LAPORAN PENETAPAN PARTISI EKSTRAK - ElrinAlria
LAPORAN PENETAPAN PARTISI EKSTRAK
LAPORAN PRAKTIKUM FITOKIMIA I
PERCOBAAN III
PENETAPAN PARTISI EKSTRAK
A. TUJUAN
Tujuan dari percobaan ini adalah :
  1. Untuk mengetahui prinsip ekstraksi cair-cair 
  2. Untuk melakukan ekstraksi cair-cairkomponen kimia dari bahan alam 

B. LANDASAN TEORI
Simplisia merupakan hasil proses sederhana dari herba tanaman obat yang banyak digunakan sebagai bahan baku industri obat, sementara ekstrak merupakan hasil proses semi moderen dengan kandungan bahan aktif lebih tinggi dari bahan mentah asalnya. Pembuatan simplisia dengan cara pengeringan dimaksudkan untuk menurunkan kandungan air dalam bahan. Menurut Pramono (2005) jika kadar air dalam bahan masih tinggi dapat medorong enzim melakukan aktifitasnya mengubah kandungan kimia yang ada dalam bahan menjadi produk lain yang mungkin tidak lagi memiliki efek farmakologi seperti senyawa aslinya. Hal ini tidak akan terjadi jika bahan yang telah dipanen segera dikeringkan sehingga kadar airnya rendah. Beberapa enzim perusak kandungan kimia yang telah lama dikenal antara lain hidrolase, oksidase dan polimerase (Suhirman, 2006).

Tanaman jambu mete (Anacardium occidentale) merupakan salah satu tanaman yang telah lama dikenal memiliki banyak manfaat sebagai obat (Ayepola and Ishola, 2009). Hasil ekstrak dari kulit biji mete dikenal sebagai Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) memiliki kandungan zat aktif yaitu asam anakardat, kardol dan kardanol yang dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba (Dewi, 2008)

Jambu mete (Anacardium occidentale Linn.) yang berasal dari Brazil tenggara ini sering dimanfaatkan biji, buah, daun, akar dan kulit batangnya oleh masyarakat. Di Indonesia kulit batang pohon jambu mete juga digunakan sebagai obat kumur dan obat sariawan. Asam anakardat yang berfungsi sebagai antimikroba, antiinflamasi, antimulosidal, antioksidan dan menghambat aktivitas beberapa enzim seperti xanthin oksidase, lipooksigenase, siklooksigenase dan lain-lain terdapat pada kulit batang tanaman suku Anacardiaceae (Veriony, 2011).

Kulit batang Anacardium occidentale L. mengandung berbagai macam zat diantaranya ialah alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Sampai saat ini belum ada penelitian ilmiah yang secara jelas menyebutkan bahwa kulit batang Anacardium occidentale L. dapat menurunkan kadar glukosa darah. Untuk itu perlu dilakukan penelitian terhadap efek penurunan kadar glukosa darah dari ekstrak kulit batang Anacardium occidentale L., agar informasi tersebut dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah (Carolus, 2014).

Ekstraksi adalah proses pemisahan satu atau lebih komponenn dari suatu campuran homogen menggunakan pelarut cair (solven) berdasarkanprinsip beda kelarutan. Ekstraksi dapat dipakai untuk memisahkan dari kadar rendah sampai dengan kadar tinggi. Ekstraksi cair-cair atau sering disebut ekstraksi saja (Biyantoro, 2010). Di antara berbagai jenis metode pemisahan, ekstraksi pelarut atau disebut juga ekstraksi air merupakan metode pemisahan yang paling baik dan popular. Alasan utamanya adalah bahwa peemisahan ini dapat dilakukan baik dalam tingkat makro maupun mikro. Seseorang tidak memerlukan alat yang khusus atau canggih kecuali corong pisah. Prinsip metode ini didasarkan pada distribusi zat terlarut dengan perbandingan tertentu antara dua pelarut yang tidak saling bercampur, seperti benzene, karbon tetraklorida atau kloroform. Batasannya adalah zat terlarut dapat di transfer pada jumlah yang berbeda dalam keadaan dua fase pelarut. Teknik ini dapat digunakan untuk kegunaan preparatif, pemurnian, pemisahan serta analisis pada semua skala kerja (Khopkar, 2008).

