KLASIFIKASI DAUN SIRIH MERAH - ElrinAlria
DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) termasuk dalam famili Piperaceae, Tanaman ini tumbuh di berbagai daerah di Indonesia, seperti Papua, Aceh, Yogyakarta, dan Jawa Barat. 

Batangnya bulat berwarna hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya berbentuk jantung dengan bagian ujung meruncing. Panjang daun bisa mencapai 15-20 cm. Warna ujung daun hijau bersaput putih keabu-abuan. Bagian pangkal daun berwarna merah hati. Daunnya berlendir, berasa sangat pahit, dan beraroma wangi khas sirih 
KLASIFIKASI DAUN SIRIH MERAH


Klasifikasi Daun Sirih Merah

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae 
Class : Monochlamydeae
Ordo : Piperales
Famili : Piperaceae
Genus : Piper 
Spesies : Piper crocatum

Tanaman sirih atau yang dikenal dengan nama latin Piper betle L. ternyata memiliki beragam nama, antara lain furu kuwe, purokawo, ranub, blo, sereh, belo, atau demban. Sementara itu, masyarakat di Jawa menyebut tanaman sirih dengan nama seureuh, sedah, suruh, dan sere. Masyarakat Nusa Tenggara menyebut sirih dengan nama base, sedah, nahi, kuta, mota. Masyarakat Kalimantan menyebutnya dengan nama uwit, buyu, atau uduh sifat. Tanaman sirih di Sulawesi disebut dengan ganjang, gapura, baulu, buya, di Maluku disebut ani-ani, papek, raunge, dan di Irian disebut reman, manaw, nai wadok, mera. 

Kandungan Kimia

Kandungan kimia lainnya yang terdapat di daun sirih merah adalah minyak atsiri, hidroksicavicol, kavicol, kavibetol, allylprokatekol, p-cymene, cineole, caryofelen, kadimen estragol, terpenena, dan fenil propada. Selain itu, daun sirih merah juga mengandung senyawa glikosida, steroid/triterpenoid, antrakuinon, polevenolad. Daun sirih mudah umumnya kaya akan kandungan diastase, gula, dan minyak atsiri lebih banyak dibandingkan dengan daun sirih tua. Namun, memiliki kandungan tannin yang relative sama
KLASIFIKASI DAUN SIRIH MERAH

Penggunaan Secara Empiris

Sejak zaman dahulu, tanaman sirih merah telah diketahui memiliki berbagai khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit atau dianggap sebagai tanaman obat multifungsi. Air rebusannya mengandung antiseptik atau karvakrol yang bersifat desinfektan dan anti jamur, sehingga bisa digunakan sebagai obat antiseptic untuk menjaga kesehatan rongga mulut, menyembuhkan penyakit keputihan dan bau tidak sedap

Di lingkungan Kraton Yogyakarta, terbukti secara turun temurun sirih merah telah digunakan dan dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti diabetes mellitus, asam urat, hepatitis, batu ginjal, hipertensi, radang liver, radang prostat, radang mata, nyeri sendi, menurunkan kadar kolesterol, mencegah stroke, memperhalus kulit

1. Untuk penyakit jantung
Ambil daun sirih berukuran sedang sebanyak 3-4 lembar atau ukuran kecil 6-8 lembar.Cuci bersih kemudian diiris kecil-kecil. Rebus dengan air sebanyak 4 gelas (800 ml) sampai mendidih dan tersisa 2 gelas, lalu disaring.Ramuan ini diminum selagi hangat, dua kali sehari sebelum makan. Sekali minum satu gelas.

2. Untuk penyakit diabetes
Petik daun sirih merah setengah tua dan daun keenam atau ketujuh dai pucuk. Cuci bersih semua daun, kemudian diiris kecil-kecil. Rebus dengan air sebanyak tiga gelas (600 ml) sampai mendidih dan tersisa 1,5 gelas. Minum sehari tiga kali sebelum makan, sekali minum setengah gelas. Mengonsumsi air rebusan daun sirih merah setiap hari dapat menurunkan kadar gula darah sampai pada tingkat yang normal

KLASIFIKASI DAUN SIRIH MERAH

DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) termasuk dalam famili Piperaceae, Tanaman ini tumbuh di berbagai daerah di Indonesia, seperti Papua, Aceh, Yogyakarta, dan Jawa Barat. 

