DEFINISI SEDIAAN LARUTAN (SOLUTE) - ElrinAlria
DEFINISI SEDIAAN LARUTAN (SOLUTE)
Larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut ( zat ) terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solvent. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan, sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi. 

A. Pengertian Larutan

Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu jenis obat atau lebih dalam pelarut air suling kecuali dinyatakan lain, dimaksudkan untuk pemakaian obat dalam, obat luar atau untuk dimasukkan dalam rongga tubuh. 
  • Menurut FI Edisi III hal 32, Larutan adalah sediaan cair yang mengandung bahan kimia terlarut, kecuali dinyatakan lain, sebagai pelarut digunakan air suling. 
  • Menurut FI Edisi IV hal 15, Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia terlarut, misalnya terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur. 
Jadi, larutan adalah sediaan cair yang dibuat dengan melarutkan satu jenis obat atau lebih dalam pelarut, dimaksudkan untuk digunakan sebagai obat dalam, obat luar atau untuk dimasukkan ke dalam rongga tubuh.

Berdasarkan bentuk sediaan larutan dapat digolongkan menurut cara pemberiannya, yakni sebagai berikut :
  1. Larutan oral adalah sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral, mengandung satu atau lebih zat dengan atau tanpa bahan pengaroma, pemanis atau pewarna yang larut dalam air atau campuran kosolven-air. 
  2. Larutan topikal adalah larutan yang biasanya mengandung air tetapi seringkali mengandung pelarut lain, seperti etanol dan poliol. 
  3. Larutan otik adalah larutan yang mengandung air atau gliserin atau pelarut lain dan bahan pendispersi, untuk penggunaan pada telinga luar. 
  4. Spirit adalah larutan yang mengandung etanol atau hidroalkohol dari zat mudah menguap, umumnya merupakan larutan tunggal atau campuran bahan. 
  5. Tingtur adalah larutan yang mengandung etanol atau hidroalkohol dibuat dari bahan tumbuhan atau senyawa kimia. 
  6. Sirup adalah larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain dengan kadar tinggi. Larutan sukrosa hampir jenuh dalam air dikenal sebagai sirup simpleks. 

Sediaan obat berbentuk larutan :
  • Menurut kimia fisik banyak sediaan obat yang dapat digolongkan sebagai larutan tetapi di dalam farmasetika tidak di sebutkan sebagai sediaan larutan. Misalnya sirup, spiritus, eliksir, air aromatic, tingtura, ekstrak encer, infusa, imunoserum.
  • Biasanya bentuk sediaan diatas hanya disebut sebagai golongan sediaan bentuk cair.

Sedangkan istilah larutan untuk farmasetika hanya dibatasi pada :
  • Solutiones : bila zat kimia terlarut hanya satu. Contohnya : Garamycin Ophtalmic 0,5% solution untuk mengobati permukaan mata yang terinfeksi mikroorganisme. 
  • Mixture yaitu bila zat kimia terlarutnya banyak. Contohnya : mixture brometorum yaitu mengandung natrium bromide,kalium bromida,dan ammonium bromide. 

B. Monografi Bentuk Sediaan Larutan

  1. Larutan (solutio dan mixture)
  2. Eliksir adalah sediaan berupa larutan yang mempunyai rasa dan bau sedap, selain obat mengandung juga zat tambahan seperti gula atau zat pemanis lain, zat warna, zat pewangi dan zat pengawet, dan digunakansebagai obat dalam. Sebagai pelarut utama eliksir adalah etanol. 
  3. Sirup adalah sediaan cair berupa larutan yang mengandung sakarosa, kecuali dikatakan lain. Kadar kadar sakarosa tidak kurang dari 64.0% dan tidak lebih dari 66,0%. 
  4. Infusa adalah sediaan cair yang dibuat dengan menyari simsplisia nabati dengan air pada suhu 90 derajat C selama 15 menit. 
  5. Air aromatic adalah sediaan cair yang mengandung bahan berbau harum (minyak atsiri)yang pelarutnya air. 
  6. Spiritus aromatik adalah sediaan cair yang mengandung minyak atsiri yang pelarutnya alkohol (spritus lavandel, spititus) 

C. Komposisi Sediaan Larutan

  1. Zat aktif / obat (solut)
  2. Bahan pelarut (solvent)
  3. Pada larutan oral biasanya diberi bahan tambahan pewarna (metilen blue), pemberi rasa (orange oil, menthol) pemanis (sorbitol, sukrosa).
  4. Penstabil larutan
  5. Kadang-kadang juga dimasukkan bahan pengawet (metal paraben, asam benzoat). Bahan pengawet tidak diberikan pada larutan untuk mata yang digunakan selama operasi atau mata trauma.

