MAKALAH KIMIA ORGANIK ASAM NUKLEAT - ElrinAlria
MAKALAH KIMIA ORGANIK ASAM NUKLEAT
MAKALAH KIMIA ORGANIK
ASAM NUKLEAT

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Asam nukleat (nucleic acid) merupakan pengenban kode genetik dalam sistem kehidupan. Karena informasi yang terkandung dalam asam-asam nukleat itu, suatu organisme mampu membiosintesis tipe protein yang berlainan (rambut, kulit, otot, enzim dan sebagainya) dan memproduksi lebih banyak organisme dari jenisnya sendiri. Asam nukleat merupakan suatu polimer yang terdiri dari banyak molekul nukleotida. 

Ada dua macam asam nukleat, yaitu DNA dan RNA. DNA terutama dijumpai dalam inti sel, asam ini merupakan pengemban kode genetik dan dapat mereproduksi atau mereplikasi dirinya dengan tujuan membentuk sel-sel baru untuk reproduksi organisme itu, dalam sebagian besar organisme, DNA suatu sel mengarahkan sintesis molekul RNA. Satu tipe RNA yakni RNA pesuruh (mRNA) meninggalkan inti sel dan mengarahkan biosintesis dari berbagai tipe protein dalam organisme itu sesuai dengan kode DNAnya.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut.
  1. Apa yang dimaksud dengan asam nukleat ?
  2. Bagaimana penggolongan asam nukleat ?
  3. Bagaimana struktur dari asam nukleat ?
  4. Bagaimana sintesis nukleosida dan nukleotida pada asam nukleat ? 

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
  1. Untuk mengetahui pengertian dari asam nukleat.
  2. Untuk mengetahui penggolongan dari asam nukleat.
  3. Untuk mengetahui struktur dari asam nukleat.
  4. Untuk mengetahui sintesis nukleosida dan nukleotida pada asam nukleat.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Asam Nukleat
Asam nukleat adalah biopolimer yang menyusun nukleotida yang terhubung secara bersama-sama untuk membentuk rantai yang panjang. Bio-polimer ini sering ditemukan terikat dengan protein, dan dalam bentuk ini, biopolimer disebut dengan nukleoprotein. Tiap nukleotida tersusun dari gula aldopentosa, ribosa atau 2-deoksiribosa, yang dihubungkan dengan suatu basa purin atau pirimidin heterosklik.

Asam nukleat merupakan suatu polinukleotida, yaitu polimer linier yang tersusun dari monomer-monomer nukleotida yang berikatan melalui ikatan fosfodiester. Fungsi utama asam nukleat adalah sebagai tempat penyimpanan dan pemindahan informasi genetik. Informasi ini diteruskan dari sel induk ke sel anak melalui proses replikasi. Sel memiliki dua jenis asam nukleat yaitu asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid/DNA) dan asam ribonukleat (ribonucleic acid /RNA).
MAKALAH KIMIA ORGANIK ASAM NUKLEAT

B. Penggolongan Asam Nukleat
Asam nukleat digolongkan dalam dua jenis yaitu DNA (deoxyribonucleic acid) atau asam deoksiribonukleat dan RNA (ribonucleic acid) atau asam ribonukleat. Baik DNA maupun RNA berupa anion dan pada umumnya terikat oleh protein dan bersifat basa. 

