MAKALAH KARDIOVASKULAR (ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA) - ElrinAlria
MAKALAH KARDIOVASKULAR (ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA)
MAKALAH ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA
KARDIOVASKULAR

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kardiovaskuler terdiri dari dua suku kata yaitu cardiac dan vaskuler. Cardiac yang berarti jantung dan vaskuler yang berarti pembuluh darah. Dalam hal ini mencakup sistem sirkulasi darah yang terdiri dari jantung komponen darah dan pembuluh darah. Pusat peredaran darah atau sirkulasi darah ini berawal dijantung, yaitu sebuah pompa berotot yang berdenyut secara ritmis dan berulang 60-100x/menit. Setiap denyut menyebabkan darah mengalir dari jantung, ke seluruh tubuh dalam suatu jaringan tertutup yang terdiri atas arteri, arteriol, dan kapiler kemudian kembali ke jantung melalui venula dan vena.

Dalam mekanisme pemeliharaan lingkungan internal sirkulasi darah digunakan sebagai sistem transport oksigen, karbon dioksida, makanan, dan hormon serta obat-obatan ke seluruh jaringan sesuai dengan kebutuhan metabolisme tiap-tiap sel dalam tubuh. Dalam hal ini, faktor perubahan volume cairan tubuh dan hormon dapat berpengaruh pada sistem kardiovaskuler baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Dalam memahami sistem sirkulasi jantung, kita perlu memahami anatomi fisiologi yang ada pada jantung tersebut sehingga kita mampu memahami berbagai problematika berkaitan dengan sistem kardiovaskuler tanpa ada kesalahan yang membuat kita melakukan neglicent( kelalaian). Oleh karena itu, sangat penting sekali memahami anantomi fisiologi kardiovaskuler yang berfungsi langsung dalam mengedarkan obat-obatan serta oksigenasi dalam tubuh dalam proses kehidupan. 

1.2. Rumusan Masalah 
Bagaimana anatomi fisiologi dalam sistem kardiovaskuler itu?

1.3. Tujuan 
Makalah ini di buat penulis dengan tujuan agar mahasiswa, tenaga kesehatan atau tenaga medis dapat memahami berkaitan dengan anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskuler. 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Jantung pada dasarnya adalah suatu pompa ganda yang menghasilkan tekanan pendorong agar darah mengalir melalui sirkulasi paru dan sirkulasi sistemik. Jantung memiliki empat bilik dimana setiap belahan terdiri dari sebuah atrium atau bilik masukan vena, dan sebuah ventrikel atau bilik keluaran arteri. Empat katup jantung mengalirkan darah dalam arah yang sesuai dan mencegah darah mengalir dalam arah yang berlawanan. Jantung bersifat self-excitable, yaitu mencetuskan sendiri kontraksi beriramanya. Kontraksi serat-serat otot jantung yang tersusun seperti spiral menghasilkan efek memeras yang penting agar pemompaan berlangsung efisien. Yang juga penting agar pemompaan efektif adalah kenyataan bahwa serat-serat otot di setiap bilik bekerja sebagai sebuah sinsitium fungsional, berkontraksi sebagai satu kesatuan (Sherwood, 2001).

Ruang jantung dibagi oleh septa vertical menjadi 4 ruang yakni atrium dextrum, atrium sinistrum, ventrikulus dexter dan ventrikulus sinister. Atrium dextrum terletak anterior terhadap artrium sinistrum dan ventriculus dexter anterior terhadap ventriculus sinister (Snell, 2006).

Dinding jantung tersusun atas otot jantung, myocardium, yang di luar terbungkus oleh pericardium serosum, yang disebut epicardium, dan di bagian dalam diliputi oleh selapis endothel, disebut endocardium (Snell, 2006).

Implus jantung berasal dari nodus SA, pemacu jantung, yang memiliki kecepatan depolarisasi spontan ke ambang yang tertinggi. Setelah dicetuskan, potensial aksi menyebar ke seluruh atrium kanan dan kiri, sebagian dipermudah oleh jalur penghantar khusus, tetapi sebagian besar melalui penyebaran implus dari sel ke sel melalui gap junction. Implus berjalan dari atrium ke dalam ventrikel melalui nodus AV, satu-satunya titik kontak listrik antara kedua bilik tersebut. Potensial aksi berhenti sebentar di nodus AV, untuk memastikan bahwa kontraksi atrium mendahului kontraksi ventrikel agar pengisian ventrikel berlangsung sempuran. Implus kemudian dengan cepat berjalan ke septum antarventrikel melalui berkas His dan secara cepat disebarkan ke seluruh miokardium melalui serat-serat Purkinje. Sel-sel ventrikel lainnya diaktifkan melalui penyebaran implus dari sel ke sel melalui gap junction. Dengan demikian, atrium berkontraksi sbagai satu kesatuan, diikuti oleh kontraksi sinkron ventrikel setelah satu jeda singkat (Sherwood, 2001).

