MAKALAH TRANSPOR AKTIF - ElrinAlria
MAKALAH TRANSPOR AKTIF

BIOFARMASETIKA
MAKALAH TRANSPOR AKTIF
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tubuh makhluk hidup di dunia ini tersusun dari sel-sel yang pada umumnya memerlukan energi berupa makanan untuk dapat terus bertahan hidup. Didalam sel terdapat molekul-molekul penting yang diperlukan oleh tubuh kita, yaitu karbohidrat, protein, lemak, air, mineral dan vitamin. Membran sel ini hampir seluruhnya terdiri dari lapisan lipid ganda dengan banyak sekali molekul protein yang melayang-layang pada lipid, banyak yang menembus lapisan ini sampai ke dalam. Senyawa kimia baik berupa nutrient atau senyawa obat harus melalui berjuta-juta membrane agar dapat masuk dan keluar sel. Senyawa obat harus mencapai reseptor agar dapat menimbulkan aktifitas farmakologik atau mencapai mikroba yang terdapat dalam jaringan sel tubuh manusia. 

Senyawa kimia tersebut dapat berbentuk senyawa organik maupun senyawa anorganik. Senyawa-senyawa ini masuk ke dalam sel melalui membrane sel kemudian diabsorbsi oleh tubuh, begitu pula senyawa obat yang masuk ke dalam tubuh akan mengalami mekanisme transport atau mekanisme transport obat. Mekanisme transport tersebut salah satunya dilakukan dengan transpor aktif. Oleh karena itu, didalam makalah ini penulis akan menjelaskan proses absorbsi dengan menggunakan transpor aktif.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada makalah ini yaitu:
  1. Apa pengertian dari transpor aktif?
  2. Bagaimana mekanisme transpor aktif?
  3. Apa-apa saja senyawa yang dapat diabsorbsi dengan transpor aktif?
  4. Dimana tempat terjadinya proses absorbsi?

C. Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini yaitu:
  1. Untuk mengetahui pengertian transpor aktif
  2. Untuk mengetahui mekanisme traspor aktif
  3. Untuk mengetahui senyawa-senyawa yang dapat diabsorpsi dengan transpor aktif
  4. Untuk mengetahui tempat absorpsi transpor aktif

D. Manfaat
Manfaat dalam penulisan makalah ini yaitu:
  1. Agar dapat mengetahui pengertian transpor aktif
  2. Agar dapat mengetahui mekanisme transor aktif
  3. Agar dapat mengetahui senyawa-senyawa yang dapat diabsorpsi dengan transpor aktif
  4. Agar dapat mengetahui tempat absorpsi transpor aktif

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Transpor Aktif
Transport aktif pertama kali dicetuskan oleh ROSENBERG sebagai sebuah proses yang menyebabkan perpindahan suatu substansi dari sebuah area yang mempunyai potensial elektrokimiawi lebih rendah menuju ke tempat dengan potensial yang lebih tinggi. 

Transpor aktif adalah pergerakan atau pemindahan yang menggunakan energi untuk mengeluarkan dan memasukan ion-ion dan molekul melalui membran sel yang bersifat permeabel dengan tujuan memelihara keseimbangan molekul kecil di dalam sel. Transpor aktif merupakan faktor utama yang menentukan kemampuan suatu sel untuk mempertahankan konsentrasi internal molekul kecil yang berbeda dari konsentrasi lingkungannya.

Karakteristik transport aktif adalah transportasi obat yang melawan suatu gradien konsentrasi, dari konsentrasi obat yang rendah menuju konsentrasi yang tinggi. Oleh karena itu, sistem ini memerlukan suatu asupan energi. Selanjutnya transport aktif akan menghasilkan suatu pembawa yang berikatan dengan obat untuk membentuk kompleks obat – pembawa yang membawa obat dari satu sisi membran menembus sisi lainnya, untuk kemudian terdisosiasi. 

B. Mekanisme Transpor Aktif
Obat harus larut pada tempat absorpsi. Tiap obat memerlukan carrier spesifik. Sebelum diabsorpsi obat berikatan dengan carrier mengikuti teori pengikatan obat-reseptor. Carrier merupakan suatu konstituen membran, enzim atau setidak-tidaknya sebagai substansi proteik, yang mampu membentuk kompleks dengan zat aktif di permukaan membran lalu memindahkannya dan di lepaskan disisi yang lain. Selanjutnya carrier kembali ke tempat semula.

