LAPORAN PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT CAIR DESTILASI DAN TITIK DIDIH - ElrinAlria
LAPORAN PENETAPAN KADAR FLAVONOID SECARA SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I
PERCOBAAN VIII
PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT CAIR DESTILASI DAN TITIK DIDIH

A. TUJUAN
Tujuan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut.
  1. Untuk memahami prinsip destilasi.
  2. Untuk melakukan destilasi untuk pemisahan dan pemurnian.
  3. Untuk membedakan senyawa-senyawa tersebut berdasarkan sifat reaksi kimianya. 

B. LANDASAN TEORI
Destilasi adalah proses yang digunakan untuk memisahkan campuran fluida berdasarkan titik didih yang diikuti oleh kondensasi. Data yang diperlukan dalam penyelesaian persoalan distilasi adalah data kesetimbangan antara fase liquid dan fase gas. Bentuk dan sumber data kesetimbangan antara fase liquid dan fase gas diantaranya dapat digambarkan dalam bentuk kurva kesetimbangan atau diperoleh dengan cara eksperimen. Dua fasa dikatakan berada dalam kesetimbangan jika temperatur, tekanan, dan potensial kimia dari masing-masing komponen yang terlibat di kedua fasa bernilai sama (Ketut, 2010).

Distilasi adalah suatu proses pemisahan campuran cairan berdasarkan sifat volatilitas menjadi hasil atas destilat dan hasil bawah atau bottom. Proses ini telah berkembang pesat utamanya dilingkungan industry perminyakan (petroleum refinery) karena banyak diperlukan untuk pemisahan minyak mentah (crude oil) menjadi fraksi-fraksinya (Budiman dkk, 2004).

Dasar proses destilasi adalah kesetimbangan senyawa volatil antara fasa cair dan fasa uap. Bila zat non volatile dilarutkan kedalam suatu zat cair, maka tekanan uap zat cair tersebut akan turun. Pada larutan yang mengandung dua komponen volatil yang dapat bercampur sempurna, maka tekanan uap masingmasing komponen akan turun. Hukum Raoult menyatakan bahwa tekanan uap masing-masing komponen berbanding langsung dengan fraksi molnya. Pemisahan menggunakan destilasi sederhana seringkali tidak memuaskan karena metode tersebut dikembangkan dengan menambahkan suatu kolom fraksinasi diantara labu didih dan klaisen (still head) dalam perangkat alat distilasi. Pengaruh dari penambahan kolom fraksinasi akan mempersingkat beberapa pekerjaan pemisahan dari destilasi biasa menjadi hanya satu pekerjaan (Anwar, 2010).

Distilasi bertingkat atau distilasi fraksionasi berguna untuk memisahkan komponen utama berdasarkan perbedaan titik didih. Minyak atsiri umumnya tidak disuling pada tekanan atmosfir tetapi dalam keadaan vakum, karena pada tekanan atmosfir dan suhu tinggi dapat menyebabkan dekomposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemisah-an komponen minyak sereh wangi khususnya pemisahan sitronelal dan mencari kondisi optimum destilasi fraksionasi skala bench (Egi, 2010).

Salah satu cara pemisahan atau pemurnian komponen minyak adalah dengan distilasi fraksional. Distilasi fraksinasi minyak atsiri adalah pemisahan komponen berdasarkan titik didih dan berat molekulnya. Selama distilasi berlangsung baik suhu head, suhu flask, suhu mantle cukup konstan, kecuali suhu heater sedikit berfluktuasi. Hal ini menunjukkan sistem thermostat sangat baik, sedangkan suhu heater sedikit berfluktuasi dikarenakan heater adalah sebagai sumber panas untuk menjaga kestabilan suhu sementara tekanan udara dalam labu dan kolom sangat berfluktuasi. Fluktuasi tekanan inilah yang dimbangi oleh heater untuk menstabilkan suhu flask dan head (Siti, 2010).

Operasi pemisahan fasa liquid – liquid ada beberapa macam yaitu distilasi, ekstrasi dan absorbsi. Seperti halnya pemisahan komponen – komponen campuran ethanol – air yang dilakukan dengan proses distilasi. Distilasi adalah proses yang digunakan untuk memisahkan campuran fluida berdasarkan titik didih yang diikuti oleh kondensasi. Data yang diperlukan dalam penyelesaian persoalan distilasi adalah data kesetimbangan antara fase liquid dan fase gas. Bentuk dan sumber data kesetimbangan antara fase liquid dan fase gas diantaranya dapat digambarkan dalam bentuk kurva kesetimbangan atau diperoleh dengan cara eksperimen. Dua fasa dikatakan berada dalam kesetimbangan jika temperatur, tekanan, dan potensial kimia dari masing-masing komponen yang terlibat di kedua fasa bernilai sama (Sari, 2010).

