

Warsito, Sri W. S. dan Dyan I., 2012, Desain dan Analisis Pengukuran Viskositas dengan Metode Bola Jatuh Berbasis SensorOptocoupler dan Sistem Akuisisinya pada Komputer, Jurnal Natur Indonesia, Vol. 14 No. 3., Bandar Lampung.

LAPORAN PENENTUAN VISKOSITAS LARUTAN NEWTON DENGAN VISKOMETER OSTWALD

LAPORAN PENENTUAN VISKOSITAS LARUTAN NEWTON DENGAN VISKOMETER OSTWALD
LAPORAN PRAKTIKUM FARMASI FISIKA II
PERCOBAAN II
PENENTUAN VISKOSITAS LARUTAN NEWTON DENGAN VISKOMETER OSTWALD

A. TUJUAN
Tujuan dari percobaan ini adalah :
  1. Untuk mempelajari cara penentuan viskositas larutan newton dengan viskometer ostwald.
  2. Untuk mempelajari pengaruh kadar larutan terhadap viskositas larutan.

B. LANDASAN TEORI
Viskositas suatu fluida merupakan daya hambat yang disebabkan oleh gesekan antara molekul-molekul cairan, yang mampu menahan aliran fluida sehingga dapat dinyatakan sebagai indikator tingkat kekentalan. Nilai kuantitatif dari viskositas dapat dihitung dengan membandingkan gaya tekan per satuan luas terhadap gradien kecepatan aliran dari fluida (Warsito, 2012).

Viskositas adalah ukuran yang menyatakan kekentalan suatu cairan atau fluida. Kekentalan merupakan sifat cairan yang berhubungan erat dengan hambatan untuk mengalir. Beberapa cairan ada yang dapat mengalir cepat, sedangkan lainnya mengalir secara lambat. Cairan yang mengalir cepat seperti air, alkohol dan bensin mempunyai viskositas kecil. Sedangkan cairan yang mengalir lambat seperti gliserin, minyak dan madu mempunyai viskositas besar. Jadi viskositas tidak lain menentukan kecepatan mengalirnya suatu cairan (Sutiah, 2008).

Fluida adalah suatu zat yang dapat mengalir. Dimana fluida meliputi cairan, yang mengalir di bawah pengaruh gravitasi sampai menempati daerah terendah yang mungkin dari penampungnya, dan gas yang mengembang mengisi penampungnya tanpa peduli bentuknya. Viskositas dapat dianggap sebagai gerakan di dalam fluida tersebut. Viskositas terdapat di zat cair ataupun gas. Dan pada intinya merupakan gaya gesekan antara lapisan-lapisan yang bersisia pada fluida saat lapisan-lapisan tersebut bergerak satu melewati yang lainnya. Pada zat cair, viskositas dipengaruhi oleh gaya kohesi antara molekul (Maulida, 2010).

Parameter suatu fluida yang terlibat pada fluida cair yaitu viskositas (kekentalan) dan indeks bias. Sejumlah produk cair, misalnya oli, memerlukan informasi tentang viskositas, dan viskositas nilainya berubah oleh perubahan suhu. Sejumlah bahan cair, misalnya minyak atsiri, dapat dicek kemurniannya dengan mengukur indeks biasnya. Parameter indeks bias bahan cair itu nilainya juga berubah terhadap perubahan suhu. Jelasnya, bahan cair yang sama mempunyai nilai kekentalan tertentu dan nilai indeks biasnya juga tertentu. Keduanya merupakan parameter berbeda, namun sama-sama merupakan fungsi suhu cairan. Untuk mengukur viskositas zat cair biasanya menggunakan cairan bervolume besar dan pengukuran viskositas itu juga memerlukan waktu lama, misalnya ketika menggunakan alat viskometer ostwald (Jati, 2010). 

Berhasil tidaknya penentuan dan evaluasi sifat-sifat rheologis dari suatu sistem tertentu bergantung pada pemilihan metode peralatan yang tepat. Cara menentukan viskositas suatu zat menggunakan alat yang dinamakan viskometer. Ada beberapa tipe viskometer yang biasa digunakan yaitu viskometer ostwald, viskometer bola jatuh, viskometer “cup” dan “bob”, viskometer stomer, dan viskometer kerucut dan lempeng (Martin dkk, 1993).

