MAKALAH FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ORGANISME PERAIRAN - ElrinAlria
MAKALAH FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ORGANISME PERAIRAN

MAKALAH HIDROBIOLOGI
‘’FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ORGANISME PERAIRAN’’
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Air sebagai sumber kehidupan merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat dibutuhkan demi kelangsungan hidup di muka bumi ini. Kebutuhan akan air terus mengalami peningkatan seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin pesat, baik untuk kebutuhan manusia sehari-hari maupun untuk kebutuhan lainnya. Selain untuk pengairan lahan pertanian terutama sawah, jaringan irigasi juga dimanfaatkan sebagai media pembudidayaan ikan. Disini dilakukan peminjaman air untuk pembudidayaan ikan dengan menbangun kolam ikan. Perairan umum yang sangat potensial untuk perikanan air tawar adalah dengan memanfaatkan irigasi. Selama ini air irigasi hanya dipakai untuk pengairan areal pertanian. Padahal sebelum air sampai ke areal pertanian dapat dimanfaatkan sebagai media untuk pembesaran ikan dengan membangun kolam-kolam ikan.

Kondisi kualitas air digunakan untuk mengevaluasi tingkat mutu air itu, apakah baik digunakan atau tidak untuk dikonsumsi. Nilai-nilai variabel kualitas dan kuantitas air yang tidak berubah dengan waktu tertentu menandakan tidak banyaknya polutan berada di perairan atau masuk ke perairan tersebut. Kualitas air itu disebut kualitas air yang baik untuk digunakan.

Perubahan kualitas perairan, erat kaitannya dengan potensi perairan terutama di tinjau dari keanekaragaman dan komposisi fitoplankton. Keberadaan fitoplankton ini di suatu perairan dapat memberi informasi mengenai kondisi suatu perairan, sehingga fitoplankton sebagai parameter biologis yang dapat dijadikan indikator untuk mengevaluasi kualitas dan tingkat kesuburan suatu perairan. Adanya jenis fitoplankton yang dapat hidup dan blooming karena zat tertentu. Sehingga dapat memberikan gambaran mengenai keadaan suatu perairan yang sesungguhnya. Fitoplankton juga merupakan penyumbang oksigen terbesar di dalam suatu perairan, dan pengikat awal energi matahari dalam proses fotosintesis, sehingga berperan penting bagi kehidupan perairan.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dapat diajukan oleh penulis yaitu Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi organisme perairan ?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi organisme perairan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Perairan merupakan suatu potensi sumberdaya air yang sangat besar dimiliki oleh Indonesia. Tercatat 13,7 juta ha perairan darat yang kita miliki, meliputi perairan danau, perairan waduk, perairan sungai, perairan lahan basah dan perairan estuaria. Potensi-potensi yang dapat dimanfaatkan dari perairan darat adalah sebagai sumber air bersih, sumber produksi pangan dan pakan, sumber energi dan sumber kenyamanan. Perairan merupakan suatu ekosistem yang kompleks sebgai habitat dari berbagai jenis mahluk hidup, mulai dari ukuran mikro sampai makro. Perairan yang alami mempunyai sifat dinamis dan aliran energi yang kontiu selama sistem yang ada di dalamnnya tidak mengalami gangguan atau hambatan seperti pencemaran (Salam, 2010).

Menurut Effendi (2003) kualitas air yaitu sifat air dan kandungan mahluk hidup, zat, energi, atau komponen lain di dalam air. Kualitas air dinyatakan dengan beberapa parameter, yaitu parameter fisika (suhu, kekeruhan, padatan terlarut, dll.), parameter kimia (pH, oksigen terlarut, BOD, COD, dll.) dan parameter biologi (keberadaan plankton, bakteri, dll.)

Suhu air mempunyai pengaruh yang nyata terhadap proses pertukaran atau metabolisme makhluk hidup. Selain mempengaruhi proses pertukaran zat, suhu juga berpengaruh terhadap kadar oksigen yang terlarut adalam air, juga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan nafsu makan ikan. Dalam berbagai hal suhu berfungsi sebagai syarat rangsangan alam yang menentukan beberapa proses seperti migrasi, bertelur, metabolisme, dan lain sebagai nya. Di perairan lokasi budidaya ikan sistem karamba mempunyai kisaran suhu antara 27 - 30°C. Ikan dapat tumbuh dengan baik pada kisaran suhu 25- 32°C, tetapi dengan perubahan suhu yang mendadak dapat membuat ikan stress (Pujiastuti, dkk., 2008).

