MAKALAH ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA (GINJAL) - ElrinAlria
MAKALAH ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA (GINJAL)
ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA
GINJAL
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Anatomi ginjal adalah ilmu mempelajari tentang organ tubuh manusia yang berwarna coklat kemerah-merahan berbentuk seperti kacang yang sering dikenal dengan nama organ ginjal sampai ke bagian-bagian terkecilnya secara terperinci. Jadi, anatomi ginjal menguraikan bagian organ ginjal manusia hingga terkecil-kecilnya menggunakan alat mikroskop dengan cara memotong organ.

Ginjal adalah organ tubuh manusia yang terletak di belakang rongga abdomen, berwarna coklat kemerah-merahan serta berpasangan berbentuk seperti kacang. Organ ginjal manusia antara sebelah kanan-kiri berbeda. Organ ginjal sebelah kanan lebih rendah daripada organ sebelah kirinya (selisih sekitar 2 cm). Organ ginjal manusia memiliki berat antara 120 gram hingga 150 gram. Ginjal kiri lebih besar dari ginjal kanan, dan pada umumnya ginjal laki – laki lebih panjang dari ginjal perempuan. Berat ginjal pada orang dewasa sangat ringan, yaitu ± 150 gram. Adapun ukuran ginjal yaitu panjang 4-5 inchi (10-12 cm); lebar 2-3 inchi (5-7 cm) dan setebal 1 inchi (5 cm).

Ginjal merupakan salah satu organ penting yang kadang kesehatannya disepelekan oleh sebagian besar masyarakat. Konsekuensi dari hal ini, pada masa mendatang akan dihadapkan pada sebuah kondisi yang memungkinkan ginjal mengalami gangguan akibat gaya hidup yang buruk. Memahami akibat-akibat kesehatan sangat diperlukan saat ini agar kesehatan ginjal bisa dijaga.

Menurut data statistika kesehatan WHO, terdapat 66.000 kasus transplantasi ginjal pada 2005 di seluruh dunia. Di tahun yang sama, 21.000 liver dan 6000 jantung ditransplantasi. Ini berarti transplanstasi ginjal sebesar tiga kali transplantasi liver. 

B. RUMUSAN MASALAH
Adapun yang menjadi rumusan masalah pada makalah ini yaitu sebagai berikut:
  1. Apa saja bagian-bagian ginjal?
  2. Bagaimana fungsi ginjal dalam tubuh?
  3. Bagaimana proses kerja ginjal?
  4. Penyakit apa saja yang sering terjadi pada ginjal?
  5. Bagaimana patofisiologi dari penyakit pada ginjal?
  6. Apa saja obat-obat untuk penyakit ginjal?

C. TUJUAN
Adapun yang menjadi tujuan pada penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui apa sajakah bagian-bagian ginjal.
  2. Untuk mengetahui fungsi ginjal dalam tubuh.
  3. Untuk mengetahui bagaimana proses kerja ginjal.
  4. Untuk mengetahui penyakit apa saja yang sering terjadi pada ginjal.
  5. Untuk mengetahui bagaimana patofisiologi dari penyakit pada ginjal.
  6. Untuk mengetahui apa saja obat-obat untuk penyakit ginjal.

BAB II
PEMBAHASAN
A. BAGIAN-BAGIAN GINJAL
Manusia memiliki sepasang ginjal. Dua ginjal terletak pada dinding posterior abdomen, diluar rongga peritoneum. Bentuknya seperti biji kacang, dengan lekukan yang menghadap ke dalam. Jumlahnya ada 2 buah yaitu kiri dan kanan, ginjal kiri lebih besar dari ginjal kanan dan pada umumnya ginjal laki-laki lebih panjang dari pada ginjal wanita. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit ke bawah dibandingkan ginjal kiri untuk memberi tempat lobus hepatis dexter yang besar karena ginjal kanan tertekan oleh organ hati. Ginjal dipertahankan dalam posisi tersebut oleh bantalan lemak yang tebal.

Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam guncangan. Sisi medial setiap ginjal merupakan daerah lekukan yang disebut hilum tempat lewatnya arteri dan vena renalis, cairan limfatik, suplai saraf , dan ureter yang membawa urine akhir dari ginjal ke kandung kemih, tempat urine disimpan hingga dikeluarkan. Ginjal dilengkapi oleh kapsul fibrosa yang keras untuk melindungi struktur dalamnya yang rapuh. 

Bagian-bagian ginjal terdiri atas:
1. Kulit ginjal (korteks renalis)
Korteks renalis merupakan lapisan ginjal paling luar. Korteks ginjal mengandung jutaan alat penyaring yang disebut nefron. Nefron berfungsi membentuk urine dengan cara filtrasi dan reabsorpsi zat-zat yang masih berguna. Setiap nefron terdiri dari malpighi dan tubulus. Malpighi tersusun dari glomerulus dan kapsula bowman.

Glomerulus yaitu berupa anyaman pembuluh kapiler darah. Kapsula bowman merupakan struktur berbentuk piala yang melingkupi glomerulus. Tubulus pada nefron terdiri dari 2 bagian, yaitu tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal.

Tubulus kontortus proksimal merupakan pembuluh yang terletak di dekat badan malpighi, sedangkan tubulus kontortus distal terletak menjauhi badan malpighi. Kedua macam pembuluh ini dihubungkan oleh lengkung henle yang terdapat pada bagian sumsum ginjal.

2. Sumsum ginjal (medula renalis)
Medula renalis merupakan lapisan dalam ginjal. Pada sumsum ginjal terdapat suatu jaringan berbentuk kerucut yang disebut piramid. Piramid mengandung banyak pembuluh dan berguna untuk mengumpulkan hasil ekskresi. Cairan yang terkumpul pada piramid kemudian disalurkan melalui saluran pengumpul menuju pelvis renalis atau rongga ginjal. Selanjutnya, pelvis renalis berbuhungan dengan ureter, yaitu saluran yang mengalirkan urine ke kantong kemih.

3. Rongga ginjal (pelvis)
Pada rongga ginjal bermuara pembuluh pengumpul. Rongga ginjal dihubungkan oleh ureter ke kandung kemih yang berfungsi untuk tempat penampungan sementara urin sebelum keluar tubuh. Urine yang akan keluar dari kandung kemih melewati saluran yaitu uretra.

