MAKALAH MENTIMUN DAN SELEDRI EFEKTIF DALAM MENURUNKAN HIPERTENSI (TEKANAN DARAH TINGGI) - ElrinAlria
MAKALAH MENTIMUN DAN SELEDRI EFEKTIF DALAM MENURUNKAN HIPERTENSI (TEKANAN DARAH TINGGI)
MORFOLOGI SISTEMATIKA TUMBUHAN
MENTIMUN DAN SELEDRI EFEKTIF DALAM MENURUNKAN HIPERTENSI (TEKANAN DARAH TINGGI)
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Setiap tumbuhan memiliki karakter dan sifat masing-masing baik dari segi morfologi yaitu akar, batang, daun, bung, buah dan biji maupun dari segi khasiat tanaman tersebut. Untuk tanaman obat, banyak terkandung senyawa aktif yang memiliki berbagai khasiat bagi tubuh manusia. Tidak jarang pula banyak tanaman yang memiliki khasiat yang sama walaupun sumber zat aktif dari tanaman yang berbeda. Misalnya saja berbagai tanaman yang dgunakan dalam penurunan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang umum terjadi di negara berkembang dan merupakan penyebab kematian tertinggi kedua di Indonesia. Kejadian hipertensi meningkat pada usia 40-60 tahun dan lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria. Banyak sekali tanaman obat yang dapat digunakan dalam hal pengobatan tekanan darah tinggi. Diantaranya adalah mentimun dan seledri. 

B. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
  1. Apa yang anda ketahui tentang mentimun ?
  2. Apa yang anda ketahui tentang tanaman seledri ?
  3. Apa yang dapat dibandingkan antara mentimun dan seledri dalam menurunkan hipertensi ?

C. TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
  1. Untuk mengetahui berbagai hal tentang mentimun.
  2. Untuk mengetahui berbagai hal tentang tanaman seledri.
  3. Untuk membandingkan antara mentimun dan seledri dalam menurunkan hipertensi.

BAB II
PEMBAHASAN
A. MENTIMUN
Mentimun atau ketimun atau timun merupakan salah satu jenis sayuran dari keluarga labu-labuan yang sudah populer di seluruh dunia. . Di Indonesia mentimun memiliki berbagai nama daerah seperti timun (Jawa), bonteng (Jawa Barat), temon atau antemon (Madura), ktimun atau antimun (Bali), hantimun (Lampung) dan timon (Aceh)

1. Asal Usul Mentimun
Beberapa sumber literatur menyebutkan daerah asal tanaman mentimun adalah Asia Utara, tetapi sebagian lagi menduga berasal dari Asia Selatan. Para ahli tanaman memastikan daerah asal tanaman mentimun adalah India, tepatnya di lereng gunung Himalaya. Di kawasan ini diketemukan jenis mentimun liar yaitu Cucumis hardwichii Royle yang jumlah kromosomnya tuuh pasang (n = 14). Padahal jumlah kromosom mentimun pada umumnya adalah 2n = 2x = 24. Sumber genetik (plasma nuftah) mentimun yang lain diketemukan para ahli tanaman terdapat di Afrika Selatan. Dari kawasan India dan Afrika Selatan, pembudidayaan mentimun kemudian meluas ke wilayah Mediteran.

2. Klasifikasi Mentimun
Tanaman mentimun dapat di klasifikasikan sebagai berikut: 
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub division : Angiospermae
Class : Dicotyledonae 
Ordo : Cucurbitales
Family : Cucurbitaceae
Genus : Cucumis
Species : Cucumis sativus L.

3. Ciri Morfologi Mentimun
a. Akar
Mentimun (Cucumis sativus L.) memiliki akar tunggang dan bulu-bulu akar tetapi daya tembusnya relatif dangkal, sekitar kedalaman 30-60 cm. Oleh karena itu, tanaman mentimun termasuk peka terhadap kekurangan dan kelebihan air.

b. Batang
Batang mentimun berupa batang lunak dan berair, berbentuk pipih, berambut halus, berbuku-buku, dan berwarna hijau segar. Batang utama dapat menumbuhkan cabang anakan. Ruas batang atau buku-buku batang berukuran 7―10 cm dan berdiameter 10―15 mm. Diameter cabang anakan lebih kecil dari batang utama. Pucuk batang aktif memanjang. 

c. Daun
Daun mentimun terdiri atas helaian daun (lamina), tangkai daun, dan ibu tulang daun. Helaian daun mempunyai bangun dasar bulat atau bangun ginjal, bagian ujung daun runcing berganda. Pangkal daun berlekuk, tepi daun bergerigi ganda. Daun mentimun dewasa mempunyai ukuran panjang dan lebar yang dapat mencapai 20 cm, berwarna hijau tua hingga hijau muda, permukaan daun berbulu halus dan berkerut

d. Bunga
Bunga mentimun berbentuk terompet dan berwarna kuning bila sudah mekar. Mentimun termasuk tanaman berumah satu, artinya bunga jantan dan betina letaknya terpisah, tetapi masih dalam satu tanaman. Bunga betina mempunyai bakal buah yang membengkak, terletak di bawah mahkota bunga, sedangkan pada bunga jantan tidak mempunyai bagian bakal buah yang membengkak.

e. Buah
Buah mentimun merupakan buah sejati tunggal, terjadi dari satu bunga yang terdiri satu bakal buah saja. Buah berkedudukan menggantung dan dapat berbentuk bulat, kotak, lonjong atau memanjang dengan ukuran yang beragam. Jumlah dan ukuran duri atau kutil yang terserak pada ukuran buah beragam, biasanya lebih jelas terlihat pada buah muda. Warna kulit buah juga beragam dari hijau pucat hingga hijau sangat gelap, daging bagian dalam berwarna putih hingga putih kekuningan. Biji matang berbentuk pipih dan berwarna putih. 

f. Biji
Buah dipanen ketika masih setengah masak dan biji belum masak fisiologi. Bentuknya bulat memanjang dan berwarna putih. 

