PENGERTIAN, PENGGOLONGAN DAN PEMBUATAN TABLET - ElrinAlria
PENGERTIAN, PENGGOLONGAN DAN PEMBUATAN TABLET
Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Tablet merupakan bentuk sediaan padat yang paling banyak digunakan. Sebagian besar tablet dibuat dengan metode kompresi atau pengempaan, yaitu dengan cara memberi tekanan tinggi pada serbuk atau granul menggunakan cetakan baja. Selain dengan metode kompresi, tablet juga dapat dibuat dengan metode cetak, yaitu dengan menekan massa serbuk lembab dengan tekanan rendah ke dalam lubang cetakan

Tablet Secara Umum

Tablet adalah sediaan padat, dibuat secara kempa-cetak berbentuk rata atau cembung rangkap, umumnya bulat, mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan, zat tambahan yang digunakan dapat berfungsi sebagai: 
  • a. Zat pengisi, digunakan untuk memperbesar volume tablet. Zat-zat yang digunakan seperti: Amilum Manihot, Kalsium Fosfat, Kalsium Karbonat, dan zat lain yang cocok. 
  • b. Zat pengikat, digunakan agar tablet tidak pecah atau retak, dapat merekat. Zat-zat yang digunakan seperti: Musilago 10-20% b/v, larutan Metil-cellulosum 5% b/v. 
  • c. Zat penghancur, digunakan agar tablet dapat hancur dalam saluran pencernaan. Zat-zat yang digunakan seperti: Amilum Manihot kering, Gelatin, Natrium Alginat. 
  • d. Zat pelicin, digunakan untuk mencegah agar tablet tidak melekat pada cetakan. Zat-zat yang digunakan seperti: Talkum 5% b/b, Magnesium stearat, Natrium Benzoat. 

Pembuatan Tablet 

Dalam pembuatan tablet, zat berkhasiat dan zat-zat lain kecuali pelicin dibuat granul (butiran kasar), karena serbuk yang halus tidak mengisi cetakan tablet dengan baik maka dibuat granul agar mudah mengalir mengisi cetakan serta menjaga agar tablet tidak retak.

Ada tiga metode pembuatan tablet, yaitu: 
a. Metode granulasi basah
Masing-masing zat berkhasiat, zat pengisi, dan zat penghancur dihaluskan terlebih dahulu dalam mesin penghalus. Seluruh serbuk dicampur bersama-sama dalam alat pencampur, lalu dibasahi dengan larutan bahan pengikat. Setelah itu massa lembab diayak menjadi granul menggunakan ayakan 6 atau 8 mesh, dan dikeringkan dalam lemari pengering pada suhu 50o-60oC. Setelah kering diayak lagi untuk memperoleh granul dengan ukuran yang diperlukan (biasanya digunakan ayakan 12-20 mesh). Tambahkan bahan pelicin (lubrikan) kemudian dicetak menjadi tablet dengan mesin tablet 

b. Metode Granulasi Kering (slugging)
Dilakukan dengan mencampurkan zat berkhasiat, zat pengisi, dan zat penghancur, serta jika perlu ditambahkan zat pengikat dan zat pelicin hingga menjadi massa serbuk yang homogen, lalu dikempa cetak pada tekanan yang tinggi, sehingga menjadi tablet besar (slug) yang tidak berbentuk baik, kemudian digiling dan diayak hingga diperoleh granul dengan ukuran partikel yang diinginkan. Setelah itu dicetak sesuai ukuran tablet yang diinginkan.

c. Kempa langsung
Masing-masing zat aktif, zat pengisi, zat pengikat, zat penghancur, dan zat pelicin dihaluskan terlebih dahulu dalam mesin penghalus. Seluruh serbuk dicampur bersama-sama dalam alat pencampur. Campuran serbuk yang telah homogen dikempa dalam mesin tablet menjadi tablet jadi. 