Masing-masing ginjal manusia terdiri dari kurang lebih satu juta nefron, masing-masing mampu membentuk urine. Ginjal tidak dapat membentuk nefron baru. Oleh karena itu, pada trauma ginjal, penyakit ginjal, atau proses penuaan yang normal akan terjadi penurunan jumlah nefron secara bertahap. Organ ginjal manusia mengandunga nefron di atas satu juta, bahkan hingga mencapai empat juta nefron. Nefron merupakan satuan struktural dan fungsional terkecil yang terdapat pada lapisan korteks. Setiap nefron terdiri dari badan renalis atau badan malphighi, nefron-nefron inilah pembentuk urin. Badan malphighi terdiri atas glomerulus dan kapsul bowman. Glomerulus maupun kapsul bowman ini secara bersama-sama akan membentuk kospuskel, serta dikatakan merupakan penyusun mikro struktur ginjal manusia. Dibawah ini terdapat gambar tentang anatomi fisiologi ginjal
bagian-bagian di dalam ginjal
Berikut adalah penjelasan bagian-bagian di dalam ginjal:
  • Ginjal terletak di bagian perut. Gambar ginjal di atas adalah ginjal kiri yang telah dibelah.
  • Calyces adalah suatu penampung berbentuk cangkir dimana urin terkumpul sebelum mencapai kandung kemih melalui ureter.
  • Pelvis adalah tempat bermuaranya tubulus yaitu tempat penampungan urin sementara yang akan dialirkan menuju kandung kemih melalui ureter dan dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.
  • Medula terdiri atas beberapa badan berbentuk kerucut (piramida). Di sini terdapat lengkung henle yang menghubungkan tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal.
  • Korteks di dalamnya terdapat jutaan nefron yang terdiri dari badan malphigi. Badan malphigi tersusun atas glomerulus yang diselubungi kapsula Bowman dan tubulus(saluran) yang terdiri dari tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus.
  • Ureter adalah suatu saluran muskuler berbentuk silinder yang menghantarkan urin dari ginjal menuju kandung kemih.
  • Vena ginjal adalah pembuluh balik yang berfungsi untuk membawa darah keluar dari ginjal menuju vena cava inferior kemudian kembali ke jantung.
  • Arteri ginjal adalah pembuluh nadi yang berfungsi untuk membawa darah ke dalam ginjal untuk disaring di glomerulus. 
Di dalam korteks terdapat jutaan nefron. Nefron adalah unit fungsional terkecil dari ginjal yang terdiri atas tubulus kontortus proximal, tubulus kontortus distal dan duktus koligentes. Berikut adalah gambar bagian-bagian di dalam nefron:
bagian-bagian di dalam nefron
Berikut adalah penjelasan bagian-bagian di dalam nefron:
  • Nefron adalah tempat penyaringan darah. Di dalam ginjal terdapat lebih dari 1 juta buah nefron. 1 nefron terdiri dari glomerulus, kapsula bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus.
  • Glomerulus adalah Tempat penyaringan darah yang akan menyaring air, garam, asam amino, glukosa, dan urea. Menghasilkan urin primer.
  • Kapsula bowman adalah semacam kantong/kapsul yang membungkus glomerulus. Kapsula bowman ditemukan oleh Sir William Bowman.
  • Tubulus kontortus proksimal adalah tempat penyerapan kembali/reabsorpsi urin primer yang menyerap glukosa, garam, air, dan asam amino. Menghasilkan urin sekunder.
  • Lengkung henle adalah Penghubung antara tubulus kontortus proksimal dengan tubulus kontortus distal.
  • Tubulus kontortus distal adalah Tempat untuk melepaskan zat-zat yang tidak berguna lagi atau berlebihan ke dalam urin sekunder. Menghasilkan urin sesungguhnya.
  • Tubulus kolektivus adalah tabung sempit panjang dalam ginjal yang menampung urin dari nefron, untuk disalurkan ke pelvis menuju kandung kemih.
Glomerulus terdiri dari sekumpulan kapiler glomerulus yang dilalui sejumlah besar cairan yang difiltrasi dari darah. Glomerulus tersusun dari suatu jaringan kapiler glomerulus yang bercabang dan beranastomosis, yang mempunyai tekanan hidrostatik tinggi (kira-kira 60 mmHg) bila dibandingkan dengan kapiler lainnya. Kapiler glomerulus dilapisi oleh sel- sel epitel, dan keseluruhan glomerulus dibungkus dalam kapsula bowman. Sedangkan tubulus merupakan tempat cairan hasil filtrasi diubah menjadi urin dalam perjalanannya menuju pelvis ginjal.

Meskipun setiap nefron mempunyai semua komponen seperti yang digambarkan diatas, tetapi tetap terdapat beberapa perbedaan, bergantung pada seberapa dalam letak nefron pada massa ginjal. Nefron yang memiliki glomerulus dan terletak di korteks sisi luar disebut nefon kortikal; nefron tersebut mempunyai ansa henle pendek yang hanya sedikit menembus ke dalam medula.
Kira-kira 20-30% nefron mempunyai glomerulus yang terletak di korteks renal sebelah dalam dekat medula, dan disebut nefron jukstamedular; nefron ini mempunyai ansa henle yang panjang dan masuk sangat dalam ke medula. 

Pada manusia, ginjal merupakan salah satu organ yang memiliki fungsi vital yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan air dalam tubuh. Ginjal melakukan fungsinya yang paling penting ini dengan cara menyaring plasma dan memisahkan zat filtrat dengan kecepatan yang bervariasi, brgantung pada kebutuhan tubuh. Kemudian zat- zat yang dibutuhkan oleh tubuh akan dikembalikan ke dalam darah dan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh akan dikeluarka melalui urine. 

Selain fungsi yang telah dijelaskan, ginjal juga mempunyai fungsi multiple yang lainnya, diantaranya yaitu mengeksresikan produk sisa metabolik dan bahan kimia asing, pengaturan keseimbangan air dan elektrolit, pengaturan osmolalitas cairan tubuh dan konsentrasi elektrolit, pengaturan tekanan arteri, pengaturan keseimbangan asam-basa, sekresi, metabolisme, dan eksresi hormon serta untuk proses glukoneogenesis.

Proses pembentukan urine juga dilakukan oleh nefron yang merupakan bagian dari ginjal. Proses pembentukan urine terjadi melalui tiga tahapan yaitu filtrasi di glomerulus, reabsorpsi di tubulus dan eksresi di tubulus. Dibawah ini adalah gambar sebuah nefron yang memperlihatkan struktur glomerulus dan tubulus serta perannya dalam pembentukan urine.
Pada saat cairan, darah, serta zat-zat masuk ke dalam ginjal, semua bahan-bahan itu akan difiltrasi di dalam glomerulus dan selanjutnya akan mengalir ke dalam kapsula bowman dan masuk ke tubulus proksimal yang terletak di dalam korteks ginjal. Dari tubulus proksimal, cairan akan mengalir ke ansa henle yang masuk ke dalam medula renal, cairan masuk ke makula densa dan kemudian ke tubulus distal, dari tubulus distal cairan masuk ke tubulus renalis arkuatus dan tubulus koligentes kortikal dan masuk ke duktus yang lebih besar yaitu duktus koligentes medula.

Duktus koligentes bergabung membentuk duktus yang lebih besar yang mengalir menuju pelvis renal melalui papila renal. Dari pelvis renal, urine akan terdorong ke kandung kemih melalui saluran ureter dan dikeluarkan melalui uretra. Dibawah ini adalah gambaran tentang proses pembentukan urine.

