MAKALAH RANDOMISASI - ElrinAlria
MAKALAH RANDOMISASI

MAKALAH RANDOMISASI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Metode eksperimen ditujukan untuk meneliti hubungan sebab akibat dengan memanipulasikan satu atau lebih variabel pada satu (atau lebih) kelompok eksperimental, dan membandingkan hasilnya dengan kelompok kontrol yang tidak mengalami manipulasi. Manipulasi berarti mengubah secara sistematis sifat-sifat (nilai-nilai) variabel bebas. Setelah dimanipulasikan, variabel bebas itu biasanya disebut garapan (treatment).

Penelitian eksperimen dalam kenyataannya tidak sesederhana itu. Peneliti harus memperlihatkan, apakah tidak ada variabel luar yang ikut serta menimbulkan efek. Misalnya, secara kebetulan pada kelompok eksperimen terdapat lebih banyak anak yang mengalami frustasi dalam keluarganya. Frustasi mungkin yang menjadi sebab, dan bukan adegan kekerasan.

Tujuan dari penelitian eksperimental adalah untuk mengukur efek dari suatu intervensi terhadap hasil tertentu yang diprediksi sebelumnya. Desain ini merupakan metode utama untuk menginvestigasi terapi baru. Misal, efek dari obat X dan obat Y terhadap kesembuhan penyakit Z atau efektivitas suatu program kesehatan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.

Beberapa contoh penelitian dengan desain eksperimental, seperti; 1) mengukur efektivitas penggunaan antibiotik terhadap perawatan wanita dengan gejala infeksi saluran urin dengan hasil tes urin negatif/negative urine dipstict testing, dan efektivitas program MEND(Mind, Exercise, Nutrition, Do it) terhadap tingkat obesitas pada anak-anak.

Kelebihan penelitian eksperimental adalah memungkinkan untuk dilakukan randomisasi dan melakukan penilaian penelitian dengan double-blind. Teknik randomisasi hanya dapat dilakukan pada penelitian intervensi dibandingkan penelitian obserbasional. 

Randomisasi merupakan langkah peting dalam penelitian yang tidak dilakukan secara sensus. Dengan teknik randomisasi, peneliti bisa mengalokasikan sampel penelitian ke dalam dua atau lebih kelompok berdasarkan kritieria yang telah ditentukan peneliti. Sehingga dengan randomisasi yang baik maka dapat diperoleh sampel yang representatif yang mewakili populasi.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah
  1. Jelaskan definisi randomisasi?
  2. Jelaskan tujuan randomisasi?
  3. Jelaskan macam-macam randomisasi?
  4. Jelaskan tentang desain studi eksperimental randomisasi?
  5. Bagaimana contoh studi kasus mengenai randomisasi?

C. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah
  1. Mengetahui definisi randomisasi
  2. Mengetahui tujuan randomisasi
  3. Mengetahui macam-macam randomisasi
  4. Mengetahui tentang desain studi eksperimental randomisasi
  5. Mengetahui contoh studi kasus mengenai randomisasi

BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Randomisasi
Randomisasi merupakan langkah peting dalam penelitian yang tidak dilakukan secara sensus yang merupakan syarat penelitian eksperimental. Dengan randomisasi yang baik maka akan dapat diperoleh sampel yang representatif yang mewakili populasi. Dengan demikian simpulan yang diperoleh atas dasar hasil analisis statistika dapat berlaku dalam tingkat populasi. Prinsip tersebut berlaku bila penelitian secara sampling tersebut merupakan penelitian noneksperimen.

Kelebihan penelitian eksperimental adalah memungkinkan untuk dilakukan randomisasi dan melakukan penilaian penelitian dengan double-blind. Teknik randomisasi hanya dapat dilakukan pada penelitian intervensi dibandingkan penelitian observasional. Dengan teknik randomisasi, peneliti bisa mengalokasikan sampel penelitian ke dalam dua atau lebih kelompok berdasarkan kritieria yang telah ditentukan peneliti (gambar 1, 2) lalu diikuti ke depan.

