MAKALAH ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKTERNAL PERUSAHAAN - ElrinAlria
MAKALAH ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKTERNAL PERUSAHAAN

MANAJEMEN STRATEGI
“ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKTERNAL PERUSAHAAN”
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada umumnya tujuan utama perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya, meningkatkan volume penjualan dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan, maka diperlukan perencanaan startegi bisnis, dan menyelaraskannya pada misi perusahaan. Strategi untuk suatu perusahaan adalah rencana jangka panjang. Strategi ini adalah rencana yang disatukan. Artinya mengikat semua bagian perusahaan menjadi satu menyeluruh, meliputi semua aspek penting perusahaan dan terpadu, sehingga semua bagian rencana serasi satu sama lain dan bersesuaian.

Strategi menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungannya. Sehingga sebenlum perusahaan dapat memulai perumusan strateginya, manajemen terlebih dahulu harus mengamati lingkungan eksternal untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman yang mungkin terjadi dan mengamati lingkungan internal untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan yang juga akan menentukan apakah perusahaan mampu mengambil keuntungan dari peluang-peluang yang ada sambil menghindari ancaman-ancaman.

Oleh karena itu, organisasi sangat di pengaruhi dan berinteraksi secara konstan dengan lingkungan yang melingkupinya. Dengan demikian tugas utama yang paling penting bagi manajemen perusahaan dalam hal ini adalah memastikan bahwa pengaruh tersebut dapat di salurkan melalui arah yang posistif dan dapat memberikan kontribusi optimal tehadap keberhasilan dan pencapaian daya saing organisasi secara keseluruhan. 

1.2 Rumusan Masalah 
  1. Bagaimana analisis lingkungan eksternal dan internal dalam perusahaan ? 
  2. Bagaimana prosedur pelaksanaan analisis lingkungan ? 
  3. Apa saja struktur organisai dalam perusahaan ? 
  4. Apa saja kultur perusahaan serta aspek-aspeknya? 
  5. Apa saja sumber daya yang harus dimiliki perusahaan ? 
  6. Bagaimana evaluasi proses analisis lingkungan ? 

1.3 Tujuan 
  1. Dapat mengetahui analisis lingkungan eksternal dan internal dalam perusahaan. 
  2. Dapat mengetahui prosedur pelaksanaan analisis lingkungan. 
  3. Dapat mengetahui struktur organisai dalam perusahaan. 
  4. Dapat mengetahui kultur perusahaan serta aspek-aspeknya. 
  5. Dapat mengetahui sumber daya yang harus dimiliki perusahaan. 
  6. Dapat mengetahui evaluasi proses analisis lingkungan. 

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Analisis Lingkungan
Analisis Lingkungan adalah studi tentang “kekuatan” dan “kelemahan” internal, “tantangan dan peluang” eksternal suatu organisasi masa kini dan berpotensi diperkirakan akan muncul di masa depan, sebagai data/bahan untuk menetapkan dan menyusun perencanaan strategis organisasi masa depan. (Global, Domestik)

Secara umum, lingkungan organisasi dapat dikategorikan ke dalam 2 bagian besar, yaitu lingkungan eksternal dan lingkungan internal perusahaan.

2.1.1. Lingkungan Eksternal
Lingkungan Eksternal ialah lingkungan diluar organisasi/ perusahan yang berpengaruh terhadap perusahaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel diluar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren didalam lingkungan ataupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi dalam lingkungan kerja. Variabel-variabel ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu ancaman dan peluang.Yang mana memerlukan pengendalian jangka panjang dari manajemen puncak organisasi.

Lingkungan eksternal terdiri dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian besar lagi yaitu lingkungan yang sifatnya umum dan lingkungan industri. 

1) Lingkungan Umum
Lingkungan umum adalah suatu lingkungan dalam lingkungan eksternal organisasi yang menyusun faktor-faktor tersebut pada dasarnya di luar dan terlepas dari operasi perusahaan. Lingkungan ini hanya memiliki sedikit implikasi langsung bagi peraturan suatu organisasi. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah faktor ekoomi, social politik dan hukum, teknologi serta demografi. 

a) Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi berkaitan dengan sifat dan arah perekonomian dimana perusahaan berada. Setiap perusahaan harus mempertimbangkan trend ekonomi pada segmen yang mempengaruhi industrinya karena pola konsumen dipengaruhi oleh kemakmuran relatif dari berbagai segmen pasar. Faktor ekonomi yang harus dipantau oleh manajer adalah kecenderungan konsumsi, tingkat pendapatan bersih, ketersediaan kredit, tingkat inflasi serta trend pertumbuhan produk nasional bruto.

b) Faktor Sosial 
Faktor sosial yang mempengaruhi perusahaan meliputi kepercayaan, nilai, sikap, opini, dan gaya hidup masyarakat yang berkembang dari kondisi budaya, ekologi, demografi, agama, pendidikan, dan etnis. Ketika sikap sosial berubah, permintaan akan berbagai jenis pakaian, hiburan, makanan dan bukupun berubah. Kekuatan sosial bersifat dinamis, salah satu perubahan sosial adalah masuknya sejumlah besar wanita kepasar tenaga kerja.

c) Faktor Politik dan Hukum
Arah dan stabilitas dari faktor politik dan hukum merupakan pertimbangan utama bagi manajer dalam merumuskan struktur perusahaan. Faktor politik menentukan parameter hukum dan aturan dimana perusahaan harus beroperasi. Faktor politik yang berpengaruh kepada perusahaan berupa keputusan perdagangan, undang-undang anti monopoli, pengenaan pajak, penentuan upah minimum, kebijakan polusi, penetapan harga, dan tindakan lain yang bertujuan untuk melindungi karyawan, konsumen, masyarakat, dan lingkungan.

d) Faktor Teknologi
Suatu perusahaan harus menyadari perubahan teknologi yang mungkin mempengaruhi bisnisnya. Kemajuan teknologi dapat menciptakan produk baru, perkembangan produk, serta membuat barang/jasa menjadi cepat usang. Segmen teknologi meliputi Institusi-institusi dan aktivitas-aktivitas yang terlibat dalam menciptakan pengetahuan baru dan menerjemahkan pengetahuan itu ke output, produk, proses, dan materi-materi baru. Dengan adanya perubahan teknologi yang begitu cepat, menjadi penting sekali bagi perusahaan untuk mempelajari segmen teknologi dengan cepat dan menyeluruh. Pentingnya usaha-usaha itu ditunjukkan dengan penemuan bahwa perusahaan yang lebih awal mengadopsi teknologi baru sering kali mencapai pangsa pasar yang lebih tinggi dan menghasilkan laba yang lebih tinggi pula. Jadi, para eksekutif harus mengverifikasi bahwa perusahaan mereka secara kontinu memindai lingkungan eksternal untuk mengidentifikasi pengganti potensial dari teknologi yang saat ini sedang digunakan, juga melihat sejauh mana perusahaan dapat mengambil manfaat dari teknologi-teknologi baru tersebut.

e) Faktor Demografi
Yang penting diperhatikan oleh perusahaan menyangkut faktor demografi ini di antaranya adalah ukuran populasi, struktur umum, distribusi geografis, pencampuran etnis serta distribusi pendapatan. Melihat dinamisnya perubahan, perusahaan harus menganalisis perubahan faktor ini dalam konteks yang global, bukan hanya secara domestik.

f) Faktor Ekologi
Faktor ekologi merupakan hubungan timbal balik antara perusahaan dengan makhluk hidup, udara, tanah dan air yang mendukungnya. Sebagai contoh, aktivis lingkungan menuntut transportasi yang berwawasan lingkungan dengan mengoperasikan kereta api dan mengurangi truk besar di jalan raya. Regulasi Euro1, 2, dan 3 berdampak terhadap pembatasan polusi emisi dan suara, sehingga membutuhkan desain ulang terhadap mesin dan suku cadang.

g) Faktor Global
Meliputi pasar global baru yang relevan, pasar global yang sedang berubah, peristiwa-peristiwa politik yang penting, dan karakteristik kultural dan institusional yang menentukan pasar global.