Jika suatu larutan zat terlarut yang tidak mudah menguap (bukan zat volatil) dilarutkan kedalam pelarut yang mnguap (volatil), dan jika larutan itu cukup encer sebagai larutan ideal maka titik didih akan semakin tinggi dari titik didih sebelumnya. Dimana dalam proses pemanasan akan terjadi dua fase pendidihan yaitu pendidihan larutan volatil yang mudah menguap dan dilanjutkan dengan proses pendidihan larutan terlarut non volatil (Harjadi, 1990).

Etanol disebut juga etil alkohol yang di pasaran lebih dikenal sebagai alcohol merupakan senyawa organik dengan rumus kimia C2H5OH. Dalam kondisi kamar, etanol berwujud cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna. Heksana adalah sebuah senyawa hidrokarbon alkana dengan rumus kimia C6H14 . Awalan heks- merujuk pada enam karbon atom yang terdapat pada heksana dan akhiran -ana berasal dari alkana, yang merujuk pada ikatan tunggal yang menghubungkan atom-atom karbon tersebut. Dalam keadaan standar senyawa ini merupakan cairan tak berwarna yang tidak larut dalam air (Munawaroh, 2010).

C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu :
  • Labu alas bulat
  • Gelas ukur 25 ml
  • Alat destilasi
2. Bahan 
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu :
  • Metanol 20 ml
  • Air 20 ml

D. PROSEDUR KERJA
1. Pemisahan Mmetanol-air
LAPORAN PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT CAIR DESTILASI DAN TITIK DIDIH


E. HASIL PENGAMATAN
LAPORAN PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT CAIR DESTILASI DAN TITIK DIDIH

F. PEMBAHASAN
Destilasi adalah teknik untuk memisahkan larutan ke dalam masing-masing komponennya. Prinsip destilasi adalah didasarkan atas perbedaan titik didih komponen zatnya. Destilasi dapat digunakan untuk memurnikan senyawa-senyawa yang mempunyai titik didih berbeda sehingga dapat dihasilkan senyawa yang memiliki kemurnian yang tinggi. Zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan menguap lebih dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat murni (destilat). 

Prinsip destilasi adalah perbedaan titik didih dari komponen-komponen yang menyusun campuran tersebut diiringi dengan proses pengembunan kembali uap tersebut pada suhu titik didih. 
Destilasi uap merupakan salah satu jenis distilasi yang merupakan gabungan antara distilasi kontinu dan distilasi batch. Bahan yang akan dipisahkan dengan distilasi berada dalam kolom distilasi (batch) sedangkan uap air mengalir melalui bahan secara kontinu.

Macam – macam destilasi yaitu : Destilasi sederhana adalah teknik pemisahan kimia untuk memisahkan dua atau lebih komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang jauh. Destilasi bertingkat adalah untuk memisahkan dua atau lebih komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang dekat. Destilasi uap adalah memisahkan zat senyawa cair yang tidak larut dalam air dan titik didihnya cukup tinggi sedangkan zat cair tersebut mencapai titik didihnya, zat cair sudah terurai, teroksidasi atau mengalami reaksi pengubahan (rearrangement). Destilasi uap adalah istilah umum untuk destilasi campuran air dengan senyawa yang tidak larut dalam air. Destilasi vakum adalah memisahkan dua komponen yang titik didihnya sangat tinggi, metode yang digunakan adalah dengan menurunkan tekanan permukaan lebih rendah dari 1 atm sehingga titik didihnya juga menjadi rendah, dalam prosesnya suhu yang digunakan untuk mendestilasinya tidak terlalu tinggi.

