MAKALAH EVOLUSI REKOMBINASI GEN - ElrinAlria
MAKALAH EVOLUSI REKOMBINASI GEN
MAKALAH EVOLUSI
REKOMBINASI GEN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun sebenarnya biologi evolusioner telah berakar sejak zaman Aristoteles. Namun demikian, Darwin adalah ilmuwan pertama yang mencetuskan teori evolusi yang telah banyak terbukti mapan menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini, teori Darwin mengenai evolusi yang terjadi karena seleksi alam dianggap oleh mayoritas komunitas sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi.

Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan sifat-sifat suatu populasi organisme disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. 

Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi. Rekombinasi gen sebagai salah satu yang menyebabkan terjadinya evolusi sehingga melatarbelakangi kami untuk menyusun makalah tentang rekombinasi gen pada hewan sehingga terjadi evolusi.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini yaitu sebagai berikut:
  1. Apa yang dimaksud dengan rekombinan gen? 
  2. Bagaimana proses terjadinya rekombinan gen? 
  3. Apa pengaruh rekombinan gen pada evolusi manusia? 

C. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini yaitu sebagai berikut:
  1. Menjelaskan definisi rekombinan gen dan proses terjadinya. 
  2. Menjelaskan pengaruh rekombinan gen terhadap evolusi manusia.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Untuk melihat bagaimana timbulnya keanekaragaman, kita harus mulai dari melihat struktur yang paling kecil dari makluk hidup, tetapi sangat penting. Struktur tersebut adalah DNA. DNA terdiri dari empat macam basa nitrogen yaitu: Adenin (A), Citosin (C), Guanin (G), dan Timin (T), serta RNA mempunyai Urasil (U) pengganti Timin pada DNA. Keempat macam jenis basa nitrogen berfungsi menyusun atau membentuk 20 asam amino esensial. Kini diketahui bahwa kombinasi tiga dari keempat basa nitrogen tersebut akan membentuk satu asam amino. Kombinasi ini dikenal dengan nama triplet kodon Secara umum, tiap satu asam amino dikode oleh sekitar tiga macam kombinasi. Ada asam amino yang dikode oleh satu kombinasi, sedangkan ada asam amino yang dikode oleh enam macam kombinasi. Dengan demikian maka suatu asam amino dapat dihasilkan lebih banyak banyak, bukan saja karena kode tersebut terdapat berulang-ulang, tetapi karena ada lebih banyak kemungkinan. Yang menjadi masalah sekarang ialah darimana terjadinya keanekaragaman. Adanya satu kode genetik atau lebih mengkode asam amino belum dapat menerangkan dengan jelas terjadinya keanekaragaman (Yusuf, F.M., 2006:50).

Sebagai konsekuensi dari pemilahan kromosom secara independen selama meiosis, kita masing-masing menghasilkan koleksi gamet yang kombinasi kromosomnya berbeda sekali dengan kromosom yang kita warisi dari kedua orang tua kita. Dalam kenyataannya, hal ini bukanlah suatu masalah. Suatu proses yang dinamakan pindah silang (crossing over) menghasilkan kromosom individual yang menggabungkan gen-gen yang diwarisi dari kedua orangtua kita (Campbell, 2002:252).

Dengan alat-alat peneliti DNA yang terpercaya untuk jumlah gen vertebrata yang makin meningkat, maka menjadi jelaslah bahwa penggandaan suku gen terjadi untuk banyak protein. Kadang-kadang kopi-kopi ganda suatu gen mempunyai suatu rangkaian yang hampir identik, tampak dalam susunan rangkap (tandem) yang berfungsi pada waktu yang bersamaan untuk mensintesis protein tertentu (Gunarso, 1988:116).

