MAKALAH SEJARAH DAN RUANG LINGKUP HODROBIOLOGI - ElrinAlria
MAKALAH SEJARAH DAN RUANG LINGKUP HODROBIOLOGI
MAKALAH SEJARAH DAN RUANG LINGKUP HODROBIOLOGI
BAB I 
PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang
Hidrobiologi merupakan salah satu ilmu yang mempelajari semua yang hidup di air. Dengan perkataan lain hidrobiologi adalah bagian dari ilmu biologi yang harus memperhatikan organisme di air, sehingga dikatakan sebagai biologi perairan. Objek yang dipelajari dalam hidrobiologi adalah segala aspek biologi dari kehidupan organisme di air. Organisme air yang dimaksudkan dalam hidrobiologi adalah semua makhluk hidup yang hidup di perairan tawar, payau maupun asin, dari tingkat yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki sumber daya perairan laut dan pesisir yang sangat luas, di samping memiliki perairan darat yang cukup banyak pula. 

Dengan sumber daya perairan yang luas maka Indonesia memiliki potensi sumber daya hayati yang banyak. Sementara pengelolaan sumber daya perairan yang ada di Indonesia belum optimal. Sebagai bagian dari komponen perairan maka untuk mempelajari hidrobiologi tidak dapat lepas dari ekologi perairan, yaitu suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari kaitan antara organisme dengan lingkungan perairan di mana organisme tersebut hidup. Selain itu juga dengan latar tersebut sehingga kita harus mengetahui lebih lanjut bagaimana perkembangan tentang kajian hidrobiologi serta kelompok organisme perairan yang menjadi objek utama dari ilmu hidrobiologi itu sendiri. 

1.2 Rumusan Masalah 
Berdasarkan latar belakang yang ada kami merumuskan masalah sebagai berikut: 
  1. Bagaimana batasan dan sejarah perkembangan hidrobiologi? 
  2. Apa saja yang termasuk dalam kelompok organisme perairan dan habitat akuatik? 

1.3 Tujuan 
  1. Agar dapat mengetahui bagaimana proses perkembangan hidrobiologi serta batasan-batasannya. 
  2. Agar dapat mengetahui berbagai jenis kelompok organism perairan dan habitat akuatik. 

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Batasan dan Perkembangan Hidrobiologi
Perkembangan hidrobiologi diawali dengan ditemukannya mikroskop dan plankton net. Plankton merupakan organisme yang melayang-layang dalam air dan mudah terbawa oleh arus air. Organisme ini penting dalam pola rantai makanan di perairan, khususnya phytoplankton yang menjadi primer produser yang paling berperan di perairan. Hidrobiologi merupakan salah satu ilmu yang mempelajari semua yang hidup di air. Dengan perkataan lain hidrobiologi adalah bagian dari ilmu biologi yang harus memperhatikan organisme di air, sehingga dikatakan sebagai biologi perairan. 

Objek yang dipelajari dalam hidrobiologi adalah segala aspek biologi dari kehidupan organisme di air. Organisme air yang dimaksudkan dalam hidrobiologi adalah semua makhluk hidup yang hidup di perairan tawar, payau maupun asin, dari tingkat yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki sumber daya perairan laut dan pesisir yang sangat luas tetapi karena banyak badan-badan perairan di Indonesia yang masih memungkinkan untuk ditingkatkan potensi sumber daya hayatinya. Namun di lain pihak banyak badan perairan rusak karena pemanfaatan yang tidak mengindahkan kaidah kelestarian. Adapun batasan-batasan yang dimkasudkan yaitu mengenai objek yang akan di kaji dalam hidrobiologi yaitu semua makhluk atau hewan yang hidup dan berkembang di air (hidro). 

