DEFINISI ILMU POLIMER - ElrinAlria
DEFINISI ILMU POLIMER

DEFINISI ILMU POLIMER

Polimer adalah molekul besar (makromolekul) yang terbangun oleh susunan unit ulangan kimia yang kecil, sederhana dan terikat oleh ikatan kovalen. 

SIFAT-SIFAT POLIMER
a. Sifat Fisis Polimer
  1. Mudah diolah untuk berbagai macam produk pada suhu rendah dengan biaya murah. 
  2. Ringan; maksudnya rasio bobot/volumenya kecil. 
  3. Tahan korosi dan kerusakan terhadap lingkungan yang agresif. 
  4. Bersifat isolator yang baik terhadap panas dan listrik. 
  5. Berguna untuk bahan komponen khusus karena sifatnya yang elastis dan plastis. 
  6. Berat molekulnya besar sehingga kestabilan dimensinya tinggi. 

b. Sifat Kimia Polimer
  1. Semakin panjang rantai polimer, maka kekuatan dan titik leleh senyawanya semakin tinggi. 
  2. Semakin besar gaya antarmolekul pada rantai polimernya, maka senyawa polimer akan semakin kuat dan semakin sulit leleh. 
  3. Rantai polimer yang memiliki cabang banyak akan memiliki daya regang rendah disertai mudahnya meleleh. 
  4. Ikatan silang antarmolekul menyebabkan jaringan menjadi kaku, sehingga bahan polimer menjadi keras dan rapuh. Semakin banyak ikatan silang yang dimiliki oleh polimer, maka polimer akan semakin mudah patah. 

PENGGOLONGAN POLIMER

1. Penggolongan Polimer Berdasarkan Asalnya
  • Polimer alam 
  • Polimer sintetis 

2. Berdasarkan Bentuk Susunan Rantainya
  • Polimer Linier 
  • Polimer Berikatan Silang (Cross-linking) 

3. Berdasarkan Reaksi Polimerisasi
  • Polimerisasi Adisi 
  • Polimerasasi Kondensasi 

4. Berdasarkan Jenis Monomer Penyusunnya
  • Homopolimer 
  • Kopolimer 

5. Berdasarkan Sifatnya terhadap Panas
  • Polimer Termoplas 
  • Polimer Termoset 

1. Pengolongan polimer berdasarkan asalnya 

-Polimer alam
Polimer alam adalah polimer yang terdapat di alam. Polimer alam terbentuk karena reaksi polikondensasi dan polimerisasi sendiri. Polimer alam sukar dicetak sesuai keinginan, mudah menggembung dan kehilangan kekenyalannya setelah terlalu lama terkena bensin atau minyak, serta tidak tahan terhadap mikroorganisme.

Contoh:
Polimer alam yang terbentuk dari reaksi polimerisasi kondensasi adalah protein. Protein terbentuk dari gabungan asam-asam amino.

Polimer sintetis adalah polimer yang sengaja dibuat di pabrik sesuai kebutuhan dan tidak terdapat di alam. Polimer sintetis mudah dicetak sesuai keinginan dan tahan terhadap mikroorganisme. 
polimer alam dan sintesis

2. Berdasarkan Bentuk Susunan Rantainya

a. Polimer linier
Polimer Linier, adalah polimer yang tersusun dengan unit ulang berikatan satu sama lainnya membentuk rantai polimer yang panjang.

b. Polimer bercabang 
Polimer bercabang, adalah polimer yang terbentuk jika beberapa unit ulang membentuk cabang pada rantai utama.

c. Polimer Berikatan Silang 
Polimer Berikatan Silang (Cross-linking),adalah polimer yang terbentuk karena beberapa rantai polimer saling berikatan satu sama lain pada rantai utamanya. Jika sambungan silang terjadi ke berbagai arah maka akan terbentuk sambung silang tiga dimensi yang sering disebut polimer jaringan.

3. Berdasarkan Reaksi Polimerisasi

Peristiwa penggabungan monomer-monomer menjadi polimer disebut polimerisasi. Polimerisasi dibedakan menjadi dua, yaitu: polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi.

1.Polimerisasi adisi
Polimerisasi adisi adalah polimer yang terjadi karena reaksi adisi, yaitu reaksi penambahan molekul-molekul monomer berikatan rangkap atau siklis dan biasanya dengan adanya suatu pemicu berupa radikal bebas atau ion.