B. FUNGSI GINJAL
Ginjal mengatur pH, konsentrasi ion mineral, dan komposisi air dalam darah. Ginjal mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7,4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil. Akibatnya, urine yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8. Kadar ion natrium dikendalikan melalui sebuah proses homeostasis yang melibatkan aldosteron untuk meningkatkan penyerapan ion natrium pada tubulus konvulasi.

Kenaikan atau penurunan tekanan osmotik darah karena kelebihan atau kekurangan air akan segera dideteksi oleh hipotalamus yang akan memberi sinyal pada kelenjar pituitari dengan umpan balik negatif. Kelenjar pituitari mensekresi hormon antidiuretik (vasopresin, untuk menekan sekresi air) sehingga terjadi perubahan tingkat absorpsi air pada tubulus ginjal. Akibatnya konsentrasi cairan jaringan akan kembali menjadi 98%.

Ginjal merupakan alat ekskresi penting yang mempunyai beberapa fungsi, antara lain menyaring darah sehingga menghasilkan urine; mengekskresikan zat-zat yang membahayakan tubuh. misalnya protein-protein asing yang masuk ke dalam tubuh, urea, asam urat. dan bermacam -macam garam; mengekskresikan zat-zat yang jumlahnya berlebihan, misalnya kadar gula darah yang melebihi normal, mempertahankan tekanan osmosis cairan ekstraseluler; dan mempertahankan keseimbangan asam dan basa. Mengekskresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh, antara lain :
  • Urea, asam urat, amoniak, creatinin
  • Garam anorganik
  • Bakteri dan juga obat-obatan
  • Mengekskresikan gula kelebihan gula dalam darah
  • Membantu keseimbangan air dalam tubuh, yaitu mem-pertahankan tekanan osmotik ektraseluler
  • Mengatur konsentrasi garam dalam darah dan keseimbangan asam basa darah. 

C. PROSES KERJA GINJAL
Salah satu kerja ginjal yaitu mengekskresikan urin. Terdapat 3 proses penting yang berhubungan dengan proses pembentukan urine, yaitu:
1. Filtrasi (penyaringan)
Kapsula bowman dari badan malpighi menyaring darah dalam glomerus yang mengandung air, garam, gula, urea dan zat bermolekul besar (protein dan sel darah) sehingga dihasilkan filtrat glomerus (urine primer). Di dalam filtrat ini terlarut zat yang masih berguna bagi tubuh maupun zat yang tidak berguna bagi tubuh, misal glukosa, asam amino dan garam-garam.
2. Reabsorbsi (penyerapan kembali)
Dalam tubulus kontortus proksimal zat dalam urine primer yang masih berguna akan direabsorbsi yang dihasilkan filtrat tubulus (urine sekunder) dengan kadar urea yang tinggi.
3. Sekresi
Sekresi tubular melibatkan transfor aktif molekul-molekul dari aliran darah melalui tubulus kedalam filtrat. Banyak substansi yang disekresi tidak terjadi secara alamiah dalam tubuh (misalnya penisilin).Substansi yang secara alamiah terjadi dalam tubuh termasuk asam urat dan kalium serta ion-ion hidrogen.

Pada tubulus distalis, transfor aktif natrium sistem carier yang juga telibat dalam sekresi hidrogen dan ion-ion kalium tubular. Dalam hubungan ini, tiap kali carier membawa natrium keluar dari cairan tubular, cariernya bisa hidrogen atau ion kalium kedalam cairan tubular “perjalanannya kembali” jadi, untuk setiap ion natrium yang diabsorpsi, hidrogen atau kalium harus disekresi dan sebaliknya.Pilihan kation yang akan disekresi tergantung pada konsentrasi cairan ekstratubular (CES) dari ion-ion ini (hidrogen dan kalium).

D. PENYAKIT YANG SERING TERJADI PADA GINJAL
a. Gagal Ginjal
Gagal ginjal merupakan penyakit menurunnya fungsi organ ginjal hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urin.
b. Batu Ginjal 
Batu ginjal terbentuk disebabkan oleh adanya peningkatan pada bakteri dan saluran kandung kemih yang terinfeksi bakteri pemecah urea dan urine yang kemudian membentuk batu pada kandung kemih. Jika tubuh kekurangan cairan atau kurang minum air putih, akan terjadi kepekatan urine yang semakin meningkat yang mempermudah pembentukan batu ginjal. Batu ginjal memiliki komponen penyusun batu ginjal melalui proses pembentukan batu ginjal yang terdiri dari 80% batu kalsium, kalsium okalat dan kalsium fosfat.
c. Nefritis
Nefritis merupakan peradangan pada nefron karena bakter Stresptococcus yang masuk melalui saluran pernapasan. Dari saluran pernapasan, bakteri terbawa oleh darah ke ginjal. Akibat adanya peradangan, protein yang masuk bersama urine primer tidak dapat disaring, sehingga akan ikut keluar bersama urine. Nefiritis kronis biasanya terjadi pada orang lanjut usia yang ditandai dengan tekanan darah tinggi pengerasan pembuluh darah dalam ginjal dan rusaknya glomerulus atau tubulus. 
Pada keadaan ini, filtrat banyak mengandung protein, sehingga urin masih mengandung protein. Selain itu, ureum yang seharusnya terbuang, akan masuk kembali ke dalam darah dan akibatnya penyerapan air terganggu. Akhirnya, air akan tertimbun pada kaki sehingga menyebabkan kaki membengkak yang disebut edema. Apabila terjadi kelainan pada ginjal yang menyebabkan disfungsi ginjal atau gagal ginjal maka seseorang harus menjalani cangkok ginjal atau melakukan cuci darah di samping merupakan upaya untuk mengganti fungsi ginjal.

E. PATOFISIOLOGI PENYAKIT
a. Gagal Ginjal
Pada waktu terjadi kegagalan ginjal sebagian nefron (termasuk glomerulus dan tubulus) diduga utuh sedangkan yang lain rusak (hipotesa nefron utuh). Nefron-nefron yang utuh hipertrofi dan memproduksi volume filtrasi yang meningkat disertai reabsorpsi walaupun dalam keadaan penurunan GFR / daya saring. 

Selanjutnya karena jumlah nefron yang rusak bertambah banyak oliguri timbul disertai retensi produk sisa. Titik dimana timbulnya gejala-gejala pada pasien menjadi lebih jelas dan muncul gejala-gejala khas kegagalan ginjal bila kira-kira fungsi ginjal telah hilang 80% - 90%. Pada tingkat ini fungsi renal yang demikian nilai kreatinin clearance turun sampai 15 ml/menit atau lebih rendah.