MAKALAH RANDOMISASI


B. Tujuan Randomisasi
Randomisasi bertujuan agar terjadi komparabilitas (validitas interna) antara kelompok studi dan kontrol sama. Randomisasi tidak sama dengan pengambilan sampel secara random. Teknik randomisasi bertujuan untuk menciptakan karakteristik antar kelompok hampir sama dalam penelitian. Kemudian, desain ini juga memungkinkan peneliti melakukan double-blind, dimana peneliti maupun responden tidak mengetahui status responden apakah termasuk dalam kelompok intervensi atau non-intervensi. Kekuatan desain ini bisa meminimalisir faktor perancu yang dapat menyebabkan bias dalam hasil penelitian.

C. Macam-macam Randomisasi
Randomisasi dibagi menjadi 3 macam, yaitu:
1. Acak Sederhana (Simple Randomization)
Dapat dilakukan dengan undian, pelemparan mata uang atau tabel random,
misal dari 50 responden akan dibagi dua kelompok intervensi dan kontrol, maka dilakukan pengambilan 25 kelompok sebagai kelompok intervensi secara random, sedang sisanya sebagai kelompok kontrol. 

2. Randomisasi dengan Blok (Bloked Randomization)
Randominasi dengan blok dilakukan denan rumus:
n = n! / (m/2! X m/2!)
Ket:
n = jumlah permutasi
m = jumlah blok
n! = n faktorial
Jumlah blok harus bilangan genap, misal 4
Kelompok intervesi diberi simbol A, sedang kelompok kontrol B
Setelah dimasukan rumus, akan didapat 6 permutasi: ABAB, ABBA, AABB, BABA, BBAA
Kemudian dipilih satu permutasi secara random, misal terpilih ABAB, Maka dalam pelaksanaan, responden 1 intervensi, ke-2 kontrol, ke-3 intervensi, ke-4 kontrol, dan seterunya...kembali lagi.

3. Acak Stratifikasi (Stratified Randomization)
Misalnya penelitian tentang pengaruh operasi bypass terhadap mortalitas PJK
Mortalitas PJK juga dipengaruhi oleh umur dan perokok, maka perlu dilakuan strata agar responden homogen, Misal dibuat strata golongan umur:
  • 40 – 49 tahun
  • 50 – 59 tahun
  • 60 – 69 tahun
Dibuat strata perokok:
  • Perokok
  • Ex perokok
  • Bukan perokok
Berarti banyaknya strata 3x3 = 9 strata: umur 40-49 perokok, umur 50-59 ex prokok, umur 60-69 bukan perokok dst
Masing2 strata diambil secara blok randomisasi

D. Desain Studi Eksperimental tentang Randomisasi
Secara garis besar, desain eksperimental dalam epidemiologi, dibagi menjadi dua kelompok besar; 1) penelitian eksperimen/randomised controlled trial (RCT) dan 2) penelitian eksperimen klaster/cluster randomised controlled trial (Cluster RCT). Eksperimen dengan desai RCT umumnya dilakukan untuk intervensi secara individu seperti percobaan obat baru, efektivitas vaksin sedangkan kluster RCT dilakukan untuk intervensi secara kelompok (cluster) seperti untuk melihat efektivitas promosi dan pelayanan kesehatan. Dalam perhitungan analisa statistik dan perhitungan sampel, korelasi dan jumlah kluster lebih harus diperhitungkan dibandingkan desain RCT yang berasumsi setiap individu itu mandiri. Berikut perbedaaan RCT dan cluster RCT secara umum.

