MAKALAH KADALUARSA OBAT - ElrinAlria
MAKALAH KADALUARSA OBAT
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kadaluarsa adalah kondisi obat bila konsentrasinya sudah berkurang antara 25-30% dari konsentrasi awalnya. Tanggal kadaluarsa adalah tanggal yang di pilih oleh pabrik yang memproduksi obat untuk menjamin potensi yang penuh dan keamanan dari obat sebelum tanggal kadaluarsa tersebut. Tanggal kadaluarsa bukanlah tanggal yang di tentukan oleh pemerisntah maupun departemen kesehatan dan tanggal ini tidak menunjukan berapa lama suatu obat layak untuk di konsumsi. 
MAKALAH KADALUARSA OBAT

Obat dapat kadaluarsa sebelum tanggal kadaluarsa yang dia tetapkan oleh pabrik ataupun masih dapat di konsumsi meskipun sudah lewat beberapa tahun setelah lewat tanggal kadaluarsanya beberapa obat-obatan memerlukan beberapa perhatian khusus dalam hal penyimpanannya agar obat tersebut tahan lama dan jika telah kadaluarsa maka obat tersebut akan menurun dan akan menimbulkan efek yang berbahaya bagi mengkonsumsinya. Beberapa mungkin tidak mempunyai efek sama sekali. Berikut adalah contoh obat-obat yang perlu di ketahui kadaluarsanya:

1. Nitroprussid
Sodium nitroprusside adalah campuran kimiawi dengan rumus Na2[Fe(Cn)5No]2H2O. Garam bertindak sebagai suatu sumber dari nitric oxide. Merupakan vasodilator pheripheral yang mempengaruhi arteriol dan venuel. Sodium nitroprusside sering di berikan secara intravena untuk pasien hipertensi darurat. Nitroprussid merupakan diberikan secara intravena untuk pasien hipertensi darurat. Nitroproprussid merupakan obat yang fotosensitif sehingga dalam penyimpananannya di botol infus harus dibalut dengan aluminium foil. Alumunium foiul biasa digunakan untuk membungkus atau melapisi makanan, minuman dan obat-obatan sehingga terlindungi dari cahaya karena dapat memecah lemak, bau, kelembahan dan bakteri. Alumunium foil memiliki satu sisi yang sangat memantulkan cahaya dan sisi lainnya menahan panas sehingga suhunyanya stabil.
Sodium nitroprusside


2. Nitroglyserin
Nitroglyserin juga dikenal sebagai trinitrogliserin dan glycery trinitrate adalah sebuat senyawa kimia, cairan peledak yang berat, tak berwarna, beracun, berminyak dan diperoleh dari menitratkan glycerol. Senyawa ini digunakan dalam pembuatan peledak, terutama rna, encer tapi lebih pekat dibberwarna transparan dan menjadi berwarna kuning ketika dia berada pada pH yang asam.

3. Hidrogen Peroksida (H2O2)
Hidrogen Peroksida adalah suatu cairan biru sangat pucat yang tampak tidak berwarna, encer tapi lebih pekat dibanding air. Senyawa ini merupakan suatu asam lemah dan kuat mengoksidasi. hidrogen peroksida telah digunakan sebagai suatu pencegah infeksi dan anti-bacterial selama bertahun-tahun. (H2O2) dalam konsentrasi rendah 2,5 % tersedia di pasaran untuk penggunaan medis. H2O2 berupa stainless steel, plastik, kaca dan beberapa aluminium ally compatible. Peroksida adalah oksidator kuat maka harus dihindarkan penyimpanannya dari segala sumber bahan bakar dan hidrokarbon seperti alkohol untuk membentuk bahan ledak kontak. Sebab oksigen dibentuk sepanjang pembusukan yang alami dari peroksida, menghasilkan peningkatan tekanan dalam wadah ( misal dari kaca) sehingga meledak dan hancur jika suhu penyimpanannya diatas 70 C.
Hidrogen Peroksida (H2O2)

1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
  1. Apakah pengertian daluarsa?
  2. Bagaimanakah ciri-ciri suatu obat jika sudah memasuki masa daluarsa?
  3. Bagaimanakah mekanisme terjadinya daluarsa pada obat?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut.
  1. Untuk mengetahui pengertian daluarsa.
  2. Untuk mengetahui ciri-ciri suatu obat jika sudah memasuki masa daluarsa.
  3. Untuk mengetahui mekanisme terjadinya daluarsa pada obat.
  4. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi daluarsa pada obat.