2. Polimerasasi Kondensasi
Polimer yang terjadi karena reaksi kondensasi/reaksi bertahap. Mekanisme reaksi polimer kondensasi identik dengan reaksi kondensasi senyawa bobot molekul rendah yaitu: reaksi dua gugus aktif dari 2 molekul monomer yang berbeda berinteraksi dengan melepaskan molekul kecil. Atau dapat dikatakan penggabungan monomer-monomer disertai pelepasan molekul kecil/sederhana. 

4. Berdasarkan jenis monumer penyusunnya

  • Homopolimer, adalah polimer yang terbentuk dari penggabungan monomer sejenis dengan unit berulang yang sama. Contohnya : Polietilena, Polipropilena, Teflon
  • Kopolimer, adalah polimer yang terbentuk dari beberapa jenis monomer yang berbeda. Contohnya : Nilon – 66 dan Dakran 

Kopolimer ini dibagi lagi atas empat kelompok yaitu:
  • a. Kopolimer acak 
  • b. Kopolimer silang teratur 
  • c. Kopolimer blok 
  • d. Kopolimer cabang/Graft Copolimer 

5. Berdasarkan Sifatnya terhadap Panasnya

-Polimer Termoplas
Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan dan dapat dibentuk ulang. Contohnya : PVC, Polietilena

-Polimer Termoset
Polimer termoset adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan dan tidak dapat dibentuk ulang. Contohya : Bakelit ( Plastik yang di gunakan untuk listrik )

Dampak Negatif Penggunaan Polimer dan Penganggulanginya
  • Disamping memiliki manfaat yang sangat besar dalam semua bidang kehidupan, polimer juga mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Polimer yang dibuang ke lingkungan sulit diuraikan olek mikroorganisme tanah.
  • Dampak negatif tersebut dapat ditanggulangi jika kita mengurangi pemakaian polimer plastik, tidak membuang sampah di sembarang tempat, memilih alat-alat yang lebih mudah diuraikan dan mengumpulkan sampah plastik untuk didaur ulang. Daur ulang plastik melalui proses pirolisis.

DEFINISI ILMU POLIMER

DEFINISI ILMU POLIMER

DEFINISI ILMU POLIMER

Polimer adalah molekul besar (makromolekul) yang terbangun oleh susunan unit ulangan kimia yang kecil, sederhana dan terikat oleh ikatan kovalen. 

SIFAT-SIFAT POLIMER
a. Sifat Fisis Polimer
  1. Mudah diolah untuk berbagai macam produk pada suhu rendah dengan biaya murah. 
  2. Ringan; maksudnya rasio bobot/volumenya kecil. 
  3. Tahan korosi dan kerusakan terhadap lingkungan yang agresif. 
  4. Bersifat isolator yang baik terhadap panas dan listrik. 
  5. Berguna untuk bahan komponen khusus karena sifatnya yang elastis dan plastis. 
  6. Berat molekulnya besar sehingga kestabilan dimensinya tinggi. 

b. Sifat Kimia Polimer
  1. Semakin panjang rantai polimer, maka kekuatan dan titik leleh senyawanya semakin tinggi. 
  2. Semakin besar gaya antarmolekul pada rantai polimernya, maka senyawa polimer akan semakin kuat dan semakin sulit leleh. 
  3. Rantai polimer yang memiliki cabang banyak akan memiliki daya regang rendah disertai mudahnya meleleh. 
  4. Ikatan silang antarmolekul menyebabkan jaringan menjadi kaku, sehingga bahan polimer menjadi keras dan rapuh. Semakin banyak ikatan silang yang dimiliki oleh polimer, maka polimer akan semakin mudah patah. 

PENGGOLONGAN POLIMER

1. Penggolongan Polimer Berdasarkan Asalnya
  • Polimer alam 
  • Polimer sintetis 

2. Berdasarkan Bentuk Susunan Rantainya
  • Polimer Linier 
  • Polimer Berikatan Silang (Cross-linking) 

3. Berdasarkan Reaksi Polimerisasi
  • Polimerisasi Adisi 
  • Polimerasasi Kondensasi 

4. Berdasarkan Jenis Monomer Penyusunnya
  • Homopolimer 
  • Kopolimer 

5. Berdasarkan Sifatnya terhadap Panas
  • Polimer Termoplas 
  • Polimer Termoset 

1. Pengolongan polimer berdasarkan asalnya 

-Polimer alam
Polimer alam adalah polimer yang terdapat di alam. Polimer alam terbentuk karena reaksi polikondensasi dan polimerisasi sendiri. Polimer alam sukar dicetak sesuai keinginan, mudah menggembung dan kehilangan kekenyalannya setelah terlalu lama terkena bensin atau minyak, serta tidak tahan terhadap mikroorganisme.