2.2 Kelompok Organisme Perairan dan Habitat Akuatik
Organisme di perairan dapat diklasifikasikan berdasarkan kedudukannya dalam rantai makanan, berdasarkan cara kehidupannya dan berdasarkan daerah (sub habitat) Organisme yang ada di perairan terdiri dari kelompok-kelompok Bakteri, Algae, Tumbuhan tingkat tinggi, dan Hewan. Bakteri yang ada di perairan di jumpai ada yang hidup di dasar lumpur, di tanaman, hewan dan detritus. Ada yang obligat aerobics, fakultatif dan ada yang autotrophik, khemosynthetik dan kebanyakan heterotrophik. Sebagian besar dari phytoplankton yang mendiami perairan tersusun dari beberapa jenis algae yaitu antara lain: Cyanophyta, Chlorophyta, Chrysophyta, Euglenophyta dan Pyrrophyta. Tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi yang hidup di perairan digolong-golongkan menurut cara hidupnya menjadi: 
  • a. Tumbuh-tumbuhan yang muncul di atas permukaan air, 
  • b. Tumbuh-tumbuhan berdaun terapung berakar di dasar, 
  • c. Tumbuh-tumbuhan kadang berakar di dasar, kadang dalam air dan daunnya muncul di atas air, 
  • d. Tumbuh-tumbuhan daunnya terapung dan akar tenggelam dalam air, 
  • e. Tumbuh-tumbuhan yang terbenam seluruhnya dalam air (Odum E.P.). 

Adapun hewan-hewan di perairan dikelompokan dalam: 
  1. Protozoa, 
  2. Coelenterata, 
  3. Rotifera, 
  4. Annelida, 
  5. Arthropoda, 
  6. Mollusca, 
  7. Echinodermata, 
  8. Vertebrata. 

Suatu pendekatan yang dapat dilakukan untuk membicarakan lautan yang begitu luas dan organismenya, adalah dengan menentukan perwilayahan di lingkungan lautan baik secara vertikal maupun horizontal. Danau merupakan perairan menggenang dan dapat dikatakan sebagai badan perairan yang semi tertutup yang dilingkupi oleh daratan. Dibagi menjadi dua bagian utama yaitu daerah limnetik dan daerah benthik. Daerah limnetik terdiri atas daerah eufotik dan afotik. Sedangkan daerah benthik terdiri dari daerah litoral dan profundal. Pergerakan air satu arah merupakan ciri suatu sungai. Secara umum terdapat tiga kondisi yang membedakan sungai dari danau yaitu adanya arus, pertukaran tanah dan air yang relatif lebih intensif dan oksigen yang lebih seragam. 

Tempat dalam kajian ilmu hidrobiologi yaitu Estuaria yang merupakan wilayah peralihan antara habitat air tawar dengan habitat laut. Namun sebagian besar dari sifat-sifat biologi dan fisik estuaria bukan merupakan sifat-sifat peralihan antara air tawar dengan laut, tetapi merupakan sifat-sifat unik dengan diversifikasi spesies yang rendah dan kepadatan populasi tinggi. 
  • a. Ekosistem estuari ada didaerah percampuran air laut dengan air sungai. Salinitas air di estuari lebih rendah dibanding air laut, tetapi lebih tinggi dibanding air tawar, yaitu sekitar 5-25 ppm. Di ekosistem estuari dapat ditemukan tipe ekosistem yang khas, yaitu padang lamun dan hutan mangrove.
  • b. Ekosistem Padang lamun, Padang lamun adalah pantai yang biasanya ditumbuhi seagrass. Tumbuhan ini memiliki serabut akar dan rizom, batang, daun, bunga bahkan berbiah. Seagrass berbeda dengan alga karena mempunyai sistem reproduksi dan pertumbuhan yang sangat khas. Seagrass tumbuh menyebar di padang rumput di dalam air dengan perpanjangan rizom. Hewan yang ada di padang lamun yaitu duyung, bulu babi, kepiting renang, penyu dan udang.
  • c. Ekosistem Hutan Mangrove, ekosistem hutan mangrove terdapat didaerah tropis hingga subtropis. Ekosistem ini didominasi oleh tanaman bakau, kayu api, dan bogem. Tumbuhan bakau memiliki akar yang sangat kuat dan rapat untuk bisa bertahan di lingkungan yang berlumpu yang mudah goyah oleh hempasan air laut. Akar napasnya berfungsi untuk mengambil oksigen langsung dari udar. Tumbuhan bakau juga memiliki buah dengan biji vivipar yang berkecambah dan memiliki akar yang panjang saat masih di dalam buah sehingga langsung tumbuh ketika jatuh ke lumpur. Kelompok hewan yang hidup di ekosistem ini yaitu buaya, ikan, biawak, siput, kesrang, kepiting, burung, dan udang. Hutan mangrove banyak terdapat di pesisir Pulau Jawa, Sumatra, Papua, Kalimantan, Bali, Papua, dan Sumbawa.
  • d. Ekosistem Pantai Pasir Ekosistem pantai pasir terdiri atas hamparan pasir yang selalu terkena deburan ombak. Di tempat ini selalu angin bertiup kencang dan cahaya matahari yang selalu bersinar kuat di siang hari. Kemudian tumbuhan atau vegetasi yang dominan diekosistem pantai pasir ini yaitu formasi pes-caprae, vigna marina dan spinifex littoreus. Formasi Barringtonia, terdiri atas pohon dan perdu, semisal Barringtonia asiativa, erythrina, hibiscus tiliaceus, terminalia catappa dan hernandia. Hewan yang hidup di pantai pasir seperti burung dan kepiting. Pantai pasir terdapat di Lombok, papua, bengkulu, bantul dan bali.
  • e. Ekosistem pantai batu memiliki banyak bongkahan batu besar maupun kecil. Organisme yang paling dominan di ekosistem pantai batu yaitu ganggang merah, siput, ganggang cokelat, burung dan kepiting. Ekosistem pantai batu banyak terdapat di pantai selatan jawa, Bali, Nusa tenggara, maluku dan Sumatra (Davis C.C. : 1995).