1.4 Manfaat
Adapun manfaat dari makalah ini adalah sebagai berikut.
  1. Dapat mengetahui pengertian daluarsa.
  2. Untuk mengetahui ciri-ciri suatu obat jika sudah memasuki masa daluarsa.
  3. Untuk mengetahui mekanisme terjadinya daluarsa pada obat.
  4. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi daluarsa pada obat.

BAB II
KAJIAN TEORI
Daluarsa adalah waktu yang enunjukkan batas terakhir obat yang masih memenuhi standar baku. Daluarsa dinyatakan dalam bulan dan tahun. Daluarsa harus dicantumkan dalam etiket.

BAB III
PEMBAHASAN
A. Definisi Kadaluarsa Obat
Kadaluarsa obat adalah berakhirnya batas aktif dari obat yang memungkinkan obat menjadi kurang aktif atau menjadi toksik (beracun). Kadaluarsa obat juga diartikan sebagai batas waktu dimana produsen obat menyatakan bahwa suatu produk dijamin stabil dan mengandung kadar zat sesuai dengan yang tercantum dalam kemasannya pada penyimpanan sesuai dengan anjuran. Dalam penggunaan obat dikenal istilah ’medication error’, yaitu pemakaian obat yang tidak tepat dan menimbulkan kerugian pada pasien, walaupun pengobatan tersebut berada dalam pengawasan profesional kesehatan, pasien dan konsumen. Salah satu komponen penting dalam ’medication error’ adalah ’deteriorated drug error’, yaitu penggunaan obat yang telah kadaluarsa atau integritas secara fisik dan kimia telah menurun.

B. Tanda-tanda Kadaluarsa Obat
Dalam praktik sehari-hari, tentu saja tidak mungkin dilakukan uji identifikasi dan kadar untuk menentukan apakah suatu obat sudah mengalami kadaluarsa atau belum. Namun, dapat dilakukan pemeriksaan secara organoleptis meliputi :
  1. adanya perubahan warna (lihat tabel 1) atau ada noda/bintik, 
  2. adanya perubahan fisika yang meliputi perubahan bentuk (obat pecah/retak, tumbuh kristal atau lembab/basah dan terlihat lunak), bila berupa sirup/suspensi bila obat dikocok tidak tercampur (memadat), menjadi keruh, terbentuk endapan atau munculnya gas, terjadi pemecahan emulsi ataupun caking suspensi. 

Tabel 1 Contoh obat/golongan obat dan warna yang dihasilkan
warna obat kadaluarsa

C. Mekanisme Terjadinya Kadaluarsa Obat
a. Peruraian secara kimia
1. solvolisis
Dekomposisi molekul obat secara solvolisis melibatkan gugusan fungsional yang dimiliki obat dan pelarut yang ada. Secara umum, reaksi solvolisis yang dialami obat adalah adanya gugus karbonil seperti ester, lakton dan laktam. Contohnya : peruraian aspirin dalam air menjadi asam salisilat dan asam asetat atau peruraian procaine dalam air menjadi paraamino benzoic acid dan dietiletanol amine. Obat-obat lain yang juga cenderung mengalami hidrolisis adalah cocain, atropin, meclafenoxate, barbiturate, sulfacetamide dan roritetracycline.

2. oksidasi-reduksi
Obat yang mengalami dekomposisi secara oksidasi adalah steroid, vitamin, antibiotik dan epinefrin.

3. fotolisis
Sinar matahari dapat mengakibatkan degradasi molekul obat. Contoh molekul oabt yang mengalami fotolisis adalah Na-Nitroprussid. Umumnya, fotolisis melalui proses oksidasi yang diawali oleh cahaya, tetapi tidak selamanya berlangsung melalui proses oksidasi, tetapi dapat juga melalui iradiasi atau penambahan molekul pelarut.