Transport aktif dengan carrier ini memerlukan energi dan ini di peroleh dari hasil hidrolisa ATP di bawah pengaruh ATP ase.
1 ATP → ADP + Energi
Dalam hal ini setiap substansi yang menghalangi atau mencegah reaksi pembentukan energi ini akan berlawanan dengan transport aktif. Misal obat yang mempengaruhi metabolisme sel seperti CN-, F, ion iodium asetat menghambat transport aktif dengan cara non kompetitif. Cara ini melawan gradient konsentrasi dalam hal ini ion-ion melawan potensial elektrokimia membran.

Bila jumlah obat lebih besar dari pada carrier akan terjadi kejenuhan.
Obat + carrier → kompleks Obat-Carrier → bergerak melintasi membrane menggunakan energi ATP → di bagian dalam membrane obat dilepas, carrier kembali ke permukaan luar membran.

Dalam mekanisme transpor aktif, terdapat 4 macam mekanisme, yaitu :
a) Transpor Aktif Primer
Jenis mekanisme transpor aktif ini memerlukan energi dalam bentuk ATP secara langsung untuk membawa molekul melawan gradien konsentrasi. Akibat adanya transpor aktif primer ini membuat terjadinya potensi membran.

MAKALAH TRANSPOR AKTIF

Contoh dari Transpor aktif primer ini adalah transpor ion K yang masuk ke dalam sel, dan menjaga gradien konsentrasi ion K dalam sel lebih besar dari pada di luar sel. Sebaliknya terjadi pada ion Na yang dijaga konsentrasi didalam sel lebih rendah dari pada diluar sel. Mekanisme transpor ini juga sering disebut sebagai Sodium-Potassium pump.

b) Transpor Aktif Sekunder
Memiliki energi yang bebas dipakai karena mekanisme ini menggunakan energi secara berkala. Energi yang tersimpan dalam mekanisme ini dalam bentuk gradien konsentrasi ion. Pada transpor aktif sekunder, terjadinya bergantung kepada potensi membran yang ada dan bergantung pada adanya transpor aktif sekunder.

MAKALAH TRANSPOR AKTIF

Contoh dari transpor aktif adalh transpor asam amino dan glukosa melewati membran plasma dengan suatu protein khusus. Pada glukosa, disebut sebagai GLUT-4 (Glucose Transporter 4). Pengangkutan tersebut berbarengan dengan difusinya molekul ion Na+ yang menggunakan transpor aktif primer yang memungkinkan adanya potensi membran untuk mendukung adanya transpor aktif sekunder. Ada beberapa sub mekanisme transpor aktif sekunder, diantaranya adalah :

I. Transpor aktif sekunder co-Transport.
Yang disebut sebagai co-transpor pada proses transpor aktif sekunder adalah ketika pendistribusian masuk sel molekul asam amino dan glukos menggunakan protein khusus dan berbarengan dengan masuknya ion nartium kedalam sel. Hal tersebut menyediakan potensial membran, mengingat transpor natrium merupakan transpor aktif primer. Hal tersebut terus terjadi meskipun konsentrasi glukosa dan asam amino dalam sel lebih tinggi. Karena molekul glukosa dan asam amino tersebut masuk karena menggunakan sebagian energi datri transpor natrium.

II. Transpor aktif sekunder counter Transport. (Exchange)
Dalam counter transpor berlangsung pertukaran partikel, yaitu ketika molekul ion natrium masuk kedalam sel, ada molekul yang akan seketika itu juga keluar dari sel. Semisal adalah Na-Ca exchange yang terjadi ketika 1 ion Ca ditranspor keluar sel, maka akan ada 3 molekul Na yang akan masuk ke dalam sel. Selain Na-Ca, ada pula NA-H, yang akan mentranspor 1 ion Natrium ketika beberapa jumlah hidrogen keluar dalam sel. Dalam kasus ini, transpor aktif sekunder counter transpor telah berjasa mengatur kadar PH dalam sel.

Proses ini terjadi bila molekul besar melewati membran plasma secara eksositosis dan endositosis.

