LAPORAN UJI BAHAN MAKANAN YANG MENGANDUNG PROTEIN DAN AMILUM - ElrinAlria
LAPORAN UJI BAHAN MAKANAN YANG MENGANDUNG PROTEIN DAN AMILUM
LAPORAN PRAKTIKUM MINGGUAN
BIOKIMIA PERTANIAN
“UJI BAHAN MAKANAN YANG MENGANDUNG PROTEIN DAN AMILUM”

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Agar tubuh sehat dan tumbuh secara normal, ada enam macam zat makanan yang dibutuhkan, yaitu karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan air. Keenam zat makanan tersebut dapat kita peroleh dari berbagai bahan makanan. Makanan biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi. Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan. Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktifitas sehari-harinya. Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi dan membantu pertumbuhan badan dan otak.

Uji protein dilakukan guna mengetahui kandungan bahan makanan yang mengandung protein. Protein merupakan rantai panjang (polimer) asam amino. Asam amino terdiri dari atom karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), dan kadang-kadang belerang (S). Berdasarkan asalnya, protein dibedakan menjadi protein nabati dan hewani. Protein nabati diperoleh dari tumbuhan, misalnya tahu, tempe, kacang, dll. Protein hewani diperoleh dari hewan misalnya ikan, udang, keju, dll. Protein hewani mengandung asam amino yang lebih lengkap daripada protein nabati. Fungsi protein dalam tubuh antara lain mengganti sel-sel yang telah rusak, membentuk enzim, fibrinogen, antibodi, membran sel, dan hormon, mengatur proses didalam tubuh, sebagai sumber energi.

Karbohidrat adalah senyawa yang tersusun tas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Karbohidrat dapat menghasilkan kalori atau energi. Selain pada nasi dan sagu. Untuk mengetahui dan membuktikan ada tidaknya kandungan karbohidrat dalam makanan dapat di uji dengan lugol, Bila makanan yang kita tetesi lugol menghitam, maka makanan tersebut mengandung karbohidrat. Semakin hitam berarti makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya. Amilum merupakan karbohidrat dari golongan polisakarida, sedangkan glukosa merupakan karbohidrat dari golongan monosakarida. Fungsi karbohidrat yang utama yaitu sebagai penghasil energi. Sebagai sumber energi, karbohidrat menyediakan energi bagi tubuh. Satu gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori, sebagian karbohidrat di dalam tubuh berada dalam sirkulasi darah sebagai glukosa untuk keperluan energi, sebagian disimpan sebagai glikogen dalam hati dan jaringan otot, dan sebagian diubah menjadi lemak untuk kemudian disimpan sebagai cadangan energi di dalam jaringan lemak.

Oleh karena itu praktikum ini dilakukan agar kita bias membedakan bahan makanan apa saja yang mengandung protein dan amilum.

1.2 Tujuan dan Kegunaan 
Tujuan dari praktikum ini untuk membuktikanbahwa suatu bahan makanan mengandung protein dan amilum.

II. TINJAUAN PUSTAKA
Karbohidrat tersusun atas unsur-unsur Carbon, Hydrogen , dan Oksigen (CHO) Secara kimiawi, karbohidrat dapat didefinisikansebagai turunan aldehida (polihidroksi aldehid) atau turunan keton (polihidroksi keton) dari alkohol, atau juga karbohidrat berarti senyawayang dapat dihidrolisis (bereaksi dengan air) menghasilkan aldehida atauketon.Satu satunya senyawa organik Karbohidrat ini dibentuk dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan berhijau daun (Aryuliana, 2010).

Pati atau amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalamair, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau.Pati merupakan bahan utama yang dihasilkanoleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang (Susantri, 2013).

Protein merupakan senyawa majemuk yang terdiri atas unsure-unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang terdapat unsur P dan S. Molekul protein tersusun dari sejumlah asam amino sebagai bahan dari dasar (Sri, 2009).

Pati tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam komposisi yang berbeda-beda. Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket. Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes iodin sedangkan amilopektin tidak bereaksi (Kimball, 2009).

Glisemik indek (G I ) merupakan gambaran tentang hubungan karbohidrat dalam makanan dengan kadar glukosa darah. Pangan yang dapat menaikkan gula darah dengan cepat biasanya memiliki glisemik indek tinggi. GI digunakan juga untuk standarisasi respon glisemik terhadap adanya karbohidrat (sebagai contoh gula dan pati) dan makanan yang kaya akan karbohidrat, seperti beras (Endang, 2012).

