MAKALAH POLAROGRAFI - ElrinAlria

MAKALAH POLAROGRAFI

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam perkembangan ilmu kimia, terdapat salah satu cabang keilmuan yaitu elektrokimia yang sangat berperan dalam kehidupan. Elektrokimia adalah ilmu yang mempelajari aspek elektronik dan reaksi kimia. Elemen yang digunakan dalam reaksi elektrokimia dikarakterisasikan dengan banyaknya elektron yang dimiliki. Dengan kata lain adalah cabang ilmu kimia yang berhubungan dengan arus listrik dan potensi.
MAKALAH POLAROGRAFI

Metode elektrokimia merupakan salah satu hal yang penting dalam bidang kimia. Elektrokimia adalah salah satu cabang ilmu kimia yang mempelajari reaksi kimia yang terjadi pada permukaan suatu konduktor (elektroda) yang berhubungan dengan transfer elektron antara suatu konduktor (elektroda) dengan suatu analit tertentu.Pengukuran secara elektrokimia dilakukan dengan menggunakan sel elektrokimia. Terdiri dari dua atau lebih elektroda dan elektronik untuk mengontrol serta menentukan arus dan potensial.

Analisis elektrokimia merupakan metode analisis kuantitatif atau kualitatifyang didasarkan pada sifat-sifat kelistrikan suatu larutan zat yang dianalisis (cuplikan) di dalam suatu sel elektrokimia. Di dalam sel elektrokimia dapat dipelajari hubungan-hubungan antara konsentrasi dengan potensial (potensiometri), konsentrasi dengan daya hantar listrik (konduktometri), konsentrasi dengan jumlah muatan listrik (koulometri), konsentrasi dengan potensial dan arus listrik (polarografi dan voltammetri).
Pada sistem elektrokimia terdiri atas sel elektrokimia dan reaksi elektrokimia yang terjadi didalamnya. Sel elektrokimia terbagi atas 2 jenis yaitu sel galvani dan sel elektrolisis. Sel galvani merupakan sel elektrokimia yang menghasilkan listrik karena terjadinya reaksi secara spontan di dalamnya. Sedangkan sel elektrolisis merupakan sel elektrokimia di mana reaksi tak-spontan terjadi di dalam sel elektrokimia. Aplikasi dari elektrokimia dalam kehidupan antara lain meliputi aplikasinya dalam lingkungan, ilmu kedokteran, industri, bahkan cabang ilmu lainnya. Dan dalam makalah ini akan dibahas tentang pengertian dan aplikasi dari voltametri, amperometri, konduktometri, dan polarografi.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penulisan makalah ini yaitu:
  1. Apa yang dimaksud dengan polarografi? 
  2. Bagaimana prinsip dari polarografi? 
  3. Apa yang dimaksud dengan elektrode merkuri tetes? 
  4. Bagaimana maksimum polarografi? 
  5. Apa yang dimaksud potensial setengah gelombang? 
  6. Bagaimana analisis kualitatif dan kuantitatif dari polarografi? 
  7. Apa manfaat dari metode polarografi? 

C. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu:
  1. Untuk mengetahui pengertian polarografi 
  2. Untuk mengetahui prinsip polarofragi 
  3. Untuk mengetahui elektroda merkuri tetes 
  4. Untuk mengetahui maksimum polarografi 
  5. Untuk mengetahui potensial setengah gelombang 
  6. Untuk mengetahui analisis kualitatif dan kuantitatif dari polarografi 
  7. Untuk mengetahui manfaat metode polarografi 

D. Manfaat
Manfaat dalam penulisan makalah ini yaitu:
  1. Agar dapat mengetahui pengertian polarografi 
  2. Agar dapat mengetahui prinsip polarografi 
  3. Agar dapat mengetahui elektroda merkuri tetes 
  4. Agar dapat mengetahui maksimum polarografi 
  5. Agar dapat mengetahui potensial setengah gelombang 
  6. Agar dapat mengetahui analisis kualitatif dan kuantitatif dari polarografi 
  7. Agar dapat mengetahui manfaat metode polarografi 

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Polarografi
Polarografi adalah suatu bentuk elektrolisis dalam mana elektroda kerja berupa suatu elektroda yang istimewa, sutau elektroda merkuri tetes, dan dalam mana direkam suatu kurva arus voltase (voltammogram). Seperti yang digunakan oleh kebanyakan pengarang, istilah polarografi adalah suatu kasus istimewa daripada voltametri dalam mana mikroelektrodanya adalah merkurium tetes. Karena sifat –sifat istimewa elektroda ini, polarografi jauh lebih meluas penggunaanya dibandingkan voltametri yang menggunakan mikroelektroda lain.