4. dehidrasi
Peristiwa dehidrasi diawali dengan pembentukan ikatan rangkap.Contoh molekul obat yang mengalami dehidrasi adalah tetracyclin. Pada dehidrasi secara fisika, seperti pada theophylline dan ampicillin trihydrate, pelepasan molekul air tidak menghasilkan ikatan yang baru tapi mengubah bentuk kristal molekul obat dan kecapatan disolusinya.

5. Rasemisasi
Perubahan aktivitas optik obat menurunkan aktifitas biologisnya. Reaksi rasemisasi melibatkan pembentukan ion karbonium atau carbaniom yang kemudian distabilkan oleh substituen yang ada. Contoh obat yang mengalami rasemisasi adalah epinefrin, pilocarpine, dan tetracycline.

b. Peruraian fisis
1. polimorfis
Polimorfis adalah terjadinya bentuk kristal yang berbeda-beda dari suatu senyawa yang sama.

2. penguapan
Beberapa senyawa obat dan zat tambahan mempunyai tekanan uap tinggi pada temperatur kamar. ’Flavouring agent’ seperti keton, aldehid, ester serta ’cosolvent’ seperti alkohol dapat menguap dari sediaan.

3. adsorpsi
Senyawa obat yang memiliki afinitas yang lebih besar terhadap wadah daripada dengan larutan cenderung diadsopsi oleh permukaan wadah.

4. sedimentasi partikel
Contohnya adalah sedimentasi pada sediaan suspensi.

D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kadaluarsa Obat
Kondisi obat dipengaruhi oleh bahan aktif yang terkandung di dalam obat, tempat penyimpanan, cara pemeliharaan dan jenis wadah penyimpanan obat. Secara umum, faktor-faktor yang mempengaruhi kadaluarsa obat terbagi dua, yaitu faktor yang memperlambat dan mempercepat kadaluarsa.

E. Faktor-faktor yang Mempercepat Kadaluarsa Obat
Faktor-faktor yang mempercepat kadaluarsa obat meliputi faktor internal yaitu proses peruraian obat itu sendiri dan karena faktor eksternal yaitu oksigen, temperatur, cahaya dan kelembapan.
1. oksigen
Contoh obat yang mengalami oksidasi adalah adrenalin, obat-obat steroid, beberapa vitamin dan antibiotik. Selain itu, ada beberapa obat yang mengalami autooksidasi seperti steroid, dimercaprol, chlorpromazine, amphotericin B, asam askorbat, cyanokobalamin, canamycin, morfin, neomycin, penicillin, hydrocortison, procaine, sulfasdiasin, tetracyclin, vitamin A, vitamin D dan isoproterenol

2. temperatur
Suhu penyimpanan obat pada umumnya adalah suhu kamar. Penyimpanan obat di dalam pendingin (kulkas) tidak dianjurkan jika tidak terdapat petunjuk. Hal ini dapat dicontohkan pada penyimapanan vaksin. Vaksin yang sensistif terhadap panas (’heat sensitive’) adalah virus polio, campak dan BCG. Vaksin polio lebih baik disimpan pada suhu dibawah 0oC, sedangkan vaksin campak lebih baik disimpan di ’refrigerator’ pada suhu 2-8oC. Vaksin yang sensitive terhadap pembekuan (’freeze sensitive’) adalah vaksin hepatitis B, DPT, TT dan DT. Vaksin yang ’heat sensitive’akan rusak bila terpapar pada suhu panas. Sebaliknya, vaksin yang ’freeze sensitive’ akan rusak bila terpapar suhu beku. Selain itu, obat-obat yang larut dalam minyak seperti minyak ikan, sebaiknya jangan disimpan di tempat yang terlalu dingin. Insulin adalah contoh obat yang akan rusak bila ditempatkan pada ruangan dengan suhu yang panas.

3. cahaya
Obat sebaiknya tidak diletakkan pada tempat yang terkena paparan sinar matahari ataupun lampu secara langsung. Setiap obat yang berasal dari bahan biologis harus terlindung dari sinar matahari. Vaksin yang berasal dari kuman yang hidup misalnya vaksin BCG dan campak, bila terkena sinar matahari langsung maka dalam beberapa detik, vaksin akan menjadi rusak. Untuk melindunginya dari cahaya maka digunakan kemasan berwarna, misalnya ampul yang berwarna coklat disamping menggunakan kemasan luar (box). Contoh lainnya adalah Na-nitroprussid yang bila terkena cahaya maka masa kadaluarsanya hanya empat jam.