D. Pembagian Larutan Berdasarkan Jumlah Zat Terlarut

  1. Larutan jenuh adalah suatu larutan dimana zat terlarut berada pada fase kesetimbangan (jumlah maksimum) yang dapat dilarutkan oleh zat pelarut. 
  2. Larutan tidak jenuh adalah suatu larutan yang mengandung zat terlarut dalam konsentrasi di bawah konsentrasi yang dibutuhkan untuk penjenuhan sempurna pada temperature tertentu. Yang dapat dibagi lagi atas larutan encer dan larutan kental (dekat kejenuh) 
  3. Larutan lewat jenuh adalah suatu larutan yang mengandung zat terlarut dalam konsentrasi lebih banyak daripada yang seharusnya ada pada temperature tertentu. Terdapat juga zat terlarut yang tidak larut. 

E. Pembagian larutan secara umum

  • Larutan sederhana adalah larutan yang hanya terdiri dari satu jenis zat terlarut 
  • Larutan campuran adalah larutan yang terdiri dua jenis atau lebih zat terlarut 
  • Larutan stok adalah larutan yang dibuat sebagai bahan/ pelarut pada pembuatan resep. 

Berdasarkan tujuan penggunaannya larutan dibagi menjadi :
  • Larutan Steril, meliputi larutan untuk pemakaian luar. Semua alat yang digunakan dalam pembuatan larutan steril, termasuk wadahnya, harus betul-betul bersih sebelum digunakan. Obat dilarutkan dalam pelarut yang tersedia dan larutan dijernihkan dengan menyaring, masukkan dalam wadah yang kemudian ditutup dan sterilkan dengan cara sterlisasi yang sesuai. Larutan steril yang digunakan sebagai obat luar harus memenuhi syarat yang tertera pada Injectiones. Wadah harus dapat dikosongkan dengan cepat. Kemasan boleh lebih dari 1 liter. Larutan steril harus memenuhi syarat uji sterilitas yang tertera pada Farmakope Indonesia. 
  • Larutan nonsteril, meliputi larutan untuk obat dalam, baik obat larutan yang langsung diminum atau pun larutan yang harus diramu lebih dahulu. Selama pembuatan harus diperhatikan agar sedapat mungkin harus dihindarkan terjadinya kontaminasi jasadrenik. 
  • Larutan antiseptikum mudah sekali dicemari jasadrenik yang telah resistan. 

Karena itu dalam pembuatan larutan ini harus diperhatikan hal berikut :
  • Larutan harus dibuat menggunakan air suling atau air yang baru saja dididihkan dan wadah yang digunakan harus betul-betul bersih, lebih baik disterilkan labih dahulu, tutup gabus jangan digunakan. 
  • Larutan ini tidak boleh digunakan lebih lama dari satu minggu sejak tutupnya telah dibuka pertama kali. 

F. Keuntungan Dan Kerugian Larutan

-Kerugian sediaan larutan yaitu:
  1. Larutan bersifat voluminous, sehingga kurang menyenangkan untuk diangkut dan disimpan. Apabila kemasan rusak, keseluruhan sediaan tidak dapat digunakan. 
  2. Stabilitas dalam bentuk larutan biasanya kurang baik dibandingkan bentuk sediaan tablet atau kapsul, terutama jika bahan mudah terhidrolisis. 
  3. Larutan merupakan media ideal untuk pertumbuhan mikroorganisme, oleh karena itu memerlukan penambahan pengawet. 
  4. Ketetapan dosis tergantung pada kemampuan pasien untuk menakar. 
  5. Rasa obat yang kurang menyenangkan akan lebih terasa jika diberikan dalam larutan dibandingkan dalam bentuk padat. Walaupun demikian, larutan dapat diberi pemanis dan perasa agar penggunaannya lebih nyaman. 

-Keuntungan sediaan larutan yaitu :
  1. Lebih mudah ditelan dibanding bentuk padat sehingga dapat digunakan utnuk bayi, anak-anak, dan usia lanjut. 
  2. Segera diabsorbsi karena sudah berada dalam bentuk larutan sehingga tidak mengalami proses disintegrasi dan pelarutan. 
  3. Obat secara homogen terdistribusi ke seluruh sediaan 
  4. Mengurangi resiko iritasi pada lambung oleh zat-zat iritan karena larutan akan segera diencerkan oleh isi lambung. 
  5. Untuk pemakaian luar, bentuk larutan mudah digunakan.