Peningkatan suhu mengakibatkan peningkatan viskositas, reaksi kimia, evaporasi, dan volatilisasi. Peningkatan suhu juga menyebabkan penurunan kelarutan gas dalam air, misalnya gas O2, CO2, N2, CH4, dan sebagainya. Selain itu, peningkatan suhu juga meningkatkan kecepatan metabolisme dan respirasi organisme air, dan selanjutnya mengakibatkan peningkatan konsumsi oksigen (Effendi, 2003).

Kadar oksigen terlarut yang tinggi tidak menimbulkan pengaruh fisiologis bagi manusia. Ikan dan organisme akuatik lain membutuhkan oksigen terlarut dengan jumlah cukup. Kebutuhan oksigen sangat dipengaruhi oleh suhu dan bervariasi antar-organisme. Keberadaan logam berat yang berlebihan di perairan mempengaruhi sistem respirasi organisme akuatik sehingga saat kadar oksigen terlarut rendah dan terdapat logam berat dengan konsentrasi tinggi, organisme akuatik menjadi lebih menderita (Effendi, 2003).

BAB III
PEMBAHASAN
Air sebagai sumber kehidupan merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat dibutuhkan demi kelangsungan hidup di muka bumi ini. Perubahan kualitas perairan, erat kaitannya dengan potensi perairan terutama di tinjau dari keanekaragaman dan komposisi fitoplankton. Keberadaan fitoplankton ini di suatu perairan dapat memberi informasi mengenai kondisi suatu perairan, sehingga fitoplankton sebagai parameter biologis yang dapat dijadikan indikator untuk mengevaluasi kualitas dan tingkat kesuburan suatu perairan. Air memiliki karakteristik fisika, kimia dan biologis yang sangat mempengaruhi kualitas air tersebut. Oleh sebab itu, pengolahan air mengacu kepada beberapa parameter guna memperoleh air yang layak untuk keperluan domestik terutama pada industri minuman.

1. Faktor Fisika
Faktor-faktor fisika yang mempengaruhi kualitas air yang dapat terlihat langsung melalui fisik air tanpa harus melakukan pengamatan yang lebih jauh pada air tersebut. Faktor-faktor fisika pada air meliputi: 

A. Kekeruhan 
Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan anorganik dan organik yang terkandung dalam air seperti lumpur dan bahan yang dihasilkanoleh buangan industri. 

B. Temperatur 
Kenaikan temperatur air menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut. Kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat degradasi anaerobic ynag mungkin saja terjadi. 

C. Warna 
Warna air dapat ditimbulkan oleh kehadiran organisme, bahan-bahan tersuspensi yang berwarna dan oleh ekstrak senyawa-senyawa organik serta tumbuh-tumbuhan. 

D. Solid (Zat padat) 
Kandungan zat padat menimbulkan bau, juga dapat meyebabkan turunnya kadar oksigen terlarut. Zat padat dapat menghalangi penetrasi sinar matahari kedalam air. 

E. Bau dan rasa 
Bau dan rasa dapat dihasilkan oleh adanya organisme dalam air seperti alga serta oleh adanya gas seperti H2S yang terbentuk dalam kondisi anaerobik, dan oleh adanya senyawa-senyawa organik tertentu.

2. Faktor Kimia 
Karakteristik kimia air menyatakan banyaknya senyawa kimia yang terdapat di dalam air, sebagian di antaranya berasal dari alam secara alamiah dan sebagian lagi sebagai kontribusi aktivitas makhluk hidup. Beberapa senyawa kimia yang terdapat didalam air dapat dianalisa dengan beberapa parameter kualitas air. Parameter kualitas air tersebut dapat digolongkan sebagai berikut :

A. pH 
Pembatasan pH dilakukan karena akan mempengaruhi rasa, korosifitas air dan efisiensi klorinasi. Beberapa senyawa asam dan basa lebih toksid dalam bentuk molekuler, dimana disosiasi senyawa-senyawa tersebut dipengaruhi oleh pH. 

B. DO (dissolved oxygent)
DO adalah jumlah oksigen terlarut dalam air yang berasal dari fotosintesa dan absorbsi atmosfer/udara. Semakin banyak jumlah DO maka kualitas air semakin baik. 