Perbedaan rata-rata yang signifikan terhadap kadar karbohidrat dan protein pada setiap media tanam yang berbeda menghasilkan kadar nutrien yang berbeda pula (Jamilah, 2016).

Karbohidrat yang penting dalam ilmu gizi dibagi dalam dua golongan yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana merupakan karbohidrat yang banyak mengandung gula. Karbohidrat sederhana terdiri atas monosakarida, disakarida, gula alkohol, dan oligosakarida. Sedangkan karbohidrat kompleks merupakan karbohidrat yang banyak mengandung serat (Siagian, 2014).

III. METODOLOGI PRAKTIKUM 
3.1 Waktu dan Tempat
Kegiatan praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Maret 2017 pukul 08.00- selesai WITA, bertempat di Laboratorium Agroteknologi Unit Agronomi Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari. 

3.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum uji bahan makanan yang mengandung protein dan amilum ini adalah sebagai berikut:
LAPORAN UJI BAHAN MAKANAN YANG MENGANDUNG PROTEIN DAN AMILUM

3.3 Prosedur kerja
Prosedur kerja pada praktikum ini yaitu dilakukan 2 kali percobaan berupa uji protein dan uji amilum sebagai berikut.

1. Uji Protein 
  1. Menyediakan tabung reaksi sebanyak bahan makanan yang akan diuji. 
  2. Mengisi tiap tabung reaksi dengan bahan makanan yang akan diuji dan menaruh pada raknya. 
  3. Menetesi larutan biuret kedalam tiap tabung reaksi dan mencatat perubahan warna yang terjadi. 
  4. Mengocok hingga tercampur rata. 
  5. Mengamati perubahan warna yang terjadi lalu mencatat di buku kerja. 
  6. Bahan makanan apakah yang menunjukkan perubahan warna? Apabila mengandung protein, bahan makanan itu akan berwarna ungu. 
2. Uji Amilum
Mengisi tabung reaksi dengan bahan makanan yang sama seperti pada percobaan uji protein. 
Menaruh pada raknya dan menetesi setiap tabung dengan larutan yodium sebanyak lima tetes. 
Mengocok tabung reaksi tersebut dan mengamati lagi perubahan warna yang terjadi. 
Mencatat di buku kerja. 
Tabung manakah yang menunjukkan perubahan warna? Bagaimanaka perubahan warna tersebut? 
Bahan makanan apakah yang menunjukkan perubahan warna setelah ditetesi dengan larutan yodium? Apabila warna biru tua, bahan makanan itu mengandung karbohidrat (amilum). 

IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Hasil dari praktikum ini terdapat pada tabel sebagai berikut.
LAPORAN UJI BAHAN MAKANAN YANG MENGANDUNG PROTEIN DAN AMILUM

4.2Pembahasan
Pada praktikum kali ini kita menggunakan beberapa macam bahan makanan untuk mengetahui apakah mengandung protein dan karbohidrat (amilum). Protein merupakan rantai panjang (polimer) asam amino. Asam amino terdiri dari atom karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), dan kadang-kadang belerang (S). untuk mengetahui makanan yang mengandung protein dapat dilihat daari warna yang dihasilkan saat percobaan jika berwarna ungu berarti mengndung protein.

Karbohidrat adalah senyawa organik yang mengandung unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Untuk mengetahui dan membuktikan ada tidaknya kandungan karbohidrat dalam makanan dapat di ketahui bila makanan berwarna biru tua, berarti makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya. Amilum merupakan karbohidrat golongan polisakarida.

Pada percobaan pertama uji protein menggunakan cairan betadin dapat diperoleh hasil pada bahan makanan putih telur dicampurkan dengan betadin sebelum dikocok berwarna putih, sesudah dikocok dan di didihkan warnanya berubah menjadi merah. Hasilnya putih telur mengandung protein. Pada bahan makanan tahu saat dicampurkan dengan betadin menghasilkan warna Putih sebelum dikocok, setelah dikocok dan sesudah dididihkan warnanya menjadi merah. Hasilnya tahu mengandung protein. Pada bahan makanan kentang saat dicampurkan dengan betadin warnanya kuning sebelum dikocok, setelah dikocok dan dididihkan warnanya berubah menjadi hitam, artinya bahan makanan tersebut tidak memiliki kandungan protein. Pada nasi saat dicampur dicampur betadin sebelum dikocok berwarna putih setelah dikocok dan dididihkan warnanya berubah menjadi hitam, artinya nasi tidak mengandung protein. Pada minyak goreng ketika dicampurkan berwarna kuning sebelum dikocok, sesudah dikocok dan dididihkan warnanya menjadi merah. Pada minyak goreng sebenarnya tidak mengandung protein tetapi mengandung lemak. Pada bahan makanan putih telur dan tahu tidak menghasilkan warna ungu mungkin karena bahan yang digunakan campuran yang digunakan dalam uji protein bukan larutan biuret.