Endositosis
Endositosis merupakan proses pemasukan zat kedalam sel. Proses ini tergolong transport aktif karena melawan kadar gradien (dari konsentrasi rendah kekonsentrasi tinggi) dan memerlukan energi sel. 
Endositosis terdiri tiga jenis, yaitu :
  1. Fagositosis (pemakan seluler), sel menelan suatu partikel dengan pseudopod yang membalut disekeliling partikel tersebut dan membungkusnya di dalam kantong berlapis-membran yang cukup besar untuk digolongkan sebagai vakuola. Partikel itu dicerna setelah vakuola bergabung dengan lisosom yang mengandung enzim hidrolitik. 
  2. Pinositosis (peminum seluler), sel “meneguk” tetesan fluida ekstraseluler dalam vesikula kecil. Karena salah satu atau seluruh zat terlarut yang larut dalam tetesan tersebut dimasukkan ke dalam sel, pinosistosis tidak spesifik dalam substansi yang ditranspornya. 
  3. Endositosis yang diperantarai reseptor, yang tertanam dalam membran adalah protein dengan tempat reseptor spesifik yang dipaparkanke fluide ekstraseluler. Ekstraseluler yang terkait pada reseptor disebut ligan, yaitu satu istilah umum untuk setiap molekul yang terkait khususnya pada tempat resptor moleku lain. Protein resptor biasanya mengelompok dalam daerah membran yang disebut lubang terlapisi, yang isi sitoplasmiknya dilapisi oleh lapisan protein samar. Protein pelapis ini mungkin membantu memperdalam lubang dalam membentuk vesikula. Endositosis yang diperantarai reseptor memungkinkan sel dapat memperoleh substansi spesifik dalam jumlah yang melimpah sekalipun substansi itu mungkin saja konsentrasinya tidak tinggi dalam fluida seluler Misalnya, sel manusia menggunakan proses ini untuk menyerap kolesterol dan digunakan dalam sintesis membran dan sebagai prekursor untuk sintesis steroid lainnya.
MAKALAH TRANSPOR AKTIF


Eksositosis
Eksositosis merupakan proses sel mensekresi makromolekul dengan cara menggabungkan vesikula dengan membran plasma, vesikula transport yang terlepas dari apatatus golgi dipindahkan oleh sitoskeleton ke membran plasma. Ketika membran vesikula dan membran plasma bertemu, molekul lipid bilayer menyusun ulang dirinya sendiri sehingga kedua membran bergabung. Kandungan vesikula kemudian tumpah kedalam sel.

Banyak sel sekretoris menggunakan eksositosis untuk mengirim keluar produk-produk yang dihasilkan oleh sel sekretoris tersebut. Misalnya, sel tertentu dalam pankreas menghasilkan hormon insulin dan menekresikannnya kedalam darah melalui eksositosis. Contoh lain adalah neuron atau sel saraf, yang menggunakan eksositosis untuk melepaskan sinyal kimiawi yang merangsang sel otot. Ketika sel tumbuhan sedang membuat diding sel, eksositois mengeluarkan karbohidrat dari vesikula golgi kebagian luar selnya.

MAKALAH TRANSPOR AKTIF

Salah satu contoh proses transpor aktif adalah pompa natrium-kalium. Normalnya, konsentrasi K+ di dalam sel adalah sekitar 100 mM, sedangkan di luar sel hanya 5 mM. Konsekuensinya, gradien konsentrasi yang tinggi akan mendukung difusi K+ keluar sel. Ion natrium juga terdistribusi tidak seimbang, Konsentrasi ion Na+ di luar sel adalah sekitar 150 mM dan 10-20 mM di dalam sel. Perbedaan Konsentrasi ion Ca2+ bahkan lebih besar, yaitu konsentrasi di dalam sel 10-7 M yang 1000-10000 kali lebih kecil dibandingkan di luar sel. 

Proses ini terjadi bila konsentrasi ion kalium (K+) di dalam sel lebih tinggi dibandingkan sekelilingnya, sedangkan ion natrium (Na+)- nya jauh lebih rendah. Karena itu, membran plasma akan memompakan ion natrium keluar sel dan kalium ke dalam sel, sehingga diperoleh kesetimbangan.