C. BOD (biological oxygent demand) 

BOD adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorgasnisme untuk menguraikan bahan-bahan organik (zat pencerna) yang terdapat di dalam air secara biologi. 

D. COD (chemical oxygent demand) 
COD adalah banyaknya oksigen yang di butuhkan untuk mengoksidasi bahan-bahan organik secara kimia. 

E. Kesadahan 
Kesadahan air yang tinggi akan mempengaruhi efektifitas pemakaian sabun, namun sebaliknya dapat memberikan rasa yang segar. Di dalam pemakaian untuk industri (air ketel, air pendingin, atau pemanas) adanya kesadahan dalam air tidaklah dikehendaki. Kesadahan yang tinggi bisa disebabkan oleh adanya kadar residu terlarut yang tinggi dalam air . 

F. Senyawa-senyawa kimia yang beracun 
Kehadiran unsur arsen (As) pada dosis yang rendah sudah merupakan racun terhadap manusia sehingga perlu pembatasan yang agak ketat (± 0,05 mg/l). Kehadiran besi (Fe) dalam air bersih akan menyebabkan timbulnya rasa dan bau ligan, menimbulkan warna koloid merah (karat) akibat oksidasi oleh oksigen terlarut yang dapat menjadi racun bagi manusia.

3. Faktor Biologi 
Organisme mikro biasa terdapat dalam air permukaan, tetapi pada umumnya tidak terdapat pada kebanyakan air tanah karena penyaringan oleh aquifer. Organisme yang paling dikenal adalah bakteri. Adapun pembagian mokroorganisme didalam air dapat di bagi sebagai berikut :

A. Bakteri 
Dengan ukuran yang berbeda-beda dari 1-4 mikron, bakteri tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Bakteri yang menimbulkan penyakit disebut disebut bakteri patogen. 

B. Organisme Colliform 
Organisme colliform merupakan organisme yang tidak berbahaya dari kelompok colliform yang akan hidup lebih lama didalam air daripada organisme patogen. Akan tetapi secara umum untuk air yang dianggap aman untuk dikonsumsi, tidak boleh lebih dari 1 didalam 100ml air. 

C. Organisme Mikro Lainnnya 
Disamping bakteri, air dapat mengandung organisme mikroskopis lain yang tidak diinginkan berupa ganggang dan jamur. Ganggang adalah tumbuh-tumbuhan satu sel yang memberi rasa dan bau pada air. Pertumbuhan ganggang yang berlebihan dapat dicegah dengan pemakaian sulfat tembaga atau klorin. Jamur adalah tanaman yang dapat tumbuh tanpa sinar matahari dan pada waktu tertentu dapat merajalela pada pipa–pipa air, sehingga menimbulkan rasa dan bau yang tidak enak. 

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
  1. Air sebagai sumber kehidupan merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat dibutuhkan demi kelangsungan hidup di muka bumi ini. Perubahan kualitas perairan, erat kaitannya dengan potensi perairan terutama di tinjau dari keanekaragaman dan komposisi fitoplankton.
  2. Faktor-faktor yang mempengaruhi organisme perairan adalah Faktor fisika, Faktor kimia dan Faktor biologis. Faktor-faktor fisika pada air meliputi: Kekeruhan, Temperatur, Warna, Solid (Zat padat), Bau dan rasa. Karakteristik kimia air menyatakan banyaknya senyawa kimia yang terdapat di dalam air, sebagian di antaranya berasal dari alam secara alamiah dan sebagian lagi sebagai kontribusi aktivitas makhluk hidup diantaranya yaitu : pH , DO (dissolved oxygent) , BOD (biological oxygent demand) , COD (chemical oxygent demand), Kesadahan dan Senyawa-senyawa kimia yang beracun. Faktor biologi meliputi : Bakteri, Organisme Colliform dan Organisme Mikro Lainnnya.

B. Saran
Saran yang dapat disampaikan penulis dalam makalah ini yaitu sebaiknya kita selalu menjaga kerberihan air yang ada dilingkungan kita sebab banyak organisme perairan yang hidup yang dapat memebrikan keuntungan maupun kerugian bagi manusia.

DAFTAR PUSTAKA
Efendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan Perairan. Cetakan Kelima. Yogjakarta : Kanisius.

Pudjiastutu,S. 2008. Keputusan pemerintah tentang budidaya perairan dan perikanan. Jakarta.