Secara sederhana, cara kerja jantung adalah sebagai berikut (Jati, 2005) :
  • a. Darah dari paru-paru banyak mengandung oksigen (O2) masuk ke dalam serambi kiri. Dari serambi kiri, darah diteruskan ke bilik kiri melalui katup bikuspidalis. Selanjutnya, darah di bilik kiri di pompa keluar dari jantung menuju ke seluruh tubuh membawa oksigen.
  • b. Setelah oksigen digunakan untuk proses pembakaran di dalam sel-sel tubuh, darah kembali ke jantung dengan membawa karbondioksida (CO2) dan air (H2O).
  • c. Darah dari seluruh tubuh masuk ke dalam serambi kanan. Dari serambi kanan, darah masuk ke bilik kanan melalui katup trikuspidalis. Selanjutnya dari bilik kanan, darah dipompa keluar dari jantung menuju ke paru-paru untuk melepas CO2 dan mengambil O2.
Potensial aksi serat-serat jantung kontraktil memperlihatkan fase positif yang berkepanjangan, atau fase datar yang disertai oleh periode kontraksi yang lama untuk memastikan agar waktu ejeksi adekuat. Fase datar ini terutama disebabkan oleh pengaktifan saluran Ca++ lambat. Karena terdapat periode refrakter yang lama dan fase datar yang berkepanjangan, penjumlahan dan tetanus otot jantung tidak mungkin terjadi. Hal ini memastikan bahwa terdapat periode kontraksi dan relaksasi yang bergantii sehingga dapat terjadi pemompa darah (Sherwood, 2001). Penyebaran aktivitas listrik ke seluruh jantung dapat direkam dari permukaan tubuh. Rekaman ini, EKG, dapat memberi informasi penting mengenai status jantung.

Siklus jantung terdiri dari tiga kejadian penting yaitu (Sherwood, 2001) :
  1. Pembentukan aktivitas listrik sewaktu jantung secara otoritmis mengalami depolarisasi dan repolarisasi.
  2. Aktivitas mekanis yang terdiri dari periode sistol (kontraksi dan pengosongan) dan diastol (relaksasi dan pengisian) berganti-ganti, yang dicetuskan oleh siklus listrik yang berirama.
  3. Arah aliran darah melintasi bilik-bilik jantung, yang ditentukan oleh pembukaan dan penutupan katup-katup akibat perubahan tekanan yang dihasilkan oleh aktivitas mekanis.
Penutupan katup menimbulkan dua bunyi jantung normal. Bunyi jantung pertama disebabkan oleh penutupan katup atrioventrikel (AV) dan menandakan permulaan sistol ventrikel. Bunyi jantung kedua disebabkan oleh penutupan katup aorta dan pulmonalis pada permulaan diastoll (Sherwood, 2001).

Curah jantung, volume darah yang disemprotkan oleh setiap ventrikel setiap menit, ditentukan oleh kecepatan denyut jantung dan volume sekuncup. Kecepatan denyut berubah-ubah oleh perubahan keseimbangan pengaruh simpatis dan parasimpatis pada nodus SA. Stimulasi parasimpatis memperlambat kecepatan denyut jantung dan stimulasi simpatis mempercepatnya (Sherwood, 2001).

Darah yang dipompa keluar dari jantung memiliki kecepatan serta kekuatan mengalir tertentu. Kekuatan mengalir itu dirteruskan oleh pembuluh nadi yang memiliki sifat elastis sehingga pembuluh nadi ikut berdenyut. Frekuensi denyut jantung sama dengan frekuensi denyut pembuluh nadi. Itulah sebabnya untuk mengetahui frekuensi denyut jantung dapat juga dilakukan dengan mengamati denyut nadi, yakni dengan cara perabaan (palpas) pada [ergelangan tangan, pelipis dan leher. Dalam keadaan istirahat, denyut jantung orang dewasa antara 60 sampai 80 kali per menit. Perlu diketahui bahwa frekuensi denyut jantung setiap orang berbeda-beda, sesuai dengan umur, jenis kelamin, berat badan, aktivitas dan kondisi kesehatan masing-masing (Jati, 2005).

BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Definisi 
Sistem kardiovaskuler merupakan organ sirkulsi darah yang terdiri dari jantung, komponen darah dan pembuluh darah yang berfungsi memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi keseluruh jaringan tubuh yang di perlukan dalam proses metabolisme tubuh. Sistem kardiovaskuler memerlukan banyak mekanisme yang bervariasi agar fungsi regulasinya dapat merespons aktivitas tubuh, salah satunya adalah meningkatkan aktivitas suplai darah agar aktivitas jaringan dapat terpenuhi. Pada keadaan berat, aliran darah tersebut, lebih banyak di arahkan pada organ-organ vital seperti jantung dan otak yang berfungsi memlihara dan mempertahankan sistem sirkulasi itu sendiri.
bagian jantung

Anatomi dan Fisiologi Kardiovaskuler
1) Anatomi Jantung
Jantung berbentuk seperti pir/ kerucut seperti piramida terbalik dengan apeks (superior-posterior:C-II) berada di bawah dan basis ( anterior-inferior ICS –V) berada di atas. Pada basis jantung terdapat aorta, batang nadi paru, pembuluh balik atas dan bawah dan pembuluh balik. Jantung sebagai pusat sistem kardiovaskuler terletak di sebelah rongga dada (cavum thoraks) sebelah kiri yang terlindung oleh costae tepatnya pada mediastinum. Untuk mengetahui denyutan jantung, kita dapat memeriksa dibawah papilla mamae 2 jari setelahnya. Berat pada orang dewasa sekitar 250-350 gram. Hubungan jantung dengan alat sekitarnya yaitu:
  1. Dinding depan berhubungan dengan sternum dan kartilago kostalis setinggi kosta III-I.
  2. Samping berhubungan dengan paru dan fasies mediastilais.
  3. Atas setinggi torakal IV dan servikal II berhubungan dengan aorta pulmonalis, brongkus dekstra dan bronkus sinistra.
  4. Belakang alat-alat mediastinum posterior, esophagus, aorta desendes, vena azigos, dan kolumna vetebrata torakalis.
  5. Bagian bawah berhubungan dengan diafragma.
Jantung difiksasi pada tempatnya agar tidak mudah berpindah tempat. Penyokong jantung utama adalah paru yang menekan jantung dari samping, diafragma menyokong dari bawah, pembuluh darah yang keluar masuk dari jantung sehingga jantung tidak mudah berpindah. Factor yang mempengaruhi kedudukan jantung adalah:
  1. Umur: Pada usia lanjut, alat-alat dalam rongga toraks termasuk jantung agak turun kebawah
  2. Bentuk rongga dada: Perubahan bentuk tora yang menetap (TBC) menahun batas jantung menurun sehingga pada asma toraks melebar dan membulat
  3. Letak diafragma: Jika terjadi penekanan diafragma keatas akan mendorong bagian bawah jantung ke atas
  4. Perubahan posisi tubuh: proyeksi jantung normal di pengaruhi oleh posisi tubuh.

