DEFINISI DAN JENIS-JENIS SUPPOSITORIA - ElrinAlria
DEFINISI DAN JENIS-JENIS SUPPOSITORIA
Suppositoria adalah bentuk sediaan padat yang pemakaiannya dengan cara dimasukkan ke dalam lubang atau celah dalam tubuh dimana ia akan melebur, melunak, atau larut dan memberikan efek lokal atau sistemik (Ansel, hal 576).

Keuntungan Suppositoria

  1. Obat yang dirusak atau dibuat tidak aktif oleh pH atau aktivitas enzim dari lambung atau usus,
  2. Obat yang merangsang lambung dapat diberikan tanpa menimbulkan rangsangan,
  3. Obat yang dirusak dalam sirkulasi portal, dan tidak melewati hati setelah sel diabsorbsi pada lambung,
  4. Digunakan oleh pasien dewasa dan anak-anak yang tidak mau menelan obat,
  5. Cara yang efektif dalam perawatan pasien yang muntah.

Kerugian Suppositoria

Fasttrack, hal 158.
  1. Di negara-negara tertentu khususnya Amerika dan Inggris, bentuk sediaan rektal kurang dikenal, khususnya untuk pengobatan sistemik, dimana hal ini berbeda dengan di Eropa.
  2. Petunjuk dari ahlinya diperlukan dalam pemberian bentuk sediaan ini.
  3. Penyerapan bahan obat dari rektum berlangsung lambat.
  4. Pemberian rektal dari bahan obat dapat menghasilkan efek samping lokal.
  5. Pembuatan suppositoria di industri lebih sulit daripada bentuk rektum lainnya.

Bentuk-bentuk Suppositoria

Ansel, hal 576-577.
a. Suppositoria rektal
Berbentuk silindris dan kedua ujungnya tajam, peluru, torpedo dan berjari-berjari kecil. Panjangnya ± 32 mm (1,5 inci). Amerika menetapkan beratnya 2 gram untuk orang dewasa bila oleum cacao yang digunakan sebagai basis, sedangkan untuk bayi dan anak-anak ukuran dan beratnya ½ dari ukuran dan berat orang dewasa.

b. Suppositoria vagina
Berbentuk bola lonjong atau seperti kerucut, sesuai dengan kompendik resmi beratnya 5 gram, apabila basisnya oleum cacao, tergantung pada jenis basis, berat untuk vagina ini berbeda-beda.

c. Suppositoria uretra
Bentuknya ramping seperti pensil, gunanya untuk dimasukkan ke dalam saluran urin pria atau wanita. Suppositoria saluran urin pria bergaris tengah 3-6 mm dengan panjang ± 140 mm, walaupun ukuran ini bervariasi. Apabila basisnya dari oleum cacao maka beratnya ± 4 gram. Suppositoria urin wanita, panjang dan beratnya ½ dari ukuran untuk pria, panjang ± 70 mm dan beratnya 2 gram, jika menggunakan basis oleum cacao.

Penggunaan jenis-jenis suppositoria

1. Ansel, hal 578 dan 593.
Suppositoria rektal dimaksudkan untuk kerja lokal dan paling sering digunakan untuk menghilangkan konstipasi dan rasa sakit, iritasi, rasa gatal dan radang sehubungan dengan wasir atau kondisi anorektal lainnya. Suppositoria antiwasir seringkali mengandung sejumlah zat, termasuk anastetik lokal, vasokontriksi, astringen, analgetik, pelunak yang menyejukkan dan zat pelindung. Suppositoria laksatif yang terkenal adalah suppositoria gliserin, yang menyebabkan efek laksatif (pencahar) karena iritasi lokal dari membran mukosa. Contoh lain: suppositoria rektum aminofilin, aspirin, bisakodil, kloropromazepin.

2. Ansel, 578 dan 596.
Suppositoria vagina yang dimaksudkan untuk efek lokal digunakan terutama sebagai antiseptik pada hygiene wanita dan sebagai zat khusus untuk memerangi dan menyerang penyebab penyakit (bakteri patogen) Obat-obatan yang umum digunakan adalah trikomonasida untuk memerangi vaginitas yang disebabkan oleh tricomonas vaginals, candida (monilia) albicons, dan mikroorganisme lainnya.

3. Ansel, hal 578.
Suppositoria uretra biasa digunakan sebagai antibakteri dan sebagai sediaan anestetik lokal untuk pengujian uretra.

Aksi Lokal dan Aksi Sistemik Suppositoria

Ansel, hal 578.
a. Aksi lokal
Begitu dimasukkan, basis suppositoria meleleh, melunak atau melarut dan menyebarkan bahan obat yang dibawanya ke jaringan-jaringan di daerah tersebut. Obat ini dimaksudkan untuk ditahan dalam ruang tersebut dan memberikan efek kerja lokal.

b. Aksi sistemik
Untuk efek sistemik membran mukosa rektum vagina memungkinkan absorbsi dari kebanyakan obat yang dapat larut.