Pada percobaan kedua uji karbohidrat (amilum) menggunakan bahan campuran betadin diperoleh hasil pada bahan makanan putih telur sebelum dikocok berwarna putih, sesudah dikocok dan di didihkan warnanya pun tidak berubah. Hasilnya putih telur tidak mengandung amilum. Pada bahan makanan tahu diperoleh warna putih sebelum dikocok, sesudah dikocok dan sesudah dididihkan warnanya tetap sama, artinya tahu tidak memiliki kandungan amilum. Pada bahan makanan kentang di peroleh warna kuning sebelum dikocok, hitam sesudah dikocok dan saat dididihkan warnanya menjadi putih kekuningan, artinya kentang mengandung amilum. Pada bahan makanan nasi warna yang dihasilkan adalah putih sebelum dikocok, sedudah dikocok berwarna hitam dan sesudah dididihkan berwarna, artinya nasi mengandung amilum. Pada minyak goreng ketika dicampurkan berwarna kuning sebelum dikocok, sesudah dikocok menjadi merah dan dididihkan warnanya berubah menjadi putih. Pada minyak goreng tidak mengandung amilum. Pada bahan makanan tempe diperoleh warna putih sebelum dikocok, setelah dikocok dan dididihkan warnanya berubah menjadi kuning, artinya tidak memiliki amilum. Pada percobaan kedua ini warna yang dihasilkan kentang dan nasi seharusnya berwarna biru tua, tapi karena bahan campurannya bukan larutan yodium sehingga berwarna hitam. Pada minyak goreng juga tidak mengandung karbohidrat (amilum) tapi lemak.

V. KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Setelah pelaksanaan kegiatan ini kita bisa menyimpulkan bahwa protein merupakan rantai panjang (polimer) asam amino. Asam amino terdiri dari atom karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), dan kadang-kadang belerang (S). Setiap bahan makanan yang mengandung protein dapat dilihat dari warna yang dihasilkan setelah dicampurkan larutan biuret atau sejenisnya adalah warna ungu seperti putih telur, tahu, tempe. Sedangkan amilum adalah karbohidrat dari golongan polisakarida. Bahan makanan yang mengandung karbohidrat (amilum) akan menghasilkan warna biru tua jika dicampurkan dengan larutan yodium atau sejenisnya. Seperti pada bahan makanan nasi dan kentang. Apabila warna yang dihasilkan tidak sesuai artinya ada tahapan atau bahan yang tidak sesuai.

5.2 Saran
Saran saya pada praktikum kali ini yaitu bahan yang sulit didapatkan seperti larutan biuret disediakan oleh laboratorium agar hasil paraktik yang diperoleh sesuai.

DAFTAR PUSTAKA
Aryulina, Diah. 2010. Biology for Senior High School. Jakarta : Erlangga.

Endang L., Rumiyati, Ika P. 2012. Kajian Glimesik Indeks dan Makronutrien Dari Umbi-umbian Dalam Upaya Pencarian Sumber Pangan Fungsional. Jurnal Pharmacon, 13 (1): 18-23

Jamilah N. 2016. Kandungan Karbohidrat dan Potein Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Pada Media Tanaman Serbuk Kayu KEMIRI (Aleurites moluccana) dan Serbuk Kayu Campura. Jurnal Eksakta 1 (1): 38-41

Kimball, J. W. 2009. Biologi Umum. Jakarta: Erlangga.

Siagian, A., 2014, Indeks Glikemik Pangan, Cara Mudah Memilih Pangan yang Menyehatkan, Penebar Swadaya, Jakarta.

Sri Lestari, Endang. 2009. BIOLOGI 2 Makhluk Hidup dan Lingkungannya. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidkan Nasional.

Susantri. 2013. Uji Amilum, Glukosa, Protein dan Lemak. Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga. Jakarta.