Otot jantung terdiri atas 3 lapisan yaitu: 
a) Luar/pericardium 
Berfungsi sebagai pelindung jantung atau merupakan kantong pembungkus jantung yang terletak di mediastinum minus dan di belakang korpus sterni dan rawan iga II- IV yang terdiri dari 2 lapisan fibrosa dan serosa yaitu lapisan parietal dan viseral. Diantara dua lapisan jantung ini terdapat lender sebagai pelican untuk menjaga agar gesekan pericardium tidak mengganggu jantung.

b) Tengah/ miokardium
Lapisan otot jantung yang menerima darah dari arteri koronaria. Susunan miokardium yaitu:
  • Otot atria: Sangat tipis dan kurang teratur, disusun oleh dua lapisan. Lapisan dalam mencakup serabut-serabut berbentuk lingkaran dan lapisan luar mencakup kedua atria.
  • Otot ventrikuler: membentuk bilik jantung dimulai dari cincin antrioventikuler sampai ke apeks jantung. 
  • Otot atrioventrikuler: Dinding pemisah antara serambi dan bilik( atrium dan ventrikel).
c). Dalam / Endokardium
Dinding dalam atrium yang diliputi oleh membrane yang mengilat yang terdiri dari jaringan endotel atau selaput lender endokardium kecuali aurikula dan bagian depan sinus vena kava. 
Bagian- bagian dari jantung:
  • a. Basis kordis: bagian jantung sebelah atas yang berhubungan dengan pembuluh darah besar dan dibnetuk oleh atrium sinistra dan sebagian oleh atrium dekstra.
  • b. Apeks kordis : bagian bawah jantung berbentuk puncak kerucut tumpul. 
  • Permukaan jantung (fascies kordis) yaitu: 
  • a. Fascies sternokostalis: permukaan menghadap kedepan berbatasan dengan dinding depan toraks, dibentuk oleh atrium dekstra, ventrikel dekstra dan sedikit ventrikel sinistra.
  • b. Fascies dorsalis: permukaan jantung menghadap kebelakang berbentuk segiempat berbatas dengan mediastinum posterior, dibentuk oleh dinding atrium sinistra, sebgain atrium sinistra dan sebgain kecil dinding ventrikel sinistra.
  • c. Fascies diafragmatika: permukaan bagian bawah jantung yang bebatas dengan stentrum tindinium diafragma dibentuk oleh dinding ventrikel sinistra dan sebagian kecil ventrikel dekstra.
Tepi jantung( margo kordis) yaitu:
  1. Margo dekstra adalah bagian jantung tepi kanan membentang mulai dari vena kava superior sampai ke apeks kordis
  2. Margo sinistra adalah bagian ujung jantung sebelah tepi membentang dari bawah muara vena pulmonalis sinistra inferior sampai ke apeks kordis.
  3. Alur permukaan jantung: 
  4.  Sulkus atrioventrikularis adalah Mengelilingi batas bawah basis kordis
  5. Sulkus langitudinalis anterior adalah celah arteri pulmonalis dengan aurikula sinistra berjalan kebawah menuju apeks kordis.
  6. Sulkus langitudinals posterior: dari sulkus koronaria sebelah kanan muara vena cava inferior menuju apeks kordis.

Ruang-ruang jantung 
Jantung terdiri dari empat ruang yaitu:
1. Atrium dekstra: Terdiri dari rongga utama dan aurikula di luar, bagian dalamnya membentuk suatu rigi atau Krista terminalis.
a. Muara atrium kanan terdiri dari:
  • Vena cava superior
  • Vena cava inferior
  • Sinus koronarius
  • Osteum atrioventrikuler dekstra
b. Sisa fetal atrium kanan: fossa ovalis dan annulus ovalis 
2. Ventrikel dekstra: berhubungan dengan atrium kanan melalui osteum atrioventrikel dekstrum dan dengan traktus pulmonalis melalui osteum pulmonalis. Dinding ventrikel kanan jauh lebih tebal dari atrium kanan terdiri dari:
  • Valvula triskuspidal
  • Valvula pulmonalis
3. Atrium sinistra: Terdiri dari rongga utama dan aurikula
4. Ventrikel sinistra: Berhubungan dengan atrium sinistra melalui osteum atrioventrikuler sinistra dan dengan aorta melalui osteum aorta terdiri dari:
  • Valvula mitralis
  • Valvula semilunaris aorta

Peredaran darah jantung
Vena kava superior dan vena kava inferior mengalirkan darah ke atrium dekstra yang datang dari seluruh tubuh. Arteri pulmonalis membawa darah dari ventrikel dekstra masuk ke paru-paru(pulmo). Antara ventrikel sinistra dan arteri pulmonalis terdapat katup vlavula semilunaris arteri pulmonalis. Vena pulmonalis membawa darah dari paru-paru masuk ke atrium sinitra. Aorta (pembuluh darah terbesar) membawa darah dari ventrikel sinistra dan aorta terdapat sebuah katup valvulasemilunaris aorta. 

