LAPORAN SIFAT-SIFAT SENYAWA HIDROKARBON - ElrinAlria

LAPORAN SIFAT-SIFAT SENYAWA HIDROKARBON

SIFAT-SIFAT SENYAWA HIDROKARBON
PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1
PERCOBAAN III

A. TUJUAN
Tujuan pada praktikum ini adalah:
  1. Memperlihatkan sifat-sifat khas dari senyawa hidrokarbon jenuh, tak jenuh dan aromatik. 
  2. Membedakan senyawa-senyawa tersebut berdasarkan sifat reaksi kimianya. 

B. LANDASAN TEORI
Hidrokarbon (HC) merupakan salah satu refrigeran alternatif pengganti refrigeran halokarbon (R-12 dan R-22) karena memiliki beberapa kelebihan, diantaranya ramah lingkungan, pengganti langsung (drop-in subtitue) tanpa perubahan komponen, pemakaian refrigeran lebih sedikit, lebih hemat energi, memenhi standar internasional yang dikelurkan oleh Independent Australian Hydrocarbon Refrigeration Assiciation (IAHRA), Greenchill Technology Association (GTA) Inc., Australia serta Calor Gas, UK (Mainil, 2012).

Panjang rantai hidrokarbon dari suat senyawa alkohol sangat berpengaruh pada kelarutannya dalam air. Hal ini disebabkan oleh rantai hidrokarbon yang bersifat hidrofobik. Semakin panjang rantai hidrokarbondi dalam suatu senyawa alkohol, maka kelarutan di dalam air akan semakin rendah (Radiman, dkk., 2002).

Kelemahan hidrokarbon yang menonjol adalah mudah terbakar, namun hal ini tidak terlalu mengkhawatirkan jika prosedur keamanan penggunaan hidrokarbon diterapkan dengan baik serta telah diakui dan diatur oleh berbagai standar Internasional (Mainil, 2012).

Eksplorasi hidrokarbon dalam industri minyak dan gas bumi merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menemukan cadangan hidrokarbon yang ekonomis untuk dilkukan tahapan eksploitasi selanjutnya. Metode sismik refleksi merupakan salah satu metode geofisika yang digunakan dalam eksplorasi hidrokarbon untuk mendapatkan gambaran struktur geologi dan pelapisan bawah permukaan yang berpotensi sebagai jebakan hidrokarbon dengan tingkat keakuratan serta detail yang tinggi. Usaha untuk meningkatkan produksi hidrokarbon tidak hanya dengan mencari sumber-sumber hidrokarbon baru, tetapi juga dengan mengembangkan lapangan-lapangan yang sudah ada (Mushoddaq, 2012).

Deteksi hidrokarbon denagn metod-metode yang baru sangat dibuutuhkan, baik metode mendeteksi hidrokarbon secara langsung ataupun metode yang digunakan mendeteksi hidrokarbon secara tidak langsung. Metode langsung untuk mendeteksi hidrokarbon adalah metode yang hanya menggunakan data seismik untuk menemukan reservoir atau hidrokarbon, sedangkan metode tidak langsung merupakan metode yang di dalamnya menggunakan data seismik serta data sumur untuk mendeteksi reservoir ataupun karakterisasinya (Mushoddaq, 2012).

Minyak bumi adalah campuran hidrokarbon yang terbentuk berjuta-juta tahun yang laludi masa lampau sebagai hasil dekomposisi bahan-bahan organik dari tumbuhan-tumbuhan dan hewan. Minyak bumi berupa cairan kental berwarna kehitaman yang terdapat dalam cekungan-cekungan kerak bumi dan merupakan campuran sangat kompleks dari senyawa-senyawa hidrokarbon dan bukan hidrokarbon. Terdapat 500 senyawa yang perbah dideteksi dalam suatu cuplikan minyak bumi yang terdiri dari minyak bumi fraksi ringan dan fraksi berat. Minyak bumi fraksi ringan, komponen utamanya adalah n-alkana dengan atom C15-17, sedangkan minyak bui fraksi berat, komponen utamanya adalah fraksi hidrokarbon dengan titik didih tinggi (Marsaoli, 2004).

Premiun merupakan salah satu fraksi dari hasil penyulingan minyak bumi yang termasuk senyawa hidrokarbon parafin dengan lima sampai dua belas atom karbon pada suhu kamar dan tekanan atmosfir berupa cairan. Dengan rumus umum CnH2n+2 (Dewi, dkk., 2010).