DEFINISI DAN JENIS-JENIS SUPPOSITORIA

DEFINISI DAN JENIS-JENIS SUPPOSITORIA
Suppositoria adalah bentuk sediaan padat yang pemakaiannya dengan cara dimasukkan ke dalam lubang atau celah dalam tubuh dimana ia akan melebur, melunak, atau larut dan memberikan efek lokal atau sistemik (Ansel, hal 576).

Keuntungan Suppositoria

  1. Obat yang dirusak atau dibuat tidak aktif oleh pH atau aktivitas enzim dari lambung atau usus,
  2. Obat yang merangsang lambung dapat diberikan tanpa menimbulkan rangsangan,
  3. Obat yang dirusak dalam sirkulasi portal, dan tidak melewati hati setelah sel diabsorbsi pada lambung,
  4. Digunakan oleh pasien dewasa dan anak-anak yang tidak mau menelan obat,
  5. Cara yang efektif dalam perawatan pasien yang muntah.

Kerugian Suppositoria

Fasttrack, hal 158.
  1. Di negara-negara tertentu khususnya Amerika dan Inggris, bentuk sediaan rektal kurang dikenal, khususnya untuk pengobatan sistemik, dimana hal ini berbeda dengan di Eropa.
  2. Petunjuk dari ahlinya diperlukan dalam pemberian bentuk sediaan ini.
  3. Penyerapan bahan obat dari rektum berlangsung lambat.
  4. Pemberian rektal dari bahan obat dapat menghasilkan efek samping lokal.
  5. Pembuatan suppositoria di industri lebih sulit daripada bentuk rektum lainnya.

Bentuk-bentuk Suppositoria

Ansel, hal 576-577.
a. Suppositoria rektal
Berbentuk silindris dan kedua ujungnya tajam, peluru, torpedo dan berjari-berjari kecil. Panjangnya ± 32 mm (1,5 inci). Amerika menetapkan beratnya 2 gram untuk orang dewasa bila oleum cacao yang digunakan sebagai basis, sedangkan untuk bayi dan anak-anak ukuran dan beratnya ½ dari ukuran dan berat orang dewasa.

b. Suppositoria vagina
Berbentuk bola lonjong atau seperti kerucut, sesuai dengan kompendik resmi beratnya 5 gram, apabila basisnya oleum cacao, tergantung pada jenis basis, berat untuk vagina ini berbeda-beda.

c. Suppositoria uretra
Bentuknya ramping seperti pensil, gunanya untuk dimasukkan ke dalam saluran urin pria atau wanita. Suppositoria saluran urin pria bergaris tengah 3-6 mm dengan panjang ± 140 mm, walaupun ukuran ini bervariasi. Apabila basisnya dari oleum cacao maka beratnya ± 4 gram. Suppositoria urin wanita, panjang dan beratnya ½ dari ukuran untuk pria, panjang ± 70 mm dan beratnya 2 gram, jika menggunakan basis oleum cacao.

Penggunaan jenis-jenis suppositoria

1. Ansel, hal 578 dan 593.
Suppositoria rektal dimaksudkan untuk kerja lokal dan paling sering digunakan untuk menghilangkan konstipasi dan rasa sakit, iritasi, rasa gatal dan radang sehubungan dengan wasir atau kondisi anorektal lainnya. Suppositoria antiwasir seringkali mengandung sejumlah zat, termasuk anastetik lokal, vasokontriksi, astringen, analgetik, pelunak yang menyejukkan dan zat pelindung. Suppositoria laksatif yang terkenal adalah suppositoria gliserin, yang menyebabkan efek laksatif (pencahar) karena iritasi lokal dari membran mukosa. Contoh lain: suppositoria rektum aminofilin, aspirin, bisakodil, kloropromazepin.

2. Ansel, 578 dan 596.
Suppositoria vagina yang dimaksudkan untuk efek lokal digunakan terutama sebagai antiseptik pada hygiene wanita dan sebagai zat khusus untuk memerangi dan menyerang penyebab penyakit (bakteri patogen) Obat-obatan yang umum digunakan adalah trikomonasida untuk memerangi vaginitas yang disebabkan oleh tricomonas vaginals, candida (monilia) albicons, dan mikroorganisme lainnya.

3. Ansel, hal 578.
Suppositoria uretra biasa digunakan sebagai antibakteri dan sebagai sediaan anestetik lokal untuk pengujian uretra.

Aksi Lokal dan Aksi Sistemik Suppositoria

Ansel, hal 578.
a. Aksi lokal
Begitu dimasukkan, basis suppositoria meleleh, melunak atau melarut dan menyebarkan bahan obat yang dibawanya ke jaringan-jaringan di daerah tersebut. Obat ini dimaksudkan untuk ditahan dalam ruang tersebut dan memberikan efek kerja lokal.

b. Aksi sistemik
Untuk efek sistemik membran mukosa rektum vagina memungkinkan absorbsi dari kebanyakan obat yang dapat larut.