ANATOMI FISOLOGI BUNGA SECARA UMUM - ElrinAlria

Pengertian dan Fungsi Bunga

Bunga merupakan modifikasi suatu tunas (batang dan daun) yang bentuk, warna, dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan.

Bunga berfungsi sebagai tempat berlangsungnya penyerbukan dan pembuahan yang akhirnya dapat dihasilkan alat-alat perkembangbiakan. 
ANATOMI FISOLOGI BUNGA SECARA UMUM

Sifat Bunga
Pada umumnya, bunga mempunyai sifat-sifat seperti berikut :
  1. Bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannya 
  2. Warnanya 
  3. Baunya 
  4. Ada dan tidaknya madu ataupun zat lain 

Bagian-bagian Bunga
Bagian-bagian Bunga


Struktur Jaringan Penyusun Bunga

Secara anatomi
Daun mahkota dan daun kelopak mempunyai struktur yang sama yaitu terdapat sel-sel parenkimatis. Parenkim ini juga disebut mesofil. Parenkim ini terletak di antara epidermis atas dan bawah. 

Daun kelopak umumnya mempunyai struktur sederhana. Epidermis daun kalopak pada bagian luarnya dilapisi kutin, stomata, dan trikomata. Seperti struktur pada daun. Sel-sel daun kelopak ini juga mengandung klorofil. Struktur daun mahkota sel-selnya mempunyai satu atau banyak berkas pengangkut yang kecil-kecil. Daun mahkota mempunyai epidermis berbentuk khusus, yaitu berupa tonjolan yang disebut papila dan dilapisi kutikula.

Sementara itu, benang sari dan putik mempunyai struktur sangat berbeda. Secara umum, benang sari terdiri atas kepala sari dan tangkai sari. Tangkai sari tersusun oleh jaringan dasar, yaitu sel-sel parenkimatis yang mempunyai vakuola tanpa ruang antarsel. Pada epidermis tangkai sari terdapat kutikula, trikomata, atau mungkin juga stomata.

Kepala sari mempunyai beberapa lapisan dinding sebagai berikut : 
  • Epidermis 
  • Endotesium 
  • Lapisan tengah 
  • Tapetum 

Kelamin pada Bunga

Berdasarkan alat-alat kelamin yang terdapat pada masing-masing bunga, orang membedakan : 
  • Bunga berkelamin dua (hermaphroditus), yaitu bunga yang padanya terdapat benang sari (alat kelamin jantan) maupun putik (alat kelamin betina). misalnya bunga terung (solanum melongena L). Contoh : Bunga Terung 
  • Bunga berkelamin tunggal (unisexualis), jika pada bunga hanya terdapat salah satu dari kedua macam alat kelaminnya. Contohnya : Bunga jagung 
  • Bunga tidak berkelamin, jika pada bunga tidak terdapat baik benang sari maupun putik, misalnya bunga pinggir (bunga pita) pada bunga matahari.Contohnya : bunga matahari 

Penyerbukan dan Pembuahan 

Buah biji dan lembaga hanya akan terjadi setelah terlebih dahulu terjadi peristiwa penyerbukan atau (Pollinatio) dan pembuahan atau (fertilisatio). 

Penyerbukan adalah jatuhnya serbuk sari pada kepala putik (Untuk golongan tumbuhan biji tertutup) atau jatuhnya serbuk sari langsung pada bakal biji untuk tumbuhan yang berbiji telanjang. Sedangkan Pembuahan adalah terjadinya perkawinan (persatuan atau keleburan menjadi satu) sel telur yang terdapat dalam kandung lembaga didalam bakal biji dengan suatu biji dengan suatu inti yang berasal dari serbuk sari.

Penyerbukan tidak selalu diikuti dengan pembuahan, penyerbukan hanya akan diikuti pembuahan bila pembuahan diserbuki oleh tumbuhan yang sama atau sejenis, jika tidak pembuahan tidak akan berlangsung. Hal itu disebabkan karena serbuk sari yang jatuh pada kepala putik bunga tumbuhan yang berbeda tidak dapat tumbuh menjadi bulu serbuk sari, atau bila dapat tumbuh menjadi bulu serbuk sari, bulu serbuk sari itu biasanya akan mengalami kegagalan dalam pertumbuhan sehingga tidak dapat mencapai bakal biji.

Berdasarkan asalnya serbuk sari yang jatuh dikepala putik di penyerbukan dapat dibedakan dalam beberapa macam yaitu:
  1. Penyerbukan sendiri atau autogami 
  2. Penyerbukan tetangga atau Geitonogami 
  3. Penyerbukan silang atau allogami 
  4. Penyerbukan bastar atau hibridogami 

Menurut perantara yang dapat menyebabkan penyerbukan dibedakan menjadi:
  1. Perantara angin 
  2. Perantara air 
  3. Perantara hewan disebut zoogamy 
  4. Perantara manusia

ANATOMI FISOLOGI BUNGA SECARA UMUM

Pengertian dan Fungsi Bunga

Bunga merupakan modifikasi suatu tunas (batang dan daun) yang bentuk, warna, dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan.

