MAKALAH JARINGAN PELINDUNG (EPIDERMIS) - ElrinAlria
MAKALAH JARINGAN PELINDUNG (EPIDERMIS)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Pendahuluan
Jaringan adalah sekelompok sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi sama. Berdasarkan aktivitas pembelahan sel selama fase pertumbuhan dan perkembangan sel/jaringan tumbuhan, jaringan pada tumbuhan dibagi menjadi dua, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa (permanen). Jaringan meristem adalah jaringan yang terus-menerus mengalami pembelahan atau masih bersifat embrionik. Sedangkan Jaringan dewasa merupakan jaringan yang terbentuk dari hasil diferensiasi sel-sel yang dihasilkan jaringan meristem, sehingga memenuhi suatu fungsi tertentu. Jaringan dewasa pada umumnya pertumbuhan terhenti atau sementara terhenti. Jaringan dewasa ada yang disebut permanen karena telah mengalami diferensiasi yang sifatnya irreversibel.

Ciri-ciri jaringan dewasa antara lain: tidak melakukan aktivitas membelah diri, ukuran sel relatif lebih besar daripada sel meristem, vakuola berukuran besar, plasma sel sedikit hanya seperti selaput yang menempel pada dinding sel, sel kadang telah mati (tidak ada sitoplasma), terdapat ruang antar sel, kecuali pada epidermis. Salah satu jaringan yang termasuk dalam jaringan dewasa ialah jaringan epidermis. Fungsi dari jaringan ini yaitu sebagai pelindung tubuh tumbuhan.

B. Rumusan Masalah
  1. Apa yang dimaksud dengan jaringan epidermis ?
  2. Bagaimana karakteristik dari jaringan epidermis ?
  3. Bagaimanakah bentuk dari derifat-derifat epidermis? Apa-apa saja yang termasuk di dalamnya ?

C. Tujuan
  1. Dapat menambah pengetahuan dan pemahaman bagi pembaca tentang jaringan epidermis.
  2. Dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengetahui jaringan epidermis.


BAB II
PEMBAHASAN
1. Definisi Jaringan Epidermis
Jaringan epidermis adalah lapisan sel yang berada paling luar, yaitu pada permukaan organ primer tumbuhan, seperti akar, batang, daun, bunga, dan buah. Bentuknya bermacam-macam, misalnya isodiametris yang memanjang, berlekuk-lekuk, atau menampakkan bentuk lain. Epidermis tersusun sangat rapat sehingga tidak terdapat ruangan-ruangan antarsel. Epidermis merupakan sel hidup karena masih mengandung protoplas, walaupun dalam jumlah sedikit. Jaringan epidermis berfungsi melindungi bagian dalam tumbuhan sehingga jaringannya disebut jaringan pelindung. Bentuk, ukuran, dan susunan, serta fungsi sel epidermis berbeda-beda pada berbagai jenis organ tumbuhan.

Ciri khas sel epidermis adalah sel–selnya rapat satu sama lain membentuk bangunan padat tanpa ruang antar sel. Dinding sel epidermis ada yang tipis, ada yang mengalami penebalan di bagian yang menghadap ke permukaan tubuh, dan ada yang semua sisinya berdinding tebal dan mengandung lignin.

JARINGAN PELINDUNG (EPIDERMIS)

Seperti pada biji dan daun pinus. Dinding luar sel epidermis biasanya mengandung kutin, yaitu senyawa lipid yang mengendap di antara selulosa penvusun dinding sel sehingga membentuk lapisan khusus di permukaan sel yang disebut kutikula. Di permukaan luar kutikula kadangkala kita temukan lapisan lilin yang kedap air untuk mengurangi penguapan air.

Beberapa bentuk khusus sel epidermis yang telah berubah struktur dan fungsinya diantaranya adalah: stomata (mulut daun) yang berperan sebagai tempat pertukaran gas dan uap air, trikoma yang berupa tonjolan epidermis dan tersusun atas beberapa sel yang mengalami penebalan sekunder. Trikoma ini berperan sebagai kelenjar yang mengeluarkan zat seperti terpen, garam, dan gula; rambut akar merupakan tonjolan epidermis akar yang memiliki dinding sel tipis dengan vakuola besar. ]aringan epidermis tetap ada sepanjang hidup organ tertentu vang tidak mengalami penebalan sekunder. Pada beberapa tumbuhan vang berumur panjang, epidermis digantikan oleh jaringan gabus, bila batangnya menua.