Polarogarfi digunakan secara luas untuk analisis ion –ion logam dan anion –anion anorganik, seperti IO dan NO . Gugus fungsi senyawa organik yang mudah teroksidasi atau tereduksi juga dipelajari dalam polarogarfi. Gugus fungsi yang digunakan meliputi karbonil, asam karboksilat, dan senyawa karbon yang memiliki ikatan rangkap.

B. Prinsip Polarografi
Dasar dari polarografi adalah elektrolisis dari suatu larutan yang mengandung analit eletroaktif, artinya zat-zat yang dapat dioksidasi secara listrik (electro oxidable) dan yang dapat direduksi secara listrik (electro reductible) pada elektroda tetes air raksa. Misalnya dalam larutan mengandung ion logam, Mnt, maka akan terjadi reaksi reduksi secara listrik :
Mnt + ne + Hg (s) = M (Hg)
Perpindahan materi yang berlangsung di dalam larutan, pada umumnya dapat terjadi dengan 3 cara yaitu:
1. Perpindahan secara migrasi
Merupakan pergerakan ion dalam larutan menuju elektrode karena adanya interaksi anatara ion dengan muatan elektrode. Materi yang bermuatan, karena adanya gaya tarik menarik elektrostatik, maka materi bermuatan bergerak menuju kutub dengan muatan yang berlawanan, yakni kation-kation menuju katoda dan anion-anion menuju anoda.

2. Perpindahan secara difusi
Merupakan perpindahan massa ion karena adanya perbedaan konsentrasi atau gradien konsentrasi. Arus ini disebabkan migrasi spontan suatu zat/ion dari konsentrasi tinggi ke rendah. Partikel-partikel mengalir dari daerah yang lebih rapat (pekat) menuju daerah yang lebih renggang.

3. Perpindahan secara konveksi
Merupakan perpindahan massa ion menuju elektrode karena pergerakan mekanik yang dapat disebabkan oleh pengadukan, aliran larutan, perbedaan temperatur atau densitas. Pengaruh temperatur dan goyangan atau pengadukan menyebabkan partikel berpindah dari tempat ke tempat lain.

C. Elektoda Merkuri Tetes
Ada beberapa mikroelektroda yang dapat digunakan untuk penentuan kurva arus-voltase atau polarpgram, seperti: kawat platina berputar dan elektroda logam mulia yang statis, meskipun demikian yang memuaskan dalam penggunaannya adalah eletroda merkuri tetes.

Elektroda merkuri tetes terdri atas reservoir (penampung) merkuri berkapasitas 100 ml yang dihubungkan pada suatu tabung kapiler yang sangat lembt dan berukura pendek. Tabung kapiler yang efektif mempunyai panjang 5-10 cm, dan diameter dalam (lubang) 0,04-0,07 mm, sementara itu diameter luarnya antara 6-7 mm dengan ujung yang dipotong secara horizontal. Kapiler yang baik adalah kapiler yang dapat memberikan tetes merkuri dengan berat antara 6-8 mg dan tetesan jatuh dengan interval 3-6 detik. Elektroda merkuri tetes harus dipasang sedemikian vertikal dengan sudut penyimpangan tidak lebih dari 5. Yang perlu diperhatikan adalah kapiler jangan dibiarkan tercelup dalam larutan jika merkuri tidak berjalan.

Dibandingkan dengan mikroelektroda yang lain, elektroda merkuri tetes memiliki beberapa keuntungan, yaitu:
  1. Permukaannya selalu dapat dihasilkan ulang, halus, dan terus-menerus diperbaharui. Dengan demikian, DME memberikan hasil kurva arus-voltase yang reprodusiel dan mengurangi efek gangguan oleh kotoran atau cemaran 
  2. Merkuri dapat membentuk amalgam (larutan padat) dengan banyak logam 
  3. Arus difusi yang terjadi mempunyai harga yang tetap dan akan timbul segera setelah perubahan potensial diberikan. Keadaan ini bersifat reprodusibel. 