4. kelembapan
Hindari menyimpan obat di tempat yang lembab dan basah seperti kamar mandi, contohnya adalah nitrogliserin. Obat ini bekerja bila diletakkan di bawah lidah karena adanya kelembapan sehingga bila obat itu disimpan di tempat dengan kelembapan tinggi maka nitrogliserin akan cepat bereaksi dan saat hendak digunakan, dosisnya sudah tidak utuh.

F. Faktor-faktor yang Memperlambat Kadaluarsa Obat 
1. dengan cara menghambat oksidasi
Pada sediaan parenteral, O2 disubstitusi dengan CO2 atau N2 misalnya chlorpromazin HCl dan Chlorpheniramine maleat, sedangkan pada sediaan oral, obat dikemas dalam bentuk strip (hernetic strip).

2. menambahkan antioksidan yaitu :
  • chelating agent, misalnya EDTA, asam sitrat dan asam amino
  • reduktor, misalnya asam askorbat dan sodium thiosulfat

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari isi wacana di atas kami dapat mengambil kesimpulan yaitu bahwa tidak selamanya obat yang kita minum akan dapat menyembuhkan penyakit sebab obat mempunyai batas waktu pemakaian(daluarsa) yang apa bila obat tersebut telah lewat batas waktu kadaluarsanya maka akan berdampak buruk bagi kesehatan di antaranya mengaburkan diagnosisi, dan meningkatkan resistensi.

B. Saran
Saran kami yaitu apa bila anda membeli obat di apotek, toko obat sebelum membeli anda harus memastikan terlebih dahulu apakah obat tersebut belum kadaluarsa dan apa bila anda menemukan obat yang sudah kadaluarsa segera lapor di dinas kesehatan atau pihak yang lebih berwenang.

MAKALAH KADALUARSA OBAT

MAKALAH KADALUARSA OBAT
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kadaluarsa adalah kondisi obat bila konsentrasinya sudah berkurang antara 25-30% dari konsentrasi awalnya. Tanggal kadaluarsa adalah tanggal yang di pilih oleh pabrik yang memproduksi obat untuk menjamin potensi yang penuh dan keamanan dari obat sebelum tanggal kadaluarsa tersebut. Tanggal kadaluarsa bukanlah tanggal yang di tentukan oleh pemerisntah maupun departemen kesehatan dan tanggal ini tidak menunjukan berapa lama suatu obat layak untuk di konsumsi. 
MAKALAH KADALUARSA OBAT

Obat dapat kadaluarsa sebelum tanggal kadaluarsa yang dia tetapkan oleh pabrik ataupun masih dapat di konsumsi meskipun sudah lewat beberapa tahun setelah lewat tanggal kadaluarsanya beberapa obat-obatan memerlukan beberapa perhatian khusus dalam hal penyimpanannya agar obat tersebut tahan lama dan jika telah kadaluarsa maka obat tersebut akan menurun dan akan menimbulkan efek yang berbahaya bagi mengkonsumsinya. Beberapa mungkin tidak mempunyai efek sama sekali. Berikut adalah contoh obat-obat yang perlu di ketahui kadaluarsanya:

1. Nitroprussid
Sodium nitroprusside adalah campuran kimiawi dengan rumus Na2[Fe(Cn)5No]2H2O. Garam bertindak sebagai suatu sumber dari nitric oxide. Merupakan vasodilator pheripheral yang mempengaruhi arteriol dan venuel. Sodium nitroprusside sering di berikan secara intravena untuk pasien hipertensi darurat. Nitroprussid merupakan diberikan secara intravena untuk pasien hipertensi darurat. Nitroproprussid merupakan obat yang fotosensitif sehingga dalam penyimpananannya di botol infus harus dibalut dengan aluminium foil. Alumunium foiul biasa digunakan untuk membungkus atau melapisi makanan, minuman dan obat-obatan sehingga terlindungi dari cahaya karena dapat memecah lemak, bau, kelembahan dan bakteri. Alumunium foil memiliki satu sisi yang sangat memantulkan cahaya dan sisi lainnya menahan panas sehingga suhunyanya stabil.
Sodium nitroprusside