Ekstraksi cair-cair (liquid-liquid Extration) adalah sistem pemisahan secara kimia-fisika dimana zat yang akan diekstraksi, dalam hal ini asam-asam karboksilat atau asam-asam lemak bebasyang larut dalam fase air, dipisahkan dari fase airnya dengan menggunakan pelarut organik, yang tidak larut dalm fase air, secara kontak langsung baik kontinyu maupun diskontinyu. Konsentrasi asam yang larut dalam fasa air maksimum adalah 3%, semakin encer konsentrasi asam yang terlarut dalam fasa air proses ekstraksi akan semakin mudah (Putranto, 2011).

Ekstraksi cair-cair merupakan salah satu pemisahan campuran cair yang pada kondisi tertentu memiliki beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan cara pemisahan lain seperti destilasi dan absorbs. Keunggulan tersebut antara lain karena ekstraksi dapat berlangsung pada kondisi ruang dan kebutuhan energy yang relative kecil. Dalam proses ekstraksi cair-cair, umpan adalah larutan yang mengandung zat terlarut (solute) yang akan diambil zat terlarutnya. Sedangkan pelarut merupakan larutan yang akan mengambil atau mengekstrak solute dengan jalan melarutkannya. Larutan umpan sering diperlakukan sebagai fasa kontinyu yang mengalir dari bagian atas kolom kebawah, sedangkan pelarut diperlukan sebagai fasa terdispersi karena pelarut tersebut masuk dari bagian bawah kolom dan dikontakkan dengan fasa kontinyu dalam bentuk tetesanyang terdispersi (Kusumo, 2012).

C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu:
  • a. Batang pengaduk 
  • b. Botol vial 
  • c. Gegep 
  • d. Gelas ukur 
  • e. Pipet tetes 
  • f. Tabung reaksi 
  • g. Timbangan analitik 
  • h. Spatula 

2. Bahan
Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu:
  • a. Akuades 
  • b. Aluminium foil 
  • c. Ekstrak etanol kental kulit batang jambu mente 
  • d. Etanol 
  • e. Etil asetat 
  • f. N-heksan 
  • g. Tisue 

3. Uraian Bahan
a. N-heksan (FI III : 53)
Nama : n-heksana
Berat molekul : 86.18 g/mol
Rumus molekul : C6H14
Pemerian : Cairan tak berwarna, dapat dibakar
Kegunaan : Pelarut organik

b. Etil asetat (FI III : 41)
Nama resmi : Acidum aceticum
Nama lain : Cuka
Berat molekul : 60,05 g/mol
Rumus molekul : C2H4O2
Pemerian : Cairan jernih; tidak berwarna, bau menusuk, rasa asam, tajam.
Kelarutan : Dapat campur dengan air, dengan etanol (95%), dan dengan gliserol.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Khasiat : zat tambahan.

c. Etanol (FI III : 56)
Nama Resmi : Etil Alkohol / etanol
Nama Lain : Etil alkohol; hidroksietana; alkohol; etil hidrat; alkohol absolut
Berat molekul : 46,07 g/mol
Rumus Molekul : C2H5OH
Pemerian : Cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. 
Kegunaan : Sebagai pelarut.

d. Akuades (FI III : 96)
Nama Resmi : Aqua destilata.
Nama Lain : Air suling
Rumus Molekul : H2O
Berat molekul : 18
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Kegunaan : sebagai pelarut.

D. URAIAN TANAMAN
1. Klasifikasi (BPOM RI, 2008)
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Sapindales
Suku : Anacardiaceae
Marga : Anacardium
Jenis : Anacardium occidentale L.

2. Nama daerah
Jambu orang (Minangkabau), Gaju (Lampung), Jambu mete (Jawa), Jambu Mede (Sunda), Jambu Monyet (Madura) (BPOM RI, 2008).

3. Morfologi
Habitus berupa pohon dengan tinggi ± 12 m. Batang berkayu bentuk bulat, bergetah, berwarna putih kotor. Daunnya tunggal, berwarna hijau, berbent8k bulat telur, dengan tepi rata dan pangkal runcing. Ujug daun membulat dengan pertulangan menyirip, panjang daun 8-22 cm dan lebar 5-13 cm. Bunga majemuk, bentuk malai, terletak di ketiak daun dan di ujung cabang, mempunyai daun pelindung berbentuk bulat telur dengan panjang 5-10 mm dan berwarna hijau. Kelopak bunga berambut dangan panjang 5-10 mm dan berwarna hijau muda. Mahkota bunga berbentuk runcing, saat muda berwarna putih, saat tua berwarna merah. Tipe buah batu, keras, melengkung, panjangnya ±3 cm,berwarna hijau kecoklatan. Biji bulat panjang, melengkung, berwarna putih. Akar tunggang berwarna coklat (BPOM RI, 2008).

