SEDIAAN INFUS - ElrinAlria

A. Pengertian Infus

Infus adalah sediaan steril yang berupa larutan yang diberikan melalui intravena tetes demi tetes dengan bantuan peralatan yang cocok Merupakan sediaan parenteral volum besar yang diberikan untuk menambah nutrisi, cairan tubuh atau elektrolit, volume 250 ml atau lebih

Contoh penggunaan Infus
SEDIAAN INFUS

B. Tujuan Pemberian Infus

Tujuan pemberian infus yaitu untuk terapi pemeliharaan untuk pasien-pasien yang akan atau sudah dioperasi, atau untuk penderita yang tidak sadar dan tidak dapat menerima cairan, elektrolit, dan nutrisi lewat mulut. Infus diberikan sebagai pengganti pada penderita yang mengalami kehilangan bnyak cairan dan elektrolit yang berat untuk menjamin asupan cairan yang cukup untuk tubuh manusia. Terutama pada pasien dengan kecenderungan terjadinya dehidrasi dan syok yang berujung pada kematian.

C. PENGGOLONGAN SEDIAAN INFUS BERDASARKAN KOMPOSISI DAN KEGUNAANNYA

1. Infus Elektrolit
Pada cairan fisiologi tubuh manusia, tubuh manusia mengandung 60% air dan terdiri atas cairan intraseluler (di dalam sel) 40% yang mengandung ion-ion K+, Mg2+, sulfat, fosfat, protein, serta senyawa organik asam fosfat seperti ATP, heksosa monofosfat, dan lain-lain. 

2. Infus Karbohidrat
Infus karbohidrat adalah sediaan infus berisi larutan glukosa atau dekstrosa yang cocok untuk donor kalori. Kita menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan glikogen otot kerangka, hipoglikemia, dan lain-lain.

3. Infus Plasma Expander atau Penambah Darah
Larutan plasma expander adalah suatu sediaan larutan steril yang digunakan untuk menggantikan plasma darah yang hilang akibat perdarahan, luka bakar, operasi, dan lain-lain. 

4. Larutan Irigasi
Larutan irigasi adalah sediaan larutan steril dalam jumlah besar (3 liter). Larutan tidak disuntikkan ke dalam vena, tetapi digunakan di luar sistem peredaran dan umumnya menggunakan jenis tutup yang diputar atau plastik yang dipatahkan, sehingga memungkinkan pengisian larutan dengan cepat. 

5. Human Albumin
Human albumin adalah sediaan steril albumin serum yang di dapat dengan melakukan fraksinasi darah dari donor manusia sehat.

6. Larutan Protein (Asam Amino)
Larutan protein diinfuskan ke dalam tubuh jika tubuh mengalami kekurangan protein.

7.Larutan Dialisis Peritoneal
Larutan dialisis peritoneal merupakan suatu sediaan parental steril dalam jumlah besar (2 liter).

D. Aturan pemakaian dan penggunaan infus

  1. Obat tidak dapat di absorbsi secara oral 
  2. Terjadinya absorbsi yang tidak teratur setelah penyuntikan secara intramuscular 
  3. Obat menjadi tidak aktif dalam saluran pencernaan 
  4. Perlunya respon yang cepat 
  5. Pasien tidak dapat mentoleransi obat atau cairan secara oral 
  6. Rute pemberian secara intramuskular atau subkutan tidak praktis 
  7. Obat harus terencerkan secara baik atau diperlukannya cairan pembawa 
  8. Obat mempunyai waktu paruh yang sangat pendek dan harus diinfus secara terus-menerus 
  9. Diperlukan perbaikan ketidak seimbangan cairan dan elektrolit 
  10. Obat hanya bersifat aktif oleh pemberian secara intravena 