Fungsi renal menurun, produk akhir metabolisme protein (yang normalnya diekskresikan ke dalam urin) tertimbun dalam darah. Terjadi uremia dan mempengaruhi setiap sistem tubuh. 

b. Batu Ginjal
Batu saluran kemih dapat menimbulkan penyulit berupa obstruksi dan infeksi saluran kemih. Manifestasi obstruksi pada saluran kemih bagian bawah adalah retensi urine atau keluhan miksi yang lain sedangkan pada batu saluran kemih bagian atas dapat menyebabkan hidroureter atau hidrinefrosis. Batu yang dibiarkan di dalam saluran kemih dapat menimbulkan infeksi, abses ginjal, pionefrosis, urosepsis dan kerusakan ginjal permanen (gagal ginjal)

c. Nefritis 
Kasus nefritis terjadi setelah infeksi streptokokus pada tenggorokan atau kadang-kadang pada kulit sesudah masa laten 1 sampai 2 minggu. Organisme penyebab lazim adalah streptokokus beta hemolitikus grup A tipe 12 atau 4 dan 1, jarang oleh penyebab lainnya. Namun sebenarnya bukan streptokukus yang menyebabkan kerusakan pada ginjal. 

Diduga terdapat suatu antibodi yang ditujukan terhadap antigen khusus yang merupakan membran plasma streptokokal spesifik. Terbentuk kompleks antigen-antibodi dalam darah bersikulasi ke dalam glomerulus tempat kompleks tersebut secara mekanis terperangkap dalam membran basalis. Selanjutnya komplemen akan terfiksasi mengakibatkan lesi dan peradangan yang menarik leukosit polimerfonuklear (PMN) dan trombosit menuju tempat lesi. Fagositosis dan pelepasan enzim lisosom juga merusak endotel dan membran basalis glomerulus (GBM). Sebagai respon terhadap lesi yang terjadi , timbul poliferasi sel-sel endotel yang di ikuti sel-sel mesangium dan selanjutnya sel-sel epitel.

Semakin meningkatnya kebocoran kapiler glomerulus menyebabkan protein dan sel darah merah dapat keluar ke dalam urin yang sedang di bentuk oleh ginjal, mengakibatkan proteinuria dan hematuria. Agaknya, kompleks komplemen antigen-antibodi inilah yang terlihat sebagai nodul-nodul subepitel(atau sebagai bungkusan epimembanosa)pada mikroskop elektron dan sebagai bentuk granular dan berbungkah-bungkah pada mikroskop imunofluoresensi,pada pemeriksaan mikroskop cahaya glomerulus tampak membengkak dan hiperselular di sertai invasi PMN.

F. OBAT UNTUK PENYAKIT GINJAL
a. Gagal Ginjal
Terapi yang diberikan pada klien gagal ginjal kronis yaitu pasien diberikan anti hipertensi yang berfungsi untuk menurunkan hipertensi pasien karena salah satu penyebab gagal ginjal kronis yaitu hipertensi. Pasien kekurangan kalsium, diberikan terapi CaCO3 (Calsium Carbonat) yang berfungsi untuk meningkatkan kalsium dalam tubuh. Pasien mengalami konjungtiva anemis, karena ginjal telah rusak maka produksi eritropoietinnya berkurang dan sel darah merah juga kurang. Oleh karena itu pasien diberikan terapi asam folat untuk pematangan sel darah merah. Pasien yang mengalami peningkatan kadar kalium dalam darah diberikan terapi penurun kalium. Pasien mengalami sesak. untuk mengurangi rasa sesak, maka pasien diberikan terapi oksigen. Pasien diberikan anti diuresis untuk mengurangi kelebihan volume cairan dalam tubuh. Dan diberikan terapi aminofusin untuk memenuhi kebutuhan protein tubuh pasien.

b. Batu Ginjal
Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala, penyumbatan atau infeksi biasanya tidak perlu diobati. Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu. Jika batu telah terbuang, maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera. Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik. Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 sentimeter atau kurang seringkali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy, ESWL). Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih. Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit (percutaneous nephrolithotomy, nefrolitotomi perkutaneus), yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. 

Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih. Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa (misalnya dengan memberikan kalium sitrat), tetapi batu lainnya tidak dapat diatasi dengan cara ini. Batu asam urat yang lebih besar, yang menyebabkan penyumbatan, perlu diangkat melalui pembedahan. Adanya batu struvit menunjukkan terjadinya infeksi saluran kemih, karena itu diberikan antibiotik.

c. Nefritis 
Pemberian penisilin pada fase akut. Pemberian antibiotika ini tidak mempengaruhi beratnya glomerulonefritis, melainkan mengurangi menyebarnya infeksi Streptococcus yang mungkin masih ada, ini dapat dikombinasi dengan amoksislin 50 mg/kg BB dibagi 3 dosis selama 10 hari. Jika alergi terhadap golongan penisilin, diganti dengan eritromisin 30 mg/kg BB/hari dibagi 3 dosis.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari makalah ini maka dapat peroleh kesimpulan yaitu:
  1. Bagian-bagian ginjal terdiri dari kulit ginjal (korteks renalis), sumsum ginjal (medula renalis) dan rongga ginjal (pelvis). Dimana dalam ginjal tersusun oleh ribuan nefron, glomerulus, kapsula bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, tubulus kontortus distal dan tubulus kolektivus.
  2. Adapun sungsi gijal dalam tubuh yaitu mengatur pH, konsentrasi ion mineral, dan komposisi air dalam darah dan menyaring darah sehingga menghasilkan urine.
  3. Kerja ginjal salah satunya adalah menghasilkan urin. Urin dihasilkan sengan 3 tahap yaitu Filtrasi (penyaringan), reabsorbsi (penyerapan kembali) dan sekresi.
  4. Banyak penyakit yang dapat dihasilkan dari kelainan ginjal diantaranya yaitu gagal ginjal, batu ginjal dan nefritis.
  5. Pengobatan pada penyakit gagal ginjal yaitu salah satunya dengan pemberian obat yang dapat mengurangi penyakit komplikasinya seperti hipertensi, lalu ditingkatkan kadar sel darah merahnya dan diturunkan kadar kalium dalam darahnya. Untuk penyakit batu ginjal dapat diatasi dengan penghancuran batu ginjal oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy, ESWL), untuk mengatasi rasa nyeri maka diberi obat pereda nyeri golongan narkotik. Dan untuk nefritis diberikan antibiotika untuk mengurangi menyebarnya infeksi Streptococcus.
DAFTAR PUSTAKA
Brunner & Suddart. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah. Jakarta: AGC.

Doenges, M. E., Moorhouse, M. F. & Geissler, A. C. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC.

Guyton dan Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi II. Jakarta: EGC.

Pearce, Efelin C. 2006. Anatomi dan fisiologi untuk paramedic. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Price, Wilson. 2005. Patofisiologi, Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta: EGC.

Snell, Richard S. 2006. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran. Jakarta: EGC.

Syaifuddin. 1997. Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat. Jakarta: EGC.