Ion K+ penting untuk mempertahankan kegiatan listrik di dalam sel saraf dan memacu transpor aktif zat-zat lain. Meskipun ion Na+ dan K+ dapat melewati membran. Karena kebutuhan akan ion K+ sangat tinggi, maka diperlukan lagi pemasukan ion K+ ke dalam sel dan pengeluaran ion Na+ ke luar sel. Konsentrasi ion K+ di luar sel rendah, dan di dalam sel tinggi. Sebaliknya konsentrasi ion Na+ di dalam sel rendah dan di luar sel tinggi. Jika terjadi proses osmosis, maka akan terjadi osmosis ion K+ dari dalam sel ke luar dan osmosis ion Na+ dari luar ke dalam sel. Akan tetapi yang terjadi bukanlah osmosis, karena pergerakan ion-ion itu melawan gradien kadar, yaitu terjadi pemasukan ion K+ dan pengeluaran ion Na+. Untuk melawan gradien kadar itu diperlukan energi ATP dengan pertolongan protein yang terdapat pada membran. Setiap pengeluaran 3 ion Na+ dari dalam sel diimbangi dengan pemasukan 2 ion K+ dari luar sel.

C. Senyawa-Senyawa yang dapat Diabsorpsi dengan Transpor Aktif
Karakteristik transport aktif adalah transportasi obat yang melawan suatu gradien konsentrasi, dari konsentrasi obat yang rendah menuju konsentrasi yang tinggi. Oleh karena itu, sistem ini memerlukan suatu asupan energi. Untuk menghasilkan suatu pembawa yang berikatan dengan obat untuk membentuk kompleks obat–pembawa yang membawa obat dari satu sisi membran menembus sisi lainnya, untuk kemudian terdisosiasi. 

Molekul pembawa memiliki selektifitas yang tinggi terhadap molekul obat. Jika struktur obat menyerupai substrat alami yang ditransportasi secara aktif, maka akan mengalami transportasi dengan mekanisme pembawa yang sama. Obat-obat dengan struktur yang sama, dapat berkompetisi pada sisi adsorpsi pada pembawa.

Obat-obat dengan struktur yang sama, dapat berkompetisi pada sisi adsorpsi suatu pembawa. Karena hanya satu bagian dari pembawa yang tersedia, seluruh sisi ikatan pada pembawa dapat menjadi jenuh jika konsentrasi obat sangat tinggi. Zat-zat yang dapat diangkut secara transpor aktif misalnya gula, protein, enzim dan hormon. 

Contoh transpor aktif :
  1. Sekresi H+ dari lambung 
  2. Pelepasan Na+ dari sel saraf & otot 
  3. Penyerapan kembali glukosa dalam tubulus renalis 
  4. Transpor aktif K+ & Na+ dari sel darah merah 
  5. Transpor aktif obat : penisilin ke tubulus renalis. 

D. Tempat Absorpsi Transpor Aktif
Misalnya ion. Mekanisme trasnpor aktif untuk ion sodium dilakukan dalam sel epitel dari usus halus. Potasium, kalsium, magnesium dan phospat juga menggunakan trasnpor aktif. Ion Klorida bergerak pasif disepanjang dinding usus dari deudonum dan jejenum melanjutkan tugas ion sodium. Tetapi klorida ditranspor secara aktif di ileum.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan pada makalah ini yaitu:
  1. Transpor aktif adalah pergerakan atau pemindahan yang menggunakan energi untuk mengeluarkan dan memasukan ion-ion dan molekul melalui membran sel yang bersifat parmeabel dengan tujuan memelihara keseimbangan molekul kecil di dalam sel. 
  2. Obat harus larut pada tempat absorpsi. Tiap obat memerlukan carrier spesifik. Sebelum diabsorpsi obat berikatan dengan carrier mengikuti teori pengikatan obat-reseptor. Carrier merupakan suatu konstituen membran, enzim atau setidak-tidaknya sebagai substansi proteik, yang mampu membentuk kompleks dengan zat aktif di permukaan membran lalu memindahkannya dan di lepaskan disisi yang lain. Selanjutnya carrier kembali ke tempat semula.
  3. Zat-zat yang dapat diangkut secara transpor aktif misalnya gula, protein, enzim dan hormon. 
  4. Tempat absorpsi transpor aktif yaitu