Premium memiliki persyaratan tertentu yaitu syarat-syarat standar sebagai bahan bakar pada mesin kendaraan bermotor agar mesin dapat beroperasi dengan baik, yaitu mesin mudah dihidupkan, jalannya mulus, dengan daya yang besar hemat dalam pemakaina bahan bakar/mempunyai sifat korosi yang kecil dan gas pencemar yang diakibatkan dari hasil sisa pembakaran rendah (Dewi, dkk., 2010).

Premium sebagai bahan bakar untk kendaraan bermotor dibuat dengan spesifikasi tertentu yang merupakan persyaratan batas maksimum dari sifat-sifat premium agar pemekaiannya sebagai bahan bakar pada mesin kendaraan bermotor agar mesin dapat beroperasi dengan baik, yaitu mesin mudah dihidupkan, mempunyai daya yang besar, hemat dalam pemakaian bahan bakar, mempunyai sifat korosi yang kecil dan gas pencemaran yang diakibatkan dari hasil sisa pembakarannya rendah (Dewi, dkk., 2010).

C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat 
Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu:
  1. Tabung reaksi 
  2. Gegep 
  3. Pipet tetes 

2. Bahan 
Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu:
  1. Air brom (Br2) 
  2. Minyak tanah 
  3. Minyak goreng 
  4. Bensin 
  5. Solar 
  6. Pertamax 
  7. Kapur barus 

D. PROSEDUR KERJA
LAPORAN SIFAT-SIFAT SENYAWA HIDROKARBON


E. HASIL PENGAMATAN
LAPORAN SIFAT-SIFAT SENYAWA HIDROKARBON


F. PEMBAHASAN
Hidrokarbon merupakan senyawa-senyawa yang hanya mengandung atau tersusun dari atom Karbon (C) dan atom Hidrogen (H). Berdasarkan sususnan atom karbon dalam molekulnya, senyawa karbon di bagi menjadi 2 golongan, yaitu senyawa alifatik dan senyawa siklik. Senyawa alifatik adalah senyawa karobon yang rantai C nya terbuka dan mungkin rantai C nya bercabang. Sedangkan senyawa siklik yaitu senyawa karbon yang rantai C nya melingkar dan lingkaran itu mungkin juga mengikat rantai samping.

Atom karbon memiliki beberapa keunikan diantaranya sesuai dengan golongan yang dimiliki yaitu golongan IV, atom karbon mempunyai 4 elektron valensi. Oleh karena itu, untuk mencapai konfigurasi oktet maka atom karbon mempunyai kemampuan untuk membentuk 4 ikatan kovalen yang relatif kuat. Ato karbon dapat membentuk ikatan antar karbon yang berupa ikatan tunggal, rangkap dua maupun rangkap tiga. Atom karbon mempunyai kemampuan untuk membentuk rantai (ikatan yang panjang). Rantai karbon yang terbentuk dapat berfariasi yaitu rantai lurus, bercabang dan siklik (melingkar).

Pada percobaan kali ini, uji yang dilakukan menggunakan bromida (air brom). Senyawa yang diuji yaitu alkana, alkena,dan aromatik. Alkana merupakan senyawa yang hanya memiliki ikatan tunggal (ikatan sigma) antar atom karbonnya, sehingga menyebabkan rantai karbonnya mudah putus. Alkena merupakan senyawa yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap dua (1 ikatan sigma,  dan 1 ikatan phi) antar atom karbonnya. 

Zat penambah yang digunakan pada praktikum ini yaitu bromida (Br2). Senyawa yang dapat bereaksi dengan bromida (Br2) adalah senyawa alkena, karena bromida akan menyerang rantai rangkap yang dimiliki oleh alkena yang akan menyebabkan rantai rangkapnya akan mengalami pemutusan dan digantikan oleh bromida. 

Tanda-tanda suatu senyawa bereaksi dengan senyawa lain yaitu terjadi perubahan warna, terjadi peningkatan atau penurunan suhu, timul gas atau asap, menimbulkan bau, menimbulkan gelembung. Suatu senyawa yang ditambahkan dengan senyawa lain akan menyebabkan peningkatan suhu, maka senyawa tersebut mengalami eksoterem sedangkan apabila suatu senyawa yang direaksikan dengan senyawa lain mengalami penurunan suhu, maka senyawa tersebut mengalami endoterm. 

Pada percobaan ini digunakan minyak tanah, minyak goreng, bensin, solar, pertamax dan kapur barus sebagai sampel. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa sampel yang digunakan dapat bereaksi dengan zat penambah yaitu bromida (air brom). Hal ini ditunjukkan karena adanya perubahan warna, adanya asap dan terdapat gelembung. 