C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Alat-alat yang digunakan dari percobaan ini adalah :
  • a) Filler
  • b) Piknometer 10 ml
  • c) Pipet ukur 5 ml
  • d) Pipet ukur 10 ml
  • e) Stopwatch 
  • f) Timbangan analitik 
  • g) Viskometer ostwald

2. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dari percobaan ini adalah :
  • a) Akuades
  • b) Propilenglikol 0,05%, 20%, 40%, 50% dan 60%

D. PROSEDUR KERJA
1. Pengukuran Massa Jenis

LAPORAN PENENTUAN VISKOSITAS LARUTAN NEWTON DENGAN VISKOMETER OSTWALD

LAPORAN PENENTUAN VISKOSITAS LARUTAN NEWTON DENGAN VISKOMETER OSTWALD

E. HASIL PENGAMATAN
LAPORAN PENENTUAN VISKOSITAS LARUTAN NEWTON DENGAN VISKOMETER OSTWALD


F. PEMBAHASAN
Viskositas diartikan sebagai resistensi atau ketidakmauan suatu bahan untuk mengalir yang disebabkan karena adanya gesekan atau perlawanan suatu bahan terhadap deformasi atau perubahan bentuk apabila bahan tersebut dikenai gaya tertentu. Viskositas secara umum dapat juga diartikan sebagai suatu tendensi untuk melawan aliran cairan karena internal friction atau resistensi suatu bahan untuk mengalami deformasi bila bahan tersebut dikenai suatu gaya. Biasanya viskositas disebut kekentalan.

Larutan newton memiliki ukuran molekul yang kecil. Apabila ukuran molekulnya besar maka waktu alirnya lambat. Contoh dari larutan newton adalah gliserin, akuades dan propilenglikol. Newton adalah orang pertama yang menemukan bahwa makin besar viskisitas suatu cairan, akan semakin besar pula gaya per satuan luas yang diperlukan untuk menghasilkan suatu rute of shear tertentu. 

Viskositas suatu cairan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tekanan, suhu, ukuran dan berat partikel serta pengaruh zat lain. Sebelum mengukur viskositas menggunakan viskometer ostwald, terlebih dahulu perlu dilakukan pengukuran berat sampel yaitu propilenglikol 0,05%, 20%, 40%, 50% dan 60%. Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan piknometer dimana air digunakan sebagai larutan pembandingnya. Air digunakan sebagai pembanding karena air mudah dimurnikan. Dari pengukuran berat ini, kemudian dapat ditentukan densitas masing-masing cairan. Densitas ditentukan dengan membagi berat dengan volume cairan. Sehingga dapat diketahui densitas propilenglikol 0,05% adalah 0,954 g/ml, propilenglikol 20% adalah 0,966 g/ml, propilenglikol 40% adalah 0,979 g/ml, propilenglikol 50% adalah 0,983 g/ml dan propilenglikol 60% adalah 0,988 g/ml. Sedangkan Air mempunyai nilai densitas sebesar 1 g/ml.

Percobaan ini menggunakan alat viskometer ostwald. Viskometer ini memiliki kelebihan yaitu mudah dalam penggunaan, cepat, dan perhitungannya sederhana. Prinsip penggunaan viskometer ostwald yaitu suatu cairan dapat ditentukan viskositasnya dengan menghubungkan kecepatan aliran fluida di dalam viskometer ostwald dengan waktu yang diperlukan untuk mengalir tersebut. Cairan yang akan diuji viskositasnya dalam hal ini yaitu propilenglikol dimasukkan dalam viskometer ostwald kemudian dihisap sampai melewati garis m (garis atas). Setelah itu, propilenglikol diturunkan sampai melewati garis n (garis bawah). Untuk menentukan viskositas propilenglikol, perlu diketahui waktu atau lamanya propilenglikol turun melewati garis n (batas bawah) mulai dari garis m (batas atas). Perlakuan tersebut dilakukan sebanyak tiga kali (triplo) untuk mengetahui rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh fluida untuk dapat melewati garis atas dan bawah tersebut. 

Prinsip viskometer ostwald yaitu mengetahui berapa waktu yang diperlukan propilenglikol untuk dapat mengalir dari garis atas sampai garis bawah. Waktu alir oleh propilenglikol 0,05% yaitu 121,67 detik, propilenglikol 20% yaitu 156,67 detik, propilenglikol 40% yaitu 267,67 detik, propilenglikol 50% yaitu 354,67 detik, dan propilenglikol 60% yaitu 472,33 detik.