MAKALAH TRANSPOR AKTIF

MAKALAH TRANSPOR AKTIF

BIOFARMASETIKA
MAKALAH TRANSPOR AKTIF
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tubuh makhluk hidup di dunia ini tersusun dari sel-sel yang pada umumnya memerlukan energi berupa makanan untuk dapat terus bertahan hidup. Didalam sel terdapat molekul-molekul penting yang diperlukan oleh tubuh kita, yaitu karbohidrat, protein, lemak, air, mineral dan vitamin. Membran sel ini hampir seluruhnya terdiri dari lapisan lipid ganda dengan banyak sekali molekul protein yang melayang-layang pada lipid, banyak yang menembus lapisan ini sampai ke dalam. Senyawa kimia baik berupa nutrient atau senyawa obat harus melalui berjuta-juta membrane agar dapat masuk dan keluar sel. Senyawa obat harus mencapai reseptor agar dapat menimbulkan aktifitas farmakologik atau mencapai mikroba yang terdapat dalam jaringan sel tubuh manusia. 

Senyawa kimia tersebut dapat berbentuk senyawa organik maupun senyawa anorganik. Senyawa-senyawa ini masuk ke dalam sel melalui membrane sel kemudian diabsorbsi oleh tubuh, begitu pula senyawa obat yang masuk ke dalam tubuh akan mengalami mekanisme transport atau mekanisme transport obat. Mekanisme transport tersebut salah satunya dilakukan dengan transpor aktif. Oleh karena itu, didalam makalah ini penulis akan menjelaskan proses absorbsi dengan menggunakan transpor aktif.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada makalah ini yaitu:
  1. Apa pengertian dari transpor aktif?
  2. Bagaimana mekanisme transpor aktif?
  3. Apa-apa saja senyawa yang dapat diabsorbsi dengan transpor aktif?
  4. Dimana tempat terjadinya proses absorbsi?

C. Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini yaitu:
  1. Untuk mengetahui pengertian transpor aktif
  2. Untuk mengetahui mekanisme traspor aktif
  3. Untuk mengetahui senyawa-senyawa yang dapat diabsorpsi dengan transpor aktif
  4. Untuk mengetahui tempat absorpsi transpor aktif

D. Manfaat
Manfaat dalam penulisan makalah ini yaitu:
  1. Agar dapat mengetahui pengertian transpor aktif
  2. Agar dapat mengetahui mekanisme transor aktif
  3. Agar dapat mengetahui senyawa-senyawa yang dapat diabsorpsi dengan transpor aktif
  4. Agar dapat mengetahui tempat absorpsi transpor aktif

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Transpor Aktif
Transport aktif pertama kali dicetuskan oleh ROSENBERG sebagai sebuah proses yang menyebabkan perpindahan suatu substansi dari sebuah area yang mempunyai potensial elektrokimiawi lebih rendah menuju ke tempat dengan potensial yang lebih tinggi. 

Transpor aktif adalah pergerakan atau pemindahan yang menggunakan energi untuk mengeluarkan dan memasukan ion-ion dan molekul melalui membran sel yang bersifat permeabel dengan tujuan memelihara keseimbangan molekul kecil di dalam sel. Transpor aktif merupakan faktor utama yang menentukan kemampuan suatu sel untuk mempertahankan konsentrasi internal molekul kecil yang berbeda dari konsentrasi lingkungannya.

Karakteristik transport aktif adalah transportasi obat yang melawan suatu gradien konsentrasi, dari konsentrasi obat yang rendah menuju konsentrasi yang tinggi. Oleh karena itu, sistem ini memerlukan suatu asupan energi. Selanjutnya transport aktif akan menghasilkan suatu pembawa yang berikatan dengan obat untuk membentuk kompleks obat – pembawa yang membawa obat dari satu sisi membran menembus sisi lainnya, untuk kemudian terdisosiasi. 

B. Mekanisme Transpor Aktif
Obat harus larut pada tempat absorpsi. Tiap obat memerlukan carrier spesifik. Sebelum diabsorpsi obat berikatan dengan carrier mengikuti teori pengikatan obat-reseptor. Carrier merupakan suatu konstituen membran, enzim atau setidak-tidaknya sebagai substansi proteik, yang mampu membentuk kompleks dengan zat aktif di permukaan membran lalu memindahkannya dan di lepaskan disisi yang lain. Selanjutnya carrier kembali ke tempat semula.