1. DNA (deoxyribonucleic acid)
Asam ini adalah polimer yang terdiri atas molekul-molekul deoksiribonukleotida yang terikat satu sama lain sehingga membentuk rantai polinukleotida yang panjang. Molekul DNA yang panjang ini terbentuk oleh ikatan antara atom C nomor 3 dengan atom C nomor 5 pada molekul deoksiribosa dengan perantaraan gugus fosfat.
Molekul DNA yang panjang ini terbentuk oleh ikatan antara atom C nomor 3 dengan atom C nomor 5 pada molekul deoksiribosa dengan perantaraan gugus fosfat. Secara kimia DNA mengandung karakteri/sifat sebagai berikut:
  1. Memiliki gugus gula deoksiribosa.
  2. Basa nitrogennya guanin (G), sitosin (C), timin (T) dan adenin (A).
  3. Memiliki rantai heliks ganda anti paralel
  4. Kandungan basa nitrogen antara kedua rantai sama banyak dan berpasangan spesifik satu dengan lain. Guanin selalu berpasangan dengan sitosin ( G –C), dan adenin berpasangan dengan timin (A - T), sehingga jumlah guanin selalu sama dengan jumlah sitosin. Demikian pula adenin dan timin.
MAKALAH KIMIA ORGANIK ASAM NUKLEAT

2. RNA
Asam ribonukleat adalah salah satu polimer yang terdiri atas molekulmolekul ribonukleotida. Seperti DNA, asam ribonukleat ini terbentuk oleh adanya ikatan antara atom C nomer 3 dengan atom C nomer 5 pada molekul ribosa dengan perantaraan gugus fosfat.
Meskipun banyak persamaan dengan DNA , RNA mempunyai beberapa perbedaan dengan DNA yaitu :
  • Bagian pentosa RNA adalah ribosa, sedangkan bagian pentosa DNA adalah deoksiribosa.
  • Bentuk molekul DNA adalah heliks ganda. Bentuk molekul RNA bukan heliks ganda, tetapi berupa rantai tunggal yang terlipat sehingga menyerupai rantai ganda.
  • RNA mengandung basa Adenin, Guanin dan Sitosin seperti DNA , tetapi tidak mengandung Timin. Sebagai gantinya, RNA mengandung Urasil. Dengan demikian bagian basa pirimidin RNA berbeda dengan bagian basa pirimidinDNA.
  • Jumlah Guanin adalah molekul RNA tidak perlu sama dengan Sitosin, tetapi ketiganya secara bersama-sama mempunyai peranan penting dalam sintesis protein.

C. Struktur Asam Nukleat
Asam nukleat tersusun dari monomer nukleotida, dimana nukleotida ini biasanya tersusun atas gugus fosfat, basa nitrogen,dan gula pentosa serta kelompok basa purin dan pirimidin seperti adenine, guanine, sitosin, timin dan danurasil. Komponen-komponen penyusun asam nukleat adalah basa nitrogen heterosiklik, pentosa, dan asam fosfat.
1. Basa Nitorgen 
Basa nitrogen heterosiklik yang merupakan penyusun asam nukleat adalah turunan purin dan turunan pirimidin.
a. Purin 
Purin adalah senyawa heteosiklik majemuk yang memiliki lingkat pirimidin dan imidazol yang berimpit. Oleh karena itu, purin disebut pirimidinoimidaol atau imidazolopirimidin. Turunan purin yang dan guanin sebagai merupakan penyusun asam nukleat adalah adenin atau 6-aminopurina dan guanin atau 2-amino-6-oksipurina. Singkatan diberikan untuk adenin sebagai A dan guanin sebagai G.

Adenin terdapat dalam jaingan hewan dan jaringan tanaman, dalam bentuk persenyawaan dengan senyawa-senyawa yang lain. Kristal trihidrat adenin berbentuk jarum, sedikit larut dalam ai dan alkohol, tetapi tidak larut dalam eter dan kloroform.
Seperti halnnya adenin, guanin juga terdapat dalam jaringan hewan dan jaringan tanaman, dalam bentuk persenyawaan dengan senyawa-senyawa tertentu. Guanin umumnya berbentuk amorf, yang dapat larut dalam larutan kalaium hidroksida, lautan asam, dan larutan amonia, agak sukar larut dalam air dan lakohol, sukar hampir tidak larut dalam eter.

b. Pirimidin 
Pirimidin termasuk senyawa heterosiklik sederhana lingkar enam, dengan 2 atom nitrogen sebagai heteroatomnya. Turunan-turuna pirimidin yan merupakan penyusun asam nukleat adalah sitosi (Cytosin) atau 2-oksi-4-aminopirimidin yan disingkat C; timin atau 2,4-dioksi-5-metilpirimidin yang disingkat T, dan urasil atau 2,4-dioksipirimidin yang disingkat U.