Tablet memiliki kelebihan dibandingkan dengan sediaan padat lainnya, diantaranya: 
  • a. Tablet merupakan bentuk sediaan yang utuh dan menawarkan kemampuan terbaik dari semua bentuk sediaan oral untuk ketepatan ukuran serta variabilitas kandungan yang paling rendah. 
  • b. Tablet merupakan bentuk sediaan yang ongkos pembuatannya paling rendah. 
  • c. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang paling ringan dan paling kompak. 
  • d. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang paling mudah dan murah untuk dikemas serta dikirim. 
  • e. Pemberian tanda pengenal produk pada tablet paling mudah dan murah. 
  • f. Tablet paling mudah ditelan serta paling kecil kemungkinan tertinggal di tenggorokan, terutama bila bersalut yang kemungkinan pecah / hancurnya tablet tidak segera terjadi. 
  • g. Tablet bisa dijadikan produk dengan profil pengelepasan khusus, seperti pengelepasan di usus atau produk lepas lambat. 
  • h. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang paling mudah untuk diproduksi secara besar-besaran. 
  • i. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang memiliki sifat pencampuran kimia, mekanik, dan stabilitas mikrobiologi yang paling baik. 

Penggolongan Tablet 

Penggolongan tablet dapat dibedakan berdasarkan atas: 
1. Berdasarkan metode pembuatan: 
Berdasarkan metode pembuatannya, dikenal dua jenis tablet, yaitu tablet cetak dan tablet kempa. 
  • a. Tablet cetak dibuat dari bahan obat dan bahan pengisi yang umunya mengandung laktosa dan serbuk sukrosa dalam berbagai perbandingan. Massa serbuk dibasahi dengan etanol persentase tinggi. Kadar etanol tergantung pada kelarutan zat aktif dan bahan pengisi dalam sistem pelarut, serta derajat kekerasan tablet yang diinginkan. Massa serbuk yang lembab ditekan dengan tekanan rendah ke dalam lubang cetakan. Kemudian dikeluarkan dan dibiarkan kering. 
  • b. Tablet kempa dibuat dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk atau granul menggunakan cetakan baja.

2. Berdasarkan Cara Pemakaian
Berdasarkan cara pemakaiannya, tablet dapat dibagi menjadi: 
  • a. Tablet biasa / tablet telan. Dibuat tanpa penyalut, digunakan per oral dengan cara ditelan, pecah dilambung. 
  • b. Tablet kunyah (chewable tablet). Bentuknya seperti tablet biasa, cara pemakaiannya dikunyah dulu dalam mulut kemudian ditelan, umumnya tidak pahit. 
  • c. Tablet isap (lozenges, trochisi, pastiles) adalah sediaan padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat, umunya dengan bahan dasar beraroma dan manis, yang membuat tablet melarut atau hancur perlahan-lahan dalam mulut. 
  • d. Tablet larut (effervescent tablet) adalah tablet yang sebelum digunakan dilarutkan terlebih dahulu dalam air dan akan menghasilkan buih. Tablet ini selain mengandung zat aktif juga mengandung asam (asam sitrat, asam tartrat) dan Na2CO3. 
  • e. Tablet implant (pelet). Tablet kecil, bulat atau oval putih, steril, dan berisi hormon steroid, dimasukkan ke bawah kulit dengan cara merobek kulit sedikit, kemudian tablet dimasukkan, kemudian dijahit kembali. 
  • f. Tablet hipodermik adalah tablet kempa, dibuat dari bahan yang mudah larut atau larut sempurna dalam air. Tablet ini umumnya digunakan untuk membuat sediaan injeksi hipodemik segar dengan melarutkan tablet dalam air steril untuk injeksi. 
  • g. Tablet bukal adalah tablet yang diletakkan antara pipi dan gusi.
  • h. Tablet sublingual adalah tablet yang diletakkan di bawah lidah. 
  • i. Tablet vagina (ovula) adalah tablet sisipan yang didesain untuk terdisolusi dan pelepasan lambat zat aktif dalam rongga vagina.Tablet ini berbentuk telur atau berbentuk (buah) pir untuk memudahkan penahanan dalam vagina, untuk melepaskan zat antibakteri, antiseptik, atau zat astringen guna mengobati infeksi vagina atau mungkin melepaskan steroid untuk absorpsi sistemik.