2) Lingkungan Industri 
Lingkungan industry adalah tingkatan dari lingkungan eksternal organisasi yang menghasilkan komponen-komponen yang secara normal memiliki implikasi yang relatif lebih spesifik dan langsung terhadap operasional perusahaan. 

Analisis lingkungan industri Melibatkan penilaian terhadap struktur kompetitif industri perusahaan, daya tarik industri, rantai nilai, sumber keunggulan kompetitif, basis segmentasi dan tahap evolusi industri. Kerangka (framework) yang sering digunakan untuk melakukan analisis industri adalah model lima kekuatan (five forces model) yang dikemukakan oleh Porter (1980), yaitu:

a) Ancaman masuknya pendatang baru 
Pendatang baru dalam industri biasanya dapat mengancam pesaing yang ada. Hal ini di sebabkan karena pendatang baru seringkali membawa kapasitas baru, keinginan untuk merebut pangsa pasar, serta seringkali pula memiliki sumberdaya yang besar. Akibatnya harga dapat menjadi turun atau biaya meningkat sehingga mengurangi kemampulabaan. Selain itu, adanya pendatang baru dapat memaksa perusahaan yang ada untuk lebih efektif dan efisien serta belajar untuk bersaing dalam dimensi baru. 

b) Tingkat rivalitas di antara para pesaing yang ada
Rivalitas (rivalry) di kalangan pesaing yang ada berbentuk perlombaan untuk mendapatkan posisi dengan menggunakan taktik-taktik seperti persaingan harga, perang iklan, introduksi produk, dan meningkatkan pelayanan atau jaminan kepada pelanggan. Persaingan terjadi karena satu atau lebih pesaing merasakan adanya tekanan atau melihat peluang untuk memperbaiki posisi. Pada kebanyakan industri, gerakan persaingan oleh satu perusahaan mempunyai pengaruh yang besar terhadap para pesaingnya dan dengan demikian dapat mendorong perlawanan atau usaha untuk menandingi gerakan tersebut. 

c) Tekanan dari produk pengganti 
Semua perusahaan dari satu industri dalam pengertian yang luas bersaing dengan produk pengganti. Walaupun karakteristiknya berbeda, barang subtitusi dapat memberikan fungsi atau jasa yang sama. Ancaman dari produk subtitusi ini kuat jika konsumen dihadapkan pada sedikitnya switching cost dan jika produk substitusi tersebut mempunyai harga yang lebih murah atau kualitasnya sama bahkan lebih tinggi dari produk-produk suatu industri. 

d) Kekuatan tawar menawar pembeli 
Para pembeli biasanya akan membeli barang dengan harga termurah yang dapat di perolehnya. Untuk mengurangi biaya mereka, biasanya pembeli meminta kualitas yang lebih tinggi, pelayanan yang lebih baik, serta yang lebih penting harga yang lebih murah. Tindakan ini akan menyebabkan persaingan yang kuat di antara perusahaan yang ada dalam suatu industry yang sama. 

e) Kekuatan tawar-menawar pemasok
Pemasok dapat menekan perusahaan yang ada dalam suatu industri dengan cara menaikkan harga serta menurunkan kualitas barang yang dijualnya. Jika perusahaan tidak dapat menutupi kenaikan biaya melalui struktur harganya, maka kemampulabaan perusahaan tersebut dapat menurun karena tindakan pemasok tadi. 

2.1.2. Lingkungan Internal
Lingkungan internal perusahaan adalah berbagai hal atau pihak yang terkait langsung dengan kegiatan sehari-hari organisasi, dan mempengaruhi langsung terhadap setiap program, kebijakan, hingga “denyut nadi” nya organisasi.

Sedangkan (Lawrence dan William, 1998) mendefinisikan lingkungan internal perusahaan sebagai suatu proses dengan mana perencana strategi mengkaji pemasaran, dan distribusi perusahaan, penelitian dan pengembangan, produksi dan operasi, sumber daya dan karyawan perusahaan, serta faktor keuangan dan akuntansi untuk menentukan dimana perusahaan mempunyai kekuatan dan kelemahan yang penting sehingga perusahaan dapat memanfaatkan peluang dengan cara yang paling efektif dan dapat menangani ancaman di dalam lingkungan.

Analisis lingkungan internal mencakup analisis mengenai sumberdaya, kapabilitas dan kompetensi yang dimiliki oleh perusahaan. 

1) Sumberdaya (Resources)
Sumberdaya sering diartikan sebagai input yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk suatu proses produksi. Secara sederhana sumberdaya perusahaan dapat dikelompokkan menjadi tangible, intangible dan human resources. 

2) Kapabilitas (Capability)
Kapabilitas adalah suatu kumpulan sumber daya yang menampilkan suatu tugas atau aktivitas tertentu secara integrative. Untuk menentukan kapabilitas suatu perusahaan biasanya didasarkan kepada dua pendekatan. yaitu :

a) Pendekatan Fungsional
Pendekatan fungsional menentukan kapabilitas perusahaan secara relatif terhadap fungsi-fungsi utama perusahaan seperti; pemasaran, penjualan dan retribusi, keuangan dan akuntansi, sumberdaya manusia, produksi serta organisasi secara umum. 

b) Pendekatan Rantai Nilai (Value Chain)
Pendekatan value chain kapablitas didasarkan pada serangkaian kegiatan yang berurutan yang merupakan sekumpulan aktivitas nilai ( value activities ) yang dilakukan untuk mendesain, memproduksi, memasarkan, mengirim dan mendukung produk dan jasa mereka. Value activities ini dapat dipandang sebagai suatu building blocks dari suatu organisasi dalam menciptakan produk atau memberikan jasa kepada pelanggannya.

3) Kompetensi Inti (Core Competence)
Kompetensi merupakan akar yang menumbuhkan pohon secara keseluruhan. Mati hidupnya pohon sangat tergantung kepada akarnya ini. Kompetensi inilah yang membuat perusahaan dapat memiliki daya saing yang terus berkelanjutan. Kompetensi ini bersumber dari kapabilitas dan sumberdaya perusahaan. Tetapi perlu di tekankan bahwa tidak semua sumberdaya maupun kapabilitas merupakan kompetensi inti perusahaan. 

2.2 Prosedur Pelaksanaan Analisis Lingkungan
Dalam meganalisis lingkungan organisasi, manajemen perusahaan perlu memperhatikan beberapa hal yang mendukung terciptanya daya saing secara efektif dan efisien. Walaupun belum ada standar baku dalam menjalankan prosedur analisis lingkungan. Hal-hal yang perlu diperhatikan tersebut di antaranya adalah :

1. Menentukan relevansi dari tingkatan lingkungan 
Tidak semua tingkatan lingkungan mempengaruhi perusahaan dengan pengaruh yang sama serta pada waktu yang bersamaan. Dengan demikian di butuhkan berbagai penyesuain tertentu. Metode yang diusulkan adalah dengan memperhatikan dan mempertimbangkan besarnya perusahaan dan tingkat ketertibannya dengan bisnis internasional. Semakin besar perusahaan, tentu semakin terlibat atau paling tidak terpengaruh oleh bisnis internasional. Akibatnya variable lingkungan umum semakin relevansi bagi organisasi untuk diperhatikan, dan terjadi sebaliknya bila perusahaan mengecil. Lingkungan industri dan lingkungan internal umumnya tetap diperhitungkan dan memiliki relevan pada suksesnya perusahaan tanpa perlu mempertimbangakan besarnya organisasi dan keterlibatannya dengan bisnis internasional. 

2. Menentukan tingkat relevansi dari strategic issues
Strategic issues adalah faktor lingkungan, baik faktor di dalam atau luar perusahaan yang memiliki pengaruh pada kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Tidak semua isu strategis itu sama pentingnya untuk di perhatikan bagi seluruh perusahaan. Tugas utama bagi manajemen perusahaan adalah menentukan isu mana yang strategis dan mana yang bukan. Untuk keprluan tersebut maka manajemen harus menentukan sensitivitas perusahaan dengan cara mendesain dan mengemplementasikan suatu sistem internal yang mengumpulkan dan menganalisis masukan dari para pegawai kunci. Di sini biasanya diciptakan suatu system rating dan mekanisme pelaporan yang di sesuaikan dengan keadaan perusahaan. Untuk itu maka di buatlah sistem pengumpulan informasi, baik internal seperti questioner maupun eksternal, seperti lobi politik dan marketing inteligence.

