MAKALAH SINTESIS PROTEIN - ElrinAlria
MAKALAH SINTESIS PROTEIN

MAKALAH SINTESIS PROTEIN
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Protein merupakan bahan yang sangat penting bagi struktur dan fungsi sel-sel makhluk hidup. Contohnya, protein struktural digunakan sebagai penyusun membran sel, sedangkan protein fungsional (misalnya, enzim) digunakan sebagai biokatalisator untuk berbagai proses sintesis dari sel. Protein tersusun atas satu atau lebih rantai polinukleotida. Polinukleotida tersusun atas beberapa peptide. Adapun peptida tersusun atas banyak asam amino. 

Sintesis protein menggunakan kombinasi berbagai jenis asam amino untuk menghasilkan beragam jenis protein yang berbeda. Diperlukan bahan dasar berupa 20 macam asam amino, pelaksana berupa mRNA, tRNA, dan rRNA; sumber energi berupa ATP; dikatalis oleh enzim polimerase.

Ada banyak tahapan antara ekspresi genotip ke fenotip.Gen-gen tidak dapat langsung begitu saja menghasilkan fenotip-fenotip tertentu misalnya warna hijau, bentuk biji yang lonjong, atau celah pada dagu.fenotip suatu individu ditentukan oleh aktivitas enzim.enzim yang berbeda akan menimbulkan fenotip yang berbeda.Perbedaan satu enzim dengan enzim lainnya ditentukan oleh jumlah jenis dan susuna asam amino penyusu protein enzim. Pembentukan asam amino tersebut ditntukan oleh gen atau DNA.

Ekspresi gen merupakan proses di mana informasi yang dikode di dalam gen diterjemahkan menjadi urutan asam amino selama sintesis protein.Ekspresi gen merupakan sintesis protein yang terdiri dari dua tahap.tahap pertama, urutan rantai nukleotida template ( cetakan) dari suatu DNA untai molekul RNA. Proses ini disebut transkripsi dan berlangsung dalam inti sel. Tahap kedua, merupakan sintesis polipeptida dengan urutan spesifik berdasarkan rantai RNA yang di buat pada tahapan pertama.Proses ini disebut translasi.Proses tersebut membutuhkan pengikat dan pergerakan ribosom di sitoplasma pada sepanjang rantai RNA untuk menterjemah urutan nukleotida rantai RNA tersebut menjadi urutan asam amino untuk membentuk rantai polipeptida. Pada proses ini digunakan istilah penerjemah karena bahasa pada nukleotida RNA diterjemahkan menjadi bahasa baru, yaitu bahasa asam amino suatu protein.
Maka dalam makalah ini akan dijelaskan secara lebih terperinci lagi tentang sintesis protein.

1.2 Rumusan Masalah
  1. Bagaimanakah dogma sentral biologi itu ? 
  2. Bagaimanakah tahapan dari sintesis protein itu ? 

1.3 Tujuan Penulisan
  1. Untuk mendeskripsikan dogma sentral biologi. 
  2. Untuk mendeskripsikan tahapan dari sintesis protein 

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Dogma Sentral Biologi 
Protein adalah suatu makromolekul yang disusun oleh berbagai asam amino. Sedangkan, enzim adalah protein yang mempunyai kemampuan sebagai katalisator reaksi biokimia dalam proses metabolisme seluler. Berdasarkan hasil penelitian Beadle dan Tatum (1941), gen mengendalikan proses metabolisme atau kehidupan individu melalui proses pengendalian enzim. Jadi, perubahan struktur gen dapat menyebabkan perubahan struktur protein pada tingkat asam amino, yang selanjutnya akan menyebabkan perubahan dalam proses metabolisme.

Sintesis protein adalah penyusunan amino pada rangkaian polipeptida. Dalam proses tersebut melibatkan DNA sebagai pembuat rantai polinukleotida. Meskipun begitu, DNA tidak dapat secara langsung menyusun rantai polinukleotida karena harus melalui RNA. DNA merupakan bahan informasi genetik yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi, suatu konsep dasar hereditas yang menentukan ciri spesifik suatu jenis yang menunjukan adanya aliran informasi bahan genetik dari DNA ke asam amino (protein). Konsep tersebut dikenal sebagai dogma sentral biologi atau sumber seluruh informasi biologi. Dalam dogma tersebut terlihat dengan jelas peran DNA dan RNA dalam sintesis protein. 

