MAKALAH DESAIN STUDI EKSPERIMENTAL - ElrinAlria
MAKALAH DESAIN STUDI EKSPERIMENTAL

FARMAKOEPIDEMIOLOGI
“DESAIN STUDI EKSPERIMENTAL”
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seorang peneliti pada prakteknya di lapangan akan memilih salah satu metode yang dipandang paling cocok untuk penelitiannya, yaitu yang sesuai dengan data yang akan diperoleh, tujuan, dan masalah yang akan dipecahkan (efektivitas). Pertimbangan lainnya adalah masalah efesiensi, yaitu seorang peneliti harus memperhatikan keterbatasan dana, tenaga, waktu dan kemampuan. Dengan demikian metode penelitian yang dapat menghasilkan informasi yang lengkap dan valid, dilakukan dengan cepat, sehingga dapat menghemat biaya, tenaga dan waktu. 

Salah satu metode penelitian adalah metode penelitian eksperimen. Metode penelitian eksperimen merupakan suatu penelitian dengan melakukan kegiatan percobaan (experiment) yang bertujuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang timbul, sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu atau eksperimen tersebut. Ciri khusus dari penelitian ini adalah adanya percobaan atau trial atau intervensi. Percobaan itu berupa perlakuan atau intervensi terhadap suatu variabel. Dari perlakuan tersebut diharapkan terjadi perubahan atau pengaruh terhadap variabel yang lain. 

Oleh karena itu penting kiranya untuk dibahas salah satu metode penelitian, yaitu metode penelitian eksperimen. Dengan dibahasnya metode penelitian eksperimen ini dalam bentuk makalah dapat memberikan gambaran secara umum tentang metode penelitian eksperimen tersebut.

1.1 Rumusan Masalah
Berdasarkan atas uraian latar belakang diatas, penulis dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut :
  1. Apa pengertian penelitian eksperimental?
  2. Bagaimana Karakteristik Serta Faktor-Faktor Yang Perlu Diperhatikan Dalam Penelitian Eksperimental?
  3. Apa saja langkah-langkah penelitian eksperimental?
  4. Apa saja macam-macam bentuk desain eksperimental?
  5. Aplikasi penelitian eksperimen dalam kesehatan?

1.2 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
  1. Mengetahui pengertian penelitian eksperimental.
  2. Mengetahui karakteristik serta faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penelitian eksperimental.
  3. Mengetahui langkah-langkah penelitian eksperimental.
  4. Mengetahui macam-macam bentuk desain eksperimental.
  5. Mengetahui aplikasi penelitian eksperimen dalam kesehatan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Eksperimental
Emzir (2009) mendefinisikan eksperimen sebagai suatu situasi penelitian yang sekurang-kurangnya satu variabel bebas, yang disebut sebagai variabel eksperimental, sengaja dimanipulasi oleh peneliti.

Arikunto (2006) mendefinisikan eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat (hubungan kausal) antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi atau mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang mengganggu.

Eksperimen adalah bentuk khusus investigasi yang digunakan untuk menentukan variabel-variabel apa sajakah, serta bagaimana bentuk hubungan antara satu dengan yang lainnya. Metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain. Contohnya dalam bidang fisika penelitian-penelitian dapat menggunakan desain eksperimen karena variabel-variabel dapat di pilih dan variable lain dapat mempengaruhi proses eksperimen dan dapat dikontrol secara tepat, adapun contohnya dalam bidang fisika mencari pengaruh panas terhadap muai panjang suatu benda. Dalam hal ini variasi panas dan muai panjang dapat di ukur secara teliti, dan penelitian dilakukan dilaboratorium, sehingga pengaruh-pengaruh variable lain dari luar dapat di kontrol. Sedangkan dalam penelitian sosial khususnya pendidikan, desain eksperimen yang digunakan untuk penelitian akan sulit mendapatkan hasil yang akurat, karna banyak variable luar yang berpengaruh dan sulit mengontrolnya adapun contohnya mencari pengaruh metode kontekstual terhadap kecepatan pemahaman siswa dalam pelajaran matematika, atau pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa. 

