KLASIFIKASI DAN ANATOMI AYAM - ElrinAlria
KLASIFIKASI DAN ANATOMI AYAM

A. Klasifikasi 

Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Aves
Ordo : Galliformes
Family : Phasianidae
Genus : Gallus
Species : Gallus gallus Linn

Galliformes adalah ordo pada aves yang terdiri atas burung-burung yang makan di daratan (tidak terbang akan tetapi bersayap). Terdapat 290 spesies dari ordo galliformes.

Ayam diklasifikasikan dalam Famili Phasianidae dan Subfamili phasianinae karena memiliki dimorfisme seksual atau perbedaan bentuk antara jantan dan betina. Ayam Jantan dihiasi dengan warna terang, jambul dan ekor yang panjang. Ayam ini merupakan salah satu subspesies dari Gallus gallus.

Sebagai hewan peliharaan, ayam mampu mengikuti ke mana manusia membawanya. Hewan ini sangat adaptif dan dapat dikatakan bisa hidup di sembarang tempat, asalkan tersedia makanan baginya. Karena kebanyakan ayam peliharaan sudah kehilangan kemampuan terbang yang baik, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di tanah atau kadang-kadang di pohon.

B. Anatomi Ayam

A. Kulit dan Bulu
Kulit dan bulu secara bersama-sama menutupi hampir seluruh lapisan luar bagian tubuh ayam. Secara bersamaan, dua bagian tubuh tersebut mempunyai fungsi melindungi tubuh dari cedera, membantu menjaga keseimbangan suhu tubuh, membantu untuk terbang, dan menerima (receptors) sensor rangsangan dari luar.

Bulu ayam dewasa dapat dibagi menjadi tiga tipe. Pertama, bulu secara keseluruhan (contour feather) yang terdiri dari bagian quill, shaft atau rachis, fluff atau undercolor, dan web. Kedua, bulu halus di dekat kulit seperti rachit pendek (plumules). Ketiga, bulu pendek, lentur, dan rambutnya seperti rachis yang disebut sebagai filoplume.

Hampir seluruh permukaan tubuh ayam ditumbuhi bulu, dari daerah kepala, leher, dada, bahu, punggung, sayap, perut, paha, kaki, hingga ekor, kecuali di daerah paruh, mata, dan kaki bagian bawah (ceker). Warna bulu ayam sangat beragam tergantung dari jenis ayam, lokasi tumbuh bulu di tubuh, dan jenis kelaminnya. Bulu ayam memiliki beberapa fungsi sebagai berikut.
  1. Membantu untuk terbang. 
  2. Menjaga suhu tubuh konstan dan memberi perlindungan dari temperatur yang ekstrem. 
  3. Memberi perlindungan dari hujan. 
  4. Memberi perlindungan dari hewan pemangsa. 

B. Sistem Rangka
Rangka berfungsi untuk menjaga bentuk tubuh, menyangga daging, melindungi organ vital, dan sebagai alat gerak. Secara keseluruhan, susunan rangka ayam hampir sama dengan rangka mamalia, yaitu terdiri dari beberapa tulang yang saling berhubungan dan memiliki fungsi yang berbeda. Rangka tersebut terdiri dari tulang kepala, tulang leher, tulang sayap, tulang dada, tulang kaki, dan tulang belakang.

C. Sistem Otot
Otot dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu otot halus (smooth), otot jantung (cardiac), dan otot kerangka (skeletal). Otot halus terdapat di sejumlah alat pencernaan (gastrointestinal tract). Otot jantung terdapat di organ jantung. Sementara itu, otot kerangka bisa ditemukan melekat di sekeliling kerangka tubuh. Otot kerangka berisi tiga jenis serabut otot, yaitu serabut merah (red fibres), serabut putih (white fibres), dan serabut pertengahan (intermediate).

D. Sistem Peredaran Darah
Fungsi utama sistem peredaran darah adalah mengalirkan darah dari jantung ke seluruh sel tubuh dan kembali lagi ke jantung. Sistem peredaran darah ini terdiri dari darah, pembuluh darah, dan jantung.
KLASIFIKASI DAN ANATOMI AYAM

KLASIFIKASI DAN ANATOMI AYAM
  • Membawa oksigen (O2) dari sel tubuh dan memindahkan CO2 dari sel tersebut.
  • Menyerap zat makanan dari saluran penyuplai dan membawa sebagian ke jaringan
  • Membawa kembali sisa hasil metabolisme sel.
  • Membawa produksi hormon dari kelenjar endokrin (penghasil hormon) ke berbagai bagian ayam.
  • Membantu pengaturan kandungan air di jaringan tubuh.

Pada ayam, organ jantung terdiri dari empat ruangan, yaitu atrium kanan, vertikel kanan, atrium kiri, dan vertikel kiri. Darah yang miskin oksigen (deoxygenated blood) akan masuk melalui atrium kanan, kemudian melalui vertikel kanan. Dengan adanya gerakan memompa oleh otot jantung, darah dari vertikel kanan akan keluar menuju paru. Di paru-paru, darah akan mengambil oksigen dan melepaskan karbondioksida. 

Darah segar yang mengandung oksigen akan mengalir dari paru-paru menuju ke atrium kiri dan melalui vertikel kiri. Adanya gerakan kontraksi vertikel kiri mendorong darah keluar menuju ke sistem asterial dan dibawa menuju sel-sel tubuh. Selanjutnya, dari sel-sel tubuh, darah membawa produk buangan menuju kembali ke jantung melalui sistem venous (pembuluh darah vena). Proses ini berlangsung berulang-ulang secara teratur.

E. Sistem Pernapasan
Sistem Pernapasan ayam

Alat pernapasan ayam terdiri dari tiga bagian yaitu bagian atas (lubang hidung dan pangkal tenggorokan atau larynx), saluran pernapasan, dan paru-paru. Fungsi alat pernapasan adalah sebagai tempat pertukaran udara yang masuk dan keluar dari tubuh ayam. Dengan kata lain, alat pernapasan berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen yang masuk kedalam tubuh dan karbondioksida yang dikeluarkan dari tubuh ayam. Selain itu, sistem pernapasan berfungsi untuk mengatur temperatur tubuh ayam.

