DEFINISI SEDIAAN OBAT SERBUK (PULVIS) - ElrinAlria
DEFINISI SEDIAAN OBAT SERBUK (PULVIS)
Dalam ilmu farmasi, sediaan serbuk dapat diartikan sebagai campuran homogeny dua atau lebih bahan obat yang telah di haluskan, dan ditujukan untuk pemakaian luar. Pemggunaan obat dalam bentuk serbuk sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama bagi anak-anak maupun orang dewasa yang susah atau sulit meminum obat baik dalam bentuk tablet, pil, ataupun kapsul. Serbuk merupakan campuran kering bahan obat atau zat kimia yang berkhasiat untuk mencegah infeksi pada luka di permukaan kulit.

1. Pengertian Serbuk

Pulvis (serbuk) adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar. 

Menurut Farmakope Indonesia edisi III sebuk adalah campuran homogen dari dua atau lebih obat yang diserbukkan.

Menurut farmakope Indonesia edisi IV serbuk adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar. Serbuk memiliki karateristik yaitu homogen dan kering, homogenisitasnya dipengaruhi ukuran partikel dan densitasnya/berat jenis,serta punya derajat kehalusan tertentu

2. Macam-macam sediaan Serbuk

Sediaan Serbuk terdiri atas 2 bagian yaitu :
a. Pulvis (serbuk terbagi)
Pulvis adalah serbuk yang dapat dibagi dalam bobot yang sama, dibungkus menggunakan kemasan untuk sekali minum, serbuk terbagi boleh dibagi secara visual/penglihatan, maksimal 10 serbuk secara bersamaan. Umumnya serbuk berbobot 0,5 gram, pengisinya laktosa. Penimbangan diperlukan apabila pasien memperoleh dosis 80% dari dosis maksimum untuk sekali atau sehari pakai.

b. Pulveres (Serbuk Tak Terbagi)
Pulveres adalah serbuk yang tidak dapat terbagi untuk pemakaiannya, contohnya serbuk tabur, serbuk gigi dan serbuk effervecent.

3. Cara membuat serbuk

Serbuk dibuat dengan cara mencampur bahan obat satu persatu, sedikit demi sedikit, dimulai dari bahan obat yang jumlahnya sedikit , kemudian diayak. 

4. Aturan dalam pembuatan serbuk

  • a. Bila tidak dinyatakan lain serbuk diayak dengan ayakan nomor 60.
  • b. Bila serbuk mengandung lemak maka harus diayak dengan pengayak nomor 44.
  • c. Jika jumlah obat kurang dari 50 mg atau jumlah tersebut tidak dapat ditimbang, harus dilakukan pengenceran menggunakan zat tambahan yang cocok.
  • d. Obat serbuk kasar , terutama simplisia nabati, digerus lebih dahulu sampai derajat halus sesuai yang tertera pada pengayak dan derajat halus serbuk, setelah itu dikeringkan pada suhu tidak lebih dari 50 ° C
  • e. Obat berupa cairan misalnya tingtur dan ekstrak cair, diuapkan pelarutnya hingga hampir kering dan serbukkan dengan pertolongan zat tambahan yang cocok.
  • f. Obat bermasa lembek misalnya ekstrak kental, dilarutkan dengan pelarut yang sesuai secukupnya dan diserbukkan dengan pertolongan zat tambahan yang cocok.
  • g. Jika serbuk obat mengandung bagian yang mudah menguap, dikeringkan dengan pertolongan kapur tohor atau bahan pengering lain yang cocok. 

5. Keuntungan Dan Kerugian Sediaan Serbuk

a. Keuntungan Sediaan Serbuk
  1. campuran obat dan bahan obat yang sesuai kebutuhan 
  2. dosis lebih tepat, lebih stabil dari sediaan larutan 
  3. disolusi/melarut cepat dalam tubuh 
  4. Serbuk lebih mudah terdispersi dan lebih mudah larut daripada bentuk sediaan oral lain, sehingga dengan segera dapat memberikan efek terapi. 
  5. Lebih mudah untuk ditelan dibanding sediaan padat lainnya. 
  6. Lebih mudah dalam pengaturan dosis. 

b. Kerugian Sediaan Serbuk
  1. Sukar untuk menutup rasa dan bau yang tidak enak. 
  2. Tidak dapat disimpan lama 
  3. Durasi efek dan waktu mulai berefek tidak dapat diatur. 
  4. kurang baik untuk zat obat yang mudah terurai karena kontak dengan udara 
  5. peracikannya membutuhkan waktu yang relatif lama