MAKALAH ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA (GINJAL)

MAKALAH ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA (GINJAL)
ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA
GINJAL
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Anatomi ginjal adalah ilmu mempelajari tentang organ tubuh manusia yang berwarna coklat kemerah-merahan berbentuk seperti kacang yang sering dikenal dengan nama organ ginjal sampai ke bagian-bagian terkecilnya secara terperinci. Jadi, anatomi ginjal menguraikan bagian organ ginjal manusia hingga terkecil-kecilnya menggunakan alat mikroskop dengan cara memotong organ.

Ginjal adalah organ tubuh manusia yang terletak di belakang rongga abdomen, berwarna coklat kemerah-merahan serta berpasangan berbentuk seperti kacang. Organ ginjal manusia antara sebelah kanan-kiri berbeda. Organ ginjal sebelah kanan lebih rendah daripada organ sebelah kirinya (selisih sekitar 2 cm). Organ ginjal manusia memiliki berat antara 120 gram hingga 150 gram. Ginjal kiri lebih besar dari ginjal kanan, dan pada umumnya ginjal laki – laki lebih panjang dari ginjal perempuan. Berat ginjal pada orang dewasa sangat ringan, yaitu ± 150 gram. Adapun ukuran ginjal yaitu panjang 4-5 inchi (10-12 cm); lebar 2-3 inchi (5-7 cm) dan setebal 1 inchi (5 cm).

Ginjal merupakan salah satu organ penting yang kadang kesehatannya disepelekan oleh sebagian besar masyarakat. Konsekuensi dari hal ini, pada masa mendatang akan dihadapkan pada sebuah kondisi yang memungkinkan ginjal mengalami gangguan akibat gaya hidup yang buruk. Memahami akibat-akibat kesehatan sangat diperlukan saat ini agar kesehatan ginjal bisa dijaga.

Menurut data statistika kesehatan WHO, terdapat 66.000 kasus transplantasi ginjal pada 2005 di seluruh dunia. Di tahun yang sama, 21.000 liver dan 6000 jantung ditransplantasi. Ini berarti transplanstasi ginjal sebesar tiga kali transplantasi liver. 

B. RUMUSAN MASALAH
Adapun yang menjadi rumusan masalah pada makalah ini yaitu sebagai berikut:
  1. Apa saja bagian-bagian ginjal?
  2. Bagaimana fungsi ginjal dalam tubuh?
  3. Bagaimana proses kerja ginjal?
  4. Penyakit apa saja yang sering terjadi pada ginjal?
  5. Bagaimana patofisiologi dari penyakit pada ginjal?
  6. Apa saja obat-obat untuk penyakit ginjal?

C. TUJUAN
Adapun yang menjadi tujuan pada penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui apa sajakah bagian-bagian ginjal.
  2. Untuk mengetahui fungsi ginjal dalam tubuh.
  3. Untuk mengetahui bagaimana proses kerja ginjal.
  4. Untuk mengetahui penyakit apa saja yang sering terjadi pada ginjal.
  5. Untuk mengetahui bagaimana patofisiologi dari penyakit pada ginjal.
  6. Untuk mengetahui apa saja obat-obat untuk penyakit ginjal.

BAB II
PEMBAHASAN
A. BAGIAN-BAGIAN GINJAL
Manusia memiliki sepasang ginjal. Dua ginjal terletak pada dinding posterior abdomen, diluar rongga peritoneum. Bentuknya seperti biji kacang, dengan lekukan yang menghadap ke dalam. Jumlahnya ada 2 buah yaitu kiri dan kanan, ginjal kiri lebih besar dari ginjal kanan dan pada umumnya ginjal laki-laki lebih panjang dari pada ginjal wanita. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit ke bawah dibandingkan ginjal kiri untuk memberi tempat lobus hepatis dexter yang besar karena ginjal kanan tertekan oleh organ hati. Ginjal dipertahankan dalam posisi tersebut oleh bantalan lemak yang tebal.

Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam guncangan. Sisi medial setiap ginjal merupakan daerah lekukan yang disebut hilum tempat lewatnya arteri dan vena renalis, cairan limfatik, suplai saraf , dan ureter yang membawa urine akhir dari ginjal ke kandung kemih, tempat urine disimpan hingga dikeluarkan. Ginjal dilengkapi oleh kapsul fibrosa yang keras untuk melindungi struktur dalamnya yang rapuh. 

Bagian-bagian ginjal terdiri atas:
1. Kulit ginjal (korteks renalis)
Korteks renalis merupakan lapisan ginjal paling luar. Korteks ginjal mengandung jutaan alat penyaring yang disebut nefron. Nefron berfungsi membentuk urine dengan cara filtrasi dan reabsorpsi zat-zat yang masih berguna. Setiap nefron terdiri dari malpighi dan tubulus. Malpighi tersusun dari glomerulus dan kapsula bowman.

Glomerulus yaitu berupa anyaman pembuluh kapiler darah. Kapsula bowman merupakan struktur berbentuk piala yang melingkupi glomerulus. Tubulus pada nefron terdiri dari 2 bagian, yaitu tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal.

Tubulus kontortus proksimal merupakan pembuluh yang terletak di dekat badan malpighi, sedangkan tubulus kontortus distal terletak menjauhi badan malpighi. Kedua macam pembuluh ini dihubungkan oleh lengkung henle yang terdapat pada bagian sumsum ginjal.

2. Sumsum ginjal (medula renalis)
Medula renalis merupakan lapisan dalam ginjal. Pada sumsum ginjal terdapat suatu jaringan berbentuk kerucut yang disebut piramid. Piramid mengandung banyak pembuluh dan berguna untuk mengumpulkan hasil ekskresi. Cairan yang terkumpul pada piramid kemudian disalurkan melalui saluran pengumpul menuju pelvis renalis atau rongga ginjal. Selanjutnya, pelvis renalis berbuhungan dengan ureter, yaitu saluran yang mengalirkan urine ke kantong kemih.

3. Rongga ginjal (pelvis)
Pada rongga ginjal bermuara pembuluh pengumpul. Rongga ginjal dihubungkan oleh ureter ke kandung kemih yang berfungsi untuk tempat penampungan sementara urin sebelum keluar tubuh. Urine yang akan keluar dari kandung kemih melewati saluran yaitu uretra.