Pemisahan metanol dari campuran metanol dan air dilakukan pada percobaan ini. Sebagaimana prinsip dasar dari destilasi adalah memisahkan zat berdasarkan perbedaan titik didihnya, titik didih air adalah 100C, sedangkan metanol memiliki titik didih 65C maka komponen zat yang memiliki titik didih yang rendah yaitu metanol akan lebih dulu menguap sedangkan yang lebih tinggi titik didihnya yaitu air akan tetap tertampung pada labu destilasi. Proses penguapan metanol dilakukan dengan pemanasan pada labu destilasi sehingga metanol yang memiliki titik didih yang lebih rendah akan menguap dan uap tersebut melewati kondensor atau pendingin yang mendinginkan metanol tersebut, sehingga akan terkondensasi atau berubah dari berwujud uap menjadi berwujud cair dan metanol dapat ditampung di labu destilat atau labu Erlenmeyer. Pada proses destilasi ini, destilat ditampung pada suhu tetap (konstan). Hal ini dilakukan karena diharapkan akan diperoleh destilat yang murni pada kondisi suhu tersebut. Setelah sampel pada labu alas bulat berkurang, suhu akan naik karena jumlah sampel yang didestilasi telah berkurang. Pada kondisi naiknya suhu ini, proses destilasi sudah dapat dihentikan sehingga yang diperoleh adalah destilat murni. Pada destilasi, untuk memperoleh ketelitian yang tinggi penempatan ujung termometer harus sangat diperhatikan, yaitu ujung termometer harus tepat berada di persimpangan yang menuju ke pendingin agar suhu yang teramati adalah benar-benar suhu uap senyawa yang diamati. Pada proses destilasi, penyimpangan pengukuran dapat terjadi jika adanya pemanasan yang berlebihan (superheating) serta kesalahan dalam penempatan pengukur suhu (thermometer) tidak pada posisi yang benar. 

Destilasi memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan destilasi yaitu dapat memisahkan zat dengan perbedaan titik didih yang tinggi dan produk yang dihasilkan benar-benar murni. Sedangkan kekurangan destilasi yaitu hanya dapat memisahkan zat yang memiliki perbedaan titik didih yang besar dan biaya penggunaan alat ini relatif mahal.

G. KESIMPULAN
Kesimpulan yang diperoleh dari percobaan ini adalah :
  1. Prinsip destilasi adalah perbedaan titik didih dari komponen-komponen yang menyusun campuran tersebut diiringi dengan proses pengembunan kembali uap tersebut pada suhu titik didih. 
  2. Pada percobaan ini dilakukan proses destilasi untuk memurnikan dan memisahkan campuran etanol-air pada suhu titik didih. 
  3. Perbedaan senyawa metanol dan air dapat berdasarkan sifat kimianya adalah pada perbedaan titik didih keduanya, dimana etanol lebih cepat mendidih dari pada air. 

DAFTAR PUSTAKA
Anwar, F., Cokorda P., dan Mahandari., 2010, Kajian Awal Biji Buah Kepayang Masak Sebagai Bahan Baku Minyak Nabati Kasar, Jurnal Teknologi Industri, 4 (2), Hal. 5.

Budiman, Arief, Joko S, Rimbo B., dan Sutijan, 2004, Verifikasi Model Non Keseimbangan Menara Distilasi Pada Campuran Hidrokarbon Biner, Jurnal Teknik Kimia Indonesia, 3 (1).

Agustian, E., Anny S., Tasrif, Joddy A. L., dan Indri B. A., 2010, Pemisahan Sitronelal Dari Minyak Sereh Wangi Menggunakan Unit Fraksionasi Skala Bench, Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 17 (2), Hal. 49.

Harjadi, W., 1990, Ilmu Kimia Analitik Dasar, Gramedia, Jakarta. 

Sari, N. K., 2007, Komparasi Pemisahan Sistem Biner Aseton-N-Butanol, Aseton-Etanol, Etanol-N-Butanol dengan Benzene-Toluene, Jurnal Teknik Kimia, 1 (2).

Sari, N. K., 2010, Vapor-Liquid Equilibrium (VLE) Water-Ethanol From Bulrush Fermentantion, Jurnal Teknik Kimia, 5 (1), Hal. 363. 

Siti, N., Mardawati E., dan Herudiyanto M., 2010, Pemisahan Eugenol Dari Minyak Cengkeh Dengan Cara Distilasi Fraksinasi, Teknologi Industri Pangan, 4 (2), Hal. 2. 

Vina, J., Siti A., dan Mustapha I., 2010, Isolasi Dan Karakteriasi Senyawa Turunan Terpenoid Dari Fraksi N-Heksan Momordica Charantia L, Jurnal Sain Dan Teknologi Kimia, 1 (1), Hal. 90. 