Potensial lebih hidrogen yang besar pada merkuri akan memungkinkan mengendapnya zat-zat yang sukar untuk direduksi, misalnya ion logam alkali, ion aluminium dan ion mangan (II).

Elektroda merkuri tetes dapat digunakan pada kisaran +0,4 sampai ke -2,0 V relatif terhadap elektroda kalomel jenuh. Diatas 0,4 V merkuri akan larut dan memberikan gelombang anoda, yang berarti akan teroksidasi membentuk ion merkuro. Pada potensial yang lebih negatif dari -1,8 V (terhadap elektroda kalomel jenuh) akan terjadi pembebesan hidrogen yang nampak dalam larutan-larutan asam serta larutan pendukungnya akan mulai terdiscas (muatan listriknya akan terambil). Kisaran potensial ini dapat diperluas sampai -0,26 V (relatif terhadao elektroda kalomel jenuh) dengan menggunakan elektrolit yang empunyai potensial reduksi lebih besar daripada logam alkali seperti tetraalkilamonium hidroksida atau garam-garamnya.

D. Maksimum Polarografi
Kurva arus-potensial atau polarografi yang diperoleh dengan elektroda merkuri tetes (sebagai katoda) sering memberikan maksimum yang reprodusibel dan sekaligus dapat dihilangkan dengan menambah suatu penekan maksimum (maximum supressor) tertentu yang tepat. Maksimum ini bervariasi dari puncak yang tajam maupun yang membesar, yang secara bertahap akan berkurang ke kurva arus difusi yang normal bila voltase luar dibesarkan.

Untuk mengukur arus difusi yang benar, maka maksimum harus dihilangkan atau ditekan. Penekanan atau penghilangan maksimum ini dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan suatu zat aktif permukaan (urfaktan) dengan konsentras kecil, misalnya dengan menggunakan asam fuksin, natrium metil merah, gelatin, ataupun koloid lainnya. Mekanisme kerja dari zat penekan yaitu dengan membentuk lapisan pada sisi air dari lapisan antar muka merkuri-larutan, yang berarti mencegah bergeraknya lapisan difusi pada antar muka.

E. Potensial Setengah Gelombang
Potensial setengah gelombang (E1/2) merupakan potensial yang mana arus merupakan setengah dari arus difusi (atau i = id/2).

Nilai E1/2 merupakan karakteristik utama sistem redoks yang tidak tergantung pada konsentrasi spesies elektroaktif dalam larutan. Potensial ini tergantung pada susunan larutan yang dapat berubah jika pH larutan berubah, sistem pelarut yang berlainan, atau dengan penambahan zat yang dapat membentuk kompleks. Jadi, potensial setengah gelombang merupakan kriteria untuk analisis kualitatif.

Teorinya dapat disederhanakan sebagai berikut: polarografi berkaitan dengan reaksi-reaksi elektroda atau mikroelektroda. Sebagai contoh adalah reaksi yang melibatkan perpindahan elektron antara elektroda dan komponen dalam larutan. Komponen ini disebut dengan oksidator jika mempu menangkap elektron dan disebut reduktor jika mampu melepaskan elektron. Elektroda disebut katoda jika reduksi dapat terjadi pada permukaannya, dan disebut anoda jika oksidasi terjadi pada permukaannya.

Selama reduksi pada katoda, elektron akan meninggalkan elektroda dan bereaksi di dalam larutan dengan menghasilakn sejumlah tertentu yang setara dengan reduktor. sama halnya, selama oksidasi anoda, maka elektron melewati larutan dan bergerak ke elektroda lalu membentuk sejumlah tertentu yang setara dengan oksidator.