LAPORAN UJI BAHAN MAKANAN YANG MENGANDUNG PROTEIN DAN AMILUM

LAPORAN UJI BAHAN MAKANAN YANG MENGANDUNG PROTEIN DAN AMILUM
LAPORAN PRAKTIKUM MINGGUAN
BIOKIMIA PERTANIAN
“UJI BAHAN MAKANAN YANG MENGANDUNG PROTEIN DAN AMILUM”

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Agar tubuh sehat dan tumbuh secara normal, ada enam macam zat makanan yang dibutuhkan, yaitu karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan air. Keenam zat makanan tersebut dapat kita peroleh dari berbagai bahan makanan. Makanan biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi. Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan. Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktifitas sehari-harinya. Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi dan membantu pertumbuhan badan dan otak.

Uji protein dilakukan guna mengetahui kandungan bahan makanan yang mengandung protein. Protein merupakan rantai panjang (polimer) asam amino. Asam amino terdiri dari atom karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), dan kadang-kadang belerang (S). Berdasarkan asalnya, protein dibedakan menjadi protein nabati dan hewani. Protein nabati diperoleh dari tumbuhan, misalnya tahu, tempe, kacang, dll. Protein hewani diperoleh dari hewan misalnya ikan, udang, keju, dll. Protein hewani mengandung asam amino yang lebih lengkap daripada protein nabati. Fungsi protein dalam tubuh antara lain mengganti sel-sel yang telah rusak, membentuk enzim, fibrinogen, antibodi, membran sel, dan hormon, mengatur proses didalam tubuh, sebagai sumber energi.

Karbohidrat adalah senyawa yang tersusun tas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Karbohidrat dapat menghasilkan kalori atau energi. Selain pada nasi dan sagu. Untuk mengetahui dan membuktikan ada tidaknya kandungan karbohidrat dalam makanan dapat di uji dengan lugol, Bila makanan yang kita tetesi lugol menghitam, maka makanan tersebut mengandung karbohidrat. Semakin hitam berarti makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya. Amilum merupakan karbohidrat dari golongan polisakarida, sedangkan glukosa merupakan karbohidrat dari golongan monosakarida. Fungsi karbohidrat yang utama yaitu sebagai penghasil energi. Sebagai sumber energi, karbohidrat menyediakan energi bagi tubuh. Satu gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori, sebagian karbohidrat di dalam tubuh berada dalam sirkulasi darah sebagai glukosa untuk keperluan energi, sebagian disimpan sebagai glikogen dalam hati dan jaringan otot, dan sebagian diubah menjadi lemak untuk kemudian disimpan sebagai cadangan energi di dalam jaringan lemak.

Oleh karena itu praktikum ini dilakukan agar kita bias membedakan bahan makanan apa saja yang mengandung protein dan amilum.

1.2 Tujuan dan Kegunaan 
Tujuan dari praktikum ini untuk membuktikanbahwa suatu bahan makanan mengandung protein dan amilum.

II. TINJAUAN PUSTAKA
Karbohidrat tersusun atas unsur-unsur Carbon, Hydrogen , dan Oksigen (CHO) Secara kimiawi, karbohidrat dapat didefinisikansebagai turunan aldehida (polihidroksi aldehid) atau turunan keton (polihidroksi keton) dari alkohol, atau juga karbohidrat berarti senyawayang dapat dihidrolisis (bereaksi dengan air) menghasilkan aldehida atauketon.Satu satunya senyawa organik Karbohidrat ini dibentuk dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan berhijau daun (Aryuliana, 2010).

Pati atau amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalamair, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau.Pati merupakan bahan utama yang dihasilkanoleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang (Susantri, 2013).

Protein merupakan senyawa majemuk yang terdiri atas unsure-unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang terdapat unsur P dan S. Molekul protein tersusun dari sejumlah asam amino sebagai bahan dari dasar (Sri, 2009).

Pati tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam komposisi yang berbeda-beda. Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket. Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes iodin sedangkan amilopektin tidak bereaksi (Kimball, 2009).

Glisemik indek (G I ) merupakan gambaran tentang hubungan karbohidrat dalam makanan dengan kadar glukosa darah. Pangan yang dapat menaikkan gula darah dengan cepat biasanya memiliki glisemik indek tinggi. GI digunakan juga untuk standarisasi respon glisemik terhadap adanya karbohidrat (sebagai contoh gula dan pati) dan makanan yang kaya akan karbohidrat, seperti beras (Endang, 2012).