3. Menerapkan teknik-teknik analisis lingkungan
Terdapat berbagai macam teknik yang dapat di gunakan oleh manajemen perusahaan untuk melakukan analisis lingkungan. Beberapa di antaranya adalah :

1) External Factor Evaluation (EFE) Matrix dan Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix
Seperti telah di sebutkan sebelumnya, salah satu tugas utama yang harus dipecahkan dalam analisis lingkungan adalah mengidentifikasikan kekuatan,kelemahan, kesempatan dan ancaman yang ada yang mungkin akan mempengaruhi pertumbuhan perusahaan dalam mencapa tujuannya. Metode yang sering di pakai untuk hal ini adalah dengan mengelompokkan faktor-faktor lingkungan yang di teliti menjadi tingkat lingkungan, ancaman potensial dan kesempatan potensial ke dalam sebuah matrik. Untuk lingkungan eksternal, matrik yang di gunakan adalah EFE sedang IFE sebagaimana namanya digunakan untuk lingkungan internal.

a) External Factor Evaluation (EFE) Matrik 
  1. Di dalam membuat EFE matriks ini, kita perlu mengetahui dan mengevaluasi lingkungan eksternal perusahaan baik itu lingkungan umum maupun lingkungan industrinya. Setidaknya ada lima langkah dalam pembuatan matriks ini sebagaimana diungkapkan oleh Fred David dalam bukunya Consepts of Stategic Management.
  2. Karena EFE ini menyangkut lingkungan ekstenal, maka pertama-tama kita membuat list atau daftar dari faktor-faktor penting lingkungan eksternal yang menjadi peluang (opportunilties) maupun ancaman (threats) bagi perusahaan.
  3. Untuk setiap faktor di atas kita kemudian menentukan bobot atau timbangannya (weight), dimulai dari 0.0 untuk bobot yang sangat tidak penting sampai 1.0 untuk faktor yang sangat penting. Bobot atau timbangan ini menyatakan seberapa penting dari setiap faktor tersebut dalam industri dimana perusahaan tersebut berada. Dan perlu diperhatikan bahwa total seluruh bobot atau timbangan tersebut harus sama dengan 1.0.
  4. Selanjutnya sebagaimana pada langkah ke 2 masing-masing faktor juga di berikan peringkat (rating) mulai dari angka 1 sampai 4. Peringkat ini menggambarkan seberapa besar efektifitas strategi yang sekarang dalam merespon berbagai faktor eksternal tadi. Nilai 1 jika peruahaan meresponnya dengan sangat buruk. Nilai 2 jika respon perusahaan sama saja dengan rata-rata perusahaan lain yang berada dalam industry. Nilai 3 jika respon perusahaan terhadap faktor-faktor eksternal tadi lebih baik jika dibandingkan dengan respon perusahaan lain yang berada di dalam industry. Selanjutnya nilai 4 di berikan jika respon perusahaan terhadap lingkungan eksternal sangat baik dan optimal.
  5. Pada langkah ini, setiap bobot atau timbangan pada langkah kedua dikalikan dengan peringkat yang telah ditentukan pada langkah tiga untuk mendapatkan nilai tertimbangnya (weighted score).
  6. Jumlah nilai tertimbang dari setiap variable untuk mengetahui total nilai tertimbang perusahaan tersebut. 

b) Internal Factor Evaluation (IFE) Matrik
Langkah untuk membuat IFE matrik ini hampir sama dengan pembuatan EFE matrik. Hanya saja kalau dalam EFE matrik yang di list adalah faktor-faktor eksternal (O dan T) maka dalam IFE matrik yang di list adalah faktor-faktor lingkungan internal (S dan W). 

2) Pengamatan Lingkungan (Environmental Scanning)
Teknik lain yang biasa digunakan dalam analisis lingkungan adalah environment scanning. Teknik analisis in merupakan proses pengumpulan informasi tentang berbagai peristiwa dan hubungannya dengan lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Dengan jalan scanning, perusahaan diharapkan mampu mengidentifikasikan tanda-tanda dini perubahan potensial. Informasi ini bermanfaat untuk membantu manajemen memutuskan arah masa depan organisasi. Dalam perusahaan environmental scanning ini terjadi dalam banyak bentuk yang secara umum dapat dipilah menjadi tiga bentuk utama: 

a) Irregular Scanning Systems 
Sistem ini digunakan ketika terjadi krisis lingkungan di mana fokus utamanya ditujukan paa hal-hal yang sudah terjadi. Penekanan system ini adalah untuk mengatasi krisis jangka pendek dan kurang memperhatikan masa depan. 

b) Regular Scanning Systems
Sistem ini menjalankan analisis regular atas lingkungan yang signifikan. Biasanya analisis ini terjadwal per semester dalam suatu review. Scanning semacam ini bersifat decision-oriented, dimana manajemen mengulas hasil analisa selama proses pengambilan keputusan. 

c) Continuous Scanning Systems 
Sistem ini secara konstan memonotor berbagai komponen lingkungan, sifatnya on-going activity yang dijalankan tidak untuk sementara melainkan terus menerus oleh bagian atau bidang tertentu. 

3) Peramalan Lingkungan (Environmental forecasting)
Selain berbagai teknik analisis lingkungan di atas, teknik lain yang juga popular dalam melakukan analisis lingkungan ini adalah environmental forecasting. Teknik ini merupakan proses penentuan kondisi-kondisi apa yang mungkin muncul dalam lingkungan organisasi pada masa yang akan datang. Berdasarkan informasi yang di dapat, manajemen perusahaan kemudian memproyeksikan keadaan masa depan dari komponen kunci lingkungan perusahaan pada seluruh tingkatan dan meliputi lingkungan umum, industry dan internal. Teknik yang di gunakan dapat berupa meminta pendapat para ahli, ekstrapolasi trend dan lain sebagainya. Selanjutnya manajemen membuat serangkaian perencanaan dengan berdasarkan pada asumsi yang telah di buat. Peramalan lingkungan yang umumnya di buat biasanya mencakup adalah peramalan ekonomi, peramalan social, peramalan politik dan peramalan teknologi. 

2.3 Struktur Organisasi
Pengorganisasian merupakan salah satu fungsi dasar dalam manajemen untuk mencapai sasaran yang ditetapkan oleh Organisasi. Pengorganisasian ini berkaitan dengan pengelompokan kegiatan, pengaturan orang maupun sumber daya lainnya dan mendelegasikannya kepada individu ataupun unit tertentu untuk menjalankannya sehingga diperlukan penyusunan struktur organisasi yang memperjelas fungsi-fungsi setiap bagian dan sifat hubungan antara bagian-bagian tersebut.

2.3.1. Bentuk-bentuk Struktur Organisasi
Bentuk-bentuk Struktur Organisasi yang sering digunakan dalam organisasi pada umumnya terdiri dari 3 bentuk, yaitu Struktur Organisasi Fungsional, Struktur Organisasi Divisional (berdasarkan Produk/Pasar) dan Struktur Organisasi Matriks.

1. Struktur Organisasi Fungsional
Struktur Organisasi Fungsional (Functional Structure Organization) merupakan Struktur Organisasi yang paling umum digunakan oleh suatu organisasi. Pembagian kerja dalam bentuk Struktur Organisasi Fungsional ini dilakukan berdasarkan fungsi manajemennya seperti Keuangan, Produksi, Pemasaran dan Sumber daya Manusia. Karyawan-karyawan yang memiliki keterampilan (skill) dan tugas yang sama akan dikelompokan bersama kedalam satu unit kerja. Struktur Organisasi ini tepat untuk diterapkan pada Organisasi atau Perusahaan yang hanya menghasilkan beberapa jenis produk maupun layanan. Struktur organisasi bentuk ini dapat menekan biaya operasional namun mengalami kesulitan dalam berkomunikasi antar unit kerja.