Pada proses rekombinasi genetika terkait, organisme seksual juga dapat bertukarganti DNA antara dua kromosom yang berpadanan. Rekombinasi dan pemilahan ulang tidak mengubahan frekuensi alel, namun mengubah alel mana yang diasosiasikan satu sama lainnya, menghasilkan keturunan dengan kombinasi alel yang baru. Manakala proses ini meningkatkan variasi pada keturunan individu apapun, pencampuran genetika dapat diprediksi untuk tidak menghasilkan efek, meningkatkan, ataupun mengurangi variasi genetika pada populasi, bergantung pada bagaimana ragam alel pada populasi tersebut terdistribusi

Rekombinasi genetika merupakan proses pemutusan seunting bahan genetika (biasanya DNA, namun juga bisa RNA) yang kemudian diikuti oleh penggabungan dengan molekul DNA lainnya. Pada eukariota rekombinasi biasanya terjadi selama meiosis sebagai pindah silang kromosom antara kromosom yang berpasangan. Proses ini menyebabkan keturunan suatu makhluk hidup memiliki kombinasi gen yang berbeda dari orang tuanya, dan dapat menghasilkan alel kimerik yang baru. Pada biologi evolusioner, perombakan gen ini diperkirakan memiliki banyak keuntungan, yakni mengijinkan organisme yang bereproduksi secara seksual menghindari Ratchet Muller 

BAB III
PEMBAHASAN
A. Definisi Rekombinan Gen
Rekombinasi genetika merupakan proses pemutusan seunting bahan genetika (biasanya DNA, namun juga bisa RNA) yang kemudian diikuti oleh penggabungan dengan molekul DNA lainnya. Pada eukariota rekombinasi biasanya terjadi selama meiosis sebagai pindah silang kromosom antara kromosom yang berpasangan. Proses ini menyebabkan keturunan suatu makhluk hidup memiliki kombinasi gen yang berbeda dari orang tuanya, dan dapat menghasilkan alel kimerik yang baru. 

B. Proses Rekombinan Gen
Selama meiosis, kromosom homolog, yang diwariskan dari setiap induk, menukarkan beberapa gennya dengan cara pindah silang. Kemudian kromosom homolog itu dan alel yang dibawanya memisah secara acak menjadi gamet yang terpisah. Gamet dari satu individu akan bervariasi susunan genetiknya. Masing-masing gamet mewakili satu hasil dari semua kemungkinan kombinasi antara kromosom maternal dan kromosom paternal. 

Rekombinasi mengijinkan alel sama yang berdekatan satu sama lainnya pada unting DNA diwariskan secara bebas. Namun laju rekombinasi adalah rendah, karena pada manusia dengan potongan satu juta pasangan basa DNA, terdapat satu di antara seratus peluang kejadian rekombinasi terjadi per generasi. Akibatnya, gen-gen yang berdekatan pada kromosom tidak selalu disusun ulang menjauhi satu sama lainnya, sehingga cenderung diwariskan bersama.

C. Pengaruh Rekombinan Gen Terhadap Evolusi
Pada proses rekombinasi genetika, organisme seksual juga dapat bertukar ganti DNA antara dua kromosom yang berpadanan. Rekombinasi dan pemilahan ulang tidak mengubahan frekuensi alel, namun mengubah alel mana yang diasosiasikan satu sama lainnya, menghasilkan keturunan dengan kombinasi alel yang baru. Hal ini terus berlangsung dan akan menyebabkan terjadinya evolusi pada manusia.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan di atas maka dapat disimpulkan beberapa hal diantaranya sebagai berikut.
  1. Rekombinasi gen adalah proses pemutusan seunting bahan genetika (biasanya DNA, namun juga bisa RNA) yang kemudian diikuti oleh penggabungan dengan molekul DNA lainnya. 
  2. Rekombinasi gen terjadi pada saat pembelahan meiosis dengan cara pindah silang. 
  3. Pindah silang merupakan penyebab terjadinya rekombinasi gen yang akan menyebabkan terjadinya variasi genetik, besar atau kecil efek dari pindah silang tersebut akan menyebabkan terjadinya evolusi. 

B. Saran
Kami berharap semoga makalah ini dapat menjadi salah satu referensi untuk mengetahui tentang peranan rekombinan gen dalam proses evolusi manusia.

DAFTAR PUSTAKA
Campbell, 2002. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Erlangga. Jakarta.

Gunarso,W., 1988. DNA Rekombinan (Terjemahan). Erlangga. Jakarta.