F. Sistem Pencernaan
Sistem Pencernaan ayam

Alat pencernaan ayam terdiri dari mulut, kerongkongan (esophagus), tembolok (crop), ampela bagian depan (proventriculus), ampela (ventriculus), usus kecil (small intestine), usus buntu (ceca), usus besar (large intestine), dan kloaka. Setiap bagian alat pencernaan tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut ini bagian dari fungsi setiap alat pencernaan.
  • Mulut berfungsi untuk minum dan memasukkan makanan, menghasilkan air liur yang mengandung enzim amilase (enzim pengurai makanan), dan mempermudah makanan masuk ke dalam kerongkongan. 
  • Kerongkongan berfungsi untuk menyalurkan makanan dari mulut ke tembolok. 
  • Tembolok berfungsi sebagai penampung sementara makanan sebelum proses selanjutnya. 
  • Ampela (ventriculus) bagian depan berfungsi sebagai penghasil pepsin atau enzim pengurai protein dan penghasil asam lambung (hydrochloric acid). Ampela memiliki otot yang kuat dan permukaan yang tebal. Fungsinya sebagai pemecah makanan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. 
  • Di bagian usus kecil (small intestine) terdapat pankreas yang menghasilkan enzim amilase, lipase, dan tripsin. Tiga enzim tersebut dan enzim lainnya yang dihasilkan dari dinding usus kecil berfungsi untuk menguraikan protein dan gula. Hasilnya akan diserap usus kecil untuk didistribusikan ke seluruh tubuh ayam. 
  • Usus kecil berfungsi sebagai tempat penyerapan sari-sari makanan. Organ usus kecil ayam dewasa berukuran panjang 1,5 meter. 
  • Fungsi usus buntu belum diketahui secara pasti. Usus buntu ayam dewasa berukuran 15cm. 
  • Usus besar berfungsi sebagai penambah kandungan air dalam sel tubuh dan menjaga keseimbangan kandungan air dalam sel tubuh dan menjaga keseimbangan air dalam tubuh ayam. Usus besar ayam dewasa berukuran 10cm. 
  • Kloaka berfungsi sebagai lubang pengeluaran sisa pencernaan. 

G. Sistem Saluran Urine
Sistem saluran urine pada ayam terdiri dari dua ginjal (kidneys) dan saluran kemih. Ginjal berukuran besar dan memanjang yang terletak dekat paru-paru. Saluran kemih (ureter) menghubungkan ginjal dengan kloaka. Fungsi utama ginjal ada dua, yaitu sebagai filter untuk menyerap dan mengeluarkan air, elektrolit, dan produk buangan lainnya dari darah, serta tempat penyerapan kembali gizi (nutrients). Air kemih ayam berupa asam urat yang merupakan hasil akhir dari metabolisme protein yang berwarna keputih-putihan.

H. Sistem Saraf
Sistem saraf berfungsi mengatur semua organ tubuh. Otak merupakan tempat konsentrasi terbesar sel-sel saraf dan berfungsi sebagai pusat pengatur semua saraf. Sistem saraf yang berfungsi baik pada ayam yaitu penglihatan, pendengaran, dan saraf perasa. Sementara itu, sistem saraf penciuman kurang berfungsi. Secara anatomi, sistem saraf dibagi menjadi dua sistem berikut ini.

Sistem saraf somatis (somatic nerveus system) adalah sistem saraf dalam tubuh ayam yang dapat menerima rangsangan dari lingkungan luar. Contohnya ketika ayam dipegang. 
Sistem saraf otomatis (automatic nervous system) terdiri dari sistem parasimpatis (symphathetic autonomic nerveus system) dan sistem saraf arasimpatis (parasympathetic automatic nerveus sistem). Sistem ini secara umum bergabung dengan kebiasaan yang sering dilakukan ayam misalnya ketika berkelahi dan terbang. 

I. Sistem Reproduksi
Sistem Reproduksi ayam

Secara anatomi sistem reproduksi pada ayam hampir sama dengan ternak lainnya. Perbedaannya, hanya terdapat pada bentuk dan ukuran organ reproduksi. Secara fisiologi, unggas memiliki sistem reproduksi yang berbeda dibandingkan dengan hewan menyusui (mamalia). Pada unggas, pembuahan sel telur terjadi di saluran telur (infundibulum) dan sel telur tersebut dibungkus dengan cangkang (shell). Perkembangan janin (embrio) terjadi di luar induknya. Pada hewan mamalia, pembuahan sel telur dan perkembangan janin (embrio) terjadi di saluran reproduksi (uterus).

• Sistem Reproduksi Ayam Jantan
Alat reproduksi ayam jantan terdiri dari dua testis yang memiliki epididimis dan vas deferens yang menuju ke alat kelamin (copulatory organ). Alat kelamin ayam sangat unik karena testis terletak di bagian dalam tubuh ayam, yaitu di antara tulang belakang bagian dalam dan bagian perut. Alat capulatory pada ayam memiliki dua bintil memanjang (papillae) dan satu alat copulatory mengecil yang berada di lubang bagian luar (vent) dekat dengan anus.

• Sistem Reproduksi Ayam Betina
Alat reproduksi ayam betina terdiri atas dua indung telur (ovaries), yaitu ovarium kanan dan ovarium kiri. Berikut alat reproduksi ayam betina beserta fungsi dan waktu yang diperlukan untuk membentuk telur. Proses pembentukan telur memerlukan waktu 23-26 jam dari tahap pembentukan kuning telur (yolk) hingga menjadi telur yang siap dikeluarkan. Pembentukan telur akan terganggu jika ada gangguan pada ayam betina seperti stres, infeksi penyakit, atau pakan yang tidak cukup baik kuantitas maupun kualitasnya.