Metode penelitian experimen banyak digunakan dalam penelitian yang bersifat labora-toris dan kini dapat digunakan untuk penelitian sosial. Meskipun demikian penggunaan metode ini akan menjadi sangat rumit mengingat objek yang diteliti menyangkut interaksi manusia dengan lingkungan atau antar manusia itu sendiri.

Tujuan dari penelitian eksperimental adalah untuk mengukur efek dari suatu intervensi terhadap hasil tertentu yang diprediksi sebelumnya.Desain ini merupakan metode utama untuk menginvestigasi terapi baru. Misalnya, efek dari obat X dan obat Y terhadap kesembuhan penyakit Z atau efektivitas suatu program kesehatan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. 

Beberapa contoh penelitian dengan desain eksperimental, seperti mengukur efektivitas penggunaan antibiotik terhadap perawatan wanita dengan gejala infeksi saluran urin dengan hasil tes urin negatif /negative urine dipstict testing, efektivitas program MEND (Mind, Exercise, Nutrition, Do it) terhadap tingkat obesitas pada anak-anak dan efektifitas kawasan tanpa rokok (non-smoking area) pada tingkat rumah tangga di Kabupaten Ogan Ilir pada tahun 2014, Sumatera Selatan (Najmah dkk, 2014).

2.2 Karakteristik Serta Faktor-Faktor Yang Perlu Diperhatikan Dalam Penelitian Eksperimental
Ada tiga hal yang menjadi karakteristik penelitian eksperimental:
  1. Manipulasi, dimana peneliti menjadikan salah satu dari sekian variabel bebas untuk menjadi sesuai dengan apa yang diinginkan oleh peneliti, sehingga variabel lain dipakai sebagai pembanding yang bisa membedakan antara yang memperoleh perlakuan/manipulasi dengan yang tidak memperoleh perlakuan/manipulasi. 
  2. Pengendalian, dimana peneliti menginginkan variabel yang diukur itu mengalami kesamaan sesuai dengan keinginan peneliti dengan menambahkan faktor lain ke dalam variabel atau membuang faktor lain yang tidak diinginkan peneliti dari variabel. 
  3. Pengamatan, dimana peneliti melakukan suatu kegiatan mengamati untuk mengetahui apakah ada pengaruh manipulasi variabel (bebas) yang telah dilakukannya terhadap variabel lain (terikat) dalam penelitian eksperimental yang dilakukannya. 

Emzir (2009) mengemukakan kriteria-kriteria untuk suatu desain penelitian eksperimental yang baik, diantaranya;
  1. Kontrol eksperimental yang memadai 
  2. Mengurangi artifisialitas (dalam merealisasikan suatu hasil eksperimen ke non-eksperimen) 
  3. Dasar untuk perbandingan dalam menentukan apakah terdapat pengaruh atau tidak 
  4. Informasi yang memadai dari data yang akan diambil untuk memutuskan hipotesis 
  5. Data yang diambil tidak terkontaminasi dan memadai dan mencerminkan pengaruh 
  6. Tidak mencampurkan variabel yang relevan agar variabel lain tidak mempengaruhi: Keterwakilan dengan menggunakan randomisasi aspek-aspek yang akan diukur dan Kecermatan terhadap karakteristik desain yang akan dilakukan 
Dengan demikian maka suatu desain eksperimental yang dipilih oleh peneliti membutuhkan perluasan terutama pada prosedur dari setiap penelitian yang akan dilakukan.