DEFINISI SEDIAAN OBAT SERBUK (PULVIS)

DEFINISI SEDIAAN OBAT SERBUK (PULVIS)
Dalam ilmu farmasi, sediaan serbuk dapat diartikan sebagai campuran homogeny dua atau lebih bahan obat yang telah di haluskan, dan ditujukan untuk pemakaian luar. Pemggunaan obat dalam bentuk serbuk sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama bagi anak-anak maupun orang dewasa yang susah atau sulit meminum obat baik dalam bentuk tablet, pil, ataupun kapsul. Serbuk merupakan campuran kering bahan obat atau zat kimia yang berkhasiat untuk mencegah infeksi pada luka di permukaan kulit.

1. Pengertian Serbuk

Pulvis (serbuk) adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar. 

Menurut Farmakope Indonesia edisi III sebuk adalah campuran homogen dari dua atau lebih obat yang diserbukkan.

Menurut farmakope Indonesia edisi IV serbuk adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar. Serbuk memiliki karateristik yaitu homogen dan kering, homogenisitasnya dipengaruhi ukuran partikel dan densitasnya/berat jenis,serta punya derajat kehalusan tertentu

2. Macam-macam sediaan Serbuk

Sediaan Serbuk terdiri atas 2 bagian yaitu :
a. Pulvis (serbuk terbagi)
Pulvis adalah serbuk yang dapat dibagi dalam bobot yang sama, dibungkus menggunakan kemasan untuk sekali minum, serbuk terbagi boleh dibagi secara visual/penglihatan, maksimal 10 serbuk secara bersamaan. Umumnya serbuk berbobot 0,5 gram, pengisinya laktosa. Penimbangan diperlukan apabila pasien memperoleh dosis 80% dari dosis maksimum untuk sekali atau sehari pakai.

b. Pulveres (Serbuk Tak Terbagi)
Pulveres adalah serbuk yang tidak dapat terbagi untuk pemakaiannya, contohnya serbuk tabur, serbuk gigi dan serbuk effervecent.

3. Cara membuat serbuk

Serbuk dibuat dengan cara mencampur bahan obat satu persatu, sedikit demi sedikit, dimulai dari bahan obat yang jumlahnya sedikit , kemudian diayak. 

4. Aturan dalam pembuatan serbuk

  • a. Bila tidak dinyatakan lain serbuk diayak dengan ayakan nomor 60.
  • b. Bila serbuk mengandung lemak maka harus diayak dengan pengayak nomor 44.
  • c. Jika jumlah obat kurang dari 50 mg atau jumlah tersebut tidak dapat ditimbang, harus dilakukan pengenceran menggunakan zat tambahan yang cocok.
  • d. Obat serbuk kasar , terutama simplisia nabati, digerus lebih dahulu sampai derajat halus sesuai yang tertera pada pengayak dan derajat halus serbuk, setelah itu dikeringkan pada suhu tidak lebih dari 50 ° C
  • e. Obat berupa cairan misalnya tingtur dan ekstrak cair, diuapkan pelarutnya hingga hampir kering dan serbukkan dengan pertolongan zat tambahan yang cocok.
  • f. Obat bermasa lembek misalnya ekstrak kental, dilarutkan dengan pelarut yang sesuai secukupnya dan diserbukkan dengan pertolongan zat tambahan yang cocok.
  • g. Jika serbuk obat mengandung bagian yang mudah menguap, dikeringkan dengan pertolongan kapur tohor atau bahan pengering lain yang cocok. 

5. Keuntungan Dan Kerugian Sediaan Serbuk

a. Keuntungan Sediaan Serbuk
  1. campuran obat dan bahan obat yang sesuai kebutuhan 
  2. dosis lebih tepat, lebih stabil dari sediaan larutan 
  3. disolusi/melarut cepat dalam tubuh 
  4. Serbuk lebih mudah terdispersi dan lebih mudah larut daripada bentuk sediaan oral lain, sehingga dengan segera dapat memberikan efek terapi. 
  5. Lebih mudah untuk ditelan dibanding sediaan padat lainnya. 
  6. Lebih mudah dalam pengaturan dosis. 

b. Kerugian Sediaan Serbuk
  1. Sukar untuk menutup rasa dan bau yang tidak enak. 
  2. Tidak dapat disimpan lama 
  3. Durasi efek dan waktu mulai berefek tidak dapat diatur. 
  4. kurang baik untuk zat obat yang mudah terurai karena kontak dengan udara 
  5. peracikannya membutuhkan waktu yang relatif lama