Sitosin terdapat dalam ragi dan biji-biji tanaman yang sedang berkecamah. Monohidratya berbentuk desmotropik. Bentuk hidrat in dapat melepas air hidratnya pada suhu 100oC. Sitosin larut dalam air, sukar larut dalam alkoho dan eter. Sitosin membentuk garam apabila berkontak denga beberapa asam.
Kristal timin yang murni berbentuk bintang atau jarum-jarum pendek, yang larut dalam air panas dan sukar larut dalam air dingin, mudah larut alam basa dan membentuk garam, agak sukar larut dalam dietileter.

Urasil mempunyai kristal berbentuk jarum yan larut dengan baik dalam ai panas, tetapi agak sukar laut dalam air dingin, cuku larut dalam larutan amonia dan lautan beberapa basa, sukar larut dalam alkohol dan dietileter.

2. Gula Pentosa
Tidak semua pentosa menjadi unit atau komponen penysun asam nukleat. Pentosa yang menjadi penyusun asam nukleat adaah ribosa dan 2-deoksiribos. Dalam struktur kimia asam nukleat, kedua pentosa tersebut terdapat dalam bentuk lingkar furanosa. Ribosa merupakan penyusun RNA dan 2-deoksiribosa merupakan unit penyusun DNA.

Ribosa adalah aldopentosa yang sangat penting. Selain merupakan unit penyusu RNA, ribosa juga merupakan unit penyusun sianokobalamin (B-12) dan beberapa jenis koenzim.

3. Fosfat penyusun
Fosfat penyusun asam nukleat adalah asam fosfat atau asam ortofosfat. Fosfat ini berupa kristal berbentuk orto-rombik, tak stabil dan melebur pada suhu 42,35oC.

Fosfat ini tergolong asam lemah atau sedang bervalensi tiga, yang membentuk tiga jenis garam natrium. Garam natrium tersebut dapat terbentuk pada suhu kamar, yaitu (a) Natrium fosfat, Na3PO4; (b) Natrium hidrogen fosfat, Na2HO4; dan (c) Natrium dihidrogen fosfat, NaH2PO4. 
D. Sintesis Nukleosida dan Nukleotida
Nukleotida merupakan nukleosida yang gugus gula pada posisi 5’-nya mengikat asam fosfat (gugus fosfat) dengan ikatan ester. Nukleosida terdiri atas pentosa ( deoksiribosa atau ribosa) yang mengikat suatu basa (derivat purin atau pirimidin) melalui ikatan glikosida.

Reaksi antara ribosa atau 2-deoksiribosa yang terlindungi dan yang sesuai dengan suatu basa purin atau pirimidin yang sesuai akan menghasilkan suatu nukleosida. Sebagai contoh, guanosin dapat disintesis dari suatu ribofuranosil klorida terlindungi dengan suatu kloromerkuriguanin. Nukleosida juga dapat disiapkan melalui pembentukan basa heterosiklik pada suatu turunan rriosilamin yang terlindungi. 

Fosforilasi nukleosida akan menghasilkan nukleotida yang besesuaian. Agen-agen fosforilasi seperti dibenzilfosfoklorida digunakan dalam reaksi ini. Untuk melakukan fosforilasi pada C-5’, maka 2 gugus fungsional hidroksil yan lain harus dilindungi, biasanya dengan gugus isopropilidin. Pada tahap akhir, gugus pelindung ini dapat dipindahkan/dihilangkan dengan hidrolisis yang dkatalis asam, dan suatu hidrogenolisis akan memecah ikatan benzilfosfat.