Organism yang hidup di daerah akuatik: 
1. Distribusi Organisme di Perairan Menggenang 
Pada zona litoral, produser utamanya adalah tanaman yang berakar (anggota spermatophyta) dan tanaman yang tidak berakar (fitoplankton, ganggang dan tanaman hijau yang mengapung). Sedangkan konsumernya meliputi beberapa larva serangga air seperti, platyhelminthes, rotifer, oligochaeta, moluska, amphibi, ikan, penyu, ular dan lain sebagainya. Pada zone limnetik, produsernya terutama fitoplankton dan tumbuhan air yang terapung bebas seperti, water hyacinth (Eichornia crassipes), Cerratophyllum sp, Utricularia sp, Hydrilla verticillata, duckweed (Lemna spp); dan vascular plants, seperti: Equisetum sp; Ioetes sp dan Azolla sp. Sedangkan konsumernya meliputi zooplankton dari copepoda, rotifera dan beberapa jenis ikan. 

Pada zona profundal, banyak dihuni oleh jenis-jenis bakteri dan fungi, cacing darah, yang meliputi larva chironomidae, dan annelida yang banyak mengandung haemoglobin, jenis-jenis kerang kecil seperti anggota famili sphaeridae dan larva “phantom” atau Chaoboras (corethra). Rantai makanan adalah suatu transfer energi dari tumbuhan melalui serangkaian organisme dengan jalan makan-memakan. Pada tiap transfer ada 80-90% energi potensial yang hilang sebagai panas. Oleh karena itu rantai makanan dalam satu deretan jumlahnya terbatas, biasanya 4 – 5 tingkat. Makin pendek rantai makanan, maka lebih banyak tersedia energi yang dapat dimanfaatkan. 

1. Kelompok Organisme di Perairan Mengalir 
  • a. Bentuk kehidupan tumbuhan yang terdapat pada perairan mengalir ada dua tipe, yaitu makrofita dan mikrofita. 
  • b. Adaptasi struktural dari tumbuhan air dapat berupa pengurangan jaringan kayu, tangkai yang tipis dan ringan, daun seperti benang, pembentukan organ khusus, produksi turion, dan lainnya. 
  • c. Adaptasi struktural dari algae pada perairan mengalir dengan cara melekatkan diri pada suatu substrat, bergerombol, dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan diri pada arus yang kuat. 
  • d. Adaptasi struktural dari hewan invertebrata pada perairan mengalir dengan cara bertaut secara permanen pada suatu substrat, bantuan alat kait atau pelekat, bentuk tubuh yang sesuai dengan habitat, bentuk tubuh yang pipih, bersifat rheotaksis positif, dan thigmotaksis positif. 
  • e. Adaptasi struktural dari hewan invertebrata pada perairan mengalir dengan cara mereduksi atau mengurangi fungsi kaki dan alat untuk melekatkan diri.
  • f. Contoh dari kelompok Protozoa yang mudah berubah bentuk adalah Amoeba sp., dan lainnya.
  • g. Contoh dari kelompok Pisces yang terdapat pada perairan yang mengalir adalah Lepidocephalus spectrum, dan lainnya (Fachru Melati : 2007).