MAKALAH FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ORGANISME PERAIRAN

MAKALAH FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ORGANISME PERAIRAN

MAKALAH HIDROBIOLOGI
‘’FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ORGANISME PERAIRAN’’
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Air sebagai sumber kehidupan merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat dibutuhkan demi kelangsungan hidup di muka bumi ini. Kebutuhan akan air terus mengalami peningkatan seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin pesat, baik untuk kebutuhan manusia sehari-hari maupun untuk kebutuhan lainnya. Selain untuk pengairan lahan pertanian terutama sawah, jaringan irigasi juga dimanfaatkan sebagai media pembudidayaan ikan. Disini dilakukan peminjaman air untuk pembudidayaan ikan dengan menbangun kolam ikan. Perairan umum yang sangat potensial untuk perikanan air tawar adalah dengan memanfaatkan irigasi. Selama ini air irigasi hanya dipakai untuk pengairan areal pertanian. Padahal sebelum air sampai ke areal pertanian dapat dimanfaatkan sebagai media untuk pembesaran ikan dengan membangun kolam-kolam ikan.

Kondisi kualitas air digunakan untuk mengevaluasi tingkat mutu air itu, apakah baik digunakan atau tidak untuk dikonsumsi. Nilai-nilai variabel kualitas dan kuantitas air yang tidak berubah dengan waktu tertentu menandakan tidak banyaknya polutan berada di perairan atau masuk ke perairan tersebut. Kualitas air itu disebut kualitas air yang baik untuk digunakan.

Perubahan kualitas perairan, erat kaitannya dengan potensi perairan terutama di tinjau dari keanekaragaman dan komposisi fitoplankton. Keberadaan fitoplankton ini di suatu perairan dapat memberi informasi mengenai kondisi suatu perairan, sehingga fitoplankton sebagai parameter biologis yang dapat dijadikan indikator untuk mengevaluasi kualitas dan tingkat kesuburan suatu perairan. Adanya jenis fitoplankton yang dapat hidup dan blooming karena zat tertentu. Sehingga dapat memberikan gambaran mengenai keadaan suatu perairan yang sesungguhnya. Fitoplankton juga merupakan penyumbang oksigen terbesar di dalam suatu perairan, dan pengikat awal energi matahari dalam proses fotosintesis, sehingga berperan penting bagi kehidupan perairan.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dapat diajukan oleh penulis yaitu Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi organisme perairan ?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi organisme perairan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Perairan merupakan suatu potensi sumberdaya air yang sangat besar dimiliki oleh Indonesia. Tercatat 13,7 juta ha perairan darat yang kita miliki, meliputi perairan danau, perairan waduk, perairan sungai, perairan lahan basah dan perairan estuaria. Potensi-potensi yang dapat dimanfaatkan dari perairan darat adalah sebagai sumber air bersih, sumber produksi pangan dan pakan, sumber energi dan sumber kenyamanan. Perairan merupakan suatu ekosistem yang kompleks sebgai habitat dari berbagai jenis mahluk hidup, mulai dari ukuran mikro sampai makro. Perairan yang alami mempunyai sifat dinamis dan aliran energi yang kontiu selama sistem yang ada di dalamnnya tidak mengalami gangguan atau hambatan seperti pencemaran (Salam, 2010).

Menurut Effendi (2003) kualitas air yaitu sifat air dan kandungan mahluk hidup, zat, energi, atau komponen lain di dalam air. Kualitas air dinyatakan dengan beberapa parameter, yaitu parameter fisika (suhu, kekeruhan, padatan terlarut, dll.), parameter kimia (pH, oksigen terlarut, BOD, COD, dll.) dan parameter biologi (keberadaan plankton, bakteri, dll.)

Suhu air mempunyai pengaruh yang nyata terhadap proses pertukaran atau metabolisme makhluk hidup. Selain mempengaruhi proses pertukaran zat, suhu juga berpengaruh terhadap kadar oksigen yang terlarut adalam air, juga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan nafsu makan ikan. Dalam berbagai hal suhu berfungsi sebagai syarat rangsangan alam yang menentukan beberapa proses seperti migrasi, bertelur, metabolisme, dan lain sebagai nya. Di perairan lokasi budidaya ikan sistem karamba mempunyai kisaran suhu antara 27 - 30°C. Ikan dapat tumbuh dengan baik pada kisaran suhu 25- 32°C, tetapi dengan perubahan suhu yang mendadak dapat membuat ikan stress (Pujiastuti, dkk., 2008).