Bentuk ringkas dogma sentral biologi adalah : 
MAKALAH SINTESIS PROTEIN

Berdasarkan diagram di atas dapat kita simpulkan bahwa materian genetika sel berupa DNA menjadi pusat dogma sentral biologi. Ke arah kiri, DNA mampu bereplikasi menghasilkan DNA baru. Ke arah kanan DNA bertanggung jawab mengawasi pembuatan RNA (transkripsi), sementara RNA senderi terlibat dalam sintesis protein (translasi) 

Replikasi DNA terjadi di dalam sel saat persiapan untuk proses pembelahan sel, baik mitosis maupun miosis. Tanpa replikasi, sel-sel anak tidak akan menerima kumpulan informasi yang dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan. Proses transkripsi membentuk rantai RNA, yaitu salinan dari segmen DNA yang terbentuk. 

Sebagian molekul RNA yang terbentuk terlibat dalam beragam proses biokimia, sisanya digunakan dalam translasi informasi RNA menjadi protein. 

2.2 Tahapan Sintesis Protein
Ekspresi gen merupakan proses penerjemah gen menjadi urutan asam amino. Peristiwa ini terjadi pada saat sintesis protein. Ada dua tahapan dalam sintesis protein. Tahap pertama, kode genetik dalam DNA disalin dan menghasilkan satu rantai molekul RNA. Proses ini disebut transkripsi dan berlangsung di dalam inti sel. Tahap kedua merupakan sintesis polipeptida dengan urutan spesifik berdasarkan rantai RNA yand dibuatpada tahap pertama.proses ini disebut translasi.

Sintesis protein membutuhkan bahan dasar asam amino dan berlangsung didalam inti sel dan ribosom. Secara garis besar sintesis protein berlangsung melalui dua tahap, yaitu transkripsi dan translasi.

a. Transkripsi
Transkripsi adalah pembentuan mRNA dari salah satu pita DNA dengan bantuan enzim RNA polymerase. mRNA membawa pesan DNA untuk memilih polipeptida yang sesuai dengan sintesis protein. 

Informasi genetic dicetak dalam bentuk kode kode oleh DNA di dalam inti sel. Pembawa informasi atau kode ini adalah mRNA. Kode-kode tercermin pada urutan pengulangan basa nitrogen yang teratur dalam mRNA. Ini berarti kode tersebut adalah mRNA itu sendiri. 

Tahapan transkripsi adalah sebagai berikut. 
  1. RNA polymerase melekat pada molekul DNA sehingga menyebabkan sebagian dari pita double helix terbuka. 
  2. Akibat terbukanya pita DNA, basa-basa pada salah satu pita menjadi 
  3. bebas, sehingga memberi kesempatan basa-basa pasangannya menyusun mRNA. Misalnya :timin (T) dari DNA akan membentuk adenin (A) pada mRNA; sitosin (C) pada DNA akan membentuk guanine (G) pada mRNA, dan seterusnya. Oleh karena enzim RNA polymerase bergerak di sepanjang pita DNA yang menjadi model, maka jumlah mRNA yang dihasilkan dari transkripsi dapat melebihi DNA. DNA yang melakukan transkripsi adalah DNA sense. 
  4. mRNA yang sudah selesai dicetak akan meninggalkan inti sel menuju sitoplasma dan melekat pada ribosom. Ribosom adalah granula-granula dalam sitoplasma yang berperan penting dalam sintesis protein, biasanya berderet empat atau lima dan disebut polisom. 