2. Karakteristik Jaringan Epidermis-Jaringan pelindung ialah lapisan paling luar yang meunutupi seluruh organ
  • Berasal dari protoderm. 
  • Biasanya terdiri dari 1 lapis sel, tetapi dapat juga lebih. 
  • Bentuk, ukuran, dan susunan bervariasi.
  • Susunan sel rapat tanpa ruang antar sel 
  • Dinding sel bervariasi tergantung posisi dan jenis tumbuhan 
  • Berisi protoplas hidup yang berisi kristal garam, minyak, getah, dan kristal silikat 
  • Vakuola besar, dapat berisi antosianin 
  • Tidak berkloroplas, kecuali pada sel penutup (stomata), pada hidrofit dan tumbuhan di bawah naungan 

JARINGAN EPIDERMIS



3. Bentuk Epidermis khusus/Derifat Epidermis
1) Sel silika dan Sel gabus
Silika berisi kristal silika sedangkan sel gabus berisi endapan suberin. Kedua sel ini selalu berpasangan, biasanya ditemukan pada tulang daun Graminae.

2) Sel Kipas (Bulliform)
Berupa sederet sel yang lebih besar dari sel epidermis lainnya, berdinding tipis, vakuola besar, berisi air. Fungsinya untuk membuka dan menutupnya daun (daun menggulung).
MAKALAH JARINGAN PELINDUNG (EPIDERMIS)


3) Litokist
Sel yang lebih besar dari epidermis normal dengan pertumbuhan khusus kearah dalam. Sel ini berisi kristal calsium karbonat yang disebut sistolit 

4) Stomata
Stomata adalah celah dan kedua sel penutupnya. Sel penutup adalah dua buah sel dengan bentuk khusus yang mengapit celah. Sel tetangga adalah sel epidermis yang berdekatan dengan sel penutup. Sel penutup dan sel tetangga terbentuk dari sel induk yang sama dan mempunyai hubungan fungsional. Bentuk sel penutup umumnya seperti ginjal, tetapi ada juga yang seperti tulang paha / halter yang biasa ditemukan pada Graminae dan Cyperaceae 

5) Trikoma
Trikoma adalah tonjolan epidermis terdiri dari 1 sel atau lebih dan dapat digunakan sebagai ciri taksonomi famillia). Trikoma berasal dari sel-sel epidermis umumnnya berbentuk rambut. Ada juga trikoma yang berbentuk sisik dan duri. Fungsi trikoma yang berbentuk tumbuhan adalah sebagai berikut:
  • a. Mengurangi penguapan (apabila terdapat pada epidermis daun)
  • b. Meneruskan rangsang.
  • c. Melindungi tumbuhan dari ganguan hewan.
  • d. Membantu penyebaran biji.
  • e. Membantu penyerbukan bunga.
  • f. Menyerap air dan garam-garam mineral dari dalam tanah.

6) Jaringan Gabus
Jaringan gabus merupakan jaringan yang tersusun dari sel-sel parenkim gabus. Pada tumbuhan dikotil, jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus atau felogen dan terletak disebelah bawah dari jaringan epidermis. Jaringan gabus yang dibentuk ke arah dalam disebut feloderm yang merupakan sel-sel hidup, sedangkan sel gabus yang dibentuk ke arah luar disebut felem dan merupakan sel-sel mati, dengan bentuk sel kotak, dinding selnya mengalami penebalan oleh suberin, serta bersifat impermeabel (tidak tembus air ) 

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
  1. Jaringan epidermis adalah lapisan sel yang berada paling luar, yaitu pada permukaan organ primer tumbuhan, seperti akar, batang, daun, bunga, dan buah.
  2. Karakteristik jaringan epidermis diantaranya berasal dari protoderm; biasanya terdiri dari 1 lapis sel tetapi dapat juga lebih; bentuk, ukuran, dan susunan bervariasi; susunan sel rapat tanpa ruang antar sel; dinding sel bervariasi tergantung posisi dan jenis tumbuhan; berisi protoplas hidup yang berisi kristal garam, minyak, getah, dan kristal silikat; vakuola besar, dapat berisi antosianin; tidak berkloroplas, kecuali pada sel penutup (stomata), pada hidrofit dan tumbuhan di bawah naungan.
  3. Bentuk-bentuk epidermis khusus yaitu :
  • Sel silika dan sel gabus
  • Sel kipas
  • Litokist
  • Stomata
  • Trikoma
  • Jaringan gabus

B. Saran
Kami membuat makalah ini dengan segenap kelebihan dan kekurangan. Sebagai sesama mahasiswa, kami ingin menyarankan agar teman-teman tetap serius, semangat, dan tekun dalam menjalani perjalanan hidup sebagai seorang pelajar agar nantinya kita bisa bersama-sama menggapai kesuksesan sesuai dengan yang kita harapkan masing-masing.

DAFTAR PUSTAKA
Fahn, A. 1995. Anatomi Tumbuhan Edisi Ketiga. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Syamsuri, Istamar, dkk. 2004. Biologi untuk SMA Kelas XI Semester 1. Jakarta: Erlangga.