2. Struktur Organisasi Divisional (berdasarkan Produk/Pasar)
Struktur Organisasi Divisional (Divisional Structure Organization) adalah Struktur Organisasi yang dikelompokkan berdasarkan kesamaan produk, layanan, pasar dan letak geografis. Organisasi bentuk Divisional ini biasanya diterapkan di perusahaan yang berskala menengah keatas,hal ini dikarenakan biaya operasional akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan bentuk Organisasi Fungsional

3. Struktur Organisasi Matriks
Struktur Organisasi Matriks (Matrix Structure Organization) merupakan kombinasi dari Struktur Organisasi Fungsional dan Struktur Organisasi Divisional dengan tujuan untuk menutupi kekurangan-kekurangan yang terdapat pada kedua bentuk Struktur Orgnisasi tersebut. Struktur Organisasi Matriks ini sering juga disebut dengan Struktur Organisasi Proyek karena karyawan yang berada di unit kerja fungsional juga harus mengerjakan kegiatan atau tugas proyek-proyek organisasi yang ditugaskan kepadanya. Struktur Organisasi Matriks ini mengakibatkan terjadinya multi komando dimana seorang karyawan diharuskan untuk melapor kepada dua pimpinan yaitu pimpinan di unit kerja Fungsional dan pimpinan proyek. Struktur Organisasi ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang berskala besar atau perusahaan-perusahaan multinasional.

2.4 Kultur Perusahaan
Organisasi perusahaan yang dirancang untuk mengimplementasikan suatu strategi sesungguhnya jauh lebih kompleks dibandingkan dengan format struktur organisasi yang digambarkan dalam sebuah bagan. Diluar bagan tersebut, sesungguhnya ada hal lain yang sangat perlu mendapat perhatian manajemen dalam proses implementasi, yaitu budaya perusahaan. Budaya perusahaan mirip dengan kepribadian seseorang. Kultur perusahaan merupakan norma atau nilai yang dianut bersama (shared value) yang menjadi dasar bertindak seorang indvidu dalam organisasi. Kultur perusahaan inilah yang dapat menyebabkan mengapa suatu strategi dapat diimplementasikan pada suatu perusahaan, sedangkan pada perusahaan yang lain strategi tersebut gagal diimplementasikan kendati kedua perusahaan tersebut menghadapi kondisi yang relatif sama. Makin banyak anggota yang menerima nilai-nilai inti yang dianut perusahaan dan merasa sangat terikat kepadanya, maka akan semakin kuat budaya tersebut.

Karena kultur perusahaan mempunyai pengaruh kuat terhadap perilaku seluruh pegawai, maka kultur perusahaan juga berpengaruh besar dalam mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam mengubah arah strateginya. Perubahan dalam misi, sasaran, strategi atau kebijakan suatu perusahaan, kemungkinan akan gagal jika dalam perusahaan tersebut ada pihak yang melakukan oposisi secara kuat terhadap budaya yang dianut. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa jika implementasi suatu strategi akan mengakibatkan suatu perubahan, dan langkah-langkah untuk melakukan perubahan tersebut dalam praktiknya tidak sesuai dengan budaya perusahaan tersebut, maka ada kemungkinan akan timbul penolakan atau hambatan-hambatan. Sedangkan jika langkah-langkah yang diambil sesuai dengan budaya perusahaan tersebut, maka proses implementasi strategi akan lebih mudah dilakukan.

2.5 Sumber Daya Perusahaan
Perusahaan merupakan kesatuan teknis yang bertujuan menghasilkan barang atau jasa. Perusahaan juga disebut tempat berlangsungnya proses produksi yang menggabungkan faktor – faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Perusahaan merupakan alat dari badan usaha untuk mencapai tujuan yaitu mencari keuntungan. Orang atau lembaga yang melakukan usaha pada perusahaan disebut pengusaha, para pengusaha berusaha dibidang usaha yang beragam.

Beberapa hal yang berkaitan dengan sumber daya perusahaan adalah sebagai berikut :
  1. Kekuatan keuangan (Financial strength).
  2. Diperlukan permodalan yang besar untuk memulai suatu jenis usaha, termasuk penelitian dan pengembangan, penelitian pemasaran, fasilitas produksi, dan periklanan.
  3. Kemampuan produksi dan Fleksibilitas (Producing capabilities and flexibility)
  4. Hal ini berkaitan dengan economies of scale. Economies of scale adalah pemahaman dimana peningkatan produksi akan berakibat terhadap penurunan biaya per unit yang direalisasikan melalui efisiensi operasional. Perusahaan yang besar dan kecil mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing dalam hal kemampuan produksi dan fleksibilitas. Perusahaan besar mempunyai kemampuan produksi yang lebih besar tetapi fleksibilitas yang lebih rendah. Perusahaan kecil mempunyai kemampuan produksi yang lebih kecil tetapi fleksibilitas yang lebih besar. Kekuatan pemasaran (Marketing strength)
  5. Salah satu yang termasuk dalam kekuatan pemasaran suatu perusahaan adalah merek, hak paten, hubungan yang baik dengan distributor atau pengecer, tenaga penjual, ahli internet. Pemahaman yang baik tentang pasar sasaran akan memberikan keunggulan bagi perusahaan.

2.6. Evaluasi Proses Analisis Lingkungan
Kegiatan analisis lingkungan biasanya digunakan untuk membantu organisasi tersebut mencapai tujuannya secara efektif dan efesien. Biasanya, berdasarkan kualitas analisis lingkungan yang telah dilakukan beberapa analisis lingkungan lebih bersifat peralatan dari pada sebagai penolong untuk mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi pihak manajemen untuk mengevaluasi proses analisis lingkungan sebagaimana mengevaluasi kegiatan lain. 
  1. Berikut ini beberapa karakteristik penting dari analisis lingkungan yang layak untuk diterapkan, yaitu bahwa analisis lingkungan yang berhasil harus :
  2. Berkaitan secara konseptual dan praktik dengan operasi perencanaan pada saat ini. Gunanya adalah untuk memastikan bahwa organisasi memiliki arah yang tepat di masa yang akan datang, melalui integrasi visi analisis lingkungan dengan proses perencanaan. Salah satu metode yang biasa di lakukan untuk mencapai integrasi utama ini adalah dengan melibatkan perencanaan kunci (key planners) organisasi dalam beberapa fase analisis lingkungan. 
  3. Mampu memberikan tanggapan terhadap kebutuhan informasi pihak manajemen tingkat atas dalam organisasi. Dengan demikian para analisis ini harus dapat memahami dan mematuhi kebutuhan tersebut. Mereka juga harus menyadari bahwa informasi yang diberikan mungkin berubah dan perubahan tersebut harus mampu di sesuaikan dengan proses analisis lingkungan itu sendiri. 
  4. Didukung manajemen tingkat atas secara terus menerus. Apabila analisis lingkungan diharapkan memberikan hasil yang baik, upaya ini tidak boleh lepas dari dukungan dan dorongan dari manajemen tingkat atas. Kegiatan analisis lingkungan harus dipandang sebagai upaya yang penting oleh tiap anggota organisasi. 
  5. Dilaksanakan oleh analis lingkungan yang mengerti keahlian yang di butuhkan untuk menjadi seorang ahli strategi. Analisis lingkungan harus menitikberatkan pada pengientifikasian kesempatan dan ancaman yang ada maupun yang bersifat potensial. Strategi harus menginterpretasikan hasil dari analisis lingkungan dalam upaya memperoleh pemahaman yang mendalam atas operasi perusahaan.
Jika analisis lingkungan sudah dilakukan, maka perusahaan diharapkan sudah mampu mendapatkan ganbaran yang utuh tentang keadaanya. Karena langkah selanjutnya dalam proses manajemen strategi adalah bagaimana perusahaan menentukan dan menetapkan arah yang diinginkannya berdasarkan keadaannya tersebut. 

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
  1. Lingkungan Internal perusahaan adalah berbagai hal atau pihak yang terkait langsung dengan kegiatan sehari-hari organisasi, dan mempengaruhi langsung terhadap setiap program, kebijakan, hingga “denyut nadi” nya organisasi.
  2. Lingkungan Eksternal ialah lingkungan diluar organisasi/ perusahan yang berpengaruh terhadap perusahaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel diluar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren didalam lingkungan atau pun faktor-faktor spesifik yang beroperasi dalam lingkungan kerja.