DEFINISI SEDIAAN LARUTAN (SOLUTE)

DEFINISI SEDIAAN LARUTAN (SOLUTE)
Larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut ( zat ) terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solvent. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan, sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi. 

A. Pengertian Larutan

Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu jenis obat atau lebih dalam pelarut air suling kecuali dinyatakan lain, dimaksudkan untuk pemakaian obat dalam, obat luar atau untuk dimasukkan dalam rongga tubuh. 
  • Menurut FI Edisi III hal 32, Larutan adalah sediaan cair yang mengandung bahan kimia terlarut, kecuali dinyatakan lain, sebagai pelarut digunakan air suling. 
  • Menurut FI Edisi IV hal 15, Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia terlarut, misalnya terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur. 
Jadi, larutan adalah sediaan cair yang dibuat dengan melarutkan satu jenis obat atau lebih dalam pelarut, dimaksudkan untuk digunakan sebagai obat dalam, obat luar atau untuk dimasukkan ke dalam rongga tubuh.

Berdasarkan bentuk sediaan larutan dapat digolongkan menurut cara pemberiannya, yakni sebagai berikut :
  1. Larutan oral adalah sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral, mengandung satu atau lebih zat dengan atau tanpa bahan pengaroma, pemanis atau pewarna yang larut dalam air atau campuran kosolven-air. 
  2. Larutan topikal adalah larutan yang biasanya mengandung air tetapi seringkali mengandung pelarut lain, seperti etanol dan poliol. 
  3. Larutan otik adalah larutan yang mengandung air atau gliserin atau pelarut lain dan bahan pendispersi, untuk penggunaan pada telinga luar. 
  4. Spirit adalah larutan yang mengandung etanol atau hidroalkohol dari zat mudah menguap, umumnya merupakan larutan tunggal atau campuran bahan. 
  5. Tingtur adalah larutan yang mengandung etanol atau hidroalkohol dibuat dari bahan tumbuhan atau senyawa kimia. 
  6. Sirup adalah larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain dengan kadar tinggi. Larutan sukrosa hampir jenuh dalam air dikenal sebagai sirup simpleks. 

Sediaan obat berbentuk larutan :
  • Menurut kimia fisik banyak sediaan obat yang dapat digolongkan sebagai larutan tetapi di dalam farmasetika tidak di sebutkan sebagai sediaan larutan. Misalnya sirup, spiritus, eliksir, air aromatic, tingtura, ekstrak encer, infusa, imunoserum.
  • Biasanya bentuk sediaan diatas hanya disebut sebagai golongan sediaan bentuk cair.

Sedangkan istilah larutan untuk farmasetika hanya dibatasi pada :
  • Solutiones : bila zat kimia terlarut hanya satu. Contohnya : Garamycin Ophtalmic 0,5% solution untuk mengobati permukaan mata yang terinfeksi mikroorganisme. 
  • Mixture yaitu bila zat kimia terlarutnya banyak. Contohnya : mixture brometorum yaitu mengandung natrium bromide,kalium bromida,dan ammonium bromide. 

B. Monografi Bentuk Sediaan Larutan

  1. Larutan (solutio dan mixture)
  2. Eliksir adalah sediaan berupa larutan yang mempunyai rasa dan bau sedap, selain obat mengandung juga zat tambahan seperti gula atau zat pemanis lain, zat warna, zat pewangi dan zat pengawet, dan digunakansebagai obat dalam. Sebagai pelarut utama eliksir adalah etanol. 
  3. Sirup adalah sediaan cair berupa larutan yang mengandung sakarosa, kecuali dikatakan lain. Kadar kadar sakarosa tidak kurang dari 64.0% dan tidak lebih dari 66,0%. 
  4. Infusa adalah sediaan cair yang dibuat dengan menyari simsplisia nabati dengan air pada suhu 90 derajat C selama 15 menit. 
  5. Air aromatic adalah sediaan cair yang mengandung bahan berbau harum (minyak atsiri)yang pelarutnya air. 
  6. Spiritus aromatik adalah sediaan cair yang mengandung minyak atsiri yang pelarutnya alkohol (spritus lavandel, spititus) 

C. Komposisi Sediaan Larutan

  1. Zat aktif / obat (solut)
  2. Bahan pelarut (solvent)
  3. Pada larutan oral biasanya diberi bahan tambahan pewarna (metilen blue), pemberi rasa (orange oil, menthol) pemanis (sorbitol, sukrosa).
  4. Penstabil larutan
  5. Kadang-kadang juga dimasukkan bahan pengawet (metal paraben, asam benzoat). Bahan pengawet tidak diberikan pada larutan untuk mata yang digunakan selama operasi atau mata trauma.