Masing-masing ginjal manusia terdiri dari kurang lebih satu juta nefron, masing-masing mampu membentuk urine. Ginjal tidak dapat membentuk nefron baru. Oleh karena itu, pada trauma ginjal, penyakit ginjal, atau proses penuaan yang normal akan terjadi penurunan jumlah nefron secara bertahap. Organ ginjal manusia mengandunga nefron di atas satu juta, bahkan hingga mencapai empat juta nefron. Nefron merupakan satuan struktural dan fungsional terkecil yang terdapat pada lapisan korteks. Setiap nefron terdiri dari badan renalis atau badan malphighi, nefron-nefron inilah pembentuk urin. Badan malphighi terdiri atas glomerulus dan kapsul bowman. Glomerulus maupun kapsul bowman ini secara bersama-sama akan membentuk kospuskel, serta dikatakan merupakan penyusun mikro struktur ginjal manusia. Dibawah ini terdapat gambar tentang anatomi fisiologi ginjal
bagian-bagian di dalam ginjal
Berikut adalah penjelasan bagian-bagian di dalam ginjal:
  • Ginjal terletak di bagian perut. Gambar ginjal di atas adalah ginjal kiri yang telah dibelah.
  • Calyces adalah suatu penampung berbentuk cangkir dimana urin terkumpul sebelum mencapai kandung kemih melalui ureter.
  • Pelvis adalah tempat bermuaranya tubulus yaitu tempat penampungan urin sementara yang akan dialirkan menuju kandung kemih melalui ureter dan dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.
  • Medula terdiri atas beberapa badan berbentuk kerucut (piramida). Di sini terdapat lengkung henle yang menghubungkan tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal.
  • Korteks di dalamnya terdapat jutaan nefron yang terdiri dari badan malphigi. Badan malphigi tersusun atas glomerulus yang diselubungi kapsula Bowman dan tubulus(saluran) yang terdiri dari tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus.
  • Ureter adalah suatu saluran muskuler berbentuk silinder yang menghantarkan urin dari ginjal menuju kandung kemih.
  • Vena ginjal adalah pembuluh balik yang berfungsi untuk membawa darah keluar dari ginjal menuju vena cava inferior kemudian kembali ke jantung.
  • Arteri ginjal adalah pembuluh nadi yang berfungsi untuk membawa darah ke dalam ginjal untuk disaring di glomerulus. 
Di dalam korteks terdapat jutaan nefron. Nefron adalah unit fungsional terkecil dari ginjal yang terdiri atas tubulus kontortus proximal, tubulus kontortus distal dan duktus koligentes. Berikut adalah gambar bagian-bagian di dalam nefron:
bagian-bagian di dalam nefron
Berikut adalah penjelasan bagian-bagian di dalam nefron:
  • Nefron adalah tempat penyaringan darah. Di dalam ginjal terdapat lebih dari 1 juta buah nefron. 1 nefron terdiri dari glomerulus, kapsula bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus.
  • Glomerulus adalah Tempat penyaringan darah yang akan menyaring air, garam, asam amino, glukosa, dan urea. Menghasilkan urin primer.
  • Kapsula bowman adalah semacam kantong/kapsul yang membungkus glomerulus. Kapsula bowman ditemukan oleh Sir William Bowman.
  • Tubulus kontortus proksimal adalah tempat penyerapan kembali/reabsorpsi urin primer yang menyerap glukosa, garam, air, dan asam amino. Menghasilkan urin sekunder.
  • Lengkung henle adalah Penghubung antara tubulus kontortus proksimal dengan tubulus kontortus distal.
  • Tubulus kontortus distal adalah Tempat untuk melepaskan zat-zat yang tidak berguna lagi atau berlebihan ke dalam urin sekunder. Menghasilkan urin sesungguhnya.
  • Tubulus kolektivus adalah tabung sempit panjang dalam ginjal yang menampung urin dari nefron, untuk disalurkan ke pelvis menuju kandung kemih.
Glomerulus terdiri dari sekumpulan kapiler glomerulus yang dilalui sejumlah besar cairan yang difiltrasi dari darah. Glomerulus tersusun dari suatu jaringan kapiler glomerulus yang bercabang dan beranastomosis, yang mempunyai tekanan hidrostatik tinggi (kira-kira 60 mmHg) bila dibandingkan dengan kapiler lainnya. Kapiler glomerulus dilapisi oleh sel- sel epitel, dan keseluruhan glomerulus dibungkus dalam kapsula bowman. Sedangkan tubulus merupakan tempat cairan hasil filtrasi diubah menjadi urin dalam perjalanannya menuju pelvis ginjal.

Meskipun setiap nefron mempunyai semua komponen seperti yang digambarkan diatas, tetapi tetap terdapat beberapa perbedaan, bergantung pada seberapa dalam letak nefron pada massa ginjal. Nefron yang memiliki glomerulus dan terletak di korteks sisi luar disebut nefon kortikal; nefron tersebut mempunyai ansa henle pendek yang hanya sedikit menembus ke dalam medula.
Kira-kira 20-30% nefron mempunyai glomerulus yang terletak di korteks renal sebelah dalam dekat medula, dan disebut nefron jukstamedular; nefron ini mempunyai ansa henle yang panjang dan masuk sangat dalam ke medula. 

Pada manusia, ginjal merupakan salah satu organ yang memiliki fungsi vital yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan air dalam tubuh. Ginjal melakukan fungsinya yang paling penting ini dengan cara menyaring plasma dan memisahkan zat filtrat dengan kecepatan yang bervariasi, brgantung pada kebutuhan tubuh. Kemudian zat- zat yang dibutuhkan oleh tubuh akan dikembalikan ke dalam darah dan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh akan dikeluarka melalui urine. 

Selain fungsi yang telah dijelaskan, ginjal juga mempunyai fungsi multiple yang lainnya, diantaranya yaitu mengeksresikan produk sisa metabolik dan bahan kimia asing, pengaturan keseimbangan air dan elektrolit, pengaturan osmolalitas cairan tubuh dan konsentrasi elektrolit, pengaturan tekanan arteri, pengaturan keseimbangan asam-basa, sekresi, metabolisme, dan eksresi hormon serta untuk proses glukoneogenesis.

Proses pembentukan urine juga dilakukan oleh nefron yang merupakan bagian dari ginjal. Proses pembentukan urine terjadi melalui tiga tahapan yaitu filtrasi di glomerulus, reabsorpsi di tubulus dan eksresi di tubulus. Dibawah ini adalah gambar sebuah nefron yang memperlihatkan struktur glomerulus dan tubulus serta perannya dalam pembentukan urine.
Pada saat cairan, darah, serta zat-zat masuk ke dalam ginjal, semua bahan-bahan itu akan difiltrasi di dalam glomerulus dan selanjutnya akan mengalir ke dalam kapsula bowman dan masuk ke tubulus proksimal yang terletak di dalam korteks ginjal. Dari tubulus proksimal, cairan akan mengalir ke ansa henle yang masuk ke dalam medula renal, cairan masuk ke makula densa dan kemudian ke tubulus distal, dari tubulus distal cairan masuk ke tubulus renalis arkuatus dan tubulus koligentes kortikal dan masuk ke duktus yang lebih besar yaitu duktus koligentes medula.

Duktus koligentes bergabung membentuk duktus yang lebih besar yang mengalir menuju pelvis renal melalui papila renal. Dari pelvis renal, urine akan terdorong ke kandung kemih melalui saluran ureter dan dikeluarkan melalui uretra. Dibawah ini adalah gambaran tentang proses pembentukan urine.