Elektron bebas tidak mungkin terdapat dalam larutan, akibatnya beberapa proses reduksi pada katoda terjadi secara simultan dengan proses oksidasi. Reduktor berbeda dari oksidator sebanyak n elektron, dan kedua-duanya sama-sama membentuk sistem reaksi oksidasi-reduksi. Perlu diperhatikan bahwa reduksi balik dari suatu oksidator akan menjadi reduktor pada katoda merkuri tetes. Potensia elektroda yang diberikan yaitu:

MAKALAH POLAROGRAFI

Cara penentuan potensial setengah gelombang yaitu:
  1. Tarik garis tegak lurus yang menghubungkan limiting current dan residual current. 
  2. Tentukan harga setengah arus difusi dengan membagi dua sama tinggi pada arus difusi. 
  3. Tarik garis sejajar dengan limiting current dan residual current. 
  4. Berdasarkan perpotongan tersebut tarik garis tegak lurus hingga memotong sumbu potensial dan dibaca melalui skala potensial. 
MAKALAH POLAROGRAFI


F. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Polarografi
Analisis kualitatif dan kuantitatida suatu polarografi antara lain:
  1. Potensial setengah gelombang (E1/2) bersifat khas untuk zat yang mengelami reaksi oksidasi-reduksi pada mikroelektroda, karena nilai ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu zat. 
  2. Harga E1/2 tergantung pada jenis zat yang direduksi sehingga harga ini menjadi dasar untuk analisis kualitatif. 
  3. Harga arus difusi (id) tergantung pada konsentrasi zat yang direduksi sehingga harga ini menjadi dasar analisis kuantitatif. 
MAKALAH POLAROGRAFI

G. Manfaat Metode Polarografi
Terdapat beberapa manfaat dalam menggunakan metode polarografi, diantaranya:
  1. Dapat digunakan untuk analisis beberapa senyawa organik seperti streptomicin, kloramfenikol, derivat sulfanilamid, dan berbagai jenis vitamin 
  2. Dapat digunakan untuk mengenalisis senyawa-senyawa organik yang mempunyai gugus fungsi yang dapat bereaksi reduksi dengan elektrode merkuri tetes 
  3. Sebagian bedar bersifat sebagai kation 

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dalan penulisan makalah ini yaitu:
  1. Polarografi adalah suatu bentuk elektrolisis dalam mana elektroda kerja berupa suatu elektroda yang istimewa, sutau elektroda merkuri tetes, dan dalam mana direkam suatu kurva arus voltase (voltammogram). 
  2. Dasar dari polarografi adalah elektrolisis dari suatu larutan yang mengandung analit eletroaktif, artinya zat-zat yang dapat dioksidasi secara listrik (electro oxidable) dan yang dapat direduksi secara listrik (electro reductible) pada elektroda tetes air raksa. 
  3. Elektroda merkuri tetes terdri atas reservoir (penampung) merkuri berkapasitas 100 ml yang dihubungkan pada suatu tabung kapiler yang sangat lembt dan berukura pendek. Tabung kapiler yang efektif mempunyai panjang 5-10 cm, dan diameter dalam (lubang) 0,04-0,07 mm, sementara itu diameter luarnya antara 6-7 mm dengan ujung yang dipotong secara horizontal. 
  4. Kurva arus-potensial atau polarografi yan diperoleh dengan elektroda merkuri tetes (sebagai katoda) sering memberikan maksimum yang reprodusibel dan sekaligus dapat dihilangkan dengan menambah suatu penekan maksimum (maximum supressor) tertentu yang tepat. Maksimum ini bervariasi dari puncak yang tajam maupun yang membesar, yang secara bertahap akan berkurang ke kurva arus difusi yang normal bila voltase luar dibesarkan. 
  5. Potensial setengah gelombang (E1/2) merupakan potensial yang mana arus merupakan setengah dari arus difusi (atau i = id/2). 
  6. Analisis kualitatif dan kuantitatif polarografi antara lain potensial setengah gelombang (E1/2) bersifat khas untuk zat yang mengelami reaksi oksidasi-reduksi pada mikroelektroda karena nilai ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu zat, harga E1/2 tergantung pada jenis zat yang direduksi sehingga harga ini menjadi dasar untuk analisis kualitatif, Harga arus difusi (id) tergantung pada konsentrasi zat yang direduksi sehingga harga ini menjadi dasar analisis kuantitatif. 
  7. Manfaat polarografi diantaranya dapat menganalisis beberapa jenis senyawa organik, menganalisis senyawa organik yang dapat bereaksi reduksi dengan elektroda mekuri tetes, serta sebagian besar bersifat kation.