C. Morfologi Ayam 

Tubuh ayam dapat dibedakan atas :
1. Caput (kepala).
Pada caput terdapat alat-alat berikut :
Rostrum (paruh), terbentuk dari maxilla pada ruang atas dan mandibula pada ruang bawah. Bagian dalam paruh dilapisi oleh lapisan yang disebut cera, sedangkan sebelah luar dilapisi oleh pembungkus selaput zat tanduk. 
Nares (lubang hidung), terdapat dibagian lateral dari paruh bagian atas, nares interna pada sebelah dalam dan nares eksterna pada sebeleh luar. 
Cera, merupakan suatu tonjolan kulit yang lemah dan terdapat pada rostum bagian atas. 
Organon visus (alat penglihat), pada ayam relatif besar dan terletak sebelah lateral pada kepala dengan kelopak mata yang berbulu. Iris berwarna kuning atau jingga kemerah-merahan, sedangkan pupil jika dibandingkan dengan besarnya mata relatif besar. Pada sudut medila mata terdapat membrana nictitans yang dapat ditarik untuk menutupi mata. 
Porus acusticus externus (lubang telinga luar), terletak di sebeleh dorso-caudal mata, sedangkan membrana tymphani yang terdapat disebelah dalamnya untuk menangkap getaran suara. 

2. Cervix (leher).
Pada ayam, leher ini biasanya panjang.

3. Truncus (badan).
Truncus pada ayam dibungkus oleh kulit yang seolah-olah tak melekat pada otot. Dari kulit akan muncul bulu dari hasil pertumbuhan epidermis menjadi bentuk ringan, fleksibel dan berguna sebagai pembungkus tubuh yang sangat resisten.


Pada uropygium berpangkal bulu-bulu ekor, sedangkan pada facies dorsalis uropygium ada papilla yang mempunyai lubang sebagai muara kelenjar minyak, minyak ini berguna untuk meminyaki bulu-bulunya dan kelenjar minyak disebut glandula uropyglalis.

4. Caudal (ekor).
Ayam mempunyai bulu-bulu ekor yang berpangkal di uropygium.

5. Extremitas / membran liberi.
•Extremitas anterior.
Berupa ala (sayap) yang skeletonnya terdiri atas humerus (lengan atas), radius (tulang pengumpil), ulna (tulang hasta) dan ossa carpalia (tulang pergelangan tangan). Pada aves tinggal 2 buah, yaitu os scaphoideum yang menempel pada radius dan os cunieforme menempel pada ulna.


Persatuan antara ossa carpalia (tulang pergelangan tangan) dengan ossa metacarpalia (tulang telapak tangan) sebagai tempat melekatnya digiti yang ada 3 yaitu jari I, II, III yang nomor-nomornya sesuai dengan banyaknya ruas jari (phalanges) yang ada.

•Extremitas posterior.
Terdiri atas femur, patella, crus yang terdiri fibula yang pendek dan tibio-tarsus yang merupakan persatuan dari tulang tibia dan tarsalia. Pes (tulang cakar) terdiri atas meta-tarsus dan digiti yang mempunyai ruas phalanx (jari-jari). Pada ujung jari terdapat falcula yaitu kuku untuk mencakar, 4 jari itu ada 3 yang mengarah ke muka dan 1 yang mengarah ke belakang.

6. Cavum oris ayam (rongga mulut).
•Maxilla (rahang atas).
Di sini tidak ada gigi, nares posteriors (yang menghubungkan rongga mulut dengan rongga hidung), fissura choanae secundaria, ostium pharyngeum tuba auditiva eustachii, tunggal dan letaknya di medial. Pada palatum terdapat lipatan-lipatan crista marginalis dan plica palatini.

•Mandibula (rahang bawah).
Terdapat aditus laryngis, lingua yang sempit, panjang dan dilapisi oleh lapisan tanduk.

7. Struktur anatomi bulu ayam.
Bulu-bulu ini berfungsi untuk melindungi kulit terhadap cuaca yang tidak cocok dan untuk terbang. Menurut stuktur anatomisnya ada 3 bulu yaitu :

1. Plumae (contour-feathers).
Terdiri atas bagian-bagian :
  • Calamus (quill) adalah tangkai bulu.
  • Rachis (shaft) adalah lanjutan dari calamus yang menjadi sumbu dari vexillum dan di dalamnya tidak berongga.
  • Umbilicus inferior, merupakan lubang pada pangkal calamus.
  • Umbilicus superior, merupakan lubang di bagian distal calamus yang melanjutkan diri sebagai sulcus pada rachis. Saat masih muda bulunya kedua umbilicus dilalui pembuluh darah untuk memberi makanan pada bulu muda tadi.
Vexillum (vane), terbentuk dari barbae yaitu suatu cabang ke arah lateral dari rachis, tiap barbae mempercabangkan lagi banyak barbulae, menurut arahnya barbulae terbagi atas :
  • barbulae yang distal, menuju ke arah ujung bulu/ distal, mempunyai kait-kait (radioli) untuk mengait barbulae yang proximal.
  • barbulae yang proximal, menuju ke arah pangkal bulu/ proximal.

2. Plumulae (down-feather)
Biasanya terdapat pada ayam yang masih muda, atau yang sedang mengerami telurnya. Plumulae mempunyai bagian-bagian seperti calamus pendek, rachis agak mereduksi, barbae yang panjang dan fleksibel, serta barbulaeyang pendek.

3. Filoplumae (hair-feather).
Fungsinya belum diketahui, berbentuk sebagai rambut yang ujungnya bercabang-cabang pendek halus, tumbuh dengan jarak yang jarang di seluruh tubuh, mempunyai tangkai yang panjang dan pada puncaknya terdapat beberapa barbae.