Faktor - Faktor Yang Perlu Diperhatikan Dalam Penelitian Eksperimental
  • Variabel perancu (confounding variable). Selain variable independen (berupa faktor risiko atau paparan) dan variabel dependen (berupa outcome atau penyakit), juga terdapat variabel lain yang disebut variabel perancu (confounding variabel), seperti komparabilitas sampel, parameter standar penilaian, dan lain sebagainya. Variabel perancu dapat mempengaruhi hasil penilitian. Variabel perancu ini dapat dihilangkan antara lain dengan melakukan randomisasi terhadap sampel penelitian dan melakukan standarisasi dalam pengukuran dan penilaian hasil penelitian. 
  • follow-up bias. Bias ini merupakan penyimpangan yang terjadi selama melakukan follow-up. Bias ini disebabkan oleh sampel loss of control yang menyebabkan komparabilitas antara kelompok studi dan control tidak sesuai lagi. Follow-up bias dapat dihilangkan dengan cara menjaga jumlah sampel yang loss of control sekecil mungkin. 
  • Bias observasi. Bias ini merupakan penyimpangan yang terjadi selama proses observasi pada pengukuran efek dan hasil pengobatan penyakit dan dihilangkan dengan cara melakukan single atau double blind study. 
  • Asosiasi antara dua variabel yang disebabkan oleh faktor kebetulan. Asosiasi antara faktor risiko dan outcome mungkin saja terjadi karena faktor kebetulan. Untuk menghilangkannya, perlu dilakukan uji hipotesis. 

2.3 Langkah-Langkah Penelitian Eksperimental
Dalam melakukan eksperimen agar dapat diperoleh hasil yang optimal maka harus menempuh langkah – langkah sebagai berikut:
  • Meneliti literatur yang berhubungan dengan masalah penelitian. 
  • Mengidentifikasi dan mengatasi masalah 
  • Merumuskan hipotesis 
  • Menyusun rencana eksperimen secara lengkap dan operasional 
  • Melaksanakan eksperimen ( mengumpulkan data) 
  • Menyusun data untuk memudahkan pengolahan 
  • Menentukan taraf arti yang akan digunakan dalam menguji hipotesis 
  • Mengolah data dengan metode statistika 

Adapun (Soekidjo Notoatmodjo, 2010) mengatakan bahwa agar diperoleh hasil yang optimal, penelitian eksperimen biasanya menempuh langkah-langkah antara lain :
  1. Melakukan tinjauan literature, terutama yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti 
  2. Mengidentifikasi dan membatasi masalah penilitian 
  3. Merumuskan hipotesis-hipotesis penelitian 
  4. menyususn rencana eksperimen, 

2.4 Macam-Macam Bentuk Desain Eksperimental
Populasi referen adalah sekelompok orang yang akan dijadikan acuan dalam suatu penelitian eksperimental. Dari populasi referen dipilih populasi eksperimen, yaitu orang-orang yang memiliki katakteristik sama, seperti faktor risiko, penyakit, atau atribut lainnya. Selanjutnya, dilakukan proses randomisasi pada populasi eksperimen untuk memilih kelompok studi dan kelompok control. Kelompok studi biasanya diberikan perlakuan khusus atau manipulasi, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan khusus. Kemudian, kedua kelompok itu di follow-up selama periode waktu tertentu dan dilihat hasil atau outcome yang terjadi, lalu hasilnya dianalisis dan dibandingkan satu sama lain.

MAKALAH DESAIN STUDI EKSPERIMENTAL


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah :
  1. Metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain. 
  2. Ada tiga hal yang menjadi karakteristik penelitian eksperimental yaitu manipulasi, pengendalian, pengamatan. 
  3. Desain eksperimental dibagi dalam dua kategori yakni Desain Variabel Tunggal, yang melibatkan satu variabel bebas (yang dimanipulasi) yang terdiri atas Pra-Experimental Designs (non-designs) dan True Experimental Design. 

3.2 Saran
Seorang peneliti pada prakteknya di lapangan sebaiknya memilih salah satu metode yang dipandang paling cocok untuk penelitiannya, yaitu yang sesuai dengan data yang akan diperoleh, tujuan, dan masalah yang akan dipecahkan (efektivitas).

DAFTAR PUSTAKA
Budiman Chandra, 2008, Metodologi Penelitian Kesehatan, EGC : Jakarta.

Emzir. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan, Kuantitatif dan Kualitatif. Raja Grafindo Persada:Jakarta

Soekidjo, N., 2010, Metodologi Penelitian Kesehatan, PT. Rineka Cipta: Jakarta.