a. Translasi 
Translasi adalah Proses penerjemahan kode genetik yang dibawa mRNA dengan bantuan tRNA ke dalam urutan asam amino. 
Tahapan translasi adalah sebagai berikut: 
  1. Pemindahan asam amino dari sitoplasma ke ribosom dilakukan oleh tRNA. Asam amino terlebih dahulu diaktifkan dengan ATP, proses ini dipengaruhi oleh enzim asam amino asil sintetase. Hasilnya berupa aminoasil adenosine monofosfat (AA-AMP) dan fosfat organik. 
  2. AA-AMP diikat oleh tRNA untuk di bawa ke ribosom. 
  3. Ujung bebas tRNA memiliki tiga basa nitrogen pada salah satu sisi yang dapat mengikat asam amino tertentu yang telah diaktifkan. Bagian tersebut disebut antikodon, yang nantinya berhubungan dengan tiga basa yang disebut kodon pada pita mRNA. 
  4. mRNA kemudian melekat di ribosom. Anti kodon harus sesuai dengan 
  5. pasangan basa dari kodon. Jika suatu unit tRNA melepaskan asam amino, ribosom akan bergerak di sepanjang mRNA ke tiga basa berikutnya di mana tRNA lainnya dengan asam amino telah melekat 
  6. tRNA yang telah melepaskan asam amino kemudian meninggalkan ribosom. tRNA tersebut bebas dalam sitoplasma yang selanjutnya mengikat asam amino lain semacam yang telah di aktifkan oleh ATP. tRNA dengan asam amino ini datang ke ribosom untuk melepaskan asam amino ke mRNA. Demikian seterusnya sehingga dalam polisom terangkai bermacam-macam asam amino yang kemudian tersusun menjadi protein. 
MAKALAH SINTESIS PROTEIN


Jadi, dalam ribosom berlangsung penerjemahan urutan nukleotida DNA ke dalam bentuk protein. Urutan singkat sintesis protein adalah seperti berikut : 
  1. DNA membentuk mRNA untuk membawa kode sesuai urutan basa Nitrogennya. 
  2. mRNA meninggalkan inti sel,dan pergi ke ribosom dalam sitoplasma. 
  3. tRNA datang membawa asam amino yang sesuai dengan kode yang di bawa oleh mRNA. tRNA ini bergabung dengan mRNA sesuai dengan kode pasangan basa Nitrogennya . 
  4. Asam-asam amino akan berjajar dalam urutan yang sesuai dengan kodenya, sehingga terbentuklah protein yang diharapkan. 
  5. Protein yang terbentuk merupakan enzim yang mengatur metabolisme sel dan reproduksi 

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan 
Berdasarkan pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistesis protein terjadi di inti sel yang berlangsung dalam dua tahap, yaitu transkripsi (pemindahan informasi genetic dari DNA ke RNA) dan translasi (pemindahan informasi genetik dari RNA membentuk protein). Proses transkripsi tidak menimbulkan perubahan kode genetik karena DNA dan RNA adalah komplementer. Sedangkan proses translasi menimbulkan perubahan kode genetik, yaitu dari urutan nukleotida ke urutan asam amino. 

Untuk lebih mempermudah pemahaman tentang sintesis protein, berikut adalah ilustrasi sintesis protein dalam sebuah cerita. 

Di negara sitoplasma, tepatnya di rumah yang dijuluki sebagai rumah Nukleus, DNA adalah anak perempuan berumur 7 tahun yang tumbuh (dengan proses transkripsi) menjadi mRNA (wanita berumur 25 tahun). tRNA (seorang pria) bertemu dengan mRNA di jalan Ribosom dan akhirnya mereka menikah (penyatuan kodon dan anti kodon). Untuk membeli rumah di jalan Ribosom, tRNA harus membayar dengan asam amino (anggap ini sebagai uang). Karena ia hanya memiliki sedikit asam amino dalam satu kali kerja maka ia membayarnya secara berkala. Dalam jangka waktu tertentu lahirlah anak kembar (polipeptida) yang mereka sebut dengan protein. 

3.2 Saran 
Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa sintesis protein sangat erat kaitannya, dengan pembawaan sifat pada keturunan . 
Oleh karena itu,melalui makalah ini kami sebagai penyusun mengajak para pembaca dan pendengar untuk dapat mengambil pengetahuan dari materi yang telah kami sampaikan tadi . 