D. Dasar-dasar Perkawinan

Tujuan perkawinan yaitu untuk meningkatkan populasi dan meningkatkan atau meperbaiki potensi genetik sifata produksi yang berguna bagi manusia. Secara teknis perkawinan pada unggas terbagi menjadi kawin alami dan buatan.
Kawin alami, perkawinan yang terjadi secara alami tanpa bantuan manusia secara langsung.
  • Flock matting, perkawinan antara sekelompok pejantan dengan sekelompok betina.
  • Pen matting, perkawinan antara satu pejantan dengan sekelompok betina.


Cara Perkembangbiakan Hewan
1. Bertelur (Ovipar) 
Perkembangbiakan hewan dengan cara bertelur disebut ovipar. Ovipar berasal dari kata ovum (telur).Sel telur dari hewan betina dibuahi oleh sperma yang dihasilkan hewan jantan.Pembuahan dapat terjadi di dalam tubuh (internal) dan pembuahan di luar tubuh (eksternal). Ayam, burung, ikan, dan serangga berkembang biak dengan bertelur. 
a. Unggas (bangsa burung) Ayam, bebek, dan merpati termasuk unggas yang berkembang biak dengan cara bertelur. Pernahkah kamu melihat ayam atau burung yang mengerami telurnya? Hewan-hewan tersebut mengerami telurnya hingga menetas. Ayam dan burung mengerami telurnya sekitar 21 hari. Perkembangbiakan ini terjadi karena pembuahan di dalam tubuh. 

E. Cara Perkawinan Ayam

secara alami seekor ayam betina akan mengalami masa bertelur ketika sudah memasuki masa matangnya organ reproduksi ayam, walaupun tanpa membutuhkan seekor pejantan. Hanya saja telur yang dihasilkan tidak akan dapat ditetaskan karena tidak adanya pembuahan sel telur oleh sperma di dalam organ reproduksi ayam betina, telur tanpa pembuahan tersebut dinamakan infertile.

Agar menghasilkan sebutir telur yang dapat ditetaskan, tentu diperlukan sebuah perkawinan oleh seekor ayam jantan sebagai penghasil sperma, yang selanjutnya sperma tersebut akan dibuahi oleh indukan betina untuk menghasilkan telur. Kemudian telur tersebut dierami sampai menetas. selama 21 hari untuk memperoleh DOC. berikut ini akan dibahas cara mengawinkan ayam antara 

1. Kawin Alami
perkawinan secara alami adalah perkawinan ayam pejantan dengan induk betina dimana keduanya telah matang organ reproduksinya. Perkawinan dilakukan dengan cara ayam akan menaiki tubuh induk betina dan memasukkan spermanya ke dalam vagina induk betina. Perkawinan ini dilakukan tanpa ada campur tangan manusia, karena biasanya saat induk betina sudah mulai siap kawin akan menunjukkan tingkah laku yang dapat mengundang ayam jantan untuk segera mengawininya.

2. Kawin Semi Alami
Tidak semua indukan betina mau dikawini oleh ayam pejantan, sehingga ayam pejantan yang telah siap kawin akan mengejar indukan betina yang lari ketakutan. Kalaupun ayam pejantan dapat mengejar dan mengawini indukan betina, maka sperma jantan tidak akan dapat masuk sempurna karena indukan betina akan terus meronta dan ayam pejantan akan terburu buru mengeluarkan spermanya walaupun posisinya belum tepat benar. Cara menyiasatinya adalah dengan cara kawin dodok (diambil dari istilah duduk), yaitu perkawinan ayam yang dilakukan sama seperti cara konvensional, tetapi dibantu tangan manusia. Caranya dengan memegangi induk betina yang siap kawin dengan posisi didudukkan ke lantai agar tidak meronta-ronta, sehingga ayam pejantan dapat mengawininya secara alami. perkawinan ini hanya dapat dilakukan pada ayam yang sudah jinak dan terbiasa.

3. Kawin suntik
untuk memperoleh DOC yang berkualitas dalam jumlah banyak dan seragam dan dalam waktu yang singkat tentu sulit tercapai, mekipun menggunakan ayam pejantan yang unggul dan betina yang baik. meskipun secara kualitas telur akan baik, tetapi jumlah telur yang dihasilkan akan terbatas dan tingkat kegagalan tetas telur juga cukup tinggi.

untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dilakukan inseminasi buatan (IB), atau secara awam disebut dengan kawin suntik. Kawin suntik adalah perkawinan yang dilakukan tidak secara alami, tetapi menggunakan bantuan manusia dengan cara mengambil sperma dari pejantan kemudian dimasukkan ke dalam organ reproduksi induk betina untuk dibuahi. Tujuannya agar dapat memperbaiki kemampuan ayam betina dalam menghasilkan telur dengan jumlah banyak, serta memperoleh DOC yang baik dan seragam dalam waktu yang singkat.

Keuntungan inseminasi buatan:
  1. Cukup menggunakan satu pejantan untuk banyak betina (satu pejantan bisa untuk 20 ekor betina). 
  2. Dapat dipilih pejantan yang unggul dan induk betina yang baik. 
  3. Masa produksi telur dapat bersamaan dengan betina lainnya. 
  4. Dapat memperoleh telur yang berkualitas baik dengan jumlah yang banyak dalam waktu yang singkat. 
  5. Dimungkinkannya melakukan perkawinan silang dengan ayam jenis tertentu. 
  6. Dapat dilakukan pada ayam, baik pejantan maupun induk betina yang kesulitan melakukan kawin secara alami. 

Kekurangan inseminasi buatan:
  1. Diperlukan alat dan bahan untuk melakukan inseminasi buatan. 
  2. Diperlukan keahlian dan pengetahuan untuk melakukan inseminasi buatan. 
  3. Diperlukan waktu untuk pemisahan terlebih dahulu bagi pejantan dan betina. 
  4. Diperlukan kandang terpisah untuk ayam jantan dan betina sebelum dilakukan inseminasi buatan. 
  5. Diperlukan kandang baterai untuk menempatkan betina yang sedang bertelur. 
  6. Diperlukan mesin tetas dengan kapasitas tertentu, karena satu betina tidak mampu mengerami telur secara alami dalam jumlah yang banyak.