Peningkatan suhu mengakibatkan peningkatan viskositas, reaksi kimia, evaporasi, dan volatilisasi. Peningkatan suhu juga menyebabkan penurunan kelarutan gas dalam air, misalnya gas O2, CO2, N2, CH4, dan sebagainya. Selain itu, peningkatan suhu juga meningkatkan kecepatan metabolisme dan respirasi organisme air, dan selanjutnya mengakibatkan peningkatan konsumsi oksigen (Effendi, 2003).

Kadar oksigen terlarut yang tinggi tidak menimbulkan pengaruh fisiologis bagi manusia. Ikan dan organisme akuatik lain membutuhkan oksigen terlarut dengan jumlah cukup. Kebutuhan oksigen sangat dipengaruhi oleh suhu dan bervariasi antar-organisme. Keberadaan logam berat yang berlebihan di perairan mempengaruhi sistem respirasi organisme akuatik sehingga saat kadar oksigen terlarut rendah dan terdapat logam berat dengan konsentrasi tinggi, organisme akuatik menjadi lebih menderita (Effendi, 2003).

BAB III
PEMBAHASAN
Air sebagai sumber kehidupan merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat dibutuhkan demi kelangsungan hidup di muka bumi ini. Perubahan kualitas perairan, erat kaitannya dengan potensi perairan terutama di tinjau dari keanekaragaman dan komposisi fitoplankton. Keberadaan fitoplankton ini di suatu perairan dapat memberi informasi mengenai kondisi suatu perairan, sehingga fitoplankton sebagai parameter biologis yang dapat dijadikan indikator untuk mengevaluasi kualitas dan tingkat kesuburan suatu perairan. Air memiliki karakteristik fisika, kimia dan biologis yang sangat mempengaruhi kualitas air tersebut. Oleh sebab itu, pengolahan air mengacu kepada beberapa parameter guna memperoleh air yang layak untuk keperluan domestik terutama pada industri minuman.

1. Faktor Fisika
Faktor-faktor fisika yang mempengaruhi kualitas air yang dapat terlihat langsung melalui fisik air tanpa harus melakukan pengamatan yang lebih jauh pada air tersebut. Faktor-faktor fisika pada air meliputi: 

A. Kekeruhan 
Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan anorganik dan organik yang terkandung dalam air seperti lumpur dan bahan yang dihasilkanoleh buangan industri. 

B. Temperatur 
Kenaikan temperatur air menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut. Kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat degradasi anaerobic ynag mungkin saja terjadi. 

C. Warna 
Warna air dapat ditimbulkan oleh kehadiran organisme, bahan-bahan tersuspensi yang berwarna dan oleh ekstrak senyawa-senyawa organik serta tumbuh-tumbuhan. 

D. Solid (Zat padat) 
Kandungan zat padat menimbulkan bau, juga dapat meyebabkan turunnya kadar oksigen terlarut. Zat padat dapat menghalangi penetrasi sinar matahari kedalam air. 

E. Bau dan rasa 
Bau dan rasa dapat dihasilkan oleh adanya organisme dalam air seperti alga serta oleh adanya gas seperti H2S yang terbentuk dalam kondisi anaerobik, dan oleh adanya senyawa-senyawa organik tertentu.

2. Faktor Kimia 
Karakteristik kimia air menyatakan banyaknya senyawa kimia yang terdapat di dalam air, sebagian di antaranya berasal dari alam secara alamiah dan sebagian lagi sebagai kontribusi aktivitas makhluk hidup. Beberapa senyawa kimia yang terdapat didalam air dapat dianalisa dengan beberapa parameter kualitas air. Parameter kualitas air tersebut dapat digolongkan sebagai berikut :

A. pH 
Pembatasan pH dilakukan karena akan mempengaruhi rasa, korosifitas air dan efisiensi klorinasi. Beberapa senyawa asam dan basa lebih toksid dalam bentuk molekuler, dimana disosiasi senyawa-senyawa tersebut dipengaruhi oleh pH. 

B. DO (dissolved oxygent)
DO adalah jumlah oksigen terlarut dalam air yang berasal dari fotosintesa dan absorbsi atmosfer/udara. Semakin banyak jumlah DO maka kualitas air semakin baik. 