Peredaran darah jantung terdiri dari 3 yaitu:
  1. Arteri koronaria kanan: berasal dari sinus anterior aorta berjalan kedepan antara trunkus pulmonalis dan aurikula memberikan cabang-cabangke atrium dekstra dan ventrikel kanan.
  2. Arteri koronaria kiri: lebih besar dari arteri koronaria dekstra
  3. Aliran vena jantung: sebagian darah dari dinding jantung mengalir ke atrium kanan melalui sinus koronarius yang terletak dibagian belakang sulkus atrioventrikularis merupakan lanjutan dari vena.
Fungsi umum otot jantung yaitu:
  1. Sifat ritmisitas/otomatis: secara potensial berkontraksi tanpa adanya rangsangan dari luar.
  2. Mengikuti hukum gagal atau tuntas: impuls dilepas mencapai ambang rangsang otot jantung maka seluruh jantung akan berkontraksi maksimal.
  3. Tidak dapat berkontraksi tetanik.
  4. Kekuatan kontraksi dipengaruhi panjang awal otot.
Metabolisme Otot Jantung
Seperti otot kerangka, otot jantung juga menggunakan energi kimia untuk berkontraksi. Energi terutama berasal dari metabolism asam lemak dalam jumlah yang lebih kecil dari metabolisme zat gizi terutama laktat dan glukosa. Proses metabolism jantung adalah aerobic yang membutuhkan oksigen. 
Pengaruh Ion Pada Jantung 
  1. Pengaruh ion kalium : kelebihan ion kalium pada CES menyebabkan jantung dilatasi, lemah dan frekuensi lambat.
  2. Pengaruh ion kalsium: kelebihan ion kalsium menyebabkan jantung berkontraksi spastis.
  3. Pengaruh ion natrium: menekan fungsi jantung.
Elektrofisiologi Sel Otot jantung 
Aktifitas listrik jantung merupakan akibat perubahan permeabilitas membrane sel. Seluruh proses aktifitas listrik jantung dinamakan potensial aksi yang disebabkan oleh rangsangan listrik, kimia, mekanika, dan termis. Lima fase aksi potensial yaitu:
  1. Fase istirahat: Bagian dalam bermuatan negative(polarisasi) dan bagian luar bermuatan positif.
  2. Fase depolarisasi(cepat): Disebabkan meningkatnya permeabilitas membrane terhadap natrium sehingga natrium mengalir dari luar ke dalam. 
  3. Fase polarisasi parsial: Setelah depolarisasi terdapat sedikit perubahan akibat masuknya kalsium ke dalam sel, sehingga muatan positih dalam sel menjadi berkurang. 
  4. Fase plato(keadaan stabil): Fase depolarisasi diikiuti keadaan stabil agak lama sesuai masa refraktor absolute miokard.
  5. Fase repolarisasi(cepat): Kalsium dan natrium berangsur-angsur tidak mengalir dan permeabilitas terhadap kalium sangat meningkat.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil pemaparan tersebut, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa:
  1. Kardiovaskuler terdiri dari 2 kata yaitu jantung dan pembuluh darah dan 3 komponen yaitu salah satunya adalah hemoglobin dalam darah yang juga berperan dalam sistem sirkulasi.
  2. Jantung telah aktif dalam masa janin ketika berusia 3 bulan dalam kandungan dengan proses sirkulasi melalui plasenta.
  3. Anatomi fisiologi system kardiovaskuler sangat penting di pelajari karena perlu adanya pengetahuan dalam menyelesaikan berbagai problematika kesehatan terkait system kardiovaskuler.

DAFTAR PUSTAKA
Ganong W, 2004, Penuntun Belajar Fisiologi, Penerbit Buku Kedokteran, EGC, Jakarta, Halaman : 67-70.

Guyton, 2004, Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit, Penerbit Buku Kedokteran (EGC), Jakarta, (Hal. 112).

Hall, 2003, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9 . Penerbit Buku Kedokteran ( EGC ), Jakarta, (Hal. 1118).

Harsono, 2005, Dasar-dasar biologi, Penerbit Intan Pariwara, Jakarta, (Hal. 12). 

Murroy, R., 1999, Biokimia Harper edisi 24, Penerbit Buku Kedokteran (EGC) Jakarta, (Hal 2243).

Muttaqin, Arif., 2009, Asuhan keperawatan klien dengan gangguan sistem kardiovaskuler, Jakarta, Penerbit: Salemba Medika.

Sarmini, S., 2005., Biologi umum, Penerbit erlangga, Jakarta, (Hal. 13).

Sherwood, L., 2001, Fisiologi Manusia Dari Sel Ke Sistem, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, (Hal. 250-288).

Snell, R., 2006, Anatomi Klinik, Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta, (Hal.103)

Syaifuddin,H., 2002, Anatomi fisiologi berbasis kompetensi untuk keperawatan dan kebidanan, Penerbit EKG, Jakarta.

Syaifuddin,Haji., 2006, Anatomi fisiologis mahasiswa keperawatan, Penerbit EKG, Jakarta.
Syaifuddin, 2009, Fisiologi tubuh manusia untuk mahasiswa keperawatan, Penerbit Salemba Medika, Jakarta. 

Tim Penyusun Diktat Kuliah, 2005, Biologi Umum, UMI Press,Makassar, (Hal. 87).

Tim Penyusun, 2006, Penuntun Praktikum Anatomi Fisiologi Manusia, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, (hal. 17-22).