PENGERTIAN, PENGGOLONGAN DAN PEMBUATAN TABLET

PENGERTIAN, PENGGOLONGAN DAN PEMBUATAN TABLET
Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Tablet merupakan bentuk sediaan padat yang paling banyak digunakan. Sebagian besar tablet dibuat dengan metode kompresi atau pengempaan, yaitu dengan cara memberi tekanan tinggi pada serbuk atau granul menggunakan cetakan baja. Selain dengan metode kompresi, tablet juga dapat dibuat dengan metode cetak, yaitu dengan menekan massa serbuk lembab dengan tekanan rendah ke dalam lubang cetakan

Tablet Secara Umum

Tablet adalah sediaan padat, dibuat secara kempa-cetak berbentuk rata atau cembung rangkap, umumnya bulat, mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan, zat tambahan yang digunakan dapat berfungsi sebagai: 
  • a. Zat pengisi, digunakan untuk memperbesar volume tablet. Zat-zat yang digunakan seperti: Amilum Manihot, Kalsium Fosfat, Kalsium Karbonat, dan zat lain yang cocok. 
  • b. Zat pengikat, digunakan agar tablet tidak pecah atau retak, dapat merekat. Zat-zat yang digunakan seperti: Musilago 10-20% b/v, larutan Metil-cellulosum 5% b/v. 
  • c. Zat penghancur, digunakan agar tablet dapat hancur dalam saluran pencernaan. Zat-zat yang digunakan seperti: Amilum Manihot kering, Gelatin, Natrium Alginat. 
  • d. Zat pelicin, digunakan untuk mencegah agar tablet tidak melekat pada cetakan. Zat-zat yang digunakan seperti: Talkum 5% b/b, Magnesium stearat, Natrium Benzoat. 

Pembuatan Tablet 

Dalam pembuatan tablet, zat berkhasiat dan zat-zat lain kecuali pelicin dibuat granul (butiran kasar), karena serbuk yang halus tidak mengisi cetakan tablet dengan baik maka dibuat granul agar mudah mengalir mengisi cetakan serta menjaga agar tablet tidak retak.

Ada tiga metode pembuatan tablet, yaitu: 
a. Metode granulasi basah
Masing-masing zat berkhasiat, zat pengisi, dan zat penghancur dihaluskan terlebih dahulu dalam mesin penghalus. Seluruh serbuk dicampur bersama-sama dalam alat pencampur, lalu dibasahi dengan larutan bahan pengikat. Setelah itu massa lembab diayak menjadi granul menggunakan ayakan 6 atau 8 mesh, dan dikeringkan dalam lemari pengering pada suhu 50o-60oC. Setelah kering diayak lagi untuk memperoleh granul dengan ukuran yang diperlukan (biasanya digunakan ayakan 12-20 mesh). Tambahkan bahan pelicin (lubrikan) kemudian dicetak menjadi tablet dengan mesin tablet 

b. Metode Granulasi Kering (slugging)
Dilakukan dengan mencampurkan zat berkhasiat, zat pengisi, dan zat penghancur, serta jika perlu ditambahkan zat pengikat dan zat pelicin hingga menjadi massa serbuk yang homogen, lalu dikempa cetak pada tekanan yang tinggi, sehingga menjadi tablet besar (slug) yang tidak berbentuk baik, kemudian digiling dan diayak hingga diperoleh granul dengan ukuran partikel yang diinginkan. Setelah itu dicetak sesuai ukuran tablet yang diinginkan.

c. Kempa langsung
Masing-masing zat aktif, zat pengisi, zat pengikat, zat penghancur, dan zat pelicin dihaluskan terlebih dahulu dalam mesin penghalus. Seluruh serbuk dicampur bersama-sama dalam alat pencampur. Campuran serbuk yang telah homogen dikempa dalam mesin tablet menjadi tablet jadi. 