MAKALAH DESAIN STUDI EKSPERIMENTAL

MAKALAH DESAIN STUDI EKSPERIMENTAL

FARMAKOEPIDEMIOLOGI
“DESAIN STUDI EKSPERIMENTAL”
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seorang peneliti pada prakteknya di lapangan akan memilih salah satu metode yang dipandang paling cocok untuk penelitiannya, yaitu yang sesuai dengan data yang akan diperoleh, tujuan, dan masalah yang akan dipecahkan (efektivitas). Pertimbangan lainnya adalah masalah efesiensi, yaitu seorang peneliti harus memperhatikan keterbatasan dana, tenaga, waktu dan kemampuan. Dengan demikian metode penelitian yang dapat menghasilkan informasi yang lengkap dan valid, dilakukan dengan cepat, sehingga dapat menghemat biaya, tenaga dan waktu. 

Salah satu metode penelitian adalah metode penelitian eksperimen. Metode penelitian eksperimen merupakan suatu penelitian dengan melakukan kegiatan percobaan (experiment) yang bertujuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang timbul, sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu atau eksperimen tersebut. Ciri khusus dari penelitian ini adalah adanya percobaan atau trial atau intervensi. Percobaan itu berupa perlakuan atau intervensi terhadap suatu variabel. Dari perlakuan tersebut diharapkan terjadi perubahan atau pengaruh terhadap variabel yang lain. 

Oleh karena itu penting kiranya untuk dibahas salah satu metode penelitian, yaitu metode penelitian eksperimen. Dengan dibahasnya metode penelitian eksperimen ini dalam bentuk makalah dapat memberikan gambaran secara umum tentang metode penelitian eksperimen tersebut.

1.1 Rumusan Masalah
Berdasarkan atas uraian latar belakang diatas, penulis dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut :
  1. Apa pengertian penelitian eksperimental?
  2. Bagaimana Karakteristik Serta Faktor-Faktor Yang Perlu Diperhatikan Dalam Penelitian Eksperimental?
  3. Apa saja langkah-langkah penelitian eksperimental?
  4. Apa saja macam-macam bentuk desain eksperimental?
  5. Aplikasi penelitian eksperimen dalam kesehatan?

1.2 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
  1. Mengetahui pengertian penelitian eksperimental.
  2. Mengetahui karakteristik serta faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penelitian eksperimental.
  3. Mengetahui langkah-langkah penelitian eksperimental.
  4. Mengetahui macam-macam bentuk desain eksperimental.
  5. Mengetahui aplikasi penelitian eksperimen dalam kesehatan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Eksperimental
Emzir (2009) mendefinisikan eksperimen sebagai suatu situasi penelitian yang sekurang-kurangnya satu variabel bebas, yang disebut sebagai variabel eksperimental, sengaja dimanipulasi oleh peneliti.

Arikunto (2006) mendefinisikan eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat (hubungan kausal) antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi atau mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang mengganggu.

Eksperimen adalah bentuk khusus investigasi yang digunakan untuk menentukan variabel-variabel apa sajakah, serta bagaimana bentuk hubungan antara satu dengan yang lainnya. Metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain. Contohnya dalam bidang fisika penelitian-penelitian dapat menggunakan desain eksperimen karena variabel-variabel dapat di pilih dan variable lain dapat mempengaruhi proses eksperimen dan dapat dikontrol secara tepat, adapun contohnya dalam bidang fisika mencari pengaruh panas terhadap muai panjang suatu benda. Dalam hal ini variasi panas dan muai panjang dapat di ukur secara teliti, dan penelitian dilakukan dilaboratorium, sehingga pengaruh-pengaruh variable lain dari luar dapat di kontrol. Sedangkan dalam penelitian sosial khususnya pendidikan, desain eksperimen yang digunakan untuk penelitian akan sulit mendapatkan hasil yang akurat, karna banyak variable luar yang berpengaruh dan sulit mengontrolnya adapun contohnya mencari pengaruh metode kontekstual terhadap kecepatan pemahaman siswa dalam pelajaran matematika, atau pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa. 