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 
  1. Perkembangan hidrobiologi diawali dengan ditemukannya mikroskop dan plankton net. Plankton merupakan organisme yang melayang-layang dalam air dan mudah terbawa oleh arus air. Organisme ini penting dalam pola rantai makanan di perairan, khususnya phytoplankton yang menjadi primer produser yang paling berperan di perairan. Hidrobiologi merupakan salah satu ilmu yang mempelajari semua yang hidup di air. Dengan perkataan lain hidrobiologi adalah bagian dari ilmu biologi yang harus memperhatikan organisme di air, sehingga dikatakan sebagai biologi perairan.
  2. Organisme yang ada di perairan terdiri dari kelompok-kelompok Bakteri, Algae, Tumbuhan tingkat tinggi, dan Hewan. Bakteri yang ada di perairan di jumpai ada yang hidup di dasar lumpur, di tanaman, hewan dan detritus. Ada yang obligat aerobics, fakultatif dan ada yang autotrophik, khemosynthetik dan kebanyakan heterotrophik. Sebagian besar dari phytoplankton yang mendiami perairan tersusun dari beberapa jenis algae yaitu antara lain: Cyanophyta, Chlorophyta, Chrysophyta, Euglenophyta dan Pyrrophyta. Kelompok hewan lainnya seperti protozoa, coelenterata, rotifera, annelida, arthropoda, mollusca, echinodermata, vertebrata.

DAFTAR PUSTAKA 
Davis C.C. 1995. The Marine and Fresh Water Plankton (terjemahan). USA

Michigan State Univeersity Press.

Ewusie. J.Y. 1990. Pengantar Ekologi Tropika (terjemahan). Bandung : ITB Press.

Fachru Melati Ferianita. 2007. Metode Sampling Bioteknologi. Jakarta : Bumi Aksara.

McNaughton S.J. & Larry L. Wolf. 1990. Ekologi Umum 2nd. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Nybakken J.W. 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Odum E.P. 1971. Fundamentals of Ecology 3rd. Philadelphia : W.B. Sounders co .

Odum E.P. 1998. Dasar-dasar Ekologi (terjemahan) 3rd. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

MAKALAH SEJARAH DAN RUANG LINGKUP HODROBIOLOGI

MAKALAH SEJARAH DAN RUANG LINGKUP HODROBIOLOGI
MAKALAH SEJARAH DAN RUANG LINGKUP HODROBIOLOGI
BAB I 
PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang
Hidrobiologi merupakan salah satu ilmu yang mempelajari semua yang hidup di air. Dengan perkataan lain hidrobiologi adalah bagian dari ilmu biologi yang harus memperhatikan organisme di air, sehingga dikatakan sebagai biologi perairan. Objek yang dipelajari dalam hidrobiologi adalah segala aspek biologi dari kehidupan organisme di air. Organisme air yang dimaksudkan dalam hidrobiologi adalah semua makhluk hidup yang hidup di perairan tawar, payau maupun asin, dari tingkat yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki sumber daya perairan laut dan pesisir yang sangat luas, di samping memiliki perairan darat yang cukup banyak pula. 

Dengan sumber daya perairan yang luas maka Indonesia memiliki potensi sumber daya hayati yang banyak. Sementara pengelolaan sumber daya perairan yang ada di Indonesia belum optimal. Sebagai bagian dari komponen perairan maka untuk mempelajari hidrobiologi tidak dapat lepas dari ekologi perairan, yaitu suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari kaitan antara organisme dengan lingkungan perairan di mana organisme tersebut hidup. Selain itu juga dengan latar tersebut sehingga kita harus mengetahui lebih lanjut bagaimana perkembangan tentang kajian hidrobiologi serta kelompok organisme perairan yang menjadi objek utama dari ilmu hidrobiologi itu sendiri. 

1.2 Rumusan Masalah 
Berdasarkan latar belakang yang ada kami merumuskan masalah sebagai berikut: 
  1. Bagaimana batasan dan sejarah perkembangan hidrobiologi? 
  2. Apa saja yang termasuk dalam kelompok organisme perairan dan habitat akuatik? 

1.3 Tujuan 
  1. Agar dapat mengetahui bagaimana proses perkembangan hidrobiologi serta batasan-batasannya. 
  2. Agar dapat mengetahui berbagai jenis kelompok organism perairan dan habitat akuatik. 