Tablet memiliki kelebihan dibandingkan dengan sediaan padat lainnya, diantaranya: 
  • a. Tablet merupakan bentuk sediaan yang utuh dan menawarkan kemampuan terbaik dari semua bentuk sediaan oral untuk ketepatan ukuran serta variabilitas kandungan yang paling rendah. 
  • b. Tablet merupakan bentuk sediaan yang ongkos pembuatannya paling rendah. 
  • c. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang paling ringan dan paling kompak. 
  • d. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang paling mudah dan murah untuk dikemas serta dikirim. 
  • e. Pemberian tanda pengenal produk pada tablet paling mudah dan murah. 
  • f. Tablet paling mudah ditelan serta paling kecil kemungkinan tertinggal di tenggorokan, terutama bila bersalut yang kemungkinan pecah / hancurnya tablet tidak segera terjadi. 
  • g. Tablet bisa dijadikan produk dengan profil pengelepasan khusus, seperti pengelepasan di usus atau produk lepas lambat. 
  • h. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang paling mudah untuk diproduksi secara besar-besaran. 
  • i. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang memiliki sifat pencampuran kimia, mekanik, dan stabilitas mikrobiologi yang paling baik. 

Penggolongan Tablet 

Penggolongan tablet dapat dibedakan berdasarkan atas: 
1. Berdasarkan metode pembuatan: 
Berdasarkan metode pembuatannya, dikenal dua jenis tablet, yaitu tablet cetak dan tablet kempa. 
  • a. Tablet cetak dibuat dari bahan obat dan bahan pengisi yang umunya mengandung laktosa dan serbuk sukrosa dalam berbagai perbandingan. Massa serbuk dibasahi dengan etanol persentase tinggi. Kadar etanol tergantung pada kelarutan zat aktif dan bahan pengisi dalam sistem pelarut, serta derajat kekerasan tablet yang diinginkan. Massa serbuk yang lembab ditekan dengan tekanan rendah ke dalam lubang cetakan. Kemudian dikeluarkan dan dibiarkan kering. 
  • b. Tablet kempa dibuat dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk atau granul menggunakan cetakan baja.

2. Berdasarkan Cara Pemakaian
Berdasarkan cara pemakaiannya, tablet dapat dibagi menjadi: 
  • a. Tablet biasa / tablet telan. Dibuat tanpa penyalut, digunakan per oral dengan cara ditelan, pecah dilambung. 
  • b. Tablet kunyah (chewable tablet). Bentuknya seperti tablet biasa, cara pemakaiannya dikunyah dulu dalam mulut kemudian ditelan, umumnya tidak pahit. 
  • c. Tablet isap (lozenges, trochisi, pastiles) adalah sediaan padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat, umunya dengan bahan dasar beraroma dan manis, yang membuat tablet melarut atau hancur perlahan-lahan dalam mulut. 
  • d. Tablet larut (effervescent tablet) adalah tablet yang sebelum digunakan dilarutkan terlebih dahulu dalam air dan akan menghasilkan buih. Tablet ini selain mengandung zat aktif juga mengandung asam (asam sitrat, asam tartrat) dan Na2CO3. 
  • e. Tablet implant (pelet). Tablet kecil, bulat atau oval putih, steril, dan berisi hormon steroid, dimasukkan ke bawah kulit dengan cara merobek kulit sedikit, kemudian tablet dimasukkan, kemudian dijahit kembali. 
  • f. Tablet hipodermik adalah tablet kempa, dibuat dari bahan yang mudah larut atau larut sempurna dalam air. Tablet ini umumnya digunakan untuk membuat sediaan injeksi hipodemik segar dengan melarutkan tablet dalam air steril untuk injeksi. 
  • g. Tablet bukal adalah tablet yang diletakkan antara pipi dan gusi.
  • h. Tablet sublingual adalah tablet yang diletakkan di bawah lidah. 
  • i. Tablet vagina (ovula) adalah tablet sisipan yang didesain untuk terdisolusi dan pelepasan lambat zat aktif dalam rongga vagina.Tablet ini berbentuk telur atau berbentuk (buah) pir untuk memudahkan penahanan dalam vagina, untuk melepaskan zat antibakteri, antiseptik, atau zat astringen guna mengobati infeksi vagina atau mungkin melepaskan steroid untuk absorpsi sistemik.