Metode penelitian experimen banyak digunakan dalam penelitian yang bersifat labora-toris dan kini dapat digunakan untuk penelitian sosial. Meskipun demikian penggunaan metode ini akan menjadi sangat rumit mengingat objek yang diteliti menyangkut interaksi manusia dengan lingkungan atau antar manusia itu sendiri.

Tujuan dari penelitian eksperimental adalah untuk mengukur efek dari suatu intervensi terhadap hasil tertentu yang diprediksi sebelumnya.Desain ini merupakan metode utama untuk menginvestigasi terapi baru. Misalnya, efek dari obat X dan obat Y terhadap kesembuhan penyakit Z atau efektivitas suatu program kesehatan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. 

Beberapa contoh penelitian dengan desain eksperimental, seperti mengukur efektivitas penggunaan antibiotik terhadap perawatan wanita dengan gejala infeksi saluran urin dengan hasil tes urin negatif /negative urine dipstict testing, efektivitas program MEND (Mind, Exercise, Nutrition, Do it) terhadap tingkat obesitas pada anak-anak dan efektifitas kawasan tanpa rokok (non-smoking area) pada tingkat rumah tangga di Kabupaten Ogan Ilir pada tahun 2014, Sumatera Selatan (Najmah dkk, 2014).

2.2 Karakteristik Serta Faktor-Faktor Yang Perlu Diperhatikan Dalam Penelitian Eksperimental
Ada tiga hal yang menjadi karakteristik penelitian eksperimental:
  1. Manipulasi, dimana peneliti menjadikan salah satu dari sekian variabel bebas untuk menjadi sesuai dengan apa yang diinginkan oleh peneliti, sehingga variabel lain dipakai sebagai pembanding yang bisa membedakan antara yang memperoleh perlakuan/manipulasi dengan yang tidak memperoleh perlakuan/manipulasi. 
  2. Pengendalian, dimana peneliti menginginkan variabel yang diukur itu mengalami kesamaan sesuai dengan keinginan peneliti dengan menambahkan faktor lain ke dalam variabel atau membuang faktor lain yang tidak diinginkan peneliti dari variabel. 
  3. Pengamatan, dimana peneliti melakukan suatu kegiatan mengamati untuk mengetahui apakah ada pengaruh manipulasi variabel (bebas) yang telah dilakukannya terhadap variabel lain (terikat) dalam penelitian eksperimental yang dilakukannya. 

Emzir (2009) mengemukakan kriteria-kriteria untuk suatu desain penelitian eksperimental yang baik, diantaranya;
  1. Kontrol eksperimental yang memadai 
  2. Mengurangi artifisialitas (dalam merealisasikan suatu hasil eksperimen ke non-eksperimen) 
  3. Dasar untuk perbandingan dalam menentukan apakah terdapat pengaruh atau tidak 
  4. Informasi yang memadai dari data yang akan diambil untuk memutuskan hipotesis 
  5. Data yang diambil tidak terkontaminasi dan memadai dan mencerminkan pengaruh 
  6. Tidak mencampurkan variabel yang relevan agar variabel lain tidak mempengaruhi: Keterwakilan dengan menggunakan randomisasi aspek-aspek yang akan diukur dan Kecermatan terhadap karakteristik desain yang akan dilakukan 
Dengan demikian maka suatu desain eksperimental yang dipilih oleh peneliti membutuhkan perluasan terutama pada prosedur dari setiap penelitian yang akan dilakukan.