D. Pembagian Larutan Berdasarkan Jumlah Zat Terlarut

  1. Larutan jenuh adalah suatu larutan dimana zat terlarut berada pada fase kesetimbangan (jumlah maksimum) yang dapat dilarutkan oleh zat pelarut. 
  2. Larutan tidak jenuh adalah suatu larutan yang mengandung zat terlarut dalam konsentrasi di bawah konsentrasi yang dibutuhkan untuk penjenuhan sempurna pada temperature tertentu. Yang dapat dibagi lagi atas larutan encer dan larutan kental (dekat kejenuh) 
  3. Larutan lewat jenuh adalah suatu larutan yang mengandung zat terlarut dalam konsentrasi lebih banyak daripada yang seharusnya ada pada temperature tertentu. Terdapat juga zat terlarut yang tidak larut. 

E. Pembagian larutan secara umum

  • Larutan sederhana adalah larutan yang hanya terdiri dari satu jenis zat terlarut 
  • Larutan campuran adalah larutan yang terdiri dua jenis atau lebih zat terlarut 
  • Larutan stok adalah larutan yang dibuat sebagai bahan/ pelarut pada pembuatan resep. 

Berdasarkan tujuan penggunaannya larutan dibagi menjadi :
  • Larutan Steril, meliputi larutan untuk pemakaian luar. Semua alat yang digunakan dalam pembuatan larutan steril, termasuk wadahnya, harus betul-betul bersih sebelum digunakan. Obat dilarutkan dalam pelarut yang tersedia dan larutan dijernihkan dengan menyaring, masukkan dalam wadah yang kemudian ditutup dan sterilkan dengan cara sterlisasi yang sesuai. Larutan steril yang digunakan sebagai obat luar harus memenuhi syarat yang tertera pada Injectiones. Wadah harus dapat dikosongkan dengan cepat. Kemasan boleh lebih dari 1 liter. Larutan steril harus memenuhi syarat uji sterilitas yang tertera pada Farmakope Indonesia. 
  • Larutan nonsteril, meliputi larutan untuk obat dalam, baik obat larutan yang langsung diminum atau pun larutan yang harus diramu lebih dahulu. Selama pembuatan harus diperhatikan agar sedapat mungkin harus dihindarkan terjadinya kontaminasi jasadrenik. 
  • Larutan antiseptikum mudah sekali dicemari jasadrenik yang telah resistan. 

Karena itu dalam pembuatan larutan ini harus diperhatikan hal berikut :
  • Larutan harus dibuat menggunakan air suling atau air yang baru saja dididihkan dan wadah yang digunakan harus betul-betul bersih, lebih baik disterilkan labih dahulu, tutup gabus jangan digunakan. 
  • Larutan ini tidak boleh digunakan lebih lama dari satu minggu sejak tutupnya telah dibuka pertama kali. 

F. Keuntungan Dan Kerugian Larutan

-Kerugian sediaan larutan yaitu:
  1. Larutan bersifat voluminous, sehingga kurang menyenangkan untuk diangkut dan disimpan. Apabila kemasan rusak, keseluruhan sediaan tidak dapat digunakan. 
  2. Stabilitas dalam bentuk larutan biasanya kurang baik dibandingkan bentuk sediaan tablet atau kapsul, terutama jika bahan mudah terhidrolisis. 
  3. Larutan merupakan media ideal untuk pertumbuhan mikroorganisme, oleh karena itu memerlukan penambahan pengawet. 
  4. Ketetapan dosis tergantung pada kemampuan pasien untuk menakar. 
  5. Rasa obat yang kurang menyenangkan akan lebih terasa jika diberikan dalam larutan dibandingkan dalam bentuk padat. Walaupun demikian, larutan dapat diberi pemanis dan perasa agar penggunaannya lebih nyaman. 

-Keuntungan sediaan larutan yaitu :
  1. Lebih mudah ditelan dibanding bentuk padat sehingga dapat digunakan utnuk bayi, anak-anak, dan usia lanjut. 
  2. Segera diabsorbsi karena sudah berada dalam bentuk larutan sehingga tidak mengalami proses disintegrasi dan pelarutan. 
  3. Obat secara homogen terdistribusi ke seluruh sediaan 
  4. Mengurangi resiko iritasi pada lambung oleh zat-zat iritan karena larutan akan segera diencerkan oleh isi lambung. 
  5. Untuk pemakaian luar, bentuk larutan mudah digunakan.