Molekul nukleosida merupakan suatu N-glikosida yaitu ikatan pada atom N dari sebuah basa yang terikat pada molekul gula pada atom C nomor 1. Basa Nitrogen yang terikat dapat berupa purin atau pirimidin. Ikatan N-glikosida untuk purin dan gula terjadi pada atom N nomor 9 dengan atom C nomor 1 dari gula. Sedangkan pirimidin terjadi pada atom N nomor 1 dengan atom C nomor 1 dari gula. 

Nukleotida merupakan ester fosfat dari nukleosida, dimana gugus hidroksil pada gula pentosa diesterifikasi dengan fosfat anorganik. Gugus hidroksil yang teresterifikasi pada nukleotida DNA dan RNA adalah pada posisi 3’ maupun 5’ pada gula pentosa. Nukleotida DNA dinamakan sebagai ester 3’ atau 5’-monofosfat dari nukleosida.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
  1. Asam nukleat merupakan suatu polinukleotida, yaitu polimer linier yang tersusun dari monomer-monomer nukleotida yang berikatan melalui ikatan fosfodiester. Tiap nukleotida tersusun dari gula aldopentosa, ribosa atau 2-deoksiribosa, yang dihubungkan dengan suatu basa purin atau pirimidin heterosklik
  2. Asam nukleat digolongkan dalam dua jenis yaitu DNA (deoxyribonucleic acid) atau asam deoksiribonukleat dan RNA (ribonucleic acid) atau asam ribonukleat.
  3. 3. Struktur asam nukleat terdiri atas monomer nukleotida. Nukleotida biasanya tersusun atas gugus fosfat, basa nitrogen,dan gula pentosa serta kelompok basa purin dan pirimidin seperti adenine, guanine, sitosin, timin dan danurasil.
  4. Sintesis nukleotida yakni dari nukleosida yang gugus gula pada posisi 5’-nya mengikat asam fosfat (gugus fosfat) dengan ikatan ester. Sedangkan sintesis nukleosida yakni dari reaksi antara ribosa atau 2-deoksiribosa yang terlindungi dan yang sesuai dengan suatu basa purin atau pirimidin yang sesuai. Nukleosida juga dapat disintesis melalui pembentukan basa heterosiklik pada suatu turunan riosilamin yang terlindungi. 

B. Saran
Sebagai seorang mahasiswa khususnya farmasi sangat penting untuk mempelajari asam nukleat karena asam nukleat merupakan salah satu makromolekul yang memegang peranan sangat penting dalam kehidupan organisme, dimana pada asam nukleat tersimpan informasi genetik seperti DNA. Dengan test DNA, maka kita dapat mengetahui apakah kita rentan terhadap penyakit tertentu atau tidak, sehingga kita dapat melakukan usaha pencegahan, seperti mengontrol pola makan atau melakukan pemeriksaan secara rutin. 

DAFTAR PUSTAKA
Cairns, Donald, 2004, Intisari Kimia Farmasi, EGC, Jakarta. 

Chang, Raymond, 2008, Kimia Dasar Konsep-konsep Inti Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta. 

Fessenden, R. J. dan Fessenden, 1986, Dasar-Dasar Kimia Organik Jilid 1, Erlangga, Jakarta.

Sumardjo, Damin, 2006, Pengantar Kimia, EGC, Jakarta.

Sloane, Ethel, 1995, Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula, EGC, Jakarta.

Alberts, Bruce dkk. 2007. Biologi Molekuler dari Walter your. NCBI.

Berg, Jeremy Mark dkk. 2007. Biokimia. WH Freeman: San Francisco.

Dahm, R. 2008. Menemukan DNA: Friedrich Miescher dan tahun-tahun awal penelitian asam nukleat" Manusia genetika . ISSN 0340-6717

Saenger , 2008, Wolfram. Prinsip Struktur Asam Nukleat. Springer-Verlag: New York.

Stryer, Lubert dkk. 2007. Biokimia. WH Freeman : San Francisco .