4. Kandungan Kimia 
Dalam sebuah mentimun mengandung gizi berupa protein sebanyak 0,65%, lemak sebesar 0,1 % dan karbohidrat sebesar 2,2 %. Selain itu juga mengandung zat mineral berupa magnesium, zat besi, fosfor, vitamin B, vitamin A, vitamin C dan vitamin B2. Dalam satu buah mentimun terdapat sekitar 35.100 hingga 486.700 part per milion asam linoleat yang termasuk dalam suku cucurbiaceae. Pada umumnya semua mentimun memiliki banyak senyawa yang mengandung kukurbitasin. Zat ini memiliki manfaat sebagai zat antikanker yang dapat mencegah terjadinya tumor sejak dini.

5. Manfaat Mentimun
Berbagai zat yang ada dalam buah mentimun tersebut dapat bermanfaat sebagai :
  • Obat menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Ada baiknya mengkonsumsi mentimun setelah anda memakan makanan yang mengandung kolesterol tinggi seperti sate dan gulai kambing. 
  • Obat Cacingan, Zat hipoxanti yang terdapat dalam Mentimun merupakan zat yang bersifat antitoxin berupa koloid yang terdapat di dalam buah mentimun. Bermanfaat bagi anak-anak yang cacingan, zat koloid ini dapat digunakan untuk membunuh cacing yang ada dalam perut anak-anakan. Jadi makan mentimun pada anak-anak dapat mengobati dan mencegah cacingan. 
  • Buah mentimun dapat digunakan sebagai obat untuk mengembalikan suara anda jika sedang sakit tenggorokan.
  • Buah mentimun dapat digunakan sebagai penunjang program diet untuk menurunkan berat badan, mentimun dikombinasikan buah lain untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 
  • Buah mentimun juga dapat digunakan sebagai ramuan kecantikan alami. Caranya adalah digunakan sebagai masker setelah timun diparut. 
  • Buah mentimun juga dapat digunakan sebagai obat penurun panas setelah diparut lalu dikompreskan pada kening penderita. 
  • Buah timun yang menyegarkan dapat menjadi asupan yang baik setelah kita banyak beraktivitas. 

Selain manfaat untuk pengobatan sebagaimana tersebut di atas, Timum juga bermanfat untuk;
• Menghidrasi tubuh dan mengisi ulang vitamin harian 
Mentimun mengandung air hingga sebanyak 95 persen yang dapat menjaga tubuh tetap terhidrasi sambil membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Mentimun juga mengandung sebagian besar vitamin yang dibutuhkan tubuh dalam satu hari.Cucilah mentimun sampai bersih dan jangan mengupas kulitnya karena kulit mentimun mengandung sekitar 10 persen vitamin C dari yang dibutuhkan tubuh dalam sehari. 

• Perawatan kulit dan rambut 
Orang yang tidak suka makan mentimun masih dapat memperoleh manfaat dari mentimun untuk perawatan kulit dan rambut. Mentimun dapat digunakan untuk mengatasi iritasi kulit atau menenangkan kulit yang terbakar matahari.Sifat anti-inflamasi mentimun juga dapat mengurangi mata bengkak dengan cara meletakkan irisan mentimun pada mata. Silikon dan belerang dalam mentimun juga dapat membantu untuk merangsang pertumbuhan rambut.

• Melawan kanker
Mentimun diketahui mengandung lariciresinol, pinoresinol, dan secoisolariciresinol yang telah dikaitkan terhadap penurunan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, kanker ovarium, kanker rahim dan kanker prostat.

• Perawatan rumah 
Menggosok cermin atau kaca jendela dengan mentimun dapat mengatasi cermin berkabut sehingga Anda dapat mengurangi penggunaan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan untuk membersihkan rumah.

• Meredakan bau mulut
Ambillah seiris mentimun dan tekan ke langit-langit mulut dengan lidah selama 30 detik. Phytochemcials dalam mentimun dapat membunuh bakteri dalam mulut yang menyebabkan bau mulut.

• Mengurangi nyeri ketika sakit kepala
Makan beberapa iris mentimun sebelum tidur untuk meredakan sakit kepala. Mentimun mengandung gula alami, vitamin gula B dan elektrolit untuk menambah nutrisi penting dan mengurangi intensitas sakit kepala.

• Membantu penurunan berat badan dan memperlancar pencernaan
Karena kalori yang rendah dan kandungan air yang tinggi, mentimun adalah makanan yang ideal untuk orang yang menjalani program penurunan berat badan. Kandungan air yang tinggi dan serat makanan dalam mentimun sangat efektif untuk membersihkan sistem pencernaan dari racun. Konsumsi harian mentimun dianggap dapat mengobati sembelit kronis.