E. Contoh Studi Kasus Randomisasi
Pada studi eksperimental bertujuan untuk mengukur efek dari suatu intervensi terhadap hasil tertentu yang diprediksi sebelumnya. Desain ini merupakan metode utama untuk menginvestigasi terapi baru. Misal, efek dari obat X dan obat Y terhadap kesembuhan penyakit Z atau efektivitas suatu program kesehatan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. Pada studi analitik, yang paling tinggi adalah desain eksperimental, namun tetap saja masalah etik dan pengorganisasian penelitian serta dana yang tinggi selalu menjadi kelemahan pada desain ini. Desain yang termudah adalah potong lintang. Kita melakukan investigasi faktor paparan dan outcome pada satu waktu dan bisa dilakukan pada banyak responden dalam waktu singkat dan sumber daya yang terbatas. Namun, ketika kita ingin mendapatkan hasil studi dengan tingkat bias yang lebih rendah, kita bisa melakukan studi kasus kontrol dan selanjutnya kohort. Semua pemilihan desain, tergantung apa yang tersedia dan kemampuan peneliti. 

BAB III
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dalam makalah ini dapat disimpulakn bahwa:
  1. Randomisasi merupakan langkah peting dalam penelitian yang tidak dilakukan secara sensus yang merupakan syarat penelitian eksperimental. Dengan randomisasi yang baik maka akan dapat diperoleh sampel yang representatif yang mewakili populasi. Dengan demikian simpulan yang diperoleh atas dasar hasil analisis statistika dapat berlaku dalam tingkat populasi. 
  2. Randomisasi, cara ini dimaksudkan untuk menghindari bias karena setiap subyek 
  3. mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih. Randomisasi juga dilakukan untuk menjamin agar heterogenitas kedua populasi (kasus dan kontrol) dapat terjaga. 
  4. Macam-macam randomisasi yaitu acak sederhana (simple randomization), randomisasi dengan blok (bloked randomization), dan acak stratifikasi (stratified randomization).
  5. Secara garis besar, desain eksperimental dalam epidemiologi, dibagi menjadi dua kelompok besar; 1) penelitian eksperimen/randomised controlled trial (RCT) dan 2) penelitian eksperimen klaster/cluster randomised controlled trial (Cluster RCT). 

B. Saran
Diharapkan dengan adanya makalah ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan mengenai randomisasi bagi pembaca.

MAKALAH RANDOMISASI

MAKALAH RANDOMISASI

MAKALAH RANDOMISASI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Metode eksperimen ditujukan untuk meneliti hubungan sebab akibat dengan memanipulasikan satu atau lebih variabel pada satu (atau lebih) kelompok eksperimental, dan membandingkan hasilnya dengan kelompok kontrol yang tidak mengalami manipulasi. Manipulasi berarti mengubah secara sistematis sifat-sifat (nilai-nilai) variabel bebas. Setelah dimanipulasikan, variabel bebas itu biasanya disebut garapan (treatment).

Penelitian eksperimen dalam kenyataannya tidak sesederhana itu. Peneliti harus memperlihatkan, apakah tidak ada variabel luar yang ikut serta menimbulkan efek. Misalnya, secara kebetulan pada kelompok eksperimen terdapat lebih banyak anak yang mengalami frustasi dalam keluarganya. Frustasi mungkin yang menjadi sebab, dan bukan adegan kekerasan.

Tujuan dari penelitian eksperimental adalah untuk mengukur efek dari suatu intervensi terhadap hasil tertentu yang diprediksi sebelumnya. Desain ini merupakan metode utama untuk menginvestigasi terapi baru. Misal, efek dari obat X dan obat Y terhadap kesembuhan penyakit Z atau efektivitas suatu program kesehatan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.

Beberapa contoh penelitian dengan desain eksperimental, seperti; 1) mengukur efektivitas penggunaan antibiotik terhadap perawatan wanita dengan gejala infeksi saluran urin dengan hasil tes urin negatif/negative urine dipstict testing, dan efektivitas program MEND(Mind, Exercise, Nutrition, Do it) terhadap tingkat obesitas pada anak-anak.

Kelebihan penelitian eksperimental adalah memungkinkan untuk dilakukan randomisasi dan melakukan penilaian penelitian dengan double-blind. Teknik randomisasi hanya dapat dilakukan pada penelitian intervensi dibandingkan penelitian obserbasional. 