Minyak marupakan senyawa yang memiliki struktur yang panjang. Minyak mempunyai ikatan rangkap dan ikatan tunggal. Minyak yang memiliki ikatan rangkap merupakan senyawa tak jenuh, sebaliknya apabila minyak hanya meiliki ikatan tunggal maka marupakan senyawa jenuh. Senyawa tak jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat ikatan rangkap dua ata rangkap tiga, sedangkan senyawa jenuh adalah senyawa alifatik yang hanya berisi ikatan-ikatan tunggal. Minyak yang memiliki ikatan rangkap dapat bereaksi dengan senyawa lain, sedangkan minyak yang hanya memiliki ikatan tunggal tidak dapat bereaksi dengan senyawa lain.

DAFTAR PUSTAKA
Dewi, Y, S., Tari Budiyanti, 2010, “Pengaruh Campuran Kadar Kerosin Dalam Premium Terhadap Emisi Gas Sulfur Oksidasi Dan Nitrogen Oksida Pada Kendaraan Bermotor”, Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik LIMIT’S, 6(2). 

Mainil, A, K., 2012, “Kaji Eksperimental Performasi Mesin Pendingin Komprensi Uap Dengan Menggunakan Refrigeran Hidrokarbon (Hcr12) Sebagai Alternatif Refrigeran Pengganti R12 Dengan Sistem Penggantian Langsung (Drop In Substitue)”, Jurnal Mechanical, 3(1).

Marsaoli, M., 2004, “Kandungan Bahan Organik, N-alkana, Aromatik, Dan Total Hidrokarbon Dalam Sedimen Di Perairan Raha Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara”, Makara, Sains, 8(3).

Mushoddaq, dan Bagus Jaya Sentosa, 2012, “Deteksi Lapisan Hidrokarbon Dengan Metode Inversi Impedansi Akustik dan EMD (Empirical Mode Decompisition) Pada Formasi Air Benakan Lapangan “X””, Jurnal Teknik Pomits, 1(1).

Radiman, C, L., Yuliany, Veinardi Suendo, 2002, “Pengaruh Media Perendaman Terhadap Permeabilitas Membran Polisulfon”, Jurnal Matematika dan Sains, 7(2).

LAPORAN SIFAT-SIFAT SENYAWA HIDROKARBON


LAPORAN SIFAT-SIFAT SENYAWA HIDROKARBON

SIFAT-SIFAT SENYAWA HIDROKARBON
PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1
PERCOBAAN III

A. TUJUAN
Tujuan pada praktikum ini adalah:
  1. Memperlihatkan sifat-sifat khas dari senyawa hidrokarbon jenuh, tak jenuh dan aromatik. 
  2. Membedakan senyawa-senyawa tersebut berdasarkan sifat reaksi kimianya. 

B. LANDASAN TEORI
Hidrokarbon (HC) merupakan salah satu refrigeran alternatif pengganti refrigeran halokarbon (R-12 dan R-22) karena memiliki beberapa kelebihan, diantaranya ramah lingkungan, pengganti langsung (drop-in subtitue) tanpa perubahan komponen, pemakaian refrigeran lebih sedikit, lebih hemat energi, memenhi standar internasional yang dikelurkan oleh Independent Australian Hydrocarbon Refrigeration Assiciation (IAHRA), Greenchill Technology Association (GTA) Inc., Australia serta Calor Gas, UK (Mainil, 2012).

Panjang rantai hidrokarbon dari suat senyawa alkohol sangat berpengaruh pada kelarutannya dalam air. Hal ini disebabkan oleh rantai hidrokarbon yang bersifat hidrofobik. Semakin panjang rantai hidrokarbondi dalam suatu senyawa alkohol, maka kelarutan di dalam air akan semakin rendah (Radiman, dkk., 2002).

Kelemahan hidrokarbon yang menonjol adalah mudah terbakar, namun hal ini tidak terlalu mengkhawatirkan jika prosedur keamanan penggunaan hidrokarbon diterapkan dengan baik serta telah diakui dan diatur oleh berbagai standar Internasional (Mainil, 2012).