4. Kandungan Kimia
Kulit batang jambu mete aktivitas antifungi karena keberadaan senyawa tanin, asam galat dan asam anakardat. Komponen fenolik terkait dengan aktivitas anti C. albicans. Asam anakardat berefek fungisidal secara in vitro (Lidyawita, 2013).

E. PROSEDUR KERJA

F. HASIL PENGAMATAN
LAPORAN PENETAPAN PARTISI EKSTRAK

G. PEMBAHASAN
Partisi ekstrak (ekstraksi cair-cair) adalah proses pemisahan zat terlarut di dalam dua macam zat pelarut yang tidak saling bercampur, dengan kata lain perbandingan konsentrasi zat terlarut dalam pelarut organik dan pelarut air. Hal tersebut memungkinkan karena adanya sifat senyawa yang dapat larut dalam air dan ada pula yang dapat terlarut dalam pelarut organik. Sedangkan ekstraksi padat-cair adalah proses pemisahan untuk memperoleh komponen zat terlarut dari campurannya dalam padatan dengan menggunakan pelarut yang sesuai. Pada umumnya metode ini digunakan untuk sampel yang tidak larut dalam air.

Tujuan dilakukannya partisi yaitu untuk memisahkan komponen kimia dari sampel berdasarkan tingkat kepolarannya. Proses partisi sebenarnya dapat dilakukan dengan partisi cair-cair ataupun partisi padatcair, namun pada praktikum kali ini hanya dilakukan partisi cair-cair. Prinsip dari proses partisi yaitu digunakannya dua pelarut yangtidak saling bercampur untuk melarutkan zat-zat yang ada dalam ekstrak.

Metode ekstraksi cair-cair, ekstraksi dapat dilakukan dengan kontinyu atau dengan cara bertahap. Tekniknya dengan menambahkan pelarut pengekstrak yang tidak bercampur dengan pelarut, lalu dikocok. Pengocokan dilakukan dengan tujuan agar dapat terlihat dua lapisan dua fase pada larutan. Perlakuan pertama melalui tabung reaksi, kemudian dilakukan pengocokan sampai terjadi kesetimbangan konsentrasi solut pada kedua pelarut. Setelah didiamkan beberapa saat akan terbentuk dua lapisan. Lapisan yang berada dibawah dengan kerapatan lebih besar dapat dipisahkan untuk melakukan analisa selanjutnya.

Ekstrak yang digunakan dalam percobaan ini adalah ekstrak kulit batang jambu mete (Annacardium occidentale)Pelarut yang digunakan yaitu pelarut yang bersifat polar dan nonpolar. Tahap-tahap dalam melakukan proses partisi yaitu pertama-tama ekstrak metanol dilarutkan dalam air. Setelah larut, kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan 5 ml n-heksana dan dikocok pada satu arah hingga homogen.. Dipisahkan hingga terlihat adanya dua lapisan, dimana lapisan atas adalah lapisan n-heksan, sedangkan lapisan bawah adalah lapisan air. Hal ini disebabkan karena air memiliki massa jenis yang lebih besar daripada n-heksan. Sedangkan untuk lapisan air, dimasukkan ke dalam corong pisah dan ditambahkan lagi n-heksan dan dikocok hingga homogen, prosedur ini dilakukan sama halnya pada prosedur awal, dan dilakukan terus-menerus hingga lapisan atas kelihatan jernih. Setelah dipartisi dengan menggunakan n-heksan, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan pelarut etanol, dengan melakukan proses yang sama dengan penggunaan pelarut n-heksan.