DAFTAR PUSTAKA
Aryulina, Diah (dkk).2004. Biologi SMA dan MA untuk kelas XII.Jakarta : Erlangga

Windarsih, Gut dan Rohana kusumawati.2009.PR Biologi SMA/ MA kelas XII semester 1.Klaten: Intan Pariwara

MAKALAH SINTESIS PROTEIN

MAKALAH SINTESIS PROTEIN

MAKALAH SINTESIS PROTEIN
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Protein merupakan bahan yang sangat penting bagi struktur dan fungsi sel-sel makhluk hidup. Contohnya, protein struktural digunakan sebagai penyusun membran sel, sedangkan protein fungsional (misalnya, enzim) digunakan sebagai biokatalisator untuk berbagai proses sintesis dari sel. Protein tersusun atas satu atau lebih rantai polinukleotida. Polinukleotida tersusun atas beberapa peptide. Adapun peptida tersusun atas banyak asam amino. 

Sintesis protein menggunakan kombinasi berbagai jenis asam amino untuk menghasilkan beragam jenis protein yang berbeda. Diperlukan bahan dasar berupa 20 macam asam amino, pelaksana berupa mRNA, tRNA, dan rRNA; sumber energi berupa ATP; dikatalis oleh enzim polimerase.

Ada banyak tahapan antara ekspresi genotip ke fenotip.Gen-gen tidak dapat langsung begitu saja menghasilkan fenotip-fenotip tertentu misalnya warna hijau, bentuk biji yang lonjong, atau celah pada dagu.fenotip suatu individu ditentukan oleh aktivitas enzim.enzim yang berbeda akan menimbulkan fenotip yang berbeda.Perbedaan satu enzim dengan enzim lainnya ditentukan oleh jumlah jenis dan susuna asam amino penyusu protein enzim. Pembentukan asam amino tersebut ditntukan oleh gen atau DNA.

Ekspresi gen merupakan proses di mana informasi yang dikode di dalam gen diterjemahkan menjadi urutan asam amino selama sintesis protein.Ekspresi gen merupakan sintesis protein yang terdiri dari dua tahap.tahap pertama, urutan rantai nukleotida template ( cetakan) dari suatu DNA untai molekul RNA. Proses ini disebut transkripsi dan berlangsung dalam inti sel. Tahap kedua, merupakan sintesis polipeptida dengan urutan spesifik berdasarkan rantai RNA yang di buat pada tahapan pertama.Proses ini disebut translasi.Proses tersebut membutuhkan pengikat dan pergerakan ribosom di sitoplasma pada sepanjang rantai RNA untuk menterjemah urutan nukleotida rantai RNA tersebut menjadi urutan asam amino untuk membentuk rantai polipeptida. Pada proses ini digunakan istilah penerjemah karena bahasa pada nukleotida RNA diterjemahkan menjadi bahasa baru, yaitu bahasa asam amino suatu protein.
Maka dalam makalah ini akan dijelaskan secara lebih terperinci lagi tentang sintesis protein.

1.2 Rumusan Masalah
  1. Bagaimanakah dogma sentral biologi itu ? 
  2. Bagaimanakah tahapan dari sintesis protein itu ? 

1.3 Tujuan Penulisan
  1. Untuk mendeskripsikan dogma sentral biologi. 
  2. Untuk mendeskripsikan tahapan dari sintesis protein 

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Dogma Sentral Biologi 
Protein adalah suatu makromolekul yang disusun oleh berbagai asam amino. Sedangkan, enzim adalah protein yang mempunyai kemampuan sebagai katalisator reaksi biokimia dalam proses metabolisme seluler. Berdasarkan hasil penelitian Beadle dan Tatum (1941), gen mengendalikan proses metabolisme atau kehidupan individu melalui proses pengendalian enzim. Jadi, perubahan struktur gen dapat menyebabkan perubahan struktur protein pada tingkat asam amino, yang selanjutnya akan menyebabkan perubahan dalam proses metabolisme.

Sintesis protein adalah penyusunan amino pada rangkaian polipeptida. Dalam proses tersebut melibatkan DNA sebagai pembuat rantai polinukleotida. Meskipun begitu, DNA tidak dapat secara langsung menyusun rantai polinukleotida karena harus melalui RNA. DNA merupakan bahan informasi genetik yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi, suatu konsep dasar hereditas yang menentukan ciri spesifik suatu jenis yang menunjukan adanya aliran informasi bahan genetik dari DNA ke asam amino (protein). Konsep tersebut dikenal sebagai dogma sentral biologi atau sumber seluruh informasi biologi. Dalam dogma tersebut terlihat dengan jelas peran DNA dan RNA dalam sintesis protein. 