MAKALAH KARDIOVASKULAR (ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA)

MAKALAH KARDIOVASKULAR (ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA)
MAKALAH ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA
KARDIOVASKULAR

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kardiovaskuler terdiri dari dua suku kata yaitu cardiac dan vaskuler. Cardiac yang berarti jantung dan vaskuler yang berarti pembuluh darah. Dalam hal ini mencakup sistem sirkulasi darah yang terdiri dari jantung komponen darah dan pembuluh darah. Pusat peredaran darah atau sirkulasi darah ini berawal dijantung, yaitu sebuah pompa berotot yang berdenyut secara ritmis dan berulang 60-100x/menit. Setiap denyut menyebabkan darah mengalir dari jantung, ke seluruh tubuh dalam suatu jaringan tertutup yang terdiri atas arteri, arteriol, dan kapiler kemudian kembali ke jantung melalui venula dan vena.

Dalam mekanisme pemeliharaan lingkungan internal sirkulasi darah digunakan sebagai sistem transport oksigen, karbon dioksida, makanan, dan hormon serta obat-obatan ke seluruh jaringan sesuai dengan kebutuhan metabolisme tiap-tiap sel dalam tubuh. Dalam hal ini, faktor perubahan volume cairan tubuh dan hormon dapat berpengaruh pada sistem kardiovaskuler baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Dalam memahami sistem sirkulasi jantung, kita perlu memahami anatomi fisiologi yang ada pada jantung tersebut sehingga kita mampu memahami berbagai problematika berkaitan dengan sistem kardiovaskuler tanpa ada kesalahan yang membuat kita melakukan neglicent( kelalaian). Oleh karena itu, sangat penting sekali memahami anantomi fisiologi kardiovaskuler yang berfungsi langsung dalam mengedarkan obat-obatan serta oksigenasi dalam tubuh dalam proses kehidupan. 

1.2. Rumusan Masalah 
Bagaimana anatomi fisiologi dalam sistem kardiovaskuler itu?

1.3. Tujuan 
Makalah ini di buat penulis dengan tujuan agar mahasiswa, tenaga kesehatan atau tenaga medis dapat memahami berkaitan dengan anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskuler. 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Jantung pada dasarnya adalah suatu pompa ganda yang menghasilkan tekanan pendorong agar darah mengalir melalui sirkulasi paru dan sirkulasi sistemik. Jantung memiliki empat bilik dimana setiap belahan terdiri dari sebuah atrium atau bilik masukan vena, dan sebuah ventrikel atau bilik keluaran arteri. Empat katup jantung mengalirkan darah dalam arah yang sesuai dan mencegah darah mengalir dalam arah yang berlawanan. Jantung bersifat self-excitable, yaitu mencetuskan sendiri kontraksi beriramanya. Kontraksi serat-serat otot jantung yang tersusun seperti spiral menghasilkan efek memeras yang penting agar pemompaan berlangsung efisien. Yang juga penting agar pemompaan efektif adalah kenyataan bahwa serat-serat otot di setiap bilik bekerja sebagai sebuah sinsitium fungsional, berkontraksi sebagai satu kesatuan (Sherwood, 2001).

Ruang jantung dibagi oleh septa vertical menjadi 4 ruang yakni atrium dextrum, atrium sinistrum, ventrikulus dexter dan ventrikulus sinister. Atrium dextrum terletak anterior terhadap artrium sinistrum dan ventriculus dexter anterior terhadap ventriculus sinister (Snell, 2006).

Dinding jantung tersusun atas otot jantung, myocardium, yang di luar terbungkus oleh pericardium serosum, yang disebut epicardium, dan di bagian dalam diliputi oleh selapis endothel, disebut endocardium (Snell, 2006).

Implus jantung berasal dari nodus SA, pemacu jantung, yang memiliki kecepatan depolarisasi spontan ke ambang yang tertinggi. Setelah dicetuskan, potensial aksi menyebar ke seluruh atrium kanan dan kiri, sebagian dipermudah oleh jalur penghantar khusus, tetapi sebagian besar melalui penyebaran implus dari sel ke sel melalui gap junction. Implus berjalan dari atrium ke dalam ventrikel melalui nodus AV, satu-satunya titik kontak listrik antara kedua bilik tersebut. Potensial aksi berhenti sebentar di nodus AV, untuk memastikan bahwa kontraksi atrium mendahului kontraksi ventrikel agar pengisian ventrikel berlangsung sempuran. Implus kemudian dengan cepat berjalan ke septum antarventrikel melalui berkas His dan secara cepat disebarkan ke seluruh miokardium melalui serat-serat Purkinje. Sel-sel ventrikel lainnya diaktifkan melalui penyebaran implus dari sel ke sel melalui gap junction. Dengan demikian, atrium berkontraksi sbagai satu kesatuan, diikuti oleh kontraksi sinkron ventrikel setelah satu jeda singkat (Sherwood, 2001).