B. FUNGSI GINJAL
Ginjal mengatur pH, konsentrasi ion mineral, dan komposisi air dalam darah. Ginjal mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7,4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil. Akibatnya, urine yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8. Kadar ion natrium dikendalikan melalui sebuah proses homeostasis yang melibatkan aldosteron untuk meningkatkan penyerapan ion natrium pada tubulus konvulasi.

Kenaikan atau penurunan tekanan osmotik darah karena kelebihan atau kekurangan air akan segera dideteksi oleh hipotalamus yang akan memberi sinyal pada kelenjar pituitari dengan umpan balik negatif. Kelenjar pituitari mensekresi hormon antidiuretik (vasopresin, untuk menekan sekresi air) sehingga terjadi perubahan tingkat absorpsi air pada tubulus ginjal. Akibatnya konsentrasi cairan jaringan akan kembali menjadi 98%.

Ginjal merupakan alat ekskresi penting yang mempunyai beberapa fungsi, antara lain menyaring darah sehingga menghasilkan urine; mengekskresikan zat-zat yang membahayakan tubuh. misalnya protein-protein asing yang masuk ke dalam tubuh, urea, asam urat. dan bermacam -macam garam; mengekskresikan zat-zat yang jumlahnya berlebihan, misalnya kadar gula darah yang melebihi normal, mempertahankan tekanan osmosis cairan ekstraseluler; dan mempertahankan keseimbangan asam dan basa. Mengekskresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh, antara lain :
  • Urea, asam urat, amoniak, creatinin
  • Garam anorganik
  • Bakteri dan juga obat-obatan
  • Mengekskresikan gula kelebihan gula dalam darah
  • Membantu keseimbangan air dalam tubuh, yaitu mem-pertahankan tekanan osmotik ektraseluler
  • Mengatur konsentrasi garam dalam darah dan keseimbangan asam basa darah. 

C. PROSES KERJA GINJAL
Salah satu kerja ginjal yaitu mengekskresikan urin. Terdapat 3 proses penting yang berhubungan dengan proses pembentukan urine, yaitu:
1. Filtrasi (penyaringan)
Kapsula bowman dari badan malpighi menyaring darah dalam glomerus yang mengandung air, garam, gula, urea dan zat bermolekul besar (protein dan sel darah) sehingga dihasilkan filtrat glomerus (urine primer). Di dalam filtrat ini terlarut zat yang masih berguna bagi tubuh maupun zat yang tidak berguna bagi tubuh, misal glukosa, asam amino dan garam-garam.
2. Reabsorbsi (penyerapan kembali)
Dalam tubulus kontortus proksimal zat dalam urine primer yang masih berguna akan direabsorbsi yang dihasilkan filtrat tubulus (urine sekunder) dengan kadar urea yang tinggi.
3. Sekresi
Sekresi tubular melibatkan transfor aktif molekul-molekul dari aliran darah melalui tubulus kedalam filtrat. Banyak substansi yang disekresi tidak terjadi secara alamiah dalam tubuh (misalnya penisilin).Substansi yang secara alamiah terjadi dalam tubuh termasuk asam urat dan kalium serta ion-ion hidrogen.

Pada tubulus distalis, transfor aktif natrium sistem carier yang juga telibat dalam sekresi hidrogen dan ion-ion kalium tubular. Dalam hubungan ini, tiap kali carier membawa natrium keluar dari cairan tubular, cariernya bisa hidrogen atau ion kalium kedalam cairan tubular “perjalanannya kembali” jadi, untuk setiap ion natrium yang diabsorpsi, hidrogen atau kalium harus disekresi dan sebaliknya.Pilihan kation yang akan disekresi tergantung pada konsentrasi cairan ekstratubular (CES) dari ion-ion ini (hidrogen dan kalium).

D. PENYAKIT YANG SERING TERJADI PADA GINJAL
a. Gagal Ginjal
Gagal ginjal merupakan penyakit menurunnya fungsi organ ginjal hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urin.
b. Batu Ginjal 
Batu ginjal terbentuk disebabkan oleh adanya peningkatan pada bakteri dan saluran kandung kemih yang terinfeksi bakteri pemecah urea dan urine yang kemudian membentuk batu pada kandung kemih. Jika tubuh kekurangan cairan atau kurang minum air putih, akan terjadi kepekatan urine yang semakin meningkat yang mempermudah pembentukan batu ginjal. Batu ginjal memiliki komponen penyusun batu ginjal melalui proses pembentukan batu ginjal yang terdiri dari 80% batu kalsium, kalsium okalat dan kalsium fosfat.
c. Nefritis
Nefritis merupakan peradangan pada nefron karena bakter Stresptococcus yang masuk melalui saluran pernapasan. Dari saluran pernapasan, bakteri terbawa oleh darah ke ginjal. Akibat adanya peradangan, protein yang masuk bersama urine primer tidak dapat disaring, sehingga akan ikut keluar bersama urine. Nefiritis kronis biasanya terjadi pada orang lanjut usia yang ditandai dengan tekanan darah tinggi pengerasan pembuluh darah dalam ginjal dan rusaknya glomerulus atau tubulus. 
Pada keadaan ini, filtrat banyak mengandung protein, sehingga urin masih mengandung protein. Selain itu, ureum yang seharusnya terbuang, akan masuk kembali ke dalam darah dan akibatnya penyerapan air terganggu. Akhirnya, air akan tertimbun pada kaki sehingga menyebabkan kaki membengkak yang disebut edema. Apabila terjadi kelainan pada ginjal yang menyebabkan disfungsi ginjal atau gagal ginjal maka seseorang harus menjalani cangkok ginjal atau melakukan cuci darah di samping merupakan upaya untuk mengganti fungsi ginjal.

E. PATOFISIOLOGI PENYAKIT
a. Gagal Ginjal
Pada waktu terjadi kegagalan ginjal sebagian nefron (termasuk glomerulus dan tubulus) diduga utuh sedangkan yang lain rusak (hipotesa nefron utuh). Nefron-nefron yang utuh hipertrofi dan memproduksi volume filtrasi yang meningkat disertai reabsorpsi walaupun dalam keadaan penurunan GFR / daya saring. 

Selanjutnya karena jumlah nefron yang rusak bertambah banyak oliguri timbul disertai retensi produk sisa. Titik dimana timbulnya gejala-gejala pada pasien menjadi lebih jelas dan muncul gejala-gejala khas kegagalan ginjal bila kira-kira fungsi ginjal telah hilang 80% - 90%. Pada tingkat ini fungsi renal yang demikian nilai kreatinin clearance turun sampai 15 ml/menit atau lebih rendah.