Faktor - Faktor Yang Perlu Diperhatikan Dalam Penelitian Eksperimental
  • Variabel perancu (confounding variable). Selain variable independen (berupa faktor risiko atau paparan) dan variabel dependen (berupa outcome atau penyakit), juga terdapat variabel lain yang disebut variabel perancu (confounding variabel), seperti komparabilitas sampel, parameter standar penilaian, dan lain sebagainya. Variabel perancu dapat mempengaruhi hasil penilitian. Variabel perancu ini dapat dihilangkan antara lain dengan melakukan randomisasi terhadap sampel penelitian dan melakukan standarisasi dalam pengukuran dan penilaian hasil penelitian. 
  • follow-up bias. Bias ini merupakan penyimpangan yang terjadi selama melakukan follow-up. Bias ini disebabkan oleh sampel loss of control yang menyebabkan komparabilitas antara kelompok studi dan control tidak sesuai lagi. Follow-up bias dapat dihilangkan dengan cara menjaga jumlah sampel yang loss of control sekecil mungkin. 
  • Bias observasi. Bias ini merupakan penyimpangan yang terjadi selama proses observasi pada pengukuran efek dan hasil pengobatan penyakit dan dihilangkan dengan cara melakukan single atau double blind study. 
  • Asosiasi antara dua variabel yang disebabkan oleh faktor kebetulan. Asosiasi antara faktor risiko dan outcome mungkin saja terjadi karena faktor kebetulan. Untuk menghilangkannya, perlu dilakukan uji hipotesis. 

2.3 Langkah-Langkah Penelitian Eksperimental
Dalam melakukan eksperimen agar dapat diperoleh hasil yang optimal maka harus menempuh langkah – langkah sebagai berikut:
  • Meneliti literatur yang berhubungan dengan masalah penelitian. 
  • Mengidentifikasi dan mengatasi masalah 
  • Merumuskan hipotesis 
  • Menyusun rencana eksperimen secara lengkap dan operasional 
  • Melaksanakan eksperimen ( mengumpulkan data) 
  • Menyusun data untuk memudahkan pengolahan 
  • Menentukan taraf arti yang akan digunakan dalam menguji hipotesis 
  • Mengolah data dengan metode statistika 

Adapun (Soekidjo Notoatmodjo, 2010) mengatakan bahwa agar diperoleh hasil yang optimal, penelitian eksperimen biasanya menempuh langkah-langkah antara lain :
  1. Melakukan tinjauan literature, terutama yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti 
  2. Mengidentifikasi dan membatasi masalah penilitian 
  3. Merumuskan hipotesis-hipotesis penelitian 
  4. menyususn rencana eksperimen, 

2.4 Macam-Macam Bentuk Desain Eksperimental
Populasi referen adalah sekelompok orang yang akan dijadikan acuan dalam suatu penelitian eksperimental. Dari populasi referen dipilih populasi eksperimen, yaitu orang-orang yang memiliki katakteristik sama, seperti faktor risiko, penyakit, atau atribut lainnya. Selanjutnya, dilakukan proses randomisasi pada populasi eksperimen untuk memilih kelompok studi dan kelompok control. Kelompok studi biasanya diberikan perlakuan khusus atau manipulasi, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan khusus. Kemudian, kedua kelompok itu di follow-up selama periode waktu tertentu dan dilihat hasil atau outcome yang terjadi, lalu hasilnya dianalisis dan dibandingkan satu sama lain.

MAKALAH DESAIN STUDI EKSPERIMENTAL


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah :
  1. Metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain. 
  2. Ada tiga hal yang menjadi karakteristik penelitian eksperimental yaitu manipulasi, pengendalian, pengamatan. 
  3. Desain eksperimental dibagi dalam dua kategori yakni Desain Variabel Tunggal, yang melibatkan satu variabel bebas (yang dimanipulasi) yang terdiri atas Pra-Experimental Designs (non-designs) dan True Experimental Design. 

3.2 Saran
Seorang peneliti pada prakteknya di lapangan sebaiknya memilih salah satu metode yang dipandang paling cocok untuk penelitiannya, yaitu yang sesuai dengan data yang akan diperoleh, tujuan, dan masalah yang akan dipecahkan (efektivitas).

DAFTAR PUSTAKA
Budiman Chandra, 2008, Metodologi Penelitian Kesehatan, EGC : Jakarta.

Emzir. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan, Kuantitatif dan Kualitatif. Raja Grafindo Persada:Jakarta

Soekidjo, N., 2010, Metodologi Penelitian Kesehatan, PT. Rineka Cipta: Jakarta.