KLASIFIKASI DAN ANATOMI AYAM

KLASIFIKASI DAN ANATOMI AYAM

A. Klasifikasi 

Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Aves
Ordo : Galliformes
Family : Phasianidae
Genus : Gallus
Species : Gallus gallus Linn

Galliformes adalah ordo pada aves yang terdiri atas burung-burung yang makan di daratan (tidak terbang akan tetapi bersayap). Terdapat 290 spesies dari ordo galliformes.

Ayam diklasifikasikan dalam Famili Phasianidae dan Subfamili phasianinae karena memiliki dimorfisme seksual atau perbedaan bentuk antara jantan dan betina. Ayam Jantan dihiasi dengan warna terang, jambul dan ekor yang panjang. Ayam ini merupakan salah satu subspesies dari Gallus gallus.

Sebagai hewan peliharaan, ayam mampu mengikuti ke mana manusia membawanya. Hewan ini sangat adaptif dan dapat dikatakan bisa hidup di sembarang tempat, asalkan tersedia makanan baginya. Karena kebanyakan ayam peliharaan sudah kehilangan kemampuan terbang yang baik, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di tanah atau kadang-kadang di pohon.

B. Anatomi Ayam

A. Kulit dan Bulu
Kulit dan bulu secara bersama-sama menutupi hampir seluruh lapisan luar bagian tubuh ayam. Secara bersamaan, dua bagian tubuh tersebut mempunyai fungsi melindungi tubuh dari cedera, membantu menjaga keseimbangan suhu tubuh, membantu untuk terbang, dan menerima (receptors) sensor rangsangan dari luar.

Bulu ayam dewasa dapat dibagi menjadi tiga tipe. Pertama, bulu secara keseluruhan (contour feather) yang terdiri dari bagian quill, shaft atau rachis, fluff atau undercolor, dan web. Kedua, bulu halus di dekat kulit seperti rachit pendek (plumules). Ketiga, bulu pendek, lentur, dan rambutnya seperti rachis yang disebut sebagai filoplume.

Hampir seluruh permukaan tubuh ayam ditumbuhi bulu, dari daerah kepala, leher, dada, bahu, punggung, sayap, perut, paha, kaki, hingga ekor, kecuali di daerah paruh, mata, dan kaki bagian bawah (ceker). Warna bulu ayam sangat beragam tergantung dari jenis ayam, lokasi tumbuh bulu di tubuh, dan jenis kelaminnya. Bulu ayam memiliki beberapa fungsi sebagai berikut.
  1. Membantu untuk terbang. 
  2. Menjaga suhu tubuh konstan dan memberi perlindungan dari temperatur yang ekstrem. 
  3. Memberi perlindungan dari hujan. 
  4. Memberi perlindungan dari hewan pemangsa. 

B. Sistem Rangka
Rangka berfungsi untuk menjaga bentuk tubuh, menyangga daging, melindungi organ vital, dan sebagai alat gerak. Secara keseluruhan, susunan rangka ayam hampir sama dengan rangka mamalia, yaitu terdiri dari beberapa tulang yang saling berhubungan dan memiliki fungsi yang berbeda. Rangka tersebut terdiri dari tulang kepala, tulang leher, tulang sayap, tulang dada, tulang kaki, dan tulang belakang.

C. Sistem Otot
Otot dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu otot halus (smooth), otot jantung (cardiac), dan otot kerangka (skeletal). Otot halus terdapat di sejumlah alat pencernaan (gastrointestinal tract). Otot jantung terdapat di organ jantung. Sementara itu, otot kerangka bisa ditemukan melekat di sekeliling kerangka tubuh. Otot kerangka berisi tiga jenis serabut otot, yaitu serabut merah (red fibres), serabut putih (white fibres), dan serabut pertengahan (intermediate).

D. Sistem Peredaran Darah
Fungsi utama sistem peredaran darah adalah mengalirkan darah dari jantung ke seluruh sel tubuh dan kembali lagi ke jantung. Sistem peredaran darah ini terdiri dari darah, pembuluh darah, dan jantung.
KLASIFIKASI DAN ANATOMI AYAM

KLASIFIKASI DAN ANATOMI AYAM
  • Membawa oksigen (O2) dari sel tubuh dan memindahkan CO2 dari sel tersebut.
  • Menyerap zat makanan dari saluran penyuplai dan membawa sebagian ke jaringan
  • Membawa kembali sisa hasil metabolisme sel.
  • Membawa produksi hormon dari kelenjar endokrin (penghasil hormon) ke berbagai bagian ayam.
  • Membantu pengaturan kandungan air di jaringan tubuh.

Pada ayam, organ jantung terdiri dari empat ruangan, yaitu atrium kanan, vertikel kanan, atrium kiri, dan vertikel kiri. Darah yang miskin oksigen (deoxygenated blood) akan masuk melalui atrium kanan, kemudian melalui vertikel kanan. Dengan adanya gerakan memompa oleh otot jantung, darah dari vertikel kanan akan keluar menuju paru. Di paru-paru, darah akan mengambil oksigen dan melepaskan karbondioksida. 

Darah segar yang mengandung oksigen akan mengalir dari paru-paru menuju ke atrium kiri dan melalui vertikel kiri. Adanya gerakan kontraksi vertikel kiri mendorong darah keluar menuju ke sistem asterial dan dibawa menuju sel-sel tubuh. Selanjutnya, dari sel-sel tubuh, darah membawa produk buangan menuju kembali ke jantung melalui sistem venous (pembuluh darah vena). Proses ini berlangsung berulang-ulang secara teratur.

E. Sistem Pernapasan
Sistem Pernapasan ayam

Alat pernapasan ayam terdiri dari tiga bagian yaitu bagian atas (lubang hidung dan pangkal tenggorokan atau larynx), saluran pernapasan, dan paru-paru. Fungsi alat pernapasan adalah sebagai tempat pertukaran udara yang masuk dan keluar dari tubuh ayam. Dengan kata lain, alat pernapasan berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen yang masuk kedalam tubuh dan karbondioksida yang dikeluarkan dari tubuh ayam. Selain itu, sistem pernapasan berfungsi untuk mengatur temperatur tubuh ayam.