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Batasan dan Perkembangan Hidrobiologi
Perkembangan hidrobiologi diawali dengan ditemukannya mikroskop dan plankton net. Plankton merupakan organisme yang melayang-layang dalam air dan mudah terbawa oleh arus air. Organisme ini penting dalam pola rantai makanan di perairan, khususnya phytoplankton yang menjadi primer produser yang paling berperan di perairan. Hidrobiologi merupakan salah satu ilmu yang mempelajari semua yang hidup di air. Dengan perkataan lain hidrobiologi adalah bagian dari ilmu biologi yang harus memperhatikan organisme di air, sehingga dikatakan sebagai biologi perairan. 

Objek yang dipelajari dalam hidrobiologi adalah segala aspek biologi dari kehidupan organisme di air. Organisme air yang dimaksudkan dalam hidrobiologi adalah semua makhluk hidup yang hidup di perairan tawar, payau maupun asin, dari tingkat yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki sumber daya perairan laut dan pesisir yang sangat luas tetapi karena banyak badan-badan perairan di Indonesia yang masih memungkinkan untuk ditingkatkan potensi sumber daya hayatinya. Namun di lain pihak banyak badan perairan rusak karena pemanfaatan yang tidak mengindahkan kaidah kelestarian. Adapun batasan-batasan yang dimkasudkan yaitu mengenai objek yang akan di kaji dalam hidrobiologi yaitu semua makhluk atau hewan yang hidup dan berkembang di air (hidro). 

2.2 Kelompok Organisme Perairan dan Habitat Akuatik
Organisme di perairan dapat diklasifikasikan berdasarkan kedudukannya dalam rantai makanan, berdasarkan cara kehidupannya dan berdasarkan daerah (sub habitat) Organisme yang ada di perairan terdiri dari kelompok-kelompok Bakteri, Algae, Tumbuhan tingkat tinggi, dan Hewan. Bakteri yang ada di perairan di jumpai ada yang hidup di dasar lumpur, di tanaman, hewan dan detritus. Ada yang obligat aerobics, fakultatif dan ada yang autotrophik, khemosynthetik dan kebanyakan heterotrophik. Sebagian besar dari phytoplankton yang mendiami perairan tersusun dari beberapa jenis algae yaitu antara lain: Cyanophyta, Chlorophyta, Chrysophyta, Euglenophyta dan Pyrrophyta. Tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi yang hidup di perairan digolong-golongkan menurut cara hidupnya menjadi: 
  • a. Tumbuh-tumbuhan yang muncul di atas permukaan air, 
  • b. Tumbuh-tumbuhan berdaun terapung berakar di dasar, 
  • c. Tumbuh-tumbuhan kadang berakar di dasar, kadang dalam air dan daunnya muncul di atas air, 
  • d. Tumbuh-tumbuhan daunnya terapung dan akar tenggelam dalam air, 
  • e. Tumbuh-tumbuhan yang terbenam seluruhnya dalam air (Odum E.P.). 

Adapun hewan-hewan di perairan dikelompokan dalam: 
  1. Protozoa, 
  2. Coelenterata, 
  3. Rotifera, 
  4. Annelida, 
  5. Arthropoda, 
  6. Mollusca, 
  7. Echinodermata, 
  8. Vertebrata. 

Suatu pendekatan yang dapat dilakukan untuk membicarakan lautan yang begitu luas dan organismenya, adalah dengan menentukan perwilayahan di lingkungan lautan baik secara vertikal maupun horizontal. Danau merupakan perairan menggenang dan dapat dikatakan sebagai badan perairan yang semi tertutup yang dilingkupi oleh daratan. Dibagi menjadi dua bagian utama yaitu daerah limnetik dan daerah benthik. Daerah limnetik terdiri atas daerah eufotik dan afotik. Sedangkan daerah benthik terdiri dari daerah litoral dan profundal. Pergerakan air satu arah merupakan ciri suatu sungai. Secara umum terdapat tiga kondisi yang membedakan sungai dari danau yaitu adanya arus, pertukaran tanah dan air yang relatif lebih intensif dan oksigen yang lebih seragam. 