MAKALAH POLAROGRAFI

MAKALAH POLAROGRAFI

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam perkembangan ilmu kimia, terdapat salah satu cabang keilmuan yaitu elektrokimia yang sangat berperan dalam kehidupan. Elektrokimia adalah ilmu yang mempelajari aspek elektronik dan reaksi kimia. Elemen yang digunakan dalam reaksi elektrokimia dikarakterisasikan dengan banyaknya elektron yang dimiliki. Dengan kata lain adalah cabang ilmu kimia yang berhubungan dengan arus listrik dan potensi.
MAKALAH POLAROGRAFI

Metode elektrokimia merupakan salah satu hal yang penting dalam bidang kimia. Elektrokimia adalah salah satu cabang ilmu kimia yang mempelajari reaksi kimia yang terjadi pada permukaan suatu konduktor (elektroda) yang berhubungan dengan transfer elektron antara suatu konduktor (elektroda) dengan suatu analit tertentu.Pengukuran secara elektrokimia dilakukan dengan menggunakan sel elektrokimia. Terdiri dari dua atau lebih elektroda dan elektronik untuk mengontrol serta menentukan arus dan potensial.

Analisis elektrokimia merupakan metode analisis kuantitatif atau kualitatifyang didasarkan pada sifat-sifat kelistrikan suatu larutan zat yang dianalisis (cuplikan) di dalam suatu sel elektrokimia. Di dalam sel elektrokimia dapat dipelajari hubungan-hubungan antara konsentrasi dengan potensial (potensiometri), konsentrasi dengan daya hantar listrik (konduktometri), konsentrasi dengan jumlah muatan listrik (koulometri), konsentrasi dengan potensial dan arus listrik (polarografi dan voltammetri).
Pada sistem elektrokimia terdiri atas sel elektrokimia dan reaksi elektrokimia yang terjadi didalamnya. Sel elektrokimia terbagi atas 2 jenis yaitu sel galvani dan sel elektrolisis. Sel galvani merupakan sel elektrokimia yang menghasilkan listrik karena terjadinya reaksi secara spontan di dalamnya. Sedangkan sel elektrolisis merupakan sel elektrokimia di mana reaksi tak-spontan terjadi di dalam sel elektrokimia. Aplikasi dari elektrokimia dalam kehidupan antara lain meliputi aplikasinya dalam lingkungan, ilmu kedokteran, industri, bahkan cabang ilmu lainnya. Dan dalam makalah ini akan dibahas tentang pengertian dan aplikasi dari voltametri, amperometri, konduktometri, dan polarografi.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penulisan makalah ini yaitu:
  1. Apa yang dimaksud dengan polarografi? 
  2. Bagaimana prinsip dari polarografi? 
  3. Apa yang dimaksud dengan elektrode merkuri tetes? 
  4. Bagaimana maksimum polarografi? 
  5. Apa yang dimaksud potensial setengah gelombang? 
  6. Bagaimana analisis kualitatif dan kuantitatif dari polarografi? 
  7. Apa manfaat dari metode polarografi? 

C. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu:
  1. Untuk mengetahui pengertian polarografi 
  2. Untuk mengetahui prinsip polarofragi 
  3. Untuk mengetahui elektroda merkuri tetes 
  4. Untuk mengetahui maksimum polarografi 
  5. Untuk mengetahui potensial setengah gelombang 
  6. Untuk mengetahui analisis kualitatif dan kuantitatif dari polarografi 
  7. Untuk mengetahui manfaat metode polarografi 

D. Manfaat
Manfaat dalam penulisan makalah ini yaitu:
  1. Agar dapat mengetahui pengertian polarografi 
  2. Agar dapat mengetahui prinsip polarografi 
  3. Agar dapat mengetahui elektroda merkuri tetes 
  4. Agar dapat mengetahui maksimum polarografi 
  5. Agar dapat mengetahui potensial setengah gelombang 
  6. Agar dapat mengetahui analisis kualitatif dan kuantitatif dari polarografi 
  7. Agar dapat mengetahui manfaat metode polarografi 

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Polarografi
Polarografi adalah suatu bentuk elektrolisis dalam mana elektroda kerja berupa suatu elektroda yang istimewa, sutau elektroda merkuri tetes, dan dalam mana direkam suatu kurva arus voltase (voltammogram). Seperti yang digunakan oleh kebanyakan pengarang, istilah polarografi adalah suatu kasus istimewa daripada voltametri dalam mana mikroelektrodanya adalah merkurium tetes. Karena sifat –sifat istimewa elektroda ini, polarografi jauh lebih meluas penggunaanya dibandingkan voltametri yang menggunakan mikroelektroda lain.