F. Sistem Pencernaan
Sistem Pencernaan ayam

Alat pencernaan ayam terdiri dari mulut, kerongkongan (esophagus), tembolok (crop), ampela bagian depan (proventriculus), ampela (ventriculus), usus kecil (small intestine), usus buntu (ceca), usus besar (large intestine), dan kloaka. Setiap bagian alat pencernaan tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut ini bagian dari fungsi setiap alat pencernaan.
  • Mulut berfungsi untuk minum dan memasukkan makanan, menghasilkan air liur yang mengandung enzim amilase (enzim pengurai makanan), dan mempermudah makanan masuk ke dalam kerongkongan. 
  • Kerongkongan berfungsi untuk menyalurkan makanan dari mulut ke tembolok. 
  • Tembolok berfungsi sebagai penampung sementara makanan sebelum proses selanjutnya. 
  • Ampela (ventriculus) bagian depan berfungsi sebagai penghasil pepsin atau enzim pengurai protein dan penghasil asam lambung (hydrochloric acid). Ampela memiliki otot yang kuat dan permukaan yang tebal. Fungsinya sebagai pemecah makanan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. 
  • Di bagian usus kecil (small intestine) terdapat pankreas yang menghasilkan enzim amilase, lipase, dan tripsin. Tiga enzim tersebut dan enzim lainnya yang dihasilkan dari dinding usus kecil berfungsi untuk menguraikan protein dan gula. Hasilnya akan diserap usus kecil untuk didistribusikan ke seluruh tubuh ayam. 
  • Usus kecil berfungsi sebagai tempat penyerapan sari-sari makanan. Organ usus kecil ayam dewasa berukuran panjang 1,5 meter. 
  • Fungsi usus buntu belum diketahui secara pasti. Usus buntu ayam dewasa berukuran 15cm. 
  • Usus besar berfungsi sebagai penambah kandungan air dalam sel tubuh dan menjaga keseimbangan kandungan air dalam sel tubuh dan menjaga keseimbangan air dalam tubuh ayam. Usus besar ayam dewasa berukuran 10cm. 
  • Kloaka berfungsi sebagai lubang pengeluaran sisa pencernaan. 

G. Sistem Saluran Urine
Sistem saluran urine pada ayam terdiri dari dua ginjal (kidneys) dan saluran kemih. Ginjal berukuran besar dan memanjang yang terletak dekat paru-paru. Saluran kemih (ureter) menghubungkan ginjal dengan kloaka. Fungsi utama ginjal ada dua, yaitu sebagai filter untuk menyerap dan mengeluarkan air, elektrolit, dan produk buangan lainnya dari darah, serta tempat penyerapan kembali gizi (nutrients). Air kemih ayam berupa asam urat yang merupakan hasil akhir dari metabolisme protein yang berwarna keputih-putihan.

H. Sistem Saraf
Sistem saraf berfungsi mengatur semua organ tubuh. Otak merupakan tempat konsentrasi terbesar sel-sel saraf dan berfungsi sebagai pusat pengatur semua saraf. Sistem saraf yang berfungsi baik pada ayam yaitu penglihatan, pendengaran, dan saraf perasa. Sementara itu, sistem saraf penciuman kurang berfungsi. Secara anatomi, sistem saraf dibagi menjadi dua sistem berikut ini.

Sistem saraf somatis (somatic nerveus system) adalah sistem saraf dalam tubuh ayam yang dapat menerima rangsangan dari lingkungan luar. Contohnya ketika ayam dipegang. 
Sistem saraf otomatis (automatic nervous system) terdiri dari sistem parasimpatis (symphathetic autonomic nerveus system) dan sistem saraf arasimpatis (parasympathetic automatic nerveus sistem). Sistem ini secara umum bergabung dengan kebiasaan yang sering dilakukan ayam misalnya ketika berkelahi dan terbang. 

I. Sistem Reproduksi
Sistem Reproduksi ayam

Secara anatomi sistem reproduksi pada ayam hampir sama dengan ternak lainnya. Perbedaannya, hanya terdapat pada bentuk dan ukuran organ reproduksi. Secara fisiologi, unggas memiliki sistem reproduksi yang berbeda dibandingkan dengan hewan menyusui (mamalia). Pada unggas, pembuahan sel telur terjadi di saluran telur (infundibulum) dan sel telur tersebut dibungkus dengan cangkang (shell). Perkembangan janin (embrio) terjadi di luar induknya. Pada hewan mamalia, pembuahan sel telur dan perkembangan janin (embrio) terjadi di saluran reproduksi (uterus).

• Sistem Reproduksi Ayam Jantan
Alat reproduksi ayam jantan terdiri dari dua testis yang memiliki epididimis dan vas deferens yang menuju ke alat kelamin (copulatory organ). Alat kelamin ayam sangat unik karena testis terletak di bagian dalam tubuh ayam, yaitu di antara tulang belakang bagian dalam dan bagian perut. Alat capulatory pada ayam memiliki dua bintil memanjang (papillae) dan satu alat copulatory mengecil yang berada di lubang bagian luar (vent) dekat dengan anus.

• Sistem Reproduksi Ayam Betina
Alat reproduksi ayam betina terdiri atas dua indung telur (ovaries), yaitu ovarium kanan dan ovarium kiri. Berikut alat reproduksi ayam betina beserta fungsi dan waktu yang diperlukan untuk membentuk telur. Proses pembentukan telur memerlukan waktu 23-26 jam dari tahap pembentukan kuning telur (yolk) hingga menjadi telur yang siap dikeluarkan. Pembentukan telur akan terganggu jika ada gangguan pada ayam betina seperti stres, infeksi penyakit, atau pakan yang tidak cukup baik kuantitas maupun kualitasnya.