Bunga berfungsi sebagai tempat berlangsungnya penyerbukan dan pembuahan yang akhirnya dapat dihasilkan alat-alat perkembangbiakan. 
ANATOMI FISOLOGI BUNGA SECARA UMUM

Sifat Bunga
Pada umumnya, bunga mempunyai sifat-sifat seperti berikut :
  1. Bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannya 
  2. Warnanya 
  3. Baunya 
  4. Ada dan tidaknya madu ataupun zat lain 

Bagian-bagian Bunga
Bagian-bagian Bunga


Struktur Jaringan Penyusun Bunga

Secara anatomi
Daun mahkota dan daun kelopak mempunyai struktur yang sama yaitu terdapat sel-sel parenkimatis. Parenkim ini juga disebut mesofil. Parenkim ini terletak di antara epidermis atas dan bawah. 

Daun kelopak umumnya mempunyai struktur sederhana. Epidermis daun kalopak pada bagian luarnya dilapisi kutin, stomata, dan trikomata. Seperti struktur pada daun. Sel-sel daun kelopak ini juga mengandung klorofil. Struktur daun mahkota sel-selnya mempunyai satu atau banyak berkas pengangkut yang kecil-kecil. Daun mahkota mempunyai epidermis berbentuk khusus, yaitu berupa tonjolan yang disebut papila dan dilapisi kutikula.

Sementara itu, benang sari dan putik mempunyai struktur sangat berbeda. Secara umum, benang sari terdiri atas kepala sari dan tangkai sari. Tangkai sari tersusun oleh jaringan dasar, yaitu sel-sel parenkimatis yang mempunyai vakuola tanpa ruang antarsel. Pada epidermis tangkai sari terdapat kutikula, trikomata, atau mungkin juga stomata.

Kepala sari mempunyai beberapa lapisan dinding sebagai berikut : 
  • Epidermis 
  • Endotesium 
  • Lapisan tengah 
  • Tapetum 

Kelamin pada Bunga

Berdasarkan alat-alat kelamin yang terdapat pada masing-masing bunga, orang membedakan : 
  • Bunga berkelamin dua (hermaphroditus), yaitu bunga yang padanya terdapat benang sari (alat kelamin jantan) maupun putik (alat kelamin betina). misalnya bunga terung (solanum melongena L). Contoh : Bunga Terung 
  • Bunga berkelamin tunggal (unisexualis), jika pada bunga hanya terdapat salah satu dari kedua macam alat kelaminnya. Contohnya : Bunga jagung 
  • Bunga tidak berkelamin, jika pada bunga tidak terdapat baik benang sari maupun putik, misalnya bunga pinggir (bunga pita) pada bunga matahari.Contohnya : bunga matahari 

Penyerbukan dan Pembuahan 

Buah biji dan lembaga hanya akan terjadi setelah terlebih dahulu terjadi peristiwa penyerbukan atau (Pollinatio) dan pembuahan atau (fertilisatio). 

Penyerbukan adalah jatuhnya serbuk sari pada kepala putik (Untuk golongan tumbuhan biji tertutup) atau jatuhnya serbuk sari langsung pada bakal biji untuk tumbuhan yang berbiji telanjang. Sedangkan Pembuahan adalah terjadinya perkawinan (persatuan atau keleburan menjadi satu) sel telur yang terdapat dalam kandung lembaga didalam bakal biji dengan suatu biji dengan suatu inti yang berasal dari serbuk sari.

Penyerbukan tidak selalu diikuti dengan pembuahan, penyerbukan hanya akan diikuti pembuahan bila pembuahan diserbuki oleh tumbuhan yang sama atau sejenis, jika tidak pembuahan tidak akan berlangsung. Hal itu disebabkan karena serbuk sari yang jatuh pada kepala putik bunga tumbuhan yang berbeda tidak dapat tumbuh menjadi bulu serbuk sari, atau bila dapat tumbuh menjadi bulu serbuk sari, bulu serbuk sari itu biasanya akan mengalami kegagalan dalam pertumbuhan sehingga tidak dapat mencapai bakal biji.

Berdasarkan asalnya serbuk sari yang jatuh dikepala putik di penyerbukan dapat dibedakan dalam beberapa macam yaitu:
  1. Penyerbukan sendiri atau autogami 
  2. Penyerbukan tetangga atau Geitonogami 
  3. Penyerbukan silang atau allogami 
  4. Penyerbukan bastar atau hibridogami 

Menurut perantara yang dapat menyebabkan penyerbukan dibedakan menjadi:
  1. Perantara angin 
  2. Perantara air 
  3. Perantara hewan disebut zoogamy 
  4. Perantara manusia