MAKALAH KIMIA ORGANIK ASAM NUKLEAT

MAKALAH KIMIA ORGANIK ASAM NUKLEAT
MAKALAH KIMIA ORGANIK
ASAM NUKLEAT

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Asam nukleat (nucleic acid) merupakan pengenban kode genetik dalam sistem kehidupan. Karena informasi yang terkandung dalam asam-asam nukleat itu, suatu organisme mampu membiosintesis tipe protein yang berlainan (rambut, kulit, otot, enzim dan sebagainya) dan memproduksi lebih banyak organisme dari jenisnya sendiri. Asam nukleat merupakan suatu polimer yang terdiri dari banyak molekul nukleotida. 

Ada dua macam asam nukleat, yaitu DNA dan RNA. DNA terutama dijumpai dalam inti sel, asam ini merupakan pengemban kode genetik dan dapat mereproduksi atau mereplikasi dirinya dengan tujuan membentuk sel-sel baru untuk reproduksi organisme itu, dalam sebagian besar organisme, DNA suatu sel mengarahkan sintesis molekul RNA. Satu tipe RNA yakni RNA pesuruh (mRNA) meninggalkan inti sel dan mengarahkan biosintesis dari berbagai tipe protein dalam organisme itu sesuai dengan kode DNAnya.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut.
  1. Apa yang dimaksud dengan asam nukleat ?
  2. Bagaimana penggolongan asam nukleat ?
  3. Bagaimana struktur dari asam nukleat ?
  4. Bagaimana sintesis nukleosida dan nukleotida pada asam nukleat ? 

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
  1. Untuk mengetahui pengertian dari asam nukleat.
  2. Untuk mengetahui penggolongan dari asam nukleat.
  3. Untuk mengetahui struktur dari asam nukleat.
  4. Untuk mengetahui sintesis nukleosida dan nukleotida pada asam nukleat.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Asam Nukleat
Asam nukleat adalah biopolimer yang menyusun nukleotida yang terhubung secara bersama-sama untuk membentuk rantai yang panjang. Bio-polimer ini sering ditemukan terikat dengan protein, dan dalam bentuk ini, biopolimer disebut dengan nukleoprotein. Tiap nukleotida tersusun dari gula aldopentosa, ribosa atau 2-deoksiribosa, yang dihubungkan dengan suatu basa purin atau pirimidin heterosklik.

Asam nukleat merupakan suatu polinukleotida, yaitu polimer linier yang tersusun dari monomer-monomer nukleotida yang berikatan melalui ikatan fosfodiester. Fungsi utama asam nukleat adalah sebagai tempat penyimpanan dan pemindahan informasi genetik. Informasi ini diteruskan dari sel induk ke sel anak melalui proses replikasi. Sel memiliki dua jenis asam nukleat yaitu asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid/DNA) dan asam ribonukleat (ribonucleic acid /RNA).
MAKALAH KIMIA ORGANIK ASAM NUKLEAT

B. Penggolongan Asam Nukleat
Asam nukleat digolongkan dalam dua jenis yaitu DNA (deoxyribonucleic acid) atau asam deoksiribonukleat dan RNA (ribonucleic acid) atau asam ribonukleat. Baik DNA maupun RNA berupa anion dan pada umumnya terikat oleh protein dan bersifat basa. 

