TOKSISITAS DEPRESSANT CNS - ElrinAlria
TOKSISITAS DEPRESSANT CNS

DEFENISI

  • Toksisitas adalah kemampuan suatu bahan atau senyawa kimia untuk menimbulkan kerusakan pada saat mengenai bagian dalam atau permukaan tubuh yang peka. Umumnya ada tiga jenis zat beracun, yaitu kimia, biologi, dan fisika. 
  • Depresan adalah senyawa yang dapat mendepres atau menekan system tubuh. 
  • Depresan Sistem Syaraf Pusat (SSP) adalah senyawa yang dapat mendepres atau menurunkan aktivitas fungsional dari sistem syaraf pusat (SSP) 
  • Toksisitas depresan CNS (Central Nerveos System) adalah suatu kondisi dimana tubuh terjadi kerusakan akibat adanya zat yang berlebihan yang dipaparkan sehingga menyebabkan penurunan fungsional dari sistem saraf pusat (SSP) atau mendepresan SSP. 


MEKANISME TOKSISITAS DEPRESSANT CNS

Mekanisme toksisitas untuk depressant CNS yaitu golongan barbiturat. Intoksisitas barbiturat saat ini sudah menurun secara nyata, terutama disebabkan penurunan secara nyata, terutama disebabkan penurunan pemakaian obat ini sebagai hipnotik-sedatif. Namun intoksikasi barbiturat merupakan persoalan klinik yang serius ; kematian terjadi pada beberapa kasus intoksikasi. Penyebab intoksikasi barbiturat antara lain karena percobaan bunuh diri, kelalaian, kecelakaan pada anak-anak atau pada penyalahgunaan obat. Dosis letal barbiturat sangat bervariasi, bergantung kepada banyak faktor, tapi keracunan berat terjadi bila lebih dari 10 kali dosis hipnotik dimakan sekaligus. Bila alkohol atau depresan SSP lain juga ada, kadar barbiturat yang dapat menyebabkan kematian akan lebih rendah (Ganiswara, 2007).

TOKSIKOKINETIK DEPRESSANT CNS

Obat golongan barbiturate misalnya fenobarbital yaitu 
  • Absorbsi. Setelah pemberian obat secara oral, obat diserap dengan baik dari lambung dan usus halus, dengan kadar puncak terjadi 2 sampai 20 jam kemudian. Kadar terapeutik untuk orang dewasa adalah sekitar 20 sampai 40 mikro gram per ml. Sedangkan pada anak, kadar yang sedikit lebih rendah masih efektif. Phenobarbital diserap dalam berbagai derajat setelah pemberian oral, rektal atau parenteral. Garam -garam lebih cepat diserap daripada asam. Tingkat penyerapan meningkat jika garam natrium ditelan sebagai larutan encer atau diminum pada saat perut kosong. 
  • Distribusi. Fenobarbital adalah asam lemah yang diserap dan dengan cepat didistribusikan ke seluruh jaringan dan cairan dengan konsentrasi tinggi di otak, hati, dan ginjal. Semakin ia larut lemak, semakin cepat pula ia menembus semua jaringan tubuh. Durasi kerja, yang berkaitan dengan tingkat dimana fenobarbital didistribusikan ke seluruh tubuh bervariasi antara orang-orang dan pada orang yang sama dari waktu ke waktu. Long-acting fenobarbital memiliki onset kerja 1 jam atau lebih dan durasi tindakan dari 10 sampai 12 jam. Fenobarbital memiliki kelarutan lipid terendah, pengikatan dengan plasma terendah, pengikatan dengan protein di otak terendah, penundaan terpanjang pada onset aktivitas , dan durasi aksi terpanjang di kelas barbiturat. 
  • Metabolisme. Metabolisme fenobarbital terjadi di hati berupa hidroksilasi dan konjugasi ke sulfat atau asam glukuronat, diikuti oleh ekskresi melalui ginjal. Waktu paruh fenobarbital adalah dari 50 sampai 100 jam. Fenobarbital dimetabolisme terutama oleh sistem enzim mikrosomal hati, dan produk-produk metabolisme diekskresikan dalam urin, dan dalam tinja. 
  • Ekskresi. Sekitar 25 sampai 50 persen dari dosis fenobarbital dihilangkan tidak berubah dalam urin. Ekskresi barbiturat yang tidak dimetabolisme adalah salah satu fitur yang membedakan kategori long-acting dari mereka yang termasuk kategori lain golongan barbiturat yang hampir seluruhnya dimetabolisme. Metabolit aktif dari barbiturat diekskresikan sebagai konjugat dari asam glukuronat. 

KARAKTERISTIK TOKSIK DEPRESSANT CNS

  1. Gejala-gejala keracunan barbiturat termasuk depresi pernapasan, menurunkan tekanan darah, kelelahan, demam, kegembiraan yang tidak biasa, iritabilitas, pusing, konsentrasi yang buruk, sedasi, kebingungan, gangguan koordinasi, gangguan penilaian, kecanduan, dan pernapasan yang dapat menyebabkan kematian. 
  2. Efek lain dari keracunan barbiturat meliputi mengantuk, nistagmus lateral dan vertikal, bicara cadel dan ataksia, kecemasan menurun, hilangnya hambatan. 