MAKALAH ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKTERNAL PERUSAHAAN

MAKALAH ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKTERNAL PERUSAHAAN

MANAJEMEN STRATEGI
“ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKTERNAL PERUSAHAAN”
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada umumnya tujuan utama perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya, meningkatkan volume penjualan dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan, maka diperlukan perencanaan startegi bisnis, dan menyelaraskannya pada misi perusahaan. Strategi untuk suatu perusahaan adalah rencana jangka panjang. Strategi ini adalah rencana yang disatukan. Artinya mengikat semua bagian perusahaan menjadi satu menyeluruh, meliputi semua aspek penting perusahaan dan terpadu, sehingga semua bagian rencana serasi satu sama lain dan bersesuaian.

Strategi menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungannya. Sehingga sebenlum perusahaan dapat memulai perumusan strateginya, manajemen terlebih dahulu harus mengamati lingkungan eksternal untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman yang mungkin terjadi dan mengamati lingkungan internal untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan yang juga akan menentukan apakah perusahaan mampu mengambil keuntungan dari peluang-peluang yang ada sambil menghindari ancaman-ancaman.

Oleh karena itu, organisasi sangat di pengaruhi dan berinteraksi secara konstan dengan lingkungan yang melingkupinya. Dengan demikian tugas utama yang paling penting bagi manajemen perusahaan dalam hal ini adalah memastikan bahwa pengaruh tersebut dapat di salurkan melalui arah yang posistif dan dapat memberikan kontribusi optimal tehadap keberhasilan dan pencapaian daya saing organisasi secara keseluruhan. 

1.2 Rumusan Masalah 
  1. Bagaimana analisis lingkungan eksternal dan internal dalam perusahaan ? 
  2. Bagaimana prosedur pelaksanaan analisis lingkungan ? 
  3. Apa saja struktur organisai dalam perusahaan ? 
  4. Apa saja kultur perusahaan serta aspek-aspeknya? 
  5. Apa saja sumber daya yang harus dimiliki perusahaan ? 
  6. Bagaimana evaluasi proses analisis lingkungan ? 

1.3 Tujuan 
  1. Dapat mengetahui analisis lingkungan eksternal dan internal dalam perusahaan. 
  2. Dapat mengetahui prosedur pelaksanaan analisis lingkungan. 
  3. Dapat mengetahui struktur organisai dalam perusahaan. 
  4. Dapat mengetahui kultur perusahaan serta aspek-aspeknya. 
  5. Dapat mengetahui sumber daya yang harus dimiliki perusahaan. 
  6. Dapat mengetahui evaluasi proses analisis lingkungan. 

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Analisis Lingkungan
Analisis Lingkungan adalah studi tentang “kekuatan” dan “kelemahan” internal, “tantangan dan peluang” eksternal suatu organisasi masa kini dan berpotensi diperkirakan akan muncul di masa depan, sebagai data/bahan untuk menetapkan dan menyusun perencanaan strategis organisasi masa depan. (Global, Domestik)

Secara umum, lingkungan organisasi dapat dikategorikan ke dalam 2 bagian besar, yaitu lingkungan eksternal dan lingkungan internal perusahaan.

2.1.1. Lingkungan Eksternal
Lingkungan Eksternal ialah lingkungan diluar organisasi/ perusahan yang berpengaruh terhadap perusahaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel diluar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren didalam lingkungan ataupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi dalam lingkungan kerja. Variabel-variabel ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu ancaman dan peluang.Yang mana memerlukan pengendalian jangka panjang dari manajemen puncak organisasi.

Lingkungan eksternal terdiri dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian besar lagi yaitu lingkungan yang sifatnya umum dan lingkungan industri. 

1) Lingkungan Umum
Lingkungan umum adalah suatu lingkungan dalam lingkungan eksternal organisasi yang menyusun faktor-faktor tersebut pada dasarnya di luar dan terlepas dari operasi perusahaan. Lingkungan ini hanya memiliki sedikit implikasi langsung bagi peraturan suatu organisasi. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah faktor ekoomi, social politik dan hukum, teknologi serta demografi. 

a) Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi berkaitan dengan sifat dan arah perekonomian dimana perusahaan berada. Setiap perusahaan harus mempertimbangkan trend ekonomi pada segmen yang mempengaruhi industrinya karena pola konsumen dipengaruhi oleh kemakmuran relatif dari berbagai segmen pasar. Faktor ekonomi yang harus dipantau oleh manajer adalah kecenderungan konsumsi, tingkat pendapatan bersih, ketersediaan kredit, tingkat inflasi serta trend pertumbuhan produk nasional bruto.

b) Faktor Sosial 
Faktor sosial yang mempengaruhi perusahaan meliputi kepercayaan, nilai, sikap, opini, dan gaya hidup masyarakat yang berkembang dari kondisi budaya, ekologi, demografi, agama, pendidikan, dan etnis. Ketika sikap sosial berubah, permintaan akan berbagai jenis pakaian, hiburan, makanan dan bukupun berubah. Kekuatan sosial bersifat dinamis, salah satu perubahan sosial adalah masuknya sejumlah besar wanita kepasar tenaga kerja.

c) Faktor Politik dan Hukum
Arah dan stabilitas dari faktor politik dan hukum merupakan pertimbangan utama bagi manajer dalam merumuskan struktur perusahaan. Faktor politik menentukan parameter hukum dan aturan dimana perusahaan harus beroperasi. Faktor politik yang berpengaruh kepada perusahaan berupa keputusan perdagangan, undang-undang anti monopoli, pengenaan pajak, penentuan upah minimum, kebijakan polusi, penetapan harga, dan tindakan lain yang bertujuan untuk melindungi karyawan, konsumen, masyarakat, dan lingkungan.

d) Faktor Teknologi
Suatu perusahaan harus menyadari perubahan teknologi yang mungkin mempengaruhi bisnisnya. Kemajuan teknologi dapat menciptakan produk baru, perkembangan produk, serta membuat barang/jasa menjadi cepat usang. Segmen teknologi meliputi Institusi-institusi dan aktivitas-aktivitas yang terlibat dalam menciptakan pengetahuan baru dan menerjemahkan pengetahuan itu ke output, produk, proses, dan materi-materi baru. Dengan adanya perubahan teknologi yang begitu cepat, menjadi penting sekali bagi perusahaan untuk mempelajari segmen teknologi dengan cepat dan menyeluruh. Pentingnya usaha-usaha itu ditunjukkan dengan penemuan bahwa perusahaan yang lebih awal mengadopsi teknologi baru sering kali mencapai pangsa pasar yang lebih tinggi dan menghasilkan laba yang lebih tinggi pula. Jadi, para eksekutif harus mengverifikasi bahwa perusahaan mereka secara kontinu memindai lingkungan eksternal untuk mengidentifikasi pengganti potensial dari teknologi yang saat ini sedang digunakan, juga melihat sejauh mana perusahaan dapat mengambil manfaat dari teknologi-teknologi baru tersebut.

e) Faktor Demografi
Yang penting diperhatikan oleh perusahaan menyangkut faktor demografi ini di antaranya adalah ukuran populasi, struktur umum, distribusi geografis, pencampuran etnis serta distribusi pendapatan. Melihat dinamisnya perubahan, perusahaan harus menganalisis perubahan faktor ini dalam konteks yang global, bukan hanya secara domestik.

f) Faktor Ekologi
Faktor ekologi merupakan hubungan timbal balik antara perusahaan dengan makhluk hidup, udara, tanah dan air yang mendukungnya. Sebagai contoh, aktivis lingkungan menuntut transportasi yang berwawasan lingkungan dengan mengoperasikan kereta api dan mengurangi truk besar di jalan raya. Regulasi Euro1, 2, dan 3 berdampak terhadap pembatasan polusi emisi dan suara, sehingga membutuhkan desain ulang terhadap mesin dan suku cadang.

g) Faktor Global
Meliputi pasar global baru yang relevan, pasar global yang sedang berubah, peristiwa-peristiwa politik yang penting, dan karakteristik kultural dan institusional yang menentukan pasar global.