Eksplorasi hidrokarbon dalam industri minyak dan gas bumi merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menemukan cadangan hidrokarbon yang ekonomis untuk dilkukan tahapan eksploitasi selanjutnya. Metode sismik refleksi merupakan salah satu metode geofisika yang digunakan dalam eksplorasi hidrokarbon untuk mendapatkan gambaran struktur geologi dan pelapisan bawah permukaan yang berpotensi sebagai jebakan hidrokarbon dengan tingkat keakuratan serta detail yang tinggi. Usaha untuk meningkatkan produksi hidrokarbon tidak hanya dengan mencari sumber-sumber hidrokarbon baru, tetapi juga dengan mengembangkan lapangan-lapangan yang sudah ada (Mushoddaq, 2012).

Deteksi hidrokarbon denagn metod-metode yang baru sangat dibuutuhkan, baik metode mendeteksi hidrokarbon secara langsung ataupun metode yang digunakan mendeteksi hidrokarbon secara tidak langsung. Metode langsung untuk mendeteksi hidrokarbon adalah metode yang hanya menggunakan data seismik untuk menemukan reservoir atau hidrokarbon, sedangkan metode tidak langsung merupakan metode yang di dalamnya menggunakan data seismik serta data sumur untuk mendeteksi reservoir ataupun karakterisasinya (Mushoddaq, 2012).

Minyak bumi adalah campuran hidrokarbon yang terbentuk berjuta-juta tahun yang laludi masa lampau sebagai hasil dekomposisi bahan-bahan organik dari tumbuhan-tumbuhan dan hewan. Minyak bumi berupa cairan kental berwarna kehitaman yang terdapat dalam cekungan-cekungan kerak bumi dan merupakan campuran sangat kompleks dari senyawa-senyawa hidrokarbon dan bukan hidrokarbon. Terdapat 500 senyawa yang perbah dideteksi dalam suatu cuplikan minyak bumi yang terdiri dari minyak bumi fraksi ringan dan fraksi berat. Minyak bumi fraksi ringan, komponen utamanya adalah n-alkana dengan atom C15-17, sedangkan minyak bui fraksi berat, komponen utamanya adalah fraksi hidrokarbon dengan titik didih tinggi (Marsaoli, 2004).

Premiun merupakan salah satu fraksi dari hasil penyulingan minyak bumi yang termasuk senyawa hidrokarbon parafin dengan lima sampai dua belas atom karbon pada suhu kamar dan tekanan atmosfir berupa cairan. Dengan rumus umum CnH2n+2 (Dewi, dkk., 2010).

Premium memiliki persyaratan tertentu yaitu syarat-syarat standar sebagai bahan bakar pada mesin kendaraan bermotor agar mesin dapat beroperasi dengan baik, yaitu mesin mudah dihidupkan, jalannya mulus, dengan daya yang besar hemat dalam pemakaina bahan bakar/mempunyai sifat korosi yang kecil dan gas pencemar yang diakibatkan dari hasil sisa pembakaran rendah (Dewi, dkk., 2010).

Premium sebagai bahan bakar untk kendaraan bermotor dibuat dengan spesifikasi tertentu yang merupakan persyaratan batas maksimum dari sifat-sifat premium agar pemekaiannya sebagai bahan bakar pada mesin kendaraan bermotor agar mesin dapat beroperasi dengan baik, yaitu mesin mudah dihidupkan, mempunyai daya yang besar, hemat dalam pemakaian bahan bakar, mempunyai sifat korosi yang kecil dan gas pencemaran yang diakibatkan dari hasil sisa pembakarannya rendah (Dewi, dkk., 2010).

C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat 
Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu:
  1. Tabung reaksi 
  2. Gegep 
  3. Pipet tetes 

2. Bahan 
Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu:
  1. Air brom (Br2) 
  2. Minyak tanah 
  3. Minyak goreng 
  4. Bensin 
  5. Solar 
  6. Pertamax 
  7. Kapur barus 

D. PROSEDUR KERJA
LAPORAN SIFAT-SIFAT SENYAWA HIDROKARBON


E. HASIL PENGAMATAN
LAPORAN SIFAT-SIFAT SENYAWA HIDROKARBON


F. PEMBAHASAN
Hidrokarbon merupakan senyawa-senyawa yang hanya mengandung atau tersusun dari atom Karbon (C) dan atom Hidrogen (H). Berdasarkan sususnan atom karbon dalam molekulnya, senyawa karbon di bagi menjadi 2 golongan, yaitu senyawa alifatik dan senyawa siklik. Senyawa alifatik adalah senyawa karobon yang rantai C nya terbuka dan mungkin rantai C nya bercabang. Sedangkan senyawa siklik yaitu senyawa karbon yang rantai C nya melingkar dan lingkaran itu mungkin juga mengikat rantai samping.