Yusuf, F.M., 2006. Bahan Ajar Mata Kuliah Evolusi. Universitas Negeri Gorontalo. Gorontalo

MAKALAH EVOLUSI REKOMBINASI GEN

MAKALAH EVOLUSI REKOMBINASI GEN
MAKALAH EVOLUSI
REKOMBINASI GEN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun sebenarnya biologi evolusioner telah berakar sejak zaman Aristoteles. Namun demikian, Darwin adalah ilmuwan pertama yang mencetuskan teori evolusi yang telah banyak terbukti mapan menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini, teori Darwin mengenai evolusi yang terjadi karena seleksi alam dianggap oleh mayoritas komunitas sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi.

Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan sifat-sifat suatu populasi organisme disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. 

Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi. Rekombinasi gen sebagai salah satu yang menyebabkan terjadinya evolusi sehingga melatarbelakangi kami untuk menyusun makalah tentang rekombinasi gen pada hewan sehingga terjadi evolusi.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini yaitu sebagai berikut:
  1. Apa yang dimaksud dengan rekombinan gen? 
  2. Bagaimana proses terjadinya rekombinan gen? 
  3. Apa pengaruh rekombinan gen pada evolusi manusia? 

C. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini yaitu sebagai berikut:
  1. Menjelaskan definisi rekombinan gen dan proses terjadinya. 
  2. Menjelaskan pengaruh rekombinan gen terhadap evolusi manusia.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Untuk melihat bagaimana timbulnya keanekaragaman, kita harus mulai dari melihat struktur yang paling kecil dari makluk hidup, tetapi sangat penting. Struktur tersebut adalah DNA. DNA terdiri dari empat macam basa nitrogen yaitu: Adenin (A), Citosin (C), Guanin (G), dan Timin (T), serta RNA mempunyai Urasil (U) pengganti Timin pada DNA. Keempat macam jenis basa nitrogen berfungsi menyusun atau membentuk 20 asam amino esensial. Kini diketahui bahwa kombinasi tiga dari keempat basa nitrogen tersebut akan membentuk satu asam amino. Kombinasi ini dikenal dengan nama triplet kodon Secara umum, tiap satu asam amino dikode oleh sekitar tiga macam kombinasi. Ada asam amino yang dikode oleh satu kombinasi, sedangkan ada asam amino yang dikode oleh enam macam kombinasi. Dengan demikian maka suatu asam amino dapat dihasilkan lebih banyak banyak, bukan saja karena kode tersebut terdapat berulang-ulang, tetapi karena ada lebih banyak kemungkinan. Yang menjadi masalah sekarang ialah darimana terjadinya keanekaragaman. Adanya satu kode genetik atau lebih mengkode asam amino belum dapat menerangkan dengan jelas terjadinya keanekaragaman (Yusuf, F.M., 2006:50).

Sebagai konsekuensi dari pemilahan kromosom secara independen selama meiosis, kita masing-masing menghasilkan koleksi gamet yang kombinasi kromosomnya berbeda sekali dengan kromosom yang kita warisi dari kedua orang tua kita. Dalam kenyataannya, hal ini bukanlah suatu masalah. Suatu proses yang dinamakan pindah silang (crossing over) menghasilkan kromosom individual yang menggabungkan gen-gen yang diwarisi dari kedua orangtua kita (Campbell, 2002:252).

Dengan alat-alat peneliti DNA yang terpercaya untuk jumlah gen vertebrata yang makin meningkat, maka menjadi jelaslah bahwa penggandaan suku gen terjadi untuk banyak protein. Kadang-kadang kopi-kopi ganda suatu gen mempunyai suatu rangkaian yang hampir identik, tampak dalam susunan rangkap (tandem) yang berfungsi pada waktu yang bersamaan untuk mensintesis protein tertentu (Gunarso, 1988:116).