E. Persyaratan sediaan Infus

  1. Sesuai antara kandungan bahan obat yang ada didalam sediaan dengan pernyataan tertulis pada etiket. 
  2. Penggunaan wadah yang cocok 
  3. Tersatukan tanpa terjadi reaksi 
  4. Bebas kuman 
  5. Bebas Pirogen 
  6. Isotonis 
  7. Isohidris 
  8. F. Fungsi Infus 

Fungsi penggunaan infus , antara lain:
  1. Dasar nutrisi, kebutuhan kalori untuk pasien di rumah sakit harus disuplai via intravenous seperti protein dan karbohidrat. 
  2. Keseimbangan elektrolis digunakan pada pasien yang schock, diare, mual, muntah membutuhkan cairan intravenous. 
  3. Pengganti cairan tubuh, seperti dehidrasi. 
  4. Pembawa obat contohnya sebagai antibiotik. 

G. Keuntungan Sediaan Infus

Keuntungan sediaan infus , antara lain:
  1. Obat memiliki onset (mula kerja) yang cepat. 
  2. Efek obat dapat diramalkan dengan pasti. 
  3. Biovabilitas sempurna atau hampir sempurna. 
  4. Kerusakan obat dalam tractus gastrointestinalis dapat dihindarkan. 
  5. Obat dapat diberikan kepada penderita yang sakit keras atau dalam keadaan koma. 

H. Kerugian Sediaan Infus

Kerugian sediaan infus , antara lain :
  1. Rasa nyeri pada saat disuntik apalagi kalau harus diberikan berulang kali. 
  2. Memberikan efek psikologis pada penderita yang takut suntik. 
  3. Kekeliruan pemberian obat atau dosis hampir tidak mungkin diperbaiki terutama sesudah pemberian intravena. 
  4. Obat hanya dapat diberikan kepada penderita di rumah sakit atau ditempat praktek dokter oleh perawat yang kompeten. 
  5. Lebih mahal dari bentuk sediaan non steril hanya karena ketatnya persyaratan yang harus dipenuhi (steril, bebas pirogen, jernih, praktis, bebas partikel).

SEDIAAN INFUS

A. Pengertian Infus

Infus adalah sediaan steril yang berupa larutan yang diberikan melalui intravena tetes demi tetes dengan bantuan peralatan yang cocok Merupakan sediaan parenteral volum besar yang diberikan untuk menambah nutrisi, cairan tubuh atau elektrolit, volume 250 ml atau lebih

Contoh penggunaan Infus
SEDIAAN INFUS

B. Tujuan Pemberian Infus

Tujuan pemberian infus yaitu untuk terapi pemeliharaan untuk pasien-pasien yang akan atau sudah dioperasi, atau untuk penderita yang tidak sadar dan tidak dapat menerima cairan, elektrolit, dan nutrisi lewat mulut. Infus diberikan sebagai pengganti pada penderita yang mengalami kehilangan bnyak cairan dan elektrolit yang berat untuk menjamin asupan cairan yang cukup untuk tubuh manusia. Terutama pada pasien dengan kecenderungan terjadinya dehidrasi dan syok yang berujung pada kematian.

C. PENGGOLONGAN SEDIAAN INFUS BERDASARKAN KOMPOSISI DAN KEGUNAANNYA

1. Infus Elektrolit
Pada cairan fisiologi tubuh manusia, tubuh manusia mengandung 60% air dan terdiri atas cairan intraseluler (di dalam sel) 40% yang mengandung ion-ion K+, Mg2+, sulfat, fosfat, protein, serta senyawa organik asam fosfat seperti ATP, heksosa monofosfat, dan lain-lain. 

2. Infus Karbohidrat
Infus karbohidrat adalah sediaan infus berisi larutan glukosa atau dekstrosa yang cocok untuk donor kalori. Kita menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan glikogen otot kerangka, hipoglikemia, dan lain-lain.

3. Infus Plasma Expander atau Penambah Darah
Larutan plasma expander adalah suatu sediaan larutan steril yang digunakan untuk menggantikan plasma darah yang hilang akibat perdarahan, luka bakar, operasi, dan lain-lain. 