MAKALAH JARINGAN PELINDUNG (EPIDERMIS)

MAKALAH JARINGAN PELINDUNG (EPIDERMIS)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Pendahuluan
Jaringan adalah sekelompok sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi sama. Berdasarkan aktivitas pembelahan sel selama fase pertumbuhan dan perkembangan sel/jaringan tumbuhan, jaringan pada tumbuhan dibagi menjadi dua, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa (permanen). Jaringan meristem adalah jaringan yang terus-menerus mengalami pembelahan atau masih bersifat embrionik. Sedangkan Jaringan dewasa merupakan jaringan yang terbentuk dari hasil diferensiasi sel-sel yang dihasilkan jaringan meristem, sehingga memenuhi suatu fungsi tertentu. Jaringan dewasa pada umumnya pertumbuhan terhenti atau sementara terhenti. Jaringan dewasa ada yang disebut permanen karena telah mengalami diferensiasi yang sifatnya irreversibel.

Ciri-ciri jaringan dewasa antara lain: tidak melakukan aktivitas membelah diri, ukuran sel relatif lebih besar daripada sel meristem, vakuola berukuran besar, plasma sel sedikit hanya seperti selaput yang menempel pada dinding sel, sel kadang telah mati (tidak ada sitoplasma), terdapat ruang antar sel, kecuali pada epidermis. Salah satu jaringan yang termasuk dalam jaringan dewasa ialah jaringan epidermis. Fungsi dari jaringan ini yaitu sebagai pelindung tubuh tumbuhan.

B. Rumusan Masalah
  1. Apa yang dimaksud dengan jaringan epidermis ?
  2. Bagaimana karakteristik dari jaringan epidermis ?
  3. Bagaimanakah bentuk dari derifat-derifat epidermis? Apa-apa saja yang termasuk di dalamnya ?

C. Tujuan
  1. Dapat menambah pengetahuan dan pemahaman bagi pembaca tentang jaringan epidermis.
  2. Dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengetahui jaringan epidermis.


BAB II
PEMBAHASAN
1. Definisi Jaringan Epidermis
Jaringan epidermis adalah lapisan sel yang berada paling luar, yaitu pada permukaan organ primer tumbuhan, seperti akar, batang, daun, bunga, dan buah. Bentuknya bermacam-macam, misalnya isodiametris yang memanjang, berlekuk-lekuk, atau menampakkan bentuk lain. Epidermis tersusun sangat rapat sehingga tidak terdapat ruangan-ruangan antarsel. Epidermis merupakan sel hidup karena masih mengandung protoplas, walaupun dalam jumlah sedikit. Jaringan epidermis berfungsi melindungi bagian dalam tumbuhan sehingga jaringannya disebut jaringan pelindung. Bentuk, ukuran, dan susunan, serta fungsi sel epidermis berbeda-beda pada berbagai jenis organ tumbuhan.

Ciri khas sel epidermis adalah sel–selnya rapat satu sama lain membentuk bangunan padat tanpa ruang antar sel. Dinding sel epidermis ada yang tipis, ada yang mengalami penebalan di bagian yang menghadap ke permukaan tubuh, dan ada yang semua sisinya berdinding tebal dan mengandung lignin.

JARINGAN PELINDUNG (EPIDERMIS)

Seperti pada biji dan daun pinus. Dinding luar sel epidermis biasanya mengandung kutin, yaitu senyawa lipid yang mengendap di antara selulosa penvusun dinding sel sehingga membentuk lapisan khusus di permukaan sel yang disebut kutikula. Di permukaan luar kutikula kadangkala kita temukan lapisan lilin yang kedap air untuk mengurangi penguapan air.

Beberapa bentuk khusus sel epidermis yang telah berubah struktur dan fungsinya diantaranya adalah: stomata (mulut daun) yang berperan sebagai tempat pertukaran gas dan uap air, trikoma yang berupa tonjolan epidermis dan tersusun atas beberapa sel yang mengalami penebalan sekunder. Trikoma ini berperan sebagai kelenjar yang mengeluarkan zat seperti terpen, garam, dan gula; rambut akar merupakan tonjolan epidermis akar yang memiliki dinding sel tipis dengan vakuola besar. ]aringan epidermis tetap ada sepanjang hidup organ tertentu vang tidak mengalami penebalan sekunder. Pada beberapa tumbuhan vang berumur panjang, epidermis digantikan oleh jaringan gabus, bila batangnya menua.