• Mengobati diabetes, mengurangi kolesterol dan mengontrol tekanan darah
Jus mentimun mengandung hormon yang dibutuhkan oleh sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin dan sangat bermanfaat bagi penderita diabetes. Para peneliti menemukan bahwa senyawa yang disebut sterol di dalam mentimun dapat membantu mengurangi kadar kolesterol. Mentimun juga mengandung banyak potasium, magnesium dan serat yang bekerja efektif mengatur tekanan darah. Hal ini membuat mentimun baik untuk merawat tekanan darah rendah dan tekanan darah tinggi.

• Meningkatkan kesehatan sendi, meredakan encok dan radang sendi
Mentimun adalah sumber silika, yang dikenal dapat memperkuat jaringan ikat. Selain itu mentimun juga kaya akan vitamin A, B1, B6, C & D, Folat, Kalsium, Magnesium, dan Kalium. Ketika dicampur dengan jus wortel, mentimun juga dapat meringankan asam urat dan nyeri artritis dengan menurunkan kadar asam urat.

B. TANAMAN SELEDRI
Seledri (Apium graveolens) adalah tumbuhan yang berasal dari daerah subtropis Eropa dan Asia. Seledri dapat tumbuh pada dataran rendah sampai tinggi, dan optimal pada ketinggian tempat 1.000-1.200 m dpl, suhu udara 15-240oC. Tanaman seledri juga dapat dikembangkan pada daerah tropis seperti di Indonesia. Tumbuhan ini termasuk sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan dan obat tradisional.

Berdasarkan habitus pohonnya, seledri dapat dibagi menjadi 3 golongan yaitu sebagai berikut:
1. Seledri Daun ( Apium graveolens L. var. secalinum Alef.)
Ciri khas seledri ini adalah terletak pada tatacara panennya, yaitu dicabut batangnya atau dipetik tangkai daunnya. 

2. Seledri Potongan (Apium graveolens L. var. sylvestre Alef.)
Jenis seledri ini biasa dipanen dengan cara memotong tanaman pada pangkal batangnya. 

3. Seledri Berumbi (Apium graveolens L. var. rapaceum Alef.)
Seledri ini biasa dipanen hanya daun-daunnya saja. Ciri khas seledri berumbi adalah pada bagian pangkal batangnya membengkak merupakan umbi.

1. Asal Usul Seledri
Daun seledri tidak asing lagi bagi masyarakat. Tanaman yang memiliki nama latin Apium graveolens L itu memiliki bentuk daun dan aroma yang khas seringkali ditemui sebagai pelengkap santapan bubur ayam, sup atau bakso.

Di Eropa dan beberapa negara Asia seperti Jepang, Cina dan Korea tidak hanya mempergunakan daun saja, namun juga bagian tangkai sebagai bahan makanan atau penyedap masakan.

Tumbuhan herbal itu berasal dari daerah subtrotip Eropa dan Asia. Seledri merupakan tumbuhan dataran tinggi pada ketinggian di atas 900 m dari permukaan laut. Di daerah tersebut, seledri tumbuh dengan tangkai dan daun yang tebal.

Tidak hanya sebagai bahan makanan, seledri juga telah dikenal sebagai bahan obat sejak sejarah awal Mesir, Yunani dan Romawi. Penyakit seperti flu, masalah pencernaan, limpa dan hati menggunakan biji tanaman asli sebagai obat penyakit tersebut. Masyarakat Indonesia juga telah lama mengetahui seledri sebagai obat hipertensi.

2. Klasifikasi Seledri
Tanaman seledri dapat di klasifikasikan sebagai berikut: 
Regnum : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Apiales
Famili : Apiaceae
Genus : Apium
Spesies : Apium graveolens L.

3. Ciri Morfologi Seledri
Tanaman seledri (Apium graveolens L.) termasuk tanaman dikotil (biji berkeping dua) dan merupakan tanaman setahun atau dua tahun, yang berbentuk rumput atau semak. Morfologi dari tanaman seledri yaitu :

a. Akar
Akar tanaman seledri yaitu akar tunggang dan memiliki serabut akar yang menyebar kesamping dengan radius sekitar 5-9 cm dari pangkal batang dan akar dapat menembus tanah sampai kedalaman 30 cm, berwarna putih kotor.

b. Batang
Batang Seledri memiliki batang tidak berkayu, memiliki bentuk bersegi, beralur, beruas, tidak berambut, bercabang banyak, dan berwarna hijau (pucat).

c. Daun
Daun tanaman seledri daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun 3-7 helai, anak daun bertangkai yang panjangnya 1-2,7 cm tangkai daun berwarna hijau keputih- putihan, helaian daun tipis dan rapat pangkal dan ujung daun runcing, tepi daun beringgit, panjang 2-7,5 cm, lebar 2-5 cm, pertulangan daun menyirip, daun berwarna hijau muda sampai hijau tua.