Randomisasi merupakan langkah peting dalam penelitian yang tidak dilakukan secara sensus. Dengan teknik randomisasi, peneliti bisa mengalokasikan sampel penelitian ke dalam dua atau lebih kelompok berdasarkan kritieria yang telah ditentukan peneliti. Sehingga dengan randomisasi yang baik maka dapat diperoleh sampel yang representatif yang mewakili populasi.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah
  1. Jelaskan definisi randomisasi?
  2. Jelaskan tujuan randomisasi?
  3. Jelaskan macam-macam randomisasi?
  4. Jelaskan tentang desain studi eksperimental randomisasi?
  5. Bagaimana contoh studi kasus mengenai randomisasi?

C. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah
  1. Mengetahui definisi randomisasi
  2. Mengetahui tujuan randomisasi
  3. Mengetahui macam-macam randomisasi
  4. Mengetahui tentang desain studi eksperimental randomisasi
  5. Mengetahui contoh studi kasus mengenai randomisasi

BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Randomisasi
Randomisasi merupakan langkah peting dalam penelitian yang tidak dilakukan secara sensus yang merupakan syarat penelitian eksperimental. Dengan randomisasi yang baik maka akan dapat diperoleh sampel yang representatif yang mewakili populasi. Dengan demikian simpulan yang diperoleh atas dasar hasil analisis statistika dapat berlaku dalam tingkat populasi. Prinsip tersebut berlaku bila penelitian secara sampling tersebut merupakan penelitian noneksperimen.

Kelebihan penelitian eksperimental adalah memungkinkan untuk dilakukan randomisasi dan melakukan penilaian penelitian dengan double-blind. Teknik randomisasi hanya dapat dilakukan pada penelitian intervensi dibandingkan penelitian observasional. Dengan teknik randomisasi, peneliti bisa mengalokasikan sampel penelitian ke dalam dua atau lebih kelompok berdasarkan kritieria yang telah ditentukan peneliti (gambar 1, 2) lalu diikuti ke depan.

MAKALAH RANDOMISASI


B. Tujuan Randomisasi
Randomisasi bertujuan agar terjadi komparabilitas (validitas interna) antara kelompok studi dan kontrol sama. Randomisasi tidak sama dengan pengambilan sampel secara random. Teknik randomisasi bertujuan untuk menciptakan karakteristik antar kelompok hampir sama dalam penelitian. Kemudian, desain ini juga memungkinkan peneliti melakukan double-blind, dimana peneliti maupun responden tidak mengetahui status responden apakah termasuk dalam kelompok intervensi atau non-intervensi. Kekuatan desain ini bisa meminimalisir faktor perancu yang dapat menyebabkan bias dalam hasil penelitian.

C. Macam-macam Randomisasi
Randomisasi dibagi menjadi 3 macam, yaitu:
1. Acak Sederhana (Simple Randomization)
Dapat dilakukan dengan undian, pelemparan mata uang atau tabel random,
misal dari 50 responden akan dibagi dua kelompok intervensi dan kontrol, maka dilakukan pengambilan 25 kelompok sebagai kelompok intervensi secara random, sedang sisanya sebagai kelompok kontrol. 

2. Randomisasi dengan Blok (Bloked Randomization)
Randominasi dengan blok dilakukan denan rumus:
n = n! / (m/2! X m/2!)
Ket:
n = jumlah permutasi
m = jumlah blok
n! = n faktorial
Jumlah blok harus bilangan genap, misal 4
Kelompok intervesi diberi simbol A, sedang kelompok kontrol B
Setelah dimasukan rumus, akan didapat 6 permutasi: ABAB, ABBA, AABB, BABA, BBAA
Kemudian dipilih satu permutasi secara random, misal terpilih ABAB, Maka dalam pelaksanaan, responden 1 intervensi, ke-2 kontrol, ke-3 intervensi, ke-4 kontrol, dan seterunya...kembali lagi.