Secara sederhana, cara kerja jantung adalah sebagai berikut (Jati, 2005) :
  • a. Darah dari paru-paru banyak mengandung oksigen (O2) masuk ke dalam serambi kiri. Dari serambi kiri, darah diteruskan ke bilik kiri melalui katup bikuspidalis. Selanjutnya, darah di bilik kiri di pompa keluar dari jantung menuju ke seluruh tubuh membawa oksigen.
  • b. Setelah oksigen digunakan untuk proses pembakaran di dalam sel-sel tubuh, darah kembali ke jantung dengan membawa karbondioksida (CO2) dan air (H2O).
  • c. Darah dari seluruh tubuh masuk ke dalam serambi kanan. Dari serambi kanan, darah masuk ke bilik kanan melalui katup trikuspidalis. Selanjutnya dari bilik kanan, darah dipompa keluar dari jantung menuju ke paru-paru untuk melepas CO2 dan mengambil O2.
Potensial aksi serat-serat jantung kontraktil memperlihatkan fase positif yang berkepanjangan, atau fase datar yang disertai oleh periode kontraksi yang lama untuk memastikan agar waktu ejeksi adekuat. Fase datar ini terutama disebabkan oleh pengaktifan saluran Ca++ lambat. Karena terdapat periode refrakter yang lama dan fase datar yang berkepanjangan, penjumlahan dan tetanus otot jantung tidak mungkin terjadi. Hal ini memastikan bahwa terdapat periode kontraksi dan relaksasi yang bergantii sehingga dapat terjadi pemompa darah (Sherwood, 2001). Penyebaran aktivitas listrik ke seluruh jantung dapat direkam dari permukaan tubuh. Rekaman ini, EKG, dapat memberi informasi penting mengenai status jantung.

Siklus jantung terdiri dari tiga kejadian penting yaitu (Sherwood, 2001) :
  1. Pembentukan aktivitas listrik sewaktu jantung secara otoritmis mengalami depolarisasi dan repolarisasi.
  2. Aktivitas mekanis yang terdiri dari periode sistol (kontraksi dan pengosongan) dan diastol (relaksasi dan pengisian) berganti-ganti, yang dicetuskan oleh siklus listrik yang berirama.
  3. Arah aliran darah melintasi bilik-bilik jantung, yang ditentukan oleh pembukaan dan penutupan katup-katup akibat perubahan tekanan yang dihasilkan oleh aktivitas mekanis.
Penutupan katup menimbulkan dua bunyi jantung normal. Bunyi jantung pertama disebabkan oleh penutupan katup atrioventrikel (AV) dan menandakan permulaan sistol ventrikel. Bunyi jantung kedua disebabkan oleh penutupan katup aorta dan pulmonalis pada permulaan diastoll (Sherwood, 2001).

Curah jantung, volume darah yang disemprotkan oleh setiap ventrikel setiap menit, ditentukan oleh kecepatan denyut jantung dan volume sekuncup. Kecepatan denyut berubah-ubah oleh perubahan keseimbangan pengaruh simpatis dan parasimpatis pada nodus SA. Stimulasi parasimpatis memperlambat kecepatan denyut jantung dan stimulasi simpatis mempercepatnya (Sherwood, 2001).

Darah yang dipompa keluar dari jantung memiliki kecepatan serta kekuatan mengalir tertentu. Kekuatan mengalir itu dirteruskan oleh pembuluh nadi yang memiliki sifat elastis sehingga pembuluh nadi ikut berdenyut. Frekuensi denyut jantung sama dengan frekuensi denyut pembuluh nadi. Itulah sebabnya untuk mengetahui frekuensi denyut jantung dapat juga dilakukan dengan mengamati denyut nadi, yakni dengan cara perabaan (palpas) pada [ergelangan tangan, pelipis dan leher. Dalam keadaan istirahat, denyut jantung orang dewasa antara 60 sampai 80 kali per menit. Perlu diketahui bahwa frekuensi denyut jantung setiap orang berbeda-beda, sesuai dengan umur, jenis kelamin, berat badan, aktivitas dan kondisi kesehatan masing-masing (Jati, 2005).

BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Definisi 
Sistem kardiovaskuler merupakan organ sirkulsi darah yang terdiri dari jantung, komponen darah dan pembuluh darah yang berfungsi memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi keseluruh jaringan tubuh yang di perlukan dalam proses metabolisme tubuh. Sistem kardiovaskuler memerlukan banyak mekanisme yang bervariasi agar fungsi regulasinya dapat merespons aktivitas tubuh, salah satunya adalah meningkatkan aktivitas suplai darah agar aktivitas jaringan dapat terpenuhi. Pada keadaan berat, aliran darah tersebut, lebih banyak di arahkan pada organ-organ vital seperti jantung dan otak yang berfungsi memlihara dan mempertahankan sistem sirkulasi itu sendiri.
bagian jantung

Anatomi dan Fisiologi Kardiovaskuler
1) Anatomi Jantung
Jantung berbentuk seperti pir/ kerucut seperti piramida terbalik dengan apeks (superior-posterior:C-II) berada di bawah dan basis ( anterior-inferior ICS –V) berada di atas. Pada basis jantung terdapat aorta, batang nadi paru, pembuluh balik atas dan bawah dan pembuluh balik. Jantung sebagai pusat sistem kardiovaskuler terletak di sebelah rongga dada (cavum thoraks) sebelah kiri yang terlindung oleh costae tepatnya pada mediastinum. Untuk mengetahui denyutan jantung, kita dapat memeriksa dibawah papilla mamae 2 jari setelahnya. Berat pada orang dewasa sekitar 250-350 gram. Hubungan jantung dengan alat sekitarnya yaitu:
  1. Dinding depan berhubungan dengan sternum dan kartilago kostalis setinggi kosta III-I.
  2. Samping berhubungan dengan paru dan fasies mediastilais.
  3. Atas setinggi torakal IV dan servikal II berhubungan dengan aorta pulmonalis, brongkus dekstra dan bronkus sinistra.
  4. Belakang alat-alat mediastinum posterior, esophagus, aorta desendes, vena azigos, dan kolumna vetebrata torakalis.
  5. Bagian bawah berhubungan dengan diafragma.
Jantung difiksasi pada tempatnya agar tidak mudah berpindah tempat. Penyokong jantung utama adalah paru yang menekan jantung dari samping, diafragma menyokong dari bawah, pembuluh darah yang keluar masuk dari jantung sehingga jantung tidak mudah berpindah. Factor yang mempengaruhi kedudukan jantung adalah:
  1. Umur: Pada usia lanjut, alat-alat dalam rongga toraks termasuk jantung agak turun kebawah
  2. Bentuk rongga dada: Perubahan bentuk tora yang menetap (TBC) menahun batas jantung menurun sehingga pada asma toraks melebar dan membulat
  3. Letak diafragma: Jika terjadi penekanan diafragma keatas akan mendorong bagian bawah jantung ke atas
  4. Perubahan posisi tubuh: proyeksi jantung normal di pengaruhi oleh posisi tubuh.