Fungsi renal menurun, produk akhir metabolisme protein (yang normalnya diekskresikan ke dalam urin) tertimbun dalam darah. Terjadi uremia dan mempengaruhi setiap sistem tubuh. 

b. Batu Ginjal
Batu saluran kemih dapat menimbulkan penyulit berupa obstruksi dan infeksi saluran kemih. Manifestasi obstruksi pada saluran kemih bagian bawah adalah retensi urine atau keluhan miksi yang lain sedangkan pada batu saluran kemih bagian atas dapat menyebabkan hidroureter atau hidrinefrosis. Batu yang dibiarkan di dalam saluran kemih dapat menimbulkan infeksi, abses ginjal, pionefrosis, urosepsis dan kerusakan ginjal permanen (gagal ginjal)

c. Nefritis 
Kasus nefritis terjadi setelah infeksi streptokokus pada tenggorokan atau kadang-kadang pada kulit sesudah masa laten 1 sampai 2 minggu. Organisme penyebab lazim adalah streptokokus beta hemolitikus grup A tipe 12 atau 4 dan 1, jarang oleh penyebab lainnya. Namun sebenarnya bukan streptokukus yang menyebabkan kerusakan pada ginjal. 

Diduga terdapat suatu antibodi yang ditujukan terhadap antigen khusus yang merupakan membran plasma streptokokal spesifik. Terbentuk kompleks antigen-antibodi dalam darah bersikulasi ke dalam glomerulus tempat kompleks tersebut secara mekanis terperangkap dalam membran basalis. Selanjutnya komplemen akan terfiksasi mengakibatkan lesi dan peradangan yang menarik leukosit polimerfonuklear (PMN) dan trombosit menuju tempat lesi. Fagositosis dan pelepasan enzim lisosom juga merusak endotel dan membran basalis glomerulus (GBM). Sebagai respon terhadap lesi yang terjadi , timbul poliferasi sel-sel endotel yang di ikuti sel-sel mesangium dan selanjutnya sel-sel epitel.

Semakin meningkatnya kebocoran kapiler glomerulus menyebabkan protein dan sel darah merah dapat keluar ke dalam urin yang sedang di bentuk oleh ginjal, mengakibatkan proteinuria dan hematuria. Agaknya, kompleks komplemen antigen-antibodi inilah yang terlihat sebagai nodul-nodul subepitel(atau sebagai bungkusan epimembanosa)pada mikroskop elektron dan sebagai bentuk granular dan berbungkah-bungkah pada mikroskop imunofluoresensi,pada pemeriksaan mikroskop cahaya glomerulus tampak membengkak dan hiperselular di sertai invasi PMN.

F. OBAT UNTUK PENYAKIT GINJAL
a. Gagal Ginjal
Terapi yang diberikan pada klien gagal ginjal kronis yaitu pasien diberikan anti hipertensi yang berfungsi untuk menurunkan hipertensi pasien karena salah satu penyebab gagal ginjal kronis yaitu hipertensi. Pasien kekurangan kalsium, diberikan terapi CaCO3 (Calsium Carbonat) yang berfungsi untuk meningkatkan kalsium dalam tubuh. Pasien mengalami konjungtiva anemis, karena ginjal telah rusak maka produksi eritropoietinnya berkurang dan sel darah merah juga kurang. Oleh karena itu pasien diberikan terapi asam folat untuk pematangan sel darah merah. Pasien yang mengalami peningkatan kadar kalium dalam darah diberikan terapi penurun kalium. Pasien mengalami sesak. untuk mengurangi rasa sesak, maka pasien diberikan terapi oksigen. Pasien diberikan anti diuresis untuk mengurangi kelebihan volume cairan dalam tubuh. Dan diberikan terapi aminofusin untuk memenuhi kebutuhan protein tubuh pasien.

b. Batu Ginjal
Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala, penyumbatan atau infeksi biasanya tidak perlu diobati. Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu. Jika batu telah terbuang, maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera. Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik. Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 sentimeter atau kurang seringkali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy, ESWL). Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih. Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit (percutaneous nephrolithotomy, nefrolitotomi perkutaneus), yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. 

Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih. Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa (misalnya dengan memberikan kalium sitrat), tetapi batu lainnya tidak dapat diatasi dengan cara ini. Batu asam urat yang lebih besar, yang menyebabkan penyumbatan, perlu diangkat melalui pembedahan. Adanya batu struvit menunjukkan terjadinya infeksi saluran kemih, karena itu diberikan antibiotik.

c. Nefritis 
Pemberian penisilin pada fase akut. Pemberian antibiotika ini tidak mempengaruhi beratnya glomerulonefritis, melainkan mengurangi menyebarnya infeksi Streptococcus yang mungkin masih ada, ini dapat dikombinasi dengan amoksislin 50 mg/kg BB dibagi 3 dosis selama 10 hari. Jika alergi terhadap golongan penisilin, diganti dengan eritromisin 30 mg/kg BB/hari dibagi 3 dosis.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari makalah ini maka dapat peroleh kesimpulan yaitu:
  1. Bagian-bagian ginjal terdiri dari kulit ginjal (korteks renalis), sumsum ginjal (medula renalis) dan rongga ginjal (pelvis). Dimana dalam ginjal tersusun oleh ribuan nefron, glomerulus, kapsula bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, tubulus kontortus distal dan tubulus kolektivus.
  2. Adapun sungsi gijal dalam tubuh yaitu mengatur pH, konsentrasi ion mineral, dan komposisi air dalam darah dan menyaring darah sehingga menghasilkan urine.
  3. Kerja ginjal salah satunya adalah menghasilkan urin. Urin dihasilkan sengan 3 tahap yaitu Filtrasi (penyaringan), reabsorbsi (penyerapan kembali) dan sekresi.
  4. Banyak penyakit yang dapat dihasilkan dari kelainan ginjal diantaranya yaitu gagal ginjal, batu ginjal dan nefritis.
  5. Pengobatan pada penyakit gagal ginjal yaitu salah satunya dengan pemberian obat yang dapat mengurangi penyakit komplikasinya seperti hipertensi, lalu ditingkatkan kadar sel darah merahnya dan diturunkan kadar kalium dalam darahnya. Untuk penyakit batu ginjal dapat diatasi dengan penghancuran batu ginjal oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy, ESWL), untuk mengatasi rasa nyeri maka diberi obat pereda nyeri golongan narkotik. Dan untuk nefritis diberikan antibiotika untuk mengurangi menyebarnya infeksi Streptococcus.
DAFTAR PUSTAKA
Brunner & Suddart. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah. Jakarta: AGC.

Doenges, M. E., Moorhouse, M. F. & Geissler, A. C. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC.

Guyton dan Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi II. Jakarta: EGC.

Pearce, Efelin C. 2006. Anatomi dan fisiologi untuk paramedic. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Price, Wilson. 2005. Patofisiologi, Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta: EGC.

Snell, Richard S. 2006. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran. Jakarta: EGC.

Syaifuddin. 1997. Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat. Jakarta: EGC.