C. Morfologi Ayam 

Tubuh ayam dapat dibedakan atas :
1. Caput (kepala).
Pada caput terdapat alat-alat berikut :
Rostrum (paruh), terbentuk dari maxilla pada ruang atas dan mandibula pada ruang bawah. Bagian dalam paruh dilapisi oleh lapisan yang disebut cera, sedangkan sebelah luar dilapisi oleh pembungkus selaput zat tanduk. 
Nares (lubang hidung), terdapat dibagian lateral dari paruh bagian atas, nares interna pada sebelah dalam dan nares eksterna pada sebeleh luar. 
Cera, merupakan suatu tonjolan kulit yang lemah dan terdapat pada rostum bagian atas. 
Organon visus (alat penglihat), pada ayam relatif besar dan terletak sebelah lateral pada kepala dengan kelopak mata yang berbulu. Iris berwarna kuning atau jingga kemerah-merahan, sedangkan pupil jika dibandingkan dengan besarnya mata relatif besar. Pada sudut medila mata terdapat membrana nictitans yang dapat ditarik untuk menutupi mata. 
Porus acusticus externus (lubang telinga luar), terletak di sebeleh dorso-caudal mata, sedangkan membrana tymphani yang terdapat disebelah dalamnya untuk menangkap getaran suara. 

2. Cervix (leher).
Pada ayam, leher ini biasanya panjang.

3. Truncus (badan).
Truncus pada ayam dibungkus oleh kulit yang seolah-olah tak melekat pada otot. Dari kulit akan muncul bulu dari hasil pertumbuhan epidermis menjadi bentuk ringan, fleksibel dan berguna sebagai pembungkus tubuh yang sangat resisten.


Pada uropygium berpangkal bulu-bulu ekor, sedangkan pada facies dorsalis uropygium ada papilla yang mempunyai lubang sebagai muara kelenjar minyak, minyak ini berguna untuk meminyaki bulu-bulunya dan kelenjar minyak disebut glandula uropyglalis.

4. Caudal (ekor).
Ayam mempunyai bulu-bulu ekor yang berpangkal di uropygium.

5. Extremitas / membran liberi.
•Extremitas anterior.
Berupa ala (sayap) yang skeletonnya terdiri atas humerus (lengan atas), radius (tulang pengumpil), ulna (tulang hasta) dan ossa carpalia (tulang pergelangan tangan). Pada aves tinggal 2 buah, yaitu os scaphoideum yang menempel pada radius dan os cunieforme menempel pada ulna.


Persatuan antara ossa carpalia (tulang pergelangan tangan) dengan ossa metacarpalia (tulang telapak tangan) sebagai tempat melekatnya digiti yang ada 3 yaitu jari I, II, III yang nomor-nomornya sesuai dengan banyaknya ruas jari (phalanges) yang ada.

•Extremitas posterior.
Terdiri atas femur, patella, crus yang terdiri fibula yang pendek dan tibio-tarsus yang merupakan persatuan dari tulang tibia dan tarsalia. Pes (tulang cakar) terdiri atas meta-tarsus dan digiti yang mempunyai ruas phalanx (jari-jari). Pada ujung jari terdapat falcula yaitu kuku untuk mencakar, 4 jari itu ada 3 yang mengarah ke muka dan 1 yang mengarah ke belakang.

6. Cavum oris ayam (rongga mulut).
•Maxilla (rahang atas).
Di sini tidak ada gigi, nares posteriors (yang menghubungkan rongga mulut dengan rongga hidung), fissura choanae secundaria, ostium pharyngeum tuba auditiva eustachii, tunggal dan letaknya di medial. Pada palatum terdapat lipatan-lipatan crista marginalis dan plica palatini.

•Mandibula (rahang bawah).
Terdapat aditus laryngis, lingua yang sempit, panjang dan dilapisi oleh lapisan tanduk.

7. Struktur anatomi bulu ayam.
Bulu-bulu ini berfungsi untuk melindungi kulit terhadap cuaca yang tidak cocok dan untuk terbang. Menurut stuktur anatomisnya ada 3 bulu yaitu :

1. Plumae (contour-feathers).
Terdiri atas bagian-bagian :
  • Calamus (quill) adalah tangkai bulu.
  • Rachis (shaft) adalah lanjutan dari calamus yang menjadi sumbu dari vexillum dan di dalamnya tidak berongga.
  • Umbilicus inferior, merupakan lubang pada pangkal calamus.
  • Umbilicus superior, merupakan lubang di bagian distal calamus yang melanjutkan diri sebagai sulcus pada rachis. Saat masih muda bulunya kedua umbilicus dilalui pembuluh darah untuk memberi makanan pada bulu muda tadi.
Vexillum (vane), terbentuk dari barbae yaitu suatu cabang ke arah lateral dari rachis, tiap barbae mempercabangkan lagi banyak barbulae, menurut arahnya barbulae terbagi atas :
  • barbulae yang distal, menuju ke arah ujung bulu/ distal, mempunyai kait-kait (radioli) untuk mengait barbulae yang proximal.
  • barbulae yang proximal, menuju ke arah pangkal bulu/ proximal.

2. Plumulae (down-feather)
Biasanya terdapat pada ayam yang masih muda, atau yang sedang mengerami telurnya. Plumulae mempunyai bagian-bagian seperti calamus pendek, rachis agak mereduksi, barbae yang panjang dan fleksibel, serta barbulaeyang pendek.

3. Filoplumae (hair-feather).
Fungsinya belum diketahui, berbentuk sebagai rambut yang ujungnya bercabang-cabang pendek halus, tumbuh dengan jarak yang jarang di seluruh tubuh, mempunyai tangkai yang panjang dan pada puncaknya terdapat beberapa barbae.