Transport aktif dengan carrier ini memerlukan energi dan ini di peroleh dari hasil hidrolisa ATP di bawah pengaruh ATP ase.
1 ATP → ADP + Energi
Dalam hal ini setiap substansi yang menghalangi atau mencegah reaksi pembentukan energi ini akan berlawanan dengan transport aktif. Misal obat yang mempengaruhi metabolisme sel seperti CN-, F, ion iodium asetat menghambat transport aktif dengan cara non kompetitif. Cara ini melawan gradient konsentrasi dalam hal ini ion-ion melawan potensial elektrokimia membran.

Bila jumlah obat lebih besar dari pada carrier akan terjadi kejenuhan.
Obat + carrier → kompleks Obat-Carrier → bergerak melintasi membrane menggunakan energi ATP → di bagian dalam membrane obat dilepas, carrier kembali ke permukaan luar membran.

Dalam mekanisme transpor aktif, terdapat 4 macam mekanisme, yaitu :
a) Transpor Aktif Primer
Jenis mekanisme transpor aktif ini memerlukan energi dalam bentuk ATP secara langsung untuk membawa molekul melawan gradien konsentrasi. Akibat adanya transpor aktif primer ini membuat terjadinya potensi membran.

MAKALAH TRANSPOR AKTIF

Contoh dari Transpor aktif primer ini adalah transpor ion K yang masuk ke dalam sel, dan menjaga gradien konsentrasi ion K dalam sel lebih besar dari pada di luar sel. Sebaliknya terjadi pada ion Na yang dijaga konsentrasi didalam sel lebih rendah dari pada diluar sel. Mekanisme transpor ini juga sering disebut sebagai Sodium-Potassium pump.

b) Transpor Aktif Sekunder
Memiliki energi yang bebas dipakai karena mekanisme ini menggunakan energi secara berkala. Energi yang tersimpan dalam mekanisme ini dalam bentuk gradien konsentrasi ion. Pada transpor aktif sekunder, terjadinya bergantung kepada potensi membran yang ada dan bergantung pada adanya transpor aktif sekunder.

MAKALAH TRANSPOR AKTIF

Contoh dari transpor aktif adalh transpor asam amino dan glukosa melewati membran plasma dengan suatu protein khusus. Pada glukosa, disebut sebagai GLUT-4 (Glucose Transporter 4). Pengangkutan tersebut berbarengan dengan difusinya molekul ion Na+ yang menggunakan transpor aktif primer yang memungkinkan adanya potensi membran untuk mendukung adanya transpor aktif sekunder. Ada beberapa sub mekanisme transpor aktif sekunder, diantaranya adalah :

I. Transpor aktif sekunder co-Transport.
Yang disebut sebagai co-transpor pada proses transpor aktif sekunder adalah ketika pendistribusian masuk sel molekul asam amino dan glukos menggunakan protein khusus dan berbarengan dengan masuknya ion nartium kedalam sel. Hal tersebut menyediakan potensial membran, mengingat transpor natrium merupakan transpor aktif primer. Hal tersebut terus terjadi meskipun konsentrasi glukosa dan asam amino dalam sel lebih tinggi. Karena molekul glukosa dan asam amino tersebut masuk karena menggunakan sebagian energi datri transpor natrium.

II. Transpor aktif sekunder counter Transport. (Exchange)
Dalam counter transpor berlangsung pertukaran partikel, yaitu ketika molekul ion natrium masuk kedalam sel, ada molekul yang akan seketika itu juga keluar dari sel. Semisal adalah Na-Ca exchange yang terjadi ketika 1 ion Ca ditranspor keluar sel, maka akan ada 3 molekul Na yang akan masuk ke dalam sel. Selain Na-Ca, ada pula NA-H, yang akan mentranspor 1 ion Natrium ketika beberapa jumlah hidrogen keluar dalam sel. Dalam kasus ini, transpor aktif sekunder counter transpor telah berjasa mengatur kadar PH dalam sel.

Proses ini terjadi bila molekul besar melewati membran plasma secara eksositosis dan endositosis.

