PENGERTIAN ANABOLISME ASAM AMINO - ElrinAlria
PENGERTIAN ANABOLISME ASAM AMINO

PENGERTIAN ANABOLISME

Asam amino adalah salah satu senyawa yang ada didalam tubuh makhluk hidup diantaranya hewan dan manusia yang berguna sebagai sumber bahan utama pembentukan protein dalam tubuh. 

Anabolisme adalah lintasan metabolisme yang menyusun beberapa senyawa organik sederhana menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks. Proses ini membutuhkan energi dari luar.

ANABOLISME ASAM AMINO

Semua jaringan mempunyai kemampuan untuk mensinteis asam amino non-esensial dengan cara melakukan remodeling asam amino, serta mengubah rantai karbon non asam amino menjadi asam amino dan turunan lain yang mengandung nitrogen. 

Tahapan dalam anabolisme
  1. Anabolisme dapat berlangsung melalui tiga tahapan dasar yaitu: 
  2. Produksi prekusor seperti asam amino, monosakarida, dan nukleotida 
  3. Pengaktivasian senyawa menjadi bentuk reaktiv menggunakan energi dari ATP 
  4. Penggabungan prekusor menjadi molekul kompleks seperti protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat. 

Pembagian Asam Amino

  1. Asam amino dapat dikelompokken menjadi 3 kategori yaitu: 
  2. Asam amino glukogenik 
  3. Ketogenik 
  4. Gabungan antara glukogenik dan ketogenik 

Asam amino glukogenik
Asam amino glukogenik adalah asam amino yang dapat masuk ke jalur produksi piruvat atau intermediat siklus asam sitrat seperti ketoglutarat atau oksaloasetat. Semua asam amino ini merupakan prekusor untuk glukosa melalui jalur glukoneogenesis

Asam amino ketogenik
Lisin dan leusin adalah asam amino yang semata-mata ketogenik, yang hanya dapat masuk ke intermediet asetil KoA atau asetoasetil KoA

Asam amino glukogenik dan ketogenik
Sekelompok kecil asam amino yaitu isoleusi, fenilalanin, threonin, triptofan, dan tirosin bersifat glukogenik dan ketogenik. 

Terdapat 20 jenis asam amino, tetapi ada yang tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga harus terdapat di dalam makanan yang kita konsumsi. Asam amino ini dinamakan asam amino esensial. Selebihnya adalah asam amino yang dapat disintesis dari asam amino yang lain. Asam amino ini dimanakan asam amino non-esensial.

Biosintesis asam amino non-esensial

a. Biosintesis glutamat dan aspartat
Glutamat dan aspartat disintesis dari asam keto dengan reaksi tranaminasi sederhana. Katalisator yang berperan pada reaksi ini yaitu enzim glutamat dehidrogenase dan selanjutnya oleh aspartat aminotransferase, AST.

b. Biosintesis alanin
Alanin dipindahkan ke sirkulasi oleh berbagai jaringan, tetapi umumnya oleh otot. Alanin dibentuk oleh piruvat. Alanin dipindahkan dari otot ke hati bersamaan dengan transportasi glukosa dari hati kembali ke otot. 

c. Biosintesis sistein
Sulfur untuk sintesis sistein berasal dari metionin. Kondensasi dari ATP dan metionin dikatalisis oleh enzim metioninadenosiltransferase menghasilkan S-adenosilmetionin (SAM).

d. Biosintesis tirosin
Tirosin diproduksi di dalam sel dengan hidroksilasi fenilalanin. Setengah dari fenilalanin dibutuhkan untuk memproduksi torisin. 

e. Biosintesis ornitin dan pirolin
Glutamat adalah prekusor ornitin dan pirolin. Dengan glutamat semialdehid menjadi intermediat titik cabang menjadi satu dari dua produk lainnya. 

Ornitin bukan dari 20 asam amino yang digunakan untuk sintesis protein. Ornitin memiliki peran penting tambahan sebagai prekusor untuk sintesis poliamin.

f. Biosintesis serin
Jalur utama untuk serin dimulai dari intermediat glikolitik 3-fosfogliserat, sesuai untuk transminasi subsekuen. Aktivitas aminotransferase dengan glutamat sebagai donor menghasilkan 3-fosfoserin, yang diubah menjadi serin oleh fosfoserin fosfatase.

g. Biosintesis glisin
Jalur utama untuk glisin adalah 1 tahap reaksi yang dikatalisis oleh serin hidroksimetiltransferase. Reaksi ini melibatkan transfer gugus hidroksimetil dari serin untuk kofaktor tetrahidrofolat (THF) menghasilkan glisin dan N5, N10-metilen-THF.

h. Biosintesis aspartat, asparagin, glutamat dan glutamin
Glutamat disintesis dengan animasi reduktif ketoglutarat yang dikatalisis oleh glutamat dehidrogenase yang merupakan reaksi nitrogen-fixing. Glutamat juga dihasilkan oleh reaksi aminotransferase dimana nitrogen amino diberikan oleh sejumlag amino yang lain. Sehingga, glutamat merupakan kolektor umum nitrogen amino.