d. Bunga
Bunga tanaman seledri adalah bunga majemuk berbentuk payung berjumlah 8-12 buah kecil-kecil berwarna putih tumbuh dipucuk tanaman tua. Pada setiap ketiak daun dapat tumbuh sekitar 3-8 tangkai bunga, pada ujung tangkai bunga ini membetuk bulatan. Setelah bunga dibuahi akan terbentuk bulatan kecil hijau sebagai buah muda, setelah tua buah berubah warna menjadi coklat muda.

e. Buah 
Buah tanaman seledri berbentuk bulatan kecil hijau sebagai buah muda, setelah tua buah berubah warna menjadi coklat muda. Buah seledri kecil berbentuk kerucut, panjang 1– 1,5 mm

4. Kandungan Kimia 
Herba seledri mangandung flavonoid, saponin, tannin 1%, minyak atsiri 0,033%, flavo-glukosida (apiin), apigenin, kolin, lipase, asparagin, zat pahit, vitamin (A, B, dan C). Setiap 100 g herba seledri mengandung air sebanyak 93 ml, protein 0,9 g, lemak 0,1 g, karbohidrat 4 g, serat 0,9 g, kalsium 50 mg, besi 1 mg, fosfor 40 mg, yodium 150 mg, kalium 400 mg, magnesium 85 mg, vitamin A 130 IU, vitamin C 15 mg, riboflavin 0,05 mg, tiamin 0,03 mg, dan nikotinamid 0,4 mg. Akar mengandung asparagin, manit, zat pati, lendir, minyak atsiri, pentosan, glutamin, dan tirosin. Biji mengandung apiin, minyak menguap, apigenin, dan alkaloid. Apigenin berkhasiat hipotensif.

5. Manfaat Seledri
Akar seledri berkhasiat memacu enzim pencernaan dan kencing (diuretik) sedangkan buah atau bijinya sebagai pereda kejang (antispasmodik), menurunkan kadar asam urat darah, antirematik, peluruh kencing (diuretik), peluruh kentut (karminatif), afrodisiak, penenang (sedatif), dan antihipertensi

C. PERBANDINGAN BUAH MENTIMUN DAN SELEDRI DALAM MENURUNKAN HIPERTENSI
Tekanan darah tinggi atau hipertensi berhubungan erat dengan meningkatnya serangan jantung dan stroke. Penyebab tekanan darah tinggi ini antara lain adanya pengerasan dan penyumbatan arteri. Pembuluh darah yang sakit menjadi sempit, sehingga jantung memerlukan tekanan yang lebih besar untuk memompa darah ke pembuluh darah.

Beberapa obat alami yang kandungannya dapat mengurangi bahkan penyakit darah tinggi diantaranya mentimun dan seledri. Kedua tanaman ini memiliki ciri morfologi dan tergolong dalam kelas yang berbeda di dalam tumbuhan. Begitu pula zat aktif yang terkandung di dalamnya berbeda. Namun, dalam perbedaan tersebut terdapat persamaan dalam hal pemanfaatnnya sebagai obat tradisonal. Keduanya sama-sama dimanfaatkan manusia sebagai obat hipertensi/ tekanan darah tinggi. 

Mentimun memiliki kadar mineral potassium yang tinggi berguna untuk mengurangi tekanan darah yang tinggi, serta berguna juga untuk mengurangi batu ginjal

Seledri merupakan sayuran/ tanaman yang oleh banyak masyarakat Tiongkok tradisional sejak lama digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya kandungan Apigenin (yang berfungsi sebagai calcium antagonist) yang dapat mencegah penyempitan pembuluh darah. Efek tersebut akan menjadi lebih besar berkat adanya komponen Pthalide yang dapat merilekskan pembuluh darah.

Pengobatan tradisional untuk hipertensi dengan tangkai seledri dapat dilakukan dengan mudah. Caranya 20 tangkai seledri dicuci dan dilumatkan. Kemudian diberi sedikit air masak lalu diperas. Minum airnya dua sendok makan tiga kali sehari. Lakukan dengan teratur selama tiga hari. Hasil rebusan itu diminum separuh pagi, separuh malam.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa :
  1. Mentimun atau ketimun atau timun merupakan salah satu jenis sayuran dari keluarga labu-labuan. Mentimun mempunyai manfaat yangsalah satunya adalah menurunkan tekanan darah tinggi.
  2. Seledri (Apium graveolens) adalah tumbuhan yang berasal dari daerah subtropis Eropa dan Asia. Tanaman seledri juga dapat dikembangkan pada daerah tropis seperti di Indonesia. Tumbuhan ini termasuk sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan dan obat tradisional. Tanaman seledri mempunyai khasiat yang salah satunya menurunkan tekanan darah tinggi. 
  3. Mentimun dan seledri memiliki ciri morfologi dan tergolong dalam kelas yang berbeda di dalam tumbuhan. Begitu pula zat aktif yang terkandung di dalamnya berbeda. Namun, dalam perbedaan tersebut terdapat persamaan dalam hal pemanfaatnnya sebagai obat tradisonal. Keduanya sama-sama dimanfaatkan manusia sebagai obat hipertensi/ tekanan darah tinggi. 

B. SARAN
Masih banyak tanaman di Indonesia yang memiliki manfaat dalam mengobati berbagai macam penyakit. Tanaman-tanaman tersebut suatu saat dapat dimanfaatkan bahkan lebih baik dikombinasikan untuk memberikan efek yang diinginkan walaupun berada pada kelas tumbuhan yang berbeda.