Pada proses rekombinasi genetika terkait, organisme seksual juga dapat bertukarganti DNA antara dua kromosom yang berpadanan. Rekombinasi dan pemilahan ulang tidak mengubahan frekuensi alel, namun mengubah alel mana yang diasosiasikan satu sama lainnya, menghasilkan keturunan dengan kombinasi alel yang baru. Manakala proses ini meningkatkan variasi pada keturunan individu apapun, pencampuran genetika dapat diprediksi untuk tidak menghasilkan efek, meningkatkan, ataupun mengurangi variasi genetika pada populasi, bergantung pada bagaimana ragam alel pada populasi tersebut terdistribusi

Rekombinasi genetika merupakan proses pemutusan seunting bahan genetika (biasanya DNA, namun juga bisa RNA) yang kemudian diikuti oleh penggabungan dengan molekul DNA lainnya. Pada eukariota rekombinasi biasanya terjadi selama meiosis sebagai pindah silang kromosom antara kromosom yang berpasangan. Proses ini menyebabkan keturunan suatu makhluk hidup memiliki kombinasi gen yang berbeda dari orang tuanya, dan dapat menghasilkan alel kimerik yang baru. Pada biologi evolusioner, perombakan gen ini diperkirakan memiliki banyak keuntungan, yakni mengijinkan organisme yang bereproduksi secara seksual menghindari Ratchet Muller 

BAB III
PEMBAHASAN
A. Definisi Rekombinan Gen
Rekombinasi genetika merupakan proses pemutusan seunting bahan genetika (biasanya DNA, namun juga bisa RNA) yang kemudian diikuti oleh penggabungan dengan molekul DNA lainnya. Pada eukariota rekombinasi biasanya terjadi selama meiosis sebagai pindah silang kromosom antara kromosom yang berpasangan. Proses ini menyebabkan keturunan suatu makhluk hidup memiliki kombinasi gen yang berbeda dari orang tuanya, dan dapat menghasilkan alel kimerik yang baru. 

B. Proses Rekombinan Gen
Selama meiosis, kromosom homolog, yang diwariskan dari setiap induk, menukarkan beberapa gennya dengan cara pindah silang. Kemudian kromosom homolog itu dan alel yang dibawanya memisah secara acak menjadi gamet yang terpisah. Gamet dari satu individu akan bervariasi susunan genetiknya. Masing-masing gamet mewakili satu hasil dari semua kemungkinan kombinasi antara kromosom maternal dan kromosom paternal. 

Rekombinasi mengijinkan alel sama yang berdekatan satu sama lainnya pada unting DNA diwariskan secara bebas. Namun laju rekombinasi adalah rendah, karena pada manusia dengan potongan satu juta pasangan basa DNA, terdapat satu di antara seratus peluang kejadian rekombinasi terjadi per generasi. Akibatnya, gen-gen yang berdekatan pada kromosom tidak selalu disusun ulang menjauhi satu sama lainnya, sehingga cenderung diwariskan bersama.

C. Pengaruh Rekombinan Gen Terhadap Evolusi
Pada proses rekombinasi genetika, organisme seksual juga dapat bertukar ganti DNA antara dua kromosom yang berpadanan. Rekombinasi dan pemilahan ulang tidak mengubahan frekuensi alel, namun mengubah alel mana yang diasosiasikan satu sama lainnya, menghasilkan keturunan dengan kombinasi alel yang baru. Hal ini terus berlangsung dan akan menyebabkan terjadinya evolusi pada manusia.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan di atas maka dapat disimpulkan beberapa hal diantaranya sebagai berikut.
  1. Rekombinasi gen adalah proses pemutusan seunting bahan genetika (biasanya DNA, namun juga bisa RNA) yang kemudian diikuti oleh penggabungan dengan molekul DNA lainnya. 
  2. Rekombinasi gen terjadi pada saat pembelahan meiosis dengan cara pindah silang. 
  3. Pindah silang merupakan penyebab terjadinya rekombinasi gen yang akan menyebabkan terjadinya variasi genetik, besar atau kecil efek dari pindah silang tersebut akan menyebabkan terjadinya evolusi. 

B. Saran
Kami berharap semoga makalah ini dapat menjadi salah satu referensi untuk mengetahui tentang peranan rekombinan gen dalam proses evolusi manusia.

DAFTAR PUSTAKA
Campbell, 2002. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Erlangga. Jakarta.

Gunarso,W., 1988. DNA Rekombinan (Terjemahan). Erlangga. Jakarta.

Yusuf, F.M., 2006. Bahan Ajar Mata Kuliah Evolusi. Universitas Negeri Gorontalo. Gorontalo