Contoh:
Polimer alam yang terbentuk dari reaksi polimerisasi kondensasi adalah protein. Protein terbentuk dari gabungan asam-asam amino.

Polimer sintetis adalah polimer yang sengaja dibuat di pabrik sesuai kebutuhan dan tidak terdapat di alam. Polimer sintetis mudah dicetak sesuai keinginan dan tahan terhadap mikroorganisme. 
polimer alam dan sintesis

2. Berdasarkan Bentuk Susunan Rantainya

a. Polimer linier
Polimer Linier, adalah polimer yang tersusun dengan unit ulang berikatan satu sama lainnya membentuk rantai polimer yang panjang.

b. Polimer bercabang 
Polimer bercabang, adalah polimer yang terbentuk jika beberapa unit ulang membentuk cabang pada rantai utama.

c. Polimer Berikatan Silang 
Polimer Berikatan Silang (Cross-linking),adalah polimer yang terbentuk karena beberapa rantai polimer saling berikatan satu sama lain pada rantai utamanya. Jika sambungan silang terjadi ke berbagai arah maka akan terbentuk sambung silang tiga dimensi yang sering disebut polimer jaringan.

3. Berdasarkan Reaksi Polimerisasi

Peristiwa penggabungan monomer-monomer menjadi polimer disebut polimerisasi. Polimerisasi dibedakan menjadi dua, yaitu: polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi.

1.Polimerisasi adisi
Polimerisasi adisi adalah polimer yang terjadi karena reaksi adisi, yaitu reaksi penambahan molekul-molekul monomer berikatan rangkap atau siklis dan biasanya dengan adanya suatu pemicu berupa radikal bebas atau ion.

2. Polimerasasi Kondensasi
Polimer yang terjadi karena reaksi kondensasi/reaksi bertahap. Mekanisme reaksi polimer kondensasi identik dengan reaksi kondensasi senyawa bobot molekul rendah yaitu: reaksi dua gugus aktif dari 2 molekul monomer yang berbeda berinteraksi dengan melepaskan molekul kecil. Atau dapat dikatakan penggabungan monomer-monomer disertai pelepasan molekul kecil/sederhana. 

4. Berdasarkan jenis monumer penyusunnya

  • Homopolimer, adalah polimer yang terbentuk dari penggabungan monomer sejenis dengan unit berulang yang sama. Contohnya : Polietilena, Polipropilena, Teflon
  • Kopolimer, adalah polimer yang terbentuk dari beberapa jenis monomer yang berbeda. Contohnya : Nilon – 66 dan Dakran 

Kopolimer ini dibagi lagi atas empat kelompok yaitu:
  • a. Kopolimer acak 
  • b. Kopolimer silang teratur 
  • c. Kopolimer blok 
  • d. Kopolimer cabang/Graft Copolimer 

5. Berdasarkan Sifatnya terhadap Panasnya

-Polimer Termoplas
Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan dan dapat dibentuk ulang. Contohnya : PVC, Polietilena

-Polimer Termoset
Polimer termoset adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan dan tidak dapat dibentuk ulang. Contohya : Bakelit ( Plastik yang di gunakan untuk listrik )

Dampak Negatif Penggunaan Polimer dan Penganggulanginya
  • Disamping memiliki manfaat yang sangat besar dalam semua bidang kehidupan, polimer juga mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Polimer yang dibuang ke lingkungan sulit diuraikan olek mikroorganisme tanah.
  • Dampak negatif tersebut dapat ditanggulangi jika kita mengurangi pemakaian polimer plastik, tidak membuang sampah di sembarang tempat, memilih alat-alat yang lebih mudah diuraikan dan mengumpulkan sampah plastik untuk didaur ulang. Daur ulang plastik melalui proses pirolisis.