MAKALAH MENTIMUN DAN SELEDRI EFEKTIF DALAM MENURUNKAN HIPERTENSI (TEKANAN DARAH TINGGI)

MAKALAH MENTIMUN DAN SELEDRI EFEKTIF DALAM MENURUNKAN HIPERTENSI (TEKANAN DARAH TINGGI)
MORFOLOGI SISTEMATIKA TUMBUHAN
MENTIMUN DAN SELEDRI EFEKTIF DALAM MENURUNKAN HIPERTENSI (TEKANAN DARAH TINGGI)
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Setiap tumbuhan memiliki karakter dan sifat masing-masing baik dari segi morfologi yaitu akar, batang, daun, bung, buah dan biji maupun dari segi khasiat tanaman tersebut. Untuk tanaman obat, banyak terkandung senyawa aktif yang memiliki berbagai khasiat bagi tubuh manusia. Tidak jarang pula banyak tanaman yang memiliki khasiat yang sama walaupun sumber zat aktif dari tanaman yang berbeda. Misalnya saja berbagai tanaman yang dgunakan dalam penurunan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang umum terjadi di negara berkembang dan merupakan penyebab kematian tertinggi kedua di Indonesia. Kejadian hipertensi meningkat pada usia 40-60 tahun dan lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria. Banyak sekali tanaman obat yang dapat digunakan dalam hal pengobatan tekanan darah tinggi. Diantaranya adalah mentimun dan seledri. 

B. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
  1. Apa yang anda ketahui tentang mentimun ?
  2. Apa yang anda ketahui tentang tanaman seledri ?
  3. Apa yang dapat dibandingkan antara mentimun dan seledri dalam menurunkan hipertensi ?

C. TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
  1. Untuk mengetahui berbagai hal tentang mentimun.
  2. Untuk mengetahui berbagai hal tentang tanaman seledri.
  3. Untuk membandingkan antara mentimun dan seledri dalam menurunkan hipertensi.

BAB II
PEMBAHASAN
A. MENTIMUN
Mentimun atau ketimun atau timun merupakan salah satu jenis sayuran dari keluarga labu-labuan yang sudah populer di seluruh dunia. . Di Indonesia mentimun memiliki berbagai nama daerah seperti timun (Jawa), bonteng (Jawa Barat), temon atau antemon (Madura), ktimun atau antimun (Bali), hantimun (Lampung) dan timon (Aceh)

1. Asal Usul Mentimun
Beberapa sumber literatur menyebutkan daerah asal tanaman mentimun adalah Asia Utara, tetapi sebagian lagi menduga berasal dari Asia Selatan. Para ahli tanaman memastikan daerah asal tanaman mentimun adalah India, tepatnya di lereng gunung Himalaya. Di kawasan ini diketemukan jenis mentimun liar yaitu Cucumis hardwichii Royle yang jumlah kromosomnya tuuh pasang (n = 14). Padahal jumlah kromosom mentimun pada umumnya adalah 2n = 2x = 24. Sumber genetik (plasma nuftah) mentimun yang lain diketemukan para ahli tanaman terdapat di Afrika Selatan. Dari kawasan India dan Afrika Selatan, pembudidayaan mentimun kemudian meluas ke wilayah Mediteran.

2. Klasifikasi Mentimun
Tanaman mentimun dapat di klasifikasikan sebagai berikut: 
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub division : Angiospermae
Class : Dicotyledonae 
Ordo : Cucurbitales
Family : Cucurbitaceae
Genus : Cucumis
Species : Cucumis sativus L.

3. Ciri Morfologi Mentimun
a. Akar
Mentimun (Cucumis sativus L.) memiliki akar tunggang dan bulu-bulu akar tetapi daya tembusnya relatif dangkal, sekitar kedalaman 30-60 cm. Oleh karena itu, tanaman mentimun termasuk peka terhadap kekurangan dan kelebihan air.

b. Batang
Batang mentimun berupa batang lunak dan berair, berbentuk pipih, berambut halus, berbuku-buku, dan berwarna hijau segar. Batang utama dapat menumbuhkan cabang anakan. Ruas batang atau buku-buku batang berukuran 7―10 cm dan berdiameter 10―15 mm. Diameter cabang anakan lebih kecil dari batang utama. Pucuk batang aktif memanjang. 

c. Daun
Daun mentimun terdiri atas helaian daun (lamina), tangkai daun, dan ibu tulang daun. Helaian daun mempunyai bangun dasar bulat atau bangun ginjal, bagian ujung daun runcing berganda. Pangkal daun berlekuk, tepi daun bergerigi ganda. Daun mentimun dewasa mempunyai ukuran panjang dan lebar yang dapat mencapai 20 cm, berwarna hijau tua hingga hijau muda, permukaan daun berbulu halus dan berkerut

d. Bunga
Bunga mentimun berbentuk terompet dan berwarna kuning bila sudah mekar. Mentimun termasuk tanaman berumah satu, artinya bunga jantan dan betina letaknya terpisah, tetapi masih dalam satu tanaman. Bunga betina mempunyai bakal buah yang membengkak, terletak di bawah mahkota bunga, sedangkan pada bunga jantan tidak mempunyai bagian bakal buah yang membengkak.

e. Buah
Buah mentimun merupakan buah sejati tunggal, terjadi dari satu bunga yang terdiri satu bakal buah saja. Buah berkedudukan menggantung dan dapat berbentuk bulat, kotak, lonjong atau memanjang dengan ukuran yang beragam. Jumlah dan ukuran duri atau kutil yang terserak pada ukuran buah beragam, biasanya lebih jelas terlihat pada buah muda. Warna kulit buah juga beragam dari hijau pucat hingga hijau sangat gelap, daging bagian dalam berwarna putih hingga putih kekuningan. Biji matang berbentuk pipih dan berwarna putih. 

f. Biji
Buah dipanen ketika masih setengah masak dan biji belum masak fisiologi. Bentuknya bulat memanjang dan berwarna putih. 