Batangnya bulat berwarna hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya berbentuk jantung dengan bagian ujung meruncing. Panjang daun bisa mencapai 15-20 cm. Warna ujung daun hijau bersaput putih keabu-abuan. Bagian pangkal daun berwarna merah hati. Daunnya berlendir, berasa sangat pahit, dan beraroma wangi khas sirih 
KLASIFIKASI DAUN SIRIH MERAH


Klasifikasi Daun Sirih Merah

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae 
Class : Monochlamydeae
Ordo : Piperales
Famili : Piperaceae
Genus : Piper 
Spesies : Piper crocatum

Tanaman sirih atau yang dikenal dengan nama latin Piper betle L. ternyata memiliki beragam nama, antara lain furu kuwe, purokawo, ranub, blo, sereh, belo, atau demban. Sementara itu, masyarakat di Jawa menyebut tanaman sirih dengan nama seureuh, sedah, suruh, dan sere. Masyarakat Nusa Tenggara menyebut sirih dengan nama base, sedah, nahi, kuta, mota. Masyarakat Kalimantan menyebutnya dengan nama uwit, buyu, atau uduh sifat. Tanaman sirih di Sulawesi disebut dengan ganjang, gapura, baulu, buya, di Maluku disebut ani-ani, papek, raunge, dan di Irian disebut reman, manaw, nai wadok, mera. 

Kandungan Kimia

Kandungan kimia lainnya yang terdapat di daun sirih merah adalah minyak atsiri, hidroksicavicol, kavicol, kavibetol, allylprokatekol, p-cymene, cineole, caryofelen, kadimen estragol, terpenena, dan fenil propada. Selain itu, daun sirih merah juga mengandung senyawa glikosida, steroid/triterpenoid, antrakuinon, polevenolad. Daun sirih mudah umumnya kaya akan kandungan diastase, gula, dan minyak atsiri lebih banyak dibandingkan dengan daun sirih tua. Namun, memiliki kandungan tannin yang relative sama
KLASIFIKASI DAUN SIRIH MERAH

Penggunaan Secara Empiris

Sejak zaman dahulu, tanaman sirih merah telah diketahui memiliki berbagai khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit atau dianggap sebagai tanaman obat multifungsi. Air rebusannya mengandung antiseptik atau karvakrol yang bersifat desinfektan dan anti jamur, sehingga bisa digunakan sebagai obat antiseptic untuk menjaga kesehatan rongga mulut, menyembuhkan penyakit keputihan dan bau tidak sedap

Di lingkungan Kraton Yogyakarta, terbukti secara turun temurun sirih merah telah digunakan dan dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti diabetes mellitus, asam urat, hepatitis, batu ginjal, hipertensi, radang liver, radang prostat, radang mata, nyeri sendi, menurunkan kadar kolesterol, mencegah stroke, memperhalus kulit

1. Untuk penyakit jantung
Ambil daun sirih berukuran sedang sebanyak 3-4 lembar atau ukuran kecil 6-8 lembar.Cuci bersih kemudian diiris kecil-kecil. Rebus dengan air sebanyak 4 gelas (800 ml) sampai mendidih dan tersisa 2 gelas, lalu disaring.Ramuan ini diminum selagi hangat, dua kali sehari sebelum makan. Sekali minum satu gelas.

2. Untuk penyakit diabetes
Petik daun sirih merah setengah tua dan daun keenam atau ketujuh dai pucuk. Cuci bersih semua daun, kemudian diiris kecil-kecil. Rebus dengan air sebanyak tiga gelas (600 ml) sampai mendidih dan tersisa 1,5 gelas. Minum sehari tiga kali sebelum makan, sekali minum setengah gelas. Mengonsumsi air rebusan daun sirih merah setiap hari dapat menurunkan kadar gula darah sampai pada tingkat yang normal