3. Acak Stratifikasi (Stratified Randomization)
Misalnya penelitian tentang pengaruh operasi bypass terhadap mortalitas PJK
Mortalitas PJK juga dipengaruhi oleh umur dan perokok, maka perlu dilakuan strata agar responden homogen, Misal dibuat strata golongan umur:
  • 40 – 49 tahun
  • 50 – 59 tahun
  • 60 – 69 tahun
Dibuat strata perokok:
  • Perokok
  • Ex perokok
  • Bukan perokok
Berarti banyaknya strata 3x3 = 9 strata: umur 40-49 perokok, umur 50-59 ex prokok, umur 60-69 bukan perokok dst
Masing2 strata diambil secara blok randomisasi

D. Desain Studi Eksperimental tentang Randomisasi
Secara garis besar, desain eksperimental dalam epidemiologi, dibagi menjadi dua kelompok besar; 1) penelitian eksperimen/randomised controlled trial (RCT) dan 2) penelitian eksperimen klaster/cluster randomised controlled trial (Cluster RCT). Eksperimen dengan desai RCT umumnya dilakukan untuk intervensi secara individu seperti percobaan obat baru, efektivitas vaksin sedangkan kluster RCT dilakukan untuk intervensi secara kelompok (cluster) seperti untuk melihat efektivitas promosi dan pelayanan kesehatan. Dalam perhitungan analisa statistik dan perhitungan sampel, korelasi dan jumlah kluster lebih harus diperhitungkan dibandingkan desain RCT yang berasumsi setiap individu itu mandiri. Berikut perbedaaan RCT dan cluster RCT secara umum.

E. Contoh Studi Kasus Randomisasi
Pada studi eksperimental bertujuan untuk mengukur efek dari suatu intervensi terhadap hasil tertentu yang diprediksi sebelumnya. Desain ini merupakan metode utama untuk menginvestigasi terapi baru. Misal, efek dari obat X dan obat Y terhadap kesembuhan penyakit Z atau efektivitas suatu program kesehatan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. Pada studi analitik, yang paling tinggi adalah desain eksperimental, namun tetap saja masalah etik dan pengorganisasian penelitian serta dana yang tinggi selalu menjadi kelemahan pada desain ini. Desain yang termudah adalah potong lintang. Kita melakukan investigasi faktor paparan dan outcome pada satu waktu dan bisa dilakukan pada banyak responden dalam waktu singkat dan sumber daya yang terbatas. Namun, ketika kita ingin mendapatkan hasil studi dengan tingkat bias yang lebih rendah, kita bisa melakukan studi kasus kontrol dan selanjutnya kohort. Semua pemilihan desain, tergantung apa yang tersedia dan kemampuan peneliti. 

BAB III
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dalam makalah ini dapat disimpulakn bahwa:
  1. Randomisasi merupakan langkah peting dalam penelitian yang tidak dilakukan secara sensus yang merupakan syarat penelitian eksperimental. Dengan randomisasi yang baik maka akan dapat diperoleh sampel yang representatif yang mewakili populasi. Dengan demikian simpulan yang diperoleh atas dasar hasil analisis statistika dapat berlaku dalam tingkat populasi. 
  2. Randomisasi, cara ini dimaksudkan untuk menghindari bias karena setiap subyek 
  3. mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih. Randomisasi juga dilakukan untuk menjamin agar heterogenitas kedua populasi (kasus dan kontrol) dapat terjaga. 
  4. Macam-macam randomisasi yaitu acak sederhana (simple randomization), randomisasi dengan blok (bloked randomization), dan acak stratifikasi (stratified randomization).
  5. Secara garis besar, desain eksperimental dalam epidemiologi, dibagi menjadi dua kelompok besar; 1) penelitian eksperimen/randomised controlled trial (RCT) dan 2) penelitian eksperimen klaster/cluster randomised controlled trial (Cluster RCT). 

B. Saran
Diharapkan dengan adanya makalah ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan mengenai randomisasi bagi pembaca.