Bentuk ringkas dogma sentral biologi adalah : 
MAKALAH SINTESIS PROTEIN

Berdasarkan diagram di atas dapat kita simpulkan bahwa materian genetika sel berupa DNA menjadi pusat dogma sentral biologi. Ke arah kiri, DNA mampu bereplikasi menghasilkan DNA baru. Ke arah kanan DNA bertanggung jawab mengawasi pembuatan RNA (transkripsi), sementara RNA senderi terlibat dalam sintesis protein (translasi) 

Replikasi DNA terjadi di dalam sel saat persiapan untuk proses pembelahan sel, baik mitosis maupun miosis. Tanpa replikasi, sel-sel anak tidak akan menerima kumpulan informasi yang dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan. Proses transkripsi membentuk rantai RNA, yaitu salinan dari segmen DNA yang terbentuk. 

Sebagian molekul RNA yang terbentuk terlibat dalam beragam proses biokimia, sisanya digunakan dalam translasi informasi RNA menjadi protein. 

2.2 Tahapan Sintesis Protein
Ekspresi gen merupakan proses penerjemah gen menjadi urutan asam amino. Peristiwa ini terjadi pada saat sintesis protein. Ada dua tahapan dalam sintesis protein. Tahap pertama, kode genetik dalam DNA disalin dan menghasilkan satu rantai molekul RNA. Proses ini disebut transkripsi dan berlangsung di dalam inti sel. Tahap kedua merupakan sintesis polipeptida dengan urutan spesifik berdasarkan rantai RNA yand dibuatpada tahap pertama.proses ini disebut translasi.

Sintesis protein membutuhkan bahan dasar asam amino dan berlangsung didalam inti sel dan ribosom. Secara garis besar sintesis protein berlangsung melalui dua tahap, yaitu transkripsi dan translasi.

a. Transkripsi
Transkripsi adalah pembentuan mRNA dari salah satu pita DNA dengan bantuan enzim RNA polymerase. mRNA membawa pesan DNA untuk memilih polipeptida yang sesuai dengan sintesis protein. 

Informasi genetic dicetak dalam bentuk kode kode oleh DNA di dalam inti sel. Pembawa informasi atau kode ini adalah mRNA. Kode-kode tercermin pada urutan pengulangan basa nitrogen yang teratur dalam mRNA. Ini berarti kode tersebut adalah mRNA itu sendiri. 

Tahapan transkripsi adalah sebagai berikut. 
  1. RNA polymerase melekat pada molekul DNA sehingga menyebabkan sebagian dari pita double helix terbuka. 
  2. Akibat terbukanya pita DNA, basa-basa pada salah satu pita menjadi 
  3. bebas, sehingga memberi kesempatan basa-basa pasangannya menyusun mRNA. Misalnya :timin (T) dari DNA akan membentuk adenin (A) pada mRNA; sitosin (C) pada DNA akan membentuk guanine (G) pada mRNA, dan seterusnya. Oleh karena enzim RNA polymerase bergerak di sepanjang pita DNA yang menjadi model, maka jumlah mRNA yang dihasilkan dari transkripsi dapat melebihi DNA. DNA yang melakukan transkripsi adalah DNA sense. 
  4. mRNA yang sudah selesai dicetak akan meninggalkan inti sel menuju sitoplasma dan melekat pada ribosom. Ribosom adalah granula-granula dalam sitoplasma yang berperan penting dalam sintesis protein, biasanya berderet empat atau lima dan disebut polisom. 