Endositosis
Endositosis merupakan proses pemasukan zat kedalam sel. Proses ini tergolong transport aktif karena melawan kadar gradien (dari konsentrasi rendah kekonsentrasi tinggi) dan memerlukan energi sel. 
Endositosis terdiri tiga jenis, yaitu :
  1. Fagositosis (pemakan seluler), sel menelan suatu partikel dengan pseudopod yang membalut disekeliling partikel tersebut dan membungkusnya di dalam kantong berlapis-membran yang cukup besar untuk digolongkan sebagai vakuola. Partikel itu dicerna setelah vakuola bergabung dengan lisosom yang mengandung enzim hidrolitik. 
  2. Pinositosis (peminum seluler), sel “meneguk” tetesan fluida ekstraseluler dalam vesikula kecil. Karena salah satu atau seluruh zat terlarut yang larut dalam tetesan tersebut dimasukkan ke dalam sel, pinosistosis tidak spesifik dalam substansi yang ditranspornya. 
  3. Endositosis yang diperantarai reseptor, yang tertanam dalam membran adalah protein dengan tempat reseptor spesifik yang dipaparkanke fluide ekstraseluler. Ekstraseluler yang terkait pada reseptor disebut ligan, yaitu satu istilah umum untuk setiap molekul yang terkait khususnya pada tempat resptor moleku lain. Protein resptor biasanya mengelompok dalam daerah membran yang disebut lubang terlapisi, yang isi sitoplasmiknya dilapisi oleh lapisan protein samar. Protein pelapis ini mungkin membantu memperdalam lubang dalam membentuk vesikula. Endositosis yang diperantarai reseptor memungkinkan sel dapat memperoleh substansi spesifik dalam jumlah yang melimpah sekalipun substansi itu mungkin saja konsentrasinya tidak tinggi dalam fluida seluler Misalnya, sel manusia menggunakan proses ini untuk menyerap kolesterol dan digunakan dalam sintesis membran dan sebagai prekursor untuk sintesis steroid lainnya.
MAKALAH TRANSPOR AKTIF


Eksositosis
Eksositosis merupakan proses sel mensekresi makromolekul dengan cara menggabungkan vesikula dengan membran plasma, vesikula transport yang terlepas dari apatatus golgi dipindahkan oleh sitoskeleton ke membran plasma. Ketika membran vesikula dan membran plasma bertemu, molekul lipid bilayer menyusun ulang dirinya sendiri sehingga kedua membran bergabung. Kandungan vesikula kemudian tumpah kedalam sel.

Banyak sel sekretoris menggunakan eksositosis untuk mengirim keluar produk-produk yang dihasilkan oleh sel sekretoris tersebut. Misalnya, sel tertentu dalam pankreas menghasilkan hormon insulin dan menekresikannnya kedalam darah melalui eksositosis. Contoh lain adalah neuron atau sel saraf, yang menggunakan eksositosis untuk melepaskan sinyal kimiawi yang merangsang sel otot. Ketika sel tumbuhan sedang membuat diding sel, eksositois mengeluarkan karbohidrat dari vesikula golgi kebagian luar selnya.

MAKALAH TRANSPOR AKTIF

Salah satu contoh proses transpor aktif adalah pompa natrium-kalium. Normalnya, konsentrasi K+ di dalam sel adalah sekitar 100 mM, sedangkan di luar sel hanya 5 mM. Konsekuensinya, gradien konsentrasi yang tinggi akan mendukung difusi K+ keluar sel. Ion natrium juga terdistribusi tidak seimbang, Konsentrasi ion Na+ di luar sel adalah sekitar 150 mM dan 10-20 mM di dalam sel. Perbedaan Konsentrasi ion Ca2+ bahkan lebih besar, yaitu konsentrasi di dalam sel 10-7 M yang 1000-10000 kali lebih kecil dibandingkan di luar sel. 

Proses ini terjadi bila konsentrasi ion kalium (K+) di dalam sel lebih tinggi dibandingkan sekelilingnya, sedangkan ion natrium (Na+)- nya jauh lebih rendah. Karena itu, membran plasma akan memompakan ion natrium keluar sel dan kalium ke dalam sel, sehingga diperoleh kesetimbangan.