1. DNA (deoxyribonucleic acid)
Asam ini adalah polimer yang terdiri atas molekul-molekul deoksiribonukleotida yang terikat satu sama lain sehingga membentuk rantai polinukleotida yang panjang. Molekul DNA yang panjang ini terbentuk oleh ikatan antara atom C nomor 3 dengan atom C nomor 5 pada molekul deoksiribosa dengan perantaraan gugus fosfat.
Molekul DNA yang panjang ini terbentuk oleh ikatan antara atom C nomor 3 dengan atom C nomor 5 pada molekul deoksiribosa dengan perantaraan gugus fosfat. Secara kimia DNA mengandung karakteri/sifat sebagai berikut:
  1. Memiliki gugus gula deoksiribosa.
  2. Basa nitrogennya guanin (G), sitosin (C), timin (T) dan adenin (A).
  3. Memiliki rantai heliks ganda anti paralel
  4. Kandungan basa nitrogen antara kedua rantai sama banyak dan berpasangan spesifik satu dengan lain. Guanin selalu berpasangan dengan sitosin ( G –C), dan adenin berpasangan dengan timin (A - T), sehingga jumlah guanin selalu sama dengan jumlah sitosin. Demikian pula adenin dan timin.
MAKALAH KIMIA ORGANIK ASAM NUKLEAT

2. RNA
Asam ribonukleat adalah salah satu polimer yang terdiri atas molekulmolekul ribonukleotida. Seperti DNA, asam ribonukleat ini terbentuk oleh adanya ikatan antara atom C nomer 3 dengan atom C nomer 5 pada molekul ribosa dengan perantaraan gugus fosfat.
Meskipun banyak persamaan dengan DNA , RNA mempunyai beberapa perbedaan dengan DNA yaitu :
  • Bagian pentosa RNA adalah ribosa, sedangkan bagian pentosa DNA adalah deoksiribosa.
  • Bentuk molekul DNA adalah heliks ganda. Bentuk molekul RNA bukan heliks ganda, tetapi berupa rantai tunggal yang terlipat sehingga menyerupai rantai ganda.
  • RNA mengandung basa Adenin, Guanin dan Sitosin seperti DNA , tetapi tidak mengandung Timin. Sebagai gantinya, RNA mengandung Urasil. Dengan demikian bagian basa pirimidin RNA berbeda dengan bagian basa pirimidinDNA.
  • Jumlah Guanin adalah molekul RNA tidak perlu sama dengan Sitosin, tetapi ketiganya secara bersama-sama mempunyai peranan penting dalam sintesis protein.

C. Struktur Asam Nukleat
Asam nukleat tersusun dari monomer nukleotida, dimana nukleotida ini biasanya tersusun atas gugus fosfat, basa nitrogen,dan gula pentosa serta kelompok basa purin dan pirimidin seperti adenine, guanine, sitosin, timin dan danurasil. Komponen-komponen penyusun asam nukleat adalah basa nitrogen heterosiklik, pentosa, dan asam fosfat.
1. Basa Nitorgen 
Basa nitrogen heterosiklik yang merupakan penyusun asam nukleat adalah turunan purin dan turunan pirimidin.
a. Purin 
Purin adalah senyawa heteosiklik majemuk yang memiliki lingkat pirimidin dan imidazol yang berimpit. Oleh karena itu, purin disebut pirimidinoimidaol atau imidazolopirimidin. Turunan purin yang dan guanin sebagai merupakan penyusun asam nukleat adalah adenin atau 6-aminopurina dan guanin atau 2-amino-6-oksipurina. Singkatan diberikan untuk adenin sebagai A dan guanin sebagai G.

Adenin terdapat dalam jaingan hewan dan jaringan tanaman, dalam bentuk persenyawaan dengan senyawa-senyawa yang lain. Kristal trihidrat adenin berbentuk jarum, sedikit larut dalam ai dan alkohol, tetapi tidak larut dalam eter dan kloroform.
Seperti halnnya adenin, guanin juga terdapat dalam jaringan hewan dan jaringan tanaman, dalam bentuk persenyawaan dengan senyawa-senyawa tertentu. Guanin umumnya berbentuk amorf, yang dapat larut dalam larutan kalaium hidroksida, lautan asam, dan larutan amonia, agak sukar larut dalam air dan lakohol, sukar hampir tidak larut dalam eter.

b. Pirimidin 
Pirimidin termasuk senyawa heterosiklik sederhana lingkar enam, dengan 2 atom nitrogen sebagai heteroatomnya. Turunan-turuna pirimidin yan merupakan penyusun asam nukleat adalah sitosi (Cytosin) atau 2-oksi-4-aminopirimidin yan disingkat C; timin atau 2,4-dioksi-5-metilpirimidin yang disingkat T, dan urasil atau 2,4-dioksipirimidin yang disingkat U.