Hasil dari percobaan ini yaitu diperoleh fraksi larut etanol, n-hexan dan etil asetat. Untuk pemisahan pertama dan kedua terjadi dua lapisan yang disebabkan karena bobot jenis dari pelarut n-hexan dan etil asetat lebih kecil dibanding dengan bobot ekstrak etanol kulit batang jambu mente, sehingga ekstrak berada di lapisan bawah. Pada proses partisi, dilakukan sebanyak 3 kali penarikan senyawa meggunakan masing-masing pelarut untuk meningkatkan efisiensi ekstraksi dan jumlah komponen senyawa nonpolar yang dihasilkan lebih banyak

DAFTAR PUSTAKA
Biyantro, Dwi., Muhadi AW., 2010, Kajian Pemisahan Zr-Hf Dengan Proses Ekstraksi Cair-Cair, Yogyakarta

Carolus, F,P., 2014, Uji Efektivitas Ekstrak Kulit Batang Jambu Mete 

(Anacardium Occidentale L.) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Aloksan, Jurnal Ilmiah Farmasi, Vol.3, No.3.

Dewi, Mega., Murwani, Sri., Trisunuwati, Pratiwi., 2008, Uji Antimikroba Ekstrak n-Heksana Kulit Biji (Pericarp) Jambu Mete (Anacardium occidentale) Terhadap Streptococcus uberis (SM-1-PKH) Secara In Vitro

Ditjen POM, 1979, Farmakope Indonesia edisi III, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

Khopkar , 2013, Pebandingan Metode Ekstraksi Maserasi Dan Sokletasi Terhadap Kadar Piperin Buah Cabe Jawa (Piperis retrofracti fructus), UIN Syarif Hidyatullah, Jakarta

Putranto, Agus, M, H., 2011, Metode Ekstraksi Cair-Cair Sebagian Alternatif Untuk Pembersihan Lingkungan Perairan Dari Limbah Cair Industri Dari Limbah Cair Industri Kelapa Sawit, Jurnal Gradien Vol.8 No.1.

Suhirman, M, S., Manoi, F., Sembiring, B, S., 2006, Teknik Pembuatan Simplisia Dan Ekstrak Purwoceng, Laporan Pelaksanaan Penelitian Tanaman Obat Dan Aromatik.

Veriony, Lini, Sudarsono dan Agung Endro Nugroho, 2011, Aktivitas Antiinflamasi Rebusan Kulit Batang Jambu Mete (Anacardium occidentale L.) Pada Udema Kaki Tikus Terinduksi Karagenin, Majalah Obat Tradisional, Vol. 16(3).

LAPORAN PENETAPAN PARTISI EKSTRAK

LAPORAN PENETAPAN PARTISI EKSTRAK
LAPORAN PRAKTIKUM FITOKIMIA I
PERCOBAAN III
PENETAPAN PARTISI EKSTRAK
A. TUJUAN
Tujuan dari percobaan ini adalah :
  1. Untuk mengetahui prinsip ekstraksi cair-cair 
  2. Untuk melakukan ekstraksi cair-cairkomponen kimia dari bahan alam 

B. LANDASAN TEORI
Simplisia merupakan hasil proses sederhana dari herba tanaman obat yang banyak digunakan sebagai bahan baku industri obat, sementara ekstrak merupakan hasil proses semi moderen dengan kandungan bahan aktif lebih tinggi dari bahan mentah asalnya. Pembuatan simplisia dengan cara pengeringan dimaksudkan untuk menurunkan kandungan air dalam bahan. Menurut Pramono (2005) jika kadar air dalam bahan masih tinggi dapat medorong enzim melakukan aktifitasnya mengubah kandungan kimia yang ada dalam bahan menjadi produk lain yang mungkin tidak lagi memiliki efek farmakologi seperti senyawa aslinya. Hal ini tidak akan terjadi jika bahan yang telah dipanen segera dikeringkan sehingga kadar airnya rendah. Beberapa enzim perusak kandungan kimia yang telah lama dikenal antara lain hidrolase, oksidase dan polimerase (Suhirman, 2006).

Tanaman jambu mete (Anacardium occidentale) merupakan salah satu tanaman yang telah lama dikenal memiliki banyak manfaat sebagai obat (Ayepola and Ishola, 2009). Hasil ekstrak dari kulit biji mete dikenal sebagai Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) memiliki kandungan zat aktif yaitu asam anakardat, kardol dan kardanol yang dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba (Dewi, 2008)

Jambu mete (Anacardium occidentale Linn.) yang berasal dari Brazil tenggara ini sering dimanfaatkan biji, buah, daun, akar dan kulit batangnya oleh masyarakat. Di Indonesia kulit batang pohon jambu mete juga digunakan sebagai obat kumur dan obat sariawan. Asam anakardat yang berfungsi sebagai antimikroba, antiinflamasi, antimulosidal, antioksidan dan menghambat aktivitas beberapa enzim seperti xanthin oksidase, lipooksigenase, siklooksigenase dan lain-lain terdapat pada kulit batang tanaman suku Anacardiaceae (Veriony, 2011).