2. Nitroglyserin
Nitroglyserin juga dikenal sebagai trinitrogliserin dan glycery trinitrate adalah sebuat senyawa kimia, cairan peledak yang berat, tak berwarna, beracun, berminyak dan diperoleh dari menitratkan glycerol. Senyawa ini digunakan dalam pembuatan peledak, terutama rna, encer tapi lebih pekat dibberwarna transparan dan menjadi berwarna kuning ketika dia berada pada pH yang asam.

3. Hidrogen Peroksida (H2O2)
Hidrogen Peroksida adalah suatu cairan biru sangat pucat yang tampak tidak berwarna, encer tapi lebih pekat dibanding air. Senyawa ini merupakan suatu asam lemah dan kuat mengoksidasi. hidrogen peroksida telah digunakan sebagai suatu pencegah infeksi dan anti-bacterial selama bertahun-tahun. (H2O2) dalam konsentrasi rendah 2,5 % tersedia di pasaran untuk penggunaan medis. H2O2 berupa stainless steel, plastik, kaca dan beberapa aluminium ally compatible. Peroksida adalah oksidator kuat maka harus dihindarkan penyimpanannya dari segala sumber bahan bakar dan hidrokarbon seperti alkohol untuk membentuk bahan ledak kontak. Sebab oksigen dibentuk sepanjang pembusukan yang alami dari peroksida, menghasilkan peningkatan tekanan dalam wadah ( misal dari kaca) sehingga meledak dan hancur jika suhu penyimpanannya diatas 70 C.
Hidrogen Peroksida (H2O2)

1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
  1. Apakah pengertian daluarsa?
  2. Bagaimanakah ciri-ciri suatu obat jika sudah memasuki masa daluarsa?
  3. Bagaimanakah mekanisme terjadinya daluarsa pada obat?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut.
  1. Untuk mengetahui pengertian daluarsa.
  2. Untuk mengetahui ciri-ciri suatu obat jika sudah memasuki masa daluarsa.
  3. Untuk mengetahui mekanisme terjadinya daluarsa pada obat.
  4. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi daluarsa pada obat.

1.4 Manfaat
Adapun manfaat dari makalah ini adalah sebagai berikut.
  1. Dapat mengetahui pengertian daluarsa.
  2. Untuk mengetahui ciri-ciri suatu obat jika sudah memasuki masa daluarsa.
  3. Untuk mengetahui mekanisme terjadinya daluarsa pada obat.
  4. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi daluarsa pada obat.

BAB II
KAJIAN TEORI
Daluarsa adalah waktu yang enunjukkan batas terakhir obat yang masih memenuhi standar baku. Daluarsa dinyatakan dalam bulan dan tahun. Daluarsa harus dicantumkan dalam etiket.

BAB III
PEMBAHASAN
A. Definisi Kadaluarsa Obat
Kadaluarsa obat adalah berakhirnya batas aktif dari obat yang memungkinkan obat menjadi kurang aktif atau menjadi toksik (beracun). Kadaluarsa obat juga diartikan sebagai batas waktu dimana produsen obat menyatakan bahwa suatu produk dijamin stabil dan mengandung kadar zat sesuai dengan yang tercantum dalam kemasannya pada penyimpanan sesuai dengan anjuran. Dalam penggunaan obat dikenal istilah ’medication error’, yaitu pemakaian obat yang tidak tepat dan menimbulkan kerugian pada pasien, walaupun pengobatan tersebut berada dalam pengawasan profesional kesehatan, pasien dan konsumen. Salah satu komponen penting dalam ’medication error’ adalah ’deteriorated drug error’, yaitu penggunaan obat yang telah kadaluarsa atau integritas secara fisik dan kimia telah menurun.