a. Translasi 
Translasi adalah Proses penerjemahan kode genetik yang dibawa mRNA dengan bantuan tRNA ke dalam urutan asam amino. 
Tahapan translasi adalah sebagai berikut: 
  1. Pemindahan asam amino dari sitoplasma ke ribosom dilakukan oleh tRNA. Asam amino terlebih dahulu diaktifkan dengan ATP, proses ini dipengaruhi oleh enzim asam amino asil sintetase. Hasilnya berupa aminoasil adenosine monofosfat (AA-AMP) dan fosfat organik. 
  2. AA-AMP diikat oleh tRNA untuk di bawa ke ribosom. 
  3. Ujung bebas tRNA memiliki tiga basa nitrogen pada salah satu sisi yang dapat mengikat asam amino tertentu yang telah diaktifkan. Bagian tersebut disebut antikodon, yang nantinya berhubungan dengan tiga basa yang disebut kodon pada pita mRNA. 
  4. mRNA kemudian melekat di ribosom. Anti kodon harus sesuai dengan 
  5. pasangan basa dari kodon. Jika suatu unit tRNA melepaskan asam amino, ribosom akan bergerak di sepanjang mRNA ke tiga basa berikutnya di mana tRNA lainnya dengan asam amino telah melekat 
  6. tRNA yang telah melepaskan asam amino kemudian meninggalkan ribosom. tRNA tersebut bebas dalam sitoplasma yang selanjutnya mengikat asam amino lain semacam yang telah di aktifkan oleh ATP. tRNA dengan asam amino ini datang ke ribosom untuk melepaskan asam amino ke mRNA. Demikian seterusnya sehingga dalam polisom terangkai bermacam-macam asam amino yang kemudian tersusun menjadi protein. 
MAKALAH SINTESIS PROTEIN


Jadi, dalam ribosom berlangsung penerjemahan urutan nukleotida DNA ke dalam bentuk protein. Urutan singkat sintesis protein adalah seperti berikut : 
  1. DNA membentuk mRNA untuk membawa kode sesuai urutan basa Nitrogennya. 
  2. mRNA meninggalkan inti sel,dan pergi ke ribosom dalam sitoplasma. 
  3. tRNA datang membawa asam amino yang sesuai dengan kode yang di bawa oleh mRNA. tRNA ini bergabung dengan mRNA sesuai dengan kode pasangan basa Nitrogennya . 
  4. Asam-asam amino akan berjajar dalam urutan yang sesuai dengan kodenya, sehingga terbentuklah protein yang diharapkan. 
  5. Protein yang terbentuk merupakan enzim yang mengatur metabolisme sel dan reproduksi 

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan 
Berdasarkan pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistesis protein terjadi di inti sel yang berlangsung dalam dua tahap, yaitu transkripsi (pemindahan informasi genetic dari DNA ke RNA) dan translasi (pemindahan informasi genetik dari RNA membentuk protein). Proses transkripsi tidak menimbulkan perubahan kode genetik karena DNA dan RNA adalah komplementer. Sedangkan proses translasi menimbulkan perubahan kode genetik, yaitu dari urutan nukleotida ke urutan asam amino. 

Untuk lebih mempermudah pemahaman tentang sintesis protein, berikut adalah ilustrasi sintesis protein dalam sebuah cerita. 

Di negara sitoplasma, tepatnya di rumah yang dijuluki sebagai rumah Nukleus, DNA adalah anak perempuan berumur 7 tahun yang tumbuh (dengan proses transkripsi) menjadi mRNA (wanita berumur 25 tahun). tRNA (seorang pria) bertemu dengan mRNA di jalan Ribosom dan akhirnya mereka menikah (penyatuan kodon dan anti kodon). Untuk membeli rumah di jalan Ribosom, tRNA harus membayar dengan asam amino (anggap ini sebagai uang). Karena ia hanya memiliki sedikit asam amino dalam satu kali kerja maka ia membayarnya secara berkala. Dalam jangka waktu tertentu lahirlah anak kembar (polipeptida) yang mereka sebut dengan protein. 

3.2 Saran 
Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa sintesis protein sangat erat kaitannya, dengan pembawaan sifat pada keturunan . 
Oleh karena itu,melalui makalah ini kami sebagai penyusun mengajak para pembaca dan pendengar untuk dapat mengambil pengetahuan dari materi yang telah kami sampaikan tadi . 

DAFTAR PUSTAKA
Aryulina, Diah (dkk).2004. Biologi SMA dan MA untuk kelas XII.Jakarta : Erlangga

Windarsih, Gut dan Rohana kusumawati.2009.PR Biologi SMA/ MA kelas XII semester 1.Klaten: Intan Pariwara