Kulit batang Anacardium occidentale L. mengandung berbagai macam zat diantaranya ialah alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Sampai saat ini belum ada penelitian ilmiah yang secara jelas menyebutkan bahwa kulit batang Anacardium occidentale L. dapat menurunkan kadar glukosa darah. Untuk itu perlu dilakukan penelitian terhadap efek penurunan kadar glukosa darah dari ekstrak kulit batang Anacardium occidentale L., agar informasi tersebut dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah (Carolus, 2014).

Ekstraksi adalah proses pemisahan satu atau lebih komponenn dari suatu campuran homogen menggunakan pelarut cair (solven) berdasarkanprinsip beda kelarutan. Ekstraksi dapat dipakai untuk memisahkan dari kadar rendah sampai dengan kadar tinggi. Ekstraksi cair-cair atau sering disebut ekstraksi saja (Biyantoro, 2010). Di antara berbagai jenis metode pemisahan, ekstraksi pelarut atau disebut juga ekstraksi air merupakan metode pemisahan yang paling baik dan popular. Alasan utamanya adalah bahwa peemisahan ini dapat dilakukan baik dalam tingkat makro maupun mikro. Seseorang tidak memerlukan alat yang khusus atau canggih kecuali corong pisah. Prinsip metode ini didasarkan pada distribusi zat terlarut dengan perbandingan tertentu antara dua pelarut yang tidak saling bercampur, seperti benzene, karbon tetraklorida atau kloroform. Batasannya adalah zat terlarut dapat di transfer pada jumlah yang berbeda dalam keadaan dua fase pelarut. Teknik ini dapat digunakan untuk kegunaan preparatif, pemurnian, pemisahan serta analisis pada semua skala kerja (Khopkar, 2008).

Ekstraksi cair-cair (liquid-liquid Extration) adalah sistem pemisahan secara kimia-fisika dimana zat yang akan diekstraksi, dalam hal ini asam-asam karboksilat atau asam-asam lemak bebasyang larut dalam fase air, dipisahkan dari fase airnya dengan menggunakan pelarut organik, yang tidak larut dalm fase air, secara kontak langsung baik kontinyu maupun diskontinyu. Konsentrasi asam yang larut dalam fasa air maksimum adalah 3%, semakin encer konsentrasi asam yang terlarut dalam fasa air proses ekstraksi akan semakin mudah (Putranto, 2011).

Ekstraksi cair-cair merupakan salah satu pemisahan campuran cair yang pada kondisi tertentu memiliki beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan cara pemisahan lain seperti destilasi dan absorbs. Keunggulan tersebut antara lain karena ekstraksi dapat berlangsung pada kondisi ruang dan kebutuhan energy yang relative kecil. Dalam proses ekstraksi cair-cair, umpan adalah larutan yang mengandung zat terlarut (solute) yang akan diambil zat terlarutnya. Sedangkan pelarut merupakan larutan yang akan mengambil atau mengekstrak solute dengan jalan melarutkannya. Larutan umpan sering diperlakukan sebagai fasa kontinyu yang mengalir dari bagian atas kolom kebawah, sedangkan pelarut diperlukan sebagai fasa terdispersi karena pelarut tersebut masuk dari bagian bawah kolom dan dikontakkan dengan fasa kontinyu dalam bentuk tetesanyang terdispersi (Kusumo, 2012).

C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu:
  • a. Batang pengaduk 
  • b. Botol vial 
  • c. Gegep 
  • d. Gelas ukur 
  • e. Pipet tetes 
  • f. Tabung reaksi 
  • g. Timbangan analitik 
  • h. Spatula 

2. Bahan
Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu:
  • a. Akuades 
  • b. Aluminium foil 
  • c. Ekstrak etanol kental kulit batang jambu mente 
  • d. Etanol 
  • e. Etil asetat 
  • f. N-heksan 
  • g. Tisue 