D. Dasar-dasar Perkawinan

Tujuan perkawinan yaitu untuk meningkatkan populasi dan meningkatkan atau meperbaiki potensi genetik sifata produksi yang berguna bagi manusia. Secara teknis perkawinan pada unggas terbagi menjadi kawin alami dan buatan.
Kawin alami, perkawinan yang terjadi secara alami tanpa bantuan manusia secara langsung.
  • Flock matting, perkawinan antara sekelompok pejantan dengan sekelompok betina.
  • Pen matting, perkawinan antara satu pejantan dengan sekelompok betina.


Cara Perkembangbiakan Hewan
1. Bertelur (Ovipar) 
Perkembangbiakan hewan dengan cara bertelur disebut ovipar. Ovipar berasal dari kata ovum (telur).Sel telur dari hewan betina dibuahi oleh sperma yang dihasilkan hewan jantan.Pembuahan dapat terjadi di dalam tubuh (internal) dan pembuahan di luar tubuh (eksternal). Ayam, burung, ikan, dan serangga berkembang biak dengan bertelur. 
a. Unggas (bangsa burung) Ayam, bebek, dan merpati termasuk unggas yang berkembang biak dengan cara bertelur. Pernahkah kamu melihat ayam atau burung yang mengerami telurnya? Hewan-hewan tersebut mengerami telurnya hingga menetas. Ayam dan burung mengerami telurnya sekitar 21 hari. Perkembangbiakan ini terjadi karena pembuahan di dalam tubuh. 

E. Cara Perkawinan Ayam

secara alami seekor ayam betina akan mengalami masa bertelur ketika sudah memasuki masa matangnya organ reproduksi ayam, walaupun tanpa membutuhkan seekor pejantan. Hanya saja telur yang dihasilkan tidak akan dapat ditetaskan karena tidak adanya pembuahan sel telur oleh sperma di dalam organ reproduksi ayam betina, telur tanpa pembuahan tersebut dinamakan infertile.

Agar menghasilkan sebutir telur yang dapat ditetaskan, tentu diperlukan sebuah perkawinan oleh seekor ayam jantan sebagai penghasil sperma, yang selanjutnya sperma tersebut akan dibuahi oleh indukan betina untuk menghasilkan telur. Kemudian telur tersebut dierami sampai menetas. selama 21 hari untuk memperoleh DOC. berikut ini akan dibahas cara mengawinkan ayam antara 

1. Kawin Alami
perkawinan secara alami adalah perkawinan ayam pejantan dengan induk betina dimana keduanya telah matang organ reproduksinya. Perkawinan dilakukan dengan cara ayam akan menaiki tubuh induk betina dan memasukkan spermanya ke dalam vagina induk betina. Perkawinan ini dilakukan tanpa ada campur tangan manusia, karena biasanya saat induk betina sudah mulai siap kawin akan menunjukkan tingkah laku yang dapat mengundang ayam jantan untuk segera mengawininya.

2. Kawin Semi Alami
Tidak semua indukan betina mau dikawini oleh ayam pejantan, sehingga ayam pejantan yang telah siap kawin akan mengejar indukan betina yang lari ketakutan. Kalaupun ayam pejantan dapat mengejar dan mengawini indukan betina, maka sperma jantan tidak akan dapat masuk sempurna karena indukan betina akan terus meronta dan ayam pejantan akan terburu buru mengeluarkan spermanya walaupun posisinya belum tepat benar. Cara menyiasatinya adalah dengan cara kawin dodok (diambil dari istilah duduk), yaitu perkawinan ayam yang dilakukan sama seperti cara konvensional, tetapi dibantu tangan manusia. Caranya dengan memegangi induk betina yang siap kawin dengan posisi didudukkan ke lantai agar tidak meronta-ronta, sehingga ayam pejantan dapat mengawininya secara alami. perkawinan ini hanya dapat dilakukan pada ayam yang sudah jinak dan terbiasa.

3. Kawin suntik
untuk memperoleh DOC yang berkualitas dalam jumlah banyak dan seragam dan dalam waktu yang singkat tentu sulit tercapai, mekipun menggunakan ayam pejantan yang unggul dan betina yang baik. meskipun secara kualitas telur akan baik, tetapi jumlah telur yang dihasilkan akan terbatas dan tingkat kegagalan tetas telur juga cukup tinggi.

untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dilakukan inseminasi buatan (IB), atau secara awam disebut dengan kawin suntik. Kawin suntik adalah perkawinan yang dilakukan tidak secara alami, tetapi menggunakan bantuan manusia dengan cara mengambil sperma dari pejantan kemudian dimasukkan ke dalam organ reproduksi induk betina untuk dibuahi. Tujuannya agar dapat memperbaiki kemampuan ayam betina dalam menghasilkan telur dengan jumlah banyak, serta memperoleh DOC yang baik dan seragam dalam waktu yang singkat.

Keuntungan inseminasi buatan:
  1. Cukup menggunakan satu pejantan untuk banyak betina (satu pejantan bisa untuk 20 ekor betina). 
  2. Dapat dipilih pejantan yang unggul dan induk betina yang baik. 
  3. Masa produksi telur dapat bersamaan dengan betina lainnya. 
  4. Dapat memperoleh telur yang berkualitas baik dengan jumlah yang banyak dalam waktu yang singkat. 
  5. Dimungkinkannya melakukan perkawinan silang dengan ayam jenis tertentu. 
  6. Dapat dilakukan pada ayam, baik pejantan maupun induk betina yang kesulitan melakukan kawin secara alami. 

Kekurangan inseminasi buatan:
  1. Diperlukan alat dan bahan untuk melakukan inseminasi buatan. 
  2. Diperlukan keahlian dan pengetahuan untuk melakukan inseminasi buatan. 
  3. Diperlukan waktu untuk pemisahan terlebih dahulu bagi pejantan dan betina. 
  4. Diperlukan kandang terpisah untuk ayam jantan dan betina sebelum dilakukan inseminasi buatan. 
  5. Diperlukan kandang baterai untuk menempatkan betina yang sedang bertelur. 
  6. Diperlukan mesin tetas dengan kapasitas tertentu, karena satu betina tidak mampu mengerami telur secara alami dalam jumlah yang banyak.