LAPORAN PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT CAIR DESTILASI DAN TITIK DIDIH

LAPORAN PENETAPAN KADAR FLAVONOID SECARA SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I
PERCOBAAN VIII
PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT CAIR DESTILASI DAN TITIK DIDIH

A. TUJUAN
Tujuan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut.
  1. Untuk memahami prinsip destilasi.
  2. Untuk melakukan destilasi untuk pemisahan dan pemurnian.
  3. Untuk membedakan senyawa-senyawa tersebut berdasarkan sifat reaksi kimianya. 

B. LANDASAN TEORI
Destilasi adalah proses yang digunakan untuk memisahkan campuran fluida berdasarkan titik didih yang diikuti oleh kondensasi. Data yang diperlukan dalam penyelesaian persoalan distilasi adalah data kesetimbangan antara fase liquid dan fase gas. Bentuk dan sumber data kesetimbangan antara fase liquid dan fase gas diantaranya dapat digambarkan dalam bentuk kurva kesetimbangan atau diperoleh dengan cara eksperimen. Dua fasa dikatakan berada dalam kesetimbangan jika temperatur, tekanan, dan potensial kimia dari masing-masing komponen yang terlibat di kedua fasa bernilai sama (Ketut, 2010).

Distilasi adalah suatu proses pemisahan campuran cairan berdasarkan sifat volatilitas menjadi hasil atas destilat dan hasil bawah atau bottom. Proses ini telah berkembang pesat utamanya dilingkungan industry perminyakan (petroleum refinery) karena banyak diperlukan untuk pemisahan minyak mentah (crude oil) menjadi fraksi-fraksinya (Budiman dkk, 2004).

Dasar proses destilasi adalah kesetimbangan senyawa volatil antara fasa cair dan fasa uap. Bila zat non volatile dilarutkan kedalam suatu zat cair, maka tekanan uap zat cair tersebut akan turun. Pada larutan yang mengandung dua komponen volatil yang dapat bercampur sempurna, maka tekanan uap masingmasing komponen akan turun. Hukum Raoult menyatakan bahwa tekanan uap masing-masing komponen berbanding langsung dengan fraksi molnya. Pemisahan menggunakan destilasi sederhana seringkali tidak memuaskan karena metode tersebut dikembangkan dengan menambahkan suatu kolom fraksinasi diantara labu didih dan klaisen (still head) dalam perangkat alat distilasi. Pengaruh dari penambahan kolom fraksinasi akan mempersingkat beberapa pekerjaan pemisahan dari destilasi biasa menjadi hanya satu pekerjaan (Anwar, 2010).

Distilasi bertingkat atau distilasi fraksionasi berguna untuk memisahkan komponen utama berdasarkan perbedaan titik didih. Minyak atsiri umumnya tidak disuling pada tekanan atmosfir tetapi dalam keadaan vakum, karena pada tekanan atmosfir dan suhu tinggi dapat menyebabkan dekomposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemisah-an komponen minyak sereh wangi khususnya pemisahan sitronelal dan mencari kondisi optimum destilasi fraksionasi skala bench (Egi, 2010).

Salah satu cara pemisahan atau pemurnian komponen minyak adalah dengan distilasi fraksional. Distilasi fraksinasi minyak atsiri adalah pemisahan komponen berdasarkan titik didih dan berat molekulnya. Selama distilasi berlangsung baik suhu head, suhu flask, suhu mantle cukup konstan, kecuali suhu heater sedikit berfluktuasi. Hal ini menunjukkan sistem thermostat sangat baik, sedangkan suhu heater sedikit berfluktuasi dikarenakan heater adalah sebagai sumber panas untuk menjaga kestabilan suhu sementara tekanan udara dalam labu dan kolom sangat berfluktuasi. Fluktuasi tekanan inilah yang dimbangi oleh heater untuk menstabilkan suhu flask dan head (Siti, 2010).

Operasi pemisahan fasa liquid – liquid ada beberapa macam yaitu distilasi, ekstrasi dan absorbsi. Seperti halnya pemisahan komponen – komponen campuran ethanol – air yang dilakukan dengan proses distilasi. Distilasi adalah proses yang digunakan untuk memisahkan campuran fluida berdasarkan titik didih yang diikuti oleh kondensasi. Data yang diperlukan dalam penyelesaian persoalan distilasi adalah data kesetimbangan antara fase liquid dan fase gas. Bentuk dan sumber data kesetimbangan antara fase liquid dan fase gas diantaranya dapat digambarkan dalam bentuk kurva kesetimbangan atau diperoleh dengan cara eksperimen. Dua fasa dikatakan berada dalam kesetimbangan jika temperatur, tekanan, dan potensial kimia dari masing-masing komponen yang terlibat di kedua fasa bernilai sama (Sari, 2010).