4. Larutan Irigasi
Larutan irigasi adalah sediaan larutan steril dalam jumlah besar (3 liter). Larutan tidak disuntikkan ke dalam vena, tetapi digunakan di luar sistem peredaran dan umumnya menggunakan jenis tutup yang diputar atau plastik yang dipatahkan, sehingga memungkinkan pengisian larutan dengan cepat. 

5. Human Albumin
Human albumin adalah sediaan steril albumin serum yang di dapat dengan melakukan fraksinasi darah dari donor manusia sehat.

6. Larutan Protein (Asam Amino)
Larutan protein diinfuskan ke dalam tubuh jika tubuh mengalami kekurangan protein.

7.Larutan Dialisis Peritoneal
Larutan dialisis peritoneal merupakan suatu sediaan parental steril dalam jumlah besar (2 liter).

D. Aturan pemakaian dan penggunaan infus

  1. Obat tidak dapat di absorbsi secara oral 
  2. Terjadinya absorbsi yang tidak teratur setelah penyuntikan secara intramuscular 
  3. Obat menjadi tidak aktif dalam saluran pencernaan 
  4. Perlunya respon yang cepat 
  5. Pasien tidak dapat mentoleransi obat atau cairan secara oral 
  6. Rute pemberian secara intramuskular atau subkutan tidak praktis 
  7. Obat harus terencerkan secara baik atau diperlukannya cairan pembawa 
  8. Obat mempunyai waktu paruh yang sangat pendek dan harus diinfus secara terus-menerus 
  9. Diperlukan perbaikan ketidak seimbangan cairan dan elektrolit 
  10. Obat hanya bersifat aktif oleh pemberian secara intravena 

E. Persyaratan sediaan Infus

  1. Sesuai antara kandungan bahan obat yang ada didalam sediaan dengan pernyataan tertulis pada etiket. 
  2. Penggunaan wadah yang cocok 
  3. Tersatukan tanpa terjadi reaksi 
  4. Bebas kuman 
  5. Bebas Pirogen 
  6. Isotonis 
  7. Isohidris 
  8. F. Fungsi Infus 

Fungsi penggunaan infus , antara lain:
  1. Dasar nutrisi, kebutuhan kalori untuk pasien di rumah sakit harus disuplai via intravenous seperti protein dan karbohidrat. 
  2. Keseimbangan elektrolis digunakan pada pasien yang schock, diare, mual, muntah membutuhkan cairan intravenous. 
  3. Pengganti cairan tubuh, seperti dehidrasi. 
  4. Pembawa obat contohnya sebagai antibiotik. 

G. Keuntungan Sediaan Infus

Keuntungan sediaan infus , antara lain:
  1. Obat memiliki onset (mula kerja) yang cepat. 
  2. Efek obat dapat diramalkan dengan pasti. 
  3. Biovabilitas sempurna atau hampir sempurna. 
  4. Kerusakan obat dalam tractus gastrointestinalis dapat dihindarkan. 
  5. Obat dapat diberikan kepada penderita yang sakit keras atau dalam keadaan koma. 

H. Kerugian Sediaan Infus

Kerugian sediaan infus , antara lain :
  1. Rasa nyeri pada saat disuntik apalagi kalau harus diberikan berulang kali. 
  2. Memberikan efek psikologis pada penderita yang takut suntik. 
  3. Kekeliruan pemberian obat atau dosis hampir tidak mungkin diperbaiki terutama sesudah pemberian intravena. 
  4. Obat hanya dapat diberikan kepada penderita di rumah sakit atau ditempat praktek dokter oleh perawat yang kompeten. 
  5. Lebih mahal dari bentuk sediaan non steril hanya karena ketatnya persyaratan yang harus dipenuhi (steril, bebas pirogen, jernih, praktis, bebas partikel).