Atom karbon memiliki beberapa keunikan diantaranya sesuai dengan golongan yang dimiliki yaitu golongan IV, atom karbon mempunyai 4 elektron valensi. Oleh karena itu, untuk mencapai konfigurasi oktet maka atom karbon mempunyai kemampuan untuk membentuk 4 ikatan kovalen yang relatif kuat. Ato karbon dapat membentuk ikatan antar karbon yang berupa ikatan tunggal, rangkap dua maupun rangkap tiga. Atom karbon mempunyai kemampuan untuk membentuk rantai (ikatan yang panjang). Rantai karbon yang terbentuk dapat berfariasi yaitu rantai lurus, bercabang dan siklik (melingkar).

Pada percobaan kali ini, uji yang dilakukan menggunakan bromida (air brom). Senyawa yang diuji yaitu alkana, alkena,dan aromatik. Alkana merupakan senyawa yang hanya memiliki ikatan tunggal (ikatan sigma) antar atom karbonnya, sehingga menyebabkan rantai karbonnya mudah putus. Alkena merupakan senyawa yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap dua (1 ikatan sigma,  dan 1 ikatan phi) antar atom karbonnya. 

Zat penambah yang digunakan pada praktikum ini yaitu bromida (Br2). Senyawa yang dapat bereaksi dengan bromida (Br2) adalah senyawa alkena, karena bromida akan menyerang rantai rangkap yang dimiliki oleh alkena yang akan menyebabkan rantai rangkapnya akan mengalami pemutusan dan digantikan oleh bromida. 

Tanda-tanda suatu senyawa bereaksi dengan senyawa lain yaitu terjadi perubahan warna, terjadi peningkatan atau penurunan suhu, timul gas atau asap, menimbulkan bau, menimbulkan gelembung. Suatu senyawa yang ditambahkan dengan senyawa lain akan menyebabkan peningkatan suhu, maka senyawa tersebut mengalami eksoterem sedangkan apabila suatu senyawa yang direaksikan dengan senyawa lain mengalami penurunan suhu, maka senyawa tersebut mengalami endoterm. 

Pada percobaan ini digunakan minyak tanah, minyak goreng, bensin, solar, pertamax dan kapur barus sebagai sampel. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa sampel yang digunakan dapat bereaksi dengan zat penambah yaitu bromida (air brom). Hal ini ditunjukkan karena adanya perubahan warna, adanya asap dan terdapat gelembung. 

Minyak marupakan senyawa yang memiliki struktur yang panjang. Minyak mempunyai ikatan rangkap dan ikatan tunggal. Minyak yang memiliki ikatan rangkap merupakan senyawa tak jenuh, sebaliknya apabila minyak hanya meiliki ikatan tunggal maka marupakan senyawa jenuh. Senyawa tak jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat ikatan rangkap dua ata rangkap tiga, sedangkan senyawa jenuh adalah senyawa alifatik yang hanya berisi ikatan-ikatan tunggal. Minyak yang memiliki ikatan rangkap dapat bereaksi dengan senyawa lain, sedangkan minyak yang hanya memiliki ikatan tunggal tidak dapat bereaksi dengan senyawa lain.

DAFTAR PUSTAKA
Dewi, Y, S., Tari Budiyanti, 2010, “Pengaruh Campuran Kadar Kerosin Dalam Premium Terhadap Emisi Gas Sulfur Oksidasi Dan Nitrogen Oksida Pada Kendaraan Bermotor”, Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik LIMIT’S, 6(2). 

Mainil, A, K., 2012, “Kaji Eksperimental Performasi Mesin Pendingin Komprensi Uap Dengan Menggunakan Refrigeran Hidrokarbon (Hcr12) Sebagai Alternatif Refrigeran Pengganti R12 Dengan Sistem Penggantian Langsung (Drop In Substitue)”, Jurnal Mechanical, 3(1).

Marsaoli, M., 2004, “Kandungan Bahan Organik, N-alkana, Aromatik, Dan Total Hidrokarbon Dalam Sedimen Di Perairan Raha Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara”, Makara, Sains, 8(3).

Mushoddaq, dan Bagus Jaya Sentosa, 2012, “Deteksi Lapisan Hidrokarbon Dengan Metode Inversi Impedansi Akustik dan EMD (Empirical Mode Decompisition) Pada Formasi Air Benakan Lapangan “X””, Jurnal Teknik Pomits, 1(1).

Radiman, C, L., Yuliany, Veinardi Suendo, 2002, “Pengaruh Media Perendaman Terhadap Permeabilitas Membran Polisulfon”, Jurnal Matematika dan Sains, 7(2).