Otot jantung terdiri atas 3 lapisan yaitu: 
a) Luar/pericardium 
Berfungsi sebagai pelindung jantung atau merupakan kantong pembungkus jantung yang terletak di mediastinum minus dan di belakang korpus sterni dan rawan iga II- IV yang terdiri dari 2 lapisan fibrosa dan serosa yaitu lapisan parietal dan viseral. Diantara dua lapisan jantung ini terdapat lender sebagai pelican untuk menjaga agar gesekan pericardium tidak mengganggu jantung.

b) Tengah/ miokardium
Lapisan otot jantung yang menerima darah dari arteri koronaria. Susunan miokardium yaitu:
  • Otot atria: Sangat tipis dan kurang teratur, disusun oleh dua lapisan. Lapisan dalam mencakup serabut-serabut berbentuk lingkaran dan lapisan luar mencakup kedua atria.
  • Otot ventrikuler: membentuk bilik jantung dimulai dari cincin antrioventikuler sampai ke apeks jantung. 
  • Otot atrioventrikuler: Dinding pemisah antara serambi dan bilik( atrium dan ventrikel).
c). Dalam / Endokardium
Dinding dalam atrium yang diliputi oleh membrane yang mengilat yang terdiri dari jaringan endotel atau selaput lender endokardium kecuali aurikula dan bagian depan sinus vena kava. 
Bagian- bagian dari jantung:
  • a. Basis kordis: bagian jantung sebelah atas yang berhubungan dengan pembuluh darah besar dan dibnetuk oleh atrium sinistra dan sebagian oleh atrium dekstra.
  • b. Apeks kordis : bagian bawah jantung berbentuk puncak kerucut tumpul. 
  • Permukaan jantung (fascies kordis) yaitu: 
  • a. Fascies sternokostalis: permukaan menghadap kedepan berbatasan dengan dinding depan toraks, dibentuk oleh atrium dekstra, ventrikel dekstra dan sedikit ventrikel sinistra.
  • b. Fascies dorsalis: permukaan jantung menghadap kebelakang berbentuk segiempat berbatas dengan mediastinum posterior, dibentuk oleh dinding atrium sinistra, sebgain atrium sinistra dan sebgain kecil dinding ventrikel sinistra.
  • c. Fascies diafragmatika: permukaan bagian bawah jantung yang bebatas dengan stentrum tindinium diafragma dibentuk oleh dinding ventrikel sinistra dan sebagian kecil ventrikel dekstra.
Tepi jantung( margo kordis) yaitu:
  1. Margo dekstra adalah bagian jantung tepi kanan membentang mulai dari vena kava superior sampai ke apeks kordis
  2. Margo sinistra adalah bagian ujung jantung sebelah tepi membentang dari bawah muara vena pulmonalis sinistra inferior sampai ke apeks kordis.
  3. Alur permukaan jantung: 
  4.  Sulkus atrioventrikularis adalah Mengelilingi batas bawah basis kordis
  5. Sulkus langitudinalis anterior adalah celah arteri pulmonalis dengan aurikula sinistra berjalan kebawah menuju apeks kordis.
  6. Sulkus langitudinals posterior: dari sulkus koronaria sebelah kanan muara vena cava inferior menuju apeks kordis.

Ruang-ruang jantung 
Jantung terdiri dari empat ruang yaitu:
1. Atrium dekstra: Terdiri dari rongga utama dan aurikula di luar, bagian dalamnya membentuk suatu rigi atau Krista terminalis.
a. Muara atrium kanan terdiri dari:
  • Vena cava superior
  • Vena cava inferior
  • Sinus koronarius
  • Osteum atrioventrikuler dekstra
b. Sisa fetal atrium kanan: fossa ovalis dan annulus ovalis 
2. Ventrikel dekstra: berhubungan dengan atrium kanan melalui osteum atrioventrikel dekstrum dan dengan traktus pulmonalis melalui osteum pulmonalis. Dinding ventrikel kanan jauh lebih tebal dari atrium kanan terdiri dari:
  • Valvula triskuspidal
  • Valvula pulmonalis
3. Atrium sinistra: Terdiri dari rongga utama dan aurikula
4. Ventrikel sinistra: Berhubungan dengan atrium sinistra melalui osteum atrioventrikuler sinistra dan dengan aorta melalui osteum aorta terdiri dari:
  • Valvula mitralis
  • Valvula semilunaris aorta

Peredaran darah jantung
Vena kava superior dan vena kava inferior mengalirkan darah ke atrium dekstra yang datang dari seluruh tubuh. Arteri pulmonalis membawa darah dari ventrikel dekstra masuk ke paru-paru(pulmo). Antara ventrikel sinistra dan arteri pulmonalis terdapat katup vlavula semilunaris arteri pulmonalis. Vena pulmonalis membawa darah dari paru-paru masuk ke atrium sinitra. Aorta (pembuluh darah terbesar) membawa darah dari ventrikel sinistra dan aorta terdapat sebuah katup valvulasemilunaris aorta. 

