KONSELING PENYAKIT MAAG - ElrinAlria
KONSELING PENYAKIT MAAG

KONSELING
“PENYAKIT MAAG”
Suatu hari yang cerah di sebuah apotik di Rumah Sakit A, terdapat seorang pasien yang sedang menunggu obat yang telah diresepkan kepadanya. Beberapa menit kemudian setelah memperoleh obat, pasien tersebut dipanggil oleh asisten apoteker untuk memasuki memasuki ruang konseling.

Pasien : (mengetuk pintu)

Apoteker : Silahkan masuk (sambil menjulurkan tangan ke tempat duduk)

Pasien : Terima kasih

Apoteker : (Sambil memegang resep). Ibu fitri apa kabar?

Pasien : Alhamdulillah baik bu

Apoteker : Perkenalkan nama saya Fira. Saya seorang apoteker. Saya disini akan menginformasikan obat yang akan ibu terima. Sebelumnya saya mau mengajukan pertanyaan. Keluhan apa yang ibu rasakan?

Pasien : Begini bu, saya sering merasa nyeri di bagian perut, terasa melilit dampai ke ulu hati dan terkadang terasa ingin mual dan muntah.

Apoteker : Apakah dokter menjelaskan cara mengonsumsi obat yang diberikan?

Pasien : Tadi dokter hanya mengatakan “obatnya diminum 1 kali sehari setelah makan malam”

Apoteker : Setelah meminum obat, apakah dokter memberi tahu efek yang akan ibu rasakan?

Pasien : (Menggelengkan kepala)

Apoteker : Baiklah. Berdasarkan keluhan yang ibu rasakan, ibu menderita penyakit maag. Penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya peningkatan produksi asam lambung. Rasa mual dan muntah yang ibu juga rasakan ini disebabkan adanya erosi kecil pada selaput lendir yang terdapat pada lambung. Gejala lain yang mungkin uncul yatu adanya gangguan pencernaan. Oleh karena itu, dokter meresepkan obat antasida kepada ibu. Obat ini ibu konsumsi minimal 30 menit sebelum makan.

Pasien : Apakah ada efek yang ditimbulkan dari obat ini bu?

Apoteker : Ada. Akan tetapi, ibu idak usah khawatir karena efek tersebut muncul ketika obat yang ibu minum sudah menimbulkan efek/sudah bereaksi. Efek yang biasa timbul akibat mengonsumsi obat ni yaitu diare, maupun muntah. Bagaimana Ibu Fitri apakah sudah paham dengan apa yang saya jelaskan? Atau masih ada yang perlu ibu tanyakan?

Pasien : Paham bu, cuman saya ingin tanya pola makan yang baik untuk penderita maag, bagaimana bu?

Apoteker : Pada umumnya, pola makan yang sehat dianjurkan untuk semua orang. Pola makan yang sehat tersebut mengandung nutrisi yang tinggi, dan kalori yang secukupnya. Akan tetapi, bagi penderita maag, dianjurkan untuk tidak mengonsumsi makanan-makanan yang pedas, asam serta hindari makan yang terlalu banyak sekaligus. Jika dalam 3 hari gejala yang ibu rasakan belum berkurang, atau jika ibu merasa seperti terbakar pada ulu hati, atupun muntah, ibu dapat kembali ke rumah sakit ini. Apakah ibu mengerti?

Pasien : Iya bu

Apoteker : Apakah masih ada yang ingin ibu tanyakan?

Pasien : Tidak bu, saya sudah cukup paham dengan apa yang ibu jelaskan

Apoteker : Kalau begitu, saya akhiri konseling ibu hari ini. Semoga ibu lekas sembuh

Pasien : Iya bu. Saya juga berterima kasih atas informasi yang telah ibu berikan

Apoteker : Iya, sama-sama bu (sambil berjabat tangan).

KONSELING PENYAKIT MAAG

KONSELING PENYAKIT MAAG

KONSELING
“PENYAKIT MAAG”
Suatu hari yang cerah di sebuah apotik di Rumah Sakit A, terdapat seorang pasien yang sedang menunggu obat yang telah diresepkan kepadanya. Beberapa menit kemudian setelah memperoleh obat, pasien tersebut dipanggil oleh asisten apoteker untuk memasuki memasuki ruang konseling.

Pasien : (mengetuk pintu)

Apoteker : Silahkan masuk (sambil menjulurkan tangan ke tempat duduk)

Pasien : Terima kasih

Apoteker : (Sambil memegang resep). Ibu fitri apa kabar?

Pasien : Alhamdulillah baik bu

Apoteker : Perkenalkan nama saya Fira. Saya seorang apoteker. Saya disini akan menginformasikan obat yang akan ibu terima. Sebelumnya saya mau mengajukan pertanyaan. Keluhan apa yang ibu rasakan?

Pasien : Begini bu, saya sering merasa nyeri di bagian perut, terasa melilit dampai ke ulu hati dan terkadang terasa ingin mual dan muntah.

Apoteker : Apakah dokter menjelaskan cara mengonsumsi obat yang diberikan?

Pasien : Tadi dokter hanya mengatakan “obatnya diminum 1 kali sehari setelah makan malam”

Apoteker : Setelah meminum obat, apakah dokter memberi tahu efek yang akan ibu rasakan?

Pasien : (Menggelengkan kepala)

Apoteker : Baiklah. Berdasarkan keluhan yang ibu rasakan, ibu menderita penyakit maag. Penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya peningkatan produksi asam lambung. Rasa mual dan muntah yang ibu juga rasakan ini disebabkan adanya erosi kecil pada selaput lendir yang terdapat pada lambung. Gejala lain yang mungkin uncul yatu adanya gangguan pencernaan. Oleh karena itu, dokter meresepkan obat antasida kepada ibu. Obat ini ibu konsumsi minimal 30 menit sebelum makan.

Pasien : Apakah ada efek yang ditimbulkan dari obat ini bu?

Apoteker : Ada. Akan tetapi, ibu idak usah khawatir karena efek tersebut muncul ketika obat yang ibu minum sudah menimbulkan efek/sudah bereaksi. Efek yang biasa timbul akibat mengonsumsi obat ni yaitu diare, maupun muntah. Bagaimana Ibu Fitri apakah sudah paham dengan apa yang saya jelaskan? Atau masih ada yang perlu ibu tanyakan?

Pasien : Paham bu, cuman saya ingin tanya pola makan yang baik untuk penderita maag, bagaimana bu?

Apoteker : Pada umumnya, pola makan yang sehat dianjurkan untuk semua orang. Pola makan yang sehat tersebut mengandung nutrisi yang tinggi, dan kalori yang secukupnya. Akan tetapi, bagi penderita maag, dianjurkan untuk tidak mengonsumsi makanan-makanan yang pedas, asam serta hindari makan yang terlalu banyak sekaligus. Jika dalam 3 hari gejala yang ibu rasakan belum berkurang, atau jika ibu merasa seperti terbakar pada ulu hati, atupun muntah, ibu dapat kembali ke rumah sakit ini. Apakah ibu mengerti?

Pasien : Iya bu

Apoteker : Apakah masih ada yang ingin ibu tanyakan?

Pasien : Tidak bu, saya sudah cukup paham dengan apa yang ibu jelaskan

Apoteker : Kalau begitu, saya akhiri konseling ibu hari ini. Semoga ibu lekas sembuh

Pasien : Iya bu. Saya juga berterima kasih atas informasi yang telah ibu berikan

Apoteker : Iya, sama-sama bu (sambil berjabat tangan).