PENANGANAN
  • Gastric lavage ( Bilas lambung ) 
  • Jalan napas harus bebas 
  • Tekanan darah diperbaiki 
  • Diuresis diperbaik 
  • Dalam keadaan koma dapat diberikan analeptika, tetapi dijaga jangan sampai terjadi konvulsi akibat dosis analeptika berlebih. 
  • Hemodialisis

TOKSISITAS DEPRESSANT CNS

TOKSISITAS DEPRESSANT CNS

DEFENISI

  • Toksisitas adalah kemampuan suatu bahan atau senyawa kimia untuk menimbulkan kerusakan pada saat mengenai bagian dalam atau permukaan tubuh yang peka. Umumnya ada tiga jenis zat beracun, yaitu kimia, biologi, dan fisika. 
  • Depresan adalah senyawa yang dapat mendepres atau menekan system tubuh. 
  • Depresan Sistem Syaraf Pusat (SSP) adalah senyawa yang dapat mendepres atau menurunkan aktivitas fungsional dari sistem syaraf pusat (SSP) 
  • Toksisitas depresan CNS (Central Nerveos System) adalah suatu kondisi dimana tubuh terjadi kerusakan akibat adanya zat yang berlebihan yang dipaparkan sehingga menyebabkan penurunan fungsional dari sistem saraf pusat (SSP) atau mendepresan SSP. 


MEKANISME TOKSISITAS DEPRESSANT CNS

Mekanisme toksisitas untuk depressant CNS yaitu golongan barbiturat. Intoksisitas barbiturat saat ini sudah menurun secara nyata, terutama disebabkan penurunan secara nyata, terutama disebabkan penurunan pemakaian obat ini sebagai hipnotik-sedatif. Namun intoksikasi barbiturat merupakan persoalan klinik yang serius ; kematian terjadi pada beberapa kasus intoksikasi. Penyebab intoksikasi barbiturat antara lain karena percobaan bunuh diri, kelalaian, kecelakaan pada anak-anak atau pada penyalahgunaan obat. Dosis letal barbiturat sangat bervariasi, bergantung kepada banyak faktor, tapi keracunan berat terjadi bila lebih dari 10 kali dosis hipnotik dimakan sekaligus. Bila alkohol atau depresan SSP lain juga ada, kadar barbiturat yang dapat menyebabkan kematian akan lebih rendah (Ganiswara, 2007).

TOKSIKOKINETIK DEPRESSANT CNS

Obat golongan barbiturate misalnya fenobarbital yaitu 
  • Absorbsi. Setelah pemberian obat secara oral, obat diserap dengan baik dari lambung dan usus halus, dengan kadar puncak terjadi 2 sampai 20 jam kemudian. Kadar terapeutik untuk orang dewasa adalah sekitar 20 sampai 40 mikro gram per ml. Sedangkan pada anak, kadar yang sedikit lebih rendah masih efektif. Phenobarbital diserap dalam berbagai derajat setelah pemberian oral, rektal atau parenteral. Garam -garam lebih cepat diserap daripada asam. Tingkat penyerapan meningkat jika garam natrium ditelan sebagai larutan encer atau diminum pada saat perut kosong. 
  • Distribusi. Fenobarbital adalah asam lemah yang diserap dan dengan cepat didistribusikan ke seluruh jaringan dan cairan dengan konsentrasi tinggi di otak, hati, dan ginjal. Semakin ia larut lemak, semakin cepat pula ia menembus semua jaringan tubuh. Durasi kerja, yang berkaitan dengan tingkat dimana fenobarbital didistribusikan ke seluruh tubuh bervariasi antara orang-orang dan pada orang yang sama dari waktu ke waktu. Long-acting fenobarbital memiliki onset kerja 1 jam atau lebih dan durasi tindakan dari 10 sampai 12 jam. Fenobarbital memiliki kelarutan lipid terendah, pengikatan dengan plasma terendah, pengikatan dengan protein di otak terendah, penundaan terpanjang pada onset aktivitas , dan durasi aksi terpanjang di kelas barbiturat. 
  • Metabolisme. Metabolisme fenobarbital terjadi di hati berupa hidroksilasi dan konjugasi ke sulfat atau asam glukuronat, diikuti oleh ekskresi melalui ginjal. Waktu paruh fenobarbital adalah dari 50 sampai 100 jam. Fenobarbital dimetabolisme terutama oleh sistem enzim mikrosomal hati, dan produk-produk metabolisme diekskresikan dalam urin, dan dalam tinja. 
  • Ekskresi. Sekitar 25 sampai 50 persen dari dosis fenobarbital dihilangkan tidak berubah dalam urin. Ekskresi barbiturat yang tidak dimetabolisme adalah salah satu fitur yang membedakan kategori long-acting dari mereka yang termasuk kategori lain golongan barbiturat yang hampir seluruhnya dimetabolisme. Metabolit aktif dari barbiturat diekskresikan sebagai konjugat dari asam glukuronat. 

KARAKTERISTIK TOKSIK DEPRESSANT CNS

  1. Gejala-gejala keracunan barbiturat termasuk depresi pernapasan, menurunkan tekanan darah, kelelahan, demam, kegembiraan yang tidak biasa, iritabilitas, pusing, konsentrasi yang buruk, sedasi, kebingungan, gangguan koordinasi, gangguan penilaian, kecanduan, dan pernapasan yang dapat menyebabkan kematian. 
  2. Efek lain dari keracunan barbiturat meliputi mengantuk, nistagmus lateral dan vertikal, bicara cadel dan ataksia, kecemasan menurun, hilangnya hambatan. 

PENANGANAN
  • Gastric lavage ( Bilas lambung ) 
  • Jalan napas harus bebas 
  • Tekanan darah diperbaiki 
  • Diuresis diperbaik 
  • Dalam keadaan koma dapat diberikan analeptika, tetapi dijaga jangan sampai terjadi konvulsi akibat dosis analeptika berlebih. 
  • Hemodialisis