Polarogarfi digunakan secara luas untuk analisis ion –ion logam dan anion –anion anorganik, seperti IO dan NO . Gugus fungsi senyawa organik yang mudah teroksidasi atau tereduksi juga dipelajari dalam polarogarfi. Gugus fungsi yang digunakan meliputi karbonil, asam karboksilat, dan senyawa karbon yang memiliki ikatan rangkap.

B. Prinsip Polarografi
Dasar dari polarografi adalah elektrolisis dari suatu larutan yang mengandung analit eletroaktif, artinya zat-zat yang dapat dioksidasi secara listrik (electro oxidable) dan yang dapat direduksi secara listrik (electro reductible) pada elektroda tetes air raksa. Misalnya dalam larutan mengandung ion logam, Mnt, maka akan terjadi reaksi reduksi secara listrik :
Mnt + ne + Hg (s) = M (Hg)
Perpindahan materi yang berlangsung di dalam larutan, pada umumnya dapat terjadi dengan 3 cara yaitu:
1. Perpindahan secara migrasi
Merupakan pergerakan ion dalam larutan menuju elektrode karena adanya interaksi anatara ion dengan muatan elektrode. Materi yang bermuatan, karena adanya gaya tarik menarik elektrostatik, maka materi bermuatan bergerak menuju kutub dengan muatan yang berlawanan, yakni kation-kation menuju katoda dan anion-anion menuju anoda.

2. Perpindahan secara difusi
Merupakan perpindahan massa ion karena adanya perbedaan konsentrasi atau gradien konsentrasi. Arus ini disebabkan migrasi spontan suatu zat/ion dari konsentrasi tinggi ke rendah. Partikel-partikel mengalir dari daerah yang lebih rapat (pekat) menuju daerah yang lebih renggang.

3. Perpindahan secara konveksi
Merupakan perpindahan massa ion menuju elektrode karena pergerakan mekanik yang dapat disebabkan oleh pengadukan, aliran larutan, perbedaan temperatur atau densitas. Pengaruh temperatur dan goyangan atau pengadukan menyebabkan partikel berpindah dari tempat ke tempat lain.

C. Elektoda Merkuri Tetes
Ada beberapa mikroelektroda yang dapat digunakan untuk penentuan kurva arus-voltase atau polarpgram, seperti: kawat platina berputar dan elektroda logam mulia yang statis, meskipun demikian yang memuaskan dalam penggunaannya adalah eletroda merkuri tetes.

Elektroda merkuri tetes terdri atas reservoir (penampung) merkuri berkapasitas 100 ml yang dihubungkan pada suatu tabung kapiler yang sangat lembt dan berukura pendek. Tabung kapiler yang efektif mempunyai panjang 5-10 cm, dan diameter dalam (lubang) 0,04-0,07 mm, sementara itu diameter luarnya antara 6-7 mm dengan ujung yang dipotong secara horizontal. Kapiler yang baik adalah kapiler yang dapat memberikan tetes merkuri dengan berat antara 6-8 mg dan tetesan jatuh dengan interval 3-6 detik. Elektroda merkuri tetes harus dipasang sedemikian vertikal dengan sudut penyimpangan tidak lebih dari 5. Yang perlu diperhatikan adalah kapiler jangan dibiarkan tercelup dalam larutan jika merkuri tidak berjalan.

Dibandingkan dengan mikroelektroda yang lain, elektroda merkuri tetes memiliki beberapa keuntungan, yaitu:
  1. Permukaannya selalu dapat dihasilkan ulang, halus, dan terus-menerus diperbaharui. Dengan demikian, DME memberikan hasil kurva arus-voltase yang reprodusiel dan mengurangi efek gangguan oleh kotoran atau cemaran 
  2. Merkuri dapat membentuk amalgam (larutan padat) dengan banyak logam 
  3. Arus difusi yang terjadi mempunyai harga yang tetap dan akan timbul segera setelah perubahan potensial diberikan. Keadaan ini bersifat reprodusibel. 