4. Kandungan Kimia 
Dalam sebuah mentimun mengandung gizi berupa protein sebanyak 0,65%, lemak sebesar 0,1 % dan karbohidrat sebesar 2,2 %. Selain itu juga mengandung zat mineral berupa magnesium, zat besi, fosfor, vitamin B, vitamin A, vitamin C dan vitamin B2. Dalam satu buah mentimun terdapat sekitar 35.100 hingga 486.700 part per milion asam linoleat yang termasuk dalam suku cucurbiaceae. Pada umumnya semua mentimun memiliki banyak senyawa yang mengandung kukurbitasin. Zat ini memiliki manfaat sebagai zat antikanker yang dapat mencegah terjadinya tumor sejak dini.

5. Manfaat Mentimun
Berbagai zat yang ada dalam buah mentimun tersebut dapat bermanfaat sebagai :
  • Obat menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Ada baiknya mengkonsumsi mentimun setelah anda memakan makanan yang mengandung kolesterol tinggi seperti sate dan gulai kambing. 
  • Obat Cacingan, Zat hipoxanti yang terdapat dalam Mentimun merupakan zat yang bersifat antitoxin berupa koloid yang terdapat di dalam buah mentimun. Bermanfaat bagi anak-anak yang cacingan, zat koloid ini dapat digunakan untuk membunuh cacing yang ada dalam perut anak-anakan. Jadi makan mentimun pada anak-anak dapat mengobati dan mencegah cacingan. 
  • Buah mentimun dapat digunakan sebagai obat untuk mengembalikan suara anda jika sedang sakit tenggorokan.
  • Buah mentimun dapat digunakan sebagai penunjang program diet untuk menurunkan berat badan, mentimun dikombinasikan buah lain untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 
  • Buah mentimun juga dapat digunakan sebagai ramuan kecantikan alami. Caranya adalah digunakan sebagai masker setelah timun diparut. 
  • Buah mentimun juga dapat digunakan sebagai obat penurun panas setelah diparut lalu dikompreskan pada kening penderita. 
  • Buah timun yang menyegarkan dapat menjadi asupan yang baik setelah kita banyak beraktivitas. 

Selain manfaat untuk pengobatan sebagaimana tersebut di atas, Timum juga bermanfat untuk;
• Menghidrasi tubuh dan mengisi ulang vitamin harian 
Mentimun mengandung air hingga sebanyak 95 persen yang dapat menjaga tubuh tetap terhidrasi sambil membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Mentimun juga mengandung sebagian besar vitamin yang dibutuhkan tubuh dalam satu hari.Cucilah mentimun sampai bersih dan jangan mengupas kulitnya karena kulit mentimun mengandung sekitar 10 persen vitamin C dari yang dibutuhkan tubuh dalam sehari. 

• Perawatan kulit dan rambut 
Orang yang tidak suka makan mentimun masih dapat memperoleh manfaat dari mentimun untuk perawatan kulit dan rambut. Mentimun dapat digunakan untuk mengatasi iritasi kulit atau menenangkan kulit yang terbakar matahari.Sifat anti-inflamasi mentimun juga dapat mengurangi mata bengkak dengan cara meletakkan irisan mentimun pada mata. Silikon dan belerang dalam mentimun juga dapat membantu untuk merangsang pertumbuhan rambut.

• Melawan kanker
Mentimun diketahui mengandung lariciresinol, pinoresinol, dan secoisolariciresinol yang telah dikaitkan terhadap penurunan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, kanker ovarium, kanker rahim dan kanker prostat.

• Perawatan rumah 
Menggosok cermin atau kaca jendela dengan mentimun dapat mengatasi cermin berkabut sehingga Anda dapat mengurangi penggunaan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan untuk membersihkan rumah.

• Meredakan bau mulut
Ambillah seiris mentimun dan tekan ke langit-langit mulut dengan lidah selama 30 detik. Phytochemcials dalam mentimun dapat membunuh bakteri dalam mulut yang menyebabkan bau mulut.

• Mengurangi nyeri ketika sakit kepala
Makan beberapa iris mentimun sebelum tidur untuk meredakan sakit kepala. Mentimun mengandung gula alami, vitamin gula B dan elektrolit untuk menambah nutrisi penting dan mengurangi intensitas sakit kepala.

• Membantu penurunan berat badan dan memperlancar pencernaan
Karena kalori yang rendah dan kandungan air yang tinggi, mentimun adalah makanan yang ideal untuk orang yang menjalani program penurunan berat badan. Kandungan air yang tinggi dan serat makanan dalam mentimun sangat efektif untuk membersihkan sistem pencernaan dari racun. Konsumsi harian mentimun dianggap dapat mengobati sembelit kronis.