Sitosin terdapat dalam ragi dan biji-biji tanaman yang sedang berkecamah. Monohidratya berbentuk desmotropik. Bentuk hidrat in dapat melepas air hidratnya pada suhu 100oC. Sitosin larut dalam air, sukar larut dalam alkoho dan eter. Sitosin membentuk garam apabila berkontak denga beberapa asam.
Kristal timin yang murni berbentuk bintang atau jarum-jarum pendek, yang larut dalam air panas dan sukar larut dalam air dingin, mudah larut alam basa dan membentuk garam, agak sukar larut dalam dietileter.

Urasil mempunyai kristal berbentuk jarum yan larut dengan baik dalam ai panas, tetapi agak sukar laut dalam air dingin, cuku larut dalam larutan amonia dan lautan beberapa basa, sukar larut dalam alkohol dan dietileter.

2. Gula Pentosa
Tidak semua pentosa menjadi unit atau komponen penysun asam nukleat. Pentosa yang menjadi penyusun asam nukleat adaah ribosa dan 2-deoksiribos. Dalam struktur kimia asam nukleat, kedua pentosa tersebut terdapat dalam bentuk lingkar furanosa. Ribosa merupakan penyusun RNA dan 2-deoksiribosa merupakan unit penyusun DNA.

Ribosa adalah aldopentosa yang sangat penting. Selain merupakan unit penyusu RNA, ribosa juga merupakan unit penyusun sianokobalamin (B-12) dan beberapa jenis koenzim.

3. Fosfat penyusun
Fosfat penyusun asam nukleat adalah asam fosfat atau asam ortofosfat. Fosfat ini berupa kristal berbentuk orto-rombik, tak stabil dan melebur pada suhu 42,35oC.

Fosfat ini tergolong asam lemah atau sedang bervalensi tiga, yang membentuk tiga jenis garam natrium. Garam natrium tersebut dapat terbentuk pada suhu kamar, yaitu (a) Natrium fosfat, Na3PO4; (b) Natrium hidrogen fosfat, Na2HO4; dan (c) Natrium dihidrogen fosfat, NaH2PO4. 
D. Sintesis Nukleosida dan Nukleotida
Nukleotida merupakan nukleosida yang gugus gula pada posisi 5’-nya mengikat asam fosfat (gugus fosfat) dengan ikatan ester. Nukleosida terdiri atas pentosa ( deoksiribosa atau ribosa) yang mengikat suatu basa (derivat purin atau pirimidin) melalui ikatan glikosida.

Reaksi antara ribosa atau 2-deoksiribosa yang terlindungi dan yang sesuai dengan suatu basa purin atau pirimidin yang sesuai akan menghasilkan suatu nukleosida. Sebagai contoh, guanosin dapat disintesis dari suatu ribofuranosil klorida terlindungi dengan suatu kloromerkuriguanin. Nukleosida juga dapat disiapkan melalui pembentukan basa heterosiklik pada suatu turunan rriosilamin yang terlindungi. 

Fosforilasi nukleosida akan menghasilkan nukleotida yang besesuaian. Agen-agen fosforilasi seperti dibenzilfosfoklorida digunakan dalam reaksi ini. Untuk melakukan fosforilasi pada C-5’, maka 2 gugus fungsional hidroksil yan lain harus dilindungi, biasanya dengan gugus isopropilidin. Pada tahap akhir, gugus pelindung ini dapat dipindahkan/dihilangkan dengan hidrolisis yang dkatalis asam, dan suatu hidrogenolisis akan memecah ikatan benzilfosfat.