2) Lingkungan Industri 
Lingkungan industry adalah tingkatan dari lingkungan eksternal organisasi yang menghasilkan komponen-komponen yang secara normal memiliki implikasi yang relatif lebih spesifik dan langsung terhadap operasional perusahaan. 

Analisis lingkungan industri Melibatkan penilaian terhadap struktur kompetitif industri perusahaan, daya tarik industri, rantai nilai, sumber keunggulan kompetitif, basis segmentasi dan tahap evolusi industri. Kerangka (framework) yang sering digunakan untuk melakukan analisis industri adalah model lima kekuatan (five forces model) yang dikemukakan oleh Porter (1980), yaitu:

a) Ancaman masuknya pendatang baru 
Pendatang baru dalam industri biasanya dapat mengancam pesaing yang ada. Hal ini di sebabkan karena pendatang baru seringkali membawa kapasitas baru, keinginan untuk merebut pangsa pasar, serta seringkali pula memiliki sumberdaya yang besar. Akibatnya harga dapat menjadi turun atau biaya meningkat sehingga mengurangi kemampulabaan. Selain itu, adanya pendatang baru dapat memaksa perusahaan yang ada untuk lebih efektif dan efisien serta belajar untuk bersaing dalam dimensi baru. 

b) Tingkat rivalitas di antara para pesaing yang ada
Rivalitas (rivalry) di kalangan pesaing yang ada berbentuk perlombaan untuk mendapatkan posisi dengan menggunakan taktik-taktik seperti persaingan harga, perang iklan, introduksi produk, dan meningkatkan pelayanan atau jaminan kepada pelanggan. Persaingan terjadi karena satu atau lebih pesaing merasakan adanya tekanan atau melihat peluang untuk memperbaiki posisi. Pada kebanyakan industri, gerakan persaingan oleh satu perusahaan mempunyai pengaruh yang besar terhadap para pesaingnya dan dengan demikian dapat mendorong perlawanan atau usaha untuk menandingi gerakan tersebut. 

c) Tekanan dari produk pengganti 
Semua perusahaan dari satu industri dalam pengertian yang luas bersaing dengan produk pengganti. Walaupun karakteristiknya berbeda, barang subtitusi dapat memberikan fungsi atau jasa yang sama. Ancaman dari produk subtitusi ini kuat jika konsumen dihadapkan pada sedikitnya switching cost dan jika produk substitusi tersebut mempunyai harga yang lebih murah atau kualitasnya sama bahkan lebih tinggi dari produk-produk suatu industri. 

d) Kekuatan tawar menawar pembeli 
Para pembeli biasanya akan membeli barang dengan harga termurah yang dapat di perolehnya. Untuk mengurangi biaya mereka, biasanya pembeli meminta kualitas yang lebih tinggi, pelayanan yang lebih baik, serta yang lebih penting harga yang lebih murah. Tindakan ini akan menyebabkan persaingan yang kuat di antara perusahaan yang ada dalam suatu industry yang sama. 

e) Kekuatan tawar-menawar pemasok
Pemasok dapat menekan perusahaan yang ada dalam suatu industri dengan cara menaikkan harga serta menurunkan kualitas barang yang dijualnya. Jika perusahaan tidak dapat menutupi kenaikan biaya melalui struktur harganya, maka kemampulabaan perusahaan tersebut dapat menurun karena tindakan pemasok tadi. 

2.1.2. Lingkungan Internal
Lingkungan internal perusahaan adalah berbagai hal atau pihak yang terkait langsung dengan kegiatan sehari-hari organisasi, dan mempengaruhi langsung terhadap setiap program, kebijakan, hingga “denyut nadi” nya organisasi.

Sedangkan (Lawrence dan William, 1998) mendefinisikan lingkungan internal perusahaan sebagai suatu proses dengan mana perencana strategi mengkaji pemasaran, dan distribusi perusahaan, penelitian dan pengembangan, produksi dan operasi, sumber daya dan karyawan perusahaan, serta faktor keuangan dan akuntansi untuk menentukan dimana perusahaan mempunyai kekuatan dan kelemahan yang penting sehingga perusahaan dapat memanfaatkan peluang dengan cara yang paling efektif dan dapat menangani ancaman di dalam lingkungan.

Analisis lingkungan internal mencakup analisis mengenai sumberdaya, kapabilitas dan kompetensi yang dimiliki oleh perusahaan. 

1) Sumberdaya (Resources)
Sumberdaya sering diartikan sebagai input yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk suatu proses produksi. Secara sederhana sumberdaya perusahaan dapat dikelompokkan menjadi tangible, intangible dan human resources. 

2) Kapabilitas (Capability)
Kapabilitas adalah suatu kumpulan sumber daya yang menampilkan suatu tugas atau aktivitas tertentu secara integrative. Untuk menentukan kapabilitas suatu perusahaan biasanya didasarkan kepada dua pendekatan. yaitu :

a) Pendekatan Fungsional
Pendekatan fungsional menentukan kapabilitas perusahaan secara relatif terhadap fungsi-fungsi utama perusahaan seperti; pemasaran, penjualan dan retribusi, keuangan dan akuntansi, sumberdaya manusia, produksi serta organisasi secara umum. 

b) Pendekatan Rantai Nilai (Value Chain)
Pendekatan value chain kapablitas didasarkan pada serangkaian kegiatan yang berurutan yang merupakan sekumpulan aktivitas nilai ( value activities ) yang dilakukan untuk mendesain, memproduksi, memasarkan, mengirim dan mendukung produk dan jasa mereka. Value activities ini dapat dipandang sebagai suatu building blocks dari suatu organisasi dalam menciptakan produk atau memberikan jasa kepada pelanggannya.

3) Kompetensi Inti (Core Competence)
Kompetensi merupakan akar yang menumbuhkan pohon secara keseluruhan. Mati hidupnya pohon sangat tergantung kepada akarnya ini. Kompetensi inilah yang membuat perusahaan dapat memiliki daya saing yang terus berkelanjutan. Kompetensi ini bersumber dari kapabilitas dan sumberdaya perusahaan. Tetapi perlu di tekankan bahwa tidak semua sumberdaya maupun kapabilitas merupakan kompetensi inti perusahaan. 

2.2 Prosedur Pelaksanaan Analisis Lingkungan
Dalam meganalisis lingkungan organisasi, manajemen perusahaan perlu memperhatikan beberapa hal yang mendukung terciptanya daya saing secara efektif dan efisien. Walaupun belum ada standar baku dalam menjalankan prosedur analisis lingkungan. Hal-hal yang perlu diperhatikan tersebut di antaranya adalah :

1. Menentukan relevansi dari tingkatan lingkungan 
Tidak semua tingkatan lingkungan mempengaruhi perusahaan dengan pengaruh yang sama serta pada waktu yang bersamaan. Dengan demikian di butuhkan berbagai penyesuain tertentu. Metode yang diusulkan adalah dengan memperhatikan dan mempertimbangkan besarnya perusahaan dan tingkat ketertibannya dengan bisnis internasional. Semakin besar perusahaan, tentu semakin terlibat atau paling tidak terpengaruh oleh bisnis internasional. Akibatnya variable lingkungan umum semakin relevansi bagi organisasi untuk diperhatikan, dan terjadi sebaliknya bila perusahaan mengecil. Lingkungan industri dan lingkungan internal umumnya tetap diperhitungkan dan memiliki relevan pada suksesnya perusahaan tanpa perlu mempertimbangakan besarnya organisasi dan keterlibatannya dengan bisnis internasional. 

2. Menentukan tingkat relevansi dari strategic issues
Strategic issues adalah faktor lingkungan, baik faktor di dalam atau luar perusahaan yang memiliki pengaruh pada kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Tidak semua isu strategis itu sama pentingnya untuk di perhatikan bagi seluruh perusahaan. Tugas utama bagi manajemen perusahaan adalah menentukan isu mana yang strategis dan mana yang bukan. Untuk keprluan tersebut maka manajemen harus menentukan sensitivitas perusahaan dengan cara mendesain dan mengemplementasikan suatu sistem internal yang mengumpulkan dan menganalisis masukan dari para pegawai kunci. Di sini biasanya diciptakan suatu system rating dan mekanisme pelaporan yang di sesuaikan dengan keadaan perusahaan. Untuk itu maka di buatlah sistem pengumpulan informasi, baik internal seperti questioner maupun eksternal, seperti lobi politik dan marketing inteligence.