Tempat dalam kajian ilmu hidrobiologi yaitu Estuaria yang merupakan wilayah peralihan antara habitat air tawar dengan habitat laut. Namun sebagian besar dari sifat-sifat biologi dan fisik estuaria bukan merupakan sifat-sifat peralihan antara air tawar dengan laut, tetapi merupakan sifat-sifat unik dengan diversifikasi spesies yang rendah dan kepadatan populasi tinggi. 
  • a. Ekosistem estuari ada didaerah percampuran air laut dengan air sungai. Salinitas air di estuari lebih rendah dibanding air laut, tetapi lebih tinggi dibanding air tawar, yaitu sekitar 5-25 ppm. Di ekosistem estuari dapat ditemukan tipe ekosistem yang khas, yaitu padang lamun dan hutan mangrove.
  • b. Ekosistem Padang lamun, Padang lamun adalah pantai yang biasanya ditumbuhi seagrass. Tumbuhan ini memiliki serabut akar dan rizom, batang, daun, bunga bahkan berbiah. Seagrass berbeda dengan alga karena mempunyai sistem reproduksi dan pertumbuhan yang sangat khas. Seagrass tumbuh menyebar di padang rumput di dalam air dengan perpanjangan rizom. Hewan yang ada di padang lamun yaitu duyung, bulu babi, kepiting renang, penyu dan udang.
  • c. Ekosistem Hutan Mangrove, ekosistem hutan mangrove terdapat didaerah tropis hingga subtropis. Ekosistem ini didominasi oleh tanaman bakau, kayu api, dan bogem. Tumbuhan bakau memiliki akar yang sangat kuat dan rapat untuk bisa bertahan di lingkungan yang berlumpu yang mudah goyah oleh hempasan air laut. Akar napasnya berfungsi untuk mengambil oksigen langsung dari udar. Tumbuhan bakau juga memiliki buah dengan biji vivipar yang berkecambah dan memiliki akar yang panjang saat masih di dalam buah sehingga langsung tumbuh ketika jatuh ke lumpur. Kelompok hewan yang hidup di ekosistem ini yaitu buaya, ikan, biawak, siput, kesrang, kepiting, burung, dan udang. Hutan mangrove banyak terdapat di pesisir Pulau Jawa, Sumatra, Papua, Kalimantan, Bali, Papua, dan Sumbawa.
  • d. Ekosistem Pantai Pasir Ekosistem pantai pasir terdiri atas hamparan pasir yang selalu terkena deburan ombak. Di tempat ini selalu angin bertiup kencang dan cahaya matahari yang selalu bersinar kuat di siang hari. Kemudian tumbuhan atau vegetasi yang dominan diekosistem pantai pasir ini yaitu formasi pes-caprae, vigna marina dan spinifex littoreus. Formasi Barringtonia, terdiri atas pohon dan perdu, semisal Barringtonia asiativa, erythrina, hibiscus tiliaceus, terminalia catappa dan hernandia. Hewan yang hidup di pantai pasir seperti burung dan kepiting. Pantai pasir terdapat di Lombok, papua, bengkulu, bantul dan bali.
  • e. Ekosistem pantai batu memiliki banyak bongkahan batu besar maupun kecil. Organisme yang paling dominan di ekosistem pantai batu yaitu ganggang merah, siput, ganggang cokelat, burung dan kepiting. Ekosistem pantai batu banyak terdapat di pantai selatan jawa, Bali, Nusa tenggara, maluku dan Sumatra (Davis C.C. : 1995).

Organism yang hidup di daerah akuatik: 
1. Distribusi Organisme di Perairan Menggenang 
Pada zona litoral, produser utamanya adalah tanaman yang berakar (anggota spermatophyta) dan tanaman yang tidak berakar (fitoplankton, ganggang dan tanaman hijau yang mengapung). Sedangkan konsumernya meliputi beberapa larva serangga air seperti, platyhelminthes, rotifer, oligochaeta, moluska, amphibi, ikan, penyu, ular dan lain sebagainya. Pada zone limnetik, produsernya terutama fitoplankton dan tumbuhan air yang terapung bebas seperti, water hyacinth (Eichornia crassipes), Cerratophyllum sp, Utricularia sp, Hydrilla verticillata, duckweed (Lemna spp); dan vascular plants, seperti: Equisetum sp; Ioetes sp dan Azolla sp. Sedangkan konsumernya meliputi zooplankton dari copepoda, rotifera dan beberapa jenis ikan. 