Potensial lebih hidrogen yang besar pada merkuri akan memungkinkan mengendapnya zat-zat yang sukar untuk direduksi, misalnya ion logam alkali, ion aluminium dan ion mangan (II).

Elektroda merkuri tetes dapat digunakan pada kisaran +0,4 sampai ke -2,0 V relatif terhadap elektroda kalomel jenuh. Diatas 0,4 V merkuri akan larut dan memberikan gelombang anoda, yang berarti akan teroksidasi membentuk ion merkuro. Pada potensial yang lebih negatif dari -1,8 V (terhadap elektroda kalomel jenuh) akan terjadi pembebesan hidrogen yang nampak dalam larutan-larutan asam serta larutan pendukungnya akan mulai terdiscas (muatan listriknya akan terambil). Kisaran potensial ini dapat diperluas sampai -0,26 V (relatif terhadao elektroda kalomel jenuh) dengan menggunakan elektrolit yang empunyai potensial reduksi lebih besar daripada logam alkali seperti tetraalkilamonium hidroksida atau garam-garamnya.

D. Maksimum Polarografi
Kurva arus-potensial atau polarografi yang diperoleh dengan elektroda merkuri tetes (sebagai katoda) sering memberikan maksimum yang reprodusibel dan sekaligus dapat dihilangkan dengan menambah suatu penekan maksimum (maximum supressor) tertentu yang tepat. Maksimum ini bervariasi dari puncak yang tajam maupun yang membesar, yang secara bertahap akan berkurang ke kurva arus difusi yang normal bila voltase luar dibesarkan.

Untuk mengukur arus difusi yang benar, maka maksimum harus dihilangkan atau ditekan. Penekanan atau penghilangan maksimum ini dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan suatu zat aktif permukaan (urfaktan) dengan konsentras kecil, misalnya dengan menggunakan asam fuksin, natrium metil merah, gelatin, ataupun koloid lainnya. Mekanisme kerja dari zat penekan yaitu dengan membentuk lapisan pada sisi air dari lapisan antar muka merkuri-larutan, yang berarti mencegah bergeraknya lapisan difusi pada antar muka.

E. Potensial Setengah Gelombang
Potensial setengah gelombang (E1/2) merupakan potensial yang mana arus merupakan setengah dari arus difusi (atau i = id/2).

Nilai E1/2 merupakan karakteristik utama sistem redoks yang tidak tergantung pada konsentrasi spesies elektroaktif dalam larutan. Potensial ini tergantung pada susunan larutan yang dapat berubah jika pH larutan berubah, sistem pelarut yang berlainan, atau dengan penambahan zat yang dapat membentuk kompleks. Jadi, potensial setengah gelombang merupakan kriteria untuk analisis kualitatif.

Teorinya dapat disederhanakan sebagai berikut: polarografi berkaitan dengan reaksi-reaksi elektroda atau mikroelektroda. Sebagai contoh adalah reaksi yang melibatkan perpindahan elektron antara elektroda dan komponen dalam larutan. Komponen ini disebut dengan oksidator jika mempu menangkap elektron dan disebut reduktor jika mampu melepaskan elektron. Elektroda disebut katoda jika reduksi dapat terjadi pada permukaannya, dan disebut anoda jika oksidasi terjadi pada permukaannya.

Selama reduksi pada katoda, elektron akan meninggalkan elektroda dan bereaksi di dalam larutan dengan menghasilakn sejumlah tertentu yang setara dengan reduktor. sama halnya, selama oksidasi anoda, maka elektron melewati larutan dan bergerak ke elektroda lalu membentuk sejumlah tertentu yang setara dengan oksidator.