2. Karakteristik Jaringan Epidermis-Jaringan pelindung ialah lapisan paling luar yang meunutupi seluruh organ
  • Berasal dari protoderm. 
  • Biasanya terdiri dari 1 lapis sel, tetapi dapat juga lebih. 
  • Bentuk, ukuran, dan susunan bervariasi.
  • Susunan sel rapat tanpa ruang antar sel 
  • Dinding sel bervariasi tergantung posisi dan jenis tumbuhan 
  • Berisi protoplas hidup yang berisi kristal garam, minyak, getah, dan kristal silikat 
  • Vakuola besar, dapat berisi antosianin 
  • Tidak berkloroplas, kecuali pada sel penutup (stomata), pada hidrofit dan tumbuhan di bawah naungan 

JARINGAN EPIDERMIS



3. Bentuk Epidermis khusus/Derifat Epidermis
1) Sel silika dan Sel gabus
Silika berisi kristal silika sedangkan sel gabus berisi endapan suberin. Kedua sel ini selalu berpasangan, biasanya ditemukan pada tulang daun Graminae.

2) Sel Kipas (Bulliform)
Berupa sederet sel yang lebih besar dari sel epidermis lainnya, berdinding tipis, vakuola besar, berisi air. Fungsinya untuk membuka dan menutupnya daun (daun menggulung).
MAKALAH JARINGAN PELINDUNG (EPIDERMIS)


3) Litokist
Sel yang lebih besar dari epidermis normal dengan pertumbuhan khusus kearah dalam. Sel ini berisi kristal calsium karbonat yang disebut sistolit 

4) Stomata
Stomata adalah celah dan kedua sel penutupnya. Sel penutup adalah dua buah sel dengan bentuk khusus yang mengapit celah. Sel tetangga adalah sel epidermis yang berdekatan dengan sel penutup. Sel penutup dan sel tetangga terbentuk dari sel induk yang sama dan mempunyai hubungan fungsional. Bentuk sel penutup umumnya seperti ginjal, tetapi ada juga yang seperti tulang paha / halter yang biasa ditemukan pada Graminae dan Cyperaceae 

5) Trikoma
Trikoma adalah tonjolan epidermis terdiri dari 1 sel atau lebih dan dapat digunakan sebagai ciri taksonomi famillia). Trikoma berasal dari sel-sel epidermis umumnnya berbentuk rambut. Ada juga trikoma yang berbentuk sisik dan duri. Fungsi trikoma yang berbentuk tumbuhan adalah sebagai berikut:
  • a. Mengurangi penguapan (apabila terdapat pada epidermis daun)
  • b. Meneruskan rangsang.
  • c. Melindungi tumbuhan dari ganguan hewan.
  • d. Membantu penyebaran biji.
  • e. Membantu penyerbukan bunga.
  • f. Menyerap air dan garam-garam mineral dari dalam tanah.

6) Jaringan Gabus
Jaringan gabus merupakan jaringan yang tersusun dari sel-sel parenkim gabus. Pada tumbuhan dikotil, jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus atau felogen dan terletak disebelah bawah dari jaringan epidermis. Jaringan gabus yang dibentuk ke arah dalam disebut feloderm yang merupakan sel-sel hidup, sedangkan sel gabus yang dibentuk ke arah luar disebut felem dan merupakan sel-sel mati, dengan bentuk sel kotak, dinding selnya mengalami penebalan oleh suberin, serta bersifat impermeabel (tidak tembus air ) 

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
  1. Jaringan epidermis adalah lapisan sel yang berada paling luar, yaitu pada permukaan organ primer tumbuhan, seperti akar, batang, daun, bunga, dan buah.
  2. Karakteristik jaringan epidermis diantaranya berasal dari protoderm; biasanya terdiri dari 1 lapis sel tetapi dapat juga lebih; bentuk, ukuran, dan susunan bervariasi; susunan sel rapat tanpa ruang antar sel; dinding sel bervariasi tergantung posisi dan jenis tumbuhan; berisi protoplas hidup yang berisi kristal garam, minyak, getah, dan kristal silikat; vakuola besar, dapat berisi antosianin; tidak berkloroplas, kecuali pada sel penutup (stomata), pada hidrofit dan tumbuhan di bawah naungan.
  3. Bentuk-bentuk epidermis khusus yaitu :
  • Sel silika dan sel gabus
  • Sel kipas
  • Litokist
  • Stomata
  • Trikoma
  • Jaringan gabus

B. Saran
Kami membuat makalah ini dengan segenap kelebihan dan kekurangan. Sebagai sesama mahasiswa, kami ingin menyarankan agar teman-teman tetap serius, semangat, dan tekun dalam menjalani perjalanan hidup sebagai seorang pelajar agar nantinya kita bisa bersama-sama menggapai kesuksesan sesuai dengan yang kita harapkan masing-masing.

DAFTAR PUSTAKA
Fahn, A. 1995. Anatomi Tumbuhan Edisi Ketiga. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Syamsuri, Istamar, dkk. 2004. Biologi untuk SMA Kelas XI Semester 1. Jakarta: Erlangga.