Perbedaan rata-rata yang signifikan terhadap kadar karbohidrat dan protein pada setiap media tanam yang berbeda menghasilkan kadar nutrien yang berbeda pula (Jamilah, 2016).

Karbohidrat yang penting dalam ilmu gizi dibagi dalam dua golongan yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana merupakan karbohidrat yang banyak mengandung gula. Karbohidrat sederhana terdiri atas monosakarida, disakarida, gula alkohol, dan oligosakarida. Sedangkan karbohidrat kompleks merupakan karbohidrat yang banyak mengandung serat (Siagian, 2014).

III. METODOLOGI PRAKTIKUM 
3.1 Waktu dan Tempat
Kegiatan praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Maret 2017 pukul 08.00- selesai WITA, bertempat di Laboratorium Agroteknologi Unit Agronomi Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari. 

3.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum uji bahan makanan yang mengandung protein dan amilum ini adalah sebagai berikut:
LAPORAN UJI BAHAN MAKANAN YANG MENGANDUNG PROTEIN DAN AMILUM

3.3 Prosedur kerja
Prosedur kerja pada praktikum ini yaitu dilakukan 2 kali percobaan berupa uji protein dan uji amilum sebagai berikut.

1. Uji Protein 
  1. Menyediakan tabung reaksi sebanyak bahan makanan yang akan diuji. 
  2. Mengisi tiap tabung reaksi dengan bahan makanan yang akan diuji dan menaruh pada raknya. 
  3. Menetesi larutan biuret kedalam tiap tabung reaksi dan mencatat perubahan warna yang terjadi. 
  4. Mengocok hingga tercampur rata. 
  5. Mengamati perubahan warna yang terjadi lalu mencatat di buku kerja. 
  6. Bahan makanan apakah yang menunjukkan perubahan warna? Apabila mengandung protein, bahan makanan itu akan berwarna ungu. 
2. Uji Amilum
Mengisi tabung reaksi dengan bahan makanan yang sama seperti pada percobaan uji protein. 
Menaruh pada raknya dan menetesi setiap tabung dengan larutan yodium sebanyak lima tetes. 
Mengocok tabung reaksi tersebut dan mengamati lagi perubahan warna yang terjadi. 
Mencatat di buku kerja. 
Tabung manakah yang menunjukkan perubahan warna? Bagaimanaka perubahan warna tersebut? 
Bahan makanan apakah yang menunjukkan perubahan warna setelah ditetesi dengan larutan yodium? Apabila warna biru tua, bahan makanan itu mengandung karbohidrat (amilum). 

IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Hasil dari praktikum ini terdapat pada tabel sebagai berikut.
LAPORAN UJI BAHAN MAKANAN YANG MENGANDUNG PROTEIN DAN AMILUM

4.2Pembahasan
Pada praktikum kali ini kita menggunakan beberapa macam bahan makanan untuk mengetahui apakah mengandung protein dan karbohidrat (amilum). Protein merupakan rantai panjang (polimer) asam amino. Asam amino terdiri dari atom karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), dan kadang-kadang belerang (S). untuk mengetahui makanan yang mengandung protein dapat dilihat daari warna yang dihasilkan saat percobaan jika berwarna ungu berarti mengndung protein.

Karbohidrat adalah senyawa organik yang mengandung unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Untuk mengetahui dan membuktikan ada tidaknya kandungan karbohidrat dalam makanan dapat di ketahui bila makanan berwarna biru tua, berarti makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya. Amilum merupakan karbohidrat golongan polisakarida.

Pada percobaan pertama uji protein menggunakan cairan betadin dapat diperoleh hasil pada bahan makanan putih telur dicampurkan dengan betadin sebelum dikocok berwarna putih, sesudah dikocok dan di didihkan warnanya berubah menjadi merah. Hasilnya putih telur mengandung protein. Pada bahan makanan tahu saat dicampurkan dengan betadin menghasilkan warna Putih sebelum dikocok, setelah dikocok dan sesudah dididihkan warnanya menjadi merah. Hasilnya tahu mengandung protein. Pada bahan makanan kentang saat dicampurkan dengan betadin warnanya kuning sebelum dikocok, setelah dikocok dan dididihkan warnanya berubah menjadi hitam, artinya bahan makanan tersebut tidak memiliki kandungan protein. Pada nasi saat dicampur dicampur betadin sebelum dikocok berwarna putih setelah dikocok dan dididihkan warnanya berubah menjadi hitam, artinya nasi tidak mengandung protein. Pada minyak goreng ketika dicampurkan berwarna kuning sebelum dikocok, sesudah dikocok dan dididihkan warnanya menjadi merah. Pada minyak goreng sebenarnya tidak mengandung protein tetapi mengandung lemak. Pada bahan makanan putih telur dan tahu tidak menghasilkan warna ungu mungkin karena bahan yang digunakan campuran yang digunakan dalam uji protein bukan larutan biuret.