Jika suatu larutan zat terlarut yang tidak mudah menguap (bukan zat volatil) dilarutkan kedalam pelarut yang mnguap (volatil), dan jika larutan itu cukup encer sebagai larutan ideal maka titik didih akan semakin tinggi dari titik didih sebelumnya. Dimana dalam proses pemanasan akan terjadi dua fase pendidihan yaitu pendidihan larutan volatil yang mudah menguap dan dilanjutkan dengan proses pendidihan larutan terlarut non volatil (Harjadi, 1990).

Etanol disebut juga etil alkohol yang di pasaran lebih dikenal sebagai alcohol merupakan senyawa organik dengan rumus kimia C2H5OH. Dalam kondisi kamar, etanol berwujud cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna. Heksana adalah sebuah senyawa hidrokarbon alkana dengan rumus kimia C6H14 . Awalan heks- merujuk pada enam karbon atom yang terdapat pada heksana dan akhiran -ana berasal dari alkana, yang merujuk pada ikatan tunggal yang menghubungkan atom-atom karbon tersebut. Dalam keadaan standar senyawa ini merupakan cairan tak berwarna yang tidak larut dalam air (Munawaroh, 2010).

C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu :
  • Labu alas bulat
  • Gelas ukur 25 ml
  • Alat destilasi
2. Bahan 
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu :
  • Metanol 20 ml
  • Air 20 ml

D. PROSEDUR KERJA
1. Pemisahan Mmetanol-air
LAPORAN PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT CAIR DESTILASI DAN TITIK DIDIH


E. HASIL PENGAMATAN
LAPORAN PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT CAIR DESTILASI DAN TITIK DIDIH

F. PEMBAHASAN
Destilasi adalah teknik untuk memisahkan larutan ke dalam masing-masing komponennya. Prinsip destilasi adalah didasarkan atas perbedaan titik didih komponen zatnya. Destilasi dapat digunakan untuk memurnikan senyawa-senyawa yang mempunyai titik didih berbeda sehingga dapat dihasilkan senyawa yang memiliki kemurnian yang tinggi. Zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan menguap lebih dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat murni (destilat). 

Prinsip destilasi adalah perbedaan titik didih dari komponen-komponen yang menyusun campuran tersebut diiringi dengan proses pengembunan kembali uap tersebut pada suhu titik didih. 
Destilasi uap merupakan salah satu jenis distilasi yang merupakan gabungan antara distilasi kontinu dan distilasi batch. Bahan yang akan dipisahkan dengan distilasi berada dalam kolom distilasi (batch) sedangkan uap air mengalir melalui bahan secara kontinu.

Macam – macam destilasi yaitu : Destilasi sederhana adalah teknik pemisahan kimia untuk memisahkan dua atau lebih komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang jauh. Destilasi bertingkat adalah untuk memisahkan dua atau lebih komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang dekat. Destilasi uap adalah memisahkan zat senyawa cair yang tidak larut dalam air dan titik didihnya cukup tinggi sedangkan zat cair tersebut mencapai titik didihnya, zat cair sudah terurai, teroksidasi atau mengalami reaksi pengubahan (rearrangement). Destilasi uap adalah istilah umum untuk destilasi campuran air dengan senyawa yang tidak larut dalam air. Destilasi vakum adalah memisahkan dua komponen yang titik didihnya sangat tinggi, metode yang digunakan adalah dengan menurunkan tekanan permukaan lebih rendah dari 1 atm sehingga titik didihnya juga menjadi rendah, dalam prosesnya suhu yang digunakan untuk mendestilasinya tidak terlalu tinggi.