3. Uraian Bahan
a. N-heksan (FI III : 53)
Nama : n-heksana
Berat molekul : 86.18 g/mol
Rumus molekul : C6H14
Pemerian : Cairan tak berwarna, dapat dibakar
Kegunaan : Pelarut organik

b. Etil asetat (FI III : 41)
Nama resmi : Acidum aceticum
Nama lain : Cuka
Berat molekul : 60,05 g/mol
Rumus molekul : C2H4O2
Pemerian : Cairan jernih; tidak berwarna, bau menusuk, rasa asam, tajam.
Kelarutan : Dapat campur dengan air, dengan etanol (95%), dan dengan gliserol.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Khasiat : zat tambahan.

c. Etanol (FI III : 56)
Nama Resmi : Etil Alkohol / etanol
Nama Lain : Etil alkohol; hidroksietana; alkohol; etil hidrat; alkohol absolut
Berat molekul : 46,07 g/mol
Rumus Molekul : C2H5OH
Pemerian : Cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. 
Kegunaan : Sebagai pelarut.

d. Akuades (FI III : 96)
Nama Resmi : Aqua destilata.
Nama Lain : Air suling
Rumus Molekul : H2O
Berat molekul : 18
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Kegunaan : sebagai pelarut.

D. URAIAN TANAMAN
1. Klasifikasi (BPOM RI, 2008)
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Sapindales
Suku : Anacardiaceae
Marga : Anacardium
Jenis : Anacardium occidentale L.

2. Nama daerah
Jambu orang (Minangkabau), Gaju (Lampung), Jambu mete (Jawa), Jambu Mede (Sunda), Jambu Monyet (Madura) (BPOM RI, 2008).

3. Morfologi
Habitus berupa pohon dengan tinggi ± 12 m. Batang berkayu bentuk bulat, bergetah, berwarna putih kotor. Daunnya tunggal, berwarna hijau, berbent8k bulat telur, dengan tepi rata dan pangkal runcing. Ujug daun membulat dengan pertulangan menyirip, panjang daun 8-22 cm dan lebar 5-13 cm. Bunga majemuk, bentuk malai, terletak di ketiak daun dan di ujung cabang, mempunyai daun pelindung berbentuk bulat telur dengan panjang 5-10 mm dan berwarna hijau. Kelopak bunga berambut dangan panjang 5-10 mm dan berwarna hijau muda. Mahkota bunga berbentuk runcing, saat muda berwarna putih, saat tua berwarna merah. Tipe buah batu, keras, melengkung, panjangnya ±3 cm,berwarna hijau kecoklatan. Biji bulat panjang, melengkung, berwarna putih. Akar tunggang berwarna coklat (BPOM RI, 2008).

4. Kandungan Kimia
Kulit batang jambu mete aktivitas antifungi karena keberadaan senyawa tanin, asam galat dan asam anakardat. Komponen fenolik terkait dengan aktivitas anti C. albicans. Asam anakardat berefek fungisidal secara in vitro (Lidyawita, 2013).

E. PROSEDUR KERJA

F. HASIL PENGAMATAN
LAPORAN PENETAPAN PARTISI EKSTRAK

G. PEMBAHASAN
Partisi ekstrak (ekstraksi cair-cair) adalah proses pemisahan zat terlarut di dalam dua macam zat pelarut yang tidak saling bercampur, dengan kata lain perbandingan konsentrasi zat terlarut dalam pelarut organik dan pelarut air. Hal tersebut memungkinkan karena adanya sifat senyawa yang dapat larut dalam air dan ada pula yang dapat terlarut dalam pelarut organik. Sedangkan ekstraksi padat-cair adalah proses pemisahan untuk memperoleh komponen zat terlarut dari campurannya dalam padatan dengan menggunakan pelarut yang sesuai. Pada umumnya metode ini digunakan untuk sampel yang tidak larut dalam air.

Tujuan dilakukannya partisi yaitu untuk memisahkan komponen kimia dari sampel berdasarkan tingkat kepolarannya. Proses partisi sebenarnya dapat dilakukan dengan partisi cair-cair ataupun partisi padatcair, namun pada praktikum kali ini hanya dilakukan partisi cair-cair. Prinsip dari proses partisi yaitu digunakannya dua pelarut yangtidak saling bercampur untuk melarutkan zat-zat yang ada dalam ekstrak.