• Mengobati diabetes, mengurangi kolesterol dan mengontrol tekanan darah
Jus mentimun mengandung hormon yang dibutuhkan oleh sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin dan sangat bermanfaat bagi penderita diabetes. Para peneliti menemukan bahwa senyawa yang disebut sterol di dalam mentimun dapat membantu mengurangi kadar kolesterol. Mentimun juga mengandung banyak potasium, magnesium dan serat yang bekerja efektif mengatur tekanan darah. Hal ini membuat mentimun baik untuk merawat tekanan darah rendah dan tekanan darah tinggi.

• Meningkatkan kesehatan sendi, meredakan encok dan radang sendi
Mentimun adalah sumber silika, yang dikenal dapat memperkuat jaringan ikat. Selain itu mentimun juga kaya akan vitamin A, B1, B6, C & D, Folat, Kalsium, Magnesium, dan Kalium. Ketika dicampur dengan jus wortel, mentimun juga dapat meringankan asam urat dan nyeri artritis dengan menurunkan kadar asam urat.

B. TANAMAN SELEDRI
Seledri (Apium graveolens) adalah tumbuhan yang berasal dari daerah subtropis Eropa dan Asia. Seledri dapat tumbuh pada dataran rendah sampai tinggi, dan optimal pada ketinggian tempat 1.000-1.200 m dpl, suhu udara 15-240oC. Tanaman seledri juga dapat dikembangkan pada daerah tropis seperti di Indonesia. Tumbuhan ini termasuk sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan dan obat tradisional.

Berdasarkan habitus pohonnya, seledri dapat dibagi menjadi 3 golongan yaitu sebagai berikut:
1. Seledri Daun ( Apium graveolens L. var. secalinum Alef.)
Ciri khas seledri ini adalah terletak pada tatacara panennya, yaitu dicabut batangnya atau dipetik tangkai daunnya. 

2. Seledri Potongan (Apium graveolens L. var. sylvestre Alef.)
Jenis seledri ini biasa dipanen dengan cara memotong tanaman pada pangkal batangnya. 

3. Seledri Berumbi (Apium graveolens L. var. rapaceum Alef.)
Seledri ini biasa dipanen hanya daun-daunnya saja. Ciri khas seledri berumbi adalah pada bagian pangkal batangnya membengkak merupakan umbi.

1. Asal Usul Seledri
Daun seledri tidak asing lagi bagi masyarakat. Tanaman yang memiliki nama latin Apium graveolens L itu memiliki bentuk daun dan aroma yang khas seringkali ditemui sebagai pelengkap santapan bubur ayam, sup atau bakso.

Di Eropa dan beberapa negara Asia seperti Jepang, Cina dan Korea tidak hanya mempergunakan daun saja, namun juga bagian tangkai sebagai bahan makanan atau penyedap masakan.

Tumbuhan herbal itu berasal dari daerah subtrotip Eropa dan Asia. Seledri merupakan tumbuhan dataran tinggi pada ketinggian di atas 900 m dari permukaan laut. Di daerah tersebut, seledri tumbuh dengan tangkai dan daun yang tebal.

Tidak hanya sebagai bahan makanan, seledri juga telah dikenal sebagai bahan obat sejak sejarah awal Mesir, Yunani dan Romawi. Penyakit seperti flu, masalah pencernaan, limpa dan hati menggunakan biji tanaman asli sebagai obat penyakit tersebut. Masyarakat Indonesia juga telah lama mengetahui seledri sebagai obat hipertensi.

2. Klasifikasi Seledri
Tanaman seledri dapat di klasifikasikan sebagai berikut: 
Regnum : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Apiales
Famili : Apiaceae
Genus : Apium
Spesies : Apium graveolens L.

3. Ciri Morfologi Seledri
Tanaman seledri (Apium graveolens L.) termasuk tanaman dikotil (biji berkeping dua) dan merupakan tanaman setahun atau dua tahun, yang berbentuk rumput atau semak. Morfologi dari tanaman seledri yaitu :

a. Akar
Akar tanaman seledri yaitu akar tunggang dan memiliki serabut akar yang menyebar kesamping dengan radius sekitar 5-9 cm dari pangkal batang dan akar dapat menembus tanah sampai kedalaman 30 cm, berwarna putih kotor.

b. Batang
Batang Seledri memiliki batang tidak berkayu, memiliki bentuk bersegi, beralur, beruas, tidak berambut, bercabang banyak, dan berwarna hijau (pucat).

c. Daun
Daun tanaman seledri daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun 3-7 helai, anak daun bertangkai yang panjangnya 1-2,7 cm tangkai daun berwarna hijau keputih- putihan, helaian daun tipis dan rapat pangkal dan ujung daun runcing, tepi daun beringgit, panjang 2-7,5 cm, lebar 2-5 cm, pertulangan daun menyirip, daun berwarna hijau muda sampai hijau tua.

d. Bunga
Bunga tanaman seledri adalah bunga majemuk berbentuk payung berjumlah 8-12 buah kecil-kecil berwarna putih tumbuh dipucuk tanaman tua. Pada setiap ketiak daun dapat tumbuh sekitar 3-8 tangkai bunga, pada ujung tangkai bunga ini membetuk bulatan. Setelah bunga dibuahi akan terbentuk bulatan kecil hijau sebagai buah muda, setelah tua buah berubah warna menjadi coklat muda.