Pada zona profundal, banyak dihuni oleh jenis-jenis bakteri dan fungi, cacing darah, yang meliputi larva chironomidae, dan annelida yang banyak mengandung haemoglobin, jenis-jenis kerang kecil seperti anggota famili sphaeridae dan larva “phantom” atau Chaoboras (corethra). Rantai makanan adalah suatu transfer energi dari tumbuhan melalui serangkaian organisme dengan jalan makan-memakan. Pada tiap transfer ada 80-90% energi potensial yang hilang sebagai panas. Oleh karena itu rantai makanan dalam satu deretan jumlahnya terbatas, biasanya 4 – 5 tingkat. Makin pendek rantai makanan, maka lebih banyak tersedia energi yang dapat dimanfaatkan. 

1. Kelompok Organisme di Perairan Mengalir 
  • a. Bentuk kehidupan tumbuhan yang terdapat pada perairan mengalir ada dua tipe, yaitu makrofita dan mikrofita. 
  • b. Adaptasi struktural dari tumbuhan air dapat berupa pengurangan jaringan kayu, tangkai yang tipis dan ringan, daun seperti benang, pembentukan organ khusus, produksi turion, dan lainnya. 
  • c. Adaptasi struktural dari algae pada perairan mengalir dengan cara melekatkan diri pada suatu substrat, bergerombol, dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan diri pada arus yang kuat. 
  • d. Adaptasi struktural dari hewan invertebrata pada perairan mengalir dengan cara bertaut secara permanen pada suatu substrat, bantuan alat kait atau pelekat, bentuk tubuh yang sesuai dengan habitat, bentuk tubuh yang pipih, bersifat rheotaksis positif, dan thigmotaksis positif. 
  • e. Adaptasi struktural dari hewan invertebrata pada perairan mengalir dengan cara mereduksi atau mengurangi fungsi kaki dan alat untuk melekatkan diri.
  • f. Contoh dari kelompok Protozoa yang mudah berubah bentuk adalah Amoeba sp., dan lainnya.
  • g. Contoh dari kelompok Pisces yang terdapat pada perairan yang mengalir adalah Lepidocephalus spectrum, dan lainnya (Fachru Melati : 2007).

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 
  1. Perkembangan hidrobiologi diawali dengan ditemukannya mikroskop dan plankton net. Plankton merupakan organisme yang melayang-layang dalam air dan mudah terbawa oleh arus air. Organisme ini penting dalam pola rantai makanan di perairan, khususnya phytoplankton yang menjadi primer produser yang paling berperan di perairan. Hidrobiologi merupakan salah satu ilmu yang mempelajari semua yang hidup di air. Dengan perkataan lain hidrobiologi adalah bagian dari ilmu biologi yang harus memperhatikan organisme di air, sehingga dikatakan sebagai biologi perairan.
  2. Organisme yang ada di perairan terdiri dari kelompok-kelompok Bakteri, Algae, Tumbuhan tingkat tinggi, dan Hewan. Bakteri yang ada di perairan di jumpai ada yang hidup di dasar lumpur, di tanaman, hewan dan detritus. Ada yang obligat aerobics, fakultatif dan ada yang autotrophik, khemosynthetik dan kebanyakan heterotrophik. Sebagian besar dari phytoplankton yang mendiami perairan tersusun dari beberapa jenis algae yaitu antara lain: Cyanophyta, Chlorophyta, Chrysophyta, Euglenophyta dan Pyrrophyta. Kelompok hewan lainnya seperti protozoa, coelenterata, rotifera, annelida, arthropoda, mollusca, echinodermata, vertebrata.

DAFTAR PUSTAKA 
Davis C.C. 1995. The Marine and Fresh Water Plankton (terjemahan). USA

Michigan State Univeersity Press.

Ewusie. J.Y. 1990. Pengantar Ekologi Tropika (terjemahan). Bandung : ITB Press.

Fachru Melati Ferianita. 2007. Metode Sampling Bioteknologi. Jakarta : Bumi Aksara.

McNaughton S.J. & Larry L. Wolf. 1990. Ekologi Umum 2nd. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Nybakken J.W. 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Odum E.P. 1971. Fundamentals of Ecology 3rd. Philadelphia : W.B. Sounders co .

Odum E.P. 1998. Dasar-dasar Ekologi (terjemahan) 3rd. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.