Peredaran darah jantung terdiri dari 3 yaitu:
  1. Arteri koronaria kanan: berasal dari sinus anterior aorta berjalan kedepan antara trunkus pulmonalis dan aurikula memberikan cabang-cabangke atrium dekstra dan ventrikel kanan.
  2. Arteri koronaria kiri: lebih besar dari arteri koronaria dekstra
  3. Aliran vena jantung: sebagian darah dari dinding jantung mengalir ke atrium kanan melalui sinus koronarius yang terletak dibagian belakang sulkus atrioventrikularis merupakan lanjutan dari vena.
Fungsi umum otot jantung yaitu:
  1. Sifat ritmisitas/otomatis: secara potensial berkontraksi tanpa adanya rangsangan dari luar.
  2. Mengikuti hukum gagal atau tuntas: impuls dilepas mencapai ambang rangsang otot jantung maka seluruh jantung akan berkontraksi maksimal.
  3. Tidak dapat berkontraksi tetanik.
  4. Kekuatan kontraksi dipengaruhi panjang awal otot.
Metabolisme Otot Jantung
Seperti otot kerangka, otot jantung juga menggunakan energi kimia untuk berkontraksi. Energi terutama berasal dari metabolism asam lemak dalam jumlah yang lebih kecil dari metabolisme zat gizi terutama laktat dan glukosa. Proses metabolism jantung adalah aerobic yang membutuhkan oksigen. 
Pengaruh Ion Pada Jantung 
  1. Pengaruh ion kalium : kelebihan ion kalium pada CES menyebabkan jantung dilatasi, lemah dan frekuensi lambat.
  2. Pengaruh ion kalsium: kelebihan ion kalsium menyebabkan jantung berkontraksi spastis.
  3. Pengaruh ion natrium: menekan fungsi jantung.
Elektrofisiologi Sel Otot jantung 
Aktifitas listrik jantung merupakan akibat perubahan permeabilitas membrane sel. Seluruh proses aktifitas listrik jantung dinamakan potensial aksi yang disebabkan oleh rangsangan listrik, kimia, mekanika, dan termis. Lima fase aksi potensial yaitu:
  1. Fase istirahat: Bagian dalam bermuatan negative(polarisasi) dan bagian luar bermuatan positif.
  2. Fase depolarisasi(cepat): Disebabkan meningkatnya permeabilitas membrane terhadap natrium sehingga natrium mengalir dari luar ke dalam. 
  3. Fase polarisasi parsial: Setelah depolarisasi terdapat sedikit perubahan akibat masuknya kalsium ke dalam sel, sehingga muatan positih dalam sel menjadi berkurang. 
  4. Fase plato(keadaan stabil): Fase depolarisasi diikiuti keadaan stabil agak lama sesuai masa refraktor absolute miokard.
  5. Fase repolarisasi(cepat): Kalsium dan natrium berangsur-angsur tidak mengalir dan permeabilitas terhadap kalium sangat meningkat.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil pemaparan tersebut, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa:
  1. Kardiovaskuler terdiri dari 2 kata yaitu jantung dan pembuluh darah dan 3 komponen yaitu salah satunya adalah hemoglobin dalam darah yang juga berperan dalam sistem sirkulasi.
  2. Jantung telah aktif dalam masa janin ketika berusia 3 bulan dalam kandungan dengan proses sirkulasi melalui plasenta.
  3. Anatomi fisiologi system kardiovaskuler sangat penting di pelajari karena perlu adanya pengetahuan dalam menyelesaikan berbagai problematika kesehatan terkait system kardiovaskuler.

DAFTAR PUSTAKA
Ganong W, 2004, Penuntun Belajar Fisiologi, Penerbit Buku Kedokteran, EGC, Jakarta, Halaman : 67-70.

Guyton, 2004, Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit, Penerbit Buku Kedokteran (EGC), Jakarta, (Hal. 112).

Hall, 2003, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9 . Penerbit Buku Kedokteran ( EGC ), Jakarta, (Hal. 1118).

Harsono, 2005, Dasar-dasar biologi, Penerbit Intan Pariwara, Jakarta, (Hal. 12). 

Murroy, R., 1999, Biokimia Harper edisi 24, Penerbit Buku Kedokteran (EGC) Jakarta, (Hal 2243).

Muttaqin, Arif., 2009, Asuhan keperawatan klien dengan gangguan sistem kardiovaskuler, Jakarta, Penerbit: Salemba Medika.

Sarmini, S., 2005., Biologi umum, Penerbit erlangga, Jakarta, (Hal. 13).

Sherwood, L., 2001, Fisiologi Manusia Dari Sel Ke Sistem, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, (Hal. 250-288).

Snell, R., 2006, Anatomi Klinik, Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta, (Hal.103)

Syaifuddin,H., 2002, Anatomi fisiologi berbasis kompetensi untuk keperawatan dan kebidanan, Penerbit EKG, Jakarta.

Syaifuddin,Haji., 2006, Anatomi fisiologis mahasiswa keperawatan, Penerbit EKG, Jakarta.
Syaifuddin, 2009, Fisiologi tubuh manusia untuk mahasiswa keperawatan, Penerbit Salemba Medika, Jakarta. 

Tim Penyusun Diktat Kuliah, 2005, Biologi Umum, UMI Press,Makassar, (Hal. 87).

Tim Penyusun, 2006, Penuntun Praktikum Anatomi Fisiologi Manusia, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, (hal. 17-22).