Ion K+ penting untuk mempertahankan kegiatan listrik di dalam sel saraf dan memacu transpor aktif zat-zat lain. Meskipun ion Na+ dan K+ dapat melewati membran. Karena kebutuhan akan ion K+ sangat tinggi, maka diperlukan lagi pemasukan ion K+ ke dalam sel dan pengeluaran ion Na+ ke luar sel. Konsentrasi ion K+ di luar sel rendah, dan di dalam sel tinggi. Sebaliknya konsentrasi ion Na+ di dalam sel rendah dan di luar sel tinggi. Jika terjadi proses osmosis, maka akan terjadi osmosis ion K+ dari dalam sel ke luar dan osmosis ion Na+ dari luar ke dalam sel. Akan tetapi yang terjadi bukanlah osmosis, karena pergerakan ion-ion itu melawan gradien kadar, yaitu terjadi pemasukan ion K+ dan pengeluaran ion Na+. Untuk melawan gradien kadar itu diperlukan energi ATP dengan pertolongan protein yang terdapat pada membran. Setiap pengeluaran 3 ion Na+ dari dalam sel diimbangi dengan pemasukan 2 ion K+ dari luar sel.

C. Senyawa-Senyawa yang dapat Diabsorpsi dengan Transpor Aktif
Karakteristik transport aktif adalah transportasi obat yang melawan suatu gradien konsentrasi, dari konsentrasi obat yang rendah menuju konsentrasi yang tinggi. Oleh karena itu, sistem ini memerlukan suatu asupan energi. Untuk menghasilkan suatu pembawa yang berikatan dengan obat untuk membentuk kompleks obat–pembawa yang membawa obat dari satu sisi membran menembus sisi lainnya, untuk kemudian terdisosiasi. 

Molekul pembawa memiliki selektifitas yang tinggi terhadap molekul obat. Jika struktur obat menyerupai substrat alami yang ditransportasi secara aktif, maka akan mengalami transportasi dengan mekanisme pembawa yang sama. Obat-obat dengan struktur yang sama, dapat berkompetisi pada sisi adsorpsi pada pembawa.

Obat-obat dengan struktur yang sama, dapat berkompetisi pada sisi adsorpsi suatu pembawa. Karena hanya satu bagian dari pembawa yang tersedia, seluruh sisi ikatan pada pembawa dapat menjadi jenuh jika konsentrasi obat sangat tinggi. Zat-zat yang dapat diangkut secara transpor aktif misalnya gula, protein, enzim dan hormon. 

Contoh transpor aktif :
  1. Sekresi H+ dari lambung 
  2. Pelepasan Na+ dari sel saraf & otot 
  3. Penyerapan kembali glukosa dalam tubulus renalis 
  4. Transpor aktif K+ & Na+ dari sel darah merah 
  5. Transpor aktif obat : penisilin ke tubulus renalis. 

D. Tempat Absorpsi Transpor Aktif
Misalnya ion. Mekanisme trasnpor aktif untuk ion sodium dilakukan dalam sel epitel dari usus halus. Potasium, kalsium, magnesium dan phospat juga menggunakan trasnpor aktif. Ion Klorida bergerak pasif disepanjang dinding usus dari deudonum dan jejenum melanjutkan tugas ion sodium. Tetapi klorida ditranspor secara aktif di ileum.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan pada makalah ini yaitu:
  1. Transpor aktif adalah pergerakan atau pemindahan yang menggunakan energi untuk mengeluarkan dan memasukan ion-ion dan molekul melalui membran sel yang bersifat parmeabel dengan tujuan memelihara keseimbangan molekul kecil di dalam sel. 
  2. Obat harus larut pada tempat absorpsi. Tiap obat memerlukan carrier spesifik. Sebelum diabsorpsi obat berikatan dengan carrier mengikuti teori pengikatan obat-reseptor. Carrier merupakan suatu konstituen membran, enzim atau setidak-tidaknya sebagai substansi proteik, yang mampu membentuk kompleks dengan zat aktif di permukaan membran lalu memindahkannya dan di lepaskan disisi yang lain. Selanjutnya carrier kembali ke tempat semula.
  3. Zat-zat yang dapat diangkut secara transpor aktif misalnya gula, protein, enzim dan hormon. 
  4. Tempat absorpsi transpor aktif yaitu