3. Menerapkan teknik-teknik analisis lingkungan
Terdapat berbagai macam teknik yang dapat di gunakan oleh manajemen perusahaan untuk melakukan analisis lingkungan. Beberapa di antaranya adalah :

1) External Factor Evaluation (EFE) Matrix dan Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix
Seperti telah di sebutkan sebelumnya, salah satu tugas utama yang harus dipecahkan dalam analisis lingkungan adalah mengidentifikasikan kekuatan,kelemahan, kesempatan dan ancaman yang ada yang mungkin akan mempengaruhi pertumbuhan perusahaan dalam mencapa tujuannya. Metode yang sering di pakai untuk hal ini adalah dengan mengelompokkan faktor-faktor lingkungan yang di teliti menjadi tingkat lingkungan, ancaman potensial dan kesempatan potensial ke dalam sebuah matrik. Untuk lingkungan eksternal, matrik yang di gunakan adalah EFE sedang IFE sebagaimana namanya digunakan untuk lingkungan internal.

a) External Factor Evaluation (EFE) Matrik 
  1. Di dalam membuat EFE matriks ini, kita perlu mengetahui dan mengevaluasi lingkungan eksternal perusahaan baik itu lingkungan umum maupun lingkungan industrinya. Setidaknya ada lima langkah dalam pembuatan matriks ini sebagaimana diungkapkan oleh Fred David dalam bukunya Consepts of Stategic Management.
  2. Karena EFE ini menyangkut lingkungan ekstenal, maka pertama-tama kita membuat list atau daftar dari faktor-faktor penting lingkungan eksternal yang menjadi peluang (opportunilties) maupun ancaman (threats) bagi perusahaan.
  3. Untuk setiap faktor di atas kita kemudian menentukan bobot atau timbangannya (weight), dimulai dari 0.0 untuk bobot yang sangat tidak penting sampai 1.0 untuk faktor yang sangat penting. Bobot atau timbangan ini menyatakan seberapa penting dari setiap faktor tersebut dalam industri dimana perusahaan tersebut berada. Dan perlu diperhatikan bahwa total seluruh bobot atau timbangan tersebut harus sama dengan 1.0.
  4. Selanjutnya sebagaimana pada langkah ke 2 masing-masing faktor juga di berikan peringkat (rating) mulai dari angka 1 sampai 4. Peringkat ini menggambarkan seberapa besar efektifitas strategi yang sekarang dalam merespon berbagai faktor eksternal tadi. Nilai 1 jika peruahaan meresponnya dengan sangat buruk. Nilai 2 jika respon perusahaan sama saja dengan rata-rata perusahaan lain yang berada dalam industry. Nilai 3 jika respon perusahaan terhadap faktor-faktor eksternal tadi lebih baik jika dibandingkan dengan respon perusahaan lain yang berada di dalam industry. Selanjutnya nilai 4 di berikan jika respon perusahaan terhadap lingkungan eksternal sangat baik dan optimal.
  5. Pada langkah ini, setiap bobot atau timbangan pada langkah kedua dikalikan dengan peringkat yang telah ditentukan pada langkah tiga untuk mendapatkan nilai tertimbangnya (weighted score).
  6. Jumlah nilai tertimbang dari setiap variable untuk mengetahui total nilai tertimbang perusahaan tersebut. 

b) Internal Factor Evaluation (IFE) Matrik
Langkah untuk membuat IFE matrik ini hampir sama dengan pembuatan EFE matrik. Hanya saja kalau dalam EFE matrik yang di list adalah faktor-faktor eksternal (O dan T) maka dalam IFE matrik yang di list adalah faktor-faktor lingkungan internal (S dan W). 

2) Pengamatan Lingkungan (Environmental Scanning)
Teknik lain yang biasa digunakan dalam analisis lingkungan adalah environment scanning. Teknik analisis in merupakan proses pengumpulan informasi tentang berbagai peristiwa dan hubungannya dengan lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Dengan jalan scanning, perusahaan diharapkan mampu mengidentifikasikan tanda-tanda dini perubahan potensial. Informasi ini bermanfaat untuk membantu manajemen memutuskan arah masa depan organisasi. Dalam perusahaan environmental scanning ini terjadi dalam banyak bentuk yang secara umum dapat dipilah menjadi tiga bentuk utama: 

a) Irregular Scanning Systems 
Sistem ini digunakan ketika terjadi krisis lingkungan di mana fokus utamanya ditujukan paa hal-hal yang sudah terjadi. Penekanan system ini adalah untuk mengatasi krisis jangka pendek dan kurang memperhatikan masa depan. 

b) Regular Scanning Systems
Sistem ini menjalankan analisis regular atas lingkungan yang signifikan. Biasanya analisis ini terjadwal per semester dalam suatu review. Scanning semacam ini bersifat decision-oriented, dimana manajemen mengulas hasil analisa selama proses pengambilan keputusan. 

c) Continuous Scanning Systems 
Sistem ini secara konstan memonotor berbagai komponen lingkungan, sifatnya on-going activity yang dijalankan tidak untuk sementara melainkan terus menerus oleh bagian atau bidang tertentu. 

3) Peramalan Lingkungan (Environmental forecasting)
Selain berbagai teknik analisis lingkungan di atas, teknik lain yang juga popular dalam melakukan analisis lingkungan ini adalah environmental forecasting. Teknik ini merupakan proses penentuan kondisi-kondisi apa yang mungkin muncul dalam lingkungan organisasi pada masa yang akan datang. Berdasarkan informasi yang di dapat, manajemen perusahaan kemudian memproyeksikan keadaan masa depan dari komponen kunci lingkungan perusahaan pada seluruh tingkatan dan meliputi lingkungan umum, industry dan internal. Teknik yang di gunakan dapat berupa meminta pendapat para ahli, ekstrapolasi trend dan lain sebagainya. Selanjutnya manajemen membuat serangkaian perencanaan dengan berdasarkan pada asumsi yang telah di buat. Peramalan lingkungan yang umumnya di buat biasanya mencakup adalah peramalan ekonomi, peramalan social, peramalan politik dan peramalan teknologi. 

2.3 Struktur Organisasi
Pengorganisasian merupakan salah satu fungsi dasar dalam manajemen untuk mencapai sasaran yang ditetapkan oleh Organisasi. Pengorganisasian ini berkaitan dengan pengelompokan kegiatan, pengaturan orang maupun sumber daya lainnya dan mendelegasikannya kepada individu ataupun unit tertentu untuk menjalankannya sehingga diperlukan penyusunan struktur organisasi yang memperjelas fungsi-fungsi setiap bagian dan sifat hubungan antara bagian-bagian tersebut.

2.3.1. Bentuk-bentuk Struktur Organisasi
Bentuk-bentuk Struktur Organisasi yang sering digunakan dalam organisasi pada umumnya terdiri dari 3 bentuk, yaitu Struktur Organisasi Fungsional, Struktur Organisasi Divisional (berdasarkan Produk/Pasar) dan Struktur Organisasi Matriks.

1. Struktur Organisasi Fungsional
Struktur Organisasi Fungsional (Functional Structure Organization) merupakan Struktur Organisasi yang paling umum digunakan oleh suatu organisasi. Pembagian kerja dalam bentuk Struktur Organisasi Fungsional ini dilakukan berdasarkan fungsi manajemennya seperti Keuangan, Produksi, Pemasaran dan Sumber daya Manusia. Karyawan-karyawan yang memiliki keterampilan (skill) dan tugas yang sama akan dikelompokan bersama kedalam satu unit kerja. Struktur Organisasi ini tepat untuk diterapkan pada Organisasi atau Perusahaan yang hanya menghasilkan beberapa jenis produk maupun layanan. Struktur organisasi bentuk ini dapat menekan biaya operasional namun mengalami kesulitan dalam berkomunikasi antar unit kerja.