Elektron bebas tidak mungkin terdapat dalam larutan, akibatnya beberapa proses reduksi pada katoda terjadi secara simultan dengan proses oksidasi. Reduktor berbeda dari oksidator sebanyak n elektron, dan kedua-duanya sama-sama membentuk sistem reaksi oksidasi-reduksi. Perlu diperhatikan bahwa reduksi balik dari suatu oksidator akan menjadi reduktor pada katoda merkuri tetes. Potensia elektroda yang diberikan yaitu:

MAKALAH POLAROGRAFI

Cara penentuan potensial setengah gelombang yaitu:
  1. Tarik garis tegak lurus yang menghubungkan limiting current dan residual current. 
  2. Tentukan harga setengah arus difusi dengan membagi dua sama tinggi pada arus difusi. 
  3. Tarik garis sejajar dengan limiting current dan residual current. 
  4. Berdasarkan perpotongan tersebut tarik garis tegak lurus hingga memotong sumbu potensial dan dibaca melalui skala potensial. 
MAKALAH POLAROGRAFI


F. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Polarografi
Analisis kualitatif dan kuantitatida suatu polarografi antara lain:
  1. Potensial setengah gelombang (E1/2) bersifat khas untuk zat yang mengelami reaksi oksidasi-reduksi pada mikroelektroda, karena nilai ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu zat. 
  2. Harga E1/2 tergantung pada jenis zat yang direduksi sehingga harga ini menjadi dasar untuk analisis kualitatif. 
  3. Harga arus difusi (id) tergantung pada konsentrasi zat yang direduksi sehingga harga ini menjadi dasar analisis kuantitatif. 
MAKALAH POLAROGRAFI

G. Manfaat Metode Polarografi
Terdapat beberapa manfaat dalam menggunakan metode polarografi, diantaranya:
  1. Dapat digunakan untuk analisis beberapa senyawa organik seperti streptomicin, kloramfenikol, derivat sulfanilamid, dan berbagai jenis vitamin 
  2. Dapat digunakan untuk mengenalisis senyawa-senyawa organik yang mempunyai gugus fungsi yang dapat bereaksi reduksi dengan elektrode merkuri tetes 
  3. Sebagian bedar bersifat sebagai kation 

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dalan penulisan makalah ini yaitu:
  1. Polarografi adalah suatu bentuk elektrolisis dalam mana elektroda kerja berupa suatu elektroda yang istimewa, sutau elektroda merkuri tetes, dan dalam mana direkam suatu kurva arus voltase (voltammogram). 
  2. Dasar dari polarografi adalah elektrolisis dari suatu larutan yang mengandung analit eletroaktif, artinya zat-zat yang dapat dioksidasi secara listrik (electro oxidable) dan yang dapat direduksi secara listrik (electro reductible) pada elektroda tetes air raksa. 
  3. Elektroda merkuri tetes terdri atas reservoir (penampung) merkuri berkapasitas 100 ml yang dihubungkan pada suatu tabung kapiler yang sangat lembt dan berukura pendek. Tabung kapiler yang efektif mempunyai panjang 5-10 cm, dan diameter dalam (lubang) 0,04-0,07 mm, sementara itu diameter luarnya antara 6-7 mm dengan ujung yang dipotong secara horizontal. 
  4. Kurva arus-potensial atau polarografi yan diperoleh dengan elektroda merkuri tetes (sebagai katoda) sering memberikan maksimum yang reprodusibel dan sekaligus dapat dihilangkan dengan menambah suatu penekan maksimum (maximum supressor) tertentu yang tepat. Maksimum ini bervariasi dari puncak yang tajam maupun yang membesar, yang secara bertahap akan berkurang ke kurva arus difusi yang normal bila voltase luar dibesarkan. 
  5. Potensial setengah gelombang (E1/2) merupakan potensial yang mana arus merupakan setengah dari arus difusi (atau i = id/2). 
  6. Analisis kualitatif dan kuantitatif polarografi antara lain potensial setengah gelombang (E1/2) bersifat khas untuk zat yang mengelami reaksi oksidasi-reduksi pada mikroelektroda karena nilai ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu zat, harga E1/2 tergantung pada jenis zat yang direduksi sehingga harga ini menjadi dasar untuk analisis kualitatif, Harga arus difusi (id) tergantung pada konsentrasi zat yang direduksi sehingga harga ini menjadi dasar analisis kuantitatif. 
  7. Manfaat polarografi diantaranya dapat menganalisis beberapa jenis senyawa organik, menganalisis senyawa organik yang dapat bereaksi reduksi dengan elektroda mekuri tetes, serta sebagian besar bersifat kation.