Pemisahan metanol dari campuran metanol dan air dilakukan pada percobaan ini. Sebagaimana prinsip dasar dari destilasi adalah memisahkan zat berdasarkan perbedaan titik didihnya, titik didih air adalah 100C, sedangkan metanol memiliki titik didih 65C maka komponen zat yang memiliki titik didih yang rendah yaitu metanol akan lebih dulu menguap sedangkan yang lebih tinggi titik didihnya yaitu air akan tetap tertampung pada labu destilasi. Proses penguapan metanol dilakukan dengan pemanasan pada labu destilasi sehingga metanol yang memiliki titik didih yang lebih rendah akan menguap dan uap tersebut melewati kondensor atau pendingin yang mendinginkan metanol tersebut, sehingga akan terkondensasi atau berubah dari berwujud uap menjadi berwujud cair dan metanol dapat ditampung di labu destilat atau labu Erlenmeyer. Pada proses destilasi ini, destilat ditampung pada suhu tetap (konstan). Hal ini dilakukan karena diharapkan akan diperoleh destilat yang murni pada kondisi suhu tersebut. Setelah sampel pada labu alas bulat berkurang, suhu akan naik karena jumlah sampel yang didestilasi telah berkurang. Pada kondisi naiknya suhu ini, proses destilasi sudah dapat dihentikan sehingga yang diperoleh adalah destilat murni. Pada destilasi, untuk memperoleh ketelitian yang tinggi penempatan ujung termometer harus sangat diperhatikan, yaitu ujung termometer harus tepat berada di persimpangan yang menuju ke pendingin agar suhu yang teramati adalah benar-benar suhu uap senyawa yang diamati. Pada proses destilasi, penyimpangan pengukuran dapat terjadi jika adanya pemanasan yang berlebihan (superheating) serta kesalahan dalam penempatan pengukur suhu (thermometer) tidak pada posisi yang benar. 

Destilasi memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan destilasi yaitu dapat memisahkan zat dengan perbedaan titik didih yang tinggi dan produk yang dihasilkan benar-benar murni. Sedangkan kekurangan destilasi yaitu hanya dapat memisahkan zat yang memiliki perbedaan titik didih yang besar dan biaya penggunaan alat ini relatif mahal.

G. KESIMPULAN
Kesimpulan yang diperoleh dari percobaan ini adalah :
  1. Prinsip destilasi adalah perbedaan titik didih dari komponen-komponen yang menyusun campuran tersebut diiringi dengan proses pengembunan kembali uap tersebut pada suhu titik didih. 
  2. Pada percobaan ini dilakukan proses destilasi untuk memurnikan dan memisahkan campuran etanol-air pada suhu titik didih. 
  3. Perbedaan senyawa metanol dan air dapat berdasarkan sifat kimianya adalah pada perbedaan titik didih keduanya, dimana etanol lebih cepat mendidih dari pada air. 

DAFTAR PUSTAKA
Anwar, F., Cokorda P., dan Mahandari., 2010, Kajian Awal Biji Buah Kepayang Masak Sebagai Bahan Baku Minyak Nabati Kasar, Jurnal Teknologi Industri, 4 (2), Hal. 5.

Budiman, Arief, Joko S, Rimbo B., dan Sutijan, 2004, Verifikasi Model Non Keseimbangan Menara Distilasi Pada Campuran Hidrokarbon Biner, Jurnal Teknik Kimia Indonesia, 3 (1).

Agustian, E., Anny S., Tasrif, Joddy A. L., dan Indri B. A., 2010, Pemisahan Sitronelal Dari Minyak Sereh Wangi Menggunakan Unit Fraksionasi Skala Bench, Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 17 (2), Hal. 49.

Harjadi, W., 1990, Ilmu Kimia Analitik Dasar, Gramedia, Jakarta. 

Sari, N. K., 2007, Komparasi Pemisahan Sistem Biner Aseton-N-Butanol, Aseton-Etanol, Etanol-N-Butanol dengan Benzene-Toluene, Jurnal Teknik Kimia, 1 (2).

Sari, N. K., 2010, Vapor-Liquid Equilibrium (VLE) Water-Ethanol From Bulrush Fermentantion, Jurnal Teknik Kimia, 5 (1), Hal. 363. 

Siti, N., Mardawati E., dan Herudiyanto M., 2010, Pemisahan Eugenol Dari Minyak Cengkeh Dengan Cara Distilasi Fraksinasi, Teknologi Industri Pangan, 4 (2), Hal. 2. 

Vina, J., Siti A., dan Mustapha I., 2010, Isolasi Dan Karakteriasi Senyawa Turunan Terpenoid Dari Fraksi N-Heksan Momordica Charantia L, Jurnal Sain Dan Teknologi Kimia, 1 (1), Hal. 90.