Metode ekstraksi cair-cair, ekstraksi dapat dilakukan dengan kontinyu atau dengan cara bertahap. Tekniknya dengan menambahkan pelarut pengekstrak yang tidak bercampur dengan pelarut, lalu dikocok. Pengocokan dilakukan dengan tujuan agar dapat terlihat dua lapisan dua fase pada larutan. Perlakuan pertama melalui tabung reaksi, kemudian dilakukan pengocokan sampai terjadi kesetimbangan konsentrasi solut pada kedua pelarut. Setelah didiamkan beberapa saat akan terbentuk dua lapisan. Lapisan yang berada dibawah dengan kerapatan lebih besar dapat dipisahkan untuk melakukan analisa selanjutnya.

Ekstrak yang digunakan dalam percobaan ini adalah ekstrak kulit batang jambu mete (Annacardium occidentale)Pelarut yang digunakan yaitu pelarut yang bersifat polar dan nonpolar. Tahap-tahap dalam melakukan proses partisi yaitu pertama-tama ekstrak metanol dilarutkan dalam air. Setelah larut, kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan 5 ml n-heksana dan dikocok pada satu arah hingga homogen.. Dipisahkan hingga terlihat adanya dua lapisan, dimana lapisan atas adalah lapisan n-heksan, sedangkan lapisan bawah adalah lapisan air. Hal ini disebabkan karena air memiliki massa jenis yang lebih besar daripada n-heksan. Sedangkan untuk lapisan air, dimasukkan ke dalam corong pisah dan ditambahkan lagi n-heksan dan dikocok hingga homogen, prosedur ini dilakukan sama halnya pada prosedur awal, dan dilakukan terus-menerus hingga lapisan atas kelihatan jernih. Setelah dipartisi dengan menggunakan n-heksan, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan pelarut etanol, dengan melakukan proses yang sama dengan penggunaan pelarut n-heksan.

Hasil dari percobaan ini yaitu diperoleh fraksi larut etanol, n-hexan dan etil asetat. Untuk pemisahan pertama dan kedua terjadi dua lapisan yang disebabkan karena bobot jenis dari pelarut n-hexan dan etil asetat lebih kecil dibanding dengan bobot ekstrak etanol kulit batang jambu mente, sehingga ekstrak berada di lapisan bawah. Pada proses partisi, dilakukan sebanyak 3 kali penarikan senyawa meggunakan masing-masing pelarut untuk meningkatkan efisiensi ekstraksi dan jumlah komponen senyawa nonpolar yang dihasilkan lebih banyak

DAFTAR PUSTAKA
Biyantro, Dwi., Muhadi AW., 2010, Kajian Pemisahan Zr-Hf Dengan Proses Ekstraksi Cair-Cair, Yogyakarta

Carolus, F,P., 2014, Uji Efektivitas Ekstrak Kulit Batang Jambu Mete 

(Anacardium Occidentale L.) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Aloksan, Jurnal Ilmiah Farmasi, Vol.3, No.3.

Dewi, Mega., Murwani, Sri., Trisunuwati, Pratiwi., 2008, Uji Antimikroba Ekstrak n-Heksana Kulit Biji (Pericarp) Jambu Mete (Anacardium occidentale) Terhadap Streptococcus uberis (SM-1-PKH) Secara In Vitro

Ditjen POM, 1979, Farmakope Indonesia edisi III, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

Khopkar , 2013, Pebandingan Metode Ekstraksi Maserasi Dan Sokletasi Terhadap Kadar Piperin Buah Cabe Jawa (Piperis retrofracti fructus), UIN Syarif Hidyatullah, Jakarta

Putranto, Agus, M, H., 2011, Metode Ekstraksi Cair-Cair Sebagian Alternatif Untuk Pembersihan Lingkungan Perairan Dari Limbah Cair Industri Dari Limbah Cair Industri Kelapa Sawit, Jurnal Gradien Vol.8 No.1.

Suhirman, M, S., Manoi, F., Sembiring, B, S., 2006, Teknik Pembuatan Simplisia Dan Ekstrak Purwoceng, Laporan Pelaksanaan Penelitian Tanaman Obat Dan Aromatik.

Veriony, Lini, Sudarsono dan Agung Endro Nugroho, 2011, Aktivitas Antiinflamasi Rebusan Kulit Batang Jambu Mete (Anacardium occidentale L.) Pada Udema Kaki Tikus Terinduksi Karagenin, Majalah Obat Tradisional, Vol. 16(3).