e. Buah 
Buah tanaman seledri berbentuk bulatan kecil hijau sebagai buah muda, setelah tua buah berubah warna menjadi coklat muda. Buah seledri kecil berbentuk kerucut, panjang 1– 1,5 mm

4. Kandungan Kimia 
Herba seledri mangandung flavonoid, saponin, tannin 1%, minyak atsiri 0,033%, flavo-glukosida (apiin), apigenin, kolin, lipase, asparagin, zat pahit, vitamin (A, B, dan C). Setiap 100 g herba seledri mengandung air sebanyak 93 ml, protein 0,9 g, lemak 0,1 g, karbohidrat 4 g, serat 0,9 g, kalsium 50 mg, besi 1 mg, fosfor 40 mg, yodium 150 mg, kalium 400 mg, magnesium 85 mg, vitamin A 130 IU, vitamin C 15 mg, riboflavin 0,05 mg, tiamin 0,03 mg, dan nikotinamid 0,4 mg. Akar mengandung asparagin, manit, zat pati, lendir, minyak atsiri, pentosan, glutamin, dan tirosin. Biji mengandung apiin, minyak menguap, apigenin, dan alkaloid. Apigenin berkhasiat hipotensif.

5. Manfaat Seledri
Akar seledri berkhasiat memacu enzim pencernaan dan kencing (diuretik) sedangkan buah atau bijinya sebagai pereda kejang (antispasmodik), menurunkan kadar asam urat darah, antirematik, peluruh kencing (diuretik), peluruh kentut (karminatif), afrodisiak, penenang (sedatif), dan antihipertensi

C. PERBANDINGAN BUAH MENTIMUN DAN SELEDRI DALAM MENURUNKAN HIPERTENSI
Tekanan darah tinggi atau hipertensi berhubungan erat dengan meningkatnya serangan jantung dan stroke. Penyebab tekanan darah tinggi ini antara lain adanya pengerasan dan penyumbatan arteri. Pembuluh darah yang sakit menjadi sempit, sehingga jantung memerlukan tekanan yang lebih besar untuk memompa darah ke pembuluh darah.

Beberapa obat alami yang kandungannya dapat mengurangi bahkan penyakit darah tinggi diantaranya mentimun dan seledri. Kedua tanaman ini memiliki ciri morfologi dan tergolong dalam kelas yang berbeda di dalam tumbuhan. Begitu pula zat aktif yang terkandung di dalamnya berbeda. Namun, dalam perbedaan tersebut terdapat persamaan dalam hal pemanfaatnnya sebagai obat tradisonal. Keduanya sama-sama dimanfaatkan manusia sebagai obat hipertensi/ tekanan darah tinggi. 

Mentimun memiliki kadar mineral potassium yang tinggi berguna untuk mengurangi tekanan darah yang tinggi, serta berguna juga untuk mengurangi batu ginjal

Seledri merupakan sayuran/ tanaman yang oleh banyak masyarakat Tiongkok tradisional sejak lama digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya kandungan Apigenin (yang berfungsi sebagai calcium antagonist) yang dapat mencegah penyempitan pembuluh darah. Efek tersebut akan menjadi lebih besar berkat adanya komponen Pthalide yang dapat merilekskan pembuluh darah.

Pengobatan tradisional untuk hipertensi dengan tangkai seledri dapat dilakukan dengan mudah. Caranya 20 tangkai seledri dicuci dan dilumatkan. Kemudian diberi sedikit air masak lalu diperas. Minum airnya dua sendok makan tiga kali sehari. Lakukan dengan teratur selama tiga hari. Hasil rebusan itu diminum separuh pagi, separuh malam.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa :
  1. Mentimun atau ketimun atau timun merupakan salah satu jenis sayuran dari keluarga labu-labuan. Mentimun mempunyai manfaat yangsalah satunya adalah menurunkan tekanan darah tinggi.
  2. Seledri (Apium graveolens) adalah tumbuhan yang berasal dari daerah subtropis Eropa dan Asia. Tanaman seledri juga dapat dikembangkan pada daerah tropis seperti di Indonesia. Tumbuhan ini termasuk sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan dan obat tradisional. Tanaman seledri mempunyai khasiat yang salah satunya menurunkan tekanan darah tinggi. 
  3. Mentimun dan seledri memiliki ciri morfologi dan tergolong dalam kelas yang berbeda di dalam tumbuhan. Begitu pula zat aktif yang terkandung di dalamnya berbeda. Namun, dalam perbedaan tersebut terdapat persamaan dalam hal pemanfaatnnya sebagai obat tradisonal. Keduanya sama-sama dimanfaatkan manusia sebagai obat hipertensi/ tekanan darah tinggi. 

B. SARAN
Masih banyak tanaman di Indonesia yang memiliki manfaat dalam mengobati berbagai macam penyakit. Tanaman-tanaman tersebut suatu saat dapat dimanfaatkan bahkan lebih baik dikombinasikan untuk memberikan efek yang diinginkan walaupun berada pada kelas tumbuhan yang berbeda.