PENGERTIAN ANABOLISME ASAM AMINO

PENGERTIAN ANABOLISME ASAM AMINO

PENGERTIAN ANABOLISME

Asam amino adalah salah satu senyawa yang ada didalam tubuh makhluk hidup diantaranya hewan dan manusia yang berguna sebagai sumber bahan utama pembentukan protein dalam tubuh. 

Anabolisme adalah lintasan metabolisme yang menyusun beberapa senyawa organik sederhana menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks. Proses ini membutuhkan energi dari luar.

ANABOLISME ASAM AMINO

Semua jaringan mempunyai kemampuan untuk mensinteis asam amino non-esensial dengan cara melakukan remodeling asam amino, serta mengubah rantai karbon non asam amino menjadi asam amino dan turunan lain yang mengandung nitrogen. 

Tahapan dalam anabolisme
  1. Anabolisme dapat berlangsung melalui tiga tahapan dasar yaitu: 
  2. Produksi prekusor seperti asam amino, monosakarida, dan nukleotida 
  3. Pengaktivasian senyawa menjadi bentuk reaktiv menggunakan energi dari ATP 
  4. Penggabungan prekusor menjadi molekul kompleks seperti protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat. 

Pembagian Asam Amino

  1. Asam amino dapat dikelompokken menjadi 3 kategori yaitu: 
  2. Asam amino glukogenik 
  3. Ketogenik 
  4. Gabungan antara glukogenik dan ketogenik 

Asam amino glukogenik
Asam amino glukogenik adalah asam amino yang dapat masuk ke jalur produksi piruvat atau intermediat siklus asam sitrat seperti ketoglutarat atau oksaloasetat. Semua asam amino ini merupakan prekusor untuk glukosa melalui jalur glukoneogenesis

Asam amino ketogenik
Lisin dan leusin adalah asam amino yang semata-mata ketogenik, yang hanya dapat masuk ke intermediet asetil KoA atau asetoasetil KoA

Asam amino glukogenik dan ketogenik
Sekelompok kecil asam amino yaitu isoleusi, fenilalanin, threonin, triptofan, dan tirosin bersifat glukogenik dan ketogenik. 

Terdapat 20 jenis asam amino, tetapi ada yang tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga harus terdapat di dalam makanan yang kita konsumsi. Asam amino ini dinamakan asam amino esensial. Selebihnya adalah asam amino yang dapat disintesis dari asam amino yang lain. Asam amino ini dimanakan asam amino non-esensial.

Biosintesis asam amino non-esensial

a. Biosintesis glutamat dan aspartat
Glutamat dan aspartat disintesis dari asam keto dengan reaksi tranaminasi sederhana. Katalisator yang berperan pada reaksi ini yaitu enzim glutamat dehidrogenase dan selanjutnya oleh aspartat aminotransferase, AST.

b. Biosintesis alanin
Alanin dipindahkan ke sirkulasi oleh berbagai jaringan, tetapi umumnya oleh otot. Alanin dibentuk oleh piruvat. Alanin dipindahkan dari otot ke hati bersamaan dengan transportasi glukosa dari hati kembali ke otot. 

c. Biosintesis sistein
Sulfur untuk sintesis sistein berasal dari metionin. Kondensasi dari ATP dan metionin dikatalisis oleh enzim metioninadenosiltransferase menghasilkan S-adenosilmetionin (SAM).

d. Biosintesis tirosin
Tirosin diproduksi di dalam sel dengan hidroksilasi fenilalanin. Setengah dari fenilalanin dibutuhkan untuk memproduksi torisin. 

e. Biosintesis ornitin dan pirolin
Glutamat adalah prekusor ornitin dan pirolin. Dengan glutamat semialdehid menjadi intermediat titik cabang menjadi satu dari dua produk lainnya. 

Ornitin bukan dari 20 asam amino yang digunakan untuk sintesis protein. Ornitin memiliki peran penting tambahan sebagai prekusor untuk sintesis poliamin.

f. Biosintesis serin
Jalur utama untuk serin dimulai dari intermediat glikolitik 3-fosfogliserat, sesuai untuk transminasi subsekuen. Aktivitas aminotransferase dengan glutamat sebagai donor menghasilkan 3-fosfoserin, yang diubah menjadi serin oleh fosfoserin fosfatase.

g. Biosintesis glisin
Jalur utama untuk glisin adalah 1 tahap reaksi yang dikatalisis oleh serin hidroksimetiltransferase. Reaksi ini melibatkan transfer gugus hidroksimetil dari serin untuk kofaktor tetrahidrofolat (THF) menghasilkan glisin dan N5, N10-metilen-THF.

h. Biosintesis aspartat, asparagin, glutamat dan glutamin
Glutamat disintesis dengan animasi reduktif ketoglutarat yang dikatalisis oleh glutamat dehidrogenase yang merupakan reaksi nitrogen-fixing. Glutamat juga dihasilkan oleh reaksi aminotransferase dimana nitrogen amino diberikan oleh sejumlag amino yang lain. Sehingga, glutamat merupakan kolektor umum nitrogen amino.