Pada percobaan kedua uji karbohidrat (amilum) menggunakan bahan campuran betadin diperoleh hasil pada bahan makanan putih telur sebelum dikocok berwarna putih, sesudah dikocok dan di didihkan warnanya pun tidak berubah. Hasilnya putih telur tidak mengandung amilum. Pada bahan makanan tahu diperoleh warna putih sebelum dikocok, sesudah dikocok dan sesudah dididihkan warnanya tetap sama, artinya tahu tidak memiliki kandungan amilum. Pada bahan makanan kentang di peroleh warna kuning sebelum dikocok, hitam sesudah dikocok dan saat dididihkan warnanya menjadi putih kekuningan, artinya kentang mengandung amilum. Pada bahan makanan nasi warna yang dihasilkan adalah putih sebelum dikocok, sedudah dikocok berwarna hitam dan sesudah dididihkan berwarna, artinya nasi mengandung amilum. Pada minyak goreng ketika dicampurkan berwarna kuning sebelum dikocok, sesudah dikocok menjadi merah dan dididihkan warnanya berubah menjadi putih. Pada minyak goreng tidak mengandung amilum. Pada bahan makanan tempe diperoleh warna putih sebelum dikocok, setelah dikocok dan dididihkan warnanya berubah menjadi kuning, artinya tidak memiliki amilum. Pada percobaan kedua ini warna yang dihasilkan kentang dan nasi seharusnya berwarna biru tua, tapi karena bahan campurannya bukan larutan yodium sehingga berwarna hitam. Pada minyak goreng juga tidak mengandung karbohidrat (amilum) tapi lemak.

V. KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Setelah pelaksanaan kegiatan ini kita bisa menyimpulkan bahwa protein merupakan rantai panjang (polimer) asam amino. Asam amino terdiri dari atom karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), dan kadang-kadang belerang (S). Setiap bahan makanan yang mengandung protein dapat dilihat dari warna yang dihasilkan setelah dicampurkan larutan biuret atau sejenisnya adalah warna ungu seperti putih telur, tahu, tempe. Sedangkan amilum adalah karbohidrat dari golongan polisakarida. Bahan makanan yang mengandung karbohidrat (amilum) akan menghasilkan warna biru tua jika dicampurkan dengan larutan yodium atau sejenisnya. Seperti pada bahan makanan nasi dan kentang. Apabila warna yang dihasilkan tidak sesuai artinya ada tahapan atau bahan yang tidak sesuai.

5.2 Saran
Saran saya pada praktikum kali ini yaitu bahan yang sulit didapatkan seperti larutan biuret disediakan oleh laboratorium agar hasil paraktik yang diperoleh sesuai.

DAFTAR PUSTAKA
Aryulina, Diah. 2010. Biology for Senior High School. Jakarta : Erlangga.

Endang L., Rumiyati, Ika P. 2012. Kajian Glimesik Indeks dan Makronutrien Dari Umbi-umbian Dalam Upaya Pencarian Sumber Pangan Fungsional. Jurnal Pharmacon, 13 (1): 18-23

Jamilah N. 2016. Kandungan Karbohidrat dan Potein Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Pada Media Tanaman Serbuk Kayu KEMIRI (Aleurites moluccana) dan Serbuk Kayu Campura. Jurnal Eksakta 1 (1): 38-41

Kimball, J. W. 2009. Biologi Umum. Jakarta: Erlangga.

Siagian, A., 2014, Indeks Glikemik Pangan, Cara Mudah Memilih Pangan yang Menyehatkan, Penebar Swadaya, Jakarta.

Sri Lestari, Endang. 2009. BIOLOGI 2 Makhluk Hidup dan Lingkungannya. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidkan Nasional.

Susantri. 2013. Uji Amilum, Glukosa, Protein dan Lemak. Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga. Jakarta.