B. Tanda-tanda Kadaluarsa Obat
Dalam praktik sehari-hari, tentu saja tidak mungkin dilakukan uji identifikasi dan kadar untuk menentukan apakah suatu obat sudah mengalami kadaluarsa atau belum. Namun, dapat dilakukan pemeriksaan secara organoleptis meliputi :
  1. adanya perubahan warna (lihat tabel 1) atau ada noda/bintik, 
  2. adanya perubahan fisika yang meliputi perubahan bentuk (obat pecah/retak, tumbuh kristal atau lembab/basah dan terlihat lunak), bila berupa sirup/suspensi bila obat dikocok tidak tercampur (memadat), menjadi keruh, terbentuk endapan atau munculnya gas, terjadi pemecahan emulsi ataupun caking suspensi. 

Tabel 1 Contoh obat/golongan obat dan warna yang dihasilkan
warna obat kadaluarsa

C. Mekanisme Terjadinya Kadaluarsa Obat
a. Peruraian secara kimia
1. solvolisis
Dekomposisi molekul obat secara solvolisis melibatkan gugusan fungsional yang dimiliki obat dan pelarut yang ada. Secara umum, reaksi solvolisis yang dialami obat adalah adanya gugus karbonil seperti ester, lakton dan laktam. Contohnya : peruraian aspirin dalam air menjadi asam salisilat dan asam asetat atau peruraian procaine dalam air menjadi paraamino benzoic acid dan dietiletanol amine. Obat-obat lain yang juga cenderung mengalami hidrolisis adalah cocain, atropin, meclafenoxate, barbiturate, sulfacetamide dan roritetracycline.

2. oksidasi-reduksi
Obat yang mengalami dekomposisi secara oksidasi adalah steroid, vitamin, antibiotik dan epinefrin.

3. fotolisis
Sinar matahari dapat mengakibatkan degradasi molekul obat. Contoh molekul oabt yang mengalami fotolisis adalah Na-Nitroprussid. Umumnya, fotolisis melalui proses oksidasi yang diawali oleh cahaya, tetapi tidak selamanya berlangsung melalui proses oksidasi, tetapi dapat juga melalui iradiasi atau penambahan molekul pelarut.

4. dehidrasi
Peristiwa dehidrasi diawali dengan pembentukan ikatan rangkap.Contoh molekul obat yang mengalami dehidrasi adalah tetracyclin. Pada dehidrasi secara fisika, seperti pada theophylline dan ampicillin trihydrate, pelepasan molekul air tidak menghasilkan ikatan yang baru tapi mengubah bentuk kristal molekul obat dan kecapatan disolusinya.

5. Rasemisasi
Perubahan aktivitas optik obat menurunkan aktifitas biologisnya. Reaksi rasemisasi melibatkan pembentukan ion karbonium atau carbaniom yang kemudian distabilkan oleh substituen yang ada. Contoh obat yang mengalami rasemisasi adalah epinefrin, pilocarpine, dan tetracycline.

b. Peruraian fisis
1. polimorfis
Polimorfis adalah terjadinya bentuk kristal yang berbeda-beda dari suatu senyawa yang sama.

2. penguapan
Beberapa senyawa obat dan zat tambahan mempunyai tekanan uap tinggi pada temperatur kamar. ’Flavouring agent’ seperti keton, aldehid, ester serta ’cosolvent’ seperti alkohol dapat menguap dari sediaan.

3. adsorpsi
Senyawa obat yang memiliki afinitas yang lebih besar terhadap wadah daripada dengan larutan cenderung diadsopsi oleh permukaan wadah.

4. sedimentasi partikel
Contohnya adalah sedimentasi pada sediaan suspensi.

D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kadaluarsa Obat
Kondisi obat dipengaruhi oleh bahan aktif yang terkandung di dalam obat, tempat penyimpanan, cara pemeliharaan dan jenis wadah penyimpanan obat. Secara umum, faktor-faktor yang mempengaruhi kadaluarsa obat terbagi dua, yaitu faktor yang memperlambat dan mempercepat kadaluarsa.