Molekul nukleosida merupakan suatu N-glikosida yaitu ikatan pada atom N dari sebuah basa yang terikat pada molekul gula pada atom C nomor 1. Basa Nitrogen yang terikat dapat berupa purin atau pirimidin. Ikatan N-glikosida untuk purin dan gula terjadi pada atom N nomor 9 dengan atom C nomor 1 dari gula. Sedangkan pirimidin terjadi pada atom N nomor 1 dengan atom C nomor 1 dari gula. 

Nukleotida merupakan ester fosfat dari nukleosida, dimana gugus hidroksil pada gula pentosa diesterifikasi dengan fosfat anorganik. Gugus hidroksil yang teresterifikasi pada nukleotida DNA dan RNA adalah pada posisi 3’ maupun 5’ pada gula pentosa. Nukleotida DNA dinamakan sebagai ester 3’ atau 5’-monofosfat dari nukleosida.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
  1. Asam nukleat merupakan suatu polinukleotida, yaitu polimer linier yang tersusun dari monomer-monomer nukleotida yang berikatan melalui ikatan fosfodiester. Tiap nukleotida tersusun dari gula aldopentosa, ribosa atau 2-deoksiribosa, yang dihubungkan dengan suatu basa purin atau pirimidin heterosklik
  2. Asam nukleat digolongkan dalam dua jenis yaitu DNA (deoxyribonucleic acid) atau asam deoksiribonukleat dan RNA (ribonucleic acid) atau asam ribonukleat.
  3. 3. Struktur asam nukleat terdiri atas monomer nukleotida. Nukleotida biasanya tersusun atas gugus fosfat, basa nitrogen,dan gula pentosa serta kelompok basa purin dan pirimidin seperti adenine, guanine, sitosin, timin dan danurasil.
  4. Sintesis nukleotida yakni dari nukleosida yang gugus gula pada posisi 5’-nya mengikat asam fosfat (gugus fosfat) dengan ikatan ester. Sedangkan sintesis nukleosida yakni dari reaksi antara ribosa atau 2-deoksiribosa yang terlindungi dan yang sesuai dengan suatu basa purin atau pirimidin yang sesuai. Nukleosida juga dapat disintesis melalui pembentukan basa heterosiklik pada suatu turunan riosilamin yang terlindungi. 

B. Saran
Sebagai seorang mahasiswa khususnya farmasi sangat penting untuk mempelajari asam nukleat karena asam nukleat merupakan salah satu makromolekul yang memegang peranan sangat penting dalam kehidupan organisme, dimana pada asam nukleat tersimpan informasi genetik seperti DNA. Dengan test DNA, maka kita dapat mengetahui apakah kita rentan terhadap penyakit tertentu atau tidak, sehingga kita dapat melakukan usaha pencegahan, seperti mengontrol pola makan atau melakukan pemeriksaan secara rutin. 

DAFTAR PUSTAKA
Cairns, Donald, 2004, Intisari Kimia Farmasi, EGC, Jakarta. 

Chang, Raymond, 2008, Kimia Dasar Konsep-konsep Inti Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta. 

Fessenden, R. J. dan Fessenden, 1986, Dasar-Dasar Kimia Organik Jilid 1, Erlangga, Jakarta.

Sumardjo, Damin, 2006, Pengantar Kimia, EGC, Jakarta.

Sloane, Ethel, 1995, Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula, EGC, Jakarta.

Alberts, Bruce dkk. 2007. Biologi Molekuler dari Walter your. NCBI.

Berg, Jeremy Mark dkk. 2007. Biokimia. WH Freeman: San Francisco.

Dahm, R. 2008. Menemukan DNA: Friedrich Miescher dan tahun-tahun awal penelitian asam nukleat" Manusia genetika . ISSN 0340-6717

Saenger , 2008, Wolfram. Prinsip Struktur Asam Nukleat. Springer-Verlag: New York.

Stryer, Lubert dkk. 2007. Biokimia. WH Freeman : San Francisco .