C. BOD (biological oxygent demand) 

BOD adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorgasnisme untuk menguraikan bahan-bahan organik (zat pencerna) yang terdapat di dalam air secara biologi. 

D. COD (chemical oxygent demand) 
COD adalah banyaknya oksigen yang di butuhkan untuk mengoksidasi bahan-bahan organik secara kimia. 

E. Kesadahan 
Kesadahan air yang tinggi akan mempengaruhi efektifitas pemakaian sabun, namun sebaliknya dapat memberikan rasa yang segar. Di dalam pemakaian untuk industri (air ketel, air pendingin, atau pemanas) adanya kesadahan dalam air tidaklah dikehendaki. Kesadahan yang tinggi bisa disebabkan oleh adanya kadar residu terlarut yang tinggi dalam air . 

F. Senyawa-senyawa kimia yang beracun 
Kehadiran unsur arsen (As) pada dosis yang rendah sudah merupakan racun terhadap manusia sehingga perlu pembatasan yang agak ketat (± 0,05 mg/l). Kehadiran besi (Fe) dalam air bersih akan menyebabkan timbulnya rasa dan bau ligan, menimbulkan warna koloid merah (karat) akibat oksidasi oleh oksigen terlarut yang dapat menjadi racun bagi manusia.

3. Faktor Biologi 
Organisme mikro biasa terdapat dalam air permukaan, tetapi pada umumnya tidak terdapat pada kebanyakan air tanah karena penyaringan oleh aquifer. Organisme yang paling dikenal adalah bakteri. Adapun pembagian mokroorganisme didalam air dapat di bagi sebagai berikut :

A. Bakteri 
Dengan ukuran yang berbeda-beda dari 1-4 mikron, bakteri tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Bakteri yang menimbulkan penyakit disebut disebut bakteri patogen. 

B. Organisme Colliform 
Organisme colliform merupakan organisme yang tidak berbahaya dari kelompok colliform yang akan hidup lebih lama didalam air daripada organisme patogen. Akan tetapi secara umum untuk air yang dianggap aman untuk dikonsumsi, tidak boleh lebih dari 1 didalam 100ml air. 

C. Organisme Mikro Lainnnya 
Disamping bakteri, air dapat mengandung organisme mikroskopis lain yang tidak diinginkan berupa ganggang dan jamur. Ganggang adalah tumbuh-tumbuhan satu sel yang memberi rasa dan bau pada air. Pertumbuhan ganggang yang berlebihan dapat dicegah dengan pemakaian sulfat tembaga atau klorin. Jamur adalah tanaman yang dapat tumbuh tanpa sinar matahari dan pada waktu tertentu dapat merajalela pada pipa–pipa air, sehingga menimbulkan rasa dan bau yang tidak enak. 

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
  1. Air sebagai sumber kehidupan merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat dibutuhkan demi kelangsungan hidup di muka bumi ini. Perubahan kualitas perairan, erat kaitannya dengan potensi perairan terutama di tinjau dari keanekaragaman dan komposisi fitoplankton.
  2. Faktor-faktor yang mempengaruhi organisme perairan adalah Faktor fisika, Faktor kimia dan Faktor biologis. Faktor-faktor fisika pada air meliputi: Kekeruhan, Temperatur, Warna, Solid (Zat padat), Bau dan rasa. Karakteristik kimia air menyatakan banyaknya senyawa kimia yang terdapat di dalam air, sebagian di antaranya berasal dari alam secara alamiah dan sebagian lagi sebagai kontribusi aktivitas makhluk hidup diantaranya yaitu : pH , DO (dissolved oxygent) , BOD (biological oxygent demand) , COD (chemical oxygent demand), Kesadahan dan Senyawa-senyawa kimia yang beracun. Faktor biologi meliputi : Bakteri, Organisme Colliform dan Organisme Mikro Lainnnya.

B. Saran
Saran yang dapat disampaikan penulis dalam makalah ini yaitu sebaiknya kita selalu menjaga kerberihan air yang ada dilingkungan kita sebab banyak organisme perairan yang hidup yang dapat memebrikan keuntungan maupun kerugian bagi manusia.

DAFTAR PUSTAKA
Efendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan Perairan. Cetakan Kelima. Yogjakarta : Kanisius.

Pudjiastutu,S. 2008. Keputusan pemerintah tentang budidaya perairan dan perikanan. Jakarta.