E. Faktor-faktor yang Mempercepat Kadaluarsa Obat
Faktor-faktor yang mempercepat kadaluarsa obat meliputi faktor internal yaitu proses peruraian obat itu sendiri dan karena faktor eksternal yaitu oksigen, temperatur, cahaya dan kelembapan.
1. oksigen
Contoh obat yang mengalami oksidasi adalah adrenalin, obat-obat steroid, beberapa vitamin dan antibiotik. Selain itu, ada beberapa obat yang mengalami autooksidasi seperti steroid, dimercaprol, chlorpromazine, amphotericin B, asam askorbat, cyanokobalamin, canamycin, morfin, neomycin, penicillin, hydrocortison, procaine, sulfasdiasin, tetracyclin, vitamin A, vitamin D dan isoproterenol

2. temperatur
Suhu penyimpanan obat pada umumnya adalah suhu kamar. Penyimpanan obat di dalam pendingin (kulkas) tidak dianjurkan jika tidak terdapat petunjuk. Hal ini dapat dicontohkan pada penyimapanan vaksin. Vaksin yang sensistif terhadap panas (’heat sensitive’) adalah virus polio, campak dan BCG. Vaksin polio lebih baik disimpan pada suhu dibawah 0oC, sedangkan vaksin campak lebih baik disimpan di ’refrigerator’ pada suhu 2-8oC. Vaksin yang sensitive terhadap pembekuan (’freeze sensitive’) adalah vaksin hepatitis B, DPT, TT dan DT. Vaksin yang ’heat sensitive’akan rusak bila terpapar pada suhu panas. Sebaliknya, vaksin yang ’freeze sensitive’ akan rusak bila terpapar suhu beku. Selain itu, obat-obat yang larut dalam minyak seperti minyak ikan, sebaiknya jangan disimpan di tempat yang terlalu dingin. Insulin adalah contoh obat yang akan rusak bila ditempatkan pada ruangan dengan suhu yang panas.

3. cahaya
Obat sebaiknya tidak diletakkan pada tempat yang terkena paparan sinar matahari ataupun lampu secara langsung. Setiap obat yang berasal dari bahan biologis harus terlindung dari sinar matahari. Vaksin yang berasal dari kuman yang hidup misalnya vaksin BCG dan campak, bila terkena sinar matahari langsung maka dalam beberapa detik, vaksin akan menjadi rusak. Untuk melindunginya dari cahaya maka digunakan kemasan berwarna, misalnya ampul yang berwarna coklat disamping menggunakan kemasan luar (box). Contoh lainnya adalah Na-nitroprussid yang bila terkena cahaya maka masa kadaluarsanya hanya empat jam.

4. kelembapan
Hindari menyimpan obat di tempat yang lembab dan basah seperti kamar mandi, contohnya adalah nitrogliserin. Obat ini bekerja bila diletakkan di bawah lidah karena adanya kelembapan sehingga bila obat itu disimpan di tempat dengan kelembapan tinggi maka nitrogliserin akan cepat bereaksi dan saat hendak digunakan, dosisnya sudah tidak utuh.

F. Faktor-faktor yang Memperlambat Kadaluarsa Obat 
1. dengan cara menghambat oksidasi
Pada sediaan parenteral, O2 disubstitusi dengan CO2 atau N2 misalnya chlorpromazin HCl dan Chlorpheniramine maleat, sedangkan pada sediaan oral, obat dikemas dalam bentuk strip (hernetic strip).

2. menambahkan antioksidan yaitu :
  • chelating agent, misalnya EDTA, asam sitrat dan asam amino
  • reduktor, misalnya asam askorbat dan sodium thiosulfat

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari isi wacana di atas kami dapat mengambil kesimpulan yaitu bahwa tidak selamanya obat yang kita minum akan dapat menyembuhkan penyakit sebab obat mempunyai batas waktu pemakaian(daluarsa) yang apa bila obat tersebut telah lewat batas waktu kadaluarsanya maka akan berdampak buruk bagi kesehatan di antaranya mengaburkan diagnosisi, dan meningkatkan resistensi.

B. Saran
Saran kami yaitu apa bila anda membeli obat di apotek, toko obat sebelum membeli anda harus memastikan terlebih dahulu apakah obat tersebut belum kadaluarsa dan apa bila anda menemukan obat yang sudah kadaluarsa segera lapor di dinas kesehatan atau pihak yang lebih berwenang.