Untuk mengukur viskositas propilenglikol, perlu dilakukan dengan konsentrasi yang berbeda-beda. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi terhadap viskositas suatu fluida. Faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas suatu fluida salah satunya yaitu konsentrasi. Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa nilai viskositas dan nilai konsentrasi berbanding lurus dimana viskositas naik dengan naiknya konsentrasi. Contohnya, nilai viskositas propilenglikol 0,05% lebih rendah daripada nilai viskositas propilenglikol 20%. Pada proses pengukuran viskositas menggunakan viskometer ostwald, propilenglikol dengan konsentrasi yang tinggi membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk turun dari garis atas menuju garis bawah dibandingkan dengan propilenglikol konsentasi 0,05% yang dapat turun dengan cepat. Dari hasil tersebut, dapat diketahui bahwa semakin tinggi konsentrasi, tingkat viskositas suatu fluida juga semakin tinggi. Sedangkan nilai-nilai viskositas dari masing-masing sampel yang telah diperoleh yaitu untuk propilenglikol 0,05% yaitu 0,023 N/m2s, propilenglikol 20% yaitu 0,018 N/m2s, propilenglikol 40% yaitu 0,010 N/m2s, propilenglikol 50% yaitu 0,008 N/m2s, dan propilenglikol 60% 0,006 N/m2s. Viskositas juga dipengaruhi oleh gaya Van Der Waals. Gaya Van Der Waals merupakan gaya tarik menarik antar atom atau molekul yang bersifat lemah. Semakin kecil kepolaran suatu fluida maka semakin kecil pula gaya Van Der Waals-nya. 

Kegunaan viskositas dalam bidang farmasi ialah rheologi. Rheologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang aliran zat cair dan deformasi zat padat. Rheologi erat kaitannya dengan viskositas. Dalam bidang farmasi, prinsip-prinsip rheologi diaplikasikan dalam pembuatan krim, suspensi, emulsi, losion, pasta, penyalut tablet, dan lain-lain. Rheologi juga meliputi pencampuran aliran dari bahan, penuangan, pengeluaran dari tube, atau pelewatan dari jarum suntik. Rheologi dari suatu zat tertentu dapat mempengaruhi penerimaan obat bagi pasien, stabilitas fisika obat, bahkan ketersediaan hayati dalam tubuh (bioavailability). Sehingga viskositas telah terbukti dapat mempengaruhi laju absorbsi obat dalam tubuh.

G. KESIMPULAN
Kesimpulan dari percobaan ini adalah :
  1. Cara menentukan viskositas larutan newton dengan menggunakan viskometer ostwald yaitu dengan mengukur waktu yang dibutuhkan propilen glikol untuk lewat antara dua tanda yaitu garis atas (m) dan garis bawah (n) ketika propilen glikol tersebut mengalir karena gravitasi, melalui suatu tabung kapiler vertikal.
  2. Pengaruh kadar larutan terhadap viskositas berbanding lurus dimana jika larutan memiliki konsentrasi tinggi maka akan memiliki viskositas yang tinggi pula.

DAFTAR PUSTAKA
Jati B. M. E., Karyono, dan Supriyatin, 2010, Penyetaraan Nilai Viskositas terhadap Indeks Bias pada Zat Cair Bening, Berkala Fisika, Vol. 13(4), Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. 

Martin A., Swarbrick J. dan Cammarata A., 1990, Farmasi Fisik Edisi ketiga, UI-Press, Jakarta.

Maulida R. H. dan Erika R., 2010, Analisis Karakteristik Pengaruh Suhu dan Kontaminan Terhadap Viskositas Oli Menggunakan Rotary Viscometer, Jurnal Neutrino, Vol. 3(1), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Sutiah, K. Sofjan F. dan Wahyu S. B., 2008, Studi Kualitas Minyak Goreng Dengan Parameter Viskositas dan Indeks Bias, Berkala Fisika, Vol. 11(2), UNDIP. 

Warsito, Sri W. S. dan Dyan I., 2012, Desain dan Analisis Pengukuran Viskositas dengan Metode Bola Jatuh Berbasis SensorOptocoupler dan Sistem Akuisisinya pada Komputer, Jurnal Natur Indonesia, Vol. 14 No. 3., Bandar Lampung.