2. Struktur Organisasi Divisional (berdasarkan Produk/Pasar)
Struktur Organisasi Divisional (Divisional Structure Organization) adalah Struktur Organisasi yang dikelompokkan berdasarkan kesamaan produk, layanan, pasar dan letak geografis. Organisasi bentuk Divisional ini biasanya diterapkan di perusahaan yang berskala menengah keatas,hal ini dikarenakan biaya operasional akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan bentuk Organisasi Fungsional

3. Struktur Organisasi Matriks
Struktur Organisasi Matriks (Matrix Structure Organization) merupakan kombinasi dari Struktur Organisasi Fungsional dan Struktur Organisasi Divisional dengan tujuan untuk menutupi kekurangan-kekurangan yang terdapat pada kedua bentuk Struktur Orgnisasi tersebut. Struktur Organisasi Matriks ini sering juga disebut dengan Struktur Organisasi Proyek karena karyawan yang berada di unit kerja fungsional juga harus mengerjakan kegiatan atau tugas proyek-proyek organisasi yang ditugaskan kepadanya. Struktur Organisasi Matriks ini mengakibatkan terjadinya multi komando dimana seorang karyawan diharuskan untuk melapor kepada dua pimpinan yaitu pimpinan di unit kerja Fungsional dan pimpinan proyek. Struktur Organisasi ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang berskala besar atau perusahaan-perusahaan multinasional.

2.4 Kultur Perusahaan
Organisasi perusahaan yang dirancang untuk mengimplementasikan suatu strategi sesungguhnya jauh lebih kompleks dibandingkan dengan format struktur organisasi yang digambarkan dalam sebuah bagan. Diluar bagan tersebut, sesungguhnya ada hal lain yang sangat perlu mendapat perhatian manajemen dalam proses implementasi, yaitu budaya perusahaan. Budaya perusahaan mirip dengan kepribadian seseorang. Kultur perusahaan merupakan norma atau nilai yang dianut bersama (shared value) yang menjadi dasar bertindak seorang indvidu dalam organisasi. Kultur perusahaan inilah yang dapat menyebabkan mengapa suatu strategi dapat diimplementasikan pada suatu perusahaan, sedangkan pada perusahaan yang lain strategi tersebut gagal diimplementasikan kendati kedua perusahaan tersebut menghadapi kondisi yang relatif sama. Makin banyak anggota yang menerima nilai-nilai inti yang dianut perusahaan dan merasa sangat terikat kepadanya, maka akan semakin kuat budaya tersebut.

Karena kultur perusahaan mempunyai pengaruh kuat terhadap perilaku seluruh pegawai, maka kultur perusahaan juga berpengaruh besar dalam mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam mengubah arah strateginya. Perubahan dalam misi, sasaran, strategi atau kebijakan suatu perusahaan, kemungkinan akan gagal jika dalam perusahaan tersebut ada pihak yang melakukan oposisi secara kuat terhadap budaya yang dianut. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa jika implementasi suatu strategi akan mengakibatkan suatu perubahan, dan langkah-langkah untuk melakukan perubahan tersebut dalam praktiknya tidak sesuai dengan budaya perusahaan tersebut, maka ada kemungkinan akan timbul penolakan atau hambatan-hambatan. Sedangkan jika langkah-langkah yang diambil sesuai dengan budaya perusahaan tersebut, maka proses implementasi strategi akan lebih mudah dilakukan.

2.5 Sumber Daya Perusahaan
Perusahaan merupakan kesatuan teknis yang bertujuan menghasilkan barang atau jasa. Perusahaan juga disebut tempat berlangsungnya proses produksi yang menggabungkan faktor – faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Perusahaan merupakan alat dari badan usaha untuk mencapai tujuan yaitu mencari keuntungan. Orang atau lembaga yang melakukan usaha pada perusahaan disebut pengusaha, para pengusaha berusaha dibidang usaha yang beragam.

Beberapa hal yang berkaitan dengan sumber daya perusahaan adalah sebagai berikut :
  1. Kekuatan keuangan (Financial strength).
  2. Diperlukan permodalan yang besar untuk memulai suatu jenis usaha, termasuk penelitian dan pengembangan, penelitian pemasaran, fasilitas produksi, dan periklanan.
  3. Kemampuan produksi dan Fleksibilitas (Producing capabilities and flexibility)
  4. Hal ini berkaitan dengan economies of scale. Economies of scale adalah pemahaman dimana peningkatan produksi akan berakibat terhadap penurunan biaya per unit yang direalisasikan melalui efisiensi operasional. Perusahaan yang besar dan kecil mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing dalam hal kemampuan produksi dan fleksibilitas. Perusahaan besar mempunyai kemampuan produksi yang lebih besar tetapi fleksibilitas yang lebih rendah. Perusahaan kecil mempunyai kemampuan produksi yang lebih kecil tetapi fleksibilitas yang lebih besar. Kekuatan pemasaran (Marketing strength)
  5. Salah satu yang termasuk dalam kekuatan pemasaran suatu perusahaan adalah merek, hak paten, hubungan yang baik dengan distributor atau pengecer, tenaga penjual, ahli internet. Pemahaman yang baik tentang pasar sasaran akan memberikan keunggulan bagi perusahaan.

2.6. Evaluasi Proses Analisis Lingkungan
Kegiatan analisis lingkungan biasanya digunakan untuk membantu organisasi tersebut mencapai tujuannya secara efektif dan efesien. Biasanya, berdasarkan kualitas analisis lingkungan yang telah dilakukan beberapa analisis lingkungan lebih bersifat peralatan dari pada sebagai penolong untuk mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi pihak manajemen untuk mengevaluasi proses analisis lingkungan sebagaimana mengevaluasi kegiatan lain. 
  1. Berikut ini beberapa karakteristik penting dari analisis lingkungan yang layak untuk diterapkan, yaitu bahwa analisis lingkungan yang berhasil harus :
  2. Berkaitan secara konseptual dan praktik dengan operasi perencanaan pada saat ini. Gunanya adalah untuk memastikan bahwa organisasi memiliki arah yang tepat di masa yang akan datang, melalui integrasi visi analisis lingkungan dengan proses perencanaan. Salah satu metode yang biasa di lakukan untuk mencapai integrasi utama ini adalah dengan melibatkan perencanaan kunci (key planners) organisasi dalam beberapa fase analisis lingkungan. 
  3. Mampu memberikan tanggapan terhadap kebutuhan informasi pihak manajemen tingkat atas dalam organisasi. Dengan demikian para analisis ini harus dapat memahami dan mematuhi kebutuhan tersebut. Mereka juga harus menyadari bahwa informasi yang diberikan mungkin berubah dan perubahan tersebut harus mampu di sesuaikan dengan proses analisis lingkungan itu sendiri. 
  4. Didukung manajemen tingkat atas secara terus menerus. Apabila analisis lingkungan diharapkan memberikan hasil yang baik, upaya ini tidak boleh lepas dari dukungan dan dorongan dari manajemen tingkat atas. Kegiatan analisis lingkungan harus dipandang sebagai upaya yang penting oleh tiap anggota organisasi. 
  5. Dilaksanakan oleh analis lingkungan yang mengerti keahlian yang di butuhkan untuk menjadi seorang ahli strategi. Analisis lingkungan harus menitikberatkan pada pengientifikasian kesempatan dan ancaman yang ada maupun yang bersifat potensial. Strategi harus menginterpretasikan hasil dari analisis lingkungan dalam upaya memperoleh pemahaman yang mendalam atas operasi perusahaan.
Jika analisis lingkungan sudah dilakukan, maka perusahaan diharapkan sudah mampu mendapatkan ganbaran yang utuh tentang keadaanya. Karena langkah selanjutnya dalam proses manajemen strategi adalah bagaimana perusahaan menentukan dan menetapkan arah yang diinginkannya berdasarkan keadaannya tersebut. 

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
  1. Lingkungan Internal perusahaan adalah berbagai hal atau pihak yang terkait langsung dengan kegiatan sehari-hari organisasi, dan mempengaruhi langsung terhadap setiap program, kebijakan, hingga “denyut nadi” nya organisasi.
  2. Lingkungan Eksternal ialah lingkungan diluar organisasi/ perusahan yang berpengaruh terhadap perusahaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel diluar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren didalam lingkungan atau pun faktor-faktor spesifik yang beroperasi dalam lingkungan kerja.